Title : Please, Don't Leave Me Alone

Genre : Brothership and Family

Rating : Fiction K+

Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.

Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.

Summary : Hyung.. Bisakah kau melepaskan pelukanmu?/ Kau justru membuatku semakin pusing!/ Sudah berikan saja! Cepat!/ Apa?! Ca..cing? Cacing?!/ Dari mana saja kau 2 hari ini Kyu!/ Apakah appa ku terluka?/ Hyung.. Ada apa ini?/ Anak yang ada di hadapan kalian saat ini hanyalah anak miskin!/ Kau benar - benar keterlaluan!/ Ap..pa..

.

"Please..Don't Leave Me Alone" part 10

Kyuhyun tersentak kaget dengan perlakuan Siwon padanya. Namun, Kyuhyun sedang tidak memiliki energy yang cukup untuk menolak pelukan Siwon. Justru setelah beberapa saat dirinya berada di dekapan Siwon, ia merasakan aroma yang khas, aroma yang sangat ia kenal dan rindukan.

"Eomma.." Kyuhyun berbisik pelan.

"Mwo? Eomma? Ini kedua kalinya kau memanggilku seperti itu" Siwon segera melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan senyuman. "Okee… Aku akan menjadi eomma mu Kyuhyunnie.." Siwon kembali memeluk Kyuhyun dengan senang hati dan menggoyang – goyangkan tubuh Kyuhyun ke kanan dan kiri dengan lembut. Kyuhyun hanya pasrah dengan perlakuan Siwon padanya. Dia benar – benar rindu aroma ini.

"Hyung.. Bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku ingin ke kamar.." Kyuhyun bertanya lemah di pelukan Siwon. Siwon yang mendengar permintaan Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya. Kyuhyun pun langsung berdiri dan segera bergegas menuju kamarnya tanpa memberi ucapan selamat malam pada semua hyungnya yang terus memperhatikan gerak gerik Kyuhyun dari tadi.

Saat tiba di kamar, Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Ia menutup kedua matanya dengan lengannya, "Eomma bogoshippo.. Mianhe..", setetes air mata pun mengalir di balik lengan putihnya.

.

Keesokan paginya…

"Sungmin – ah.. Kyuhyun mana?!" Leeteuk berteriak membangunkan Sungmin yang masih tertidur.

"Aduuuh hyuung.. Jangan teriak – teriak!" Sungmin menutup telinganya dengan bantal dan kembali tidur. Leeteuk pun segera menarik bantal tersebut dan kembali berteriak, "Kyuhyun di mana?!"

Sungmin yang mendengar nama Kyuhyun disebut, otomatis langsung melirik tempat tidur di sebelahnya yang sudah rapi. Sungmin pun terlonjak kaget dan langsung terbangun dari posisi tidurnya, "Kenapa tempat tidurnya sudah rapi begitu?" Sungmin justru balik bertanya pada Leeteuk.

"Aaaisssh.. Kau justru membuatku semakin pusing!" Leeteuk pun segera berlari meninggalkan kamar dan bermaksud mencari Kyuhyun di ruangan lain. "Tunggu hyung!" Sungmin menghentikan langkah gusar Leeteuk, "Tas sekolah Kyuhyun juga tidak ada.. Apa dia pergi ke sekolah?" Sungmin bertanya pada Leeteuk.

Leeteuk pun segera membuka lemari Kyuhyun dan tidak menemukan juga seragam Kyuhyun, "Iya.. anak itu pergi ke sekolah" Leeteuk dapat sedikit bernapas lega. "Tapi, Kenapa kau tidak melarangnya?! Dia kan masih belum sehat betul?!" Leeteuk kembali berteriak pada Sungmin.

"Aku juga tidak tahu kapan dia pergi ke sekolah hyung.." Sungmin menjawab pertanyaan Leeteuk dengan nada menyesal. "Sudahlah!" Leeteuk pun meninggalkan kamar Kyumin.

.

Di Sekolah..

Kibum, Onew, Jong Ki, Shi yoon, dan Hong Ki yang sedang bercengkrama di kelas langsung memasang wajah Shock melihat kedatangan Kyuhyun. "Kyuhyun! Dari mana saja kau 2 hari ini Kyu!" Onew bertanya penasaran. "Kami sangat merindukanmu Kyunnie!" Hong Ki memeluk lengan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah laku semua teman – teman terbaiknya itu. Ia pun segera menaruh tas di mejanya dan mengambil sebuah spidol. "Mana buku kalian?" Kyuhyun tiba – tiba meminta buku pada teman – temannya dengan wajah datar.

"Buat apa Kyu?" Hong Ki bertanya keheranan, "Sudah berikan saja! Cepat!" Kyuhyun membesarkan kedua bola matanya di depan para sahabatnya, namun hal itu justru membuat wajah tampan Kyuhyun menjadi lebih menggemaskan dari pada menakutkan.

"Kau mau meminjam buku apa?" Kim Bum bertanya dengan pasrah. "Buku catatan Matematika juga bukan ide yang buruk" Kyuhyun menjawab sambil tercengar – cengir sendiri.

"Ini!" Semua teman – temannya mengumpulkan setiap buku catatan matematikanya pada Kyuhyun. Kyuhyun pun membuka satu per satu buku catatan sahabatnya dan mencari halaman kosong. Ia menghiasi satu lembaran kosong setiap buku catatan sahabatnya itu dengan tanda tangannya.

"Hey Kyunnie apa yang kau lakukan?" Jong Ki bermaksud mencegah Kyuhyun mencoret – coret bukunya, namun segera ditepis oleh Kyuhyun, "Sudah kalian diam saja!" Kyuhyun berbicara dengan enteng sambil tetap fokus dalam menandatangani buku temannya. "Sudah selesai!" Kyuhyun tersenyum lebar sambil membagikan satu per satu buku di hadapannya kepada pemiliknya.

"Kenapa kau mencoret – coret buku matematikaku?" Jong Ki menatap sedih buku catatannya.

"Mencoret – coret? Itu tanda tanganku pabo!" Kyuhyun menatap Jong Ki dengan kesal.

"Benarkah? Kenapa seperti cacing begini?" Shi Yoon menatap tanda tangan Kyuhyun dengan nanar.

"Apa?! Ca..cing? Cacing?!" Kyuhyun bertanya tidak percaya, namun para sahabatnya menyetujui pendapan Shi Yoon. Kyuhyun kembali memperhatikan tanda tangannya dan menatapnya sedih. "Tadinya aku hanya ingin menjadikan kalian sebagai orang pertama yang mendapat tanda tanganku setelah aku menjadi artis.." Kyuhyun berwajah lesu, "hanya ini yang dapat kuberikan pada kalian saat ini sebagai hadiah terima kasihku karena kalian sudah membantuku pada acara debut kemarin.."

"Kyunnie.." Kim Bum mengelus – elus pundak Kyuhyun terharu.

"Tenang saja.. aku akan membuat tanda tangan yang lebih bagus dari ini!" Kyuhyun tersenyum riang, "Setelah tanda tangan baruku jadi, aku berjanji tidak akan memberikan tanda tanganku pada siapapun sebelum aku memberikannya pada kalian!.. Akan kujamin kalian sebagai orang pertama yang menerima tanda tanganku!" Kyuhyun tersenyum bangga sambil mengacungkan jempolnya.

Teman – temannya hanya mengangguk senang melihat senyum riang Kyuhyun. "Semua berjalan lancar Kyuhyunnie?" Kim Bum bertanya lembut.

Kyuhyun mengangguk, "Gomawo.. Jeongmal gomawo.. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kalian saat itu.."

"Kau akan tetap bersinar tanpa kami Kyu.. Penonton diam bukan berarti tidak suka.. Tapi mereka diam karena mereka sedang menghayati suaramu.." Jong Ki berupaya untuk menghibur. Kyuhyun yang sudah mengenal para sahabatnya sejak kecil pun hanya mengangguk dalam merespon perkataan Jong ki. "Saranghae.. " Kyuhyun tiba – tiba berkata sambil tersenyum kepada setiap sahabatnya.

"Ooooh Kyuhyunnie.. Nado saranghae.." Jawab semua temannya sambil mengacak – acak rambut Kyuhyun. "Hey! Tidak bisakah kalian melakukannya dengan lebih romantis?" Kyuhyun berusaha melindungi rambutnya dari serbuan tangan sahabatnya. Namun, para sahabatnya terus berusaha mengacak – acak rambut Kyuhyun.

.

Selama jam pelajaran Kyuhyun benar – benar memanfaatkannya sebaik mungkin. Walaupun perilakunya yang sedikit bandel, tapi Kyuhyun termasuk murid teladan di sekolahnya. Hal inilah yang membuatnya dapat mempertahankan beasiswanya sampai saat ini. Tentu saja, Kyuhyun tidak akan mampu bersekolah di sekolah bagus dan mewah seperti ini jika tidak melalui beasiswa. Bahkan, para sahabatnya sangat terkagum – kagum dengan kecerdasan Kyuhyun yang luar biasa, karena jika dilihat dari sifat dan perilakunya, tidak ada sedikit pun hal yang menunjukkan bahwa Kyuhyun adalah anak yang sangat cerdas. Hahaha..

.

Jam pelajaran pun selesai. Kyuhyun pun bergegas pulang, namun Kyuhyun selalu berkunjung ke taman belakang sekolah untuk menemui ahjussi nya.

"Kang Seosangnim!" Kyuhyun berteriak dan segera menghampiri ahjussi nya.

"Kyu! Apa kabarmu nak?" Kang ahjussi menyapa dengan lembut.

"Baik.. Bagaimana kabar appa? Apa kau sudah mengunjunginya lagi?" Kyuhyun bertanya cemas.

"Sudah.." Ahjussi hanya menjawab singkat dan tersirat kecemasan di wajahnya.

"Ada apa ahjussi? Apa terjadi sesuatu dengan appa?" Kyuhyun bertanya dengan semakin cemas.

"Appa mu semakin sering berjudi.. Setiap hari selalu ada saja penagih hutang yang datang ke rumahmu.." Ahjussi menjawab dengan pelan.

"Appa…" Kyuhyun cemas dengan keadaan appa nya, "Lalu bagaimana keadaan appa sekarang? Apakah appa ku terluka?"

"Dia tidak pernah terlepas dari alkoholnya Kyu.. Tapi tenang saja, untuk para penagih hutang itu, aku selalu bisa mengusir mereka.." Ahjussi menepuk – nepuk pundakku untuk menurunkan rasa cemasku. "Kau harus sekali – kali mengunjunginya.. Aku tahu dia sangat merindukanmu.. Bagaimanapun kau adalah darah dagingnya.." Ahjussi mengusulkan padaku.

"Arasso.. Aku akan segera mengunjunginya jika jadwalku kosong.. Gomawo ahjussi.." Kyuhyun memeluk ahjussinya, "Aku pergi dulu.. Aku titip appa yaa.." Kyuhyun pun bergegas pulang menuju dorm.

.

Kyuhyun POV

Di dorm..

'Kenapa banyak sekali sepatu di sini?' batinku saat melihat belasan pasang sepatu di depan pintu dorm. Aku pun melepas sepatuku dan masuk ke dalam dorm. Banyak sekali orang di dalam yang tidak ku kenal.

"Kyuhyunnie.. Kau sudah pulang!" Donghae hyung langsung datang mendekatiku.

"Hyung.. Ada apa ini?" Aku berbisik pada Donghae.

"Leeteuk hyung mengundang seluruh orang tua kami ke dorm! Kau mau tahu omma ku?" Donghae hyung pun segera memanggil omma nya, "Omma kenalkan ini Kyuhyun, Kyuhyun kenalkan ini omma ku.." Kyuhyun yang masih bingung dengan situasi saat itu hanya tersenyum dan mengangguk.

"Jadi ini dongsaeng baru Donghae yang tampan itu.." Omma Donghae hyung tersenyum lembut, "Di mana orang tuamu nak?" ia pun bertanya padaku dengan sopan.

"Orang tua ku?" Aku cukup terkejut dengan pertanyaan tersebut. Namun sebelum aku menjawab, Leeteuk hyung segera menyela pembicaraan kami, "Orang tua Kyuhyun akan segera datang ahjumma.. Sabar yaa.." Leeteuk tersenyum sambil merangkulku.

Mendengar perkataan Leeteuk hyung, aku pun tersentak kaget, "oh? Kau juga mengundang ayahku kemari?" Kyuhyun menunjukkan ekspresi bingungnya. Leeteuk hyung hanya tersenyum dan pergi meninggalkanku di tengah kerumunan orang. Aku pun memberi salam dan memperkenalkan diriku di depan semua orang tua hyungku. Semua menanggapi kehadiranku dengan sangat ramah dan kagum akan ketampananku. Namun….

"Kau! Jadi kau member baru itu?!" Seorang ahjumma menolak salamku dan membentakku tiba – tiba. Bentakannya pun membuat seisi dorm menjadi sunyi senyap.

"Omma.. Apa yang kau lakukan?" Siwon hyung datang mendekati omma nya dan berusaha meredakan kekacauan yang terjadi.

"Annyeong haseyo.. Kyuhyun imnida.." Aku kembali memperkenalkan diriku dengan takut.

"Bagaimana bisa SM memasukkan anak seperti ini ke Super Junior, Siwon?!" Omma Siwon hyung masih terus membentakku di depan hyungku yang lain dan orang tua – orang tuanya.

"Memang kenapa eomma? Dia sangat layak bergabung bersama kami.. Dia memiliki suara yang sangat bagus.." Siwon hyung terus membelaku di depan omma nya.

"Kau tahu?!" Omma Siwon hyung bertanya pada anaknya, "Kalian semua tahu?!" Kali ini ia bertanya pada semua orang yang ada si ruangan tersebut, "Anak ini! Anak yang ada di hadapan kalian saat ini.. hanyalah anak miskin! Dia sebelumnya pernah bekerja sebagai pelayan di restaurant sederhana dekat Sekolah Shinhwa.. Namun, tidak lama ini ia dipecat karena telah menumpahkan makanan ke bajuku!" Wanita itu terus mempermalukanku di depan banyak orang, "Bagaimana bisa kalian semua rela membiarkan anak miskin dan ceroboh ini bergabung bersama kalian?!" Semua orang terdiam mendengar kata – kata wanita itu. Bahkan aku pun ikut terdiam, entah apa yang bisa kubanggakan untuk menangkal segala ucapannya yang memang benar secara kenyataan. Wanita ini memang orang yang sudah memarahiku di restaurant waktu itu, saat jajangmyeon yang ada di tanganku mendarat di baju mahalnya.

"Mianhe.. Aku tidak sengaja waktu itu ahjumma.. kakiku tersandung" Aku mencoba meminta maaf dengan wajah takut – takut. "Maaf? Maaf katamu? Bajuku itu sangat mahal, bahkan gaji pertamamu di sini tidak akan cukup mengganti bajuku itu!" Wanita itu mendekatkan wajahnya dengan wajahku dan berteriak dengan keras di hadapanku. Aku pun yang saking kagetnya langsung terlonjak ke belakang. Untung saja Leeteuk hyung segera menahan tubuhku yang hampir jatuh. Leteeuk hyung terus merangkulku dan mengelus – elus punggungku dengan tangan hangatnya.

"Mianhe ahjumma.. Mianhe.." ucapku dengan sangat tulus. Namun ahjumma itu justru menumpahkan segelas air minum yang ada di dekatnya ke wajahku. Cukup sudah aku dipermalukan dan dihina di depan banyak orang seperti ini. Mulutku pun sudah hampir berbusa mengucapkan kata 'mianhe'.

"Omma apa yang kau lakukan! Kau benar - benar keterlaluan!" Siwon menarik tangan ommanya untuk mengajaknya meninggalkan dorm. Namun, saat selangkah mereka beranjak, ada sesosok pria paruh baya dengan pakaian lusuh dan aroma alcohol yang melekat pada tubuhnya memasuki dorm. Ia menjadi pusat perhatian semua orang berikutnya, setelah aku.

"Ap..pa.."

To Be Continued

Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun selama ini? Semenderita apakah ia selama ini? Semua akan semakin jelas di chapter – chapter selanjutnya.. Be ready guys!

Terima kasih buat semua reader

Gomawo buat reviewnya:D

Maaf belum bisa bales review nya satu – satu lagi agak sibuk nih

Tapi jangan bosen – bosen untuk nulis review yaa, kadang menginspirasi author untuk nulis kelanjutannya loo

Ditunggu reviewnya untuk chapter 9 yaa

Jangan bosen – bosen ikutin FF ini yaa