Bola Voly dan Bola Basket
Genre : Romance
Pair : Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk ( yeoja )
Kim Kibum ( namja )
Lee Donghae ( namja )
Lee Sungmin ( Yeoja )
Warning : cerita sama judul ga nyambung, gaje, abal, OOC, ngebosenin dan lain sebagainya. Bagi anda yang ga suka silahkan tidak usah baca dan lagi no pelagiat.
Chapter 10
Eunhyuk POV
Aku berjalan memasuki kelasku dengan sangat riang. Kalian pasti taulah karena aku masih mengingat saat aku dan Donghae berdua. Aku memasuki kelasku dan mencari sosok orang yang aku cari yap siapa lagi kalau bukan Kibum. Dan tepat aku melihatnya sedang membaca buku. Apa dia tidak bosan?
"hay Kibum." Ucapku mendekat ke arahnya. Di menghentikan aktivitas membacanya dan melihatku.
"hay juga." Ucapnya. "kenapa senyam-senyum gitu?" tanya Kibum setelah aku sudah berada di sampingnya.
"heem." Aku mengangguk."aku ssssaaaaannnnggggaaaatttt senang." Ucapku dengan nada riang.
"kenapa?" tanyanya lagi.
"kau tau Kibum?" tanyakku.
"tidak." Ucanya singkat.
"aish, aku kan belum selesai bicara." Ucapku lagi.
"iya iya sekarang apa yang ingin kamu katakan?" tanyanya lagi. (perasaan nanya mulu dech Kibum)
Eunhyuk POV
Kibum POV
"jadi gini kemarin aku dan Donghae jalan-jalan berdua lho." Ucapnya sangat antusias.
"oh ya? Waw, aku sangat terkejut." Ucapku mendramatisir keadaan.
"aish kau ini berlebihan sekali." Ucapnya. "aku mau ke kamar mandi dulu." Ucapnya menaruh tas di hadapanku. "jangan di apa-apain." Ucapnya lagi dan aku hanya mengangguk.
Aku alihkan pandanganku ke luar jendela yang ada di samping tempat dudukku. 'apa sih maunya? Kenapa saat waktu perjanjianku dan Donghae sudah akan habis baru dia mau mengajaknya kencan apa dia mau membuat Hyukie semakin menderita.' Batinku.
Kibum POV
Skip Time
Normal POV
Eunhyuk dan Kibum sedang berjalan menuju ke tempat parkir. Yah, memang sekarang sudah waktunya pulang sekolah. Eunhyuk dan Kibum berjalan melewati lorong-lorong sekolah hingga Hyukie melihat Danghae dan Sungmin sedang berpelukan. Sontak membuat Eunhyuk berhenti berjalan. Kibum yang sedang berjalan menyadari kalau Eunhyuk sedang berhenti berjalan sontak membuat Kibum juga berhenti. (intinya mah ya mereka berhenti berjalan dan melihat dari samping Donghae dan Sungmin yang sedang berpelukan) #sumpah ribet banget bahasaku.
Normal POV
Donghae POV
Aku berjalan sendirian di lorong sekolah ini.
"HAE." Teriak seorang yeoja yang sepertinya aku kenal suara ini. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum pada yeoja imut ini. "Hae, sekarang kita bisa bersama lagi." Ucap yeoja imut itu memelukku erat.
"ne, Minnie kita bisa bersama lagi." Ucapku membalas pelukan yeojachinguku.
"aku senang akhirnya perjanjian bodohmu itu selesai dan kamu terbebas dari Eunhyuk itu chagi~~" ucapnya manja dan merenggangkan pelukaan kami dan kami saling bertatapan. "dan yang lebih membuatku senang sekarang tidak ada yang bisa memisahkan kita." Ucapnya lagi.
"ne chagi aku juga senang." Ucapku dengan senyum yang sangat aku paksakan.
"kenapa senyummu di paksakan gitu apa kamu tidak senang?" ucapnya menatapku dalam-dalam.
"enggak kok chagi." Ucapku dan mencium keningnya.
'ne, memang aku terpaksa kembali kepadamu. Karena sepertinya aku jauh mencintai Eunhyuk. Tapi aku bukan orang yang ingkar janji maka dari itu aku akan memenuhi janjiku yaitu kembali padamu setelah satu bulan.' Ucapku dalam hati.
"Hae kau mencium keningku terlalu lama." Ucapnya yang membuatku berhenti mencium keningnya.
"mian aku terlalu merindukanmu." Ucapku bohong.
"hahaha, aku tau kok. Ayo kita pulang." Ucapnya menarikku ke samping.
Dan aku sangat terkejut saat aku menoleh ternyata di situ aku melihat Eunhyuk dan Kibum. Dari tatapan mata Eunhyuk sepertinya dia terlihat sangat marah. 'Apa dia mendengarnya?' pertanyaan itu terpintas di pikiranku. Sungmin menarik tanganku semakin dekat ke Eunhyuk.
"hay, Eunhyuk." Sapa Sungmin masing menggandeng tangan ku.
PPLLLAAAKK!
Tampar Hyukie tepat di pipiku dan itu sangat keras hingga pipiku ada bekas tamparannya.
"aku kecewa padamu DONGHAE." Ucapnya menekan nadanya dan pergi meninggalkan aku, Sungmin dan Kibum.
"Hyukie tunggu." Ucap Kibum sambil berlari menggejar Eunhyuk.
"kamu ga papa kan chagi?" tanya Sungmin mengelus pipiku yang tadi di tampar Eunhyuk.
"ne, aku ga papa kok." Ucapku.
"aish, berani sekali dia menamparmu mana sangat keras lagi pasti sakit. Baiklah aku akan membalasnya nanti." Ucapnya masih mengelus pipiku yang merah.
"JANGAN." Teriakku yang membuatnya menjadi kaget.
"baiklah aku tidak akan membalasnya. Tapi jangan teriak juga kali." Ucap yeojachinguku.
Donghae POV END
Eunhyuk POV
Setelah aku menamparnya sangat keras aku langsung pergi. Susah payah aku menahan tangisku ini supaya tidak pecah. Tapi tetap saja air mataku turun malah semakin deras.
"HYUKIE." Teriak Kibum dari belakang aku pun langsung menghapus air mataku yang turun dengan punggung tanganku. Kibum mendekat ke arahku dan membalikkan badanku sehingga membuatnya melihat wajahku. "kamu menangis?" tanyanya padaku sambil menaruh kedua telapak tangannya ke pipiku.
"aku ga nangis kok aku cuma kelilipan." Ucapku bohong. Aku sangat terkejut saat Kibum tiba-tiba memelukku.
"sudah tak usah berbohong. Menangislah kalau itu membuatmu menjadi lebih baik." Ucapnya memeluku dan mengelus punggungku. Aku yang mendengar itu pun langsung menangis.
"hhhuuueeee..." tangisku pun semakin pecah. "hiks...hiks.. Donghae jahat aku ben..benci dia...hiks..hiks.." ucapku dalam tangis.
"sudah jangan menangis lagi." Ucap Kibum menanganku dan melepas pelukan kami. " sekarang lebih baik kita pulang." Ucapnya aku pun hanya mengganguk. "sudah jangan menangis lagi." Ucapnya sambil menghapus air mataku yang sudah turun dengan telapak tanganya.
Aku dan Kibum sudah sampai di depan rumahku. Aku pun turun dari motor Kibum aku melihat baju bagian belakang dan benar dugaanku baju bagian belakang Kibum sangat basah.
"jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan aku tidak mau sampai kamu menangis lagi dan bahkan sakit." Ucapnya setelah aku turun dari motornya dan menyerahkan helm yang aku pakai ke Kibum.
"iya." Ucapku singkat.
"kalau begitu aku pulang dulu ingat jaga kesehatanmu dan jangan lupa makan." Ucapnya sambil menyalakan mesin motor aku hanya mengangguk. "bye." Ucapnya dan akhirnya dia pergi.
Aku memasuki rumahku tapi kenapa rumahku sangat sepi. Aku berjalan memasuki ruang tengah aku melihat secarik kertas dan aku langsung membukanya dan benar ini surat dari ummaku.
'chagi, umma dan appa tidak lupa dengan Jino pergi ke rumah nenekmu. Nenekmu sakit jadi umma dan appa akan kesana. Mungkin umma akan di sana seminggu. Jangan lupa makan dan jangan lupa juga jaga kesehatanmu umma tidak mau melihatmu sakit. INGAT JAGA KESEHATANMU DAN JANGAN LUPA MAKAN.'
Aku menaruh surat itu. "syukurlah tidak ada orang di rumah ini. Setidaknya seminggu ini aku bisa menggalau sendiri tanpa ada yang menganggu." Ucapku pada diriku sendiri. aku berjalan dengan sangat lemas dan langsung masuk ke kamarku mungkin karena aku terlalu lelah menangis hingga akhirnya aku tertidur.
Eunhyuk POV END
Kibum POV
Aku memasuki apartemenku dan aku langsung merebahkan badanku di kasur. Aku memandangi langit-langit atap kamarku.
"mianhae Hyukie aku yang membuatmu menagis seperti ini. Jangan salahkan Donghae karena akulah yang memaksanya untuk menjadi namjachingumu." Ucapku sendiri. "tapi nanti aku akan memberi tahumu bahwa akulah yang menyuruhnya." Ucapku lagi.
Kibum POV END
Skip time
Eunhyuk POV
Aku berjalan menuju kelasku (ceritanya lagi berangkat sekolah) dengan langkah yang sangat lemas. Kalian tau kenapa aku sangat lemas? Aku sangat lemas seperti ini karena kalau di ingat-ingat aku sudah 3 hari ini tidak makan makanan berat aku beruntung untuk umma dan appaku tidak lupa dengan adikku sedang di tidak ada di rumah mereka sedang ada di rumah nenekku yang sedang sakit jadi tidak ada yang memarahiku.
Ada tiga alasan kenapa aku tidak makan baiklah aku beri tau. Yang pertama entahlah tiga hari ini (lebih tepatnya saat Hyukie tau kalau Donghae cuma ngejadiin Hyukie sebagai taruhan aja dan mereka putus) aku jadi malas sekali makan nafsu makanku hilang entah kemana. Yang kedua aku malas sekali masak dan yang ketiga ini semua kecerobohan ummaku. Ummaku pergi tanpa meninggalkan satupun bahan buat membuat makan jadi karena bahan makanannya tidak ada dan aku harus pergi buat membeli makanan dan aku sangat malas membelinya jadi aku tidak membelinya. Jadi inti dari tiga alasan tadi adalah MALAS.
Aku mendekati kelasku dengan langkah sangat lemas. Beruntunglah karena Kibum belum datang jadi pagi-pagibegini aku tidak mendegarkan kuliah subuh darinya (maksudnya nanya mulu) . Semenjak aku putus dengan Donghae dan karena alasan yah, pasti kalian taulah. Kibum menjadi overprotektif benar-benar over hingga membuatku pagi-pagi sudah panas telinga. Misalnya begini baru aku datang di sudah bertanya 'kamu sudah makan belum?' atau 'kamu sudah mengerjakan tugas belum?' atau 'semalam kamu tidur jam berapa? Jangan tidur terlalu lama nanti kamu sakit.' Bahkan dia menyuruhkku seperti ini 'kalau ada apa-apa kamu harus telepon aku apapun yang ter jadi.' Dan yang terakhir 'kamu sudah madi belum dan apa kamu sudah sikat gigi? Kok kamu bau.' #PLAK, abaikan ucapkan Kibum yang terakhir.
Aku mendudukkan bokongku ini di kursiku. Entah mengapa kepalaku ini sangat pusing atau mungkin ini karena aku sudah tidak makan makanan berat selama 3 hari ini aku hanya makan makanan cemilan dan hanya minum minuman soda aku juga tidak tau sekarang kepalaku benar-benar pusing. Aku menaruh (?) kepalaku di mejaku dan aku menutup mukaku dengan tanganku dan memejamkan mataku berharap rasa sakit ini akan segera hilang.
"Hyukie, kamu sudah datang? Tumben berangkat pagi." Ucapnya yang tiba-tiba sudah berada di sebelahku. Aku pun membuka metaku dan menatapnya. "aigo, Hyukie kamu sakit?" ucapnya panik sambil menaruh (?) kedua telapak tangannya di pipiku sesekali memeriksa suhu tubuhku.
"nggak kok. Aku ga sakit aku cuma lelah." Ucapku menjauhkan tangannya dari mukaku.
"kenapa bisa lelah?" tanyanya lagi.
"sudahlah aku lelah Kibum." Ucapku dengan nada sangat lemas.
"mau ke UKS?" tanyanya lagi. Dan aku hanya mengeleng lemah. "hah, baiklah." Ucapnya pasrah.
Skip time...
"Hyukie, kamu ketempat parkir duluan ya. Aku mau ke kamar mandi dulu." Ucapnya buru-buru dan aku hanya mengganguk lemah. Kibum pun langsung buru-buru ke kamar mandi.
Aku berjalan melewati lorong-lorong sekolah dengan sangat lemas. Hingga ada seseorang yang menarikku yang menarik lenganku.
"aku ingin bicara denganmu." Ucapnya menggenggam erat lenganku.
"lepaskan." Ucapku denagan nada sinis.
"aku hanya ingin menjelaskan." Ucap namja yang memegang lenganku.
"menjelaskan apa? Oh ya, aku tau menjelaskan kalau kamu benar-benar menjadikan aku sebagai taruhan dan kamu terpaksa menjadi namjachinguku karena taruhan itukan. Aku tau kamu tidak mencin..." ucapanku terputus saat Donghae menutup mulutku dengan mulutnya (intinya dicium) dengan kasar.
Dia mendorongku ke tembok yang berada di dekatku dan memegang erat pundakku hingga membuatku tidak bisa bergerak bahkan melawan selain itu keberadaanku tubuhku yang sangat lemas. Aku tidak membalas ciuman ini aku terus menutup mulutku. Hingga dia mulai menggigit bibir bawahku aku masih tidak membalas ciumannya dia menggigit bibir bawahku semakin keras hingga membuat bibir bawahku berdarah dan itu membuatku mengerang kesakitan.
"ah, Donghae sakit." Ucapku lirih "Donghae hentikan a...aku...se...se...sesak." ucapku di tengah ciuman ini.
BUG (ceritanya orang lagi nonjok ya).
Donghae pun melepas ciuman ini dan tersungkur kebawah. Aku memrosotkan tubuhku ke bawah dengan sangat lemas aku masih merasa sakit di kepalaku dan di bibir bawahku. Mataku sekarang benar-benar sayu atau hampir tertutup. Kibum terus menonjoki Donghae yang sudah tersungkur dengan sudut bibirnya yang berdarah.
"KAU (sambil mengangkat kerah Donghae) KENAPA MENYAKITI HATI EUNHYUK LAGI?" ucap Kibum tepat di muka Donghae.
"dia tersakiti seperti ini juga karenamu BODOH." Ucapnya dengan nada mengejek.
"ma..ma..maksudmu." ucap Kibum gagap dan perlahan mulai melepaskan kerah Donghae.
"bukannya kamu yang menyuruhku untuk menjadi namjachingunya selama satu bulan ini?" tanya Donghae dengan nada yang benar-benar dengan nada mengejek dan Kibum melirikku yang masih duduk dengan tatapan kosong dan sangat lemas.
"Hyukie kamu ga papakan?" tanyanya berlari kearahku setelah menyadari keadaanku dan mengabaikan pertanyaan Donghae. "aigo, kenapa bibirmu berdarah." Ucapnya mengangkat daguku. "baiklah ayo naik." Ucapnya langsung menggedong tubuhku di punggungnya.
Eunhyuk POV END
Kibum POV
Di rumah Eunhyuk... (ceritanya udah di rumah Eunhyuk ya)
Aku menurunkan tubuhnya ke kasur miliknya Hyukie sendiri sudah tertidur. Aku memang naik taksi saat tadi kesini karena memang tidak di mungkinkan Eunhyuk naik motor dengan keadaan yang selemas itu bisa-bisa nanti terjatuh. Aku mengambil air hangat dan membersihkan bekas darah yang ada di mulutnya dengan air hangat yang aku ambil tadi. Setelah bersih aku melepas sepatunya dan megeserkan (?) rambut yang menutup wajahnya.
"mianhae Hyukie aku menyakitimu. Aku kira dengan cara itu (menjadikan Hyukie taruhan supaya bisa pacaran sama Donghae) aku bisa membuatmu senang kau tau saat itu aku melihatmu begitu bersedih (waktu orang tua Hyukie berantem dan ummanya Hyukie pergi dari rumah masih ingetkan? Kalau nggak baca lagi aja #PLAK main nyuruh-nyuruh aja.) aku juga ikut bersedih. Entahlah kenapa aku merasakan itu tapi apa kamu tau saat kamu sedih aku ikut bersedih dan saat kamu senang aku juga ikut senang. Dan yang membuatku lebih sedih saat kamu bersama dengan Donghae dan aku sangat senang saat bisa membuatmu tersenyum. Dan kamu tau sepertinay aku mencintaimu." Ucapku jujur pada Eunhyuk yang sedang tertidur.
"hah, sepertinya aku sudah harus pulang kalau malam-malam bisa-bisa tidak ada bus yang lewat." Ucapku melirik jam tanganku.
"selamat malam Hyukie semoga mimpi inidah." Ucapku dengan memberanikan diri untuk mencium keningnya. Aku pun berdiri dan hendak pergi tiba-tiba lenganku sudah di tahan seseorang.
"apa benar yang kamu ucapkan?" ucapnya masih menutup matanya. Aku pun hanya terdiam.
"jawab aku Kibum apa benar kamu mencintaiku." Ucapnya membuka matanya dan menatap mataku dengan sangat tajam tidak lupa dengan tangannya yang masih mencengkram lenganku erat.
"ne, aku mencintaimu bahkan sangat." Ucapku jujur. "tapi, kamu jangan pedulikan itu pasti kamu sangat marah bukan saat ini denganku karena aku yang menyuruh Donghae untuk menjadi namjachingumu selama satu bulan." Ucapku lagi.
"kata siapa aku marah?" ucapnya mulai melepas cengkramannya.
"maksudmu?" tanyaku binngung.
"aku memang belum bisa mencintaimu tapi kenapa tidak di coba dulu." Ucapnya sambil menunduk.
"ma..ma..maksudmu sekarang kita jadian gitu?" tanyaku penuh kebingungan.
"ne." Jawabnya masih menunduk.
"ah, Hyukie aku sangat senang." Ucapku sambil berlari memeluknya. "mungkin sekarang aku tidak bisa membuatmu untuk mencintaiku tapi aku janji aku akan membuatmu mencintaiku Hyukie." Ucapku masih memeluknya.
KRUYUK... (anggap bunyi perut)
"kamu lapar?" tanya Kibum melonggarkan pelukan kami.
"hehehe iya." Ucapnya.
"memang sudah tidak makan berapa lama?" tanyaku lagi.
"aku sudah tidak makan makanan berat selama 3 hari." Ucapnya dengan nada santai.
"WHO? TIGA HARI?" tanyanya dengan nada yang sangat kencang dengan mata yang melotot nyaris keluar tuh #PLAK.
"hehehe." Dia hanya nyengir watados.
"hah, baiklah aku mau beli makanan dulu." Ucapku sambil berdiri.
Kibum POV END
Di tempat lain...
Normal POV
"kenapa bisa berdarah begini?" ucap Sungmin sambil membersihkan luka yang ada di sudut bibir Donghae.
"aku habis di pukul Kibum." Ucap namja ikan itu.
"kok bisa?" tanya yeoja penyuka pink itu.
"aku mencium Hyukie tepat di mulutnya." Jawabnya santai.
"MWO?" ucapnya kaget dan itu membuatnya yang sedang mengobati luka Donghae itu menekan luka Donghae.
"au, sakit." Ucap namja pemilik luka itu.
"ah, mianhae." Ucapnya menjauhkan tanganya dari luka namja itu. "tadi kamu bilang apa kamu menciumnya. Kenapa?" tanya yeoja imut itu.
"entahlah mungkin aku mencintainya." Ucap Donghae santai.
"apa kamu bilang? Kamu mencintainya?" tanya yeoja itu.
"iya, sepertinya aku mencintainya." Ucap Donghae lagi masih dengan nada yang santai.
TBC
Balasan Review
shinhae27 : endingnya Haehyuk apa Kihyuk ya ya dah liat nanti aja ya atau silahkan tebak (pasti tau dong). Siksa Hae ya nanti dech ya aku usahain
parkhyukkie : banyak desahan ya. Ehm sebenarnya juga adegan yang di bawah itu dibuatin sama temen aku. Aku sih ga bisa bikin yang ky gituan. Nanti dech aku belajar lagi. Apa ini sudah panjang? Oh ya Fbku dah ganti.
Vaa Vanelf : wah, kalau Sungmin sih memang milik Kyuhyun (maklum selain Haehyuk/Eunhae Shipper aku juga termasuk Kyumin Shipper).
AngelFishy : tenang ga akan di naikin kok ratingnya soalnya aku juga masih di bawah umur lagian aku juga ga bisa bikin adegan kaya gitu.
kangkyumi : beginilah nasib Hyukie di chap ini. Nah udh di satuinkan Kihyuknya.
Aoi : chap akhirnya bentar lagi soalnya takut pada bosen ma nih cerita. Tenang nanti saya usahakan untuk menyiksa ikan itu.
Max Hyera : wah, kalau yang ini bener-bener ga kilat ya updatenya. Saya pisahkan lagi ya Haehyuknya.
Dhihae : masih ada kok ini. Oh ya salam kenal juga.
Bellafishy : wah, sepertinya saya lama ya updatenya.
nyukkunyuk : salam kenal juga. Ini lanjutannya.
Frida : gomawo ^_^
PidaHae : salam kenal juga. Udah di lanjutin.
Ok chap ini beres. Tapi kok aku makin ngerasa nih ff gaje, aneh, dan ribet ya. Oh ya takutnya rada bosen jadi nih ff aku percepat endingnya takutnya palah bosen jadi ini bentar lagi tamat. Dan ini adalah chap terpanjangku (bangga).
Aku juga mau minta maaf kalau update lama buka yang pertama aku memang lagi usaha biar ga kecanduan internet tapi GAGAL dan yang kedua aku harus kontrol kaki aku dulu soalnya kakiku mulai sakit lagi gara-gara mobil yang menabrak motorku sampai aku ikutan keseret mobi #PLAK jadi curcol. Oh ya, maaf kalau ada salah pengetikan aku lagi buru-biru soalnya aku mau ulanngan besoknya dan akhir2 ini aku byk ulangan #PLAK curcol lagi. Aku juga mau minta maaf kalau di ff aku ini ga byk bahasa koreanya soalnya aku ga bisa nulisnya.
Ok makasih semuanya yang udah baca ff gaje saya ini.
