IRENE DAN CONAN
(PART 10)
CHAPTER 10 !
ENJOY !
Tak terasa, waktu terus bergulir. Roda kehidupan terus berputar. Semester demi semester ia lalui. Kini Irene sudah memasuki akhir semester 6 pada masa perkuliahannya. Banyak hal dan kejadian yang ia alami selama 5 semester sebelumnya. Ketika memasuki semester tiga, Irene akhirnya resmi berpacaran dengan Hakuba, kenalannya. Awal semester 5, Irene mendapat piagam penghargaan dari universitas Beika sebagai mahasiswi terbaik atas segudang prestasi di kampusnya. Saat waktu yang hampir berdekatan, Ran dan Sonoko telah lulus dari SMU Teitan. Sonoko melanjutkan pendidikannya ke Jerman, sementara Ran tetap melanjutkan pendidikannya di Jepang dengan berkuliah di universitas Beika jurusan hukum karena Ran ingin sekali seperti ibunya yang berprofesi sebagai Pengacara. Namun Conan dan Haibara masih terjebak dalam tubuhnya yang mengecil. Kini keduanya sudah menginjak kelas 3 SD.
SUATU SORE DI KOTA BEIKA
Sepasang muda-mudi sedang berjalan ditengah kota Beika. Dengan latar belakang sunset dan beberapa gedung-gedung pencakar langit, keduanya menyusuri kota Beika yang ramai pada sore itu. Selepas Irene menjenguk sahabat karib kuliahnya, Sakura yang terserang penyakit demam tinggi sejak pertengahan semester 6, keduanya berjalan menelusuri kota Beika. Menjelang liburan musim panas ini adalah hal yang berat bagi Irene karena melihat kondisi sahabatnya yang terbaring di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama oleh karena serangan demam tinggi yang menimpanya.
"Bagaimana keadaan Sakura sekarang, Irene?", ucap kekasih Irene yang tak lain adalah Hakuba
"Kondisi Sakura hingga kini belum ada perubahan yang begitu berarti. Kondisinya masih sama dengan beberapa hari yang sebelumnya"
"Aku berharap teman karibmu dapat segera sembuh dari penyakitnya agar ketika memasuki semester baru nanti, kau sudah bisa melanjutkan kuliah bersama-sama lagi"
"Terima kasih Hakuba. Aku memang berharap seperti itu. Aku rindu sekali kuliah ditemani sahabat karibku. Rasanya sepi sekali jika tidak ada dia"
"Kalau begitu, bagaimana jika kita makan mie Ramen saja dulu di restoran Ramen Beika yang baru dibuka beberapa minggu yang lalu itu ?. Apakah kau ingin mencobanya""
"Ide bagus Hakuba. Aku ingin sekali mencoba mie Ramen di restoran itu. kelihatannya enak sekali"
Hakuba berusaha untuk menenangkan dan mencairkan suasana perasaan Irene yang sedang galau karena sahabat karibnya yang sedang sakit dengan mengajaknya makan bersama. Kini perasaan ia lebih baik bila dibandingkan sebelumnya. Hakuba mengerti akan perasaan Irene yang seperti itu. Dengan membawanya wisata kuliner, ia yakin perasaan Irene akan membaik jika diajak makan bersama.
"Bagaimana mie Ramennya ?"
"Mie Ramen restoran tadi enak sekali rasanya. Terima kasih ya sudah mau mengajakku menikmati kuliner kota Beika ini"
"Justru aku yang berterima kasih kepadamu. Sebab, kau mau menemaniku untuk acara makan bersama ini"
"Kalau begitu, sekarang kita pulang saja ya. Aku hendak ke apartemen karena aku cukup lelah hari ini menemani Sakura di rumah sakit"
"Baik Irene, sebaiknya kau istirahat saja setelah menemani sahabatmu seharian, pasti kamu lelah"
Sesampainya Irene di apartemen, ia langsung menaruh tas, melepas sepatu dan menaruh handphone di meja belajarnya. Beberapa waktu terakhir ini adalah hari dimana Irene mengalami kelelahan sebab selain harus kuliah, sepulangnya setiap hari ia menjenguk Sakura, sahabat karibnya yang sedang sakit demam tinggi. Sambil menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, ia istirahat sebentar karena kelelahan.
Flashback
"Haibara, aku berjanji jika aku telah memiliki cukup ilmu farmasi selama perkuliahanku, aku akan membantumu untuk menemukan obat permanen agar kau dan Shinichi bisa kembali lagi ke tubuh semula secara permanen", ucap Irene kepada Haibara
"Baiklah Irene, justru aku sangat membutuhkan bantuanmu", ucap Haibara
"Shinichi, aku akan menolongmu kembali ke tubuh asalmu dengan menggunakan ilmu dari perkuliahan yang kuperoleh dengan membuat penawar permanen agar kau bisa bertemu dan kembali lagi dengan Ran"
"Terima kasih Irene, kutunggu bantuanmu. Aku ingin sekali kembali ke tubuh asalku", ucap Conan
End of Flashback
"Tunggu !, aku telah berjanji kepada Shinichi dan Haibara dua tahun yang lalu akan hal itu. Aku nyaris melupakan janji yang telah kubuat dengan keduanya. Semoga saja keduanya tidak marah kepadaku karena aku lupa"
"Sekarang aku sudah semester 6, sudah seharusnya aku menolong keduanya. Kebetulan aku sudah mempelajari efek dari penggunaan obat percobaan. Kuharap ini menjadi titik terang untuk memecahkan masalah keduanya"
"Kalau begitu, malam nanti aku akan ke rumah profesor Agasa untuk membicarakan hal ini"
Irene langsung bergegas mengambil handphonenya menelpon Haibara
"Moshi-moshi, Haibara?"
"Oh Irene, ada apa?"
"Begini, dulu aku pernah berjanji kepadamu bahwa aku akan membantu penelitianmu atas obat APTX 4869 jika aku sudah memiliki cukup ilmu dalam farmasi, apakah aku bisa membantumu penelitian ini selama liburan musim panas ini?"
"Janji kamu yang dulu?, oh iya aku ingat janji yang kamu katakan padaku. Tapi apakah selama kuliah kau sudah mempelajari tentang efek dari penggunaan obat dan unsur-unsur kimiawi pada obat ?, itu adalah syarat minimal agar kau dapat membantu penelitianku atas APTX 4869 itu"
"Sudah Haibara. Aku sudah mempelajari kedua-duanya"
"Baiklah, jam 7 malam ini kau datanglah ke rumah profesor agar kita bisa bicarakan secara langsung"
"Baik Haibara, malam ini aku akan segera kesana"
Setelah menelpon Haibara, Irene langsung menutup Handphonenya dan bersiap-siap mandi dan ganti baju untuk menuju rumah profesor.
"Bagus, kau datang tepat waktu Irene, sesuai dengan janjiku"
"Iya Haibara, karena aku tidak ingin melewatkan tahap awal penyelesaian penelitian penawar ini"
"Baik, akan kujelaskan aturan dan instruksi selama kau membantuku penelitian ini"
Haibara memberikan semacam beberapa aturan dan instruksi kepada Irene selama penelitian yang ia buat. Dengan seksama, kata demi kata, kalimat demi kalimat, Irene simak dengan cermat. Karena penelitian Haibara ini bukanlah penelitian yang sembarangan dan main-main. Maka dari itu, Irene harus menuruti semua apa yang diucapkan Haibara.
"Bagaimana Irene, apakah kau sepakat akan semua aturan dan instruksi yang telah kujelaskan?"
"Setuju Haibara, aku akan menuruti semua aturan dan instruksi yang telah kau jelaskan?"
"Baik, tapi apakah kau siap tidak bertemu dengan pacarmu, orang-orang yang kau kenal serta jalan-jalan selama libur musim panas ini?"
"Siap, tapi apakah aku boleh menjaga sebentar sahabatku yag sedang berada di rumah sakit karena sedang terserang demam tinggi selama penelitian ini?"
"Boleh Irene, tapi syaratnya kau harus kembali lagi ke rumah profesor sesegera mungkin. Ini bukanlah penelitian sembarangan. Kalau perlu, kau menginap saja di rumah profesor agar lebih mudah"
"Baik Haibara. Kalau begitu akan kupenuhi semua ini"
TO BE CONTINUED (PART 11)
MOHON REVIEW DARI PEMBACA SEMUA..THANKS
