Note: Op' Ost Howling (Flow)

Are you satisfied?

Sfx Music: Layar berjalan cepat melewati Naruto yang menatap tajam kedepan.

Just open your eyes

Kemudian melewati Madara.

You can see the light

Selanjutnya Emilia.

Across this new borderline

Yang terakhir melewati Issei yang berjongkok menatap kedepan sambil tersenyum lebar, kemudian layar langsung berganti warna gelap dengan tulisan 'Witch Works'

Uchinomesareta nageki no hate de aragai tsudzuketeru kanjou

Terlihat Naruto yang duduk diatas meja makan rumahnya tertawa lebar sambil merangkul Madara yang meliriknya dengan wajah datar kemudian kaget karena Draig merangkul dari belakang sambil ikut tersenyum.

Yamiyo ni hibiku haruka na hikari shinjiteru mono-tachi no houkou

Scene berganti menampakkan masa lalu Naruto saat bersama Emilia, terlihat Naruto yang tersenyum lebar menatap kearah Emilia yang juga membalas senyum Naruto, Namun senyum Naruto langsung menghilang saat melihat sebuah bayangan hitam dibelakang Emilia.

Hey!

Terlihat Naruto dan Madara menatap kedepan sambil melipat tangan.

Get low!

Selanjutnya Kiba dan Shikamaru.

Hey!

Sakura dan Sai

Hoero!

Kemudian Ino yang memberi gerakan Kiss bye.

Koudou okose ima...

Terlihat Madara yang melompat kebelakang sambil melemparkan Gunbainya kearah depan, kemudian scene kembali berganti.

Hey!

Terlihat Michael dan Gabriel.

You're!

Selanjutnya Azazel dan Sirzech

Gonna be somebody!

Kemudian terlihat sepuluh Mahluk berjubah hitam membelakangi layar.

Soukyuu no Exodus

Dengan gerakan lambat layar bergerak melewati seorang gadis Lolita Gothik berwajah datar.

Wazuka ni nokoshita yume higher sore made nakushichau no wa IYA

Terlihat Michael dengan darah mengalir deras akibat sayap kanannya terputus melesat cepat dengan Lightspear dikedua tangannya kearah Mahluk berjubah dengan iris pola Riak air yang menatapnya datar.

Mimikasu wakenai'n da liar OTANOSHIMI yeah!

Layar kembali berganti menampakkan Issei dan Vali yang dalam mode Balance Breaker saling menghempaskan pukulan membuat ledakan pilar energi raksasa.

Umarete hateru made

Scen berganti menampakkan Naruto yang mulai bangkit dengan perlahan menatap seorang pria dengan tombak dibahunya.

Kabe ga dekai hodo desire hiraku kokoro ni messiah!

Terlihat Sakura yang dengan kuat melesakkan kepalan tangannya kearah seorang pemuda bersurai pirang membuatnya terhempas kuat.

Kawaru jidai tsukandetai'n da akiramezu yeah!

Kemudian menampakkan Kiba yang membungkuk dengan tubuh penuh luka sayatan menatap mahluk ular berkepala sembilan dihadapannya dengan seringai lebar.

Torawareta yoru wo koete hade ni Howling my SOUL

Namun Kiba dan Naruto yang berada tidak jauh menyipitkan matanya saat sebuah halilintar menyambar mengenai dataran tidak jauh dari tempat mereka berdiri menampakkan seorang pemuda bersurai raven dengan katana dipinggangnya.

.Happy Read.

op: Howling (Flow) Ost Op' Nanatsu No taizai S2 Ep 1-12.

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.

Highschool DxD © Ichie Shibumi

.

.

.

.

.

.Present.

.

.

.

.

(Sword man and dragon)

"Jadi kita harus menuju ke gunung itu" Ucap Naruto yang sekarang berada didepan kedai didesa elf yang dirinya singgahi sambil menunjuk sebuah gunung yang dilapisi es, sedangkan Kiba, Asuna dan Tuka yang berada disampingnya hanya mengangguk sebagai balasan.

"Kudengar istana Naganya berada disana" Sahut Kiba sambil menguap malas, sebenarnya dirinya sangat malas bepergian ke gunung karena entah mengapa bau tanah area gunung yang tajam membuat hidungnya sedikit nyeri, "Sekitar dua hari jika kita berjalan normal tapi kalau berlari mungkin sekitar sehari" sambungnya pelan.

"Kurasa berjalan lebih baik" Balas Naruto mengalihkan pandangannya menatap Asuna dan Tuka yang juga menatapnya, dirinya berpikir jika mereka berlari mungkin lebih cepat sampai namun bagaimana dengan kedua gadis elf ini, tidak mungkin dirinya meninggalkan mereka.

Asuna yang mengerti pemikiran Naruto, tersenyum kecil kemudian memegang bahu Naruto membuat pria kuning tersebut menatapnya.

"Kami bangsa elf bisa terbang" Ucap Asuna sambil membentangkan kedua sayap dipunggungnya menyerupai sayap capung begitupula sayap milik Tuka membuat Naruto mengangguk paham dan kalau begitu mereka akan bisa cepat sampai di pegunungan.

Beberapa saat kemudian terlihat Naruto yang berberjalan pelan diarea hutan yang masih tidak jauh dari area desa elf dan disebelahnya terdapat Kiba beserta dua gadis elf.

"Ingatkan aku untuk menendang bokong Shikamaru ketika bertemu nanti Danchou" Ucap Kiba pelan sambil tetap berjalan membuat Naruto memandangnya sesaat kemudian tertawa pelan sedangkan Asuna dan Tuka hanya memandang bingung.

"Aku baru sadar kalau ini ulahnya" ucap Naruto pelan karena mengingat salah satu anggotanya yang punya sifat malas nauzubillah namun semua perkataan yang diharapkannya pasti akan terkabul, hal yang diinginkan oleh semua orang, kekuatan sang dosa kemalasan Bear'Sins harapan yang terkabul.

"Aku yakin dia pasti berharap 'Semoga kita terkena musibah supaya tidak cepat menjemputnya' astaga kenapa aku menyarankan untuk menjemput dia dulu" Sahut Kiba kesal.

"Anoo siapa Shikamaru?"

Naruto dan Kiba menoleh menatap kearah Tuka yang barusan bertanya sedangkan Asuna memilih diam mendengarkan karena sudah didahului oleh Tuka.

"Salah satu pemegang Dosa, lebih tepatnya sang dosa beruang" ucap Naruto sedangkan kedua gadis disampingnya hanya mengangguk karena memang belum terlalu paham dengan anggota deadly Sins.

-Vatican Place-

Sedangkan di daerah Barat, beribu ribu mil jauhnya dari Jepang lebih tepatnya di katerdal Vatican tempat dimana pusatnya kebudayan Nasrani.

Tap!

Tap!

Tap!

Suara derap langkah tergesa gesa terdengar disepanjang lorong yang menghubungkan setiap ruangan pengurus gereja besar Vatican menuju aula ruangan utama gereja yang biasa menjadi tempat para petinggi berkumpul untuk berdiskusi.

Krieet!

Suara pintu raksasa ruangan terbuka membuat beberapa orang yang berada didalam ruangan tersebut mengalihkan pandangannya kearah sang pembuka.

"Joseph?" Ucap salah satu petinggi gereja disana menyebutkan nama milik pemuda yang barusan masuk tersebut.

"Maafkan hamba yang mengganggu dan juga karena telat menyampaikan berita ini" Ucap Joseph sambil membungkuk hormat kearah beberapa petinggi yang menatapnya penasaran, "kudengar dari cabang Jepang bahwa Deadly Sin's mulai berkumpul kembali" sambungnya pelan membuat seluruh penghuni ruangan tersebut mengeluarkan ekspresi yang berbeda beda.

"Apa?"

"Apa tujuan mereka berkumpul di era yang sudah damai?"

"Kurasa melakukan kudeta"

"Dengan kekuatan mereka yang seperti itu kurasa melakukan kudeta bukanlah hal yang mustahil"

Set!

Para petinggi diruangan tersebut bungkam dan menatap kearah salah satu petinggi diruangan tersebut yaitu seorang pemuda tegap bersurai raven yang bangkit dari duduknya menatap kearah mereka semua dengan pandangan dingin.

"Damai?" Desis pemuda tersebut datar sambil melirik setiap para petinggi, "kalian yang selalu mengirim mata mata untuk mengawasi ras lain dan membatasi informasi serta perang dingin dengan pihak underworld, apakah itu yang kalian sebut kedamaian?" Sambungnya datar.

Brak!

"Jaga bicaramu Sasuke-dono" desis salah satu petinggi disana tak kalah dingin yang hanya ditatap pemuda yang bernama Sasuke tersebut datar, "Kau adalah perwakilan Jepang dan kenapa kami mendapatkan informasi ini dari pihak kami bukannya darimu?"

Sasuke hanya menatap pria tua yang barusan menyudutkannya barusan beberapa saat kemudian menghela nafas kecil sambil tersenyum.

"Kalian yang selalu bermain licik dimana ingin mendapat informasi tanpa mengeluarkan apapun sebagai imbalannya dan kau pikir aku akan bisa termakan kelicikan kalian itu hah?"

"Cukup!"

Brak!

Salah satu petinggi yang tidak terima dengan kalimat Sasuke barusan bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja yang terbuat dari batu marmer disertai energi sihir yang menyebar luas keseluruhan ruangan membuat beberapa penjaga yang tidak kuat pingsan sedangkan Sasuke masih memasang wajah poker facenya.

"Jadi karena terpojok dengan perkataanku sekarang kau ingin memakai kekerasan?" Desis Sasuke pelan namun Dengan perlahan lantai yang dipijaknya mulai retak dan ambles akibat energi yang dikeluarkannya.

Petinggi lain hanya menonton perselisihan kedua pria tersebut karena memang beda pendapat ataupun perselisihan sudah biasa terjadi namun Sasuke maupun pria yang tadi marah menghentikan perbuatannya saat seorang pria tua lanjut usia dengan janggut putih panjang sampai kedada dan memakai jubah putih yang duduk dibagian kursi paling depan diruangan tersebut bangkit dari duduknya sambil mengangkat sebelah tangannya mengisyaratkan untuk menyudahi tingkah kekanakan mereka.

"Hentikan perbuatan kalian Sasuke, Sephirot, ini adalah ruangan suci" ucap pria tua tersebut pelan membuat suasana ruangan tersebut kembali normal, "Kalau bisa dibicarakan dengan baik mengapa memakai kekerasan?" Sambungnya pelan sambil tersenyum tipis.

-London (Britania) Place-

"Arthur-sama kami mendapatkan informasi bahwa pihak Vatican telah bergerak untuk mengatasi anggota deadly Sins yang dikatakan bahwa telah mulai berkumpul kembali" ucap salah satu prajurit yang membungkuk hormat kearah seorang pemuda bersurai pirang yang duduk disinggahsana dalam sebuah kastil raksasa ditambah Inggris yang lebih dikenal dengan sebutan Britania dibawah kepemimpinan raja Arthur pendragon.

"Aku sudah mendengarnya, jangan berbuat tindakan gegabah kita biarkan saja dulu pihak Vatikan berbuat semau mereka" balas Arthur pelan membuat prajurit tersebut mengangguk kemudian bangkit pergi meninggalkan ruangan raja meninggalkan Arthur seorang diri.

Set!

"Jadi kau hanya berdiam diri nee Arthur?"

Pemuda pirang tersebut mengalihkan pandangannya menatap kearah seorang wanita berbadan sexy dan bersurai ungu sepinggang melangkah kearahnya sambil tersenyum tipis.

"Bukankah semua itu adalah saranmu Ino?" Desis Arthur pelan membuat wanita yang tadi mengajaknya bicara tertawa pelan.

"Selalu serius nee~ Arthur, kau tidak asik"

Ctik!

Sesudah wanita yang bernama Ino tersebut mencetikkan jarinya beberapa lalat dan cicak yang ada diruangan tersebut jatuh kemudian mati tanpa sebab ekspresi wanita tersebut menjadi serius.

"Aku sudah membunuh hewan sihir diruangan ini Arthur dan dengarlah kau sudah tau bahwa aku adalah salah satu anggota Deadly Sin's Boar'sins jadi suatu saat kita bisa bertemu sebagai kawan atau terburuknya sebagai lawan" ucap Ino pelan dan juga mengenai hewan sihir yang dibunuhnya beberapa saat lalu adalah hewan sihir dari beberapa tetua kerjaan Britania yang masih banyak menaruh kecurigaan kepada Arthur karena diusianya yang masih muda sudah menjadi Raja dan banyak dari golongan lama yang tidak terima serta menolak pengangkatannya menjadi raja dulu.

"Tenanglah Ino, Aku berada dipihakmu" Balas Arthur pelan sedangkan Ino yang mendengarnya tersenyum tipis.

"Kuharap perkataanmu tidak akan berubah Arthur"

-Back Naruto Place-

"Jadi Ini tempatnya?" Tanya Naruto pelan sambil memandang sebuah kastil megah yang berdiri megah tepat dihadapannya dan juga menurutnya kastil tempat sang dark dragon huni ini malah terlihat layaknya kastil dracula era Victoria.

"Dia mempunyai selera yang bagus" desis Kiba sambil tertawa pelan, sedangkan Asuna dan Tuka memasang posisi siaga sedari awal mereka memasuki kawasan ini sebab mereka tahu bahkan sangat tahu pemuda yang telah dirasuki kristal hitam perwujudan Dark Dragon tersebut bukanlah mahluk yang baik ataupun bisa diajak negosiasi.

Naruto menyentuh gerbang raksasa yang terbuat dari besi tersebut sesaat sambil sekilas memandang kastil didalamnya kemudian membukanya perlahan.

Krieet!

Asuna, Tuka dan Kiba terhenti sesaat karena beberapa besi penyanggah pagar yang telah termakan usia runtuh dan setelah itu mereka kembali melanjutkan tujuan mereka.

Naruto diikuti ketiga rekannya dibelakang terus melangkah memasuki kastil, dirinya sebenarnya sedikit terpesona dengan keindahan kastil abad pertengahan ini dimana lorong yang mereka lewati sekarang dihiasi kolam ikan dengan taman mawar merah serta bagian dindingnya terdapat lukisan lukisan ternama milik seniman legenda.

Set!

Namun Naruto menghentikan langkahnya ketika melihat dua buah pintu yang tertutup tepat tidak jauh dari tempatnya berdiri, dirinya merasakan hawa membunuh yang sangat kental dari dalam ruangan tersebut dan bukan hanya dirinya, Kiba, Tuka beserta Asuna juga menghentikan langkahnya akibat merasakan hawa membunuh tersebut.

"Kurasa penghuni disini tidak menerima tamu" Ucap Kiba pelan menatap sekilas pintu yang masih tertutup kemudian melangkah mendekatinya, "Mari kita lihat mahluk apa yang ada didalam di-!"

Crash!

Asuna, Tuka melebarkan kedua mata mereka shock ketika dengan tiba tiba sebuah pedang hitam menembus pintu yang tertutup tersebut membuat Kiba yang berada dihadapannya tertembus tepat di jantung, sedangkan Naruto hanya sekilas kaget namun beberapa saat kemudian ekspresi nya kembali datar.

"Hmmm jadi kalian yang bertamu ke tempatku?"

Naruto menyipitkan kedua matanya menatap sebuah iris ungu yang menyala terang dalam gelapnya ruangan dihadapannya tersebut dan dengan perlahan mahluk tersebut melangkah keluar dengan tetap memegang pedangnya yang masih menembus jantung Kiba.

Tap!

Tap!

Tap!

Asuna menjerit kecil kemudian menutup mulut dengan kedua tangannya saat melihat mahluk yang keluar tersebut memang benar adalah kekasihnya yang telah dirasuki oleh Dark dragon, sedangkan mahluk atau lebih tepatnya Kirito melirik kearah Asuna ketika mendengar pekikan gadisnya tersebut.

"Ah jadi kau juga salah satu tamuku Hime?" Desis Kirito pelan kemudian perlahan melangkah mendekati gadis berambut Kastanye tersebut, "kau masih sama seperti dulu Hime~ Cantik dan mempesona" sambung Kirito ketika berdiri dihadapan Asuna dan perlahan tangan pucat pria tersebut mengusap Surai Asuna.

Crash!

Asuna harus kembali menjerit shock karena sebuah pedang hitam menembus jantung Kirito membuat cipratan darah pria tersebut mengenai wajah Asuna sedangkan Kirito hanya terdiam sesaat kemudian melirik kesamping nya atau lebih tepatnya kearah Kiba yang tersenyum sambil menatapnya.

"Untuk balasan yang tadi" ucap Kiba pelan sambil mendorong pedang yang dirinya hunuskan tersebut kuat.

"Kau kuat juga ya" ucap Kirito datar melirik Kiba sesaat kemudian mundur beberapa langkah dan mencabut pedang yang menembus dadanya tersebut meninggalkan lubang menganga yang perlahan mulai menutup seperti sedia kala, "jadi kalian kesini berniat ingin bertarung?" Sambung Kirito datar menatap seluruh mahluk pendatang ditempatnya.

"Elucidator kah?" Desis Naruto pelan menatap kearah pedang hitam yang berada digenggaman Kirito tersebut datar, dirinya tahu legenda pedang tersebut yang telah terkenal digolongan blacksmith legenda dunia yang mengatakan bahwa pedang tersebut sangatlah kuat bahkan melebihi Caliburn, beberapa orang mengatakan bahwa kalau Excalibur adalah pedang cahaya maka Elucidator adalah pedang kegelapan.

"Hm? Kau tahu tentang pedang ini? Desis Kirito pelan sambil mengangkat Elucidator dihadapannya kearah Naruto, "tapi kurasa hal tersebut tidak penting untuk saat ini mengingat kalian kemari berniat untuk bertarung" dan dikalimat terkahir yang keluar dari mulutnya pemuda tersebut seketika menghilang membuat Naruto memasang posisi siaga.

Set!

Kirito muncul tidak jauh dari tempat Tuka dan Asuna berdiri dengan pedangnya mengeluarkan aura hitam pekat yang kemudian sebuah gelombang hitam menyebar dengan kecepatan tinggi kearah kedua gadis elf tersebut membuat Naruto yang melihatnya mendecih.

Wussh!

Cting!

Kirito melebarkan matanya terkejut saat melihat serangannya yang seharusnya sudah menewaskan kedua gadis elf tersebut malah berbalik menyerang dirinya namun beberapa saat kemudian dirinya dapat melihat pemuda pirang yang berdiri didepan kedua gadis elf tersebut juga menatapnya datar akan tetapi bukan itu yang membuat Kirito tertarik namun lambang Naga memakan ekornya yang berada ditangan Naruto membuatnya tertarik.

"Aku ingat" Ucap Kirito sambil menyeringai lebar menatap kearah Naruto, "kau sang Dragon Sin's pemimpin dari kelompok yang bernama Nanatsu No taizai" sambung Kirito tersenyum lebar.

"Kau ternyata populer Danchou" sahut Kiba sambil tertawa pelan disamping Naruto yang hanya meliriknya malas kemudian kembali mengalihkan pandangannya kearah Kirito.

Dirinya berpikir bukanlah hal baik jika sampai Dark dragon mengamuk ditempat seperti ini meskipun levelnya masih dibawah Ophis maupun Great red namun tetap saja dampaknya bisa membuat fraksi lain berdatangan kesini ditambah lagi fraksi Olympus yang gila kekuatan mungkin akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekuatan Naga ini, ralat hanya Ares yang sangat tergila gila dengan kekuatan bahkan yang dirinya pernah dengar dulu bahwa dewa perang tersebut pernah nekat menantang Great red di celah dimensi untuk mendapatkan kekuatannya meskipun hasilnya sudah sangat diketahui bahwa Ares kalah telak dan perlu beberapa dekade untuk penyembuhannya di Olympus akibat luka fatal dari naga penghuni celah dimensi tersebut.

"Empat melawan satu? Kurasa itu tidak adil" ucap pelan Kirito, "tapi tidaklah buruk menurutku" sambungnya menyeringai kecil diringi sebuah aura pekat menguar dari tubuhnya memenuhi ruangan tersebut membuat Tuka dan Asuna berlutut akibat tidak kuat menahan energi negatif yang dikeluarkan Kirito.

"S-sudah cukup Kirito-kun" Ucap Asuna lemah menatap sedih kearah kekasihnya, "Kembalilah menjadi Kirito yang kukenal dulu" sambung Asuna pelan membuat Kirito yang mendengarnya tertawa nyaring.

"Kirito dulu? Diriku yang dulu hanyalah terlalu naif hime dan juga Kirito dulu yang kau inginkan telah mati" balas Kirito menyeringai tipis, "kau lihat kekuatan ini? Inilah perwujudan dari keinginanku setelah sekian lama" sambung Kirito tertawa nyaring, Asuna hanya menunduk sedih mendengar perkataan kekasihnya, dirinya berpikir apakah kenangan mereka selama ini tidaklah berarti?.

Set!

Kirito melebarkan kedua matanya begitu pula Tuka dan Asuna saat dengan tiba tiba Kiba telah berada tepat dihadapan pemuda bersurai hitam tersebut.

"Kau tau sebenarnya aku tidak terlalu tertarik denganmu untuk bertarung namun ketika melihat kau mencampakkan seorang gadis seperti tadi entah mengapa tanganku seketika gatal untuk mengahajar seseorang" desis Kiba langsung melesakkan kepalan tangannya tepat diwajahnya Kirito membuat pemuda tersebut terhempas kuat menabrak dinding kastil bahkan sampai jebol.

Bruagh!

Blaaar!

Kiba menatap datar kearah reruntuhan dinding kastil tempat Kirito terlempar tadi dan jika diperhatikan pemuda tersebut tampak berbeda, dengan dua buah kuping runcing layaknya serigala dikepalanya serta kuku kuku tangannya yang memanjang runcing layaknya serigala dan kedua iris matanya yang berubah menjadi vertikal berwarna emas.

"Tak kusangka Inugami bisa marah" Ucap Naruto yang melangkah mendekati Kiba sambil tersenyum kecil, "sudah sangat lama sejak terakhir aku melihatmu menggunakan wujud itu Kiba" sambung pelan Naruto yang membuat pemuda bernama Kiba tersebut tertawa.

"Hanya perasaanku saja Danchou, aku sering menggunakan wujud ini kalau sedang musim kawin" balas Kiba sedangkan Naruto membisu beberapa saat.

"Musim kawin? Musim kawin anjing?" Ucap Naruto jawdrope, "jangan bilang kau tertarik dengan hewan Kiba" sambung Naruto mengambil langkah menjauh karena berperasangka bahwa anggotanya ini mempunyai kelainan.

"Kau bodoh Danchou"

"Kau bosan hidup Kiba?"

"Lupakan"

Tuka yang mendengar percakapan kedua pemuda tersebut sweatdrope sesaat karena entah mengapa mereka masih bisa melakukan hal absrud disatukan seperti ini.

Blaar!

Naruto dan Kiba menghentikan tingkah absrud mereka ketika runtuhan dinding yang mengubur Kirito meledak menampakkan pemuda tersebut yang terbang dengan kedua sayap naga dipunggungnya menatap dirinya dan Kiba dengan seringai.

"Sudah lama aku tidak merasakan sensasi bertarung seperti ini" desis Kirito sambil mengusap darah yang mengalir dari sela bibirnya akibat pukulan kuat yang Kiba lakukan beberapa saat lalu, "Sangat hebat, darahku terbakar dengan sensasi ini" lanjut Kirito yang dengan perlahan menjilat darahnya sendiri diiringi tawa.

Blaar!

Sebuah pilar hitam tercipta disekeliling Kirito sampai menjulang ke langit membuat Naruto yang melihatnya mendecih karena hal buruk yang ia hindari malah secepat ini terjadi, dirinya tidak menyangka bahwa pemuda tersebut akan langsung menggunakan wujud true fromnya untuk bertempur, sedangkan Kiba hanya menatap kearah pilar energi Hitam tersebut datar.

"Ini bukan pertanda baik Danchou" desis Kiba pelan.

-Kyoto Place-

Madara yang sedang duduk di kursi ruang kepala sekolah tersentak kecil kemudian menoleh kearah jendela menatap kearah langit gelap dibagian Utara, begitu pula Yasaka yang sedang mengisi berkas sekolah menghentikan gerakan pena ditangannya ketika merasakan sebuah lonjakan energi pekat diarahkan Utara.

"Energi ini?" Desis Yasaka pelan sedangkan Madara yang sempat sekilas menatap kearah jendela kembali menatap fokus kearah laptop dihadapannya.

"Posisi Naruto juga disana, jadi biarkan bocah sableng itu yang mengurusinya" sahut Madara datar membuat Yasaka yang mendengarnya hanya memasang ekspresi khawatir.

"Kau yakin Madara-sama?"

"Naruto jauh lebih kuat dari kadal hitam itu"

-at place Deadly Sin's member-

Seluruh anggota Deadly Sins yang tersebar di seluruh tempat tersentak kecil ketika merasakan lonjakan energi pekat dan merasakan energi salah satu rekan mereka.

"Kiba?"

"Inugami?"

"Kiba-kun?"

"Merepotkan"

"Hm"

Reaksi setiap anggota Deadly Sins yang merasakan energi yang tidak asing bagi mereka.

-At Heaven-

"Michael Nii-sama hawa ini? Tidak salah lagi, Dark dragon sudah mulai menunjukan eksistensinya" ucap seorang wanita cantik jelita bersurai pirang kepada seorang pria bersurai pirang panjang dengan tanda halo dikepalanya.

"Jangan bertindak gegabah Gabriel" Ucap pria yang bernama Michael tersebut pelan sambil menatap kearah awan hitam yang mulai menyebar ke seluruh langit, "kita lihat situasinya dahulu" sambungnya pelan.

-At Grigori&Underworld-

"I-ini/Dark dragon?" Azazel dan Sirzech kedua petinggi Malaikat jatuh dan Makai hanya bisa mengeluarkan reaksi singkat ketika merasakan lonjakan energi Dark dragon.

-Back at Naruto Place-

Sedangkan kembali ketempat Naruto, terlihat dirinya beserta Kiba sedikit terseret akibat gelombang kuat yang tercipta dari pilar hitam dark dragon tersebut.

"Energi yang sangat besar" desis Naruto pelan dirinya tidak berpikir bahwa kekuatan Dark dragon bisa sampai sebesar ini.

Pilar energi yang menutupi tubuh Kirito Dengan perlahan mulai pudar sampai akhirnya menghilang menampakkan pemuda tersebut yang seluruh tubuhnya ditutupi sisik hitam mengkilat dengan dua buah tanduk didahinya serta kedua sayap naga yang membentang lebar dipunggungnya.

"Ah akhirnya" desis Kirito tersenyum kecil menatap kearah Naruto dan Kiba yang berdiri tidak jauh dari tempatnya, "Inilah kekuatan yang selama ini ingin kuraih" sambungnya pelan sambil mengangkat sebelah tangannya membuat gerakan mencengkram.

Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum sesaat kemudian menunduk, dirinya berpikir sudah terlalu lama ia menahan diri dan juga entah mengapa kadal hitam itu membuatnya kesal sekarang serta nasi telah menjadi bubur karena mungkin seluruh fraksi sudah mengetahui kemunculan dark dragon akibat pilar energi beberapa saat yang lalu, jadi dari pada mereka mati konyol disini dirinya juga akan melawan dan membuat perhitungan dengan kadal tersebut, sedangkan Kiba yang melihat Naruto juga menyeringai tipis.

Wussh!

Sebuah hempasan angin pelan tercipta disekelilingnya Naruto membuat Kirito yang entah mengapa merasakan sesuatu aneh terjadi disekitarnya.

"Kurasa bukanlah hal buruk untuk melawanmu Kirito" Desis Naruto mendongak menatap Kirito dengan seringai membuat Kirito menatapnya tajam karena melihat lambang Hitam yang menyebar disebagian wajah Naruto serta iris kanan pemuda pirang tersebut menjadi Hitam kelam.

"Tak sabar melihat Danchou mengamuk" tawa Kiba ketika melihat Naruto yang setelah sekian lama akhirnya menggunakan mode iblis ya kembali.

"Saaa~ Kirito, jika kau merasa paling kuat" desis Naruto menatap Kirito dengan seringai lebar, "Buktikanlah padaku" sambung Naruto kembali.

¤TBC¤

Note: Yo Uchida balik lagi , ini hanyalah project selingan :'v kalau jelek ya harap maklumi karena hamba hanyalah author yang ditaburi wijen.

Cerita ini juga mengambil beberapa alur dari NNT ,jadi kalau ada yang bilang ada kemiripan memang karena Uchida mengambil alur ceritanya dari anime maupun manga, jadi Happy Reading!

.Dont Like Dont Read.

END OST: Anti Hero (Sekai No Owari)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Witch Works Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-