Naruto bukan punya saya, tapi isi cerita ini punya saya

FemNaruto x Sasuke

Rate M

Drama, Romance

Chapter 10

Mungkin abal, mungkin GaJe, mungkin typo, mungkin juga gak sesuai dengan selera para readers semuanya. Tapi dengan saya terus mencoba untuk memasuki dunia fic standart para readers, saya akan terus mengusahakan yang terbaik.

Waktunya bales Riview:

Aiko Michishige

lnjut ka

/ ini udc lanjut... selamat membaca

Uzumaki Prince Dobe-Nii

Huwaaaaa N-Naru mau kemana!? Dia gakbprgi jauh kan!? *waswas*

Gak tega kalo Naru bneran bkal prgi jauh dri Sasu :'v

/ Naru nya d bikin mngilang dulu ya d chap ini... biar s Sasu kena batunya... hehehehe

julihrc

Oh wow! Aksi nya keren!

Lanjut...

/ Benarkah? Padahal saya baru pertama kali bikin nih fic, tapi makasih yah udc di bilang keren... hehehe. Iya ini udc di lanjut selamat membaca...

AprilianyArdeta

yaaaaaa naru kok pergi? sasuke ditinggal ya?

/Iya buat chapter ini ajah kok... mau bkin Sasu jadi bener" kehilangan... hehehe

85

apakah naru bakalan ninggalin sasu chapter dpn? wah author san seriusan mau bikin sasu gila? boleh 2 *ikut nyeringai sadis

/ Iya seriusan, mau bikin s Sasu menderita dan galau... hhaha

Baiklah langsung aja yah...

Lets to story...

Flashback On...

"Ooeeeeeek...!", di pagi hari yang cerah Naruto mengalami morning sicknes. Naruto mengeluarkan semua makanan yang sudah dia makan semalam. Entah mengapa Naruto merasa aneh dengan keadaannya sekarang. Perubahan pola makan yang lebih gampang lapar dari biasanya, dan juga sering menginginkan sesuatu yang tak bisa dengan mudah ia dapatkan. Menjadi sesuatu hal yang aneh baginya.

"Naru, kau kenapa?", tanya Minato yang melihat keadaan putrinya. "Kau terlihat pucat!", lanjutnya. "Tou-san, apakah mungkin Naru...", Naruto menggantung kalimat yang diucapkannya. "Kau kenapa?", tanya Minato penasaran. "Apa mungkin aku hamil?", tanya Naruto.

Sebelumnya Minato sudah mengetahui semuanya setelah Naruto kembali ke kediaman Uzumaki bersamanya. Namun Minato tak menyangka jika apa yang selama ini ditakutkannya menjadi kenyataan. Bagai terkena petir ditengah terik matahari, hati Minato mencelos seketika.

"Kita pergi ke rumah sakit Naru, kita pastikan apakah kau benar hamil atau tidak", Minato langsung mengambil keputusan. Naruto menitikan air mata akan nasib yang kini menimpanya. "Naru takut Tou-san, apakah Tou-san akan membenci Naru?", Naruto terisak dalam pelukan Minato. "Tidak Naru, Tou-san tidak membencimu. Tidak akan pernah.", tegas Minato. "Tapi Naru harus bagaimana?", tanya Naruto. "Kau harus menyayangi calon cucu Tou-san. Jangan kau membencinya karena dia tidak salah Naru. Dia berhak hidup", Minato memberikan senyuman yang tulus pada putri kesayangannya. "Terimakasih ayah. Karena Naru tak akan membuangnya. Naru akan menjaganya dan merawatnya.", tutur Naruto memeluk perutnya yang rata.

Dirumah sakit Konoha. Naruto memeriksakan keadaanya. Dan apa yang selama ini ditakutkan adalah sebuah kenyataan yang harus dilaluinya. Naruto berusaha tegar dengan keadaanya sekarang. Narutopun memutuskan untuk merawat bayi yang ada didalam kandungannya selama dua bulan terakhir.

Flashback Off...

Sasuke mulai terbangun dari tidurnya dan mengerjap-ngerjapkan matanya yang silau karena terkena sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan inap Naruto. Setelah kesadarannya pulih Sasuke menyadari jika Naruto tak ada ditempat tidurnya. "Naru... kau di kamar mandi?", tanya Sasuke sambil mengetuk pintu kamar mandi yang ada siruangan itu. Namun tak ada jawaban. Sasuke membuka pintu itu dan tak ada siapapun didalamnya. Merasa aneh, Sasuke lekas berlari keluar kamar inap untuk mencari Naruto.

Sasuke bertanya pada setiap suster yang berpapasan dengannya. Hingga Sasuke sampai didepan resepsionis, Sasuke yang terengah karena berlari mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum bertanya. "Suster, kemana pasien yang berada di kamar nomor 376?". "Tunggu sebentar.", sang suster langsung memeriksa daftar pasien yang berada si Konoha Hospital. "Maaf tuan, Nona Naruto baru saja dibawa pulang oleh keluarganya lima menit yang lalu.", tutur sang suster bername tag Sizune.

Sasuke tak percaya dengan apa yang telah di dengarnya. 'Naru kau meninggalkanku lagi?', batin Sasuke. Seketika pandangannya berubah kosong. Sasuke berbalik dan meninggalkan meja resepsionis dengan langkah gontai yang dipaksakan. Dengan masih mengenakan pakaian pasien, Sasuke meninggalkan rumah sakit dengan berjalan kaki.

Tak tentu arah Sasuke terus melangkahkan kakinya dengan perasaan gelisah. 'Kau dimana Naru?', Sasuke hanya terus bergumam tidak jelas. Tanpa Sasuke sadari, Naruto memperhatikan Sasuke dari dalam mobil metalik yang ditumpanginya. "Kita berangkat sekarang Baa-chan".

Full Sasuke Pov...

Aku tak tahu lagi harus pergi kemana untuk mencari Naruto. Tanpa kusadari aku sekarang berada didepan pagar kediaman Namikaze. Aku masuk tanpa ada halangan mengingat Minato-san adalah rekan bisnis Itachi. Minato yang kala itu melihatku datang dengan tatapan menyelidik. "Apa yang kau lakukan disini Sasuke, bukankah kau masih harus dirawat dirumah sakit?", tanyanya padaku.

"Dimana Naruto?", tanyaku lunglai. Minato melihatku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan. "Aku tak tahu Sasuke, bukankah dia berada dirumah sakit bersamamu?", tanyanya padaku. Aku menggelengkan kepalaku lemah karena kondisiku gang belum pulih. "Dia pergi meninggalkanku, lagi", dan aku tak mengingat lagi apa yang terjadi.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

Shadows fill an empty heart

As love is fading

From all the things that we are

Are not saying

Can we see beyond the stars

And make it to the dawn?

Aku tersadar dari tidurku. Aku melihat sekeliling dan ini bukanlah kamarku. Tapi sebuah foto mengingatkanku akan pemilik dari kamar ini. Naruto. Aku menatap foto dengan ukuran besar memenuhi satu sisi tembok di kamar ini. Mata sewarna rubby nya begitu menenangkanku. Tapi Kau diamana Naru?

Aku meremas dadaku yang terasa sesak, menyakitkan. Aku mencintainya. Ya benar aku mencintai Naruto. Tapi kenapa aku baru menyadarinya sekarang. Bahkan Naruto telah meninggalkanku dua kali tanpa mengatakan selamat tinggal. Ini terlalu menyakitkan. Ini terlalu membuatku gila.

Aku bahkan belum bisa mengucapkan isi hatiku seutuhnya. Tapi dia tak ada lagi disini. Bahkan Minato-san tak tahu dimana keberadaannya. Ah.. Atau mungkin sengaja menyembunyikannya dariku. Aku tak tahu. Yang pasti aku akan tetap disini menunggunya. Meskipun terlambat mengucapkannya. Tapi aku akan menunggu hingga ia kembali.

'Ini sudah malam?', tanyaku. Meskipun tak ada yang menjawabnya, aku tak perduli. Toh dikamar ini aku sendirian. Aku membuka pintu balkon kamar ini. Anginpun perlahan berhenmbus menerpa wajahku yang pasti terlihat aneh.

Kutatap langit kelam, gelap nan damai bertabur bintang terang nan indah. Aku berharap bisa merasakan kehadiran Naruto dari kejauhan. Aku merindukannya. Aku mengharapkan kehadirannya disini.

"Sial.", aku meremas rambutku kasar. meskipun terasa menyakitkan karena luka di keningku. Tunggu... luka ini... Bukankah Naruto menolongku waktu itu? Ini benar-benar membuatku gila. Naruto yang menyelamatkanku dari si gadis Hyuuga itu? Aku harus bagaimana untuk menemukan Naruto?

Aku tak bisa memejamkan mataku. Aku benar-benar tak bisa begini. aku harus menemukan Naruto. Tapi harus ku cari kemana? Bahkan aku tak bisa apa-apa sekarang. 'Naru apa kau merindukanku disana?', aku hanya bisa bergumam. Aku tak sanggup lagi. Aku harus mencarinya. Ya, mencarinya.

Entah sudah berapa lama aku terjaga. tapi bisa kupastikan jika semburat jingga menghiasi langit di pagi ini. Aku masih bertahan untukmu Naruto. Aku harus bertahan.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

Change the colors of the sky

And open up to

The ways you made me feel alive

The ways I loved you

For all the things that never died

To make it through the night

Love will find you

Sudah tiga bulan semenjak menghilangnya Naruto. Aku masih berusaha mencarinya. Tapi entah mengapa semakin aku tak bisa menemukannya aku semakin gelisah. Aku tak bisa berbuat banyak bahkan Itachi, Shikamaru, Nejii dan Sai sudah membantuku untuk mencari dimana keberadaan Naruto sekarang.

Aku masih ingat bagaimana cara dia mengubah hidupku. Dari suaranya yang sangat memekakkan telinga namun sangat ku rindukan. Tingkahnya yang sangat ceria namun membuatku merasa tambah kehilangan. Senyumannya yang selalu mengiringi setiap langkahku. Wangi tubuhnya yang bisa memabukkanku. Semuanya masih bisa ku ingat dengan jelas. Bahkan sampai aku terjatuh dalam keterpurukanku, aku masih bisa kuat untuk bangkit dan mencarinya kembali.

"Sasu sudahlah jangan minum lagi. Kau sudah mabuk", seseorang menepuk pundakku. Namun aku tak menghiraukannya. Ku tenggak lagi minuman yang selama ini menemaniku dikala aku merindukan Naruto. Berharap beban dihatiku ini menghilang. "Sasu ayo kita pulang. Kau sangat kacau. Naru pasti tak menyukainya", sahut Nejii yang menemaniku di bar ini. "Kau bilang dia tak menyukainya? Harusnya jika dia tak suka aku begini. Seharusnya dia ada disini bersamaku Nejii.", aku berteriak frustasi dengan keadaan ini.

Nejii melihatku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan. "Kau tau Nejii rasanya menanggung rasa rindu yang teramat sangat menyiksa? Aku merasa gila Nejii. Gila.", aku meremas surai ravenku. "Aku mencoba untuk melupakannya sesuai saranmu. Aku menyewa gadis, tapi apa yang ku dapat? Hanya rasa bersalah, dan bayang-bayang wajahnya yang terlihat kecewa padaku.", Aku menangis meninggalkan sikap dingin yang selama ini membentengiku dari semua emosiku. Tapi sekarang aku rapuh. aku bahkan tak bisa melakukan apapun.

Nejii masih setia menemaniku. aku memandang gelas yang kosong digenggamanku. Tapi hanya keyakinan dengan semua caraku untuk mencintainya. Dia pasti kembali padaku. Aku melewati malam demi malam dengan rasa sesak yang terus menyesakkan dada. Aku bertahan. Aku selalu mencoba untuk bertahan. Dan sekarang aku takin, jika cinta yang ku genggam sekarang akan menemukannya dan membawanya kembali padaku.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

What about now?

What about today?

What if you're making me all that I was meant to be?

What if our love never went away?

What if it's lost behind words we could never find?

Baby, before it's too late,

What about Now?

"Bagaimana keadaanmu sekarang Sasuke?", tanya Itachi menghampiriku. Aku yang sedang melamun di Gazebo hanya meliriknya sekilas dan melanjutkan acara melamunku memandangi kolam ikan yang sudah beberapa minggu ini selalu menjadi objek tempatku menyendiri. "Kau, kau bukan Sasuke yang ku kenal. Kau berubah.", tutur Itachi. aku tak menyahutinya dan tetap memandangi kolam ikan dihadapanku. "Apakah Naru begitu berarti untukmu?", tanya Itachi. Aku tak menjawabnya.

"Setelah kau membuat onar dan membuat hidupmu berantakkan sepeti ini, apa yang akan kau lakukan Suke?", Itachi ikut memandangi kolam ikan. "Sebesar apa rasa cintamu itu Suke?", Aku hanya mendengus mendengar ocehan Itachi. "Kau tahu jika Naru sangat mencintaimu? Kau terlalu naif suke".

Ya hidupku memang berantakkan. Aku kembali sering mabuk. Pergi dan tak pulang hingga pagi. Terkadang aku pulang dengan wajah yang babak belur. Atau dengan keadaan yang bisa kritis akibat terlalu banyak minum alkohol yang ku tenggak. Aku bahkan sudah melewatkan hari kelulusan di KHS. Kau tak mengikuti ujian. Aku tak sekolah.

Bahkan aku merasa tak ingin hidup. Tapi aku takut untuk mati. Takut untuk melihat Naruto menangis karena kepergianku. Aku takut disaat Naruto kembali tapi aku yang harus meninggalkannya. Aku tak Ingin itu terjadi.

"Suke sebelum semuanya terlambat. Ubahlah hidupmu sebelum Naru kembali. aku yakin jika Naru kembali dan melihat kondisimu sepeti ini dia akan merasa sedih.", Itachi meninggalkanku sendirian. Aku memikirkan semua ucapan Itachi. Ya, ada benarnya. Aku tak boleh rapuh, aku tak boleh terlihat lemah saat Naru kembali.

Tapi apa yang harus aku lakukan. aku bahkan tak bisa mengingat lagi kapan terakhir kali Naru marah padaku karena minum terlalu banyak. Aku begitu merindukan ocehannya yang selalu membuatku merasa nyaman dan hangat. aku merindukan mentariku itu. Tapi dimana harus aku temukan, bahkan mencari penggantinyapun tak akan aku lakukan.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

The sun is breaking in your eyes

To start a new day

This broken heart can still survive

With a touch of your grace

Shadows fade into the light

I am by your side

Where love will find you

Aku melihat Naruto yang tersenyum padaku. Namun dia berbalik meninggalkanku dalam kegelapan. Aku mencoba untuk menggapai tangan lentik yang aku rindukan sentuhannya. Aku memanggilnya, namun ia tak kunjung berhenti. Namun saat aku bisa menyusulnya ku lihat Naruto menggendong seorang gadis kecil bersurai merah. Naruto melambaikan tangannya dan kemudian menghilang.

"Narutooooo!", aku berteriak dan nafasku terengah saat aku sadari ini bukan tempat dimana aku bertemu Naruto. 'Mimpi itu lagi?', aku bergumam dalam hati. Namun kulihat pintu kamarku terbuka. "Kau tak apa Suke, mimpi buruk lagi, eh?", tanya Sai sambil menyodorkan segelas air putih padaku. Aku meraihnya dan menenggak habis isi dari gelas itu.

"Kau masih bermimpi buruk Sasu?", tanyanya padaku. aku hanya mengangguk. Keringat menetes dari daguku. Bahkan tubuhku basah karena keringat. "Kau harus tenang Sasu, Kami masih berusaha untuk mencarinya. Istirahat.", Sai bangkit dan meninggalkanku sendiri dikamarku. "Siapa gadis kecil bersurai merah itu?", tanyaku.

Sudah lima bulan semenjak Naruto hilang. Aku sering menghabiskan waktuku untuk mengurung diri dikamar. aku bahkan selalu mengalami mimpi buruk jika aku tertidur. aku sering berteriak dalam tidurku. Entahlah. Tapi aku merasakan siksaan yang begitu sangat membuatku ingin menyerah pada Kami-sama. Aku selalu melewatkan jam makanku. Bahkan tubuhku sekarang begitu pucat dan kurus. Aku tak perduli.

aku hanya ingin Naruto Kembali. Tapi mengapa begitu sulit? Apa ini hukuman untukku? Aku tak tahu. Aku masih bisa merasakan matahari terbit yang mengahangatkan tubuhku seperti saat Naruto memelukku dulu. Selalu berharap dihari yang baru ini, aku akan menemukan gadis penghuni hati ini.

Aku masih bisa bertahan hingga saat ini. Dengan bayangan sentuhan Naruto yang menguatkanku. Meskipun bayangan itu perlahan mulai memudar dari ingatanku. Aku tak ingin melupakannya. Tapi disaat aku mengingatnya rasa sesak itu semakin membuatku terpuruk. Ya aku masih disini untuk memastikan jika dia akan kembali. Meskipun sekarang aku tak yakin, jika perasaanku ini bisa menemukannya. Menemukan Naruto.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

Now that we're here

Now that we've come this far

Just hold on

There is nothing to fear

For I am right beside you

For all my life

I am yours

Aku telah menjalani hidupku yang sangat kacau, selama hampir enam bulan lamanya. Dan selama itu pula aku tak menemukan informasi apapun tentang Naruto. aku sudah sejauh ini. Demi mempertahankan perasaan yang selama ini hanya ku pendam. Meskipun aku pernah mengungkapkannya. Tapi itu semua tidaklah seperti yang aku harapkan.

Karena sikapku yang tak berpendirian kala itu. aku kehilangan Naruto. Tapi aku masih bisa bertahan hingga saat ini. Meskipun mungkin aku tak punya kesempatan lagi. Tapi aku akan menghadapi semuanya tanpa rasa takut. Aku akan menerima segala resikonya. Tapi hidupku akan lebih hancur, jika saat Naruto kembali. Dia malah menolakku tanpa pernah aku mengatakan apapun lagi.

"Naru aku masih disini, aku masih menunggumu. Meskipun harus seumur hidup aku akan menunggumu. Yang perlu kau tahu. Aku akan selalu menunggumu.", aku mengetikkan e-mail untuk Naruto. Tapi dari sekian banyaknya e-mail yang ku kirim, tak satupun yang diterimanya. Aku mulai khawatir jika Naruto benar-benar membenciku. Aku tak sanggup membayangkannya.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

What about now?

What about today?

What if you're making me all that I was meant to be?

What if our love never went away?

What if it's lost behind words we could never find?

Sudah satu tahun berlalu semenjak Naruto menghilang. Selama itu pula aku berusaha untuk mencari keberadaan Naruto. Disetiap celah yang aku temukan untuk menemukannya. Disaat itu pula aku kehilangannya. Aku bahkan tak mengerti mengapa Naruto menghindari. Bahkan Itachipun yang membantuku untuk mencarinya merasa sia-sia.

Setiap kali aku mendapatkan informasi tentang Naruto. Setiap kali itu juga aku kehilangannya. Membuatku semakin merasa putus asa. Apa lagi yang harus ku perbuat? Apa lagi yang harus aku lakukan? Kemana lagi harus ku mencari?

Hidupku berantakan tak karuan. Bahkan aku tak tahu seperti apa aku sekarang? Aku gila. Ya gila karena kehilangan Naruto. Tapi, aku harus bagaimana? hari demi hari aku lewati dengan perasaan hampa. Kosong. Aku serasa menjadi mayat hidup. Aku tak punya tujuan. Aku sering menghabiskan waktu untuk minum di bar. Tapi apa yang ku dapat? Aku merasa semakin tersiksa.

Apakah harus aku memohon pada Kami-sama, agar membantuku untuk menemukan Naruto? Rasanya percuma. Mungkin Kami-sama sekarang sedang menertawaiku. Aku tak berguna sekarang.

Aku sering berkelahi dengan siapapun yang mencari masalah denganku. Seolah semua itu adalah kesalahan mereka. Karena merekalah Narutoku pergi. Aku tak tahu hidupku sekarang seperti apa. Sesak. Aku tak bisa lagi menahannya. Pernah aku bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengannya. Tapi gadis itu ketakutan melihatku. Aku, bagaimana jika nanti Naruto takut melihatku? Aku tak sanggup menghadapinya.

Aku tak sanggup. Bahkan sekarang aku berdiri di pembatas jalan tempat kecelakaan itu terjadi. tujuh bulan lalu saat terakhir kali aku melihatnya. Aku didekatnya. Aku menyentuhnya. Aku merengkuhnya. Yah itu terakhir kalinya.

Hanya sebuah memori yang bisa menguatkanku. Kenangan bersamanya selalu menjadi penguat hatiku. Meskipun terasa menyakitkan di saat aku mengingatnya. Aku tak perduli. Mungkin aku sudah terbiasa. Tapi itu semakin menyiksaku. Kau dimana Naruto?

Sasuke Pov Off...

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

TBC...

Haii minna-san Chapter 10 selesai... bagaimana-bagaimana? Chapter ini menguras semua pemikiran saya. Bahkan ide nya mentok di tengah-tengah. Saya bahkan harus mngetik ulang dari awal.

Berasakah fell nya? Saya kejam bikin Sasu mnderita? Saya tega? Jawabannya iya. hehehehe

Habiskan harus ada moment si Sasuke galau. Gimana dong? *dapet deatglare Sasu. Yang penting sekarang kan udc beres Chapter 10nya. Nah Chapter depan bakal fullNaru Pov..

Baiklah para readers yang nungguin Fic ini... selamat membaca semoga puas. Gomen, jika para readers gkk setuju buat bikin Sasu menderita... hehehehe

Akhir kata...

RIVIEW PLEASE...!