Hai, aku kembali lagi. Sebelumnya, aku minta maaf sedalam-dalamnya atas sangat keterlambatan fic ini. Yah, berhubung akhir-akhir ini aku sibuk, yah, dalam mempersiapkan olimpiade IPS. Aku berdoa aja semoga lolos sampai nasional. Te-hee…

Yup, akhir kata mari kita lanjut ke chapta selanjutnya. :D

Disclaimer: Square Enix


23 Desember

Di Gold Saucer,

Selamat malam diariku, kau tahu gak hari ini aku sangat senang plus malu sekali. Mau tahu gak apa yang terjadi tadi malam? Yeee.. kasih tahu gak ya? Ok,ok,ok. Kabar bahagianya, aku berhasil mencopet uang Cloud, dan kabar malunya (?) aku mendapat ciuman pertamaku dari Cloud. Kyaaaahhhhhh… memalukan! Hatiku jadi dug-dug-dug gara-gara si cowok sialan.

Kamu pasti penasaran kan, kenapa bisa dicium sama orang sialan itu? Ok, akan kuceritakan, awalnya aku hanya bosan aja, gak ada kerjaan! Jadi rencananya, aku pingin jambret lari semua materia mereka dan pulang ke rumah. Habis, aku kesal gara-gara insiden kemarin yang gagal total. Jadi, setelah aku lihat cewek-cewek itu sudah tidur, tentu aja aku ambil materia mereka! Masa bengong aja kayak orang bodoh? Setelah selesai mencuri barang mereka, dengan sangat hati-hatinya aku keluar dari kamar hotel di Gold Saucer lalu menyelinap ke kamar Red sama Caitsith dengan kunci rahasiaku. Mau tahu kayak gimana? Rahasia, meskipun kamu itu benda mati yang gak bakal bicara. Ternyata, setelah aku buka pintu mereka, Caitsith menghilang! Yah, sebagai orang positive thinking, mungkin dia mau cari udara segar. Tapi kalau dipikir-pikir, emang dia itu manusia? Hewan aja bukan, gimana cari udara segar? Ok, ok, lanjut ke topik utama! Setelah aku selesai ngambil barang mereka, tentu aja ke kamar yang terakhir dimana ada Cloud, Vincent, dan Barret. Nah, aku harus ekstra hati-hati sama mereka. Mereka itu ahh… susah dijelasin! Jadi, setelah aku buka pintu itu, tiba-tiba….. DUAR! Langsung kelihatan muka Cloud didepanku. Yah, pasti terkejut aja, masa tertawa?

Dia langsung menanyakan ada apa kamu kemari, bagaimana kamu bisa buka pintu itu, apa masalahmu. Ahh.. kenapa sih, nasibku haru sial gini? Jadi, dengan kepintaranku, aku bilang kalau aku lagi bosan, lalu para cewek udah para tidur, yah… jadi mau ngajak dia untuk jalan-jalan. Melihat muka blo'on tanpa ekspresinya, yah, aku dorong aja dia keluar dengan kesalnya. Memang aku lagi bicara sama tembok?

Bisa dibilang kita ini lagi kencan kalau mau bilang lagi nyopet. Pertama-tama, kita ke tempat drama. Ternyata kebetulan sekali kita itu pasangan yang ke-100. What? Lupakan kata pasangan itu. Jadi kita dipaksa untuk memainkan seorang putri cantik jelita yang diselamatkan oleh pangeran blo'on a.k.a Alfed. Mau tahu kenapa dia blo'on? Lihat aja aktingnya yang super-super hancur, plin-plan lagi! Jadi, bukan pangeran yang nyelamatin putri, malahan putri yang nyelamatin pangeran! What the heck?!

Setelah drama cliché itu selesai, kita sambung ke cable car. Nah, ini sih, udah kelewatan melenceng dari skenarioku. Tentu saja aku gugup karena di cable car itu hanya ada aku sama Cloud. Pokoknya misi utamaku harus diselesaikan yaitu mencopet uangnya kalau bisa materia, lebih baik lagi. Tapi aku harus ngelabuinya, gimana ya? Lalu muncul ideku yang jenius. Pertama-tama, aku ucapkan terima kasih lalu aku mencium pipi kanannya dan… nah, setelah itu tanganku gerayangan mencari kantong celananya dan yup, dengan kecepatan tinggi aku ambil 15000 gil dari kantong celananya dan kumasukkan ke sarung tanganku yang longgar dan selesai. Yess… misi selesai! Setelah kita keluar dari cable car itu, tiba-tiba kami melihat Caitsith dengan logat yang sangat mencurigakan, tentu saja kita mengejarnya mengingat dia adalah salah satu dari teman seperjalanan kita. Tenyata, dia mencuri keystone dan menyerahkannya kepada Shin-Ra! What the heck?! Ternyata dia itu mata-mata kurang ajar dari Shin-ra! Jadi, dia minta maaf (percuma aja!) dan meminta kita untuk membunuhnya. Dia kira aku ini bodoh apa, mau kucincang kayak gimana, robot tidak bisa merasakan sakit! Tapi, dia menyarani kita untuk menyusul shin-ra dan pergi ke temple of an ancient. Yah, akhirnya dengan kebaikan hati Cloud, si pengkhianat kembali ke pihak kita dan besok kita akan ke temple of an ancient.

Setelah itu aku pamit dan balik ke kamarku dan ternyata Tifa dan Aerith terbangun, entah mungkin waktu aku buka pintu, terdengar ribut. Astaga, ini pasti bakalan kacau. Akhirnya aku tertangkap basah mencuri materia mereka dan tentu saja mengembalikan materia itu kepada mereka. Sesudah aku mengembalikan materia ke mereka. Tiba-tiba Aerith mengatakan kalau mukaku merah. Hah? Merah? Masa? Pasti karena aku sudah gugup, tapi biar aja yang penting 15000 gil ada di tanganku. Akhirnya, aku jadi bahan tertawaan mereka sambil menggodaiku siapa cowok yang bikin aku merona. Sorry ya, gak bakalan ada! Ok, selesai sudah cerita malamku yang sangat panjang.

p.s: Kira-kira aka nada material apa lagi ya di tempat misterius itu? Jadi gak bisa tidur deh!

Pemilikmu,

Yuffie


26 Desember,

Bone Vilage,

Hari ini adalah hari menakutkan dalam hidupku. Akan kuceritakan dari awal karena sebelumnya aku benar-benar kelelahan semenjak di temple of an ancient itu. Ok, setelah kita keluar dari Gold Saucer, kita langsung menuju ke temple of an ancient yang kebetulan tidak terlalu jauh. Setelah kita sampai di sana, tiba-tiba Aerith jadi aneh. Entah kayak gimana aku sulit mendeskripsikannya. Yang penting firasatku sangat buruk, seakan-akan mengatakan kalau dia tidak akan lama lagi meninggalkan kita. Entah, lupakan aja, mana tahu dia masih hidup dan firasatku salah. Aku baru menyadari kalau Aerith itu special. Dia dapat mendengar suara raungan entah dari mana, dan pastinya kita tidak dapat mengerti maksud dari raungan itu. Setelah kita memasuki temple itu, kita dikejutkan oleh Tseng yang sekarat, yah, ketika Aerith memarahi Tseng habis-habisan karena dugaannya salah, aku langsung aja mengecek bangunan itu, mana tahu ada materia yang tersembunyi didalamnya. Yah, siapa tahu? :p Lalu, Tseng menyerahkan keystone dan tentu saja kita membuka pintu ke temple itu, masa dijilat?

Setelah kita memasuki temple itu, nah.. inilah yang paling menjengkelkan, kita dipertemukan dengan labirin sialan itu. Ya Tuhan, aku pikir labirin Cosmo Canyon sudah cukup bagiku :'(. Setelah kita mengelilingi labirin sialan itu (tentu saja kita menemukan beberapa materia dan senjata, yipeee), akhirnya kita sampai ke sebuah bangunan berkat membuntuti makhluk aneh berpakaian ungu itu. Yah, dasar makhluk mata duitan! Mana-mana harus pakai duit untuk beli potion. Memang kalau dapat uang, mau kemanakan? Dia kan gak bisa keluar. Setelah pembicaraan singkat antara Aerith sama makhluk aneh itu, untuk sekali lagi kita harus ikuti dia sampai ke sebuah bangunan aneh. Gilanya, kita harus melewati batu sialan itu. Mana gelondongan lagi, gak ada habis-habisnya! Akhirnya berkat kehebatan dan kelincahanku, aku dapat melewati batu itu. Yipeee!

Setelah kita melewati gelondongan batu gelombang pertama, kita langsung menghampiri sumur aneh itu. Tiba-tiba, aku melihat sebuah cahaya putih dan lalu menampakkan bagaimana si artis pantene itu menebas Tseng. Horror juga sih, merinding aku. Akhirnya dengan berpeluh keringat(?), sampai juga di tempat aneh, lagi. Tempat itu seperti jam. Aku bingung gimana kontrolnya, toh, Cloud sama Aerith bakal ngomel kalau aku utak-atik mesin itu. Lalu entah insting Cloud dari mana, tiba-tiba dia langsung bergegas ke ruang VI dan.. duar…. Sialan! Gara-gara perbuatannya, untuk sekali lagi kita harus melewati labirin hanya untuk mengejar makhluk aneh tadi! Setelah susah payah mengejar orang itu, akhirnya kita mendapat kunci dan membuka pintu yang terkunci. Ketika kita membukanya, muncullah si Sephiroth. Erk, emang dia itu siapa sampai kita harus mengejar dia sampai ke sini? Setelah dia menyelesaikan pidatonya, muncullah Red Dragon. Lagi-lagi kita harus mengalahkannya . Tapi semuanya terbayar dengan dragon armlet dan bahamut (itu materia langka tahu), hehehe…

Lalu Cloud mengamati miniatur aneh yang melayang-layang, dan pada waktu itu juga Caitsith menelepon kita kalau dia mau memindahkan black materia itu. Habis, kalau kita pindahkan bangunan ini akan hancur! Berhubung dia itu robot, tak ada masalah kan, mengorbankan dia?

Setelah kita mengalahkan monster itu, kita kembali lagi ke tempat jam itu. Anehnya, jam itu hanya bergerak kearah jam 12, jadi mau tak mau kita harus memasuki tempat itu dan sekali lagi kita harus mengalahi monster kuat itu. Monster itu namanya Demon Gate. Tapi akhirnya terbayar juga dengan gigas armlet, hehehe…

Makanya tak heran kalau si cewek energik ini tenagaku terkuras hanya karena hal tidak berguna ini! Pokoknya aku harus cepat-cepat mengakhiri hal gila ini!

Nah, setelah kita keluar dari bangunan itu. Booommmmm…... bangunan itu hancur! Yang tersisa hanyalah black materia, sebenarnya aku pingin ambil sih. Tapi pasti Cloud akan menebasku, jadi kubiarkan aja dia pegang lagipula itu barang berbahaya kan? Tiba-tiba muncullah Sephiroth, dan dia jadi aneh, entah kenapa dia seperti kesurupan dan menyerahkan black materia itu ke Sephiroth! Kurang ajar, dengan susah payahnya kita mendapat barang itu. Keterlaluan! Baru aku mau menghajarnya, dia langsung pingsan dan Aerith tiba-tiba menghilang! Sepertinya dia melarikan diri, tapi karena apa? Jadi, kita mencari-cari keberadaan Aerith sementara Barret sama Tifa menjaga Cloud di Gonggaga. Huh, dasar merepotkan!

Akhirnya, Cloud sadar dan menyuruh kita ke Bone Village karena dia bermimpi kalau Aerith sedang kesana. Yah, mau tak mau kita harus menuruti dia karena hanya itu satu-satunya petunjuk untuk kita. Yang penting, firasatku sangat buruk! Lalu setelah kita sampai di Bone Village, ternyata kita juga harus melewati Sleeping Forest dan untuk melewatinya, kita harus mempunyai Lunar Harp! What the heck?! Jadi kita harus gali-gali, semoga aja kali ini insting Cloud tepat supaya aku bisa cepat-cepat pergi dari tempat membosankan ini! Terus terang aja, aku udah dikejar-kejar sama kelompokku karena kelamaan nulis diari. Nanti kalau aku sudah selesai melewati Sleeping Forest akan kuceritakan lebih lanjut. Semiga aja kita mendapat materia yang banyak. Heheheheh

Selamat malam!

Pemilikmu,

Yuffie


Ok, thankieee karena kalian mau membaca diari ini dan kita akan ketemu lagi di lain waktu! R&R?