Aura hitam dengan intensitas besar mengelilingi Naruto. Sring! Kedua kelopak mata biru kosongnya berganti menjadi kuning tajam.

"Dasar manusia-manusia bodoh! Padahal kami sudah memberikan semua yang terbaik untuk kalian... Tapi ini balasan yang kami dapat". semua orang disana tersentak dengan suara Naruto yang memberat.

"dulu kami menurunkan hujan untuk kalian, melindungi kalian dari monster-monster, mengutus pahlawan-pahlawan diantara kalian semua! Bahkan mereinkarnasikan kalian lagi! Inikah yang kami dapatkan setelah semua ini? ". kali ini terdengar suara enam orang berbeda. Aura hitam itu mulai menyelimuti seluruh tubuh Naruto dan menutupinya seolah menjadi armor.

Bwosh! Aura hitam makin mengelilingi Naruto. "Ike, ini gawat, kita harus pergi dari sini". ucap Ellen. "untuk apa? Sembari menunggu proses inverse princess selesai, aku ingin melihat yang satu ini". ucap Isaac.

"tapi, tingkat kekuatan ini.. Ini bahkan mulai membuatku sesak, kekuatannya terus meningkat setiap detiknya". ucap Ellen waspada.

"Dilupakan... Dihancurkan... Inikah yang kami dapat? ". Naruto mulai bergumam aneh. "kalau begitu, akan kubawa kalian bersama kami, umat manusia! ". teriak Naruto.

Sring! Gungrir, Tombak petir, Ama no Murakomo, sabit kematian miliki Thannatos, dan Ra yang masih di dalam kristalnya tiba-tiba muncul di sekeliling Naruto.

"Wahai lima Senjata perwujudan kehancuran! Sekarang bersatulah! Bukalah pintu menuju dunia baru! ". teriak Naruto. Kelima benda itu melesat ke langit menembus awan.

Tap! "Ikke! Kita harus pergi sekarang juga! Tidak ada penolakan, ini sangat gawat! ". ucap Ellen mendekat kearah Isaac. "kau benar, ini mengerikan, kita pergi! Lagipula aku sudah mendapat sedikit bagian yang kuperlukan". ucap Isaac menyeringai sambil memegang sesuatu. Lalu kemudian mereka menghilang dengan teleportasi entah kemana.

"hoi! Kemana kalian?!". ucap Kaguya. "pengecut, sepertinya mereka kabur". tambah Yuzuru. "Tohka-san... Naruto-san..". gumam Yoshino melihat apa yang terjadi dengan Tohka dan Naruto, mereka langsung menuju kesini saat kekuatan Miku tiba-tiba terlepas dan mereka merasakan kekuatan besar. Pyar! Kurungan kaca itu musnah dan menampakkan Tohka dengan pakaian serba ungu.

"Chaos Ex-change! Jatuhlah kedalam jurang kehancuran terdalam! Datanglah! Penentu nasib dunia! Last Weapon, Arc Cradle! ". teriak Naruto.

Zuuuz! Pilar kegelapan muncul dan melahap seluruh makhluk yang ada diatas gedung itu. "Akhhh! ".

Sementara itu di Fraxinus.

"i-ini tidak mungkin! ". ucap Kawagoe. "ada apa?! ". ucap Reine keras. "m-mereka menghilang! Aku tidak bisa menemukan keberadaan mereka di kota ini lagi! ". ucap Kawagoe terkejut.

"t-tidak mungkin! Maksudmu Shido dan yang lainnya telah?! ". ucap Kotori terkejut setengah menangis. "tenanglah Kotori, mereka tidak mungkin mati, mereka itu kuat, terlebih Tohka telah ber inverse". ucap Reine. "aku harap kau benar.. Hiks". ucap Kotori.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Ini diluar dugaanku, mungkinkah... ?". gumam Reine sangat lirih.

"ukh, Aku dimana? ". gumam Shido bangun,lukanya telah beregenerasi.

Yang ia lihat hanya hamparan tanah yang terdiri dari kristal-kristal berwarna ungu pekat. Di sekelilingnya ada ratusan, mungkin ribuan benda-benda lancip setinggi gedung terbuat dari kristal juga.

"ukh, kau tidak apa-apa, Yoshino?". ucap Kaguya. "u-umh, tapi apa itu tadi? ". guman Yoshino. "lihat! Tohka ada disana! Lalu dimana Naruto?! ". ucap Yuzuru menunjuk Tohka dengan wajah dinginnya.

Wung! Tiba-tiba udara bergetar, langit terdistorsi dengan sangat parah, lengkungannya benar-benar sangat ketara. "itu.. Spacequake?! Tidak mungkin ada roh disini bukan?! ". kaget Shido.

"Bukan Roh! ". sebuah suara menginterupsi semua orang disana. Tap! Bum! Sesosok tiba-tiba jatuh dari atas dan menimbulkan debu.

"itu bukan roh, itu adalah benda yang akan menghancurkan kalian para umat manusia". ucap sosok itu. Sesosok pria berarmor hitam legam dan helm hitam dengan rambut silver. Dengan sebuah jubah merah di punggungnya.

"Siapa kau? ". ucap Tohka dingin. "T-tohka? ". kaget Shido melihat perubahan Tohka.

"Nama? Aku tidak punya hal menyedihkan seperti itu, tapi aku adalah Supreme King". ucap sosok itu. "Supreme King? ". gumam Tohka.

"benar.. Sosok yang akan membalas dendam pada dunia ini, hahaha, akan kuhancurkan mereka semua". ucap sosok itu perlahan membuka penutup helmnya dan langsung membuat semua orang sangat terkejut.

"Naruto?! ". ucap semua orang disana kecuali Tohka. "ugh, Naruto? Apa itu Naruto? Aku tidak tahu apa yang kalian katakan tapi...". gumam Naruto memegang kepalanya.

"Turunlah! Last Weapon! ". teriak Naruto. Langit yang tadinya terdistorsi tiba-tiba berhenti. Krak! Krak! Krak! Retakan besar dengan cepat menyebar dan sangat luas hingga mungkin mencapai ukuran sebuah kota Teguu.

Hal yang pertama mereka lihat adalah spucuk kristal raksasa berwarna ungu pekat, kemudian sebuah benda berbentuk seperti pulau raksasa seukuran kota Tenguu.

Naruto Mindscape

"ukh, kegelapan ini... Ini rasa sakit kami semua.. ". ucap Odin. "kau benar, rasa sakit kami semua yang menjadi kegelapan". ucap Zeus. "masa lalu para Dewa". gumam Thannatos.

Mereka merenung di tengah kegelapan mereka. Sring! Disekeliling mereka mulai diselimuti kaca-kaca kecil. "cih, Naruto! Kegelapan kami telah mempengaruhimu, cepatlah sadar! ". ucap Ra mengguncang tubuh Naruto.

"aku sudah sadar sedari tadi". ucap Naruto berdiri. Ia menatap kumpulan kegelapan yang sangat banyak diatasnya yang siap jatuh kapan saja.

"ayo, kita harus melawan kegelapan itu sekalipun jiwa kami akan lenyap". ucap Susano'o. "lenyap yah? ". gumam Naruto menunduk. "tapi... Kau akan kehilangan sesuatu yang berharga bagimu... ".

"kau kenapa? ". tanya Ra. "ini adalah tubuhku, sejak awal ini adalah tubuhku... Ada saatnya aku harus bersikap tegas pada kalian". ucap Naruto.

"apa maksudmu?! ". heran Zeus. "saat ini, keluarlah dari tubuhku! Keluarlah! Dan tinggalkan kegelapan kalian disini! Akan kutanggung semuanya sendiri! Kalian telah cukup merasakan penderitaan saat kalian masih hidup, dan kalian harusnya merasakan ketenangan setelah mati! ". ucap Naruto.

"apa maksudmu bocah?! ". ucap Zeus geram. "keluarlah.. Kumohon! Hentikan aku.. Hentikan Arc Cradle! ". ucap Naruto. Ia kemudian mengangkat tangannya. "Kamigami no Fuin... Kai! ". ucap Naruto.

Deg! Deg! Deg! Sontak kelima Dewa itu tiba-tiba merasakan tekanan yang sangat kuat dan menarik mereka semua ke belakang semakin jauh dari Naruto.

"dia bahkan tahu cara melepaskan segel Minato?! ".

"hmm". Naruto tersenyum getir, dan setelah itu kegelapan dari segala penjuru mulai membentuk kubah di sekelilingnya dan mereka tidak tahu apa lagi yang terjadi.

Kembali ke dunia asing.

Sring! "apa itu? ". gumam Tohka melihat lima cahaya keluar dari tubuh Naruto dan meluncur kearah Shido dkk.

Sring! Sring!

Brak! Salah satu cahaya itu berubah menjadi sosok yang sangat mirip dengan Naruto. Hanya saja ia tengah berlutut sambil memukul lantai hingga hancur dan membentuk kawah sedalam setengah meter.

"Dasar bocah bodoh! ". umpat laki-laki itu. Cahaya-cahaya lainnya juga berubah menjadi sosok-sosok yang sangat mirip dengan Naruto.

"kh! Sebenarnya sampai sejauh mana kelapangan hatimu itu Naruto?!". gumam Ra meremas batu. "b-bukankah kalian ini lima dewa yang tersegel dalam tubuh Naruto?! ". ucap Shido terkejut.

"yah dan dia telah mengeluarkan kami, secara permanen". ucap Thannatos menendang sebuah pilar Kristal dan menghancurkannya.

"S-sebenarnya ada apa ini? Apa maksud kalian Naruto mengeluarkan kalian? ". tanya Shido. "artinya kami sudah tidak lagi berada di dalam tubuh Naruto. "dia memisahkan kami dari kegelapan kami dan mengeluarkan kami dengan paksa". ucap Susano'o.

"b-benda apa itu? Aku merasakan itu sangat berbahaya". ucap Miku. "itulah Arc Cradle, Last Weapon, senjata yang dulu diciptakan oleh para Dewa". balas Zeus.

"tapi untuk apa kalian menciptakan benda seperti itu? Bukankah kalian tidak memerlukan benda seperti itu? ". tanya Kaguya. Ra menundukan wajahnya.

"benda itu kami buat memang untuk satu tujuan... Yaitu menghancurkan dunia ini! Menghancurkan bumi!". ucap Ra lantang. ! "apa maksudmu?! Dulu kalian pernah berniat menghancurkan bumi?! ". kaget Shido.

"bukan hanya kami saja, tapi para dewa lainnya juga berfikiran begitu". ucap Susano'o. "t-tapi, untuk apa kalian menghancurkan bumi? ". tanya Shido heran.

"kami sakit hati Shido, kami terbentuk atas keyakinan jutaan manusia dan semakin kuat karena keyakinan itu, tapi sekarang seluruh keyakinan itu telah menghilang, dan sisa keyakinan yang ada tidak cukup untuk mempertahankan eksistensi kami dan akhirnya seluruh Mytology inipun hancur". ucap Ra.

"tentu saja, dari golongan Dewa dewi, hanya kami yang masih hidup, dan sebenarnya kami mungkin juga akan menghilang beberapa menit lagi". ucap Susano'o.

"dan itulah alasan kenapa Arc Cradle di buat, dimensi buatan ini sesungguhnya sama seperti tombol konfirmasi, apakah Arc Cradle akan melanjutkan tugasnya menghancurkan dunia, atau kembali lagi". jelas Odin

"ugh". Naruto jatuh berlutut. "niat jahat ini.. Kuat.. Tapi aku harus menahannya". gumam Naruto. Ia kemudian mengeluarkan sebuah bola Kristal sukuran bola kasti dan melemparnya kearah Shido.

Tuk! Tuk! "tolong... Bantu aku Shido.. Aku.. Berharap.. Pada... Kalian". ucap Naruto memejamkan matanya dan kembali membukanya dengan tatapan tajamnya.

"ini berbahaya, aku harus menghancurkannya". gumam Tohka. Aura hitam mengelilinginya dan membentuk sebuah singgasana. Brak! Singgasana itu hancur kemudian melapisi pedang Tohka dan membuatnya semakin besar.

Tap! "Nehemah, Paverschlev!". Slahs! Bummm! Sebuah tebasan yang sangat besar dan membisingkan telinga tercipat saat Tohka menebaskan pedangnya ke udara kosong. Tebasan itu terus melaju dan membentur Arc Cradle.

"huhu, percuma! Arc Cradle tidak akan terpengaruh oleh sihir apapun, tidak ada sihir yang bisa mengganggu Arc Cradle". ucap Naruto bersidekap.

"cih, kalau begitu akan kuserang pengendalinya". ucap Tohka melesat dan menebaskan pedangnya kearah Naruto. "Tohka! ". teriak Shido.

"hum". gumam Naruto melihat pedang besar yang semakin mendekatinya. "Gae Bolg! ". gumamnya.

Slash! Kegelapan tercipta ditangan Naruto dan membentuk sebuah tombak hitam legam. Trang! Dengan santai ia menghempaskan Tohka setelah menahan tebasan pedangnya.

"heheh, ini lah kekuatan yang paling kuinginkan... ". ucap Naruto mengangkat tinggi tombaknya. "Haaa! ". sebuah tebasan kegelapan yang sangat besar tiba-tiba muncul dan menuju kearah Naruto.

Pyar! Tombak itu pecah menjadi kegelapan dan kegelapan dengan jumlah yang banyak berkumpul di depan Naruto.

Bumm! Ledakan besar terjadi saat aura tebasan itu membentur kegelapan di depan Naruto.

Sring! Dibalik kepulan asap hitam, sepasang mata biru tajam dan bercahaya tiba-tiba muncul.

Swush! Asap itu dihentakkan oleh sebuah tangan yang cukup besar. Dan setelah itu, nampaklah sesosok Naga dengan tubuh hitam dan sayap bercahaya biru, dibeberapa bagian tubuhnya juga ada aksen-aksen biru.

Groaaa! Naga itu bertriak kencang lalu kemudian memecah kembali menjadi kegelapan. "Haaa! ". teriak Tohka dari belakang Naruto hendak menebas lehernya.

"heh? ". gumam Naruto pelan. Di belakangnya tiba-tiba kegelapan dengan cepat berkumpul dan membentuk sesuatu yang berputar kencang. Trank! "cih! ". Tohka mendecih pelan saat serangannya lagi-lagi tidak ber-efek apapun. Benda yang ternyata adalah sabit merah crimson itu berhenti dan kembali menghilang.

"Naruto-san! Sadarlah! ". teriak Yoshino menembakkan laser pembeku kearah Naruto. Bwosh! Tameng api berwarna ungu kehitaman pekat tercipta di depan Naruto.

"Hyaa!". Bwosh! Bwosh! Dua buah tekanan angin tinggi melesat dari depan Naruto. Bersamaan dengan angin disekitarnya yang berputar-putar menghalangi pergerakannya.

"tidakkah kalian mengerti? Kalian tidak akan bisa mengalahkan makhluk sepertiku". ucap Naruto. Bzzt! Bzzt! Petir berwarna hitam keunguan meledak hebat dari dari tubuh Naruto dan melenyapkan semua serangannya.

"lihatlah... Inilah kekuatan absolutku yang sebenarnya! ". ucap Naruto keras. Zrat! Zrat! Satu buah sayap yang ada di punggung Kaguya dan Yuzuru tiba-tiba hancur bersamaan dengan tombak dan rantai mereka. "ini! ". kaget Kaguya. "Anti Magic?! ". sambung Yuzuru.

"Takkan kuberikan masa depan bagi manusia-manusia seperti kalian! Sejak zaman kuno dulu manusia telah membentuk ikatan dan saling meyakiti.. Siklus perbuatan itu menciptakan sebuah kebencian abadi.. Dan mencapai ketidak stabilan yang terus membuat dunia ini menderita..". ucap Naruto datar.

"karena itulah... Aku ada untuk menuntaskan kebodohan para Dewa terdahulu yang dengan bodohnya mempercayai makhluk seperti kalian". sambungnya dengan tatapan penuh kebencian.

"ck, Naruto.. Ada apa denganmu?! Itu bukanlah perkataan yang seharusnya keluar dari mulutmu! ". gumam Shido. "sepertinya percuma melawannya dengan cara kekerasan, kekuatannya jelas diatas kita, bahkan ia bisa mengeluarkan kegelapan kekuatan kami dan mengendalikannya". ucap Odin.

"tidak Shido, kata-kata itu juga memang mungkin keluar dari mulut Naruto". sanggah Odin. "apa maksudmu? ". tanya Shido heran. "dulu sekali.. Naruto pernah menyerah pada dunia ini.. Kehidupan tanpa mengingat siapa orang tuanya, merasakan kekejaman dunia ini setelah kematian kakek dan neneknya". ucap Odin.

"jadi, aku rasa kegelapan kami juga memicu bangkitnya kegelapan Naruto, dan bocah itu tidak sadar jika dari hatinya yang paling dalam ia masih menyimpan keputusasaan pada dunia ini". lanjut Odin.

"lalu apa yang harus kita lakukan? ". tanya Shido. "Bisa ambilkan benda itu? ". tanya Odin menunjuk sebuah bola Kristal berwarna merah yang tadi dilempar Naruto. Bagaimanapun ia hanyalah jiwa tanpa tubuh, ia tidak bisa menyentuh benda yang bukan benda sihir.

"benda apa ini? ". gumam Shido. Odin hanya diam kemudian menyentuh benda itu dengan jarinya.

Sring! Cahaya merah terang keluar dari sana dan kemudian bola itu menunjukkan sebuah gambaran.

"Naruto! ". ucap Shido saat melihat gambar Naruto ada disana. Dia tengah berdiri dengan tatapan kosong di ruang kegelapan tanpa akhir dengan ribuan kaca-kaca hitam disekelilingnya.

"sudah kuduga, benda ini memiliki kekuatan untuk menghubungkan kalian dengan Naruto di alam bawah sadarnya yang paling dalam, sepertinya Naruto telah merancang ini semua". ucap Odin.

"benarkah? Naruto! Naruto! Naruto! Oi dengarkan aku Naruto! ". teriak Shido, namun Naruto masih tidak merespon.

"jika hanya suaramu saja tidak mungkin kena, kumpulkan semua Spirit teman Naruto disini, katakan apa saja sampai dia merespon, sementara kami akan melemahkan Naruto disini agar lebih mudah disadarkan". ucap Odin. Gungrir telah berada di pegangannya.

"yah, Naruto masih mungkin sadar, nyatanya ia tidak sedikitpun melukai para Spirit yang menyerangnya tadi, tidak pula membalasnya, dan yang terpenting, ia tidak segera memerintahkan Arc Cradle untuk keluar dari Dimensi buatan ini dan menghancurkan dunia". ucap Zeus.

"Yoshino! Yuzuru! Kaguya! Cepat kemarilah! ". teriak Shido. Tap! Tap! "ada apa? Shido? ". tanya Kaguya. "penasaran, ada apa? ". tanya Yuzuru. "Shido-san? ". gumam Yoshino. Mereka berkumpul di depan Shido.

"kalian, katakan apa saja kepada bola ini, aku akan mencoba menyadarkan Tohka". ucap Shido menyerahkan bola itu pada Yoshino dan berlari menuju Tohka yang berada di atas sebuah pilar kristal.

"inikan! Naruto-san? Naruto-san! ". teriak Yoshino pada bola itu, Namun tidak terjadi apa-apa, Naruto masih saja terdiam disana dengan tatapan kosong.

"h-hoi! Naruto! Bisa kau dengar kami?! Ini aku! Kaguya!". teriak Kaguya. "memanggil, Naruto! Bisa kau dengar aku? ". ucap Yuzuru. "sepertinya ini tidak mempan, apa mungkin suara kita kurang keras? ". ucap Yoshinon.

Trank! "hooh, kalian lawan yang cukup hebat". ucap Naruto menahan Gungrir dengan Gae Bolgnya. Bzzt! Duarr! sadarlah bocah! ". teriak Zeus dari atas sana sambil terus meluncurkan kilatan petir.

"huh, aku akui seranganmu tadi cukup kuat, tapi sayang sekali itu tidak cukup untuk menggoresku". ucap Naruto menepuk pelan armornya.

Stab! "sadarlah! ". teriak Ra dari depan hendak memukul Naruto dengan kepalan tangannya. "baiklah, aku sambut pukulanmu". balas Naruto balas mengarahkan kepalan tangannya.

Dumm! Hempasan udara tercipta saat kepalan tinju mereka bertemu, setiap inchi tubuh Naruto dilapisi oleh sihir, oleh karena itu Ra bisa memukulnya.

"sadarlah Naruto! Kau adalah temanku! Manusia terbaik yang telah kami temui! Karena kau kami bisa mengubah keputusan kami!". ucap Ra.

"Naruto-sann! Kumohon sadarlah! Kami menunggumu disini! ". teriak Yoshino.

Deg! Untuk sejenak pupil mata Naruto meredup dan kembali menjadi biru kosong. "Benarkah...? Aku.. Bersyukur.. ". ucap Naruto lemah. "kau sadar?! ". ucap Ra terkejut. Sring! Duakh! Tapi tiba-tiba mata Naruto kembali bersinar kuning dan langsung menendang Ra.

"kalian lihat?! Tadi Naruto-kun bergerak! ". ucap Yoshinon. "benarkah? ". tanya Yoshino. "baiklah? Terus panggil dia sementara yang lainnya melemahkannya". ucap Kaguya.

"uakhg! Zeus! Cobalah serangan fisik! Buat kontak sedekat mungkin dengan Naruto seperti yang aku lakukan tadi!". ucap Ra.

"dimengerti!". teriak Zeus menunju kearah Naruto dengan kecepatan Dewa sambil mengarahkan kepalan tanganya. "hooh, kau menantangku Duel? Baiklah! ". sambut Naruto membalas dengan kecepatan yang sama.

Buagh! Buagh! Buagh! Zaat! Zaat! Mereka beradu pukulan dilangit, saking cepatnya hanya terlihat seperti kilatan-kilatan hitam dan biru yang saling menjauh kemudian bertabrakan.

Tap! Tap! "Tohka! Sadarlah Tohka! Ini aku Shido! ". ucap Shido berdiri di ujung kristal di depan Tohka. "Tohka? Siapa itu? Dan lagi siapa kau, manusia? ". ucap Tohka datar.

"Tohka! Namamu adalah Tohka! Akulah yang memberimu nama itu! Aku mohon sadarlah! ". teriak Shido. "ck dasar manusia pembual! ". ucap Tohka melayangkan tebasan hitam kearah Shido.

Bwosh! Tiba-tiba pedang berapi muncul didepannya dan menghalau tebasan hitam itu. "Totsuka? Begitu yah? Kau mau membantuku? Ayo kita sadarkan Tohka". ucap Shido menggenggam pedang itu.

"kau punya kekuatan yang unik juga". ucap Tohka melompat kearah Shido. Trank! "kh, tenaganya besar sekali". gumam Shido menahan pedang Tohka.

Tap! Tohka melompat dan melayangkan tebasan mematikan dari atas secara Vertikal. Trank! Tapi, ditahan dengan baik oleh Shido.

"ini... Totsuka membimbing tanganku? ". gumam Shido terkejut. Tapi dengan cepat Tohka menghilang dan muncul kembali di belakang Shido.

"pertahananmu baik, tapi kau lamban!". ucap Tohka dari belakang Shido dan bersiap memotong tubuhnya.

Sring! Tapi cahaya lainnya terbentuk di tangan kiri Shido yang menghadap ke belakang. Trak! Shido terdorong kedepan saat pedang hitam Tohka membentur pedang putih besar yang terbentuk di tangan Shido.

Tap! Tohka mendarat di di belakang Shido tak jauh darinya. "Sandalphon? Bagaimana kau bisa memilikinya? ". tanya Tohka. "huh, aku harus segera menyelesaikan ini! ". ucap Shido.

Tanpa membalas pertanyaan Tohka, ia melompat tinggi. "Naruto! Terimakasih telah memberiku kekuatan ini, akan kugunakan saat ini juga! ". ucap Shido.

"haaa! ". ucap Shido meluncur ke depan Tohka dengan kedua pedangnya. Ia meluncur dengan lurus sehingga sangat mudah dibabaca.

"dasar bodoh!". teriak Tohka. Ia menebas Shido yang hanya tinggal beberapa meter saja. Zrat! Ia berhasil, Shido terpotong menjadi dua akibat tebasannya. Tapi... Boft!

"apa ini?! ". gumam Tohka terkejut mendapati asap yang tiba-tiba muncul. Trak! Trak! Sebuah pedang berayun sangat cepat dan mementalkan Nehemah dari genggamannya.

Stab! Sosok Shido muncul begitu cepat dari asap itu. Tap! Cup! Wajah terkejut Tohka semakin menjadi saat Shido dengan cepat tiba-tiba memeluknya dan mengecupnya tepat di bibir.

Deg! Ia merasakan rasa pusing yang amat sangat disusul dengan kekuatannya yang mulai berkurang drastis. Dan akhirnya ia pingsan di pelukan Shido. "maaf Tohka, tapi kau berhasil kembali". gumam Shido mengangkat dan menggendong tubuh Tohka. "masih ada orang yang harus kita selamatkan". ucapnya.

Buahg! Buagh! Buagh! Clap! "cih, jika saja aku punya tubuh, aku pasti bisa bertahan sedikit lebih lama". gumam Zeus. Terlihat benar jika keberadaanya semakin memudar.

"hanya seginikah? ". gumam Naruto. "baiklah, akan kutunjukkan kengerian yang lainnya pada kalian". ucap Naruto terbang keatas dan mengangkat tangannya.

Awan hitam mulai berkumpul begitu pekat di bawah Arc Cradle. Deg! Syuzz! Dengan cepat awan itu berkumpul menjadi sebuah bola dengan diamater yang cukup besar.

Krak! Krak! Tiba-tiba kristal-kristal yang ada perlahan mengurai menjadi kegelapan dan terbang menuju ke bola hitam itu. "i-inikan! Teknik penghancuran masal! Bola itu bisa menghancurkan apa saja dalam radius yang luas! ". ucap Odin.

"tidak! Kau salah! Aku tidak menghancurkan mereka... Aku hanya mengirimnya ke celah dimensi". ucap Naruto datar. "apa katamu?! Siapapun akan mati jika sampai terkirim kesana! Itu tempat yang bahkan kami tidak berani memasukinya! ". ucap Thannatos.

Celah Dimensi, tempat yang paling berbahaya di dunia ini, tempat dimana seluruh hukum fisika tidak akan berguna, makhuk hidup manapun akan hancur tubuh maupun jiwanya jika sampai memasuki tempat itu.

Presh! Bukan hanya pilar kristal itu, tapi sebagian besar pijakan mulai berubah menjadi kegelapan dan melayang menuju bola hitam itu. "ini berbahaya, jika sampai dimensi ini habis, maka selanjutnya kita! ". ucap Susano'o.

"hehe, bagaimana kalian melawan kekuatan ini? Manusia?". ucap Naruto menyeringai. Tap! Duakh!

Tapi tiba-tiba Susano'o muncul di belakangnya dan memukul kepalanya dengan gagang pedangnya. "cih, aku kurang waspada". ucap Naruto. Ia balas meraih leher Susano'o dan melemparnya kearah sebuah pilar kristal.

Tentu saja, Susano'o yang notabene adalah jiwa tentu saja hanya menembus pilar itu.

"boleh aku membantu kalian? ". tanya Miku. Sejenak Kaguya dan Yuzuru memandang Miku dengan tajam, tentu saja mereka tadi dikendalikan oleh Miku. "hanya saja, pemuda bernama Naruto itu telah membuatku menyadari hal yang penting, aku hanya membalas budinya sedikit". ucap Miku.

"terimakasih Miku-san, kami juga membutuhkan bantuanmu". ucap Yoshino. "apa yang kau katakan Yoshino?! Dia tadi mengendalikan kita! ". ucap Kaguya.

"aku tahu dan aku percaya pada Miku-san, karena Naruto-san sampai mempercayai Miku-san , berarti dia sebenarnya orang baik, selama dia dipercayai Naruto-san, tidak ada alasan bagiku untuk tidak mempercayainya". ucap Yoshino.

"gadis roh ini, sebesar itukah kepercayaannya pada pemuda itu? Aku bisa merasakan kejujuran dalam setiap ucapan gadis ini". gumam Miku lirih.

"uaghh! ". mereka dialihkan oleh sebuah suara. Thannatos tiba-tiba melesat di tengah mereka dan menembus tubuh Kaguya dengan cepat, sepertinya ia terlempar.

"uhh, tadi itu.. Dingin sekali! Inikah rasanya ditembus 'Roh' yang sesungguhnya? ". gumam Kaguya. "uu, menakutkan". ucap Yoshinon.

Bukan hanya Thannatos saja, mereka juga melihat jiwa para Dewa lainnya kewalahan menghadapai Naruto, ditambah jiwa mereka yang semakin menghilang.

Presh! Aura semakin tidak mengenakkan seiring energi berwarna ungu membara membanjiri sekeliling Naruto. "apa itu?! Aku baru sadar itu bukan kekuatan kegelapan! ". kaget Odin.

"hehe, jangan bilang kalian tidak tahu hal ini? Apa kalian lupa apa sebenarnya dimensi ini? ". ucap Naruto menyeringai. "apa sebenarnya dimensi ini? Apa maksudmu?! ". tanya Zeus keras.

"keberitahu satu hal, kekuatan ini adalah kekuatan kegelapan yang telah ber-evolusi dengan sedikit kekuatan cahaya, kekuatan Chaos! ". ucap Naruto. "kekuatan Chaos?! ". kaget seluruh Dewa yang mendengarnya.

"yah, kekuatan sihir paling kuat dan kekuatan paling dasar yang menciptakan dunia ini... Kekuatan yang bisa menggunakan [Code of Creation], dan tempat ini terbentuk oleh 'remah-remah' kehancuran kampung halaman para Dewa". jeda Naruto.

"Valhala... Olympus... Takamagahara... Dan tempat bersemayam para Dewa lainnya, bisa dibilang ini adalah tempat dimana seluruh keputusasaan kalian menyatu". lanjutnya datar.

"dan sekarang akan kutunjukkan pada kalian, serpihan kekuatan Chaos! ". ucap Naruto mengangkat satu tangannya. Bola dimensi tadi tiba-tiba menghilang dan sekarang sekumpulan energi [Chaos] berkumpul pada kristal raksasa di Arc Cradle.

"apa yang akan kau lakukan? Jangan-jangan! ". kaget Susano'o menyadari apa yang akan dilakukan Naruto. "emh, Tembak! ". teriak Naruto menjatuhkan tangannya.

Sring! Zuuuuuz! Energi yang telah terkumpul tiba-tiba bersinar hampir seterang matahari, lalu dengan sangat cepat sebuah laser ungu membara menembak kebawah menembus apapun yang bisa ditembusnya.

Slash! Laser itu bergerak menyamping dengan jarak beberapa puluh kilometer, dan setelah itu ledakan besar disertai asap yang membumbung setinggi beberapa kilometer terbentuk dengan mengerikan.

Dan yang lebih mengerikan lagi, bekas mirip sayatan sepanjang puluhan kilometer dengan kedalaman beberapa ribu kilometer menjadi dampak yang sangat mengerikan di mata seluruh yang menyaksikannya.

"M-mengerikan...! ". ucap seluruh orang yang menyaksikan itu. "khhh! Sialan, dia bisa menggunakan Arc Cradle sesuka hatinya, terlebih itu belum kekuatan penuhnya". gumam Thannatos.

"Thanntos, Ra, Zeus, Susano'o! Kita lawan dengan seluruh kekuatan terakhir yang kita miliki, kita gunakan cara terakhir! ". ucap Odin. "Aku mengerti, cara itu yah? ". ucap Ra berdiri. "hm, ayo! Tidak peduli apapun, kita harus fokus untuk membawa kembali Naruto". ucap Zeus.

Tap! Tap! Tap! Mereka melompat ke samping Odin dan berdiri menatap Naruto yang ada di atas mereka. "Naruto! Untuk membawamu kembali... Kami akan pergi ke dunia itu untuk menyambutmu! ". teriak Odin. "Ayo semuanya! Ex-Chaos change! ". teriak Ra.

Sring! Sring! Tubuh mereka berlima bersinar seperti terbakar api ungu setelah itu tubuh mereka berubah menjadi aura ungu yang melesat ke langit dan menimbulkan ledakan besar berwarna hitam.

"kalian berniat menggunakan kekuatan yang sama denganku?! ". ucap Naruto menatap tajam keatas. Slash! Trank! Tiba-tiba sebuah tombak kuning dengan garis -garis ungu membara melesat dan menghantam Naruto telak.

"khh! ". erang Naruto sedikit terlempar. Didepannya adalah Odin, dengan armor berwarna kuning emas dan tentu saja dengan garis-garis ungu membara yang memenuhi armor itu.

Sepasang iris ungunya menatap Naruto tajam. Wush! Duakh! Blarr! Belum sampai disitu, sebuah pukulan tiba-tiba menghantam Naruto dari belakang dan membuatnya melesat menghantam hamparan kristal itu.

Disana ada Zeus, dengan pakaian ala Yunaninya, hanya saja kulitnya sekarang berwarna seputih kapur dengan beberapa garis-garis berwarna ungu membara.

Groaa! Wush! Tidak sampai disitu, tembakan api ungu kembali meluncur ke tempat Naruto tadi mendarat dan menimbulkan ledakan besar.

Kali ini adalah Ra yang menaiki perwuduannya, warna kuning yang sama, tentu saja hanya mata dan bulatan biru di kepalanya kini telah berubah menjadi ungu, selain itu ditubuhnya juga penuh dengan garis-garis ungu membara.

"ugh, serangan yang kuat... Tapi belum cukup untuk mengalahkanku". ucap Naruto bangkit dan kembali terbang, serangan itu telah mengoyak jubah merahnya. Beberapa memar juga terlihat di wajahnya, sepertinya serangan mereka tadi cukup berefek.

"Tapi, jangan kira ini bisa melawanku, Thannatos! ". ucap Naruto menangkis sabit ungu Thannatos dengan sabit hitamnya. Trank! Hempasan udara tercipta saat kedua sabit raksasa itu bertemu.

"cih! ". decih Thannatos. Trank! Pada akhirnya mereka bedua terhempas oleh tekanan energi yang sama-sama besar.

"Naruto, kau sudah terjerumus telalu jauh, kami akan terus memberimu serangan sampai kau sadar! ". ucap Zeus kembali melesat. "ck, dasar para Dewa bodoh". ucap Naruto kesal.

Wung! Duakh! Mau tak mau Naruto terpaksa membalas pukulan Zeus dengan sekuat tenaganya. Bang! Hempasan udara kembali terjadi saat kedua pukulan super kuat bertemu.

"ck bocah! Sadarlah! Lawan kegelapan itu! ". teriak Zeus. "tahan disana Zeus! ". teriak Odin bersiap melempar tombaknya yang telah dipenuhi aura keunguan.

"hm". Naruto tiba-tiba menyeringai, ia menghempaskan pukulannya dan menyebabkan Zeus agak terdorong. "Chaos Death Doom! ". ucap Naruto menghantamkan bola ungu pada Zeus.

"khhh! ". erang Zeus terlempar ke belakang. Tapi tujuan Naruto yang sebenarnya adalah melempar Zeus kearah dimana Tombak Odin meluncur.

"Awas Zeus! Dibelakangmu! ". teriak Odin. "!". Dengan cepat Zeus menghilang dengan kilatan ungu. Zrash! Tapi sepertinya tombak itu sempat menggores bahunya.

"akan kuselesaikan sekarang juga, diahadapan kekuatan Chaos yang sebenarnya, kekuatan kalian tidak ada apa-apanya! ". teriak Naruto pelan setelah berhasil menghindar dari serangan Odin, ia terbang cukup tinggi keatas.

Planet kristal itu mulai retak dan bersinar, luapan energi ungu pekat keluar dan masuk ke dalam Arc Cradle.

"jangan-jangan, meriam itu lagi?! ". gumam Shido melompati kristal sambil membawa Tohka yang pingsan. "Naruto-san... Kumohon cukup... ". gumam Yoshino menatap Arc Cradle yang dipenuhi energi ungu membara.

"sebenarnya ada apa dengan dunia ini?! Kenapa ada eksistensi seperti mereka?! ". ucap Kaguya. "tenanglah, untuk saat ini kita harus menyadarkan Naruto". ucap Yuzuru. "tapi, kalian lihat bukan? Dari tadi dia tidak merespon! ". ucap Miku. "tak apa, kita hanya harus berusaha lebih keras". ucap Yoshinon.

"akan kutunjukkan wujud Arc Cradle yang sesungguhnya pada kalian". ucap Naruto. "wujud sesungguhnya?! ". kaget semua Dewa yang ada disana.

"Arc Cradle yo, Chaos Ex-change! ". teriak Naruto. Sring! Seperti para Dewa, benda sebesar kota Tenguu itu mulai berubah menjadi energi ungu membara lalu melesat kelangit. Disaat bersamaan, seluruh permukaan kristal di dunia itu memancarkan sinar ungu terang.

"inilah benda penghancur alam semesta yang sesungguhnya, ciptaan yang berada diatas seluruh ciptaan". ucap Naruto.

"Apa ini? Semua kristalnya... Bersinar? ". gumam Shido pelan berhenti sejenak di sebuah pucuk kristal. Seluruh permukaan kristal di planet itu makin memancarkan cahayanya.

"Wahai Bintang yang menyelimuti langit di seluruh alam semesta, yang berada di atas seluruh ciptaan, sekarang turunlah ke dunia yang hina ini sekalipun telah menjadi Chaos... dan terangilah musuhku dengan cahaya kehancuran! ". teriak Naruto.

Diluar planet kristal, di luar angkasa yang hanya ada planet tersebut, sesosok benda berwarna ungu transparan tiba-tiba muncul perlahan disisi planet seperti secene seperti ketika matahari terbit.

"Chaos Dyson Sphere, The Canopy Star of III Omen! "

Dan sosok transparan itu mulai terisi dengan beberapa warna yang menghasilkan kombinasi yang mengerikan.

Hal yang pertama dilihat seluruh pasang mata disana adalah sebuah [Sphere] yang jika dilihat dari permukaan tampak seperti bulan purnama berwarna kuning yang disekelilingnya terdapat sembilan buah bola hijau dengan ukuran yang lebih kecil. (Chaos Dyson Sphere pict, cari di google agar lebih nyambung imajinasinya)

"astaga! Benda apa itu? Besar sekali! ". ucap Thannatos. "Chaos Dyson Sphere! ". geram Odin.

"inilah benda penghancur yang sebenarnya, seperti Arc Cradle, ia tidak bisa terpengaruh oleh sihir, dan sebenarnya benda itu ada diluar atmosfer planet ini, ukurannya kira-kira seperempat bumi". ucap Naruto.

"seperempat bumi?! Jangan bercanda! ". teriak Zeus. "sudah kubilang bukan? Dia adalah bintang yang melingkupi seluruh alam semesta dan berada jauh di ujung atas alam semesta ini, Arc Cradle dan kekuatan Chaos, itulah yang diperlukan untuk memanggil benda itu turun kesini, tentu saja melalui dimensi ruang". ucap Naruto.

"astaga, benda sebesar itu melewati dimensi ruang?! Sebenarnya seberapa besar portal yang dapat kau ciptakan Naruto?! ". ucap Ra menatap benda itu dengan wajah tak percaya.

"lihatlah sebagian kecil kekuatan Chaos Dyson! ". ucap Naruto. Sring! Lima buah Canopy raksasa benda itu mulai bersinar kuning terang, setelah itu sekitar jutaan laser kecil turun berpusat kearah para Dewa.

"astaga, dia mau menghancurkan dimensi dan planet ini! ". ucap Zeus. "tapi, ayo kita tahan! ". teriak Odin mengangkat tinggi tombaknya. "jangan remehkan kekuatan para Dewa, bagaimanapun ini terbentuk karena kebodohan kami! ". teriak Thannatos.

"Ayo! Kapal perang terkuat para Dewa, berubahlah menjadi Chaos dan jadilah bahtera kemenangan! ". teriak kelima Dewa. "bangkitlah dari jurang kegelapan abadi dimana cahaya tak bisa menggapainya, Silent Honors, Ark Knight!". teriak mereka. (pic google :Silent Honors Ark Knights)

Sebuah benda raksasa mirip kapal ala Sci-Fi dengan ukuran setara Arc Cradle tadi. "Million Phantom Floods! ". teriak kelima Dewa. Seketika, ribuan meriam kecil keluar dari setiap inchi benda itu dan menembakkan jutaan laser ungu walau tak sebanyak yang ditembakkan oleh Chaos Dyson.

Duarr! Duar! Duar! Ledakan demi ledakan terdengar dari kejauhan, prioritas para Dewa adalah menghadang laser yang berada jauh dari mereka, dan kini hanya laser yang berada di atas mereka saja yang tersisa.

"terakhir, Dark Magic Asylum! ". lanjut para Dewa. Ark Knight menggerakkan posisinya menghadap keatas. Lingkaran sihir besar tercipta di ujung Ark Knight.

Zuor! Setelah itu, laser ungu melesat dalam ukuran yang sangat besar sehingga melingkupi sebagian besar laser yang ada diatas mereka.

Laser kuning yang berada dalam sinar Ark Knight tiba-tiba berubah arah ke Ark Knight dan melesat sebelum akhirnya masuk ke tubuh Ark Knight.

Duarr! Duar! Tapi, masih ada ribuan laser yang akhirnya jatuh tetapi dalam jarak yang cukup jauh dari mereka.

Kretak! Retakan kecil terbentuk di beberapa tubuh Ark Knights. "haah, seperti Dark Magic Asylum mengubah terlalu banyak serangan Chaos Dyson menjadi sihirnya, Ark Knights hampir kelebihan muatan, jika Naruto menggunakan serangan itu lagi maka...". gumam Ra.

"heh, seperti yang diharapkan, bahkan sebuah negara bisa hancur dengan mudah oleh Ark Knight, tapi ini adalah Chaos Dyson! Menghancurkan Matahari sekalipun, bukan masalah besar, karena ukuran Chaos Dyson sendiri melebihi ini! ". teriak Naruto.

"terlebih Chaos Dyson tidak mempan oleh sihir, suatu wujud ciptaan absolut yang sebenarnya memiliki ukuran yang sangat jauh lebih besar daripada ini". ucap Naruto datar.

"A-apa?! Benda sebesar itu masih belum berada dalam ukuran sebenarnya?! ". kaget Zeus. "yah, bukankah sudah kukatakan? Chaos Dyson adalah Canopy Bintang yang melingkupi alam semesta ini dan berada diatas alam semesta, tentu saja dalam artian sebenarnya! Wujud sesungguhnya Chaos Dyson adalah atap alam semesta ini! ". jelas Naruto keras.

"atap alam semesta katamu?! ". kaget seluruh Dewa. "ya, tapi bahkan dengan kekuatan Chaos, hanya intinya yang memiliki ukuran itu saja yang bisa kukendalikan, Chaos Dyson yang sebenarnya mustahil dikendalikan, bahkan dengan seluruh energi di dunia ini! ". ucap Naruto.

"aku tidak akan mengambil resiko lagi, kalian bisa menjadi sebuah batu sandungan yang sangat berbahaya, jadi kali ini akan kugunakan sebagian kekuatan Chaos Dyson". gumam Naruto mengarahkan telapak tangannya ke bawah.

"Saa! Setelah kalian, aku akan mengakhiri eksistensi para manusia itu! ". teriak Naruto. Sring! Sembilan buah bulatan di Chaos Dyson mulai bersinar ungu diikuti oleh bulatan terbesar berwarna kuning yang berada ditengah sembilan bulatan tadi.

"selamat tinggal... Kalian mungkin akan mati terhormat... Sebagai dewa bodoh yang tetap mempercayai manusia! ". lanjut Naruto.

Bisa dibayangkan, jika benda seukuran seperempat bumi menembakkan lasernya, bisa dipastikan sebuah planet sekalipun akan meledak.

"sudah cukuup! ". teriak Yoshino, matanya berair. "Kaguya-san, tolong pegang benda ini". ucap Yoshino menyerahkan benda itu. Ia tidak tahan melihat semua pemandangan mengerikan ini, terlebih yang melakukannya adalah sosok yang sangat penting dalam hidupnya.

Tap! Tap! "tunggu dulu! Yoshino! Mau kemana kau?! Tunggu dulu! ". teriak Kaguya. "ini berbahaya, sepertinya dia berniat menghentikan Naruto sendirian". ucap Yuzuru.

Tap! Tap! Shido datang membawa Tohka yang di punggungnya. "semua baik-baik saja? ". tanya Shido. "Shido! Ini gawat! Yoshino pergi sendirian untuk menghentikan Naruto! ". ucap Kaguya.

"apa katamu? ". Shido terkejut. "biarkan saja Shido". ucap Thannatos tak jauh dari Shido. "Thannatos-san? ". gumam Shido melihat rambut pria itu berwarna ungu yang terbang kearahnya

"walau dia sekarang adalah Supreme King, tapi dia tetaplah Naruto, dia tidak akan bisa melukai bahkan membunuh Yoshino sekalipun". ucap Thannatos.

"lihatlah waktu hitung mundur kehancuran kalian dan dimensi ini! ". gumam Naruto. Sepertinya ia tidak bisa membedakan mana manusia dan mana yang bukan manusia di hadapannya kecuali para Dewa.

Tap! Tap! Tap! "Naruto-san! Aku mohon hentikan semua ini! Kembalilah menjadi Naruto-san yang dulu! ". teriak Yoshino, air mata telah membasahi pipinya.

"hooh, manusia lainnya? Dan kali ini seorang gadis?". gumam Naruto. "apa maumu gadis kecil? Ucapkan saja keinginanmu sebelum Chaos Dyson menghancurkan kalian, dan akan kuhancurkan juga keinginanmu itu". ucap Naruto datar.

Mendengar dirinya dipanggil gadis kecil dan kata-kata tentang penghancuran cukup membuat nyali Yoshino ciut. Tapi ia tetap berusaha menguatkan tekadnya, ini demi seseorang yang sangat berharga baginya.

"Naruto-san salah! Aku bukan manusia! Aku adalah Spirit! ". ucap Yoshino. "Spirit? Maksudmu jenis seperti gadis ungu tadi? Aku tidak peduli! Selama kau memiliki bentuk fisik seperti manusia, aku tidak akan melepaskanmu!". ucap Naruto.

"tapi, Naruto-san lah yang telah mengubahku, kau menjadikanku seorang manusia dan memberiku semua kehidupan ini! Aku sangat bersyukur! Aku mohon sadarlah! ". ucap Yoshino.

"cih memuakkan, entah mengapa aku merasa sangat berat dan gelisah setelah mendengar kata-katamu itu, jenis kalian memang sangat berbahaya, dimulai dari dirimu! Aku akan melenyapkanmu". ucap Naruto membuat sebuah bola ungu sebesar bola bowling dengan konsentrasi sihir yang sangat tinggi.

Tap! Dengan sekali hentak ia melesat ke tempat Yoshino berada. "Naruto-kun, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Yoshino! ". ucap Yoshinon.

"Yoshinon, kali ini jangan lakukan apa-apa, mungkin dengan kematianku Naruto-san bisa sadar". ucap Yoshino berlinang air mata.

"Naruto! Jangan lakukan itu! ". teriak Shido berlari. "jangan berubah menjadi iblis! Sadarlah Naruto! ". teriak Zeus. "ini gawat! Supreme King dan kekuatan Chaos telah merasuk ke dalam kepribadian Naruto, sekarang Naruto tak ada ubahnya dengan Supreme King! ". ucap Thannatos.

Tapi, bola ungu tinggal beberapa meter dari Yoshino. Sementara Yoshino hanya terdiam sambil menutup matanya, bersiap merasakan rasa sakit yang mungkin tidak akan bisa ia tahan dan tetap hidup.

"aku mohon sadarlah... Naruto.. -kun". ucapnya pelan.

Naruto mindscape

Tes! Setetes air hitam turun dan menimbulkan riak air.

Ditengah kekosongan, Naruto hanya berdiri menatap kegelapan itu dengan mata yang kosong.

"Sadarlah nak... ". sebuah suara entah darimana memasuki gendang telinga, memberi sedikit warna di matanya yang kosong.

"kau telah terjerumus kegelapan terlalu dalam, meski begitu masih ada kemungkinan membuatmu sadar". ucap suara itu lagi.

"A... apa.. apa... Maksudmu?... Kekuatan ini... kekuatan Supreme King telah... Menguasaiku... ". gumam Naruto lambat. "kau salah nak... Supreme King adalah dirimu sendiri... Wujud kegelapan para Dewa yang telah menyatu dengan jiwamu bahkan sejak kau masih kecil.. ". ucap suara itu lagi.

"ia bergerak atas kehendakmu... Artinya kau berkehendak tanpa kau sadari.. Jadi lepaskanlah kehendak itu... Dan berhentilah melawan kegelapanmu... ". lanjut sosok itu.

"Jadi... Aku.. Harus menyerah pada kegelapan ini?... Jadi benar aku tidak bisa menang? ". gumam Naruto kosong. "tidak... Berhentilah melawan dan terimalah kegelapan itu sebagai bagian dari dirimu.. Tidak ada makhluk yang dapat hidup tanpa kegelapannya, itulah yang disebut keseimbangan ". ucap suara itu lagi

"pahami mereka... Pahami rasa sakit mereka... Karena kau juga pernah merasakan hal yang sama.. Kau akan bisa memahami mereka dengan mudah... ". ucap sosok itu.

Naruto memejamkan matanya pelan, setelah itu dari setiap cermin hitam itu menyalurkan kegelapannya ke dalam Naruto. Deg! "aku mengerti... Ini adalah emosi para Dewa, aku mengerti rasa sakit kalian.. Dihianati dan akhirnya menghilang... ". ucap Naruto.

"tapi... Kami manusia juga pernah merasakan hal yang sama! Kami juga pernah dihianati dan dihancurkan, kami pernah saling menghancurkan satu sama lain.. ". ucap Naruto menunduk.

"tapi kami sadar dan berubah, kumohon pada kalian.. Berikan satu kesempatan pada kami... Aku janji akan mengubah dunia yang hina itu menjadi dunia yang lebih baik, bantu aku untuk membuat banyak orang tidak meraskan apa yang kalian rasakan". ucap Naruto.

"meskipun kami jatuh, kami bisa memperbaiki kesalahan kami, makhluk yang selalu ber-evolusi, itulah manusia, kami ber-evolusi semakin baik... Jadi percayakan dunia ini padaku". ucap Naruto.

"karena aku tahu... Kalian sebenarnya tidak ingin menghancurkan dunia dan manusia, kalian hanya tidak samggup melihat penderitaan manusia dan dunia ini sepeninggal kalian, tapi jangan khawatir, walaupun selama manusia memiliki akal akan terus terjadi perselisihan, tapi selama manusia itu juga memiliki hati, maka juga akan terus terbentuk ikatan dan rasa saling menyayangi! ". ucap Naruto.

Swosh! Kegelapan itu mulai memudar. "terimakasih telah memberi kami kesempatan kedua, terimakasih telah mendengarkanku". ucap Naruto, matanya tidak lagi kosong.

"sudah kubilang bukan, kau bisa sadar hanya dengan menerima kegelapanmu". ucap suara itu lagi. "kau benar, tapi bisakah kau tunjukkan sosokmu? ". tanya Naruto.

Tiba-tiba bayangan putih besar muncul didepan Naruto. "suatu saat, kau akan membutuhkanku... Jadi aku akan terus mengawasimu". ucap bayangan putih dengan sepasang mata ungu dengan pola riak air itu, kemudian bayangan itu menerjang Naruto dan melemparnya keluar alam bawah sadarnya.

Deg! Duar! Blar! Ledakan hebat terjadi beberapa saat kemudian dan menghempaskan semua yang ada disekitarnya.

"tidak mungkin!? Yoshino... ". ucap Shido menunduk. "Yoshino!". teriak Semua orang disana.

Dari balik asap, sesosok bayangan sedang mengatupkan jubahnya. "ini tidak mungkin... Naruto membunuh Yoshino...? ". gumam Odin lemas.

"Narutooo! ". teriak Shido. Wush! Tap! Sebuah benda yang cukup familiar jatuh dari atas tepat dihadapan Shido.

"Inikan! ". ucapnya terkejut. Ia melihat sebuah benda terbungkus oleh pelindung lengan berewarna hitam. Sebuah benda dengan lima jari, benda itu sama panjang dengan lengan Shido dan semuanya tertutupi pelindung hitam yang cukup keras.

Sementara itu, dari asap mulai menghilang dan menampakkan Naruto yang tengah mengatupkan jubahnya yang telah beregenerasi, pandangannya menggelap. Sebelah tangannya menggenggam pedang hitam dengan lumuran darah segar.

"kau tahu? Itu tadi sangat berbahaya". ucap Naruto datar. Ia membuka jubahnya dan semuanya langsung terkejut. Disana, rupanya ada pula Yoshino yang masih memejamkan matanya, sepasang tangannya memeluk pinggang Naruto dengan erat.

"N-Naruto-san?". gumamnya mulai membuka matanya. "Naruto... Tanganmu... ". gumam Shido melihat tangan kiri Naruto yang terputus sampai lengan dan mengucurkan darah.

"aku sadar tiba-tiba dan aku tidak mungkin menghentikan teknikku sendiri, disaat bersamaan aku tidak mungkin juga melukai orang yang kusayangi". ucap Naruto pelan.

"jadi, mau tidak mau aku harus memotong tangan kiriku sendiri, mengubah arahnya dan melemparnya sejauh mungkin, walau akhirnya tidak terlalu jauh". ucap Naruto pelan.

"Maaf Yoshino, aku tadi hampir membunuhmu". ucap Naruto pelan. "N-Naruto-sann? Kau... Kau sudah sadar? ". gumam Yoshino. "yah, berkatmu dan semua orang". ucap Naruto.

"aku sadar aku tidak bisa menghadapi semua ini sendirian, aku sadar tidak ada gunanya aku melawan kekuatan kegelapan yang ada di dalam tubuhku". ucap Naruto

"apa maksudmu? Kau mau menyerah pada kegelapan itu?! ". ucap Zeus tiba di samping Naruto. "tidak Zeus, aku tidak menyerah, ketimbang melawan kegelapan, akan lebih baik jika aku menerimanya... Dan aku akan memahami kegelapan itu.. Dan membuatnya menjadi temanku". ucap Naruto.

"memahami... Kegelapan? ". gumam Zeus. "yah". balas Naruto singkat. Ia menurunkan Yoshino dan menunduk dihadapannya bak seorang pangeran.

"berapa banyak air mata yang kau jatuhkan gara-gara aku? Kurasa kehilangan satu tanganku belum cukup untuk membayar semuanya". ucap Naruto menghapus sisa-sisa air mata yang ada pada wajah Yoshino.

"cukup, ini sudah cukup! Aku tidak mau kehilangan Naruto-san lagi, tetaplah seperti ini". ucap Yoshino. "terimakasih". ucap Naruto beranjak berdiri.

"sekarang yang tersisa adalah Chaos Dyson Sphere ". gumam Naruto menatap tajam kearah Canopy raksasa yang melayang di atas atmosfer itu. "jika kau tidak mengizinkan Chaos Dyson melanjutkan tugasnya, aku yakin akan kembali ke tempatnya lagi". ucap Odin.

"begitu ya? Tapi masalahnya apakah aku bisa mengucapkan kata tidak itu? ". gumam Naruto. "apa maksudmu? ". tanya Zeus.

"aku menyadarinya, untuk mengembalikan benda itu, aku harus menyadari sebagian besar kegelapan yang ada pada diriku". ucap Naruto.

"Naruto... Jangan-jangan kau...! ". kaget Odin. "yah... Aku menyadarinya... Aku masih punya kegelapan lainnya di dalam diriku, ini kegelapan milikku sendiri". ucap Naruto.

"kecuali memahaminya, aku tak akan pernah bisa mengembalikan benda itu ke atas alam semesta dan kita tidak akan pernah bisa kembali ke dunia nyata". ucap Naruto.

Tap! Tap! "lalu apa yang harus kita lakukan?! Apa kau mau bilang kalau kita harus hidup disini selamanya?! ". tanya Kaguya. Sementara Yuzuru dan Miku hanya diam.

"tidak bisakah kau mengembalikan kami? Dengan kekuatan Supreme King yang masih ada pada dirimu". ucap Shido datang menggendong Tohka.

"tentu, aku akan mengembalikan Kalian ke dunia nyata". ucap Naruto. "jika itu yang kalian inginkan, aku akan mengembalikan kalian sekarang juga, jadi selamat tinggal". ucap Naruto.

Sring! Dibawah kaki Shido dkk sebuah lingkaran sihir terbentuk. "tunggu apa maksudmu?! Kau tidak bisa ikut dengan kami?! Batalkan teknikmu ini!". teriak Shido.

"baiklah". balas Naruto singkat. Syuzz! Lingkaran sihir itu langsung menghilang. "aku tidak mau meninggalkan Naruto-san! ". ucap Yoshino memeluk erat Naruto.

"seperti yang kukatakan tadi, selama Chaos Dyson masih berada disini aku hanya punya dua pilihan, iya dan tidak, atau aku tidak akan bisa meninggalkan Dimensi ini selamanya". ucap Naruto

"sekarang tinggal Dia, apa Dia mau kesini? ". ucap Naruto. "Dia? ". gumam Shido dan yang lainnya heran. Naruto tiba-tiba melihat langit yang jauh diatasnya ada Chaos Dyson. "dengan menerima kegelapan para Dewa, aku juga melihat semua masa lalu mereka.. Termasuk yang mereka ketahui tetang Ayahku! ". ucap Naruto tajam.

Odin dkk tersentak, mereka kemudian menunduk dan menatap kearah Naruto dengan nada menyesal.

"Bolehkah aku meminta penjelasanmu sekarang? Berubah menjadi Supreme King membuatku menyadari banyak hal, dan aku telah lebih dewasa dari yang dulu! ". teriak Naruto lantang.

"jika kau memang masih menganggapku, bisakah kau menolongku kali ini? Apa kau masih seorang pria yang bertanggug jawab? ". teriak Naruto lantang .

"uhuk! uhuk!". batuk Naruto. "Naruto.. Apa yang coba kau lakukan? ". gumam Shido heran. "heh, kata-kata yang bagus Naruto, kau punya hak untuk menuntutnya". ucap Odin.

Sring! Tepat setelah perkataan Odin, langit dibawah Arc Cradle tiba-tiba bersinar terang, sangat-sangat terang.

Lingkaran sihir dengan lambang tiga buah lingkaran yang terusun membentuk segitiga muncul di langit dan memancarkan cahaya yang begitu terang.

Jutaan serpihan cahaya terbentuk di seluruh Dimensi itu. Membawa ketenangan dan kehangatan. "hangat... ". gumam Miku. "entah mengapa rasanya tenang sekali". ucap Kaguya memejamkan matanya

"lama tidak bertemu.. Pria sialan". ucap Thannatos. "yah, akhirnya kau menampakkan dirimu". ucap Susano'o. "aku benar-benar akan memukulimu kali ini". ucap Zeus menyeringai. "haah, dasar, kau selalu saja lamban dalam segala hal". ucap Odin bersidekap.

Sring! Seosok bersayap emas lancip tiga pasang dengan tujuh buah bola-bola putih bercahaya perlahan keluar dan turun dari langit.

"ini... Kekuatan yang sangat dahsyat". gumam Yuzuru. "siapa sebenarnya sosok itu? ". gumam Miku.

Sring! Cahaya terang langsung memancar saat sosok itu mendarat tak jauh di belakang Naruto. Tap! Naruto langsung saja berbalik untuk melihat sosok itu.

Cahaya perlahan reda dan hal yang nampak di pandangan semua orang pertama kali adalah rambut kuning yang mirip dengan Naruto.

Saat cahaya itu hilang, hampir semua orang disana terperangah saat melihat sesosok pria super tampan berada dalam balutan armor putih dengan aksen emas. Tiga pasang sayap emas lancipnya menambah wibawanya dan tujuh bola yang melayang di punggungnya memberikan kesan yang sulit dijelaskan.

"lama tidak bertemu". ucap pria itu dengan suara yang sangat menenangkan. "Yah, ini baru pertama kali kita bertemu setelah sekian lama... Sephirot! Tidak, maksudku Tou-san! ". ucap Naruto lantang.

"Tou-san/Sephirot?!". kaget semua orang disana. "jangan bilang kalau! ". ucap Shido menunjuk wajah pria itu dengan kagetnya.

"Itsuka Shido kah? Terimakasih telah menjadi teman anakku selama ini". ucap pria itu. "Ayah Naruto-san? ". gumam Yoshino. "waah! Dia mirip sekali dengan Naruto-kun". ucap Yoshinon.

"bagaimana kabarmu? ". ucap Naruto datar, ia kembali mengenakan penutup wajah hitam yang ia naikkan tadi. "seperti kau masih membenciku yah? ". tanya orang itu.

"yah, Minato, ini salahmu juga, jangan sedih kalau darah dagingmu sendiri membencimu". ucap Zeus. "Zeus-sama, saat saya menerima kekuatan ini.. Saya siap akan segala konsekuensinya". ucap Minato hormat.

"haah, kau masih menghormati kami? Kau benar-benar berbeda dengan bocah itu, tak aneh, dia salah pendidikan mungkin". ucap Odin. "Odin, ini tidak ada hubungannya". ucap Naruto datar.

"tuhkan". gumam Odin. "Tou-san.. Ada satu hal yang selalu ingin aku lakukan saat bertemu denganmu setelah sekian lama". ucap Naruto datar.

"apa itu? ". tanya Minato heran. Swush! Tap! Buaghh! Tiba-tiba Naruto muncul didepan Minato dan memukul perutnya dengan sangat keras dan menyebabkan pria itu terlempar menabrak pilar kristal hingga hancur.

"kecepatan itu bahkan melebihi cahaya! Itu kecepatan Dimensi ruang dan waktu! ". ucap Odin terkejut. Naruto hanya berdiri datar. Tangan kanannya masih terselimuti aura kegelapan.

"itukah kegelapan di hatimu? ". ucap Minato bangkit. Tidak ada satupun luka padanya. "aku bisa merasakannya, seluruh kegepalanmu padaku, terimakasih telah menyampaikannya lewat pukulan itu". ucap Minato.

"yah, bisakah kau menjawab semua itu? ". ucap Naruto membuka penutup wajahnya dan menghilangkan helmnya. Kalau diperhatikan lagi, kharisma yang dipancarkan oleh Minato sama saja dengan kharisma yang dipancarkan oleh Supreme King Naruto.

"aku akan mendengarkan". ucap Naruto. "yah, pertama maaf, aku tidak bisa mendampingimu tumbuh di usia paling penting bagimu, baik aku maupun ibumu". ucap Minato.

"dan soal ibumu, dia mungkin menyegel keberadaanya dariku, jadi soal ibumu aku harap kau bisa menemukannya karena ia masih hidup". ucap Minato.

"dan aku tidak bisa menemanimu, karena aku harus melakukan suatu tugas yang sangat penting bagi dunia, yaitu menjaga sistem dunia ini sendiri agar tetap berjalam semestinya". ucap Minato serius.

Deg! "Menjaga sistem dunia ini?! Apa maksudnya?!". kaget semua makhluk disana. Sementara Minato hanya tersenyum.

"hanya memastikan banyak hal tentang dunia ini.. dan memastikan anakku tetap berkembang dan berhasil menciptakan kebahagianan bagi para... Spirit".

"Seprhirot... Sosok tertinggi diantara para Tenshi lain yang melambangkan kekuatan para Spirit dalam Sephirot Tree".

Minna-san, Gomeeeen! Sebenarnya author juga mau Up malam minggu kemarin sebelum Author melaksanakan ujian di hari seninnya. Tapi sepertinya ortu Author berkehendak lain, HP author disita sama ortu tepat minggu sore, jadi maaf jika author tidak up seperti janji Author.

Tapi, setelah ini akan saya usahakan up minimal satu kali seminggu kalau tidak ada halangan berarti. Sekali lagi maafin Author.

Masuk ke pembalasn review

Pertama, Miku itu perempuan! Dari mana anda dapat pikiran kalu Miku itu laki-laki? Apa ada typo yang membuat anda berpikir seperti itu? Kalau begitu maafkan author.

Jadi kalian masih menganggap perannya Shido lebih banyak daripada Naruto dan Shido hanya nonton terus dapat roh?

Oke, itu juga sebenarnya juga jadi alasan saya membuat Naruto membuka chakra Shido, mulai saat ini mereka berdua akan banyak berperan di Roh yang menjadi pairing mereka, dan karena di fict ini ancamannya akan saya buat lebih dari pada di Anime maupun LN-nya, maka Shido juga harus lebih kuat agar bisa melindungi diri sendiri dan tidak terlalu banyak melibatkan Naruto.

Bagaimana? Naruto akan berperan banyak di Spirit yang menjadi pairnya begitu pula sebaliknya Shido, tentu saja Naruto akan tetap berperan paling tidak 40% di Spirit yang menjadi pair Shido.

Dan apakah kekuatan Naruto terlalu overpower? Tapi saya akan buat resikonya juga overwarning. Sampai saat ini The Strongest Spirit memang ada pada Minato, tapi lihat saja chap berikut-berikutnya.

Dan Author telah masuk pada penulisan fanfic LN bagian Natsumi yang rencananya akan saya buat menjadi tiga chap.

Nah sekali lagi maafkan author atas keterlambatannya.

Next : Price for Peace