Pure
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK, BTS, dll
Genre : Drama, School Life, Romance, Friendship, Family, YAOI
Rate : T
Alur suka – suka dan membosankan dan alur chap ini bener - bener lambat, jadi buat yang ga suka silahkan tutup aja #apaancoba?
Baaabbbbeeeehhhhh~~~
Hapee b-day ya babeh mertua kesayangannya Cho hohohohoho...
Semoga si gajah itu makin sayang sama babeh tercintaahhh!
Setelah Jaejoong mengambil makanan dan ke atas menuju kamarnya bersama seorang maid, Mrs. Jung menatap suaminya yang juga terlihat memijat pelipisnya. Mrs. Jung menghela nafasnya, tidak biasanya Yunho membuat satu kesalahan. Apalagi kesalahan kali ini bisa dibilang fatal, Yunho kehilangan salah satu investor karena presentasinya yang dinilai tidak bagus hari ini.
Tentu saja Mr. Jung kecewa tapi mau bagaimana lagi... Yunho juga masih dalam proses pembelajaraan sehingga wajar saja jika dia masih salah namun... Kehilangan investor adalah salah satu kesalahan yang cukup fatal untuk perusahaannya.
Mr. Jung sempat marah karena hal itu tapi melihat wajah penuh penyesalan yang Yunho perlihatkan membuatnya menyudahi sesi omelannya tadi di dalam ruang kerjanya. Dia juga harus sadar bahwa Yunho masih sembilan belas tahun dan butuh banyak bimbingan darinya, salahnya juga tidak ikut ke dalam presentasi Yunho tadi siang.
Sementara itu Jaejoong menyiapkan sebuah meja di depan sofanya dan menaruh makanan yang dibawa di atas meja itu. Jaejoong kemudian duduk di atas sofa dan mulai membaca novel yang tadi dia baca. Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Yunho yang sudah memakai piyamanya.
" Sini, biar aku keringkan rambutmu" Ucap Jaejoong sembari menepuk tempat kosong disebelahnya
Yunho menurut dan duduk disamping Jaejoong, Jaejoong mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut Yunho dengan perlahan. Yunho memejamkan matanya, sentuhan sederhana yang Jaejoong berikan padanya membuat dirinya rileks dan tersenyum.
" Makan dulu"
Namja cantik itu kembali duduk disamping Yunho dan menemani Yunho makan dalam diam, tidak diam juga karena Jaejoong tengah membaca novelnya namun tetap menemani Yunho. Usai makan malam dan Jaejoong membereskan semuanya, mereka naik ke atas tempat tidur dan berbaring berhadapan.
" Ada apa? Kau tampak lesu. Mau bercerita?" Tanya Jaejoong dengan lembut
" Perusahaan kehilangan satu investor besar karena presentasiku tadi siang" Jawab Yunho
" Apa itu sangat berpengaruh pada perusahaan Jung appa?"
" Tentu itu sangat berpengaruh dan aku benar – benar melakukan hal fatal kali ini"
Jaejoong memang tidak oh bukan... Belum mengerti soal perusahaan tapi melihat raut wajah Yunho yang seperti itu membuat dirinya yakin bahwa apa yang Yunho lakukan benar – benar fatal bagi perusahaannya.
" Kau tahu? Hmm... Mungkin aku tidak pernah melakukan hal besar yang kau lakukan tapi... Kau memang harus melakukan kesalahan"
Yunho mengerutkan keningnya sembari menatap Jaejoong.
" Kenapa?"
" Tentu saja agar kau tahu dimana kekuranganmu dan untuk selanjutkan kau tidak akan mengulanginya. Kesalahan dibuat agar kau tidak mengulanginya lagi dan berusaha lebih baik agar tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya"
" Dan kesalahan membuatmu rendah diri karena kau akan berpikir bahwa dirimu tidaklah sempurna dan masih ada yang harus diperbaiki. Tidak apa – apa Yun, kau pasti bisa memperbaikinya di waktu lain"
" Tapi appa?"
" Appa memang pasti kecewa" Jaejoong ingat bagaimana wajah Mr. Jung tadi, jadi ini sebabnya mereka terlihat lesu " Tapi, jika kau bisa melakukan hal yang lebih baik, kekecewaan itu pasti akan terbayar Yun"
Yunho tersenyum mendengarnya.
" Kau benar, terima kasih"
" Hum" Jaejoong mengangguk pelan, dia senang bisa berguna untuk Yunho
" Aku ingin memelukmu, boleh?"
" Eh?"
BLUSH
Wajah Jaejoong memerah saat mendengar permintaan dari Yunho, memeluknya? Aigo... Dia malu tapi dia juga ingin. Hehehehehe...
" Boleh?" Yanya Yunho sekali lagi, dia tidak ingin memaksa Jaejoong
" I-iya"
" Kemarilah"
Yunho menarik tangan Jaejoong dan membawa tubuh Jaejoong ke dalam pelukannya dan dia memeluk Jaejoong dengan erat. Jaejoong memejamkan matanya, dia merasa nyaman dalam pelukan Yunho dan perlahan tangannya membalas pelukan Yunho.
" Ternyata, keputusan eomma untuk menjodohkanmu itu adalah keputusan yang tepat. Aku merasa tidak sendirian sekarang, apalagi disaat aku merasa seperti ini"
" Kau... Tidak pernah sendirian Yun... Kau memliki keluarga untuk saling berbagi"
" Tapi ada kau sekarang, terima kasih"
" Hum, itu tugasku sekarang Yun"
" Lalu apa yang kau lakukan bersama Junsu tadi?"
" Eh?"
Jaejoong sedikit mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum lebar dan mulailah Jaejoong bercerita tentang semua yang terjadi tadi siang di mall serta total uang yang dia keluarkan. Juga, dia membelikan ketiga sahabatnya pakaian. Jangan lupakan juga Kyuhyun.
Namja tampan yang memeluk Jaejoong itu mendengarkan semua dengan senang saja, masalah uang nanti dia bisa cari lagi. Tapi senyum Jaejoong sekarang menjadi daftar hidupnya setelah senyum eommanya.
" Jika kau merasa bebanmu menumpuk, kau bisa berbagi denganku Yun. Aku ada untukmu sekarang" Lirih Jaejoong dalam dekapan Yunho, matanya sudah tertutup karena dia sudah mengantuk apa lagi saat dia mendengarkan suara detak jantung milik Yunho yang sangat menenangkannya
" Hum, kau pun begitu. Jangan ragu bercerita apapun tentangmu padaku"
CUP
Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong dan membuat mata Jaejoong kembali terbuka karena kaget, dengan reflek dia mendongakkan kepalanya dan mendapati sebuah senyuman pada wajah tampan Yunho.
" Yu-yunho?"
" Apa kau tahu eomma berencana mengajak Kyuhyun pergi ke Jepang nanti?"
" Eh?!"
CUP
Belum selesai rasa kaget Jaejoong, dia bertambah sangat kaget saat Yunho mencium bibirnya dan menghisap bibir bawahnya. Jaejoong tersentak namun tidak melepaskan ciuman itu karena sekarang dia tengah larut dalam ciuman memabukkan yang diberikan oleh Yunho.
Malam ini mereka berbagi kehangatan dan kenyamanan, berharap besok hubungan mereka bertambah dekat dan tidak lagi merasa canggung untuk melakukan apapun.
~ Liburan Hukuman ~
Jaejoong tersenyum saat melihat dua orang berjalan menghampirinya, mereka adalah Kyuhyun dan Hoseok. Pagi ini Hoseok mengantar Kyuhyun ke bandara diantar oleh supir keluarga Jung.
" Whoooaaa~~~ Hoseok hyuungg~~~"
Suara menggemaskan itu adalah suara Jungkook yang dengan ceria menghampiri Hoseok dan menyapa kakak dari Kyuhyun itu.
" Annyeonghasseo Jungkook ah" Ucap Hoseok kemudian tersenyum lebar
" Annyeonghasseo hyung! Hyung ikut juga?"
" Tidak, hyung mengantar Kyunie"
" Ah~ Begitu" Ucap Jungkook dengan rasa kecewa
" Annyeong Hoseok ah" Sapa Jaejoong
" Annyeong"
" Kyuniieee~~ Sini!" Itu suara pekikkan Junsu yang melambaikan tangannya dengan semangat ke arah Kyuhyun
" Kajja!" Jungkook mengajak Kyuhyun untuk pergi bersamanya menuju Junsu dan Kyuhyun dengan senang hati meminta tas ranselnya yang dibawa oleh Hosek
" Jangan menyusahkan, oke?" Ucap Hoseok pada adiknya
" Ne hyung"
" Ya sudah, peluk dulu"
Kyuhyun menghambur untuk memeluk Hoseok dengan erat sebelum pelukan keluarga itu diganggu oleh seekor kelinci gembul alias Jungkook.
" Kookie juga mau peluk! Mau peluk!" Pekik Jungkook
" Arasseo" Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Hoseok dan Jungkook maju untuk memeluk kakak dari Kyuhyun itu
" Ck, Yak! Cepat kemari!"
Dan, suara bentakan itu adalah milik Changmin yang entah kenapa sebal melihat Kyuhyun dan Jungkook bergantian memeluk Hoseok. Dirinya juga bisa dipeluk, iya kan? #upss
" Hahahahahaha" Junsu tertawa kencang, menertawai Jung kedua dengan semangat karena dia tahu Changmin tengah cemburu
" Tidak usah tertawa deh hyung, aku sumpahi mulutmu robek"
PLAKK
Junsu memukul belakang kepala Changmin dengan kencang.
" Awwhh!"
" Yang sopan kalau bicara! Rasakan!" Ucap Junsu dengan senang
Tidak lama Kyuhyun dan Jungkook menghampiri mereka dan Junsu segera memberi coklat hangat untuk keduanya. Sedangkan Hoseok berbicara dengan Yunho yang kini merangkul pinggang Jaejoong.
" Terima kasih banyak sudah mengajak Kyuhyun, tolong jaga dia" Ucap Hoseok dengan tulus
" Hum, Jung eomma bilang tidak masalah" Ucap Jaejoong " Eomma dan appamu tidak ikut mengantar?" Tanya Jaejoong
" Appa lembur, tadi pagi berangkat kerja sedangkan eomma shift pagi"
" Begitu, sampaikan salamku pada mereka"
" Baik, kalau begitu aku pulang ya"
" Oke"
" Kyunie ah, hyung pulang ya!" Ucap Hoseok sedikit kencang agar terdengar oleh Kyuhyun
Kyuhyun berlari menuju sang kakak, dibelakangnya Jungkook mengikuti Kyuhyun dan kedua namja itu memeluk Hoseok dengan erat. Jaejoong tertawa melihatnya sedangkan Yunho menatap bingung adiknya yang cepat sekali akrab pada Hoseok.
" Hoseok memang punya daya magnet yang kuat untuk menarik orang disekitarnya, kau tidak perlu heran Yun"
Ucap Jaejoong menjawab pertanyaan yang tidak dilontarkan oleh Yunho, dia tersenyum tipis dan tangannya makin mengerat pada pinggang Jaejoong.
Setelah acara perpisahan sementara itu, mereka langsung masuk ke dalam pesawat pribadi milik keluarga Jung. Jaejoong dan Kyuhyun tentu mengangakan mulutnya saat melihat kemewahan yang ada di dalam pesawat itu, beda dengan Yunho yang menuntun Jaejoong untuk duduk disampingnya dan Junsu menuntun Kyuhyun untuk duduk bersama Changmin sedangkan dia duduk dengan Jungkook.
" Kenapa aku harus duduk dengan dia?" Tanya Changmin sebal
" Agar kau cepat akrab, nurut saja denganku" Jawab Junsu dengan asal
" Ck..."
" Jika kau tidak suka aku akan pindah dan duduk dengan Jungkook saja" Ucap Kyuhyun dengan ragu kemudian hendak beranjak namun suara Changmin menghentikan gerakannya
" Duduk saja, tidak masalah" Ucap Changmin dengan nada datar
Sedangkan Yunho kini menyandarkan tubuhnya pada kursi pesawat begitu juga Jaejoong yang duduk dekat jendela pesawat. Ini kali pertama untuknya naik pesawat dan jantungnya berdebar kencang.
GREPP
Jaejoong menoleh saat merasakan sebuah kehangatan pada tangannya, Yunho menggenggam tangan kanannya yang berkeringan dengan erat.
" Kau gugup?" Tanya Yunho
" Ini pertama kalinya aku naik pesawat Yun" Jawab Jaejoong dengan gugup
" Tenanglah, aku disini"
Yunho mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Jaejoong membuat namja cantik itu merona karena diperlakukan intim diarea terbuka, padahal isi dari pesawat itu hanya keluarga Jung, Kyuhyun dan Junsu.
" Aigo~~ Mereka imut sekali!" Pekik Mrs. Jung yang tidak sengaja melihat kelakuan anaknya pada Jaejoong
" Hey sayang, aku dengar kau mengizinkan Ahra untuk menyusul ke Jepang setelah pertandingan dance-nya selesai?" Tanya Mr. Jung
" Iya"
" Kau yakin?"
" Tentu, biar saja yeoja itu melihat iri pada kita" Ucap Mrs. Jung kemudian menyandarkan tubuhnya pada sang suami
" Kau ini aneh – aneh saja"
" Biar saja! Dulu mereka membuat Jaejoongie-ku menderita karena ulahnya, sekarang aku buat anaknya itu mati cemburu pada Jaejoongie~"
" Aigo~~ Terserah kau saja" Ucap sang suami kemudian memberikan sebuah kecupan pada puncak kepala istrinya
Perjalanan ke Jepang tidak memakan waktu lama, Jaejoong menatap kagum pada kumpulan awan yang dia lihat dari dalam pesawat dan melupakan ketakutannya. Yunho tersenyum senang saat melihat Jaejoong menampakkan wajah gembiranya. Sesekali dia menarik Yunho untuk melihat awan yang dia lihat dan mengucapkan rasa kegagumannya.
Tidak sampai tiga jam kemudian mereka sampai di hotel milik keluarga Jung yang ada di Tokyo, mereka mengambil alih seluruh ruangan yang ada di lantai dua puluh lima hanya untuk keluarga mereka. Sekali lagi Jaejoong tidak bisa berkata – kata melihat kamar suite yang ada di lantai dua puluh lima, sungguh VIP.
Saat pembagian kamar, Jaejoong dan Yunho akan sekamar, begitu juga Mrs. Jung yang sekamar dengan suaminya. Sedangkan Junsu akan sekamar dengan Changmin, Kyuhyun dan Jungkook, mereka memilihkan kamar terbesar di lantai itu hanya untuk mereka berempat.
" Yun, ini apartemen atau rumah? Besar sekali" Ucap Jaejoong sembari melihat interior kamar hotel mereka
" Kami memang menyediakan kamar ini untuk orang – orang yang ingin merasakan kemewahan. Tapi dua hari ini lantai dua lima hanya untuk keluarga Jung"
" Desainnya sangat bagus, aku sangat suka"
" Ya, kamar ini paling simple dibandingkan kamar yang ditempati kedua orangtuaku dan Junsu"
" Hah? Paling simple?" Ucap Jaejoong tidak percaya
" Ya, kau bisa melihat kamar Junsu nanti"
Jaejoong menganggukkan kepalanya saja tapi kemudian dia ingat sesuatu.
" Yun, lalu Ahra?" Tanya Jaejoong
" Masih ada satu kamar lagi untuknya, dipojok lantai ini" Jawab Yunho kemudian perlahan melepaskan kemeja yang dipakainya
Jaejoong kemudian ingat sesuatu, dia segera membuka kopernya dan mengeluarkan sepasang kaos dari dalam sana.
" Yun, aku membeli ini untukmu"
" Ne?"
Yunho membalikkan tubuhnya dan terdiam melihat Jaejoong mengeluarkan kaos berwarna soft blue dengan senyuman menghiasi wajahnya. Aduh bagaimana ya... Yunho tidak menyukai warna cerah seperti yang ditunjukkan oleh Jaejoong tapi melihat Jaejoong yang tersenyum ceria seperti itu membuat Yunho tidak sampai hati merusak senyum Jaejoong.
" Bagus kan?"
Yunho hanya mengangguk dan Jaejoong mengerutkan keningnya.
" Kenapa? Kau tidak suka?" Tanya Jaejoong dengan nada suara sedikit kecewa
" Bukan, aku... Suka... Akan aku pakai. Bawa kemari"
" Ne!"
Namja cantik itu segera membawa kaos yang dibelinya menuju Yunho dan diterima dengan setengah hati oleh Yunho. Harusnya dia memberitahu Jaejoong apa warna kesukaannya sebelum Jaejoong membelikan warna terkutuk (menurutnya) itu.
Yunho berjalan masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Jaejoong yang sekarang merapikan pakaian yang ada di dalam koper ke dalam lemari yang ada di sana.
TOK TOK TOK
" Ya"
Jaejoong menghampiri pintu kamarnya dan mendapati Jungkook, Junsu, Changmin dan Kyuhyun berdiri di sana.
" Kami mengganggu?" Tanya Junsu
" Tidak, masuklah" Jaejoong menyingkir dari pintu dan mereka berempat masuk ke dalam kamar Jaejoong
" Kamar hyungie biasa sekali?" Ucap Jungkook yang membuat Jaejoong dan Kyuhyun bingung
Oke, suite sebagus ini dikatakan biasa saja oleh anak yang belum berumur sepuluh tahun. Tidak salah? Astaga... Jungkook memang benar – benar ditakdirkan menjadi orang kaya.
" Hah? Biasa saja?" Jaejoong mengerutkan keningnya
" Iya, hyungie lihat saja kamar appa dan eomma juga kamar kami! Nanti main ya ke sana"
" O-oke"
" Yunho mana?" Tanya Junsu
" Kamar mandi, sedang mengganti pakaiannya" Jawab Jaejoong
CEKLEK
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Yunho memakai kaos soft blue dan celana bahan selutut berwarna krem. Junsu menahan tawanya melihat sang sahabat memakai pakaian yang tidak biasa itu, bisa Junsu pastikan Yunho pasti mengumpat sebal dalam hatinya.
" Kenapa kalian kemari?" Tanya Yunho
" Menjemput kalian, kita akan berkeliling" Jawab Junsu
" Oh" Yunho menatap Jaejoong " Sana ganti pakaianmu"
" Ne!"
Jaejoong berlari kecil menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sedangkan Yunho menjadi bahan ledekkan Junsu dan kedua adiknya, terutama Jungkook yang senang sekali melihat wajah kesal hyung pertamanya.
" Kau akan suka pakaian yang aku pilihkan untuk Jaejoongie" Ucap Junsu
" Jadi ini rencanamu, eoh?" Yunho menaikkan salah satu alisnya
" Tidak juga, Kookie dan aku bekerja sama dengan baik dalam hal ini, iya kan Kookie?"
" Ne! Toss!" Jungkook melakukan tos dengan Junsu kemudian tertawa
CEKLEK
Pintu kamar mandi terbuka dan kini menampilkan Jaejoong yang manis menjadi semakin manis memakai kaos soft pink dan celana jeans hitam panjang dengan robekan dikedua lututnya. Yunho terdiam, pemandangan di depannya sungguh menyilaukan. Jaejoong yang kulitnya putih semakin terlihat bersinar dengan pakaian yang dipakainya.
Terpesona, tentu... Yunho tidak bisa memungkirinya, Jaejoong selalu terlihat mempesona dibalik sifat sederhananya. Dan itu membuat Junsu serta Jungkook berbangga hati melihat tatapan kagum yang Yunho layangkan pada Jaejoong.
" Ung? Apa aneh? Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Tanya Jaejoong bingung
" Sempurna!" Jawab Jungkook penuh semangat
" Jinjja?" Jaejoong memiringkan kepalanya, membuat Cho ingin membawa pulang dan mengurung Jaemma di dalam kamar wkwkwkwkwk
" Ne, kajja" Ajak Junsu
Jaejoong mengangguk kemudian menghampiri Yunho yang masih diam setelah acara menatapnya tadi. Yunho dan Jaejoong berjalan di belakang keempat namja itu, mereka menaiki lift menuju lantai dasar untuk bertemu kedua orangtua Yunho disana.
" Kalian lama sekali?" Tanya Mrs. Jung saat melihat Yunho dan yang lainnya
" Iya, kami menunggu Yunho hyung dan Jaejoongie hyung ganti baju" Jawab Changmin
" Ya sudah, ayo"
Mereka menaiki mobil yang berbeda, seperti pembagian kamar Yunho dan Jaejoong naik mobil hanya berdua.
" Mendekatlah Jaejoong ah" Ucap Yunho yang melihat Jaejoong duduk agak jauh darinya
Jaejoong perlahan menggeser tubuhnya merapat dengan Yunho dan sedikit tersentak saat Yunho melingkarkan tangannya pada pinggang Jaejoong.
" Kau semakin manis memakai pakaian ini, aku suka" Bisik Yunho kemudian mengalihkan pandangannya keluar jendela
BLUSH
Pipi Jaejoong terasa panas namun dia senang karena Yunho memujinya, perlahan dia menyandarkan kepalanya pada bahu Yunho dan senyumannya melebar. Begitu juga Yunho yang merasakan kepala Jaejoong bersandar pada kepalanya, dia menolehkan kepalanya dan mengecup puncak kepala Jaejoong.
Eaaaaa~~~
Cho irrrriiiii~~~
Hari pertama ini dimanfaatkan Mrs. Jung untuk berbelanja apapun yang dia suka dan dalam hal ini Junsu serta Jungkook adalah tim yang cocok untuknya. Pergi ke toko manapun yang disuka, memilihkan pakaian, aksesoris dan yang lain dengan sesuka hatinya sementara Mr. Jung memegangi semua paper bag belanjaan mereka.
Sekali lagi Jaejoong dan Kyuhyun menatap tidak percaya pada ketiga orang yang berbelanja sesuka hati mereka, Jaejoong semakin yakin bahwa uang keluarga Jung hanya tinggal memetik di pohon makanya mereka gampang sekali menghabiskan uang.
" Sana, kau ikut eomma memilih" Ucap Yunho yang sedari tadi melihat Jaejoong memperhatikan eommanya berbelanja
" Tidak"
" Kenapa?"
" Aku sedang tidak membutuhkan apapun"
" Eomma berkata belanja itu membuat hatinya senang dan appa akan melakukan apapun agar eomma tetap senang walaupun itu menguras kantong appa" Ucap Yunho
" Apa uang keluarga hanya tinggal memetik di pohon Yun? Kenapa mereka tidak memikirkan apapun saat berbelanja?"
" Kau perhatikan apa yang eomma beli sekarang"
Jaejoong menolehkan kepalanya menuju Mrs. Jung yang sedang memilih pakaian anak kecil, anak kecil? Jungkook juga tidak akan muat memakai pakaian itu.
" Dia sedang apa?" Tanya Yunho
" Memilih pakaian anak kecil"
" Menurutmu apa pakaian itu muat untukku, Changmin atau Jungkook?"
" Tidak"
" Dia sedang memilih pakaian yang terbaik untuk dia berikan pada panti asuhan miliknya"
" Ne?"
" Eomma punya beberapa panti asuhan dan dia selalu memberikan yang terbaik untuk para penghuni disana. Jalan – jalan ke manapun dia selalu membeli oleh – oleh untuk penghuni panti, dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri" Jelas Yunho, Jaejoong bisa mendengar nada bangga dari suara Yunho barusan
" Dulu aku juga sebal saat eomma memaksaku ikut berbelanja pakaian atau apapun, pikirku eomma hanya membuang uang tapi setelah mengetahui apa yang dia lakukan aku jadi selalu ikut bersamanya saat dia bilang ingin berbelanja"
" Eommamu... Orang yang luar biasa"
" Ya"
Kyuhyun yang diam di samping Jaejoong menjadi kagum pada Mrs. Jung yang sedang memilih pakaian itu, di sampingnya ada Junsu dan Jungkook yang kini ikut membantu Mrs. Jung. Keluarga Jung sangat kaya raya yang mungkin kekayaannya tidak akan habis oleh tujuh turunan tapi sangat baik dan bersahaja. Kyuhyun jadi ingat bagaimana Yunho datang ke rumahnya untuk meminta maaf dan menggantikan ponselnya yang dilempar oleh Changmin dengan ponsel keluaran terbaru. Ughh~~
" Joongie ah, Kyunie~~ Sini bantu eomma" Ucap Mrs. Jung
Jaejoong menolehkan kepalanya pada Yunho dan melihat namja tampan itu menganggukkan kepalanya.
" Pilihlah yang terbaik jika kau ingin dipilih menjadi pilihan yang terbaik. Mengerti?" Ucap Yunho, kemudian dia melirik Kyuhyun yang kini menatapnya
" Ne, kajja Kyu"
" Ne Hyung"
Jaejoong dan Kyuhyun berlari kecil menghampiri Mrs. Jung sedangkan Yunho akhirnya bergabung dengan appa dan adiknya yang sedang duduk santai di dalam departement store itu.
" Eommamu tidak pernah berubah jika melihat barang bagus" Ucap Mr. Jung
" Membosankan" Ucap Changmin, dia sedari tadi bermain game pada ponselnya
" Sana bantu eomma jika membosankan" Ucap Yunho
" Malas"
" Ya sudah main saja"
" Hum"
Yunho memperhatikan bagaimana Jaejoong dan eommanya berbicara kemudian tertawa bersama, memilih pakaian kemudian saling mengangguk karena selera mereka sama.
" Aigo~~ Appa seperti melihat eommamu tengah memilihkan pakaian untuk cucunya" Ucap Mr. Jung
" Hum?"
" Kapan kalian memberikan appa cucu?"
" Jaejoong masih terlalu muda, lagipula kami masih belum mengetahui dengan jelas perasaan kami satu sama lain"
" Jadi..."
" Kami sednag beradaptasi appa, mencoba saling mempercayai, belum tahap saling mencintai"
" Lama, kau payah sekali"
" Ck... Terserah" Ucap Yunho malas kemudian asyik memperhatikan Jaejoong
Sorenya setelah berbelanja, berjalan – jalan di sekitar pusat kota, mereka menuju restoran yang sudah Mr. Jung sewa untuk makan malam keluarganya. Hanya sebuah kedai ramen tapi malam ini hanya boleh keluarga Jung saja di dalamnya.
Pemilik kedai ramen yang sudah mengenal baik Mr. Jung menyambut dengan senang kedatangan mereka dan langsung membuatkan ramen yang biasa mereka pesan. Jaejoong dan Kyuhyun mengikuti saja apa yang Yunho pesan.
" Eomma puas berbelanja hari ini, terima kasih pada kalian yang membantu eomma" Ucap Mrs. Jung
" Ne eomma"
" Eomma tidak sabar memberikan semua itu" Pekik Mrs. Jung dengan riang
" Eomma ingat ya, ajak aku" Ucap Jaejoong, Mrs. Jung sudah tahu jika Jaejoong sangat menyukai anak kecil
" Iya, aigoo~~ Kenapa kau tidak memberikan cucu saja pada eomma sih" Goda Mrs. Jung yang membuat pipi Jaejoong merona parah
" Jangan bicara macam – macam eomma! Jaejoong masih sekolah" Jawab Yunho
" Tunggu kalian lulus berarti?" Desak eomma Yunho
" Jaejoong akan kuliah" Balas Yunho
" Lalu kapaaannn~~~~" Rengek Mrs. Jung
" Tidak sudah merajuk eomma"
" Menyebalkan" Mrs. Jung yang tidak bisa mempengaruhi anaknya kini beralih menatap Jaejoong " Joongie~~ Kau akan memberikan eomma cucu dengan cepat kan, iya kan... Iya kan?"
" Eo-eomma"
Jaejoong bingung menjawabnya, mereka saja dalam masa adaptasi dan mencoba saling mempercayai lalu bagaimana bisa membuat cucu untuk Mrs. Jung sementara mereka belum mengerti perasaan mereka? Bisa sih, tunggu Cho evil bertindak hohohohoho~
" Eomma jangan mendesak Jaejoong, nanti kami pikirkan" Ucap Yunho
" Hahahahahaha, oke! Eomma akan tunggu" Ucap Mrs. Jung dengan senang
Mereka tertawa bergembira selagi menunggu ramen pesanan mereka jadi, Jaejoong senang. Sungguh, rasanya seperti memiliki keluarga yang utuh lagi namun kali ini merasa lebih lengkap dengan kehadiran Yunho, Junsu, Changmin dan Kyuhyun.
Jaejoong harap semua akan terasa indah seperti ini, semoga tidak ada gangguan kecuali Cho menghendaki #eaaaaa~~
" Annyeonghasseo"
Suara sedikit cempreng yang sangat familiar ditelinga Jaejoong itu membuat semua penghuni menolehkan kepalanya, mereka mendapati Ahra masuk ke dalam area kedai. Mrs. Jung dan Junsu berdecih melihat pakaian Ahra yang menurutnya kekurangan bahan itu sementara Jaejoong tersenyum menyambut adik tirinya itu.
" Ahra" Panggil Jaejoong dengan lembut
Ahra memperhatikan kedai yang dia masuki, dipikirannya malam saat dia tiba dia akan dibawa menuju restoran paling mewah di Jepang maka dari itu dia sudah memakai pakaian terbaiknya tapi... Lihat... Apa keluarga Jung tidak mampu membayar makanan di restoran yang mewah dan hanya memakan mie di kedai pinggir jalan? (Cho : Pikiranmu nak~)
" Duduklah" Ajak Mr. Jung
" Ne"
Dengan senang hati Ahra duduk disamping Yunho karena hanya ada kursi itu yang kosong, Mrs. Jung memang sengaja memberikan kursi kosong disana. Ingin membuat Ahra mati cemburu...
" Kami sudah pesankan makanan untukmu juga, tidak masalah bukan?" Tanya Mr. Jung
" Ya ahjusshi, tidak masalah. Terima kasih sudah mengundangku kemari"
Ingin rasanya Junsu mencakar Ahra, mengundang? Hoh yang benar saja! Junsu tidak sengaja menguping saat Ahra menelepon Jaejoong dan memaksa Jaejoong untuk mengikutsertakannya dalam acara jalan – jalan keluarga Jung kali ini. Junsu langsung melaporkannya pada Mrs. Jung dan tentu saja Mrs. Jung menyeringai mendengarnya, saatnya balas dendam atas apa yang dilakukan keluarga Go pada Jaejoongie kesayangannya.
" Bagaimana perjalanananmu Ahra?" Tanya Jaejoong
" Menyenangkan, aku sangat gembira" Jawab Ahra kemudian tersenyum manis
Ughh~
Kali ini Kyuhyun yang ingin melempar ponsel barunya pada Ahra, nada suara yang Ahra keluarkan dari mulutnya.
Tidak lama makanan yang mereka pesan datang dan mereka mulai memakannya, begitu juga Yunho. Kedai ini adalah kenangan terindah untuk kedua orangtuanya, disini mereka bertemu, appanya menyatakan perasaan pada eommanya sampai melamar eommanya disini. Aigo~~
Yunho juga senang makan di kedai ini karena ramennya enak dan mengingatkannya pada kedai ramyun tempat biasanya Jaejoong berkumpul dengan teman – temannya. Nanti kalau sudah pulang ke Korea dia akan mengajak kedua orangtuanya ke sana, itu juga kalau orangtuanya mau.
" Ahra yah... Makanlah dengan benar, lihat mulutmu... Dan lipstick-mu luntur" Ucap Junsu dengan datar
" Ne?" Ahra langsung mengambil tisu dan mengusap bibirnya, benar saja lipstick merah cabai mahalnya luntur aigoo~~ Itu asli apa KW mba?
" Jaejoongieeee~~ Aigo~~ Menggemaskan sekali!" Pekik Mrs. Jung dengan kencang
Yunho langsung menoleh ke arah Jaejoong, pinggi bibir Jaejoong terkena kuah ramen dan mulutnya penuh dengan ramen menjadikan pipinya menggembung lucu. Yunho terkekeh, dia memajukan ibu jarinya, membersihkan kuah ramen dan menjilat ibu jarinya.
" Yu-yun" Jaejoong speechless
" Kalian begitu cocok! Kyaa~~~ Cepat berikan eomma cucu!"
Ahra mengumpat dalam hati, Jaejoong makan berantakan dikatakan menggemaskan sedangkan dirinya malah dinyinyir. Hey, dia dan Jaejoong lebih cantik dia tahu! (Cho : Gak, sape lu!).
Usai makan, mereka kembali ke hotel. Ahra berjalan di samping Jaejoong dan Yunho, sesekali Jaejoong bertanya tentang lombanya dan kabar mamanya yang dijawab setengah niat oleh Ahra. Harusnya Jaejoong tahu bahwa Ahra akan selalu menang, dia menjadi juara satu! Tapi sepertinya itu bukan hal yang penting bagi keluarga Jung.
" Kata Yunho, ini kamarmu Ahra" Ucap Jaejoong saat mereka sampai di lantai dua puluh lima
" Ah, oke"
" Kuncinya akan dibawakan oleh pegawai hotel"
" Aku mengerti"
" Kami pergi ke kamar dulu" Ucap Jaejoong kemudian berjalan meninggalkan Ahra di lobby hotel bersama sebuah koper super besar yang dia bawa
" Aku akan mandi terlebih dahulu" Ucap Yunho ketika sampai di kamar hotel mereka
" Ne"
Saat Yunho mandi, seseorang mengetuk pintu kamar hotelnya. Saat membukanya, seorang pegawai hotel berdiri membawa beberepa paper bag yang Jaejoong kenali adalah barang belanjaan keluarga Jung tadi siang.
" Ah, silahkan masuk. Taruh saja di sana" Ucap Jaejoong dengan lembut
" Baik tuan"
Jaejoong menyingkir dari pintu dan membiarkan pegawai hotel itu masuk membawa barang belanjaannya yang ternyata sangat banyak.
" Apa itu?"
Jajeoong menoleh ke belakang, dia mendapati Ahra menatap penasaran pada paper bag yang dibawa oleh pegawai hotel.
" Belanjaan tadi siang" Jawab Jaejoong
" Kalian sudah pergi berbelanja?"
" Iya, Jung eomma yang mengajak dan memaksaku untuk membeli itu semua"
" Oh..."
Tanpa suruhan ataupun ajakan, Ahra masuk ke dalam kamar hotel Jaejoong. Tadi ada empat orang pegawai yang keluar dari lift, satu menghampirinya untuk memberikan kunci sedangkan sisanya berjalan menuju tiga kamar yang ada di lantai itu. Ahra yang melihat paper bag dengan tulisan merk tas terkenal langsung saja mengukiti pegawai yang berdiri di depan kamar Jaejoong.
Ahra melihat isi salah satu paper bag itu, matanya membulat saat melihat tas keluaran terbaru yang dia tahu keluar terbatas bulan ini. Kemudian disebelahnya ada pakaian mahal yang dia inginkan. Dia kemudian menolehkan kepalanya ke arah Jaejoong.
" Kau yang memilih ini semua?" Tanya Ahra
" Tidak, Jung eomma yang memilihkan dan aku menerimanya saja" Jawab Jaejoong
" Yah... Pantas, kau tidak akan tahu barang mahal seperti ini" Gumam Ahra sembari melihat lagi isi paper bag lainnya " Lalu? Kau membeli banyak pakaian anak kecil? Kau hamil?"
" Tidak, itu untuk panti asuhan Jung eomma"
" Hah?" Ahra mengangakan mulutnya selebar mungkin
Pasalnya, harga pakaian anak yang ada di dalam paper bag itu bisa mencapai tiga ratus tibu won per satu stelnya. Jaejoong benar – benar mendapatkan jackpot.
" Dia yang membayarnya?"
" Tadinya begitu tapi kemudian Yunho yang bayar. Katanya aku adalah tanggungannya"
Mata Ahra berbinar, tidak salah dia memaksa untuk ikut dalam acara jalan – jalan keluarga Jung ini. Bisa saja besok Mrs. Jung akan berbelanja lagi dan membelikan pakaian, tas, sepatu mahal seperti yang didapatkan oleh Jaejoong.
CEKLEK
Selagi sibuk dengan pemikirannya, pintu kamar mandi dan membuat kaget Jaejoong maupun Ahra yang kini merona parah.
" Omo! Yun!" Ucap Jaejoong kaget melihat Yunho keluar hanya menggunakan handuk dipinggangnya
" Sedang apa kau disini?" Tanya Yunho dengan datar pada Ahra
" A-ani... Aku-"
" Dia kemari menunggu kunci kamarnya Yun, kau sudah dapat kuncinya bukan?"
" Y-ya! Aku kembali ke kamarku. Permisi"
Ahra berlari dengan wajah semerah tomat. Di dalam kepalanya masih tersimpan dengan jelas tubuh bagian atas Yunho yang tadi masih basah. Ahra berhenti di depan pintu kamarnya, dia memikirkan sesuatu.
' Sudah kaya, pintar, tampan, tubuhnya bagus... Aku pasti bisa mendapatkannya kan?' Batinnya
Ahra membuka pintu kamar hotelnya, yang dia kira tidak akan kalah dengan kamar Jaejoong yang luas dan sangat indah. Tapi itu hanya ekpetasinya, saat membuka kamar hotelnya Ahra mengeryitkan keningnya.
Di dalam kamar hotelnya, hanya ada tempat tidur ukuran single, satu lemari televisi tiga puluh inci dan sebuah pintu yang dia tebak adalah kamar mandi kamar hotel itu. Bahkan pemanangannya adalah jalan kota, keluarga Jung tidak salah memberikan ruangan bukan?
Tentu tidak salah, Mrs. Jung memang sengaja menempatkan Ahra disana. Dipojok ruangan, tempat dimana para asisten rumah tangga atau baby sitter yang di ajak berlibur oleh majikannya, disediakan free oleh kedua orangtua Yunho.
" Mandi sana" Suruh Yunho yang melihat Jaejoong masih terpaku melihat tubuh bagian atas Yunho
" N-ne"
Jaejoong langsung berlari menuju kamar mandi meninggalkan Yunho yang terkekeh karena Jaejoong masih merona melihat tubuhnya yang seperti ini padahal sudah beberapa kali melihat tubuh bagian atasnya.
Saat Jaejoong keluar dari kamar mandi, dia melihat Yunho tengah duduk bersandar pada kepala tempat tidur dan dia memangku sebuah notebook. Jaejoong mendekat, dia melihat Yunho tengah fokus pada sesuatu yang ada dilayar notebook tersebut. Sebuah desain.
" Desain apa itu Yun?" Tanya Jaejoong
" Eoh?! Kau sudah selesai?" Yunho bertanya balik karena dia cukup kaget dengan kehadiran Jaejoong
" Iya"
" Ini desain gedung baru yang akan appa gunakan untuk membuat mall di Seoul"
" Ugh? Mall?"
" Ya, bagaimana?"
Jaejoong memperhatikan desain di depannya, kalau boleh jujur dia tidak mengerti tentang desain karena minatnya menjadi seorang akuntan.
" Maaf, aku tidak mengerti tentang desain" Jawab jaejoong dengan nada menyesal
" Tidak apa – apa, kemarilah. Istirahatkan tubuhmu"
" Hum"
Jaejoong naik ke atas tempat tidur, bukan untuk berbaring tapi ikut memperhatikan layar notebook Yunho. Melihat bagaimana Yunho menambahkan ini dan itu membuat Jaejoong kagum dengan apa yang dilakukan oleh Yunho.
" Kau hebat, kau ingin menjadi arsitektur?" Tanya Jaejoong
" Ya, aku suka mendesain gedung, bangunan dan sebuah produk"
" Itu keren Yun! Appa pasti bangga padamu"
" Tapi ini hanya akan menjadi hobiku Jae"
" Kenapa?"
" Hmm... Aku anak sulung, tugasku mengambil alih perusahaan appa nantinya. Dia membesarkanku untuk menjadi ahli warisnya, membuatku bekerja di perusahaan bukan menjadi seorang arsitektur"
" Kenapa? Ini keren"
" Aku tidak mungkin mengorbankan Changmin yang ingin menjadi desainer game dan cita – cita Jungkook untuk menjadi chef. Mereka tidak berbakat bekerja di perusahaan"
" Lalu cita – citamu?"
" Aku masih bisa melakukannya di waktu senggang kok, tidak bisa dijadikan utama memang tapi aku senang appa mendukungku malah dia juga ingin aku menjadi arsitektur tapi aku menolaknya. Aku tidak mau mengecewakan kedua orangtuaku"
TIK
Layar notebook itu perlahan padam, Yunho baru saja mematikan notebook-nya dan menaruhnya di atas meja nakas. Matanya beralih kearah Jaejoong dan menatapnya dengan lembut.
" Itu kehidupanku, bagaimana denganmu?" Tanya Yunho
" Ugh?"
" Apa cita – citamu?"
Pertanyaan Yunho membuat Jaejoong tersentak, cita – cita? Apa boleh memilikinya saat dia sudah berkeluarga seperti ini? Bukankah itu akan egois?
" Kenapa diam? Jawab aku" Ucap Yunho, mereka duduk berhadapan sekarang
" Yun... Aku..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya
" Katakan saja"
" Tidak punya cita – cita, saat sekolah aku hanya berpikiran bahwa setelah lulus aku akan kuliah dijurusan akuntan dan bekerja di kantor pemerintahan. Tidak ada yang spesial"
" Kau baru saja mengucapkan cita – citamu, keinginanmu dan kau bisa mencapainya jika kau berusaha"
" Tapi aku sudah berkeluarga sekarang" Lirih Jaejoong
" Lalu? Apa semua itu akan menghentikanmu? Keluarga ada untuk mendukungmu, kau bebas menjadi apapun selama ada aku" Ucap Yunho dengan santai
Jaejoong langsung menatap Yunho dengan tatapan tidak percaya, dia berkedip untuk memproses ucapan Yunho kemudian sebuah senyuman terpantri indah pada wajahnya.
" Kau tidak akan melarangku melakukan apa yang aku suka?" Tanya Jaejoong
" Tentu tidak asal kau tahu batasannya"
" Terima kasih Yun"
SRETTT
GREEPPP
Sangking senangnya Jaejoong menerjang Yunho ehem... Maksudnya melemparkan dirinya ke tubuh Yunho, mengalungkan tangannya ke leher Yunho, membuat namja yang duduk di hadapannya itu oleng dan mereka jatuh di atas tempat tidur yang empuk dengan posisi Jaejoong di atas tubuh Yunho.
Yunho membulatkan matanya tapi kemudian memeluk Jaejoong dan mengusap punggung Jaejoong dengan lembut. Jaejoong pasti berpikiran karena dia sudah menikah dia tidak bisa melakukan banyak hal yang diinginkannya dan Yunho tidak mau Jaejoong berpikiran seperti itu. Tidak.
Sebuah kecupan Yunho berikan pada puncak kepala Jaejoong dan mencoba membuat kakinya yang bertekuk menjadi lurus di atas tempat tidur. Selama beberapa menit Jaejoong mempertahankan posisinya sampai Yunho sedikit mengganggu momen mereka.
" Mau seperti ini sampai pagi?"
" Uh?"
Jaejoong menjauhkan wajahnya untuk memproses yang Yunho katakan namun kemudian wajahnya jadi semerah tomat dan dia langsung mendudukkan tubuhnya, masih di atas tubuh Yunho. #JaemmaModus
" Maaf, ak-aku..."
Jaejoong hendak beranjak dari duduk nyamannya di atas perut Yunho namun namja tampan itu menahan tangan Jaejoong dan menariknya mendekat.
" Kau agresif sekali hari ini?" Tanya Yunho dengan suara beratnya
" U-uh... Maaf.. Ak-aku tidak bermaksud" Ucap Jaejoong dengan gugup
CUP
Namun ucapannya terhenti saat Yunho menempelkan bibirnya pada bibir Jaejoong, mata Jaejoong membulat namun saat Yunho menggerakkan bibirnya, Jaejoong memejamkan matanya. Menikmati sentuhan yang Yunho berikan.
Bahkan sekarang Yunho membalikkan keadaan, dia berguling dan membuat Jaejoong ada di bawahnya. Bibirnya tidak berhenti untuk menyesap dan menjilat bibir Jaejoong yang kini dia akui sebagai candunya. Rasanya sangat menyenangkan bisa merasakan bibir Jaejoong untuk kesekian kalinya.
" Yu-yuunh!"
Jaejoong memukul punggung Yunho pelan karena dia sudah kehabisan nafas, tidak sanggup lagi menghadapi serangan dari Yunho. Yunho yang sadar akan hal itu menjauhkan wajahnya, menyangga tubuhnya dengan kedua siku dan menatap wajah semerah tomat milik Jaejoong.
" Kau menggemaskan"
CUP
Sebuah kecupan dilayangkan Yunho pada bibir Jaejoong, dia kemudian bangkit dan berbaring di samping Jaejoong. Jaejoong yang malu segera membalikkan tubuhnya, memunggungi suaminya itu, jantungnya berdetak dengan cepat dan dia bertanya – tanya kenapa dia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya.
Yunho sendiri memandangi punggung sempit Jaejoong, ada perasaan tidak rela karena namja itu memunggunginya. Karena biasanya mereka akan berbaring berdampingan dan tangan mereka saling bertautan. Bahkan saat hari pertama mereka menjadi pasangan, mereka terbangun dalam posisi berpelukan.
Entah kenapa Yunho jadi ingin memeluk Jaejoong kembali dan mendekap namja yang ada di sampingnya ini... Hmm...
" Jaejoong ah.."
" N-ne?"
" Boleh... Malam ini aku memelukmu?"
" Uh?"
" Aku ingin memelukmu malam ini, hanya memelukmu"
BLUSH
Jaejoong kembali merona dan kali ini sangat parah, bagaimana bisa sang suami meminta izin padanya untuk hal seperti itu? Jaejoong adalah miliknya dan Yunho berhak atas dirinya, tapi Jaejoong tahu Yunho melakukannya agar Jaejoong tidak risih dan semua terkesan sopan untuk jaejoong.
Perlahan, dengan menahan degupan jantungnya yang menggila dan rasa senang yang menumpuk Jaejoong mengangguk dan menggumamkan kata 'Iya'. Dan tidak lama tangan kanan Yunho melingkar pada pinggang Jaejoong dan tangan kirinya menjadi bantal untuk Jaejoong tidur, Yunho memeluknya dari belakang.
Yunho kini sadar, dirinya bisa tidur terlalu nyenyak saat mencium wangi shampo bayi yang Jaejoong gunakan, wanginya manis... Semanis vanilla yang Jaejoong sukai...
Good night...
Besok paginya mereka berkumpul di restoran hotel untuk sarapan, Ahra datang paling terakhir karena dia bangun siang. Itu juga Mrs. Jung harus menyuruh salah satu pegawai hotel untuk membangunkan Ahra karena yang lain sudah siap di meja makan restoran.
" Kau selalu bangun siang?" Tanya Mrs. Jung dengan datar
" A-ah... Tidak ahjumma. Semalam aku terlalu lelah jadi tidurnya nyenyak sekali" Jawab Ahra, padahal biasanya dia juga tidak akan bangun jika eommanya tidak membangunkannya
" Oh..." Kini matanya menatap Jaejoong yang tengah memakan sup krim dengan lahap " Makan yang banyak ya Joongie" Ucap Mrs. Jung dengan lembut dan itu membuat Ahra berdecak dalam hati dan mengumpati Mrs. Jung yang terlihat pilih kasih dengannya
" Ne eomma" Jawab
" Kyunie juga, kalau mau tambah ambil saja, oke?"
" Terima kasih ahjumma" Jawab Kyuhyun dengan senang
" Aku dan Kookie mau tambah" Ini suara Changmin
" Ambil saja, kau kan memang makannya banyak"
" Ck, kajja Kookie!" Ajak Changmin
" Ne hyung"
Usai sarapan mereka menaiki tiga mobil terpisah, Mrs. jung dan suaminya, Jaejoong dengan Yunho dan Junsu. Sedangkan Ahra dengan adik Yunho dan Kyuhyun. Tentu saja hal itu membuat Ahra sebal, dia inginnya semobil dengan Yunho tapi Junsu berkata ingin satu mobil dengan Jaejoong dan Yunho langsung mengabulkannya.
Siang ini mereka berwisata ke tempat museum dan tempat wisata lainnya tanpa Mrs. Jung berbelanja sama sekali karena dia memang sengaja melakukannya, mereka kan sudah berbelanja kemarin. Sedangkan Ahra menggurutu karena tempat wisata yang mereka kunjungi kebanyakan adalah kuil yang letaknya di atas bukit, menaiki ratusan tangga barulah mereka sampai di kuil.
Ahra yang menggunakan rok pendek dan high heels tentu saja kesakitan dan lelah, dia kira mereka akan berbelanja di pusat kota seperti hari pertama tapi malah diajak ke tempat yang tidak jelas (menurut Ahra).
Jaejoong sendiri menikmati pemandang kuil dan tempat yang rindang ini, sampai matanya melihat Ahra yang duduk sembari memijit kakinya. Saat itu Jaejoong sadar jika Ahra menggunakan high heels dan pasti membuat kakinya sakit. Jaejoong menggoyangkan lengan Yunho dan membuat perhatian Yunho kearahnya.
" Aku keluar sebentar" Ucap Jaejoong
" Kemana?"
" Mini market yang ada di depan"
" Mau apa? Haus?"
" Iya, sekalian beli yang lain"
" Mau ku temani?"
" Sendiri saja bisa kok"
" Hah... Paling tidak ajaklah Junsu atau Changmin, mereka bisa bicara bahasa Jepang"
" Ne, aku akan mengajak Kyunie saja"
" Kyunie?"
" Dia juga bisa Yun"
" Oke"
Jaejoong akhirnya pergi menghampiri Kyuhyun yang tengah mengobrol dengan Jungkook, meminta Kyuhyun untuk ikut dengannya sedangkan meminta Jungkook untuk beristirahat dengan Yunho. Yunho sendiri sebenarnya penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Jaejoong jadi dia memperhatika gerakan Jaejoong termasuk saat namja itu masuk ke dalam minimarket yang ada tidak jauh dari kuil dan keluar membawa sebuah plastik cukup besar.
Jaejoong menghampiri Ahra yang duduk sendiri, dia mengeluarkan sepasang sandal jepit berwarna hitam dan menyodorkannya pada Ahra.
" Ahra ya... Gantilah sepatumu dengan sandal ini" Ucap Jaejoong dengan lembut
" Uh?" Ahra menatap Jaejoong dengan bingung
" Kakimu sakit bukan?"
" Aku tidak mau! Tidak cocok aku pakai sendal murah seperti itu"
Kyuhyun yang berdiri dibelakang Jaejoong menatap kesal pada yeoja itu kemudian menggelengkan kepalanya, sudah dibantu tapi tidak tahu diri.
" Jadi kau memilih kakimu sakit?" Tanya Jaejoong
" Iya, tidak fashionable! Kampungan!"
" Hah... Ya sudah, aku akan membawanya. Jika kakimu terasa lebih sakit, cepat bilang ya. Aku sudah membeli pain killer"
" Tidak perlu"
" Tidak mau duduk bergabung dengan kami di sana?"
" Nanti" Jawab Ahra tanpa menatap Jaejoong karena dia fokus pada ponselnya
" Oke"
Jaejoong membawa Kyuhyun menjauh dari sana, mereka kembali ke keluarga Jung yang sedang duduk santai di bawah sebuah pohon rindang. Dia duduk di samping Yunho dan mengeluarkan air mineral yang dibelinya.
" Kenapa Ahra duduk disana sendirian, tidak bergabung dengan kita?" Tanya Mr. Jung
" Nanti appa, dia sedang memotret pemandangan katanya" Jawab Jaejoong
Kyuhyun mendelik, apa – apan itu? Kenapa Jaejoong berbohong untuk menutupi Ahra? Huh? Kyuhyun kesal!
" Kau beli apa hmm?" Kali ini Mrs. Jung yang bertanya
" Ini.. Sandal dan pain killer untuk Ahra. Takut kakinya sakit memakai sepatu itu"
" Kau perhatian sekali sih dengannya"
" Karena dia adikku, eomma" Ucap Jaejoong dengan senyum lembut mengembang pada bibirnya
Aduh...
Mrs. Jung gemas dengan Jaejoong yang menganggap semua orang itu baik. Jaejoong yang polos, yang selalu mengikuti permintaan mama tirinya harus segera disadarkan dan Mrs. Jung akan berjuang untuk itu. Dia tidak mau menantu kesayangannya ini tertipu untuk kesekian kalinya terutama oleh keluarga Go.
Sepuluh menit kemudian Ahra ikut bergabung dengan keluarga Jung karena mereka makan siang disana, memakan bento dan saling berbagi makanan dimana Ahra tidak menyukai ide itu. Dia tidak suka berbagi dan ini membuatnya kesal dan jijik. (Cho : Diajak aja udah sukur, coba Cho ga ijininin. Huh).
" Makanlah" Yunho menyumpit sepotong daging sapi dan memberikan pada Jaejoong
" Terima kasih, kau juga Yun" Kali ini Jaejoong menyumpitkan udang tempura untuk Yunho
Ahra semakin mual melihat acara lovey dovey yang diperlihatkan oleh Yunho dan Jaejoong sementara yang lain menatap gemas pada Jaejoong juga Yunho. Termasuk Cho... #eaa
Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pergi, setelah membereskan tempat yang mereka pakai, mereka berjalan menuruni tangga sampai...
BRUGHH...
" Akhhh"
Jaejoong langsung menoleh karena kaget, dia mendapati Ahra terjatuh dan memegangi lututnya. Jaejoong langsung menghampirinya dan melihat luka pada lutut Ahra, berdarah tapi tidak banyak. Sedangkan keluarga Jung hanya memperhatikan apa yang Jaejoong lakukan pada Ahra.
" Kau baik – baik saja?" Tanya Jaejoong dengan khawatir
Ahra menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa dia baik – baik saja setelah jatuh dan berdarah! Tidakkah Jaejoong bisa menggunakan otaknya barang sedikit!
" Ayo ganti sepatumu dengan sandal yang aku beli"
Mau tidak mau Ahra menuruti Jaejoong walaupun dia sangat tidak menyukai sandal murahan yang dibeli oleh Jaejoong yah... Paling tidak lukanya tidak semakin parah. Usai mengganti sepatu Ahra, Jaejoong merangkul pinggang Ahra dan memapahnya untuk menuruni tangga.
Dengusan tidak suka tentu Yunho layangkan pada pemandangan itu tapi dia hanya menampilkan wajah datarnya. Mencoba untuk tidak terlalu kesal walaupun dalam hati menggerutu. Mrs. Jung tersenyum sinis pada Ahra yang kini menundukkan kepalanya. Sedangkan Junsu berjalan mendahului mereka dengan kedua adik Yunho dan Kyuhyun.
" Aku akan membeli obat merah dulu, tunggu ya"
Jaejoong berjalan ke arah apotik yang letaknya tidak jauh dari sana, Yunho mengikutinya. Karena panik, Jaejoong tidak mengajak siapapun dan Yunho tidak mau hal buruk terjadi pada Jaejoong.
GREPP
" Omo!"
" Kenapa panik sekali?"
Saat membayar di kasir seseorang merangkul pinggang Jaejoong dan dia tahu orang itu adalah Yunho. Jaejoong segara menoleh dan tersenyum tipis.
" Adikku terluka dan aku harus mengobatinya" Ucap Jaejoong
" Adik tiri"
" Hanya dia dan mama yang aku punya sekarang Yun, bagaimanapun mereka keluargaku"
CUP
Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong dan akhirnya mereka keluarga bergandengan tangan menuju mobil tempat Ahra beristirahat. Dengan teliti Jaejoong membersihkan luka Ahra dan mengobatinya, ingin sekali Ahra mengumpat namun takut dimarahi Junsu yang berdiri diluar mobil memperhatikan mereka. Hahahaha...
Kekesalan Ahra bertambah karena sampai sore mereka tidak juga berbelanja, mereka memutuskan hanya berjalan – jalan di taman dan memakan makanan pinggir jalan kesukaan orangtua Yunho. Saat mobil berhenti Ahra menolak keluar dan memilih beristirahat karena kakinya masih sakit.
Akhirnya hanya Ahra yang ditinggal dimobil sedangkan sisanya bermain dengan riang di taman yang mereka datangi. Dan tanpa sepengetahuan Ahra, Mrs. Jung mengajak keluarganya itu pergi untuk membeli suvernir.
Hingga saat Kyuhyun, Changmin dan Jungkook memasukkan beberapa paper bag, Ahra mengerutkan keningnya.
" Kalian dari mana?" Ahra mengenal salah satu tulisan pada paper bag itu, toko suvernir yang sangat ingin dia datangi
" Jung ahjumma mengajak kami ke toko dan membelikan kami banyak suvernir" Jawab Kyuhyun
" Mwo?"
" Ne, kami tadi diajak ke arah pertokoan dan Jung ahjumma membelikan banyak barang untuk kami"
Ahra bisa saja meledak saat ini, dia kesal! Harusnya tadi dia ikut saja walaupun kakinya sakit, yang penting kan dia dibelikan suvernir dan barang lainnya oleh Mrs. Jung!
'Sialan! Si Jaejoong polos itu juga pasti mendapatkan banyak barang! Harusnya aku ikut saja tadi! Sial sial sial!' Umpat Ahra yang disayangi reader dalam hati
Karena jam penerbangan mereka kembali ke Korea adalah pukul delapan malam, Jadi pukul lima sore mereka sudah tiba di hotel dan Mrs. Jung langsung meminta mereka membersihkan diri dan bertemu di restoran hotel untuk makan malam sebelum berangkat menuju bandara.
Jadi Jaejoong manarik Yunho yang sibuk dengan ponselnya membalas beberapa pesan klien ke arah kamar mereka sedangkan Ahra dibantu salah satu pegawai hotel menuju kamarnya.
" Yun! Cepat mandi!"
" Kau dulu saja, aku masih membalas beberapa pesan klienku"
" Huh"
Mau tidak mau akhirnya Jaejoong mandi terlebih dahulu dan dalam lima belas menit Jaejoong sudah keluar dari kamar mandi lengkap sudah menggunakan pakaian. Setelahnya Yunho beranjak menuju kamar mandi, membiarkan Jaejoong membereskan barang – barang yang akan mereka bawa pulang ke Korea.
Jaejoong memperhatikan paper bag yang jumlahnya banyak itu, Mrs. Jung bilang dia hanya harus menyiapkan dipintu dan sisanya akan diurus oleh pegawai hotel. Kekuasaan keluarga Jung memang benar – benar kuat ya...
" Yoochunie pasti akan suka dengan sweater yang aku beli hehehehe... Dia pernah menunjukkan foto sweater ini dan berniat membeli sweater yang hampir sama dengan ini di pasar malam" Gumam Jaejoong
Dia kemudian membuka paper bag yang lain dan tersenyum melihat baju couple yang dia beli untuk dua sahabatnya.
" Hosiki dan Taetae pasti suka hahahaha... Sudah ku bilang mereka pasti jodoh! Chunnie bilang mereka sekarang lengket walaupun masih sering bertengkar"
Dan beberapa paper bag lagi adalah untuk sahabatnya yang lain, Jihyun, Hyukjae dan Donghae. Dia membelikan beberapa kaos yang menurut Jaejoong lucu. Juga...
" Ini untuk mama dan Ahra... Aku langsung antar saja ke kamar Ahra"
Jaejoong bangkit dari duduknya, berjalan mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya.
" Yun!" Ucap Jaejoong agak keras agar Yunho bisa mendengarnya
" Ya?"
" Aku ke kamar yang lain ya"
" Untuk apa?"
" Bosan, nanti bertemu di kamar Junsu"
" Ok"
Setelah itu Jaejoong membawa barang yang akan dia bawa ke Korea di dekat pintu dan membawa empat paper bag keluar, dia berjalan menuju kamar Ahra.
TOK TOK TOK
" Siapa?"
" Ini aku, Jaejoong"
" Masuk saja"
Saat Jaejoong membuka pintu kamar hotel, Jaejoong sempat terdiam melihat kamar Ahra yang sangat sederhana dan jauhd ari kata mewah namun masih terlihat elegan. Jaejoong ebih suka kamar seperti ini tapi kenapa diberikan pada Ahra?
" Ada apa?" Tanya Ahra datar, dia sedang duduk di pinggir tempat tidur mengobati lukanya
" Karena kau tadi tidak bisa keluar dari mobil, ini aku belikan untuk kau dan mama"
Jaejoong menaruh paper bag itu di bawah tempat tidur Ahra, Ahra meliriknya dia sempat membulatkan matanya karena dia tahu harga pakaian itu pasti sangat mahal tapi kemudian Ahra menyeringai...
" Kalau aku tidak suka model yang kau beli bagaimana?"
" Eh?"
" Aku tidak mau tahu! Aku akan memilih model yang aku mau dan kau harus membayarnya!"
" Ne? Kau mau keluar untuk membeli pakaian?"
" Tentu tidak bodoh! Aku akan mencari online dan kau yang harus membayarnya"
" Uang darimana? Aku saja dibelika Jung eomma"
" Tidak mau tahu! Salah kau tidak bilang bahwa kau berbelanja tadi!"
" Itu kan kau yang memutuskan beristirahat Ahra yah"
" Tidak mau tahu, pokoknya kau harus mau! Atau nanti aku bilang pada eomma dan kau dihukum!"
Jaejoong tersentak, dihukum? Tentu saja dia ingat kapan terakhir kali dia dihukum. Saat dia kelas sembilan. Saat itu dia pulang terlambat karena mencari kerja sambilan dan mamanya menitipkan makan malam lewat pesan. Karena saat itu ponsel Jaejoong baterainya habis jadi Jaejoong tidak membaca pesan yang dikirimkan mamanya.
Jadi saat Jaejoong pulang, mamanya meminta pesanannya Jaejoong bingung dan langsung menunjukkan ponselnya yang mati. Tanpa belas kasih mamanya menyeret Jaejoong dan mengurungnya di gudang tanpa diberikan makan atau minum seharian.
Jaejoong harus menahan haus dan lapar apa lagi seharian dia juga hanya makan sedikit itu pun karena Yoochun membagi makan siangnya. Sehari setelahnya Jaejoong diperbolehkan keluar namun kondisinya memprihatinkan, akhirnya dia tidak masuk sekolah selama lima hari dan tidak diberikan obat apapun. Yoochun datang bersama dengan eommanya untuk merawat Jaejoong, karena jika dia datang sendiri sudah pasti dia akan diusir.
Jika mengingat hal itu dada Jaejoong jadi sesak, dia masih bisa merasakan ruang sempit itu seakan menghimpitnya dan membuatnya tidak bisa bernafas.
" Bagaimana?"
" Ah-ahra yah..."
" Sudah sana! Pergi! Aku ingin bersiap"
" Sana pergi!"
Akhirnya Jaejoong keluar dari kaamr Ahra dengan gontai, saat diluar Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada dinding dan mengatur nafasnya yang sempat tersendat. Mengapa hidupnya kembali seperti ini? Tidakkah keluarganya menyayangi dan menginginkannya walaupun hanya sedikit?"
CEKLEK
" Hyung? Sedang apa?"
Pertanyaan itu keluar dari Jungkook yang baru saja membuka pintu kamatnya, Jaejoong langsung menoleh dan tersenyum. Dia menggelengkan kepalanya, menjawab jika dia tidak kenapa – napa.
" Ayo ke kamar Kookie saja, kami sedang bermain!"
Jungkook menghampiri Jaejoong dan menggenggam tangan Jaejoong, menarik namja cantik itu masuk ke dalam kamarnya dan membuat Jaejoong terperangah dengan kamar yang dimasukinya. Astaga... Ini kamar hotel atau istana?
Ini sangat mewah dan bentuknya seperti rumah, bahkan ada meja bar di pojok ruangan, juga permainan yang biasa Jaejoong temui di mall.
" Jaejoong, kau kemari?" Tanya Junsu
" Iy-iya"
" Kemari, bergabunglah. Kami sedang bertaruh siapa yang menang antara Kyu dan Changmin" Ucap Junsu dengan senang
" Bertaruh?"
" Iya, bermain playstation, balap mobil! Kyunie hyung sangat pintar bermain lho hyung!" Ucap Jungkook dengan semangat
" Jinjja?"
" Ne, kajja hyung!"
Jaejoong duduk disofa diapit oleh Junsu dan Jungkook sedangkan Kyuhyun duduk di atas karpet berbulu yang tebal bersama dengan Changmin, mereka tengah serius bertanding. Junsu tiba – tiba merangkulnya, berteriak kencang saat Kyuhyun berhasil menyalip mobil balap Changmin.
Jaejoong tersentuh, dia harus ingat masih ada yang menyayanginya dengan tulus, Junsu contohnya atau yang Yunho yang selalu ada untuknya. Dia tidak sendirian karena ada Yoochun yang menemaninya bercerita juga Hoseok dan Taehyung yang melontarkan candaan lucu padanya. Juga ada Hyukjae, Donghae dan Jihyun yang selalu bisa membuatnya tertawa.
Belum lagi Jungkook, Kyuhyun dan Changmin yang selalu mengganggunya namun dimata Jaejoong mereka adalah adik – adiknya yang menggemaskan. Dia tidak sendirian!
Sedangkan Junsu yang melihat Jaejoong tersenyum ikut tersenyum dalam hati sudah berkobar bendera perang untuk Ahra yang tadi membentak Jaejoong! Jangan salahkan Junsu tahu hal itu, karena dia memasang penyadap di kamar Ahra untuk mengetahui apa saja yang yeoja itu lakukan. Hahaha... Kena kau!
CEKLEK
Pintu kamar hotel itu terbuka dan menampilkan Yunho dan kedua orangtuanya yang sudah rapi, mereka menghampiri Changmin dan yang lain. Ikut menyoraki Changmin yang kalah dari Kyuhyun sedangkan Yunho tersenyum saja melihat kejadian di depannya. Kapan lagi melihat Changmin di bully banyak orang?
" Changmin ingat taruhannya, kau harus menuruti apapun yang Kyuhyun katakan satu bulan ini!" Pekik Junsu dengan senang
" Ta-tapi!"
" Hyung mengawasimu, awas kau berniat jahat pada Kyuhyun!"
" Hyung!"
" Dan kau namja bukan? Kau harus memegang janjimu"
" Ish"
" Sudahlah Min, kau harus terima. Salah juga kau bertanding padahal sudah tahu pasti kalah" Goda Mr. Jung
" Appa! Aku bisa saja menang, tapi aku mengalah!" Ucap Changmin tidak terima
" Tapi tadi kau bilang kau mengerahkan seluruh kemampuanmu" Ucap Kyuhyun tidak suka jika lawannya memang benar sengaja mengalah
" Itu hanya asalan saja Kyu, aslinya dia memang tidak bisa mengalahkanmu"
" Hyung~~~"
" Aigo~ Kalian ini, ayo sekarang kita makan malam" Ucap Mrs. Jung melerai anak – anaknya
Akhirnya mereka keluar dari kamar hotel dan menemukan Ahra yang berdiri bersandar pada dinding dan fokus pada ponselnya.
" Ahra" Panggil Jaejoong
Dan panggilan Jaejoong membuat Ahra memasukan ponselnya ke dalam tas selempang kecil miliknya dan tersenyum menyambut keluarga Jung. Mereka makan malam agak cepat dan segera
beranjak menuju bandara.
Di dalam pesawat, Yunho menarik Jaejoong untuk duduk dipaling belakang. Agak terpojok dimana yang lain akan sulit melihat mereka. Yunho bilang dia hanya ingin privasi dan tenang karena Changmin masih berisik bersama Junsu dan yang lain. Jaejoong sendiri sudah mengantuk sebenarnya tapi dia berniat menemani Yunho saat ini.
Jaejoong sedikit berdiri dari duduknya, melihat Ahra yang tengah berpose kemudian memotret dirinya sendiri, Jaejoong ikut tersenyum kala Ahra menunjukkan wajah cerianya. Sejahat apapun mereka, Jaejoong tulus menyayangi mereka walaupun mereka memperlakukannya dengan semena – mena apalagi sejak appanya meninggal.
" Sedang apa?"
" Ah... Tidak"
Jaejoong kembali duduk dan menatap Yunho, dia bingung ingin membahas apa.
" Tidur saja kalau kau lelah"
" Kau bagaimana?"
" Ada yang ingin aku selesaikan"
" Kalau begitu aku temani saja, lagipula penerbangannya tidak lama kan?"
" Ya sudah"
Yunho membuka notebook-nya, awalnya membuka pesan yang masuk ke alamat e-mailnya kemudian sibuk membalas satu persatu e-mail itu. Jaejoong memperhatikannya dengan serius, Yunho sunggu profesional dalam bekerja.
Dan...
Saat dia menatap wajah Yunho...
Ugh...
Bagaimana ya?
Jantungnya berdebar kencang saat melihat wajah serius Yunho yang sedang bekerja, matanya menatap tajam notebook dan Jaejoong sangat menyukainya. Apa saat belajar Yunho juga menampilkan wajah seperti itu? Sangat tampan~
" Kau sedang apa?"
" Uh?"
Larut dalam lamunannya membuat Jaejoong tidak sadar bahwa Yunho sekarang melihatnya dengan tatapan bingung. Jaejoong jadi gugup ditatap Yunho seperti itu, apalagi tadi dia ketahuan memperhatikan wajah Yunho.
" A-ah... Tidak! Maaf mengganggumu" Jaejoong mengalihkan pandangannya
Namun Yunho menjepit dagu Jaejoong diantara jari telunjuk dan ibu jarinya, mengarahkan wajah Jaejoong untuk menatapnya kembali dan perlahan semburat merah muda yang Yunho sukainya muncul.
" Kenapa mengalihkan pandanganmu?" Tanya Yunho
" Ak-aku hanya takut mengganggumu" Jawab Jaejoong dengan guup
" Kau tidak menggangguku, kau hanya menatapku" Ucap Yunho dengan nada lembut
" I-itu... Ak-aku..."
" Apa?"
" Aku suka melihat wajah seriusmu"
" Hum?" Yunho mengerutkan keningnya
" Tampan"
BLUSH
Habis sudah rasa malu Jaejoong saat mengatakannya, sekarang bisa dipastikan wajahnya merah parah. Dia segera menarik diri dan memalingkan wajahnya dari Yunho. Yunho tersenyum, dia jadi gemas dengan pasangannya ini. Dengan sekali gerakan dia merangkul pinggang Jaejoong dan membuat Jaejoong kembali menatapnya.
" Yu-yun..." Lirih jaejoong karena saat ini wajah Yunho saat dekat, Jaejoong bahkan menempel pada jendela pesawat
Yunho hanya menatap mata Jaejoong dan wajahnya semakin mendekat, menghantarkan gelombang panas pada wajah Jaejoong dan memompa jantungnya dengan cepat. Jaejoong yakin dirinya bisa terkena serangan jantung jika Yunho melakukan hal ini, terlebih mereka sedang diarea publik. Astaga!
" Yu-yun... Yang lain..." Bisik Yunho
" Mereka sudah tidak berisik, aku pastikan mereka sudah tertidur" Balas Yunho dengan nada rendahnya
Setelahnya Jaejoong pasrah saat Yunho menempelkan bibirnya dan menciumnya dengan lembut, dia memejamkan matanya dan mengikuti alur yang diberikan oleh Yunho. Yah... Untung saja sisanya sudah tidur tidak lama setelah pesawat take off.
Kecuali...
Satu orang yang beranjak dari tempatnya menuju toilet, dia melihat dengan tatapan jijik melihat kakak tirinya itu berciuman dnegan orang yang sedang diincarnya.
'Lihat saja, nanti juga Yunho oppa akan sadar siapa yang pantas disampingnya!'
~ TBC ~
Yuuhuuuu~~~~
Annyeong, Cho kembali seperti yang kalian inginkan~
(Reader : Siapa juga yang pengen sama lu, ff lu lebih penting tau!) Hehehehehehe
Special Thanks :
Jejukocherys (iya iya, ini Cho udah lanjutin kok tenang aja hohohoho), Park RinHyun-Uchiha (yoi, Yunpa raja Cho babu wkwkwkw), Michelle Jung (belom an, kan dia mah masih polos ga tau duit itu apa #plakkk), chwangkyuwoozi (eaaaaaa~~ no vkook ya disini wkwkwkwk), Jj (sip deh), uknowme2309 (iya, ada maunya biar cho update cepet kan? Hayo ngaku! Kkkk~), ruixi1 (iya dung, kemajuan terusssss), indri (maacih udah nunggu Choooo), Aditaja (iya dunggg), kk (ga ganggu kok, cho yang malah ganggu Ahra hahaha), ndandi (mau na kapan?), kurojiaer (kenapa coba? Pas kan?),
Yang udah follow, fav dan para SiDer
Sekali lagi maacih #bow
maaf kalo chap ini kurang ya?
Sepi yang ffn sekarang?
Apa pada pindah ke watty?
Semoga masih ada yang nunggu update an dari Cho ya?
See u next Chap?
" Yun..."
Jaejoong tengah menyandarkan tubuhnya pada bahu Yunho setelah aktifitas saling mengulum bibir barusan. Yunho hanya bergumam dan tangannya tidak henti mengelus punggung tangan Jaejoong yang sejak tadi dia genggam.
" Apa Changmin atau Jungkook pernah dihukum oleh kedua orangtuamu?"
" Aku yang menghukum mereka jika mereka berbuat sesuatu diluar batasan"
" Kalau kau?"
" Eomma biasanya memberikan pengertian sedangkan appa... Yah... Memarahiku dan menatapku dengan kecewa setelah aku sadar apa kesalahanku. Kenapa bertanya? Apa kau pernah dihukum oleh keluargamu?"
DEGH
Mata Jaejoong yang tadinya terpejam itu langsung terbuka, dia diam di tempatnya kemudian menggeleng. Dan Yunho tahu Jaejoong berbohong karena tubuhnya sempat tersentak sebelum menggelengkan kepalanya.
Selasa, 6 Februari 2018
