Here we go~
.
.
.
...
Peramal Itu Bilang Kau Adalah Suami Masa Depan-Ku
(The Fortune-Teller Said That You're My Future Husband)
[Lik Original:: com/story/view/591693 || tambahkan alamat webs asianfanfics di depannya ]
The Real Author :: Otpismyoxygen
Translator :: Sayaka Dini
Disclaimer: This story belong to Otpismyoxygen.
Cast:
Baekhyun; Chanyeol; Jongin; Kyungsoo; Kris; Jongdae; Tao
Pairing: Chanbaek / Baekyeol (Slight:Kaisoo)
Setting: AU
Genre: Romance—Fluff—Comedy
Rated: T.
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read.
Hope You Enjoy It~ ^_^
_o0o_
.
.
.
.
.
.
...
Bagian 10 ::
.o.o.o.o.o.o.
Chanyeol memperhatikan pantulan dirinya sendiri di cermin. Ia mengenakan t-shirt hitam polos bersama dengan celana jeans biru tua, jaket hitam, dan mantel cokelat di atasnya. Suhu hari ini benar-benar rendah. Ia merapikan poni cokelatnya sebentar sebelum memandang penampilannya lagi untuk terakhir kali. Ia puas dengan penampilannya, terlihat keren dan ia berharap Baekhyun juga akan berpikir hal yang sama.
Chanyeol menghela napas, gugup melihat arlojinya. Jam 2:30 siang. Baekhyun meminta untuk menemuinya di depan Yeongchu Mall jam 03:00 siang, jadi lebih baik ia pergi sekarang. Butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan bus ke daerah itu.
"Mau pergi ke suatu tempat?" tanya Yura sambil bersandar di pintu kamar Chanyeol.
Chanyeol tersenyum canggung, "Iya. Kenapa kau masih di sini, noona? Bukankah seharusnya kau berada di tempat kerja?"
Kakaknya menggeleng, "Aku punya siaran malam untuk hari ini. Kemana kau akan pergi?"
Chanyeol mendesah karena kakak perempuannya tidak akan membiarkan dia pergi sebelum dia menjelaskan setiap detailnya. "Aku masih belum tahu. Baekkie yang akan memutuskannya nanti."
Yura mengerutkan alisnya, "Siapa Baekkie?" Chanyeol tetap diam, sadar ia sudah salah memilih kata yang ia ucapkan. "Tunggu, Baekkie? Maksudmu Baekhyun?"
Chanyeol memutuskan untuk mengabaikan kakaknya dan keluar dari kamarnya, tapi Yura tidak membiarkan adikknya pergi dengan mudah. Perempuan itu memblokir pintu dan menghadang Chanyeol. "Noona, aku harus pergi," rengek Chanyeol.
"Jawab aku dulu, apa kau punya kencan dengan Baekhyun?"
Chanyeol memutar matanya, "Iya, aku punya kencan dengan Baekhyun. Bisakah aku pergi sekarang, please?"
Yura tersenyum menggoda, "Tidak heran kau bernampilan dengan sangat baik. Jadi, Baekkie adalah nama panggilan kesayangan untuknya? Ya ampun, itu cuuuute sekali."
"Noona ..."
"Aku serius, Park Chanyeol, kapan kau akan memperkenalkan dia padaku? Aku sangat-sangat-sangat ingin sekali bertemu dengannya"
"... Hentikan. Aku akan terlambat," Chanyeol mencoba menerobos melalui sela antara Yura dan pintu, dan dia berhasil melakukannya. Chanyeol langsung berlari menuju pintu, mencari sepatu, sebelum akhirnya memakainya.
"Kau tidak bisa menyembunyikan dia dariku selamanya, Chanyeol," Yura sudah berdiri di belakangnya, berkacak pinggang. "Jika kau menikah dengannya di masa depan, toh nantinya aku akan bertemu dengannya."
Chanyeol berbalik setelah ia selesai mengikat sepatunya, "Noona, masih ada jalan panjang yang dilalui sebelum aku menikah dengannya."
Wajah Yura berubah lembut, "Awww, Jadi kau benar-benar akan menikah dengannya? Adikku sudah tumbuh-"
"Aku pergi," Chanyeol memotong kakaknya dan membuka pintu depan apartemen mereka. "Sampai nanti, noona."
"Bersenang-senanglah," Yura melambai meskipun Chanyeol tidak melihatnya, "Perlakukan dia dengan baik, Chanyeol-ah."
"Tentu saja," gumam Chanyeol sambil tersenyum dan menutup pintu di belakangnya.
.
.
.
.
.
...
Baekhyun berdiri di tempatnya dengan gelisah, tapi juga penuh semangat. Ia sudah tiba di depan Yeongchu Mall. Sedikit lebih awal dari apa yang dia bilang pada Chanyeol, karena ia terlalu bersemangat hanya untuk tinggal di rumah. Ia menantikan kencan pertama mereka dan Baekhyun yakin ini akan menjadi hari yang mengagumkan dengan pacarnya.
Baekhyun sungguh merasa sangat menyesal telah memperlakukan Chanyeol dengan buruk selama seminggu ini (dengan mood swing-nya), karena itu ia ingin membalas kebaikan Chanyeol. Dia sudah merencanakan banyak hal untuk hari ini dan berharap itu akan berjalan dengan baik. Dia juga berharap bahwa moodya akan tetap baik seperti ini sampai hari berakhir. Selama urusan persiapan festival sekolah tidak mengganggunya hari ini, maka semuanya akan baik-baik saja.
Baekhyun tenggelam dalam pikirannya ketika ia akhirnya tersentak, kembali ke alam nyata karena ia merasakan tepukan di bahunya. Dia berbalik, menemukan pacar-tower-nya tersenyum lebar, "Hai, Baekhyun."
"Kau datang," kata Baekhyun, ikut tersenyum lebar penuh semangat.
"Tentu saja aku datang," Chanyeol cemberut. "Kenapa kau cepat sekali sudah ada di sini? Astaga, apa aku yang terlambat?" Ia melihat arloji.
Baekhyun tertawa, "Tidak, aku yang datang lebih awal. Mungkin karena aku terlalu bersemangat."
Chanyeol tersipu dengan pemikiran kalau Baekhyun bersemangat mengenai kencan ini. Dia tidak terlalu berharap kalau Baekhyun akan menantikan kencan ini. Dia pikir hanya dia yang menantikannya. "Aku juga," katanya singkat. "Jadi kita mau ke mana?"
Baekhyun memegang tangan Chanyeol dan menautkan jari-jari mereka bersama-sama, "Ayo kita pergi," katanya sambil menyeret Chanyeol ke jalan.
Chanyeol sedikit terkejut dengan tindakan Baekhyun. Dia tidak menyangka akan mendapatkan skiship Baekhyun lebih awal. "Kita tidak pergi ke Mall Yeongchu?"
Baekhyun menggeleng dan tersenyum, "Kita pergi ke tempat lain."
.
.
.
.
.
...
"Aku harap kau suka menonton film, Yeol."
"Aku menyukainya."
"Bagus, sebaiknya kita nonton apa hari ini?" kata Baekhyun sambil mendongak ke layar di depan mereka yang menunjukkan beberapa poster film yang sedang diputar saat ini.
Baekhyun membawa Chanyeol ke bioskop kecil dekat Mall Yeongchu. Kebanyakan orang bilang itu sudah sangat klise kalau pergi ke bioskop di kencan pertama, tapi Baekhyun suka cara lama itu untuk kencan mereka. Dia pikir itu wajib bagi pasangan untuk menonton film di bioskop bersama-sama.
Sedangkan, Chanyeol sendiri juga tidak bisa lebih bersemangat lagi. Dia suka menonton film, dan kencan di bioskop pada kencan pertama adalah sempurna. Tidak perlu restoran mewah atau pergi ke suatu tempat yang jauh, seperti Lotte World.
"Aku selalu ingin menonton film ini," Baekhyun menunjuk salah satu poster.
Alis Chanyeol bertaut dan wajahnya berubah menjadi ekspresi tak percaya, "Kau serius, Baek? Kau mau menonton film romantis?"
"Aku tidak suka film romantis. Aku ingin menontonnya karena ada Yuri noona," Baekhyun meninggalkan Chanyeol ke loket tiket.
"Yuri noona?" tanya Chanyeol saat ia sudah berdiri di samping pacarnya.
Baekhyun bergumam hm, "Film No Breathing, tolong dua tiketnya," kata Baekhyun kepada gadis muda di belakang meja. Setelah itu, ia berpaling ke Chanyeol, "Yuri SNSD. Apa aku pernah bilang kalau aku adalah SONE?"
Mata Chanyeol melebar, "Apa? Benarkah?"
"Ini tiketnya, tuan," kata kasir.
Baekhyun tersenyum ke kasir dan meraih tiket sebelum dia berbicara kepada Chanyeol lagi, "Iya, apa yang salah dengan itu?"
Keduanya berjalan ke counter makanan dan minuman. Chanyeol lalu mengeluarkan dompetnya, "Aku yang bayar sekarang, karena kau sudah membeli tiket. Apa yang kau inginkan, Baek?"
"Caramel popcorn dan stroberi slushie," jawabnya. "Jadi, mengapa kau terkejut mengetahui aku adalah SONE?"
"Dua popcorn karamel, satu strawberry slushie dan satu mocha frapuccino, please," kata Chanyeol kepada penjual. Dia berpaling ke arah Baekhyun dan menjawab, "Aku hanya terkejut kalau ternyata ketua Osis kita adalah fanboy berat dari SNSD."
Baekhyun cemberut, "Apa yang salah dengan itu?"
"Tidak ada yang salah, Baek. Hanya saja, aku adalah Blackjack (penggemar 2NE1)."
"Wow, sungguh? Kita rival dong."
Chanyeol tertawa dan mengacak-acak rambut Baekhyun itu, "Iya, kita."
Setelah mendengar pemberitahuan dari speaker bahwa film mereka akan segera dimulai, mereka segera berjalan menuju teater film mereka. Begitu mereka duduk, film sedang bermain dan Chanyeol bisa melihat Baekhyun yang bersemangat. Lalu, ia bersandar ke kursinya dan menikmati film.
Mereka tidak banyak bicara selama film berlangsung. Hanya Baekhyun yang sesekali berkomentar tentang Yuri, dan sisanya, mereka hanya tinggal diam. Chanyeol sebenarnya tidak mengharapkan sesuatu terjadi di dalam teater, jadi ketika Baekhyun menyandarkan kepalanya di bahu Chanyeol, dia menjadi sedikit tegang. Belum lagi, tangan kiri Baekhyun yang juga berada di atas lengan kursi Chanyeol, membuat Chanyeol berusaha keras menahan keinginannya untuk mengambil tangan Baekhyun yang indah itu.
Tapi kemudian, Chanyeol sadar kalau dia sudah terlalu lama berpikir saat Baekhyun mendekati telinga Chanyeol dan berbisik, "Kau tidak akan memegang tanganku?"
.
.
.
.
.
...
Chanyeol tidak pernah melepaskan tangan Baekhyun sejak mereka keluar dari teater. Mereka berjalan berdampingan di tengah kerumunan jalan Sungwondae. Hari sudah gelap di luar dan perut Chanyeol itu mulai memprotes.
"Aku lapar, Baek," kata Chanyeol.
"Aku juga, sudah saatnya makan malam," Baekhyun melihat sekeliling jalan. Jalan ini agak ramai karena itu adalah akhir pekan. Tapi Baekhyun menyukainya karena ia jarang keluar, dan adanya Chanyeol di sisinya membuat semua ini terasa lebih baik.
"Kau ingin makan apa?" tanya Chanyeol sambil menatap Baekhyun yang tampak kedinginan karena cuaca dingin di musim gugur.
Baekhyun tersenyum pada Chanyeol yang perhatian dengannya. Selama kencan mereka, Chanyeol selalu membiarkan Baekhyun yang memilih apa yang ia inginkan, membuat Baekhyun merasa diistimewakan. "Aku ingin Samgyeopsal," jawabnya singkat.
"Oke. Ayo kita cari restoran Samgyeopsal sekarang. Kau kedinginan," kata Chanyeol sambil menyeret Baekhyun bersama dengannya dan mencari sebuah restoran Samgyeopsal. Dia tahu kalau Baekhyun tidak menyukai cuaca dingin jadi dia ingin cepat menemukan tempat yang hangat karena dia benar-benar khawatir tentang kondisi pemuda yang lebih mungil itu daripada perutnya yang kelaparan.
Beruntung ada banyak restoran yang menyediakan sampgyeopsal di daerah itu. Segera setelah mereka menemukan tempat yang sedikit kosong, mereka masuk ke dalam restoran itu, dan Chanyeol merasa lega melihat wajah pucat Baekhyun perlahan mulai normal kembali.
Setelah mereka memesan, mereka duduk saling berhadapan di sebuah meja. Sambil menunggu makanan, Chanyeol menatap Baekhyun yang menggosok tangannya sendiri. "Kau masih kedinginan?" tanya Chanyeol, sedikit khawatir.
Baekhyun hanya tersenyum lemah. Dalam hati dia mengutuk pemanas dalam restoran yang tampaknya tidak cukup tinggi untuk menghangatkannya. Itu lebih hangat daripada saat dia berada di luar, tapi masih dingin, dan ia tidak yakin apa ia bisa makan dengan suhu beku seperti ini.
Chanyeol berdiri dari kursinya, berjalan ke arah Baekhyun. Dia melepas mantelnya dan memberikannya pada Baekhyun, "Pakai ini," katanya.
Baekhyun langsung menggeleng, "Tidak, Yeollie, kau akan membeku."
Melihat Baekhyun yang tidak akan mengambil mantelnya, Chanyeol menempatkan mantel itu di bahu Baekhyun sebagai gantinya. "Aku masih punya jaketku. Selain itu, aku tidak ingin kau mati membeku." Dia kembali duduk di kursinya dan tersenyum ketika Baekhyun akhirnya memakai mantelnya. Baekhyun terlihat begitu kecil mengenakan mantelnya. "Serius, Baek, ini masih musim gugur dan kau sudah seperti ini. Apa yang akan terjadi di musim dingin?"
Bibir Baekhyun cemberut, "Bukan keinginanku juga kalau tubuhku mudah kedinginan." Dia bisa bicara normal lagi karena ia merasa hangat sekarang. Terima kasih pada mantel hangat milik kekasihnya.
Ketika makanan mereka tiba, wajah Baekhyun dan Chanyeol berubah lebih santai dalam sekejap, mereka meraih sendok dan sumpit lalu mulai makan. Samgyeopsal yang panas berhasil membuat mereka hangat. Mereka berdua makan dalam diam karena mereka benar-benar lapar.
Meskipun tubuhnya kecil, nyatanya Baekhyun yang selesai makan duluan. "Kemana kita akan pergi selanjutnya?" tanyanya pada Chanyeol yang masih menyelesaikan supnya.
"Kita akan pulang," jawabnya.
"Apa?"
"Suhu akan semakin dingin, Baek. Kita akan pulang," kata Chanyeol dengan suara penuh tekad. Dia harus membawa pemuda yang lebih tua itu ke rumah sebelum ia membeku.
Baekhyun cemberut tapi ia sendiri tahu kalau ia tidak bisa bertahan dalam cuaca dingin ini, "Baiklah, kau menang."
Chanyeol tersenyum sambil minum teh hangat dan bangkit dari tempat duduknya, "Ayo, mari kita pulang." Baekhyun juga berdiri dan mulai melepaskan mantel Chanyeol. "Kau bisa memakainya sampai tiba di rumahmu," kata Chanyeol.
Baekhyun memberinya pandangan bertanya, "Tapi ..."
Chanyeol nyengir malu-malu, "Aku akan mengantarmu pulang."
Mata Baekhyun membesar, "Kau serius, Yeol?"
Pemuda tinggi itu menjawab dengan anggukan, ia lalu meraih tangan Baekhyun, "Lagian ini sudah dekat dengan rumahmu."
Baekhyun tersenyum lebar dan membiarkan Chanyeol menyeretnya keluar. Suhu pasti sudah lebih dingin dari sebelumnya. Dan Baekhyun bersyukur bahwa ia memiliki mantel Chanyeol di tubuhnya. Dia memandang pacarnya dengan khawatir tapi sepertinya Chanyeol baik-baik saja. Baekhyun pikir, mungkin dia benar-benar satu-satunya yang aneh karena cepat kedinginan dengan mudah.
Chanyeol benar saat ia mengatakan Sungwondae sudah dekat rumah Baekhyun. Keduanya hanya berjalan selama 10 menit, sebelum akhirnya mereka tiba di rumah Baekhyun. Mereka berhenti di depan pagar rumah Baekhyun dan saling berhadapan sejenak. Chanyeol ingat bahwa ia pernah datang ke sini untuk menemani Baekhyun tapi dia tidak bisa masuk ke dalam pada saat itu.
Baekhyun menggigit bibirnya. Hari ini sungguh luar biasa. Rasanya sungguh menyenangkan untuk kencan pertama meskipun yang mereka lakukan hanya menonton film dan makan malam, tapi ia benar-benar puas. Rasanya sempurna sampai dia tidak ingin ini berakhir.
"Hei, Yeol," katanya sedikit ragu-ragu di awal. Tapi ia tahu ia akan akan menyesal jika ia tidak melakukannya, "Apa kau ingin masuk ke dalam?"
Chanyeol mengerjap beberapa kali sebelum sadar kalau Baekhyun baru saja mengundangnya untuk masuk ke dalam, "Sungguh? Kau ingin aku masuk?"
Lega dengan reaksi Chanyeol itu, Baekhyun mengangguk penuh semangat, "Hari baru saja malam, akan sia-sia kalau kau pulang sekarang."
"O-oke..." katanya sedikit tidak yakin. "Kau yakin tidak apa-apa? Ibumu... "
"Neh, dia keren. Dia sudah tahu kalau aku kencan denganmu," katanya sambil membuka gerbang pagar dan Chanyeol mengikutinya.
Baekhyun membuka pintu dan Chanyeol bisa langsung melihat rumah kecil namun hangat milik Baekhyun, meskipun ia masih berada di pintu depan.
"Mom, aku pulang," Baekhyun berteriak dan ia melepas sepatunya. "Ayo masuk, Yeol."
Chanyeol berjalan canggung dan juga melepas sepatunya. Sedetik kemudian, terlihat seorang wanita usia pertengahan dan itu membuat Chanyeol hampir tesedak karena dia terlihat mirip dengan Baekhyun.
"Halo, Sayang," wanita itu memeluk Baekhyun. "Bagaimana kencanmu–oh, siapa ini?" tanyanya sambil melihat Chanyeol yang berdiri di belakang Baekhyun, berdiri dengan canggung.
Chanyeol cepat melangkah maju dan membungkuk pada wanita itu, "Selamat malam, Nyonya Byun. Aku Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu." Chanyeol dalam hati menepuk dirinya sendiri karena bersantai di depan ibu pacarnya.
"Bu, ini Chanyeol, pacarku," kata Baekhyun bangga.
Mulut ibunya Baekhyun itu membentuk o kecil dan akhirnya dia mengangguk, "Jadi kau menantu masa depanku?"
"Ibu!" protes Baekhyun.
Nyonya Byun tertawa senang, dan Chanyeol sekarang tahu di mana tawa indah Baekhyun itu berasal. "Maaf, Sayang. Apa kau tidak ingin mengundang Chanyeol masuk ke dalam, Baekhyun?"
Baekhyun mengangguk, "Dia boleh masuk ke kamarku, bu?"
Chanyeol tersedak dengan air ludah sendiri. Baekhyun ingin dia masuk ke kamarnya? Apa Chanyeol bermimpi?
Nyonya Byun melihat putranya dengan pandangan menilik sebelum dia akhirnya tersenyum, "Baiklah. Hanya saja tetaplah ingat kalau aku ada di luar kamar, oke?"
Baekhyun memutar matanya, "Ibu, hentikan pikiran kotormu."
Chanyeol hanya bisa tersipu.
"Aku tidak mengatakan sesuatu tentang pikiran kotor," godanya pada putranya.
"Terserah, ibu. Ayo, Yeol," Baekhyun menyeret Chanyeol ke kamarnya yang terletak di lantai dua.
Chanyeol mengikutinya di belakang dalam diam-diam dan rasanya mirip deja vu bagi Chanyeol. Seperti saat Baekhyun membawanya untuk pertama kalinya ke atap sekolah. Waktu itu Baekhyun menunjukkan tempat pribadi(rahasia)nya untuk pertama kalinya. Dan sekarang, Baekhyun juga membawanya ke tempat pribadinya yang lain. Kamar tidur Baekhyun.
Baekhyun membuka pintu, "Maaf, ini sedikit berantakan," katanya sambil menyalakan lampu.
Napas Chanyeol tertahan ketika akhirnya ia melihat kamar Baekhyun. Rasanya seperti dia melangkah ke tingkat lebih tinggi dari hubungan mereka. Tempat ini, ruangan ini adalah tempat tersembunyi Baekhyun. Fakta bahwa Baekhyun mengijinkan dia untuk melihat dan masuk ke dalam kamarnya, rasanya seperti dinding dari jarak dan ruang diantara mereka, perlahan-lahan runtuh. Dan di sinilah Chanyeol, di dunia Baekhyun, di mana tidak semua orang bisa melihatnya. Dan di sinilah Baekhyun, dia ada di sini. Menginginkan Chanyeol. Bukan orang lain.
"Kenapa kau berdiri di sana? Masuklah, dasar bodoh," kata Baekhyun kepada Chanyeol sambil melepaskan mantel Chanyeol dari tubuh mungilnya.
Chanyeol tercengang, "Ya, oke." Dia masuk dan menutup pintu di belakangnya.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Baekhyun.
Chanyeol duduk di kursi meja belajar Baekhyun, "Tentang apa?"
Baekhyun mengangkat bahu, "Ibuku? Kamarku?"
"Ibumu sangat indah. Sama sepertimu," jawab Chanyeol tanpa ragu, dan itu membuat Baekhyun tersipu. "Jadi, kau bilang pada ibumu tentang aku adalah suami masa depanmu?" Godanya pada Baekhyun.
"Diamlah," seru Baekhyun sambil berbaring di tempat tidurnya. "Tentu saja aku bilang padanya. Aku menceritakan semua tentangku dan apa yang terjadi padaku."
Chanyeol nyengir bahagia memikirkan kalau Baekhyun benar-benar memberitahukan ibunya tentang dia. Itu membuatnya merasa penting dalam kehidupan Baekhyun.
Dia melihat sekeliling kamar Baekhyun dan menyadari betapa itu sangat rapi, jauh lebih rapi daripada kamarnya sendiri. Tidak ada banyak perabotan di dalam ruangan, hanya tempat tidur, lemari, kursi, dan meja ... dan gitar?
Chanyeol berdiri dari kursinya, berjalan ke arah gitar dan meraihnya. "Kau punya gitar?" tanyanya, membawa gitar itu dan kembali berjalan ke kursinya lagi.
Baekhyun bangkit dan menatap Chanyeol, "Ya, itu milik almarhum ayahku."
Mulut Chanyeol menganga, "Ya Tuhan, Baekhyun, Maafkan aku, aku seharusnya tidak langsung mengambilnya sebelum aku bertanya padamu."
Baekhyun tertawa, "Tidak apa-apa, Yeol." Dia diam sebentar, "Ayahku mencintai musik. Ia bermain gitar sementara aku akan bernyanyi untuknya."
Chanyeol tetap diam dan memegang erat gitar, menunggu Baekhyun melanjutkan kalimatnya.
"Ketika dia meninggal, aku mengambil gitar untukku. Kakakku marah karena ia menginginkannya juga," Baekhyun tertawa kecil, masam, "Tapi pada akhirnya, aku yang mendapatkan gitar. Tapi aku tidak pernah punya waktu untuk mempelajarinya."
Keheningan memenuhi ruangan. Chanyeol tidak berani berbicara karena ia menyadari betapa Baekhyun tampak sedikit sedih sekarang. Tapi kemudian Baekhyun menatapnya dan tersenyum lebar, tanpa adanya unsur kesedihan di matanya.
"Bermain untukku, Yeol," katanya.
Mata Chanyeol melebar kaget, "Kau yakin?"
Baekhyun mengangguk penuh semangat, "Kau bermain, aku bernyanyi."
Chanyeol menatap pacarnya sejenak, tapi pemuda yang lebih tua itu tampak yakin dan benar-benar bersemangat, dan itu membuat Chanyeol merilekskan dirinya. "Apa yang harus kita mainkan?" tanyanya sambil duduk tegak dan mengatur gitar di pangkuannya.
Baekhyun bergerak maju dan duduk di tepi tempat tidurnya, membuat mereka duduk saling berhadapan. "Ada lagu yang sangat aku sukai. Aku tidak yakin apa kau tahu itu. Ini lagu Taeyeon noona, Like A Star," kata Baekhyun.
Chanyeol merasa lega karena ia tahu lagu itu meskipun itu lagu SNSD. "Aku tahu itu. Taeyeon dengan The One, kan? "
Baekhyun mengangguk dengan matanya bersinar terang, "Bagus. Oke, mainkan!"
Chanyeol mengambil napas dalam-dalam karena ia benar-benar gugup. Ini akan menjadi pertama kalinya ia bermain di depan pacarnya, dan juga akan menjadi yang pertama kali mendengar Baekhyun bernyanyi. Ia mulai memainkan intro lagu dan dia bisa melihat bahwa Baekhyun menutup matanya dan menggoyangkan pelan tubuhnya. Dan sedetik kemudian, Chanyeol mendengar suara yang paling indah yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya. Baekhyun bernyanyi.
...
Where ever you are hiding
Di mana pun kau bersembunyi
I can find you
Aku bisa menemukanmu
If there were no you
Jika tidak ada kau
If there were no you
Jika tidak ada kau
...Then my heart would stop
... Lalu jantungku akan berhenti
Even if you don't say "Love"
Bahkan jika kau tidak bilang "Cinta"
I can feel with my heart
Aku bisa merasakannya dengan hatiku
If you are here
Jika kau berada di sini
If you are here
Jika kau berada di sini
I don't need anything
Aku tidak memerlukan apapun
You're my everything to me
Kau adalah segalanya bagiku
You're my everything to me
Kau adalah segalanya bagiku
Please shine like a star in the sky
Tolong bersinarlah seperti bintang di langit
You are my only love
Kau lah satu-satunya cintaku
Forever my love
Selamanya cintaku
We love each other
Kita saling mencintai
All i need is you
Yang aku butuhkan adalah kau
...
Chanyeol menyelesaikan not terakhirnya bersamaan dengan Baekhyun yang menyelesaikan baris liriknya. Baekhyun nyengir dari telinga ke telinga sedangkan Chanyeol masih tercengang setelah mendengar suara Baekhyun.
"Baekhyun, kau..." Chanyeol tak mampu berkata-kata. "Bagaimana kau bisa begitu sempurna?"
"Please, Yeol, semua orang bisa beryanyi. Tidak seperti kau, bermain gitar itu sangat keren."
Chanyeol meraih tangan Baekhyun, "Tidak, Baek, sungguh. Suaramu itu... oh my God, aku pikir aku mendengar malaikat bernyanyi."
Baekhyun tertawa, "Kau melebih-lebihkan. Aku tidak terlalu bagus."
Chanyeol serius. Dia benar-benar berpikir bahwa suara Baekhyun adalah luar biasa indah yang membuatnya menggigil sepanjang lagu. Itu menakjubkan bagaimana dia masih bisa mengotrol diri untuk bermain gitar sampai akhir bahkan saat dia terlalu terpesona oleh suara Baekhyun. Belum lagi lirik lagu juga membuatnya sulit untuk bernapas. Walaupun tidak pasti apa Baekhyun bernyanyi untuknya, tapi Chanyeol masih merasa senang.
"Aku akan menikah dengan suaramu, Baek," ia berkata sambil melamun.
Membuat Baekhyun tertawa lagi dan Chanyeol memutuskan bahwa suara nyanyian Baekhyun adalah nomor satu suara favoritnya, kedua adalah tawa Baekhyun.
"Kita harus melakukan duet, Yeol," Baekhyun berkata tiba-tiba. "Untuk pertunjukkan di festival sekolah."
"Apa?"
"Aku akan menyanyi, dan kau akan bermain gitar, atau bahkan mungkin ditambah rap-mu. Bagaimana menurutmu? Ini akan sangat hebat."
Chanyeol mengerjap tak percaya, "Tapi, kita hanya punya sisa waktu satu minggu."
"Neh, kita bisa menampilkan pertujukan hebat sekarang. Satu minggu lebih dari cukup bagi kita untuk berlatih," Baekhyun sudah melompat berdiri penuh semangat.
"Baekkie, apa kau yakin?"
"100% yakin." Baekhyun menarik Chanyeol berdiri dan membuat pemuda tinggi itu tersandung, "Janji padaku, kita akan tampil bersama."
Chanyeol tersenyum dan mengangguk, "Aku janji."
Saat-saat kenyamanan mereka terganggu oleh suara telepon Chanyeol. Pemuda tinggi itu mengerang dan merogoh sakunya untuk mengeluarkan ponsel sialan itu, dan ia menjadi lebih kesal lagi saat melihat nama pemanggil. Itu Jongin.
"Apa?"
"Hyung, kau dimana? Aku di depan apartemenmu tapi sepertinya tak seorang pun di dalam."
Chanyeol memutar matanya, "Aku tidak di rumah."
Baekhyun memberinya pandangan bertanya, dan Chanyeol mengatakan, "Itu Jongin."
"Apakah kau bersama seseorang, Hyung?"
Chanyeol ragu sejenak, "Umm... aku dengan Baekhyun."
"Benarkah? Apa kalian sedang kencan?"
"Bukan urusanmu," katanya dan ia melihat Baekhyun tertawa.
"Baiklah! Maaf mengganggu kencanmu dengan Baekhyun hyung. Tapi bisakah kau pulang sekarang? Rumahku kosong dan orang tuaku menyuruhku untuk tinggal di rumahmu untuk sementara."
"Astaga, Jongin, kau sangat merepotkan."
"Hyung, aku bersumpah aku kedinginan sekarang."
Chanyeol mendesah, "Baiklah, aku akan pulang sekarang. Tapi kau harus mentraktirku makanan nanti."
"Tidak masalah! Aku menyukaim-"
"Aku tutup teleponnya." Chanyeol memotong Jongin, dan menaruh ponsel kembali ke dalam saku.
"Kau akan pulang?" tanya Baekhyun.
Chanyeol pikir ia seperti mendengar sedikit nada sedih dari suara Baekhyun, tapi mungkin ia salah. "Sayangnya, iya. Jongin sialan. "
Baekhyun tertawa, "Oke, kalau begitu. Lagipula ini semakin larut. Dan aku tidak ingin kau ketinggalan bus," katanya sambil mengambil mantel Chanyeol yang ia kenakannya sebelumnya dan memberikannya kepada Chanyeol. "Ayo, aku akan mengantarmu sampai ke pintu gerbang."
Baekhyun memegang tangan Chanyeol dan berjalan keluar melewati pintu. Di ruang tamu, ibu Baekhyun sedang menonton televisi dan ketika dia melihat putranya dan pacarnya berjalan menuruni tangga, dia berdiri.
"Ibu, Chanyeol mau pulang," kata Baekhyun.
"Nyonya Byun, Aku mau pulang. Terima kasih banyak untuk malam ini," ia membungkuk tanpa melepaskan tangan Baekhyun karena pemuda mungil itu sendiri memegangnya dengan erat.
"Aku nyaris tidak menyambutmu, Sayang. Aku tidak punya makanan apapun dan aku kira kau mungkin sibuk dengan Baekhyun, jadi ya," godanya pada Baekhyun lagi.
"Ibu, please. Ayo kita pergi, Yeol," ia menyeretnya lagi.
Chanyeol membungkuk untuk terakhir kalinya pada Nyonya Byun sebelum akhirnya mengikuti Baekhyun menuju pintu depan. Setelah ia memakai sepatu, Baekhyun membawanya keluar dan tiba waktu bagi mereka untuk berpisah, tapi Baekhyun sepertinya tidak ingin melepaskan tangan Chanyeol.
"Hari ini sungguh sangat menyenangkan bagiku."
"Aku juga," Chanyeol mengangguk, "Terima kasih banyak untuk hari ini, Baekkie."
Bibir Baekhyun membentuk senyuman lebar, dan akhirnya ia melepaskan tangan Chanyeol, "Hati-hati di jalan, oke? Sms aku setelah kau sampai."
"Pasti," jawab Chanyeol sambil mengacak-acak rambut Baekhyun.
Chanyeol berbalik dan mulai berjalan tetapi hanya untuk dihentikan lagi ketika ia merasakan sepasang tangan membungkus pinggangnya dari belakang. Chanyeol berdiri diam, mengerutkan kening. Tapi dia bisa merasakan napas Baekhyun pada punggung lehernya. "Baek?" Katanya karena Baekhyun tetap diam selama hampir satu menit.
Begitu banyak yang terjadi hanya dalam satu hari itu, Chanyeol tidak bisa percaya semua itu sudah terjadi. Tapi, Chanyeol berpikir semua hal yang sudah terjadi hari itu bisa dikalahkan oleh kalimat yang Baekhyun ucapkan itu sambil masih memeluk Chanyeol dari belakang.
"Chanyeol, aku benar-benar menyukaimu."
Rasanya seperti dunia dan waktu Chanyeol berhenti. Kalimat Baekhyun itu terus berdering di telinga dan membuatnya kehilangan akal sehatnya. Chanyeol berbalik dan menunduk sedikit karena kaki Baekhyun lebih kecil darinya. Dia tidak tahu di mana nyali itu datang ketika ia melakukan sesuatu hal berikutnya yang terlintas begitu saja dalam pikirannya.
Dia menarik Baekhyun lebih dekat padanya dan mencium kening Baekhyun, selembut ciuman yang bisa ia lakukan. Dia merasa lega ketika ia melepaskan ciuman itu dan menatap Baekhyun yang tersenyum padanya.
"Aku juga benar-benar menyukaimu, Baekhyun."
.
.
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
...
O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O
Balasan untuk review sebelumnya ::
Regianamiranda :: Maaf, sebulan lalu saya kena wabah hiatus, sekarang saya akan mulai usahain update rutin kembali. Moga semuanya gak pada lari...
Re Tao :: berita tentang Baek memang sempat ngilangin mood, tapi sekarang saya udah kembali~ (senyum cantik)
Baeksounds :: Sip~ ^o^
Kim ryeosa wardhani :: Iya, saya lanjutin~ makasih reviewnya~ :D
Chanbaek Shipper :: saya juga suka ma Sulay setelah chanbaek. Sayangnya, ff yang Chanbaek saja tersendat-sendat karena hiatus, jadi belum berani buat khusus Sulay dan malah menghiatuskannya.
Aivoniras :: Makasih komentarnya, emang ada berapa kalimat yang kebaca aneh, namanya juga translate /ngeles/ #plakk
Baekfika :: tenang, di sini gak ada Krisbaek. Pure hanya Chanbaek/Baekyeol, meski nanti di tengah jalan pasti ada pihak ketiga dan keempat...
Byun anna :: Makasih banyak support-nya~ Fighting!
HyoRaCuteDevil :: Ini udah saya lanjutin~ maaf telat *bow
Aldolmntng :: Makasih banyak~ #blush
Baekhugs0420 :: Wuah, ada yg nyanyi dangdut di sini, /ikutan joget/ #plaak. Yup, hwaiting! Makasih~
BusanBoy18 :: mian, lagi hiatus dulu dari fanfic 2pm *bow*
Channiese :: Iya, saya akan coba terus lanjutin sampai tamat! :D
Parkdwarf :: hehehe... makasih... ^o^
Hwangpark106 :: hehehe... pastilah yang ngelamar nanti Chanyeol, karena bagaimana pun Chanyeol tetap SEME di sini. :D
HChy :: Baekhyun memang lucu ^o^ Hwaiting!
Baekkevinka :: Maaf, kemarin lagi dalam masa hiatus, dan baru bisa nulis sekarang. *bow
Nadya :: Okay~~
Yuki edogawa :: Terima kasih kembali~ (nyengir lebar)
Priest :: Sip~
Chanbaekie :: Annyeong~ Aminnn... iya, saya kalau ada waktu luang pasti usahain lanjutin! :D makasih~
Nuguya :: Oke~
Fosbaekliner :: Iya, makasih banyak review dan pesan pendorongnya, akan saya lanjutin demi kamu sayaaaang (mode:lebay #plaak)
Haecha lee :: hwaiting! Makasih pesan semangatnya~ :D
Kjhwang :: iya, karena ini BoyLover, jadi istilahnya suami dengan suami, gak ada istri karena gak ada wanita. Xp
Nugu :: iyaaa~ makasih banyak~
Ara :: Fighting^^
Reza C Warni :: Anyyeong reader baru~ (senyum manis) Iya, saya lanjutin translatenya, makasih udah mau singgah baca dan review~
Mannuel Khunyoung :: hohoho... fanboy khunyoung shipper juga nimbrung ke sini, mari nak, mari, kunjungin ff sya yang lainnya (sok2 keibuan #plaak)
Haecha lee :: hehehe... hwaiting! Makasih juga reviewnya~
Pramudya :: Makasih banyak~ iya saya lanjutin, kasian banget yang pada nunggu, apalagi liat yg ngefollow juga banyak.
NyunSehun :: Semangat~ makasih.. ^^
Hyunsaa :: Halo reader baru~ Iya, yang paling bikin menarik ff ini memang penggambaran karakter mereka masing2. Btw, titip salam buat org yg rekomen ff ini. Tengkyu~ :D
otpsforlife :: Yehet! Makasih`^^
ph26 ::Yup, semangat! \^o^/
Cloudyvu :: Iya~ makasih komentarnya~^^
Zelo ChanBaek :: Iya! Makanya sy translate-in~
Baekhyun92 :: namanya juga uke, pasti ada aja kemiripannya dikit ma yg namanya wanita (tawa gaje #plaak)
rezztu yutha :: yang penting bahasanya nyantai dan mudah dipahami, iya gak? (cari dukungan) Fighting! Makasih~
koreawn :: Iya! Makasih~^^
raul sungsoo12 :: Aloha Reader baru~ moga betah baca dan review di sini ^^
ChickenKID :: Terima kasih kembali~ Wah, kebetulan banget bisa sama persis dg ultahmu~ XD
Suga :: KECUP CINTA KEMBALI SAYANG~ #ikutan capslock jebol
Keyungsu :: Nanti juga ada waktunya untuk bagian pov-nya Baek~ ^^
EXO Kkaebsong :: Yup! Chanyeol tetap seme donk. Tapi sesekali ada juga seme yang sikapnya bisa lebih kekanakan dari Ukenya sendiri Xp
KyungMiie :: Gak apa-apa, yg penting akhirnya bisa ngereview kalo kendalanya udh gk ada. Makasih juga~
Guest(24 May) :: Chanyeol udh mabuk berat (overdose) ma Baek~ #smirk
Smstacya :: Iya, Chanyeol kemakan ucapannya ndiri Xp
lolamoet :: Yup! Udah ada Chanyeol yg bs ngejagain Baekhyun. Di sini, Chanyeol tetap jadi Seme, tentu saja! :D
BBHPCYXOXO :: Sip~ :)
Guest(23 May) :: boleh ketawa sendiri, asal jangan sampai dikira tdk waras #plaak
BLUEFIRE0805 :: eh? Jihoon siapa? #bingung
Minny Kpopers Fujoshi :: Aku juga pengen punya pacar kayak Chanyeollie (berharap/berdoa bersama)
Ovihyunee :: Iya, makanya sengaja nge-trans ff Baekyeol dg genre fluff begini. Makasih~
alysaexostans :: Yup, semangat! :D
stykiees :: hehehe... makasih, senang bisa membantu ngebalikin mood, meski sy cuma sebagai translator di sini :)
Sonewbamin :: sama, saya jg senyum2 sendiri XD makasih~
Rei Fujoshi Official Couple :: Moga cepat sembuh sayang~ ^^
Baekhyunniee :: Nanti pasti ada saatnya konflik di antara mereka mulai, sekarang masih awalnya menjalin hubungan, pedekate dulu gitu. Jadi mereka masih adem anyem :)
Guest(20 May) :: hehehe, iya, baekkie lucu~
Natsuko Kazumi :: mungkin itu beneran typo, maafkan daku yg memang ceroboh dg typo. Makasih~^^
Tikha Semuel RyeoLhyun :: sampai chap 31. Terima kasih~
Ichi . rth :: hehehe gak apa2, sama aja kok, kadang saya juga bilang 'aku', kadang 'saya', kadang 'aya', kadang 'author' /malah yang ini banyak julukan #plaak. Makasih
realkkeh :: Yang S3 itu lagi pending sayang, sy bingung mau lanjutinnya gimana, hahaha, kkaebsong~ #ditimpuk-sandal.
Yeol-moo :: maafkan daku yang lagi-lagi kalah dengan virus(?) typo.
Byunkkaeb :: wah, sekali lagi saya ulang, Yang S3 itu lagi pending sayang, sy bingung mau lanjutinnya gimana, hahaha, kkaebsong~ #ditimpuk-sandal. Nado saranghae~^^
fufuXOXO :: fluff dalam istilah fanfic itu semacam kisah romantis yang sweeeeeet bgt gitu deh~ :D
belaa :: eh, kamu review dulu baru baca? Gimana ceritanya?
vitCB9 :: baca koment ini jadi kangen ma Baekhyun yg chubby, sekarang udah kurusan, poor baby baek, pengen peluk~ /OOT #plaak, ehm, makasih reviewnya~
Special bubble :: Aegyo Baekhyun, jjang! :D
Prince Changsa :: Ada 31 chapter chingu~
EXO Love EXO :: Yup, makasih~ ^^
bubbleLu :: hehehe, maaf yg ini telat bgt updatenya, kedepannya aya akan coba pinjem thunder Chen buat update, moga Jongdae nya mau minjamin :P
A Y P :: Buat yg udah ngetwett ff ini d twiterr makasih~ makasih juga udah mau singgah baca ff trans ini~ :)
BabyByunYeol :: Yah, saya memang org baik /narsis/ #plaak
Nurulpriaarafah :: untuk ff ini gak ada nc, adanya yang manis-manis doank #wink
Ayume :: Baek memang paling imut~ ^o^
arvita . kim :: eh? Cabut paku di atas kepala Baek? Emang dia Ukentilanak(?), Yeol-nya di sini tetep seme, tapi perilakunya memang sedikit kekanakan dari Baek, tapi dia tetap ultimatum SEME.
indaaaaaahhh :: mereka bisik-bisik tetangga, tapi mesra banget XD iya, semangat! Makasih banyak reviewnya~ (peluk sayang)
Babies BYUN :: Amin, moga doanya dikabulin~ :D
asterellaByunChan :: Iya~ makasih banyak~ Semangat! /salam kecup balik/
ChaaChulie247 :: Ada 31 chapter, konflik yang bikin derai mata juga ada nanti, untk yg awal ini memang masih damai dan sweeet~
BaekStreet :: Saya juga mau bawa pulang Baekhyun! /diinjek Chanyeol/
Chanyumi :: makasih sarannya~ nanti kedepannya akan saya coba pakai kalau ada yang terasa janggal lagi ^^
mirarose86 :: Yup, sama2 :D
cheinnfairy :: maaf updatenya telat banget, moga aja ff ni masih ditunggu, biar kamunya makin manis di tempat duduknya XD
BaekhyunBerry :: kalau update perdetik bisa-bisa yang diupdate cuma perkata bukan perchapter #plaak, nanti kedepannya saya coba update rutin. :D
L . A :: Hehehe... makasih kembali~
Oh Lana :: sifat chanyeol di sini memang mendekati pacar idaman lah (ngiler sambil bayangin Chanyeol #plaak)
exindira :: Yup, makasih~
baekgirly :: semangat-semangat! Moga ini bisa sedikit menghilangkan galau~
Raensung :: Sip, asal udah mention aku di akun twitterku, pasti sy folback ^^
park soohee :: Makasih~
ChanBaek :: hehehe... yup, pertahankan Baekkie!
Guest(18 May) :: maaf updatenya telat bgt. #bow
Majey Jannah 97 :: iyaa... karakter dan moment mereka di sini lucu dn pada sweet~
CB11270506 :: Semangat! Makasih~ moga ini masih mau dibaca kelanjutannya
Jung Eunhee :: annyeong Eunhee~ makasih banyak~ moga tetap betah mampir ke sini~
Ohwifeu :: hehehe, makasih~
KimChanBaek :: tenang, biar nanti ada konfliknya, akhirnya tetap happy ending kok. :D
sootaoabc :: hhehehe... amin... XD
N-Yera48 :: ouh, nanti kissu mereka so sweet lho... ooh, tunggu aja di chapter yg ke...
Chanbaekshipper :: Lam kenal juga~ makasih~
laras subekti :: iya tuh, Baekhyun lagi emosi, suruh pengecernya pergi ke neraka :D
Shouda Shikaku :: Yehet! Makasih udah mau review panjang perchapter! Saranghae~~
Eggxbacon :: hehehe... tunggu aja moment frist kiss mereka, so sweet banget nantinya~
Guest(18 May) :: Mianhe *bow* yg S3 itu memang lagi kendala, macet di tengah jalan, bingung mau lewat jalur mana #plaak.
sootaoabc :: makasih sayang udah nyempetin review di tengah kegalaun engkau.
unique fire :: maaf, saya malah ngakak baca tulisan 'Tao menjanda' #plaak. Ouh, jadi chingu juga moodswing kayak Baek? O,o
byunbaekk :: hehehe... iya ^^
Yuan Lian :: maaf updatenya telat, untuk update kedepannya diusahakan akan rutin.
lee ji wook :: Makasih :)
Meriska-Lim :: sama, aya juga gak suka ff baekyeol yg sad ending, apalagi kalao gk bersama terakhirnya, bawaannya pengen ngegigit author dr ff itu. Ada kok, laki-laki kayak gitu, *nunjuk Baekhyun
Guest(18 May / 2/) :: saya juga suka~ :D
Dugundugun :: senang bisa menghibur~ ^o^
ayuputeri :: Tenang, biar konfliknya ada angst, tetap aja akhirnya nanti happy ending bagi Baekyeol! ^o^ makasih~
O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O
T/N :: Sekali lagi terima kasih banyak untuk semuanya yang sudah ngefav, follow, dan review fanfic translate ini~ ^o^
Maaf karena sudah hiatus dan menghilang sekitar satu bulan lebih ini, sudah terlalu banyak kejadian yang selalu menghambat saya untuk kembali muncul di sini. Sekali lagi Mian...
Untuk kedepannya, Aya akan coba kembali update rutin, (itupun kalau masih ada yang minat dengan fanfic translate ini).
Err... btw, bagi yang masih ber'galau' ria dengan skandal Baekhyun baru-baru ini, Saya promosikan Fanfic oneshot Baekyeol tentang itu yang berjudul O3 (silahkan cek di fanfic list saya), meski mungkin isinya tidak jelas, tapi Aya harap itu sedikit membantu buat Baekyeol shipper sekalian~
Akhir kata...
Masih ada yang ingat saya? Ehem, maksudnya... masih ada yang berbaik hati untuk menreview? ^o^
...
Thanks again for Author Otpismyoxygen \^o^/
~Sayaka Dini~
[02 Juli 2014]
P.S :: free chat dg aya selama Aya punya waktu di = Twitter (akun: aya_sayni), BB (pin : 7D1CCF93), dan Line/Kakao (Id : Ayadini07)
