Fanfiction

Title : Si Miskin Boruto

Chapter : 10

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Genre : Romance & Drama

Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada

Warning : OOC, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.

:

:

:

Keesokan Paginya, Sarada terbangun di Kamar Rumah sakit. Sarada dan Boruto tidak dipisah Kamar. Hal ini bertujuan jika Polisi itu datang, Mereka tidak perlu mewancarai satu persatu di kamar yg lain.

Beberapa menit kemudian, Suigetsu datang dengan membawa Bubur ayam. "oh, kalian sudah bangun," ucap Suigetsu. "Koreksi, Boruto Masih tidur" ucap Sarada. "siapa yg masih tidur. Aku sudah bangun dari tadi, tapi aku malas untuk membuka mataku" ucap Boruto yg saat itu masih menutup mata.

"kalian beruda makan ini dulu, habis itu minum obat lalu bersiap diwawancarai Polisi" ucap Suigetsu. "oh, aku harus meminta obatnya pada dokter. Kalian makan aku harus meminta obatnya" ucap Suigetsu.

"paman Suigetsu," panggil Sarada membuat Suigetsu berhenti. "Bisa belikan aku, ummm, kesini saja deh. Aku bisik" ucap Sarada. "mau bisik apa, bicara saja" ucap Suigetsu. "aku malu, Disini juga ada Boruto. Tapi paman yg sudah menikah pasti tahu Urusan perempuan setiap Bulan" ucap Sarada.

"ooo, Kau mau paman belikan Itu" ucap Suigetsu. "Pembalutkan, Sarada. Buat apa kau malu mengucapkannya." Ucap Boruto yg saat itu telah membuka matanya. "mencampuri urusan orang saja kau ini. Obati sana luka diwajahmu" ucap Sarada. "sudah, kalian jangan ribut. Cepat makan Bubur itu selagi panas." Ucap Suigetsu lalu berjalan keluar.

==-OoO-==

Kamar Boruto dan Sarada di datangi dua orang polisi. "selamat siang nona Sarada, Kami dari kepolisian ingin menanyakan beberapa hal pada kalian berdua." Ucap Sang polisi. "ya, silakan tanya. Tapi jangan lama-lama. Aku mau tidur" ucap Sarada.

Beberapa pertanyaan pun dilayangkan oleh Polisi. Sarada dan Boruto Serentak menjawab pertanyaan dari Polisi. "pertanyaan terakhir, Apakah kelima tersangka semua bersalah. Menurut kalian bagaimana?" tanya polisi. "ya, Mereka main keroyok." Ucap Boruto. "ya, mereka bahkan tidak merasa bersalah saat memukul perempuan" ucap Sarada. "tapi" ucap Mereka bersamaan"

"kupikir-pikir hanya ayah Andreas lah yg bersalah. Karena yg lain mendapat tekanan. Walau mereka sedikit menikmatinya. Jadi" ucap Boruto. "peringan hukuman bagi yg lain" ucap Sarada. "baik, terima kasih telah mau bekerja sama" ucap Polisi itu lalu pergi.

==-OoO-==

Keesokan Harinya, Boruto dan Sarada sudah di izinkan Pulang. Namun, mereka terpaksa tidak mengukit kuliah hari itu. Universitas juga memberi toleransi pada Sarada dan Boruto. Bahkan Rektor Universitas pun memberi kabar bahwa Andreas dikeluarkan sementara 2 temannya di skors.

Sarada saat itu sedang asik bermain Jejaring sosial lagi. Bahkan ia mengambil foto kakinya dan juga kaki Boruto dan tidak lupa wajah Boruto lalu dia upload. Jelas itu membuat Boruto marah

Mereka saat itu tidur di aparteman Sarada dengan tujuan agar Suigetsu lebih mudah memantau mereka berdua. Suigetsu mengambil kasur Kecil dari gudang untuk Boruto tidur sementara di kamar Sarada.

Tak lama, Suigetsu datang. "Sayang sekali, ayahmu terlalu sibuk di konoha sehingga tidak bisa datang. Dia bilang nanti Mau Video call sama kalian berdua. Jadi aku harus dekatkan kasur kalian sementara.

"t-tidak usah, Aku berdiri saja nanti." Ucap Boruto. "kau tidak dengar kata dokter, kau belum boleh berdiri terlalu lama apalagi jalan-jalan terus." Ucap Suigetsu. Boruto pun menurut dan suigetsu memanggil 4 bodyguard untuk mengangat kasur Boruto Kedekat kasur sarada.

Setelah sekian lama menunggu, Akhirnya Sasuke Melakukan Panggilan Video. Saat itu dia berada dirumah Naruto. Mereka bercerita dan Sarada menunjukan lukanya dan luka boruto serta wajah Babak Beluar. Tawa menghiasi Ruangan kamar Sarada

==-OoO-==

Beberapa Hari kemudian, Sarada dan Boruto memang belum sembuh tapi mereka harus tetap Kuliah karena sudah beberapa hari absen. Selama beberapa hari tidak mandi itu cukup menyebalkan bagi Sarada.

Dan pagi ini setelah Perban dilepas, Sarada mandi walau masih dibantu oleh Istri Suigetsu yg bernama Karin. Boruto juga sama, Dia mandi namun masih Dibantu Oleh Suigetsu. Walau Mereka berdua merasa malu apalagi yg membantu mereka mandi itu bukanlah orang tua mereka.

Setelah mandi, Boruto berpakian. Dia memakai Celana pendek. Sarada beda, dia memakai Rok panjang agar perban yg tadi dipasang lagi tak kelihatan. Mereka pun memakai Kursi Roda Walau menurut Boruto itu keterlaluan.

==-OoO-==

Diruang Kelas, Para Mahasiswa yg lain menanyai Kabar Boruto dan Sarada. Ada juga yg meminta diceritakan. Dengan senang hati Sarada dan Boruto menjelaskan secara rinci. Setelah mendengar penjelasan Sarada dan Boruto, Para Mahasiswa yg mendegar pun geram.

"tapi mereka melakukannya karena Di ancam. Teman andreas lah yg paling kulihat di ancam." Ucap Sarada. "ya, walau awalnya Andreas yg berniat menghajar kami, Tapi aku merasa ia sedikti menyesal karena memberi tahukan keberadaan kami" ucap Boruto.

"huff, mereka terlalu. Padahal Luka di Betis itu sangat sakit" ucap Salah seorang Mahasiswi. "ayo kita pergi keruang Lab Komputer." Ucap seorang Mahasiswa. Sarada pun memberi tanda lalu 2 orang Bodyguard datang dan mendorong Kursi roda meraka keruang Lab.

==-OoO-==

Hari demi hari berlalu. Dan kini luka Sarada Maupun Boruto telah sembuh. Mereka pun mulai bisa berjalan Normal. Bayu dan Galang, Teman Andreas pun sudah diperbolehkan masuk saat mereka keluar dari penjara. Secara terang terangan, Mereka meminta maaf pada Boruto dan Sarada.

Suatu hari, Boruto Sedang memilih baju yg akan ia kenakan untuk Pergi Kuliah. Ia pun memilih sebuah baju yg waktu itu dipilihkan oleh Sarada. Hp kali ini tidak akan pernah ia tinggalkan dan Juga, Kebetulan hari ini ia harus membawa laptop sendiri sehingga ia membawa laptop yg dibelikan Sasuke.

Boruto yg baru beberapa hari lalu belajar mengendarai mobil pun punya giliran menjadi supir. Boruto nampak sudah begitu mahir membawa mobil. Entah ini karena usaha atau bakat. Ia bahkan Membawa mobil sudah seperti Profesional walau terkadang lupa mematikan lampu sen.

Sesampainya di parkiran Universitas, Sarada turun dari mobil diikuti Boruto. Banyak Perempuan dan Juga laki-laki yg melihati mereka. Banyak yg mengira mereka itu bersaudara karena sering datang dan pulang bersamaan. Bahkan sering berinteraksi bersama namun tak menunjukan adanya hawa Romantisme disetiap kegiatan mereka berdua.

Di Lorong, Saat Boruto dan Sarada sedang berjalan menuju Ruangan mereka banyak perempuan yg sejak dari melihati Boruto. Jelas itu membuat Sarada merasa tidak nyaman. Ia pun meminta Boruto berjalan lebih cepat.

Di sebuah lorong lagi, Sekarang giliran Sarada ditatap laki-laki. Jelasnya hal itu membuat Boruto yg merasa tak nyaman.

"ssttss, lihatlah, Gadis dari Jurusan Iptek itu. Dia manis kan? Bagaimana menurutmu" ucap Seorang laki-laki disana. "dia panas, Seadainya dia pacarku pasti akan langsung kunikahi" ucap Lelaki yg lain.

"hey, laki-laki itu siapanya ya?" tanya orang lain. "ada yg bilang itu saudaranya. Karena mereka selalu bersama dan jika kau perhatikan, Ikatan mereka memang seperti saudara bukan pacar" ucap Lelaki yg lain.

Di lorong yg lain lagi, sekelompok perempuan Mengucapkan Selamat pagi pada Boruto. "Pagi Boruto, Apa kau sudah sarapan. Kalau Belum mungkin kita bisa sarapan Bersama" ucap Salah seorang perempuan.

"Pagi juga, Tapi aku sudah Sarapan dari rumah. Terima kasih" ucap Boruto dengan senyum "Sarada, Ternyata lama kelamaan, Saudaramu ini tambah tampan" ucap Seorang Gadis Yg sudah mengenal Sarada. Sarada hanya tertawa kecil kebingungan.

Sampailah mereka di ruangan. Boruto menaruh barang-barangnya dalam loker lalu duduk menunggu bel sambil membuka laptopnya. Sarada pun datang mendekati Boruto. "hey, Apa mereka tahunya kita ini bersaudara?" Tanya Sarada. "aku juga tidak tahu. Banyak yg kira kita ini Saudara" ucap Boruto.

Tiba-tiba, Seseorang yg merupakan teman Sejurusan Boruto dan Sarada Datang. "eee, Pagi Boruto, dan pagi Sarada. Ternyata hari ini kalian datangnya tempo" ucap Gadis tersebut yg bernama Nadya lalu berjalan mendekati Boruto.

Nadya duduk disebelah Boruto yg ternyata membuat Sarada Cemburu. "hey kalian berdua, Jangan dekat-dekat" ucap Sarada. "maaf, aku akan Geser." Ucap Nadya. "hey Boruto, kau bisa Mengajariku membuat Presentasi yg bagus dengan aplikasi ini" ucap Nadya sambil mengeluarkan Laptopnya.

Boruto menjaga jarak kemudian berkata "tapi, Sarada kan lebih Pintar dalam memakai Aplikasi ini. Coba kau minta ajari dia saja" ucap Boruto yg saat itu Sarada sedang fokus di laptopnya. "ahh, Sepertinya saudara mu itu sedang sibuk, kau saja yg mengajariku." Ucap Nadya.

"apa, Aku-" ucapan Boruto terhenti. "iya, Kamu saja" ucap Nadya. "bukan, Bukan itu maksudku, Tapi, aku dan Sarada Bukan Saudara. Kami ini teman" ucap Boruto sedikit panik akibat salah anggap ini. "apa, J-Jadi kau dan Dia Bukan Saudara. Berarti apa dia Pacarmu" ucap Nadya tidak percaya.

Sarada yg awalnya terfokus pada Laptopnya pun memperhatikan Interaksi Boruto dan Nadya. Ia merasa sangat kesal Pada Nadya yg sedari tadi seperti menggoda Boruto. Sebuah Bolpen yg ia pegang dari tadi kini telah menjadi Dua akibat melihat Mereka Berdua.

"P-pacar, Bukan. Aku dan Dia ini berteman, Ayah kami adalah teman sewaktu kecil. Dan Ayah Sarada juga membiayai ku kuliah disini." Ucap Boruto dengan muka Panik. Nadya memperhatikan Muka Boruto "Kau berbohong. Kau keringat dingin yg menandai kau panik. Kalian pasti lebih dari sekedar Teman. Maaf aku telah mengganggu" ucap Nadya kemudian mengambil Laptopnya dan Pergi dari meja Boruto.

Boruto dan Sarada melihat kepergian Nadya dengan Intens. Kemudian setelah Nadya meninggalkan Ruangan kelas, Boruto memperhatikan Sarada yg juga saat itu sedang melihat Boruto. "dasar, Boruto" ucap Sarada sedikit kesal. "Apa, ada apa denganku?" ucap Boruto Bingung.

==-OoO-==

Jam Istirahat, Boruto Berjalan Bersama Sarada menuju Kantin. Tak disangka di sebuah lorong, Sarada menabrak Seorang Mahasiswa yg lebih senior dari mereka yg saat itu membawa Tumpukan Buku. Akibat tabrakan itu, Tumpukan buku berserakan kemana-mana. Dengan cepat, Sarada Dan Boruto membantu Mahasiswa itu memungut buku.

Satu demi satu buku mereka ambil. Namun tak disangka, Tangan Sarada dipegang oleh Mahasiswa itu dihadapan Boruto. Tidak hanya disitu, Sarada yg kaget langsung melihat mahasiswa itu yg ternyata dia juga melihat Sarada. Suasana di sana terasa aneh. Boruto hanya seperti pajangan.

Boruto yg merasa tak senang menjatuhkan sebuah Buku kembali kelantai. 'aduh, jatuh lagi" ucap Boruto berpura-pura. Karena itu, Sarada dengan cepat menarik Tangannya dan memberikan Buku yg telah ia pungut kepada mahasiswa Itu.

"Terima kasih ya, Maaf soal yg tadi. Aku tidak sengaja" ucap Mahasiswa itu. "tidak apa-apa, Tapi harusnya kami yg minta maaf karena menabrak kakak" ucap Sarada. "jadi apa kalian dia pacarmu? Maaf soal yg tadi" ucap Mahasiswa Itu. "tidak masalah" ucap Boruto menyela ucapan Sarada lalu mengajaknya Pergi kekantin.

Dalam perjalanannya, Boruto dan Sarada hanya diam. Mereka tidak punya topik untuk dibicarakan. Sampailah mereka dikantin. Duduk berdua disebuah Meja sambil menyantap Sebuah makanan yg tadi mereka Pesan.

Sedang asik makan, 2 orang Perempuan cantik menghampiri mereka dan "apa kami boleh duduk disini?" tanya seorang dari mereka. "y-ya boleh, Silahkan" ucap Boruto. Mereka berempat pun menghabiskan Makanan Mereka

"jadi apa kalian Ini Bersaudara?" tanya Seorang dari mereka. "kami, Aku dan dia bukan Saudara. Kami teman dari SMA" ucap Sarada yg nampak tidak senang. "Ooo, Teman Atau pacar" ucap Mereka bersamaan dengan nada pelan.

"Pacar" ucap Sarada bersamaan saat Boruto mengucapkan "Teman". Karena tidak jelas, Dua perempuan itu bertanya lagi. "yg jelas, kalian ini pacar atau Teman?" ucap Salah satu dari mereka.

"Teman" ucap Sarada bersamaan saat Boruto mengucapkan "Pacar". "ahh, kalian berdua ini bagaimana. Jawablah yg benar" ucap Seorang gadis sedikit kesal. "ayo kita pergi saja, Kau tidak akan pernah mendapatkannya. Lagi pula ternyata mereka bukan Saudara" ucap Perempuan yg lain lalu mereka pergi meninggalkan Boruto dan Sarada yg saling bertatapan kebingungan.

"ternyata Benar, banyak yg menyukai Boruto" Batin Sarada. Tiba-tiba lewat segerombol Laki-laki yg berjumlah Sekitar 5 orang yg menatap Sarada sambil berkata "Hai Sarada, Selamat Makan".

"kau Populer karena mereka mengenalmu atau mereka menyukaimu?" tanya Boruto kemuian melihat sekitar. Disaat ia melihat sekitar, segerombolan Perempuan berjumlah sekitar 10 orang menyapa Boruto. Boruto pun balik menyapa dan berbalik kesarada menunggu jawaban. "diam kau Boruto. Dasar Playboy" ucap Sarada. "kau sendiri, Dasar Playgirl." Ucap Boruto tidak terima lalu mereka saling membalikan wajah.

==-OoO-==

Jam Pulang sekolah, Saat itu mereka baru keluar Dari Universitas dan berjalan menuju Parkiran. Dalam perjalananannya, Sarada dihapiri Seorang Laki-laki satu jurusan mereka. "hey Sarada, Ayo kuantarar pulang. Kita naik Mobil balap yg ayahku baru belikan Untukku" ucap Lelaki yg kalau tidak salah bernama Oka. Boruto yg merasa tak senang pun membuka mulut "Sarada pulang bersamaku. Kau ajak perempuan lain saja sana" ucap Boruto sedikit marah dengan pipi merah.

"jadi Saudara galak sekali. Pantas Saudarimu ini belum punya pacar. Sarada tidak boleh pulang bersama laki-laki lain" ucap Oka lalu pergi. Boruto pun terdiam bingung kembali. Tanpa di sadari oleh Boruto, Muka Sarada memerah akibat perkataan Boruto sebelumnya. "dia sedikit demi sedikit mau mengaku kalau dia suka padaku" batin Sarada.

Mereka pun sampai Diparkiran. "siapa yg mau mengemudi, kau atau Aku, Sarada?" tanya Boruto. "perjanjiannnya kan seminggu ini kau menjadi supirku. Sekarang cepat naik dan bawa mobil ini" ucap Sarada.

==-OoO-==

Di Sebuah Gedung yg paling tinggi di Konoha. Gedung apalagi selain Gedung Techconnec. Disana, Sasuke dan Naruto sedang berbicara masalah Serius. Sankin Seriusnya, Tidak satupun Pegawai yg boleh memasuki area Kerja Sasuke selama perbincangan itu selesai.

Bodyguard pun disiagakan didepan pintu masuk Ruang kerja Sasuke. "jadi bagaimana menurutmu?" ucap Sasuke. "entahlah, Tapi, Foto ini memang menunjukan Kecocokan seperti yg kau bilang" ucap Naruto sambil memperhatikan Sebuah Foto.

Tiba-tiba, Seorang Bodyguard memasuki Ruangan. "kubilang, Jangan biarkan Seorangpun masuk selama kami sedang berbicara. Kalian juga termasuk orang jadi keluar" ucap Sasuke marah. "maaf tuan Sasuke, Istri anda mencari anda" ucap Bodyguard tersebut.

"oo, Biarkan dia masuk." Ucap Sasuke. Kemudian, Sakura berjalan masuk dengan seorang perempuan yg ternyata adalah Hinata. "kenapa Kau bersama Hinata, Sakura?" tanya Sasuke.

"owh, Aku tadi kerumah Hinata. Dia ada janji mau mengajariku memasak makanan Indonesia" ucap Sakura. "Kau tahu Resep Makanan Indonesia, hinata?" tanya Sasuke. "ya, Ibu istriku itu adalah orang indonesia. Katanya, Hinata belajar banyak tentang rempah-rempah dan masakan Indonesia sebelum beliau meninggal" ucap Naruto.

"oo, Itu menjelaskan Gado-gado yg kau jual" ucap Sasuke. "sayang, aku mampir kesini untuk memberi tahumu kalau Anaknya Naruto yg bernama Himawari Ulang tahun. Jadi, aku dan Hinata mau masak Makanan Untuk nanti malam" ucap Sakura.

Naruto tampak terdiam mendengar ucapan itu. Hinata yg melihat Naruto pun sedikit kecewa. "dia melupakannya lagi" Batin Hinata. "Hn, Baiklah. Nanti malam kami akan datang keacara keluarga kalian, Naruto." Ucap Sasuke.

==-OoO-==

Malam Hari, Saat itu Boruto sedang mengerjakan Pr. Tiba-tiba, Sarada memanggilnya untuk keluar. "hey, ibuku mencari kita, katany hari ini adikmu ulang tahun. Mereka sedang merayakannya" ucap Sarada.

"oh ya, aku bahkan sampai lupa. Apa ibumu memakai Video Call?" ucap Boruto. "ayo cepat. Mereka mau meniup lilinnya." Ucap Sarada.

Sesampainya dikamar sarada, Boruto duduk dikasur sarada menghadap Laptop Sarada. "hey kakak, Hari ini adalah hari ulang tahunku, Sayang kakak tidak disini. Tapi kakak masih dapat menyaksikannya bukan" ucap Himawari.

"ya, kakak juga sedikit kecewa karena tidak dapat melihat secara langsung" ucap Boruto. "Hima, tiuplah lilinku. Kakak Sarada sudah tidak sabar menyaksikannya" ucap Sarada. Dengan Satu hembusan, Lilin-lilin di kue itu pun padam.

"kau ada permintaan Hima" ucap Sarada. "ya, aku mau Kakak dan kakak Sarada Berciuman" ucap Himawari dengan polosnya. Lantas, Ucapan itu membuat Boruto dan Sarada bertatapan tidak percaya. Disana, Beberapa teman Himawari yg juga hadir pun menatap bingung satu sama lain.

Diikuti juga dengan saling tatap Antara Sasuke dan Naruto, beserta Hinata dan Sakura. "Bercanda" ucap Himawari "aku mau kakak dan Kak Sarada bernyanyi Happy Birthday untuku bersama" Tambah Himawari yg langsung membuat suasana lega kembali.

Boruto dan Sarada kembali bertatapan. "baiklah. Ayo Boruto kita bernanyi untuk adiku" ucap Sarada mengajak. "baiklah." Ucap Boruto.

Mereka mengambil ancang-ancang kemudian "happ-" baru akan mulai berbanyi, Tiba-tiba layar Laptop Mati. Camera juga ikut mati. Ternyata Baterai Laptop Sarada habis. Namun, saat itu Microphonenya masih aktif.

"wah, kenapa ini?' ucap Boruto bingung. "jangan-jangan baterainya habis. Tadi aku lupa Cas" ucap Sarada. "aduh, maaf hima, Sepertinya Baterai kak Sarada habis." Ucap Boruto. Kemudian, Microphone pun mati.

Disana, Himawari sedang bersedih. "sudah Himawari, Kita tunggu saja. Nanti Kalau baterai kakak Sarada penuh, Mereka pasti akan menghubungi kita lagi" ucap Sakura. "sudah Himawari. Lebih baik sekarang kau main bersama teman-temanmu dulu. Nanti kalau kak Boruto menghubungi kita lagi, Ayah panggil" ucap Naruto.

==-OoO-==

Saat Sarada mau Mengecas Laptopnya, Sekarang Giliran lampu yg Mati. "sial, kenapa sekarang lampunya yg mati" ucap Boruto. "sepertinya Mati lampu. Cepat kita cari Hpku" ucap Sarada (pesan = Tentukan sendiri Mati lampu atau lampu mati).

Mereka pun mencari Hp sarada yg berada dikasur. Mereka kebingungan karena keadaan Benar-benar begitu gelap. Mereka meraba setiap Inchi kasur agar dapat menemukan Hp sarada. Salahkan Sarada karena menarik Boruto sebelum ia sempat mengambil Hp di kamarnya.

Mereka merangkak sambil mancari hp Sarada. Hampir setiap inchi kasur telah mereka periksa namun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Bahkan beberapa kali Sarada menyentuh kaki boruto dan sebaliknya.

Akhirnya, Boruto mendapatkan Hp Sarada. "Sarada, Ini aku dapat" ucap Boruto. "baguslah. Nyalakan Layarnya." Ucap Sarada "uhh, bau apa tadi. Hawanya panas lagi" lanjut Sarada dalam hati.

Layar Hp pun telah Boruto nyalakan. Betapa kagetnya mereka saat menatap Depan mereka. Ternyata, Mereka Saat itu telah berhadapan sambil merangkat. Itu menjelaskan bau yg dicium Sarada.

Sarada Maupun Boruto kaget karena ternyata Mereka telah bertatapn. Entah apa yg akan terjadi jika tadi mereka Maju beberapa inchi kedepan. Pasti itu akan menjadi hal terburuk terutama Bagi Sarada karena sepertinya Boruto tidak menggosok Gigi tadi sore.

==-OoO-==

Di Kediaman Uzumaki, Himawari sedang asik bermain bersama teman-temannya diluar. Sementara, Para orang dewasa sedang duduk bosan. "hey Sasuke, Tunjukan Foto itu pada istrimu dan Istriku" ucap Naruto sambil berbisik.

"kau yakin mereka mau menerima" ucap Sasuke. "Tunjukan saja. Jika Hinata atau Sakura tidak setuju, Berarti aku juga tidak" ucap Naruto. "baiklah" ucap Sasuke.

"Sakura, Hinata, Bagaimana menurut kalian mengenai Foto ini. Cocok kah tidak" ucap Sasuke sambil menunjukan Sebuah foto yg tadi siang ia tunjukan pada Naruto. Betapa kagetnya Saat Sakura dan Hinata melihat foto itu. "apa, ini gila. Waktu itu mereka tidak sedekat ini. Tapi sekarang mereka berfoto sampai sedekat ini." Ucap Sakura tak percaya.

"iya, Tapi jika kupikir-pikir mereka ada cocoknya" ucap Hinata. "kau benar Hinata, memang cocok" ucap Sakura. "Hn, jadi?" ucap Sasuke. "jadi apa?" tanya Sakura kebingungan. "Hey Naruto, kau saja yg bilang" ucap Sasuke.

"jadi begini, Saya dan Sasuke telah berencana untuk...untuk...untuk" ucap Naruto bingung yg membuat para pendengarnya juga bingung. Tiba-tiba, Sebuah Tamparan tangan diarahkan kemuka Naruto. "kami mau menjodohkan Sarada Dan Boruto" ucap Naruto dengan cepat saat Sasuke Menampar Naruto.

Sakura dan Hinata bersandar di kursi. "Bagaimana menurutmu Sakura, apa kau setuju?" tanya Hinata. "entahlah. Ini harus ditanyakan langsung pada Sarada. Sebab dia yg akan merasakan Sakitnya." Ucap Sakura. Naruto dan Sasuke Nampak Bingung. "Jika Sarada merasakan Sakit yg dibuat oleh orang yg tidak ia cintai, ia akan menderita dan tidak bahagia" Tambah Sakura.

Naruto dan Sasuke masih nampak Kebingungan. "maksudnya apa Hinata?" tanya Naruto. Hinata pun mendekati Naruto dan berbisik "********* ****" Bisik Hinata (disensor untuk keselamatan Dunia dan Akhirat Para Reader). "ooo, jadi itu maksudnya" ucap Naruto lalu berbisik pada Sasuke menjelaskan Maksudnya.

"jadi bagaimana, haruskah kita bertanya Pada mereka?" ucap Sasuke. "ya, itu lebih baik. Kalau aku sih setuju saja, bagaimana dengamu Hinata?" ucap Boruto. "aku setuju jika Sakura Setuju, Kalau kau Bagaimana Sakura" ucap Hinata. "aku setuju jika Sarada setuju" ucap Sakura.

"Hn. kalau begitu, Saat mereka telah selesai Kuliah kita akan membicarakan ini pada mereka" ucap Sasuke.

:

:

:

To Be Continued

Bagaimana jika kita buat FF ini sampai Boruto dan Sarada menikah?.

Jangan,nanti chapternya kebanyakan. Bagaiaman kalau sampai Boruto dan sarada mengungkapkan perasaan mereka saja?

Itu boleh juga, tapi berarti chapter 11 nanti tamatnya dan ending perjodohan akan dibatalkan. Bagaimana jika kita tanya para Reader saja mau pilih yg mana.

Ya, aku sih setuju-setuju saja. Yg penting author bisa selesaikan FF ini dengan ending yg bagus.

Baguslah, jika kamu tadi tidak setuju maka aku pasti akan memukul ndasmu

Itu jadinya kalau 2 hati nurani Nurani manusia sedang beradu karena lain pendapat.

Mau menentukan Jawaban, Kirim kan Saja reviews bagi yg mau.

Itu saja akhir dari chapter 10, semoga disukai dan Di Reviews.

Bagi yg mau Reviews tapi ngak tahu caranya, Untuk laptop dan Komputer cari kotaknya di bagian sebelah

Bagi yg memakai Hp ada di Bawah.