Babboyeoja's another story :

Pure Romance

Inspired by :

Junjo Romantica by Shungiku Nakamura

Cast :

EXO OT12

Pair :

Kristao | Huntao | others

Rated :

M

Genre :

Romance

Typo-mah pasti ada brad, gak suka ya jangan baca, jangan buang waktu kalian di hal yang gak kalian suka, ini BOYS LOVE ALIS COWOK x COWOK, Boy x Boy. Serta para cast disini milik keluarga yang bersangkutan Saya hanya meminjam nama~

.Sekian.

.Mari membaca.


[Ch. 10 Reality, hits me hard! ]

Tanpa kusadari, hari- hari kini lebih berwarna dengan adanya kehadiran seorang Kris-Wu dihidupku, bukannya sok dramatis, tapi itu kenyataannya. Kehidupanku memang tak sepenuhnya mulus, ada sih hal- hal yang mengganggu, contohnya saat aku hendak pulang dari sekolah dan bukannya berakhir dirumah malah berakhir di taman hiburan dengan Sehun. Jadi, bisa dibilang kesedihanku berasal dari Sehun, kan?

Pelajaran miliki Mrs. Lee ini sungguh membuatku mengantuk, meamng sih ia mengajar Kimia, tapi cara mengajarnya itu dan suaranya bagaikan lullaby bagiku, bahkan tidak sekali aku hampir terlelap disetiap jam pelajarannya, hingga sebuah bel berbunyi, menghilangkan semua kantukku, ini keren, iyakan?

Dengan semangat, aku memasukkan semua barangku yang tergeletak diatas meja selama seharian penuh ini dengan tergesa- gesa, bukan cepat ingin pulang, aku hanya ingin ke toilet, tapi keberuntungan tidak ada dipihakku, dengan seenak jidatnya, Jongin yang memang duduk di belakangku, menarik kerah bajuku hingga membuatku terjengkang, dan tanpa merasa berdosa, Jongin tersenyum lebar hingga menenggelamkan kedua bola matanya,

"Apa, Jong?," tanyaku selelmbut mungkin,

"Zi, apa besok kau kosong?,", jawabnya sambil tetap memegang kerahku,

"Ya, besok kan, Sabtu, aku kosong, kenapa?," tanyaku kemabli lalu mulai mencoba melepaskan pegangannya, tapi tidak bisa terlepas satu jaripun, hah..,

"bagus! Besok antar aku ke rumah panti anjing, ya!," serunya lalu memelukku dengan eratnya,

"apa maksudnya itu?," tanyaku dengan sedikit teredam di pelukannya,

"itu… seperti.. tempat dimana aku bisa mengadopsi seekor anjing, karena aku tidak tahu namanya, jadi aku menyebutnya menjadi seperti itu, ya?!," jawabnya masih terus memelukku, aku membalasnya dengan anggukan kepala, dan setelah itu akupun bisa terbebas dari pelukan mematikannya.

Setelah menyelesaikan urusanku di toilet, kini aku melangkah menuju gerbang sekolah. Satu tujuanku, untuk pulang dan tidur dikamarku yang nyenyak tersebut.

Saat satu langkah lagi menuju gerbang aku merasa seperti seseorang menarik lenganku dengan kasar, dan pelakunya adalah, Oh Sehun. Ia denagn wajah tampannya, menarikku hingga aku masuk kedalam mobil sportnya.

"Ya! Oh Sehun! Kau mau bawa aku kemana?!," teriak, tidak murkaku padanya,

"ke tempat dimana, kita bisa tertawa bersama dan melakukan hal segalanya bersama," jawabnya dengan enteng,

"Apa maksudmu?! Cepat bawa aku pulang!," teriakku lalu memulai untuk memukul pundaknya,

"Tidak mau! Pokoknya hari ini adalah hariku dengan dirimu, tidak boleh ada pengganggu!."

Maka, dimulailah semuanya, penderitaan yang kebanyakan kegembiraan.

Sehun, membawaku kesebuah taman hiburan luas yang berada di Seoul, tapi ada hal yang aneh, ditempat hiburan ini sangatlah sepi, seperti hany ada kami berdua saja, tanpa pikir panjang, Sehun mulai mengajakku untuk berkeliling dan menaiki berbagai macam wahana disini, dari kora- kora, hingga komedi putar. Dan kini, aku dan Sehun sedang duduk berselahan sambil memakan permen kapas berwarna pelangi, khas buatan Sehun. Kenapa bisa? Apa yang tidak bisa dilakukan Oh Sehun, eh?

"Oh Sehun, kenapa kau membawaku kesini?,"

"Aku ingin menghabiskan waktuku sehari saja denganmu, dengan kesenangan dan juga tanpa adanya gangguang,"

"bagaimana jika kita tertangkap kamera fans-mu?,"

"Bukankah itu bagus?,"

"bagus apanya hah?!,"

"hehe, lagipula memangnya kau tidak senang hari ini?,"

"buakn begitu, aku sangat senang, bahkan aku sangat amat senang! Terima kasih Sehun!,"

"Sama-sama citao."

Dan entah siapa yang memulai duluan, jarak diantara wajah kami semakin lama semakin dekat, dan ya pertemuan kedua benda kenyal itupun terjadi, si manis Zitao yang terbuat dengan lumatan yang digencarkan si Tampan Sehun.

.

.

.

.

Sementara di sebuah kantor di Seoul, terdapat seorang pria berperawakan sempurna sedang mondar- mandir didepan meja kerjanya, ditangannya terdapat kotak beludru berwarna merah, wajah tampannya terlihat raut kebingungan yang kentara, hingga sebuah notifikasi yang masuk ke smartphonenya membuat wajah itu berganti dengan seketika. Di sana tertera nama seseorang yang memang sepertinya sedang ia pikirkan, pria itu adalah Kris Wu.

"Hallo, Zitao?,"

"Kris- Ge~! Kau dimana? Kenapa kau mengunci pintu apartemen?,"

"Ah~ maaf, aku tadi buru- buru jadi lupa, hehe. Jadi, apakah kau sudah tiba diapartemen?,"

"ya, tentu, cepatlah pulang aku ingin tidur~!,"

"memangnya kau kemana saja hari ini?,"

"main berasama teman, cepatlah Ge~,"

"tapi, Zitao, bisa kita bertemu di taman dekat apartemen kita?,"

"untuk apa?,"

"datang saja, kumohon,"

"baiklah,"

"Terimakasih, Zitao."

Dengan secepat kilat Krispun berlari menuju parkiran mobil dan mengenadari mobil kuda jingkraknya dengan tenaga yang penuh, dan tanpa mengeluarkan banyak waktu, Kris sudah tiba di tempat yang ia janjikan dengan Tao, kini terlihat seorang lelaki berparas manis berseragam sekolah sedang duduk manis disalah satu bangku di taman itu. Dengan cepat Kris berlari menghampirinya, tanpa basa- basi, krispun melancarkan rencana yang sudah ia persiapkan dengan matang,

"Zitao,"

"Ah, Gege! Gege, kemana saja?!,"

"Maaf, tapi ada hal yang harus Gege bicarakan denganmu,"

"Tentang apa Ge?,"

"Sebenarnya…,"

"Sebenarnya apa?,"

"Gege…,"

"Ya….?,"

"SebenarnyaGegeinginmengajakmumenikahcitao,"

"Apa?,"

"Gegeinginmengajakmumenikahcitao,"

"Apa?,"

"Citao!,"

"Hah?,"

"Citao!,"

"hah?!,"

"CITAAAAAAOOOOO!.".

.

.

.

.

.

.

.

"Citao- Noona, iyeonaa~ mayi mandi~ cama nini~citao~ citaaoo~."

Dan seketika kau merasa bahwa aku ditarik dari sebuah kehidupan dan membuatku dengan cepat membuka kedua mataku, dengan tak elitnya kini dihadapanku muncul seorang bayi berusia sekitar 2 tahun diatas perutku, ia adalah Jongin, sah- tunggu, tapi sejak kapan Jongin menjadi kecil seperti ini? Ehhh…

"Aigoo, ZItao, cepat bangun, lalu sarapan bersama~," seru seorang lelaki lain, itu seperti suara Yix- EOMMA!

Tunggu, jadi selama ini, selama aku kenal dengan Oh Sehun, memiliki Eommaku sebagai kakakku, Jongin adikku sebagai sahabatku dan Kris Wu sebagai seseorang 'kekasih' itu hanya sekedar bunga tidur?! Yang benar saja?!

Dengan sigap aku menggendong Jongin dan membawanya keluar kamar, Jongin yang diajak laripun hanya mengeluarkan tawa gemasnya dan jangan lupakan poninya yang dikuncir bak air mancur.

"Eomma!," teriakku lalu berlari menuju seorang namja bercelemek bunga bunga yang sedang sibuk menyiapkan sarapan, dan saat ia berbalik, banr saja, itu adalah Eommaku alias Yixing alias kakakku dimimpiku semalam,

"YA! Kemarin kau tidur jam berapa?! Kau seperti mayat!," seru Eomma lalu menjitak kepalaku, aku hannya bisa merengut dan juga Jongin yang malah ikutikutan menekan- nekan kepalaku dengan lengan mungilnya.

"aku lupa, memangnya kenapa?," jawabku seadanya,

"kemarin tu terakhir kalinya, Eomma mengobrol denganmu membahas, liburan kita, lalu tak lama setelah itu kau pamit kekamarmu, kami pikir saat kau lapar kau akan turun, tapi tidak. Jadi, kami tidak membangunkanmu, tapi malahan kau keenakkan, baru bangun diesok harinya!," cerocos Eomma panjang lebar, aku hanya bisa melongo mendengar penjelasan Eomma tadi, benarkah aku bisa tidur selama itu? Tidur di jam 3 sore dan bangun jam 7 pagi keesokannya? Kenapa lama sekali? Tapi… jika tidurku memang lama, berarti… mimpi itu kemungkinan besar terjadi, dan Kris, Sehun, semuanya hanya ada dalam mimpiki, huweee Eomma, aku tidak mauuuuu..

"Citao-Noonaaa~," seru Jongin sambil menepuk- nepuk pipiku,

"Apa?," tanyaku sambil menciumi wajahnya,

"hihi~ geyi~ Noona, mandiii~."

Dan ya, semua itu mimpi, Oh Sehun, seorang superstar yang tiba- tiba kenal denganku, well tapi dia benar- benar ada dan seorang artis, lalu Kris Wu, ia adalah tokoh imajinatifku saat membaca sebuah buku, apapun itu judul dan genrenya, dan sisanya mereka berkaitan dengan keluargaku dan sialnya adik bayiku ini malah kujadikan sahabatku, pantas saja manjanya masih ada.

Tak ingin membuatnya menangis, akupun tidak kamipun memutuskan untuk mandi bersama, dan setelahnya aku mendapatkan sebuah kotak berisi kertas yang entah apa isinya, saat aku tanyakan pada Eomma, ia bilang itu baru saja dikirim dan harus dibuka langsung olehku.

Kini Jongin sudah kembali kepelukan Eomma, dan meninggalkanku dengan sebuah surat yang berada digenggaman tanganku, isi surat itu begitu membuatku terkejut dan juga ingin mengubur diriku secara hidup- hidup. Ya tuhaaaan, yang benar saja?!

.

.

.

.

.

Dear, Zitao

Annyeong~ bagaimana wisata mimpimu, anak muda? Menyenangkan? Ah semoga saja kau amat menyukainya.

Bingung mengapa kau bisa melakukan itu? Hahaha itu karena kau telah membuat murkaku! Kau merobohkan tempat tinggalku yang berada di belakang sekolahmu! Kau merusaknya dank au harus menerima akibatnya! Jadi selamat bersenang- senang Zitao~!

With Love, Your fav Ghost, Taylor

p.s; jika kau terbangun saat mimpimi berjalan kau akan keluar dari kutukan ini, jika tidak kau akan selamanya tidur HAHAHAHAHAHAHAHA

.

.

.

.

.

.

.

"Dasar hantu perawan sialan, pantas saja mimpiku aneh, aigoo, Sehun-Hyuung~ Kris-Ge~~~."

END

.

.

.

Yeeee tamat, maaf ya kalau tamatnya gaje, soalnya ide udah buntung, ditambah tema dari ff ini tuh full romance gak ada konflik (ini masalah tebesar, soalnya author gak bisa buat ide ff romance, imut-imut gitu) jadi bingung harus diapain, dan ditambah author ini gasuka yang romantic-romantisan /?

Nah sekian dari Babboyeoja!

SEBELUMNYA, BABBOYEOJA MENGUCAPKAN TERIMAKASIH SEBANYAK- BANYAKNYA KEPADA SEMUA READER YANG SETIA BACA FF INI, DARI YANG UDAH NGE- REVIEW, FAV, FOLL, DAN LAINNYA /?, MIAN BABBOYEOJA GABISA TULIS SATU PERSATU, TAPI PEN-NAME KALIAN AKAN SELALU TERKENANG /?

Nah sekian dari Babboyeoja! (LAGI)

BYE~~~~!