Title : My Husband is Perfect!

Author : Cho Sera

Rating : T+ dan tidak menutup kemungkinan bisa berubah menjadi M mengingat yang menulis fanfic ini adalah author mesum-,-

Summary : Kehidupan rumah tangga seorang penyanyi terkenal bernama Cho Kyuhyun dengan yeoja sederhana bernama Lee Sungmin. Akankah Kyuhyun bisa mempertahankan Sungmin dan cita-citanya dalam waktu bersamaan? Cerita pasaran yang mungkin sudah sering chingudeul baca di tempat lain, tapi karena ini fanfic GS pertamaku yah,, diriku butuh masukan, saran dan kritik dari chingudeul semua, semoga kalian suka:)

Disclaimer : sudah dipastikan Kyuhyun itu milik Sungmin dan Sungmin itu milik author, jadi kalian para pumpkiners relakan lah bias kalian mengarungi biduk rumah tangga dengan author seksi menggoda ini #Kyu buru-buru ambil jarum buat ngempesin author.

Warning : bagi kalian KyuMin Shipper mungkin agak risih ngebaca fanfic ini karena disini peran Sungmin oppa adalah sebagai yeoja, tapi demi tubuhku yang semakin lama semakin montok, aku menulis fanfic ini hanya untuk hiburan semata jadi jika ada chingudeul yang tidak suka baca fanfic GS kusarankan jangan baca fanfic ini, kita saling menghargai saja, oke?^^ dan mungkin bagi kalian yang masih dibawah umur, kusarankan lebih baik jangan baca fanfic ini, karena bisa membuat kalian lebih cepat dewasa #plak

DON'T LIKE DON'T READ! NO PLAGIAT! YES KYUMIN! *apasihhhhh*

CHO SERA PRESENT

.

My Husband is Perfect!

Part 10

Apa ini? Apa ini adalah hukuman untukku karena telah egois memaksakan kehendakku untuk hidupnya?

Apa ini? Apa ini adalah kutukan untukku karena salah mengambil keputusan yang menyebabkan sakit tidak berujung dihidupmu?

Apa ini? Apa ini adalah cambuk kematian untukku karena tidak becus menjaga yeoja yang paling kucintai?

Sakit, ini terlalu sakit Tuhan,, kumohon sudah cukup sampai disini..

Tidak sayang, ini belum waktunya untuk kau menutup mata..

Perih ini terlalu menyiksa Tuhan,, kumohon hentikan semua ini..

Tidak sayang, bukan seperti ini cara kau meninggalkanku..

Nanti.. setelah kita telah puas merasakan kebahagiaan, setelah kita puas mengarungi waktu bersama, setelah kita puas hidup didunia ini baru kau boleh menutup mata itupun dengan syarat aku telah pergi terlebih dahulu..

Tidak bisa kubayangkan jika didunia ini tidak ada lagi senyum manismu.

Tidak bisa kubayangkan jika didunia ini tidak ada lagi ocehan lucumu itu.

Tidak bisa kubayangkan jika didunia ini tidak ada lagi sosok dirimu dihidupku.

Kumohon bertahanlah,

Aku membutuhkan seorang istri dan bayi ini pun membutuhkan eomma, oleh karena itu teruslah berjuang Lee Sungmin..

-Flashback-

Kepulan-kepulan asap dengan wangi menggoda, terlihat memenuhi kedai kecil yang berada dipinggir jalan kota Seoul. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam waktu setempat, tapi jalan yang menghubungkan pusat kota dengan pasar tradisional Seoul ini pun tidak pernah sepi pengunjung.

Deretan kedai-kedai kecil yang biasanya menyediakan menu sederhana berupa soju dan daging panggang ala Korea berbaris rapih disepanjang jalan pasar tradisional. Tempat yang sempurna untuk para karyawan yang ingin melepas penat setelah sehari penuh bergelumut dengan permasalah kantor yang tak kunjung rapih.

Ketika setiap meja penuh dengan kerumunan karyawan yang tertawa lepas dengan sahabat atau dengan para kolega, disudut kedai terlihat pasangan kekasih yang tengah asik menikmati semangkuk jajangmyun hangat dengan kimchi goreng dipiring lainnya, "Mashitaaaa~ oh Tuhan terimakasih karena telah menciptakan jajangmyun dihidupku," oceh sang yeoja yang disudut bibirnya terdapat bercak hitam sisa saus yang tertinggal.

"Itu terlalu berlebihan chagi,"

"Aku sangat mencintai makanan ini," yeoja bergigi kelinci itu sekali lagi memasukkan sumpit yang penuh dengan untaian mie berwarna hitam legam kedalam mulut kecilnya, "Ckckck~ yaa Lee Sungmin! Lihat wajahmu!"

"Waeyo?"

"Ish, kenapa sih ada yeoja sepertimu," tangan Kyuhyun terjulur mencoba membersihkan noda itu dari sudut bibir sang kekasih.

"Ahhh~ mian, ini karena aku terlalu bersemangat,"

"Setelah ini apa yang ingin kau lakukan?"

"Mwo? Seharusnya aku yang berkata seperti itu, kau kan sedang berulang tahun jadi hari ini aku akan mengabulkan semua permintaanmu," ucap Sungmin dengan senyum aegyo yang membuat Kyuhyun harus sedikit meredam sisi 'nakal' ditubuhnya, "Apa yang kau inginkan chagi? Tapi kumohon jangan meminta sesuatu yang terlalu mahal, aku hanya membawa,, ah chakkaman!" Sungmin merogoh kantung mantelnya dan menghitung beberapa Won yang ia punya.

Kyuhyun yang melihat sikap lugu kekasihnya hanya menyunggingkan senyuman manis disudut bibirnya. Bukan, bukan sebuah seringai yang sering ia perlihatkan tapi seulas senyuman tulus untuk sang pujaan hati, "Benar kau akan mengabulkan permintaanku malam ini?"

"Ne, jika kau berbaik hati membayar semua makanan dan minuman ini aku bisa memberikan barang yang sedikit mahal untukmu," Sungmin masih saja sibuk menghitung koin-koin Won dengan tangannya. Dan Kyuhyun berani bersumpah demi iblis yang sejak lahir mengikuti jalan hidupnya, pose Sungmin sekarang membuat Kyuhyun ingin mencari tempat sepi dan melumat bibir plum itu dengan sedikit kasar.

"Jangan memasang wajah itu lagi chagi,"

"Mwo?" sejenak Sungmin menghentikan kegiatannya dan memandang lekat namja tampan yang hampir satu tahun ini menjadi kekasihnya, "Jangan memasang wajah aegyo itu didepan umum, tidak boleh,"

"Maksudmu?"

"Kau sudah selesai kan? Kajja," sekumpulan namja yang Kyuhyun perkirakan seumuran dengannya sedang menatap Sungmin-nya penuh damba, tentu saja seorang Cho Kyuhyun tidak akan membiarkannya terjadi! Sungmin miliknya, ingat itu!

"Yaaa Kyuhyun~ah aku belum menghabiskan jajangmyun itu, yaaa Cho Kyuhyun!"

.

.

.

Setelah menarik paksa Sungmin, kini pasangan kekasih itu terlihat berjalan santai dengan tangan saling terkait erat dipinggir jalan sungai Han yang sudah mulai sepi oleh pengunjung, "Sungmin~ah, sudah lebih dari satu tahun kita bersama tapi satu pun aku tidak mempunyai foto berdua denganmu,"

Sungmin menghentikan langkahnya, "Aa-apa maksudmu Kyu?"

"Kita berfoto bersama ne?"

Sungmin mengorek kupingnya takut-takut yeoja bergigi kelinci ini salah mendengar ucapan kekasih evilnya. Berfoto bersama? Selama ini sudah beribu cara Sungmin lakukan agar Kyuhyun mau berselca berdua dengannya, dia ingin wallpaper handphone pink kesayangannya terpajang foto dirinya dan Kyuhyun, ia ingin memamerkan kepada seluruh penduduk asrama jika kekasihnya sangat tampan tapi Kyuhyun tidak pernah mau melakukannya!

"Kau kenapa?"

"Apa aku tidak salah dengar?"

"Anni,"

"Apa tadi pagi kau salah minum obat?"

"Anni,"

"Apa tadi pagi kau salah makan?"

"Anni,"

"Apa tadi pa-"

"Sudah cukup! Anggaplah aku tidak pernah meminta hal itu padamu," ucap Kyuhyun dengan tangan yang membekap bibir Sungmin yang sejak tadi tidak berhenti berspekulasi.

"ANDWAE! Kajja, kita kepinggir sungai," dengan riang dan semangat Sungmin menarik tangan Kyuhyun, "Untuk apa kita kepinggir sungai chagiya?"

"Obsesiku sejak dulu adalah berfoto bersama dengan pacarku dipinggir sungai Han,"

"Obsesi macam apa itu Lee Sungmin," ucap Kyuhyun datar.

"Ahhh~ aku harus menemukan cermin! Aku harus membenarkan tatanan rambutku! Aigoo~ eoddokhae?"

.

.

.

"Hanaaa,, dull,, set!"

Jepretan lampu flash kamera terlihat mengabadikan moment manis pasangan kekasih itu. Sang namja yang memang jauh lebih tinggi dari sang yeoja berdiri dibelakang dan dengan mesra memeluk tubuh sintal itu. Sang yeoja tentu saja sudah bersiap dengan wajah aegyonya yang membuat foto itu terlihat sangat sempurna.

"Han beondo!" teriak Sungmin. Yeoja itu bersiap dengan pose lainnya, kali ini mereka duduk bersebelahan dipinggir sungai Han dengan kepala Kyuhyun yang diletakkan dipundak Sungmin dan Sungmin bersumpah foto itu akan ia perbesar dan akan ia pamerkan kepada para sahabatnya di asmara.

Kilatan demi kilatan lampu flash kamera seolah tidak pernah bosan mengabadikan moment langka itu, Sungmin tidak perduli tadi pagi sarapan apa yang Kyuhyun santap sampai namja ini berubah 180 derajat, "Sudah cukup, sekarang aku ingin memiliki fotomu seorang diri,"

"Baiklah! Akan kuperlihatkan bakat terpendamku kepadamu," dengan penuh percaya diri, Sungmin langsung bergaya didepan Kyuhyun yang membuat senyum tulus itu kembali terlihat disudut bibir namja tampan itu.

.

.

.

"Gomawo,"

"Untuk?"

"Karena kau tidak meminta barang yang mahal dihari ulang tahunmu,"

"Uang itu bisa kau gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat,"

Sungmin menyampingkan tas ranselnya mencoba mengambil sesuatu dari dalam, "Ini, pakailah,"

"Apa ini?"

"Sebelum berangkat kerja, aku melihat seorang halmonie menjual gelang cantik ini dipinggir jalan. Ketika aku mendekat dan berniat untuk membelinya, halmonie itu terlebih dahulu memberikan gelang itu untukku. Halmonie itu bilang aku dan kekasihku berhak memakai gelang itu karena gelang itu adalah simbol kasih sayang," sebuah gelang yang sangat sederhana dan berwarna pink kini melingkar cantik ditangan pemuda bermarga Cho itu.

"Apa tidak terlalu berlebihan?"

"Apa maksudmu?"

"Gelang ini berwarna pink,"

"Lalu?"

"Tidak bisakah ditukar dengan yang warna hitam? Atau biru lebih baik,"

"Aku suka pink!" tanpa mau memikirkan perasaan Kyuhyun, Sungmin langsung memakai gelang yang sama ditangan kanannya, "Aigooo~ kenapa gelang ini sangat cantik? Jika kau melepasnya, aku berjanji selamanya tidak ingin lagi kau sentuh!" ancam Sungmin tidak masuk akal.

"Hanya kau yeoja yang mengancam kekasihnya seperti itu,"

"Aku tidak mau tahu,"

"Masuklah, hari sudah sangat malam,"

"Ne, kau berhati-hatilah jika sudah sampai rumah tolong hubungi aku ne?"

"Ne,"

"Annyeong,"

Saat Sungmin ingin melangkahkan kakinya, dengan cepat Kyuhyun menahan lengan yeoja kecilnya, "Mwo?"

"Saranghae Sungmin~ah, jeongmal saranghae,"

Sungmin tersenyum, "Arra," Sungmin kembali membalikkan tubuhnya dan Kyuhyun kembali mencegahnya, "Mwo?"

"Katakan kau juga mencintaiku,"

"Nado saranghae Cho Kyuhyun,"

"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku,"

"Aku tidak pernah sekalipun memikirkan hal itu,"

"Berjanjilah,"

"Aku berjanji,"

"Cium aku,"

"Kyuhyun~ah,"

"Kumohon, anggaplah ini kado special yang kau berikan untukku,"

Sungmin menengokkan wajahnya kekanan dan kekiri memastikan jalanan gelap itu sepi dari manusia yang bisa saja memergoki kegiatan mesum kedua remaja yang masih berstatus pelajar. Setelah dirasa aman, Sungmin berjinjit menyamakan tinggi badannya dengan Kyuhyun dan mencium bibir tebal itu lembut.

Sangat lembut seolah lewat ciuman itu, Sungmin juga menyampaikan berpuluh-puluh doa untuk hubungannya dengan Kyuhyun dimasa yang akan datang. Tangan Kyuhyun kini melingkar dipinggang rampingnya dan terlihat sangat menikmati moment ini.

Jarak dengan cepat memutuskan ciuman hangat itu, bibir Sungmin kini telah basah dan sedikit memerah akibat ciuman panjang itu, "Masuklah,"

"Ne, annyeong,"

Kali ini kedua lengan itu dengan terpaksa harus berpisah, Sungmin membalikkan badannya dan dengan cepat melangkahkan kakinya memasuki gerbang sederhana yang sudah sejak kecil menjadi tempat tinggalnya dengan puluhan anak yatim piatu lainnya.

Setelah matanya tidak lagi melihat sosok Sungmin, langsung saja senyum tulus itu menghilang dari wajah Kyuhyun, "Keluarlah,"

"Sudah jangan bersembunyi lagi, aku tahu eomma yang mengirim kalian,"

Satu per satu namja berpakaian formal dengan stelan jas hitam keluar dari semak-semak pepohonan yang tumbuh subur di lingkungan asrama, "Apa yang kalian inginkan?"

"Mianhae, aku harap tuan muda tidak mempersulit kami. Ikutlah bersama kami," ucap salah seorang ahjussi.

"Eodiga?"

"Nyonya Cho sudah mengurus kepindahanmu, satu jam lagi pesawat kita akan take off,"

"Kemana eomma akan mengirimku?"

"Swiss, Nyonya Cho sudah menyiapkan semuanya, jadi kumohon ikutlah bersama kami,"

"Baiklah,"

-Flashback end-

**** My Husband is Perfect! ****

"Eo- eomma?"

Mata Kyuhyun menangkap sosok yang hampir 6 tahun ini tidak pernah dilihatnya lagi. Sosok yang sedari kecil ia sebut 'eomma' tapi tidak pernah sekali pun ia merasakan kasih sayangnya. Sosok yang telah berjasa memberikan kehidupan untuknya tapi tidak sedikit pun ia merasa bahagia berada disampingnya.

Kyuhyun ingin seperti anak lainnya yang bersandar pada sang eomma ketika masalah tengah menerpa hidupnya, besar keinginannya untuk memeluk sosok dihadapannya ini, "Eo- eomma?" lidah itu terasa sangat kelu mengucapkan kalimat yang sudah lama tidak ia ucapkan.

"Kyuhyun~ah,"

PRANGGG~

"Arrrrggghhhh! Kyuuuuu~ Jeballlll~"

Suara rintihan terdengar jelas di indera pendengar Kyuhyun, bahkan jika saja Nyonya Cho tidak terlalu tenggelam melihat wajah putra semata wayangnya pastilah yeoja terhormat itu juga mendengar jelas suara rintih kesakitan itu.

Tersadar saat ini Sungmin membutuhkannya, dengan cepat Kyuhyun berlari masuk kedalam apartmentnya dan meninggalkan sosok itu seorang diri.

Lagi, Kyuhyun harus teriris melihat keadaan istrinya. Dengan perut yang membulat sempurna, Sungmin tersungkur jatuh kelantai yang penuh dengan pecahan kaca. Sebuah vas bunga yang menjadi penghias di meja makan hancur tidak berbentuk, Sungmin mencoba menggigit bibirnya untuk mengurangi rasa sakit ditubuhnya.

Entah mengapa tulang persendian diseluruh tubuh yeoja manis itu tidak bisa sama sekali digerakkan, rasa linu bercampur rasa sakit yang luar biasa harus Sungmin rasakan secara bersamaan.

Tidak ingin terlambat sedetikpun menyelamatkan nyawa Sungmin, tanpa aba-aba Kyuhyun langsung menggendong tubuh rapuh itu dan sekali lagi berlari kencang menuju rumah sakit disamping gedung apartmentnya.

Kyuhyun benar-benar tidak perduli dengan yeoja yang tadi sempat ia panggil 'eomma', sedetik kemudian Kyuhyun telah benar-benar menghilang dari penglihatan yeoja terhormat itu.

Pintu apartment yang sedikit terbuka, membuat Nyonya Cho sedikit berani melihat bagaimana kehidupan putranya sekarang. Kaki yang berbalut stoking cokelat lengkap dengan sepatu mahal dengan brand ternama melangkah masuk kedalam apartment yang tidak bisa dibilang sederhana itu.

Mata congkaknya menatap lekat foto yang dibingkai dengan figura cantik yang berada persis diruang tamu apartment. Foto itu sangat besar, sebesar pancaran kebahagiaan yang terlihat jelas tergambar dalam lukisan tak benyawa itu. Mata itu tidak lagi congkak, hanya pancaran kesedihan yang terlihat menatap sendu, "Kyuhyun~ah apa kau sebahagia itu bersamanya? Bahkan kau rela meninggalkanku,"

Dalam foto itu Kyuhyun sedang menggedong tubuh kecil Sungmin dipunggungnya dipinggir pantai yang juga memperlihatkan sunset indah sebagai latarnya, wajah keduanya yang melihat kamera tersenyum lebar seakan menyiratkan kebahagiaan tiada akhir dihidup pasangan berbeda umur itu. Kini tidak ada lagi sirat kebencian dimata congkaknya, hanya ada penyesalan,, penyesalan teramat dalam dan mungkin saja sudah terlambat untuk mengubah semuanya..

**** My Husband is Perfect! ****

Namja itu menggerakkan tubuhnya gelisah, kaki panjangnya tidak mau diam menampakkan kekhawatiran yang menyerang hati. Berkali-kali Kyuhyun menarik rambutnya, seolah ingin menyakiti dirinya sendiri.

Satu jam sudah Sungmin berada dalam ruangan itu, Kyuhyun berharap lampu itu berubah menjadi hijau dan pintu itu terbuka sekarang juga. Pikiran buruk terus menghantuinya, berpikir mungkin ia akan kehilangan satu diantara dua manusia yang paling dicintainya membuat air matanya mengalir deras, atau lebih buruk dari itu?

Buru-buru Kyuhyun menghapus pikiran itu, tapi semalam ketika sedang tidur samar-samar Kyuhyun mendengar Sungmin berbicara sesuatu, "Kyuhyun~ah jika nanti aku tidak sekuat apa yang kau bayangkan, apa kau bisa menjaga uri aegya dengan benar? Karena jika kau dihadapkan pada suatu pilihan menyakitkan, aku ingin kau memilihnya.. Berjanjilah! Dan jika Tuhan berkata akan datang saat-saat itu, berjanjilah kau harus kembali kepada keluargamu dan carilah yeoja baik untuk membantumu merawatnya.." Kyuhyun kembali menangis ketika otaknya memutar ulang memori tadi malam. Saat itu Kyuhyun ingin sekali memarahi Sungmin karena berkata hal tidak sopan seperti itu, tapi mata itu tidak bisa berkompromi, rasa kantuk yang sangat membuat Kyuhyun mengabaikan perkataan menyakitkan itu.

Hijau!

Yah, lampu yang berada tepat diatas dipintu unit emergency room itu sudah berubah warna, Kyuhyun mengusap kasar air matanya dan menunggu seseorang keluar dari pintu besi itu. Tiga menit kemudian, seorang dokter yang masih menggunakan baju hijau dengan masker yang masih melekat diwajahnya keluar dari dalam ruangan, "Apa yang terjadi? Bagaimana istriku? Anakku? Mereka baik-baik saja kan? Eoh? Mereka baik-baik sajakan?" menghadang cepat dokter paruh baya itu, tanpa memperdulikan sopan santun Kyuhyun memberondong semua pertanyaan yang ingin sekali ia tahu jawabannya.

"Kita akan tahu jawabannya setelah Sungmin-ssi sadar, tapi kuberharap kau sudah mempersiapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk," ucap dokter Shin bijak.

"Apa, apa itu kemungkinan terburuknya? Beritahu aku, palli!"

"Penyakit Sungmin-ssi sudah mencapai batas akhir untuk dikatakan aman, penyakit itu sudah menyerang seluruh saraf persendiannya, ini sangat tidak baik. Kami pun belum bisa mengeluarkan bayinya, kandungannya baru memasuki bukan kelima walau berat bayinya sudah ideal untuk dikeluarkan tapi tubuhnya belum terbentuk sempurna. Setelah 7 bulan, baru kami bisa mengeluarkan bayi itu walau dengan keadaan premature.,"

Kyuhyun mencengkram dadanya yang terasa sangat sesak. Tuhan, saat ini Kyuhyun hanya perlu bernafas, tapi mengapa ini terasa sangat sulit!

"Kyuhyun-ssi, tapi ada kabar lainnya yang harus kau dengar," Dokter paruh baya itu menuntun Kyuhyun untuk duduk dikursi yang memang sudah tersedia diseluruh penjuru rumah sakit, "Bayimu normal,"

"Mwo?"

"Sungmin-ssi menjaganya dengan sangat baik,"

"Aa-apa maksudmu?"

"Sungmin-ssi tidak menurunkan sedikitpun penyakitnya kepada anak kalian. Entah apa yang terjadi, DNA Sungmin sama sekali tidak tumbuh dalam sel darah bayi kalian, hanya DNA mu saja yang tumbuh dalam sel darahnya. Kejadian ini sangatlah langka, seorang bayi biasanya terbentuk dari DNA campuran kedua orang tuanya tapi tidak dengan bayi kalian. Ilmu kedokteran pun tidak bisa menjelaskan kejadian ini, ini adalah keajaiban,"

Sedikit lega namja tampan itu mendengar penuturan sang dokter, setidaknya mulai sekarang Kyuhyun bisa lebih berkonsentrasi dengan Sungmin. Bukan Kyuhyun tidak ingin memperhatikan buah hatinya, tapi Kyuhyun yakin ada malaikat yang saat ini sedang menjaga anaknya, "Jeongmal gomawoyo,"

"Tapi tetap saja sebagai dokter yang juga seorang manusia, aku tidak ingin kau menaruh harapan besar dipundakku. Aku akan berusaha sebaik mungkin, tapi kau juga perlu mempersiapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk," Dokter Shin pergi dengan sebelumnya menepuk pelan pundak sang mantan idol terkenal.

Ya status 'idol' memang tidak pernah sepenuhnya lepas dari namja yang gemar berseringai itu. Ada saja wartawan yang tetap eksis mencari berita terbaru tentangnya dan keluarga kecilnya. Dan jangan lupakan status Kyuhyun yang merupakan pewaris tunggal satu-satunya kerajaan investasi tersebar se-Asia 'Cho Grup', itu cukup masuk akal menjadikan sosoknya headline dimajalah-majalah ibu kota.

Status Sungmin pun sekarang sudah semakin terekspose, yeoja manis itu selalu saja dikaitkan dengan scandal 'pemerkosaan' yang dituduhkan kepada Kyuhyun dulu. Oleh sebagian awak media atau masyarakat yang benar-benar buta melihat rasa cinta yang tergambar kuat dimata Kyuhyun untuk seorang Lee Sungmin, mereka masih menganggap bahwa Sungmin hanyalah pelampiasan Kyuhyun untuk membersihkan namanya, itulah yang membuat Kyuhyun melarang Sungmin berurusan dengan benda kotak persegi berwarna hitam 'televisi'. Bukan bermaksud tidak baik, Kyuhyun hanya tidak ingin Sungminnya terluka, hanya itu!

Pintu unit emergency room itu kembali terbuka, Kyuhyun yang masih belum sadar sepenuhnya sehabis mendengarkan penyataan dokter, dengan cepat menghampiri tubuh Sungmin yang terbaring lemas diatas ranjang dorong. Tiga orang suster menggiring Sungmin kedalam ruang perawatan dan seperti biasa Kyuhyun hanya mampu menggenggam tangan istrinya erat.

.

.

.

Satu ruang perawatan VIP Kyuhyun pesan untuk kesembuhan Sungmin, sebuah kamar yang didesain persis seperti kamar hotel bintang lima memang sengaja Kyuhyun pesan untuk kenyamanan istri dan calon anaknya.

Saat ini Sungmin terbaring lemas dengan tubuh yang berbalut pakaian khas rumah sakit. Perutnya masih bulat sempurna, sesekali perut itu seperti bergerak menandakan adanya kehidupan didalam sana. Bayinya memang sangat aktif, Kyuhyun dan Sungmin sengaja tidak memperbolehkan para dokter pribadi mereka mengatakan jenis kelamin bayi yang ada dikandungan Sungmin saat ini.

Kyuhyun ingin semuanya seperti sebuah kejutan Tuhan yang belum ia ketahui. Memanfaatkan suaminya yang memang orang berada, Sungmin juga tidak ragu membeli semua barang keperluan bayi dengan dua warna berbeda, biru dan pink! Tapi jika Sungmin bisa memilih, ia ingin sekali bayi ini berjenis kelamin yeoja.

Hey, membuat gaun kembar berwarna pink dengan pita besar dibelakangnya dan dengan cantik melangkah bersama disepanjang jalan kota Seoul bersama sang buah hati adalah impian Sungmin sejak dulu..

Sungmin juga akan membelikan puluhan bando lucu berwarna pink dan pita-pita cantik berwarna senada yang nantinya akan ia jadikan hiasan dirambut panjang putri kecilnya. Ahhh~ Sungmin berharap impian itu akan menjadi nyata.

Kala itu Sungmin masih saja berjelajah di mimpi panjangnya, mata kelincinya belum terbuka sejak tidak sadarkan diri tadi malam. Dan Kyuhyun juga masih setia berada disamping yeoja manis itu dengan kedua tangan memegang tangan Sungmin erat. Sesekali tangan kanannya terjulur untuk merasakan pergerakan yang terjadi diperut istrinya, namja tampan itu sedang berusaha berinteraksi dengan anaknya, "Chagiya, kau nyaman didalam sana?" ucap Kyuhyun bermonolog.

"Kau pasti sudah tidak sabar melihat wajah tampan appa dan wajah cantik eomma, iya kan? Aku pun sudah tidak sabar untuk bisa melihatmu," tangan itu masih mengusap lembut perut Sungmin, "Ternyata eomma menjagamu dengan sangat baik. Kau tahu, bahkan dokter Shin mengatakan kau adalah bayi yang sehat dan sangat aktif! Tapi kau harus ingat, eomma sedang sakit sekarang. Kau harus menjaganya seperti aku sekarang. Buatlah jantungnya agar terus berdetak, buatlah eomma terus bernafas. Bukankah kita berdua sangat membutuhkannya? Tolong katakan pada eomma, agar terus hidup,"

Dinding pertahanan itu kembali rapuh, Kyuhyun menundukkan kepalanya dan berkali-kali mengecup tangan lemas Sungmin. Air mata terus mengalir di wajah tampannya. Tidak, seharusnya Kyuhyun tidak boleh begini! Ini adalah keputusannya, mempertahankan baby Cho dan mengulur waktu pengobatan Sungmin adalah keputusannya! Tentu dia tidak boleh lemah seperti ini.

Sungmin akan bertahan kan?

Secepatnya Sungmin akan membuka mata kan?

Katakan kesembuhan Sungmin hanya tinggal menunggu waktu kan?

Oh ayolah Kyuhyun,, ini semua keputusanmu! Lalu mengapa sekarang Kyuhyun merasa sangat egois karena telah menyakiti Sungmin seperti ini? Pasti Sungminnya sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang semakin lama semakin menggerogoti tubuhnya.

**** My Husband is Perfect! ****

Sudah hampir seminggu tapi Sungmin belum juga menunjukkan tanda-tanda perubahan yang berarti. Mata kelinci itu masih enggan terbuka, dikedua lubang hidungnya masih terdapat selang-selang penyangga nyawa seorang Lee Sungmin, tangan kirinya sudah membengkak sempurna akibat jarum infus yang sudah seminggu ini selalu menempel diurat nadinya.

Ryeowook dan Eunhyuk silih berganti datang untuk merawat sahabat sekaligus eonni tercinta. Kyuhyun yang bersikeras tidak ingin meninggalkan Sungmin, sudah berhasil diamankan oleh Yesung dan Donghae atas instruksi masing-masing yeojachingu.

Siapapun tidak akan tega melihat kondisi Kyuhyun saat itu. Penampilannya sangat lusuh, tepat dibawah kedua matanya terdapat garis gelap yang membuat namja itu jauh dari kesan tampan. Tujuh hari Kyuhyun terus berada disamping Sungmin, tujuh hari Kyuhyun terus menggenggam tangan Sungmin dan tujuh hari pula Kyuhyun tidak pernah sedikit pun memejam matanya untuk menjaga Sungmin.

Kini namja tampan itu tengah tertidur pulas disofa yang tepat berada disamping ranjang sang istri. Donghae dan Yesung bekerja sama dengan tim dokter memberikan Kyuhyun obat penenang untuk menjaga kondisinya. Kyuhyun benar-benar sangat keras kepala, sejengkal pun dia tidak pernah mau meninggalkan yeoja bergigi kelinci itu.

Membiarkan Kyuhyun beristirahat, kini saatnya Ryeowook yang menjaga Sungmin. Tidak pernah bosan Ryeowook bercerita apa saja kepada Sungmin. Ia yakin, walau tidak menanggapi apa yang ia bicarakan tapi mungkin Sungmin mendengar semua perkataannya, "Eonni, kau tidak lelah terus memejamkan mata? Aku rindu dengan sorot matamu," dengan telaten Ryeowook mengusap seluruh permukaan tangan Sungmin dengan handuk hangat.

"Bahkan suamimu tumbang menunggu kau membuka mata. Kau tidak merasa kasihan kepadanya? Eonni, kau tahu? Dokter mengatakan bahwa bayimu sangat sehat, kau menjaganya dengan sangat baik. Aku tidak sabar melihat wajah keponakanku, pasti dia sangat cantik sepertimu," bagi seorang Kim Ryeowook yang gemar menangis, tentu saja saat ini ia merasa air matanya akan segera datang. Tapi tidak, dia tidak boleh menangis! Memangnya apa yang perlu ditangisi? Sungmin hanya tertidur, nanti juga yeoja manis itu akan bangun dari tidurnya, percayalah!

"Eonni, kau tahu Hyukkie eonni dan Donghae oppa akan segera menikah? Meraka memutuskan untuk menikah. Setelah kondisimu membaik mereka akan secepatnya melangsungkan pernikahan, karena Hyukkie eonni ingin kita berdua yang mendampinginya di altar,"

"Chagiya,"

"Oppa,"

Yesung datang dengan membawa dua kotak makanan untuk sang kekasih, Yesung tahu jika sudah merawat Sungmin pasti Ryeowook akan melupakan segalanya, "Oppa, kau datang?"

"Ne,"

"Aku menyuruhmu tidak perlu datang,"

"Aku tidak ingin kekasihku berakhir tragis seperti dia," Yesung menunjuk Kyuhyun yang saat itu tertidur sangat pulas disofa yang memang tersedia diruangan VIP, "Makanlah, aku tahu kau belum makan,"

"Aku tidak lapar oppa,"

"Sedikit saja, kumohon,"

Tidak ingin terus membantah, Ryeowook menghentikan kegiatannya dan menghampiri Yesung yang sudah menyiapkan makanan untuknya, "Kau lelah? Bagaimana pekerjaan dikantor?"

"Sejak bocah itu meninggalkan tanggung jawabnya, aku dan Donghae harus bekerja keras menyelesaikan masalah kantor,"

"Oppa, Kyuhyun-ssi hanya ingin merawat eonni,"

"Arra, itu sebabnya aku tidak bisa marah,"

Dengan malas Ryeowook menyuapkan makanan kedalam mulutnya, "Makanlah yang benar. Kau selalu mengkhawatirkan orang sampai lupa dengan kesehatanmu, wajahmu sudah sangat jelek,"

"Ne,"

.

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari waktu setempat, Kyuhyun masih tertidur nyenyak disofa panjang dengan tubuh yang ditutupi selimut tipis seadanya. Ryeowook dan Yesung memilih tidur dikasur lipat yang dipinjam khusus kepada pihak rumah sakit. Yesung tidur denganmemeluk tubuh sang kekasih, ia tahu walau tidak pernah mengatakannya tapi Ryeowook mungkin sudah sangat lelah menjaga Sungmin.

Disudut ruang, terlihat tubuh Sungmin yang masih saja terpasang alat-alat yang terhubung dengan mesin-mesin penyangga hidup. Tapi, sepertinya ada yang berbeda dengan tubuh itu, tubuh Sungmin berusaha merespon keadaan. Jarinya mulai bergerak, terlihat sekali Sungmin sedang berusaha membuka matanya. Tujuh hari tertidur nyenyak membuat yeoja manis itu sulit sekali membuka kelopak matanya.

"Kyu~"

Satu nama terucap dari bibirnya. Nama yang membuatnya tetap bertahan walau tubuhnya didera rasa sakit yang luar biasa. Satu nama yang membuatnya kuat dan yakin jika saat ini belum saatnya ia menyerah, "Kyu~" mata Sungmin sudah terbuka sempurna. Beruntung ruang perawatan ini hanya diterangi sinar bulan, jadi Sungmin tidak perlu membiasakan retinanya menerima cahaya yang masuk.

Kepalanya bergerak pelan mencari sosok namja yang sangat ia rindukan. Berhari-hari tidak melihat wajah tampan itu, membuatnya sangat merindukan Kyuhyun. Selama tujuh hari ini Sungmin masih merasakan kehadiran Kyuhyun disampingnya, Sungmin juga merasakan sentuhan-sentuhan lembut Kyuhyun diseluruh wajah dan tangannya tapi sedikit pun Sungmin tidak bisa membuka matanya hanya untuk melihat sang suami tercinta.

"Kyuu~ hikss,, Kyuuu bangun,"

Walau remang, Sungmin yakin sosok yang tengah tertidur nyenyak disofa panjang itu adalah Kyuhyun, suaminya, "Kyuuu~ bangun, hikkss,, cepat bangun.. Kyuhyun~ah,," suara itu masih tertahan. Sungmin masih belum bisa mengatur volume suaranya, hanya suara parau yang keluar dari bibirnya yang indah.

"Kyuhyun pabbo! Kenapa tidak menjagaku? Kenapa kau tertidur, hikss.. Bogoshipo Kyuhyun~ah," entah apa yang saat ini dipikirkan yeoja itu tapi saat ini Sungmin hanya ingin menangis. Menangis karena masih diberi kesempatan melihat semua miliknya, "Hikss,, kenapa dia seperti orang mati! Kyuhyun~ah,," ingin sekali Sungmin bangun dari ranjangnya, berjalan menghampiri tubuh lelah itu dan memeluknya. Tapi, tidak ada sedikit pun kekuatan untuk Sungmin melakukannya.

Ryeowook yang memang sepenuhnya tidak bisa beristirahat dengan tenang setelah Sungmin dinyatakan koma, sanyup-sanyup mendengar suara tangis. Sangat perlahan Ryeowook melepaskan dekapan tangan Yesung dari tubuhnya untuk memastikan keadaan Sungmin.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat Sungmin yang sedang menangis dengan tangan yang seolah ingin menggapai Kyuhyun yang sedang tertidur, "Eonni!"

"Wookie~ah,"

"Ya Tuhan eonni! Minnie eonni! Eonni.." sontak saja Ryeowook memeluk tubuh Sungmin, "Eonni, kau sadar, terima kasih Tuhan terima kasih!"

"Wookie~ah bangunkan Kyuhyun, jebal,"

"Eoh?"

"Bangunkan Kyuhyun, aku ingin melihatnya,"

"Ah, ne!"

Ryeowook menghampiri Kyuhyun untuk membangunkan Kyuhyun secara perlahan, "Kyuhyun-ssi, Kyuhyun-ssi," Ryeowook menyentuh pundak Kyuhyun dan menggoyangkan pelan, ia tidak ingin terlalu terburu-buru, "Kyuhyun-ssi, Sungmin eonni sudah sadar, Kyuhyun-ssi,"

Kyuhyun merespon dengan merenggangkan tubuhnya. Tidur seharian sepertinya sudah cukup untuk namja pecinta game itu, "Kyuhyun-ssi, Sungmin eonni sudah sadar dan dia ingin melihatmu,"

Mendengar nama Sungmin, mata itu langsung terbuka sempurna, "Sungmin?"

"Ne, eonni sudah sadar," ucap Ryeowook dengan memamerkan senyum manisnya.

Tidak mau berlama-lama untuk memastikan kebenaran ucapan Ryeowook, Kyuhyun langsung melempar selimutnya dan berlari menghampiri Sungmin, "Pabbo! Sejak tadi aku memanggilmu, hikksss.."

Kyuhyun hanya tertegun melihat wajah manis itu kembali. Sungminnya telah kembali!

"Peluk aku Kyuu~, aku merindukanmu!"

"Sungmin~ah?"

"Ish! Pabbo!"

**** My Husband is Perfect! ****

Keberuntungan lagi-lagi masih berpihak kepada Kyuhyun. Sungmin yang di diagnosa tidak bisa sadar dalam waktu singkat, kini terlihat lebih baik. Bahkan sekarang yeoja itu sedang menikmati bubur seafood yang sengaja dibuatkan oleh sahabat terbaiknya, Kim Ryeowook.

"Jangan terburu-buru chagi, nanti kau tersedak," ucap Kyuhyun memperingatkan. Cara makan Sungmin saat ini layaknya anak TK yang baru saja belajar menyuapkan sendok kemulutnya. Tangannya memang masih sulit untuk digerakkan tapi Sungmin bersikeras tidak ingin ada satu pun orang yang membantunya. Satu per satu saraf persendiannya memang akan mengalami masalah seperti apa yang diprediksi dokter.

"Selama tujuh hari anakku tidak mendapatkan asupan gizi yang baik, sekarang saatnya aku memberikan anakku makanan yang sehat, iya kan chagi?" oceh Sungmin dengan tangan yang mengusap perut bulatnya lembut.

"Tapi lakukan itu dengan perlahan, kau sama sekali tidak berubah,"

"Kyuhyun~ah rambut ini menggangguku," rambut panjangnya memang tidak memberikan ia keleluasaan untuk menyuapkan sendok bubur itu kemulutnya. Ada saja rambut yang terselip dan itu sangat mengganggu!

Kyuhyun mencari jepitan atau sekedar karet gelang yang bisa ia gunakan untuk mengikat rambut panjang istrinya, "Sepertinya tadi aku melihat karet rambut milih Ryeowook-ssi," Kyuhyun mencoba mencarinya di tepi meja yang biasa Ryeowook gunakan untuk menyimpan tas dan barang lainnya, "Ah ini dia," Kyuhyun kembali menghampiri Sungmin yang menggulung rambut panjang istrinya asal dan mengikatnya dengan hati-hati.

"Neomu yeppo,"

"Gomawo,"

"Kyuhyun~ah,"

Ketika Kyuhyun dan Sungmin menengokkan wajah meraka kearah sumber suara. Seketika itu juga waktu serasa terhenti, sosok anggun yang seminggu lalu pernah Kyuhyun lihat kini hadir kembali. Yeoja dengan baju mantel berwarna cokelat yang sangat anggun, dipadu sepatu boots yang menambah kesan elegan dan mewah dalam waktu bersama, terlihat berdiri didepan pintu kamar.

"Eo-eomma?"

"Kyuhyun~ah,"

Refleks. Sungmin memegang tangan Kyuhyun. Bukan, yeoja itu tidak takut dengan sosok anggun itu tapi ia takut yeoja anggun itu mengambil Kyuhyun-nya seperti dulu. Iya, Kyuhyun adalah miliknya! Egois? Tentu saja! Ada darah daging Kyuhyun yang sekarang sedang tumbuh didalam tubuhnya.

"Kyuhyun~ah," lagi, nama Kyuhyun keluar dari mulut yeoja paruh baya itu. Kilat matanya penuh dengan kerinduan akan sosok putra satu-satunya. Satu-satunya manusia yang dulu pernah hidup didalam tubuhnya dan sekarang rela pergi meninggalkannya hanya demi yeoja yang bahkan siapa orang tuanya pun dia tidak tahu.

"Kumohon jangan pergi Kyu," cengkraman itu semakin erat. Belakangan ini Sungmin memang berubah menjadi sangat sensitif, entah karena factor apa tapi Kyuhyun selalu ingat pesan dokter pribadi yang mengatakan harus menjaga stabilitas emosi Sungmin. Karena mungkin, emosinya bisa menjadi penyebab utama turunnya daya tahan tubuh Sungmin akhir-akhir ini.

"Kyuhyun~ah tidak inginkah kau memelukku?" kedua tangannya sudah direntangkan bersiap menerima pelukan dari putra tercinta.

"Ada apa kau mencariku?" bukan bermaksud sinis, tapi Kyuhyun hanya ingin tahu maksud yeoja paruh baya itu menemuinya dan Sungmin. Jika berniat baik, mungkin ini adalah jawaban dari semua doa-doanya selama ini tapi jika bermaksud lain mungkin Kyuhyun harus bersiap melindungi Sungmin dan anaknya sampai mati!

"Kumohon peluk aku,"

Kyuhyun berpaling menatap mata Sungmin berusaha meminta pendapat hanya dengan isyarat. Sungmin melepaskan cengkramannya dan mengangguk seakan member ijin.

"Kumohon Kyuhyun~ah, aku sangat merindukanmu,"

Kyuhyun berjalan ragu. Dia memang sangat merindukan sosok eomma dalam hidupnya tapi sepertinya ini bukan sifat asli dari seorang Nyonya Cho terhormat yang gila akan harta dan kedudukan, "Katakan padaku, apa maksudmu menemui kami? Adakah sesuatu yang kembali kau rencanakan? Kumohon jangan sekarang. Jika sekarang kau menyerangku, aku mungkin tidak bisa melawan. Aku sedang berusaha menyembuhkan istriku, Cho Sungmin,"

Tidak, ini tidak bisa lagi ditahan! Air mata yang tidak pernah jatuh dari wajah bangsawannya, kini deras mengalir membasahi wajah yang tertutup make-up mahal. Tidak ada sedikit pun niat untuk memisahkan Kyuhyun dari yeoja manis itu seperti dulu, dia sudah sadar! Bahkan Nyonya Cho berani mengakui semua perbuatannya. Terus-terusan menyiksa Kyuhyun dan Sungmin dengan semua intrik dan ide busuknya membuatnya lelah. Bahkan sangat lelah.

Ketika melihat Kyuhyun jauh lebih menderita dengan masalah yang murni karena kehendak Tuhan, Nyonya Cho benar-benar berpikir harus menghentikan semuanya. Kyuhyun benar, hanya Sungmin yang bisa membuatnya bahagia. Lantas apa sulitnya membiarkan putra kandungnya bahagia dengan seorang yeoja sederhana macam Lee Sungmin? Apa yang ia inginkan? Harta? Bahkan mungkin lebih dari tujuh turunannya tidak akan bisa memakan semua harta peninggalan halmonie dan haraboji Cho. Kedudukan? Ayolah, bahkan presiden Korea Selatan pun tunduk dengan aturan keluarga Cho! Semoga penyesalan ini belum terlambat, semoga saja..

"Anniya, apa sejahat itu aku padamu? Sebegitu kejamkah perbuatanku sampai sakit hati itu tidak bisa kau lupakan? Aku adalah eomma yang mengandung dan melahirkanmu Kyuhyun~ah,"

"Mwo? Kka-kau menyebut dirimu apa? Eomma? Menyebut dirimu adalah yeoja yang mengandung dan melahirkanku? Lalu apa kau tahu makanan kesukaanku? Apa kau tahu impian putramu sejak kecil? Apa kau ingat tanggal ulang tahunku? Jangan pernah menyebut dirimu eomma jika hal sepele seperti itu tidak bisa kau jawab!"

"Kyuhyun~ah,"

Kilatan kemarahan dan kebencian jelas tergambar dari wajah seorang Cho Kyuhyun, disisi lain wajah itu menyiratkan luka yang sangat dalam. Luka yang bahkan tidak bisa lagi disembuhkan walau dengan seribu permintaan maaf yang tulus.

"Kau menyebut dirimu eomma? Apa yang telah kau berikan untukku? Sebatas harta? Sebatas materi? Sebatas kedudukan? Aku tidak butuh semua itu! Bahkan kau tega merampas kebahagiaan putra kandungmu demi harta yang sebenarnya tidak lagi kau butuhkan," ini,, ini adalah saat yang tepat untuk Kyuhyun mencurahkan segalanya kepada sosok yeoja yang mengaku 'eomma' dikehidupannya, "Kemana dirimu saat aku sakit? Kemana dirimu saat aku lemah? Kemana dirimu saat aku terluka? Kemana dirimu saat aku butuh pertolongan? Kemana dirimu saat aku membutuhkanmu? Kemana dirimu eomma,," suara Kyuhyun terhentak ketika namja tampan itu berusaha menahan tangisnya, "Bahkan kau sendiri yang membuatku ragu akan sosokmu. Ragu jika dirimu adalah benar eomma kandungku!"

"Jebal Kyuhyun~ah jangan seperti ini.. Mianhae, jeongmal mianhae, ne?" dengan berani Nyonya Cho melangkah lebih dekat kepada anaknya. Goresan luka tampak jelas diwajah yang sempurna menutupi usia setengah abadnya, "Aku bersalah, aku benar sangat bersalah. Ampuni aku, kumohon Kyuhyun~ah.. Sungmin~ah jeongmal mianhae, mianhae," pertahanan yang selama ini dibangun dengan fondasi keegoisan akhirnya runtuh, berlutut dihadapan Kyuhyun satu-satunya cara yang Nyonya Cho lakukan agar mendapatkan sedikit maaf dari sang putra.

"Kyu," Sungmin memegang baju belakang suaminya bertujuan untuk meredam kemarahan Kyuhyun dan mengakhiri semua ini. Ini sudah diluar dugaannya. Mendapatkan restu dari Nyonya Cho, sekali pun Sungmin tidak berani memimpikannya, hanya berharap Nyonya Cho pasrah dan mengikhlaskan Kyuhyun untuknya juga sudah patut disyukuri tapi sekarang?

"Apa gunanya meminta maaf sekarang? Aku bahkan sudah berfikir bahwa eommaku sudah lama tiada,"

"Andwae Kyuhyun~ah, kumohon.. hikksss,,"

"Sejak kau membuang semua kebahagiaanku, saat itulah aku sudah menganggapmu mati," kalimat final itu terucap sinis dari bibir seorang Cho Kyuhyun. Sama sekali tidak memperdulikan manusia yang saat ini tengah berlutut dihadapannya, Kyuhyun pergi dari ruang perawatan itu.

**** My Husband is Perfect! ****

Musim penghujan sudah mampir dibumi Korea di pertengahan tahun, gerimis gemericik seolah menghapus musim gugur yang hampir hilang. Di taman itu Kyuhyun hanya duduk diam seorang diri, sama sekali tidak ingin melindungi tubuhnya dari rintik gerimis di siang itu.

Tidak, ini memang hanya untuk sementara. Kyuhyun yakin ini hanya untuk sementara. Hati yang sakit ini belum siap untuk memaafkan, memaafkan segala kesusahan hidup yang dulu disebabkan oleh ibu kandungnya sendiri. Kyuhyun sangat ingat bagaimana dulu untuk pertama kali, Nyonya Cho memaksanya untuk meninggalkan Sungmin. Kyuhyun tidak pernah lupa, bagaimana dulu kejamnya seorang Nyonya Cho mempermalukan Sungmin didepan ribuan rekan bisnisnya. Kyuhyun masih merasakan sakitnya melihat Sungmin harus menangis dan memohon agar bisa diterima dikeluarga besar Cho. Semua itu tidak akan pernah bisa dilupakan!

Kyuhyun merasakan ada sesuatu yang melindungi tubuhnya, gerimis itu tidak lagi membasahi tubuhnya. Kyuhyun membalikkan badan dan mendapati seorang yeoja dengan pakaian rumah sakit yang terlalu besar ditubuh mungilnya dan dengan perut yang membulat sempurna sedang melindunginya dengan payung berwarna pink ditangan yang masih terlihat jejak-jejak jarum infus.

"Apa yang kau lakukan!" ucap Kyuhyun dengan sedikit membentak.

"Melindungi suamiku dari hujan,"

"Pabbo! Dasar yeoja pabbo! Kau bahkan tidak boleh pergi ke toilet seorang diri!" langsung saja Kyuhyun membuka sweeter, memakaikannya ditubuh kecil Sungmin dan dengan cepat menarik tubuh kecil itu kesebuah bale yang memang terdapat ditaman itu.

"Tentu saja kau yang bodoh, untuk apa duduk diam seperti itu disaat hujan. Kau ingin dilihat keren oleh semua orang? Kau ini bukan lagi seorang idol terkenal,"

"Siapa yang memperbolehkanmu keluar kamar?"

"Disana tidak ada yang menjagaku, aku tidak suka sendiri dan memutuskan untuk mencarimu,"

"Dasar pabbo!"

"Kau yang bodoh,"

Pasangan itu duduk disebuah kursi kayu panjang, hujan semakin deras membasahi Seoul saat ini. Dengan posesif Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin untuk memberikan sedikit kehangatan kepada tubuh yang masih sangat rapuh, "Kyuhyun~ah bagaimana bisa eomma berubah pikiran seperti itu? Apa tadi pagi pelayanan dirumahmu salah memasukkan bumbu disarapan paginya?"

"Sepertinya begitu,"

"Kau harus cepat memaafkannya sebelum eomma berubah pikiran,"

"Kau sudah memaafkannya?"

"Ish, sebenarnya aku masih kesal tapi aku tidak tega melihatnya menangis, eoddokhae?"

"Tidak perlu melihat sandiwaranya jika begitu,"

"Dia bersandiwara? Menurutku dia bersungguh-sungguh. Akan jauh lebih baik, jika kau memilikiku dan keluargamu dalam waktu yang bersamaan. Kau merindukan appa dan eomma-kan?"

"Bahkan kau sudah memanggil mereka appa dan eomma,"

"Aku keren kan? Kau hanya perlu kembali kepada mereka Kyuhyun~ah,"

Setidaknya jika nanti aku tidak sanggup bertahan, aku tidak perlu mencemaskanmu Kyu..

"Apa aku harus kembali kepada mereka? Aku sudah cukup bahagia memilikimu, aku tidak butuh yang lain. Hanya kau dan baby Cho,"

Akupun bahagia,, tapi tubuhku ini sangat sakit. Sakit sekali Kyu, tapi aku harus bertahan karena uri aegya kan? Aku tidak boleh menyerah saat ini.. Kau sangat menginginkannya bukan? Akan kuberikan dia untukmu,

"Apa yang kau lihat? Apa sebegitu tampannya diriku sampai kau terpesona melihat suamimu sendiri?" Kyuhyun mencoba menyadarkan Sungmin dari lamunannya.

"Suamiku memang sangat tampan, katakan jika kau milikku sepenuhnya Kyu,"

"Tentu saja aku milikku. Hari ini, besok dan untuk selamanya,"

"Jeongmal? Jangan pernah menjadikan Victoria dan Seohyun sebagai penggantiku kelak,"

Kyuhyun mengerutkan keningnya mencoba mencerna maksud ucapan Sungmin, "Kyuhyun~ah aku sudah menemukan nama yang tepat untuk uri aegya. Kalau namja aku ingin kau beri nama dia Siwon,"

"Siwon? Dia itu sainganku dulu, kau tidak salah?"

"Anni, reputasi dia sekarang sedang berada dipuncak. Walaupun aku mencintaimu tapi sebenarnya aku ini adalah Siwonest, dia sangat tampan,"

"Andwae! Aku tidak akan menamai anakku dengan namanya,"

"Waeyo?"

"Dia anakku, bukan anak namja berotot jelek itu,"

"Otot ditubuhnya sangat seksi,"

"Cih, dia terlalu kekanakkan,"

"Kau cemburu?"

"Untuk apa cemburu dengan manusia seperti itu,"

"Kau tidak memiliki otot, badanmu gendut,"

"Kau lebih menyukainya?"

"Hanya suka bukan cinta, cintaku hanya untukmu,"

"Aku juga sangat menyukai Kim Taehee,"

"Kau hanya milikku Kyuhyun~ah,"

"Tapi aku menyukainya tubuhnya sangat indah,"

"Kekanakkan,"

"Cemburu?"

"Anni,"

"Jeongmal?"

"Tentu saja!"

**** My Husband is Perfect! ****

"Bayi kalian sangat sehat, lihat itu dia bergerak sangat aktif," ujar dokter Shin, saat itu Kyuhyun sedang menemani Sungmin melakukan USG 4 dimensi. Di layar monitor terlihat jelas gumpalan daging bernyawa yang telah berevolusi sempurna menyerupai manusia utuh. Tangan kecilnya terlihat sedang bermain dengan tali pusar Sungmin yang terhubung langsung dengan tubuh kecilnya.

Sungmin menangis bahagia, baru sekarang ia memutuskan untuk melihat anaknya secara langsung. Dia hanya tidak ingin menyesal nantinya karena tidak pernah sekalipun melihat buah hatinya dengan Kyuhyun.

"Kalian ingin kuberitahu jenis kelaminnya?"

"Katakanlah,"

"Ya chagi, kau bilang tidak ingin mengetahuinya sebelum dia lahir," protes Kyuhyun. Sebenarnya dia sudah mempunyai kesepakatan dengan Sungmin tidak ingin mencari tahu jenis kelamin anak mereka, tapi sekarang?

"Aku sudah tidak sabar Kyu, biarkan aku mengetahuinya sekarang,"

"Bayi kalian berjenis kelamin yeoja, sepertinya dia akan menjadi yeoja cantik seperti eommanya,"

"Jeongmalyo? Ah,, anakku pasti sangat cantik sepertiku,"

"Tentu saja! Dan akan kupastikan dia tidak bodoh sepertimu,"

"Ish!"

"Tubuhnya terbentuk dengan sangat sempurna, semua sel-sel ditubuhnya berfungsi sempurna. Bayi kalian sangat sehat, kuharap eommanya juga berusaha untuk sehat agar bisa merawat calon yeoja cantik ini dengan baik," Dokter Shin mengatakannya dengan satu senyum tulus menghiasi wajah paruh bayanya.

Tapi ini terlalu sakit Tuhan, kumohon beri aku kekuatan sampai anakku terlahir dan Kyuhyun bisa memilikinya,, tolong tahan sejenak sakit ini, kumohon..

"Sungmin-ssi, akhir-akhir ini kau tidak pernah mengeluh tentang rasa sakitmu.. Diagnosa yang kami lakukan diseluruh persendian tulangmu akan mendapatkan hasil paling lama 2 minggu dari sekarang. Kami sudah mengirim sampel darah dan sumsum tulangmu, semoga hasilnya jauh dari apa yang kuperkirakan,"

"Ne,"

"Jangan pernah menyembunyikan apapun dari kami, jika sakit bilang saja sakit.. Kami akan melakukan yang terbaik untukmu dan bayi itu,"

"Ne, jeongmal gamsahamnida,"

"Kau dengar itu chagiya, jangan pernah menyembunyikan rasa sakitmu, kau mengerti?"

"Arraseo,"

Dengan telaten Kyuhyun merapihkan baju Sungmin yang tadi sempat terbuka dibagian perutnya. Setelah rapih, Kyuhyun membopong tubuh itu dan meletakkannya diatas kursi roda, "Jangan lupa meminum semua vitamin yang sudah kuberikan Sungmin-ssi,"

"Ne,"

**** My Husband is Perfect! ****

Kandungan Sungmin kini sudah memasuki bulan kedelapan, selama kurun waktu 3 bulan sejak kejadian itu tidak ada yang harus Kyuhyun cemaskan dari kondisi Sungmin dan bayinya. Sungmin tidak pernah sekalipun mengeluh sakit dipersendian tulangnya, hasil laboratorium tentang penyakit Sungmin pun sudah keluar.

Satu-satunya jalan, tim dokter dan Kyuhyun harus menemukan orang yang mempunyai identik DNA tulang sumsum yang sama dengan Sungmin dan sekarang mereka sedang mengusahakannya. Ini sangat mudah jika saja orang tua Sungmin masih hidup tapi sekarang tentu saja Kyuhyun tidak bisa mengharapkan menemukan orang tua Sungmin. Itu sangat mustahil. Setiap manusia pasti memiliki seseorang yang mempunyai kesamaan DNA tulang dengannya walau perbandingannya cukup membuat hati Kyuhyun miris.

1 : 300.000

Hey, tapi jika berusaha pasti akan selalu ada jalan kan?

Dan Kyuhyun percaya itu!

Ia hanya berharap Sungmin bisa bertahan sampai saatnya Kyuhyun menemukan orang dermawan yang sudi mendonorkan sebagian fungsi tulang sumsumnya untuk Sungmin.

Orang terdekat Sungmin sekarang pun tidak mau hanya berpangku tangan. Yesung, Donghae, Eunhyuk dan Ryeowook sudah silih berganti memeriksakan DNA tulang mereka untuk diperiksa. Mungkin saja kan 300.000 manusia itu ada diantara mereka?

Tapi sepertinya Tuhan masih enggan memberikan keajaibannya. Hasilnya nihil. Tidak ada satupun dari keempat manusia itu yang memiliki kemiripan DNA tulang dengan Sungmin. Kyuhyun pun ikut memeriksakan dirinya, dan hasilnya tetap saja negatif.

Minggu keempat di bulan Desember ini adalah perkiraan dokter kapan sebaiknya Sungmin harus melahirkan. Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melahirkan dengan normal, Kyuhyun sudah sepakat dengan tim dokter akan melakukannya dengan cara caesar. Setelah bayi itu keluar, tim dokter harus secepatnya mencari pendonor untuk Sungmin.

Karena dimasa melahirkanlah seorang yeoja kehilangan 85% energy positif ditubuhnya, tim dokter mengantisipasi pada masa itulah kondisi Sungmin akan kembali drop atau bahkan mencapai titik terburuknya.

Ini semua berpacu dengan waktu!

Kyuhyun juga sudah benar-benar menyerahkan kepengurusan perusahaan kepada Donghae dan Yesung yang masih kompak menjada stabilitas C.K.L Grup. Sesekali saja Donghae atau Yesung memberikan Kyuhyun laporan tentang kondisi keuangan perusahaan yang belum genap 1 tahun mereka jalani tapi hasilnya cukup memuaskan.

Tanpa Kyuhyun, Donghae dan Yesung mampu mendobrak pasaran investasi seluruh Asia dengan ide briliannya. Hanya sesekali Kyuhyun membantu dengan sedikit mengeluarkan pendapat. Hasilnya? Bursa saham Korea Selatan mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai hasil mengejutkan pada trimester ke tiga dengan tingkat penghasilan 25%. Bahkan C.K.L Grup kini berhasil memimpin bursa saham dengan kenaikan rata-rata per tiap lembar saham hingga 10% disusul dengan Cho Grup yang hanya bisa mendapatkan keuntungan per tiap lembar saham 7%, ini benar-benar diluar dugaan!

.

.

.

"Maaf, sepertinya saya lancang menanyakan ini kepada anda, tapi apakah anda bisa membantu saya?"

"Hal apa itu?"

"Saya mempunyai pasien yang memiliki kecocokan DNA tulang dengan anda dan sekarang dia sangat membutuhkan pendonor. Apa anda tidak bisa membantu?"

"Orang seperti apakah pasien anda itu Dokter Shin?"

"Yeoja manis itu bernama Lee Sungmin, saat ini Sungmin sedang mengandung. Dia yeoja yang sangat baik dan menyenangkan. Siapapun akan iri kepadanya, dia memiliki seorang suami yang sangat tampan dan sangat mencintainya. Kulihat mereka pasangan yang sangat serasi, hidupnya pun sepertinya dipenuhi kebahagiaan. Tapi pepatah yang mengatakan dalam hidup tidaklah ada kebahagiaan yang sempurna, memang benar adanya. Disaat kondisinya sedang memprihatinkan, Sungmin memilih untuk berkorban dan tetap menjaga kandungannya walau sangat sulit ia jalani. Sekarang hidupnya benar-benar tergantung kepada pendonor seperti anda,"

"Lee Sungmin rupanya,"

"Kau mengenalnya?"

"Tentu saja aku mengenalnya.. Ternyata Tuhan masih sudi mengabulkan setiap permintaanku. Inilah saatnya, inilah waktu untukku untuk membuktikan semua,"

-TBC-

Capeeeeeeeeeeee *ditimpukin batu sama chingudeul*

Panjang banged kayanyaaaaaa~

Ini udah part-part akhir loh chingudeul, yang masih jadi silent reader kayanya sekarang waktu yang tepat untuk menunjukkan eksistensi kalian (?) yang udah setia menjadi temanku dan rela menyisihkan waktunya untuk berkomentar jangan lupa beri aku masukan lagi di part-part akhir ini.

Nanti kalo masih jadi silent reader aku ngambek nih *plak* aku lagi belajar cara memprotect dokumen loh *ngancem* heheee~ ga koq bercanda^^

Yang penting kalian puas dan ga lupa beliin aku ayam KFC 3 potong-,-

Oke, segitu aja cuap-cuap dari yeoja seksi milik Cho Kyuhyun ini *dibakarmin*

Aku juga mempublish semua fanficku di fp Cho Sera Fanfiction all about KyuMin dan jika kalian ingin mengeluarkan pendapat atau masukan bisa kirim pesan di fbku Metta Tansera atau mention twitterku tansera137

GAMSAHAMNIDA CHINGUDEUL ^^

-mettatansera-311212-