Tittle
Kyuhyun is Me
cast
Kim Kibum x Cho Kyuhyun
Genre
Drama, Romance
Warning
GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.
Disclaimer
Ini adalah REMAKE novel karya mbak PHOEBE dengan judul yang sedikit aku rubah dengan judul asli "Claire" ingat ini bukan plagiat tapi Remake. Ada beberapa bagian yang Lizz rubah demi kepentingan cerita.
Don't like Don't read, that SIMPLE.
Okay
.
.
.
Happy reading
.
.
.
BaB 10
KYUHYUN TERBANGUN DAN MEMANDANGI KAMAR YANG GELAP, pasti sudah malam. Seberkas sinar dari luar rumah menerangi sebagian ranjang, sinar itu juga menyoroti wajah Kibum yang kelihatannya sangat lelah. Kibum terlalu memaksakan diri, juga memaksa Kyuhyun tentu saja. Ia ingin memandang jam, ingin mengetahui jam berapa sekarang. Tapi tidak ada satu jam pun yang bisa di lihat dalam ruangan gelap. Kibum juga sudah melepaskan jam tangannya saat mereka masih di danau tadi. Kyuhyun mengehela nafas. Akhirnya pertahanannya runtuh juga. Ada sisi lain dari diri Kibum yang dilihatnya, sisi lain yang membuat Kyuhyun merasa bukan masalah untuk menikmati Liburan. sekali saja. Bukan ini maksud ciumannya di danau tadi. Kyuhyun hanya ingin memberikan ciuman yang sama seperti saat mereka bercumbu pertama kali di halaman rumah. Tapi tidak ada satu hal pun yang bisa Kyuhyun baca. Hari ini dia benar-benar tidak sedang memegang kendali, Tapi Kibum.-lah yang memegang kendali atas dirinya. Kibum bergerak halus, mungkin ia terbangun. Kyuhyun segera menutup matanya rapat-rapat dan tidak berniat membukanya sampai Kibum mencium keningnya. Dan berujar pelan.
"Bangunlah," Bisikan Kibum membuat Kyuhyun membuka matanya perlahan.
"Kemarilah, berbaring disini." Dalam keremangan lampu, Kyuhyun dapat melihat kalau Kibum sedang menepuk dadanya. Kyuhyun beringsut mendaki tubuh Kibum, kembali menduduki pinggangnya dan merebahkan kepala di dadanya. Nafas Kibum sangat teratur membuat Kyuhyun seperti di hipnotis, ia memejamkan matanya merasakan detak jantung Kibum yang berirama.
"Kau menangis lagi kali ini!" Kyuhyun nyaris saja tertidur saat mendengar ucapan itu, ia kembali membuka matanya lagi dan menangkupkan sebelah tangannya di dada Kibum. "Aku hanya kesakitan. Sudah lama aku tidak merasakan sakit dan nikmat bercampur menjadi satu seperti saat bercinta denganmu." Kibum tersenyum. Ia tau apa yang Kyuhyun maksudkan. Mungkin bagian yang paling sensitif di tubuh Kibum terlalu besar untuk Kyuhyun. Kibum bisa mengingat ringisan Kyuhyun saat pertama kali memaksa Kibum memasukinya. Juga dengan tangisan kenikmatan Kyuhtun sepanjang mereka bercinta. "Ya, aku juga merasakan hal yang luar biasa malam ini. Aku belum pernah terkapar seperti ini setelah bercinta dengan wanita."
"Mereka harus menjadi pelacur dulu selama bertahun-tahun untuk belajar bertahan seperti itu!" Kibum tertawa. Sebenarnya ia sangat tidak suka jika Kyuhyun mengungkit-ungkit tentang pelacuran atau sejenisnya. Kibum akan semakin membenci dirinya sendiri karena tidak menemukan Kyuhyun lebih dulu. Kibum membelai kepala Kyuhyun dengan sangat perlahan, rambut Kyuhyun panjang dan halus. Kibum masih tidak bisa memungkiri kalau Kyuhyun sangat sempurna. Wanita paling sempurna yang pernah di temui di dalam hidupnya. " Kyu!"
2"Ya?"
"Ini perayaan ulang tahun terbesar dalam hidupku."
"Tentu saja. Kau memaksaku untuk menerima perlakuanmu berkali-kali."
"Ya, dan ini sama sekali di luar rencana. Aku tidak mengamankan interaksi kita kali ini. Berjanjilah Kyu, jika kau hamil karena ini segera beritahu aku!"
"Memangnya kenapa? Kau akan bertanggung jawab?"
"Kau fikir aku akan melakukan itu?" Kyuhyun terdiam sesaat. "Aku rasa tidak!"
"Aku akan mencarikanmu dokter terbaik untuk mengugurkannya." Lagi-lagi hening. Kibum menanti jawaban Kyuhyun, gadis itu diam terlalu lama. Kibum hampir saja menyerah jika saja Kyuhyun tidak memanggil namanya.
"Kibum., bolehkah aku melahirkan anakmu?" Kibum mengerutkan keningnya. "Maksudmu?"
"Aku ingin seorang anak. Aku sudah lelah hidup sendirian. Jika aku hamil bolehkah aku melahirkannya. Aku berjanji akan membawanya pergi jauh dan aku tidak akan mengatakan kepadanya siapa ayahnya. Aku bisa hidup tanpa ayah, anakku pasti juga bisa!" Kibum memejamkan matanya, mendadak satu degupan jantungnya terasa sangat kencang. Mungkin Kyuhyun mendengarnya tapi gadis itu berusaha untuk tidak perduli. Kibum. tidak tau mengapa kata-kata Kyuhyun barusan membuat hatinya menjadi sedih. Mungkin ia laki-laki paling cengeng sedunia saat merasakan air matanya mengalir halus. Kibum segera menghapus airmatanya dan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya.
"Kau ingin melahirkan anakku?"
"Ya, Aku tetap akan pergi pada waktunya. Tapi boleh aku melahirkan anakmu jika aku hamil karena ini? Aku akan bekerja yang baik-baik untuk membesarkannya. Aku akan berusaha sekeras mungkin. Aku berjanji anakmu tidak akan kelaparan. Aku hanya butuh teman, dan seperti ibuku yang menganggap kalau anak adalah teman yang paling setia, anakmu juga tidak akan pernah meninggalkan ibunya sebatang kara sampai aku meninggal dunia."
"Kata-katamu terdengar sangat sedih!" Kyuhyun mengangkat wajahnya dan memandang Kibum. Matanya basah, tapi tidak ada satupun dari butiran airmatanya menyentuh dada Kibu. Kyuhyun selalu menyeka airmatanya sebelum mengalir terlalu jauh. Kibum memandangnya lama. Kali ini ia tidak bisa menyembunyikan airmatanya lagi.
"Kenapa dengan wajahmu?" Kyuhyun memaksakan sebuah senyum. "Aku menginginkannya. Sangat menginginkannya. Aku harap khayalan itu menjadi kenyataan."
"Mimpi itu akan jadi kenyataan."
"Jadi kau mengizinkan aku melahirkannya kalau aku sampai hamil? Aku berjanji akan merawatnya dengan baik, aku akan membawanya pergi jauh dan aku3tidak akan membuatnya mengingat-ingat ayahnya lagi. Dia tidak akan mengganggumu, aku berjanji!" Kyuhyun terlihat sangat senang, tapi ada rasa nyeri menelisip ke dada Kibun. Ia mengangkat tubuhnya sedikit agar bisa mencium bibir Kyuhyun meskipun hanya sebentar. "Kenapa kau sangat menginginkannya?"
"Aku sudah bosan kesepian, aku sudah mengatakannya kan? Semenjak ibu angkatku meninggal, satu persatu orang yang ku sayang pergi. Ada yang datang, tapi segera di rampas oleh takdir."
"Karena itu kau tidak pernah suka menaruh harapan kepada laki-laki? Kau tidak berharap aku menemanimu menjaga anak itu?" Kyuhyun menggeleng. "Aku cukup tau diri. Aku tidak akan memaksa, tidak…aku bahkan tidak akan pernah bermimpi untuk itu."
"Kau sedang mengatakan kalau kau takut bermimpi untuk kesekian kalinya. Tapi kau berani bermimpi memiliki seorang anak!"
"Ya, aku tidak tau darimana keberanian yang satu itu datang! Meskipun hanya untuk malam ini, obrolan kita tentang mimpi ini akan ku simpan baik-baik dalam hatiku. Karenamu aku berani bermimpi."
"Aku sudah katakan padamu tadi, mimpi itu akan jadi kenyataan. Kau tidak menyimak ucapanku? Aku terharu. Sungguh! Ada seorang wanita yang berharap bisa melahirkan anakku meskipun dia tau sangat tidak mungkin untuk bersamaku. Aku tidak mengerti mengapa kau tidak menuntut banyak. Mengapa kau terlalu pasrah dengan keadaan. Saat melihatmu berbicara, kau cukup cerewet dan tidak ada seorangpun yang menduga kalau kau sesedih ini. Sekarang bangunlah, kita akan bersiap-siap!" Kibum meninggalkan ranjang dan juga meninggalkan Kyuhyun. Ia keluar dari kamar mencari celananya dan kembali setelah memakainya lalu menyalakan lampu. Kyuhyun melihat Kibun mencari pakaiannya di dalam tas yang mereka bawa. Mereka akan pergi sekarang?
"Kita aka kemana?"
"Korea!"
"Pulang? Seharusnya kita baru pulang besok, kan?" Kibun merogoh jam di saku celananya dan memperhatikannya baik-baik. Masih jam delapan malam. Ia kembali menoleh kepada Kyuhyun lalu memiringkan kepalanya.
"Bersiap-siaplah Kyu. Ganti pakaianmu sekarang." Kyuhyun tidak kuasa untuk menolak. Ia juga mulai beranjak dari ranjang dan kembali menutupi tubuhnya dengan pakaian yang bersih. Sesekali Kyuhyun menatap Kibum yang menelpon seseorang. Ia menunggu dengan sangat gusar dan akhirnya berseru menyebut nama Donghae begitu telponnya di angkat. Kyuhyun mendengar Kibum dan Donghae berdebat tentang hal yang membuat keningnya berkerut. Laki-laki ini terlihat sangat memaksa dan Donghae mungkin bermalas-malasan untuk melakukan perintahnya. Tapi Kyuhyun tidak tau harus melakukan apa saat mendengar ucapa4terakhir Kibum yang sangat menentukan perasaannya. Ia hanya sanggup memandangi Kibum lama.
"Pokoknya siapkan sekarang juga. Begitu sampai di Korea aku akan segera menikah! Ingat Donghae, malam ini juga dan aku tidak suka dengan penundaan!" Kibum kemudian menatap Kyuhyun yang termenung memandangnya. Ia mengembangkan tangannya lalu mengangkat bahunya. "Memangnya kenapa? Ada yang aneh? Aku tidak mungin membiarkan anakku lahir tanpa ayah! Dan satu lagi, Kau harus memberi tahu kepada anak itu kalau aku ayahnya. Kau juga tidak boleh membawanya pergi terlalu jauh, setelah anak itu lahir, aku akan mencarikanmu tempat tinggal di Ottawa agar anak itu bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan aku bisa mengunjunginya ketika aku merindukannya. Dan…" Kibum memberikan penekanan khusus pada kata 'dan' yang dia ucapkan. "Jangan beri nama anak itu dengan nama Kim, Aku sudah bilang, kan? Aku tidak menyukai nama Kim'!"
"Tapi anak itu belum jelas keberadaannya. Kau harus memastikan aku hamil atau tidak baru kita bisa menikah."
"Kita sudah menjadi suami istri sebelum menikah, lalu apa salahnya untuk tiga bulan kedepan kita benar-benar menikah? Dan aku sudah berjanji padamu, kan? Aku akan mewujudkan impianmu. Aku akan menghamilimu, sayang! Jadi bersiap siaplah. Donghae akan segera menyuruh orang menjemput kita. Aku harus memastikan bahwa surat-surat itu bisa selesai besok pagi, agar anakku punya hak secara hukum atas darah yang mengalir di dalam tubuhnya!" Kyuhyun merasakan kaki-kakinya melemah, ia terkulai dan Kibum langsung menyambutnya. Sesaat kemudian Kyuhyun memeluknya dan berterimakasih. Kibum bukan hanya membuatnya berani bermimpi, tapi juga berusaha mewujudkan mimpinya. Kibum bahkan menjanjikan hak-hak yang seharusnya di dapat seorang anak dari ayahnya jika mereka bercerai nanti. Ya, meskipun mereka menikah hanya untuk anak itu, Kyuhyun patut bahagia karena pada akhirnya ia akan menikah dalam artian yang sebenarnya. Pada akhirnya ia memiliki suami. Ia sempat putus asa saat calon suami terakhirnya meninggal dunia setahun silam. Tapi sekarang harapannya bangkit lagi. Sebuah mobil sederhana menjemput mereka sesuai dengan janji Kibum. Satu jam kemudian, Kyuhyun berjalan di Altar dengan gandengan Donghae yang mengantarnya sampai kepada Kibum yang menunggunya disana. Ia mengenakan pakaian biasa, tapi Donghae menyiapkan sebuah cadar jala putih yang di jepit pada sebuah tiara cantik yang saat ini menghiasi kepalanya. Saat memakaikannya, Donghae mengatakan kalau anakperempuan seringkali bertanya tentang pakaian pengantin ibunya. Jika suatu saatanak mereka perempuan, Kyuhyun bisa menunjukkan Tiara itu kepada putrinya. Kyuhyun sangat bahagia, kebahagiaan terbesar yang terjadi dalam hidupnya. Terlebih saat Kibum menyematkan cincin pernikahan di jarinya dan laki-laki itu menciumnya dengan sangat lama, Kibun sama sekali tidak mau berhenti meskipun dehemanbeberapa orang yang hadir menggema. Mereka sungguh merasakan sebuah kebahagian yang begitu dalam.
[~Lizz_L_L~]
5HARUSKAH IA PERCAYA kalau semua ini bukan mimpi? Tidak ada pilihan lain bagi Kyuhyun selain percaya. Semalam setelah menikah, Kibum membawanya pulang ke rumah keluarga Kim dan untuk pertama kalinya mereka tidur seranjang di dalam kamar Kibum yang untuk sementara ini akan menjadi kamar mereka. Kyuhyun merasakan pelukan Kibum sangat ketat, Kibu. mungkin bangun lebih dulu darinya. Kyuhyun bergerak membuat punggungnya dan dada Kibu. bergesekan, kepalanya berusaha menoleh kebelakang demi memandang wajah pria yang saat ini menjadi suaminya, pria yang berjanji akan mewujudkan impiannya untuk memiliki anak. Sebuah kecupan mendarat di pipinya. Kyuhyu menghela nafas pelan, ternyata pendapatnya benar kalau Kibum. sudah bangun lebih dulu. "Sejak kapan kau bangun, Kibum?"
"Suamiku!" Kibum meralat.
Kyuhyun tersenyum geli. "Ya, baiklah. Suamiku!"
"Aku sudah bangun sekitar empat atau lima jam yang lalu!" Sejenak Kibum diam menanti Kyuhyun bisa mencerna kata-katanya. Tapi kelihatannya Kyuhyun masih belum mengerti. "Aku tidak bisa tidur, sayang. Aku memikirkan mimpimu yang pada akhirnya membuatku bermimpi juga."
"Tentang anak itu?"
"Ya, aku membayangkan saat aku menimangnya. Lalu mendaftarkannya kesekolah, membawakan mainan saat aku berkunjung di rumah kalian di Ottawa. Anakku nanti laki-laki atau perempuan? Dia pasti sangat cantik bila perempuan dan sangat tampan kalau anak itu laki-laki. Aku akan memberikannya pendidikan yang bagus. Kau juga harus berjanji akan memberikan anakku makanan yang bergizi…"
"Ya, tentu saja. Aku akan mempertaruhkan apapun demi itu."
"Aku tidak pernah berfikir untuk punya anak sebelum ini, Kyu. Di rumah ini tidak pernah ada anak-anak, semua keluarga Kim yang datang meninggalkan anak-anak mereka dengan pengasuh. Jadi aku tidak pernah belajar menjadi seorang ayah."
"Aku tidak akan membiarkan anakku di asuh orang lain." Kyuhyun berdesis.
"Aku akan merawatnya sendiri dan sepenuh hati. Sudahlah. Berhenti berkhayal sampai disini. Aku takut kalau mimpi itu tidak akan jadi kenyataan."
"Kalau begitu, setelah sarapan kita kerumah sakit, ya?"
"Untuk apa?"
"memeriksa!"
"Memeriksakan kehamilanku? Kita baru memulainya tadi malam, setidaknya perlu watu satu minggu untuk memastikannya."
"Memeriksakan kondisimu. Kau harus bisa menjaga diri, makan-makanan yang paling bergizi, Olah raga, dan…" Kini. memikirkan apa yang akan di ucapkan selanjutnya. Lalu, "Nanti kita tanya kepada dokter saja!"
Kyuhyun menghela nafas. "Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi anak itu!"
"Bagaimana dengan namanya…"6
"Hentikan, Kibum!"
"Suamiku!" Kibumterdengar kesal.
"Iya, suamiku. Berhentilah berencana terlalu banyak. Aku tidak ingin semua ini pada akhirnya hanya menjadi harapan belaka."
"Baiklah, aku akan diam!" Kibum kemudian menutup mulutnya. Tiba-tiba perasaan kikuk timbul. Kyuhyun masih tidak percaya kalau ia sudah menikah. Kibum juga sama, Kibum fikir Kyuhyun hanya akan menjadi mainannya saja sampai ia merasa puas dan bosan. Tapi sekarang ia malah ingin menjadikan Kyujyun sebagai ibu dari anak-anaknya? Kibum menghela nafas. Apapun keputusan yang di ambilnya saat ini, semua itu berdasarkan hati dan perasaannya. Kibum mencintai Kyuhyun dan ia harus mengakui itu meskipun Kibum tidak tau berapa lama cinta itu akan bertahan. Akankah sesingkat wanita-wanita lain yang juga di cintai Kibum sebelumnya? Seseorang mengetuk pintu dengan ritme yang sangat halus. Kyuhyun nyaris saja beranjak untuk membukanya, sayangnya Kibum semakin mempererat pelukannya. Ia bahkan menyilangkan kakinya dan bertindak seolah-olah Kyuhyun adalah guling hidup. Kibum membuat Kyuhyun merinding dengan menghisap bagian terlembut dari telinganya lalu memasukkan lidahnya kesana. Kyuhyun bergindik dalam. Ia tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh laki-laki manapun yang pernah menidurinya. Pintu terus di ketuk dan Kibum berhenti sejenak saat mendengar suara Minseok, bibinya di luar pintu. Kibum menghela nafas dan hembusannya tepat mengenai bagian belakang telinga Kyuhyun sehingga membuat tubuh Kyuhyun bergetar.
"Masuklah!" Kibum mengucapkan itu dan ia kembali menjilati telinga Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menolak, terlebih saat menyadari kalau Kim Minseok sudah berdiri di sisi ranjang mereka dengan tangan bertumpu di pinggang.
"Kenapa kalian sangat suka bermesraan setiap pagi?" Desisnya. "Kalian mau sarapan atau tidak?"
"Ya, kami akan segera kesana." Kyuhyun menjawab, karena tampaknya Kibum tidak akan menjawab.
Minseok menggeleng sekali lagi. "Kenyangkan dulu suamimu, Kyu. Dia selalu terlihat seperti orang lapar saat bersamamu!"
"Aku harus selalu lapar untuk cucumu, Bi!" Kibum akhirnya ikut bicara. Wajah Darice menjadi cerah. "Benarkah? Kalau begitu Kyuhyun sedang mengandung?"
"Tidak, tapi akan. Karena itu biarkanlah kami mengusahakannya. Hari ini aku akan membawa Kyu ked okter dan ku harap bibi mau membantu Kyuhyun untuk gaya hidup sehat yang harus di jalaninya. Sudah saatnya aku menjadi Ayah!"
"Lalu bagaimana bisa akhirnya kau berfikir seperti itu?" Kibum berhenti menggerayangi tubuh Kyuhyun lalu duduk menatap bibinya.
"Semalam, Kyu bilang dia sangat ingin melahirkan anakku."
"Ternyata bulan madu kalian kemarin membawa perkembangan yang baik!"
"Sangat!" Kibum mengangguk-angguk untuk meyakinkan betapa ia setuju dengan ucapan bibinya.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan membicarakan mengenai masalah ini dengan Wookie dan Zi Tao!"
"Bisakah tidak melibatkan Zi Tao" Minseok memandang wajah Kibum heran. "Kenapa?"
"Zi tao akan sangat cemburu karena dia belum mempunyai anak. Lebih baik jangan libatkan dia. Kau pasti tau persis bagaimana ia akan merespon semua ini."
Minseok mengangguk. "Ya, aku akan merahasiakannya dari Zi Tao. Aku akan menemui Wokkie dulu! Dan…" Minseok beralih kepada Kyuhyun. "Hentikan kebiasaanmu bercelana, sayang. Demi anakmu yang akan segera kita dapatkan!" Minseok kemudian melambaikan tangan dan menutup pintu kembali. Kibum kembali memeluk Kyuhyun dan memulai aksinya lagi. Tapi Kyuhyun menolak dan menjauhkan diri. "Sebaiknya kita sarapan, suamiku! Setelah itu kita segera berangkat. Sepulang dari dokter nanti aku mau mampir ke Supermarket boleh, kan?" Aku akan membeli bahan-bahan untuk membuat biscuit. Demi anak kita, aku ingin menjadi ibu yang bisa memasak apa saja!"
"Ya, tentu saja Istriku. Kau juga harus membeli berbagai macam pakaian selain celana pendekmu itu. Kita harus mempersiapkannya sesempurna mungkin. Dan satu lagi. Aku akan meminta Donghae menjagamu dengan perhatian ekstra. Dia tidak boleh meninggalkanmu dan mengikutiku ke kantor sampai kau aman dari Zi tao"
8
TBC
