" Sejak kapan loe suka sama Sakura ? " Sasuke menatap Sasori dingin. Begitupun dengan Sasori. Mereka –anggota BTS sedang berkumpul di cafe langganan mereka untuk sekedar bersantay bersama.

" Mungkin sejak pertama, loe sendiri ? " Sasori menjawab pertanyaan dengan dingin. Atmosfer sekitar pun terasa berubah dengan perdebatan yang sedari tadi tidak menemukan titik temunya.

" Gue sendiri nggak tau sejak kapan gue suka sama Sakura. Yang gue tau, gue nyaman sama dia dan nggak pengen buat dia terluka. " Jawab Sasuke tegas dan segera meninggalkan teman-temannya.

Sasori hanya memandang punggung Sasuke dengan perasaan yang tak tentu.

" Sasori sebaiknya loe ngalah " Tiba-tiba Naruto berganti posisi menghadap Sasori.

" Jangan bela dia karena elo temennya sejak kecil "

Naruto langsung menarik kerah baju Sasori. Yang lainnya segera menenangkan Naruto. Naruto kemudian menurunkan tangannya dengan kasar.

" Dengar dulu alesan gue ! "

Sasori tak bergeming dari tempatnya.

" Loe tau kan bahwa Sasuke itu dari dulu nggak pernah suka sama cewek. Jangankan pacaran ataupun suka, punya temen cewek aja boro-boro " Naruto memandang langit-langit. Mengingat 17 tahun dirinya selalu bersama Sasuke.

Sasori dan lainnya nampak tertarik dengan apa yang akan dibicarakan Naruto selanjutnya. Naruto lalu menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan.

" Gue kaget waktu ngeliat perubahan diri Sasuke waktu dengan Sakura. Sasuke nampak bahagia. Kehidupannya dulu selalu berwarna abu-abu, hingga datang Sakura yang ngasih warna cerah di kehidupannya. "

" Lalu kalo gue suka sama Sakura salah ? "

" Loe nggak salah. Sasuke juga nggak salah. Tapi setidaknya loe bisa bersikap lebih dewasa daripada Sasuke. Loe tau sendiri kan bahwa pertama kali ini Sasuke seperti ini. Setidaknya loe ngalah untuk kali ini, biarkan Sasuke rasain yang namanya sayang sama seorang cewek, jatuh cinta sama cewek, rela ngorbanin semuanya demi cewek yang disukainya. "

Naruto mamandang mata hazel Sasori dalam-dalam. Berusaha menyakinkan bahwa perkataannya barusan itu benar.

" Sasuke nggak sama kayak loe. Loe udah beberapa kali pacaran selama kalian jadi sahabat. Apa loe tega ngerusak persahabatan kalian yang barusan kalian buat hanya memperebutkan seorang gadis yang baru saja hadir dikehidupan kalian. "

Sasori memikirkan perkataan Naruto yang terakhir kali. Hati dan pikirannya benar-benar berseteru saat ini. Ia ingin sekali memiliki Sakura tetapi ia juga tidak ingin merusak persahabatannya.

" Benar apa yang dikatakan Naruto. Loe harus bersikap dewasa. Lagian cewek masih banyak " Neji menepuk punggung Sasori perlahan.

" Naruto, tumben loe encer ? " sai mengernyitkan kedua alisanya. Baru kali ini ia melihat Naruto bisa menjadi orang bijak. Naruto hanya nyengir menanggapi pertanyaan Sai. Ia sendiri juga kaget dengan dirinya, padahal sedari tadi tangannya terus ngeleuarin keringat.

Sasori menatap teman-temannya satu persatu. Mereka tersenyum memberikan semangat kepada Sasori. Ia akhirnya berpikir mantap.

" Baiklah "

Mereka langsung merangkul pundak Sasori bersama-sama. Kehidupan BTS yang tak pernah suram kembali ceria.

" Tetapi kalau Sasuke menyakiti Sakura gue nggak bakalan diam " tiba-tiba aura dingin menguar di tubuh Sasori.

Naruto menjitak kepala merah sasori.

" Loe nggak usah khawatir, semua bakalan bunuh Sasuke kalo sampai itu terjadi. Hahaha " Naruto dan yang lainnya lalu tertawa bersam-sama.

" Etto, Sakura kan benci kita. Gimana minta maaf sama dia ? " mereka lalu menepuk jidatnya masing-masing. Lupa bahwa Sakura telah benci dengan mereka semua.

" Serahkan itu sama gue. Yang penting kalian ngomong sama Sasuke " Gaara mengajukan dirinya.

Dan mereka kembali tertawa bersama-sama lagi.

.

.

.

.

Boy In Luv

Disclaimer Masashi Kishimoto

Rated : T

Pairing : Sasuke U. X Sakura H.

WARNING : Typo, AU, OOC, gaje, alay, lebay, dsb.

Terinspirasi dari MV BTS – Boy In Luv

.

.

.

.

Don't like don't read !

Happy reading minna-san \=D/

.

.

Chapter 10

.

.

.

.

" Sakura "

Sakura tetap saja berjalan melewati lorong tanpa memperdulikan teriakan yang terus memanggil namanya.

" Oi, sakura "

" Sakura cantik "

" Sakura manis "

Sakura yang mendengarnya ingin muntah dan mempercepat langkah manisnya.

" Oi, JIDAT JELEK ! "

Tepat ketika di belokan Sakura berhenti. Ia mengatur deru nafasnya yang ngos-ngosan karena berjalan setengah berlari.

" STOP UCHIHA ! Jangan ikutin gue lagi ! "

'Uchiha? Gue? Kenapa dia berubah? Sebenci itukah dia sama aku?' Sasuke merenungkan kata-kata Sakura. Ia tak tau lagi cara apa yang ia pakai untuk minta maaf.

Sakura tiba dikelas, dan langsung menaruh tasnya kasar. Gaara memberikan kode untuk semua siswa agar keluar kelas sementara waktu. Dan mereka hanya menurutinya.

" Pig, loe mau kemana? " cegah Sakura.

" Gue mau ke toilet dulu sama Hinata dan juga Tenten "

" Gue nggak diajakin nih ? "

" Loe kan baru dateng, kan masih capek habis naik tangga. Lagian loe biasanya juga nggak mau gue ajakin ke toilet. Ah gue udah kebelet. Gue duluan " Ino beserta Tenten dan Hinata segera pergi dari kelas. Mereka takut dengan deathglare yang diberikan terus-terusan oleh Gaara.

Sakura memandangi sekeliling kelasnya. Aneh kenapa semua orang pergi. Dan dan kenapa juga yang dikelas harus dia dengan anggota BTS ini.

" Sakura, kami pingin bicara sama loe " Gaara memulai aksinya terlebih dahulu.

" Hn "

" Cie yang ketularan sama bungsu Uchiha " Naruto hanya nyengir ketika Sakura disaat bersamaan memberikan deathglare dengan muka yang memerah.

Mereka langsung mengelilingi Sakura. Jongkok dihadapannya. Sakura sendiri sweetdrop dengan keadaan seperti ini. Untung saja dikelas sepi. Bayangkan kalo rame, bisa-bisa ia mengalahkan hinata. Wkwkwkwk.

" Kami minta maaf sama loe " Neji kemudian melanjutkan perkataan Naruto. Permohonan minta maaf terus berputar hingga terakhir yaitu Sasori.

" Sakura aku minta maaf. Nggak sepantasnya aku bertengkar dengan Sasuke seperti anak kecil. Aku sadar kalo kau sebenernya lebih menyukai Sasuke. Aku menyerah saja, lagian baru kali ini Sasuke bisa suka sama gadis. Dan kalau boleh, kita jadi kakak-adik saja. Dan juga maafin seluruh anggota BTS termasuk Sasuke juga. Mereka disini nggak salah. Yang seharusnya patut kau benci itu cuman aku. Aku yang egois. " Setelah berkata panjang lebar, Sasori menundukkan kepala.

Sakura ikut berjongkok menghadap Sasori.

" Ne, Sas-. Hm tidak. Ne, onii-san kuterima permintaan maafmu itu. Kulihat dari tatapan matamu bahwa kau sungguh-sungguh minta maaf. Arigatou ne onii-san " Sakura lalu tersenyum hingga emeraldanya menutup dan membentuk bulan sabit.

Tak lupa ia membalas semua permintaan BTS. Naruto yang senang merangkul Sakura dan juga semuanya. Hari ini mereka terlihat senang. Dan mereka terus tertawa bersama.

.

.

.

.

" Sakura, tunggu " Sasuke memegang tangan Sakura. Dan Sakura menghentakkan tangannya dengan kasar.

" Kenapa hah ? "

" Aa-aku ... " Mana mungkin Sasuke mengatakan ingin minta maaf secara terang-terangan di depan umum seperti ini. Gengsi Uchiha gaes.

" Kenapa? Udah hah gue mau pulang "

Sasuke kesal dengan gengsinya. Seharusnya ia mampu mengesampingkan gengsinya tersebut. Ia memikirkan cara seperti apa untuk meminta maaf kepada Sakura.

.

.

.

.

Malam ini bulan memancarkan sinarnya dengan indah. Dipadukan dengan gemerlap bintang dilangit menambah keindahan malam hari ini. Sakura berjalan di balkon, duduk disana, dan mengamati indahnya bintang-bintang dilangit. Saking fokusnya dengan pemandangan yang ia lihat, ia tak menyadari bahwa seseorang telah memanjat tangga dan naik ke balkon kamarnya. Hingga sekuntum bunga dan coklat tepat di depan wajahnya membuat fokusnta berubah. Sakura lalu menengok kebelakang, sebelum ia berteriak mulutnya telah dibungkam terlebih dahulu oleh tangan.

" Sakura maafin aku. Aku mungkin bertingkah seperti anak kecil saat itu karena aku nggak pengin kehilangan orang yang berhasil menjungkir balikkan duniaku saat ini. Dan membuat gengsi seorang Uchiha runtuh seketika "

Sakura terharu mendengar penuturan kata maaf dari Sasuke. Ia tak habis pikir dengan tingkah sasuke yang rela manjat ke balkon rumahnya. Tapi bukan sakura kalau dia nggak jail.

" Hn "

" Kenapa? Hn itu udah maafin belom "

" Hn "

" Sakura "

" Hn "

" Kau sudah siap eh jadi Uchiha ? " Tapi bukan namanya Sasuke kalau nggak menggoda Sakura.

Langsung saja Sakura menerima coklat dan bunga dari Sasuke. Dan langsung berbalik memunggungi Sasuke. Sasuke lalu menyusul Sakura dengan duduk disampingnya. Malam yang indah untuk mereka berdua.

.

.

.

.

BTS sekarang sedang berkumpul di markas mereka disekolah. Mereka tengah bersantai meikmati waktu kosong mereka. Terlihat Gaara dan Sai yang bermain PS. Shikamaru yang tengah tidur cantik. Sasuke dan Sasori yang mendengarkan MP3. Naruto yang ngemil sambil nonton. Neji yang rajin baca buku. Maksudnya bukunya novel. Wkwkwkw *ditimpuk Neji.

*ini ceritanya aku buat Sasori sama Sasuke udah baikan reader-san.

Sasuke teringat akan sesuatu. Ia langsung berdiri dan menyuruh member lain untuk berkumpul.

" Loe gangguin kita main aja " Gaara menggurutu. Sebab beberapa langkah lagi ia akan menang melawan Sai.

" Gue inget. Ge besok mau nembak Sakura "

" Wah selamat kalo gitu. Jaga imotouku dengan baik " Sasori menepuk punggung Sasuke.

" Imoutou ? Gue punya rencana. Kalian bantuin "

" Hoam. Apa ? Kayaknya seru ? "

Sasuke lalu menjelaskan rencananya besok untuk menembak Sakura. Yang lainnnya menganggung tanda mengerti dan setuju.

" Okey, let's go Sasuke " Naruto berseru senang melihat sahabat sejak kecilnya mulai senang dengan kehidupan remajanya.

.

.

.

.

Hari ini rencana Sasuke akan dilanjutkan. Ia telah meminta izin kepada kepala sekolah untuk memakai kelas di ujung lorong lantai 3 dan meminta sedikit bantuan.

Para member segera menyebar saat pertama kali mereka bertemu dengan sakura. Gaara yang berada di kelas. Neji dan Naruto yang berada diluar kelas. Sasori yang berada di tempat rahasia favoritnya. Shikamaru yang tengah berdiri di depan lokernya. Sasuke dan sai yang sedang baca komik di tempat favorit mereka. Dan tak lupa nona Haruno yang dipanggil oleh Kepala Sekolah.

Satu persatu Sakura melewati personil BTS. Gaara yang tau sekelebat bayangan pink melewatinya langsung keluar dan menyeringai. Naruto dan Neji yang asik berbicara langsung menatap punggung gadis gulali itu dan menyeringai. Neji langsung mengambil CD yang berisi lagu romantis untuk dibawa ke kelas di ujung lorong. *sekedar pemberitahuan ruang kepala sekolah berada di lantai 4. Shikamaru setelah menutup lokernya melihat Sakura yang berjalan melewatinya dan langsung pergi dengan tangan ditaruh di saku. Sasori yang melihat sekelebat bayangan Sakura langsung keluar dari tempat rahasianya. Sai dan Sasuke sendiri menghentikan kegiatan mereka. Mereka saling berpandangan dan menyeringai.

Sakura setelah kembali dari ruang kepala sekolah merasa ada yang aneh hari ini. Ia mempunyai feeling jelek. Gaara yang pertama, ia melihat sakura dan menariknya.

" Woy Gaara, mau kemana ? "

Gaara tak menjawab apapun. Gaara membawa Sakura ke lorong yang sepi. Tiba-tiba pikiran Sakura korslet. Ia berpikir macam-macam dengan tingkah Gaara saat ini.

" Loe mau ngapain ? "

Gaara tetpa tak merespon perkataan Sakura. Ia lalu mendekatkan tubuhnya sehingga tubuh Sakura menabrak dinding.

" Merah jangan dekat-dekat. Sana jauh jauh. "

Tetap saja Gaara tak menjawab. Sakura langsung mengeluarkan keringat dingin. Ia lalu langsung berlari meninggalkan Gaara sendirian. Gaara tertawa dan segera menyusul ke lantai 3.

Naruto yang bertemu Sakura sekarang sedang memojokkan Sakura di dinding.

" Hey Naruto. Ada apa ini ? " sakura sekarang tengah khawatir tingkat tinggi.

Naruto memperlakukan Sakura layaknya seorang murid yang patut di bully. Ia terus saja mengolok-olok Sakura. Sakura yang tak mendapat respon apapun memilih pergi dari situ. Ia berpikiran mungkin Naruto sedang frustasi. Naruto tetap tak membiarkan Sakura pergi. Ia tetap saja menghalangi Sakura untuk pergi. Hingga akhirnya Sakura memilih mengalah. Dan membiarkan Naruto membullynya.

Sakura sedang ingin mengambil buku pelajarannya yang ia tinggal di loker. Ketika melewati tempat persembunyina Sasori, Sasori langsung keluar mengikuti Sakura. Saat tiba dibelakang sakura, Sasori langsung membalikkan tubuh Sakura dengan keras, dan menarik pergelangan tangan Sakura.

" Hey Sasori. Kita kemana ? "

Sasori tak memperdulikan tatapan sekitar dan juga pertanyaan Sakura. Ia terus saja menyeret sakura kelantai 3 membanya ke ujung lorong. Setelah tiba ia langsung menyuruhnya untuk masuk.

Sakura kaget karena melihat anggota BTS sudah berkumpul disana. Ia memberikan tatapan bingung kepada Sasori. Dan Sasori hanya tersenyum,

Saat Sakura masuk, tiba-tiba kelas menjadi gelap. Seketika ada lampu yang menyorot dirinya dan seseorang yang sangat dikenalanya. Lagu romantis tak lupa diputar.

Sasuke memberikan setangkai bunga mawar kepada Sakura. Sakura menerimanya dengan wajah yang memerah. Sasuke lalu memegang salah satu tangan Sakura dan ...

" Sakura, will you be my girlfriend ? "

Personil BTS yang lainnya menyerukan kata 'terima' dengan sangat keras. Sakura memandang Kearah Sasori dan Sasori mengangguk. Saat Sakura membuka mulutnya semua langsung sepi, mendengar jawaban Sakura.

Sakura hanya mengangguk setuju dengan permintaan bungsu Uchiha di depannya saat ini.

" Iya? " Sakura mengangguk sekali lagi.

Dan saat itu juga personil BTS menghambur memberikan selamat kepada Sasuke. Mereka tengah bersenang-sennag hari ini.

" Bisakah kalian keluar sebentar ? " Yang lainnya hanya mengangguk setuju dan keluar meninggalakn pasangan baru yang sedang kasmaran ini.

Sasuke lalu menarik tubuh Sakura untuk mendekat dengannya. Ia mengeleminasi jarak anatara dirinya dengan Sakura. Sasuke menyingkirkan beberapa helaian rambut yang menutupi pipi semu Sakura. Ia lalu memeluk Sakura. Berucap terima kasih yang sedalam-dalamnya. Setelah puas dengan itu, Sasuke lalu melepaskan pelukannya.

" Ternyata Uchiha bisa romantis ya " Sakura tersenyum haru.

Sasuke membelalakkan matanya kaget. Ada sesuatu yang menempel di bibirnya saat itu. Sakura tangah menciumnya saat ini. Ia lalu menutupkan matanya. Menikmati waktu bersama gadisnya. Ya gadisnya yang beberapa menit yang lalu telah resmi jadi miliknya.

.

.

.

.

Semilir angin senja menerpa kulit putih Sakura. Sakura dan Sasuke saat ini sedang berada di atap. Mereka membolos jam terakhir dari Kakashi-sensei. Warna langit senja yang kejingga-jinggaan menambah scene romantis diantara mereka.

Sasuke sendiri sedang tiduran di paha Sakura. Hembusan angin yang keras membuat rambut Sakura berantakan. Ia merapikan rambutnya. Sasuke memandangi Sakura dengan intens. Ia mengagumi setiap detail dari wajah Sakura. Sakura yang tau dilihat seperti itu langsung salah tingkah dan pipinya merona merah. Sasuke kembali melanjutkan tidurnya dengan senyuman tipis yang tak dapat dilihat oleh Sakura.

" Hm Sasuke ke- "

" –kun "

Sakura memutar bola matanya bosan.

" Iya, ya, ya. Hm Sasuke-kun hari ini ada yang aneh dengan teman-temanmu itu "

" Kenapa ? " Sasuke mulai membuka matanya.

" Gaara tadi menarikku, begitupun dengan Naruto dan juga Sasori. Semuanya juga aneh memandangku seperti ingin memakanku. Mengerikan " Sakura membayangkan bahwa dia akan dijadikan daging panggang oleh personil BTS itu.

Sasuke hanya dapat menahan tawanya. Memperhatikan gadisnya yang sedang mengkhayalkan sesuatu yang aneh – lalu bangkit untuk duduk disamping Sakura.

" Itu adalah bagian dari rencanaku tadi "

" Rencana ? a-a-apa ? " Sakura lalu mengerutkan dahinya tak mengerti. Sasuke semakin mendekatinya, sedangkan Sakura semakin menjauh.

" Hn. Rencana itu kubuat untuk nembak kau tadi. Tapi sepertinya kurang seru " Sasuke menyeringai menatap Sakura.

Sakura merasakan perasaan yang tidak enak, segera berdiri dan berniat meninggalkan Sasuke. Tapi nihil Sasuke sudah menarik tangannya lebih dulu dan ia jatuh dipelukan Sasuke.

" Tapi aku tidak tega melihatmu lebih menderita. Mungkin rencanaku itu terlihat keterlaluan karena mengerjaimu. Mungkin nggak romantis, ataupun mungkin itu juga aneh tapi beginilah aku lebih suka dengan tindakan tanpa harus dengan kata-kata "

Setelah berbicara panjang lebar Sasuke mencium kening Sakura. Menyalurkan ketulusan hatinya. Membiarkan Sakura memahami isi hatinya.

" Ne, kau tumben bicara panjang lebar "

Sasuke menjitak kepala pink Sakura " Itu semua karena kau, jidat " dan tak lupa menyentil jidat Sakura.

" Ittai, Sasuke-kun "

Dan mereka kembali berpelukan dengan ditemani langit senja yang indah.

" Aishiteru yo Sasuke-kun "

" Aishiteru mou Sakura "

.

.

.

.

FIN

Gaje ya :D gomenasai aku terkena beban karena pengen nyepet nyelesain fic ini :D dan jrengg akhirnya selesai :D senengnya aku tp gaje menurutku

Thanks yang selama ini udah baca fic karya aku dan juga reviewnya :D sangat membantu.

Terima kasih banyak dan nantikan fic karya cherry selanjutnya :*

Jaaa :D