Akarin : nih anak, tumben banget rajin update ya? Apa kepalanya terbentur?
Rika : kenapa? Nggak boleh?
Mizuki : begini Rin-oneesan, Rika-chan seneng banget, karena akhir-akhir ini banyak yang nge-review, ditambah lagi, banyak juga yang mau membaca ficnya Rika walau nggak nge-review
Rika : betul sekali! Seratus buat Mizuki! Karena itu, aku selaku author FFn ini, mengucapkan beribu-ribu terima kasih karena sudah me-review ficnya Rika walau ficnya nggak bagus banget. Dan aku mengucapkan arigato gozaimasu untuk para readers dan author-author yang paling saya sayangi dan kuhormati XDD *ngeluarin petasan*
Akarin : meriah banget... daripada para readers menunggu, lebih baik kita langsung ke chapter berikutnya =_=
DISCLAMER
This fic very belongs to Rika. And Vocaloid always forever from Yamaha
WARNING!
AU, EYD, TYPO (kalau ada -,-), OOC, berantakan, alur super cepat, dan sebagainya
Author POV
"Dulu, tempat ini... tempat saya bersama temanku bernyanyi..." peri ras Gwageth Anoon tersebut menceritakan pada teman lakinya yang bernama Gakupo Kamui tentang tempat yang mereka tempati.
"Siapa nama temanmu?" tanya pemuda berambut ungu.
"Meiko... nama ia berubah menjadi Titania setelah ia menikah dan dinobatkan sebagai ratu peri." Jawab Luka.
Gakupo begitu terkejut mendengar dari Luka, bahwa temannya perempuan berambut pink tersebut adalah teman masa kecilnya, Meiko. "Kau bilang... Meiko...?" tanya Gakupo dengan tidak yakin.
"Iya," singkat Luka. "Apa kau kenal dia?" tanya Luka.
Gakupo yang hampir tidak percaya apa yang dikatakan Luka, tiba-tiba ia memegang kedua pundak Luka dan menatap peri ras Gwageth Anoon dengan tatapan serius.
"Ceritakan lebih rinci lagi!" tegas Gakupo. Luka yang tak tahu apa-apa, mengangguk kepala saja dan menceritakan apa yang ia tahu.
Disisi lain, di ruang yang begitu mirip dengan perpustakaan, terdapat dua kakak beradik yang sedang duduk di lantai. Ruangan tersebut tampak berantakan, karena apa? Sudah pasti, mereka bertarung.
"Saya... di beritahu oleh Poseidon, kalau Me... ah, tidak, maksudku Germana... kalau ia... adalah Titania," kata pemuda bernama lengkap Akaito Shion dalam keheningan.
Kaito, kakaknya, begitu terkejut apa yang dikatakan dengan adiknya yang memberitahukan, bahwa Meiko adalah Titania. "Apa?"
"Meiko... adalah Titania...?" tanya Kaito pada adiknya yang tidak percaya. "Iya, benar," singkat Akaito.
"C-ceritakan apa yang dikatakan oleh Poseidon." Tegas Kaito dengan tatapan serius.
Di kerajaan Oberon...
"Sudah waktunya, Yang Mulia." Kata perempuan berambut merah muda pada Oberon.
"Begitu ya..." kata Oberon sambil memandangi pemandangan kotanya. "Sebentar lagi, kegelapan akan memenangkan pertarungan ini..." gumam Oberon alias Hiyama Kiyoteru.
"Ya... saya akan selalu mengikutimu, kakak..." kata perempuan tersebut yang juga pelayan setia Oberon.
Di suatu taman kerajaan bawah laut, tempat dimana peri yang bernama lengkap Luka Megurine serta manusia yang bernama lengkap Gakupo Kamui berada, pemuda berambut ungu tersebut benar-benar tidak percaya apa yang dikatakan oleh Luka, temannya. Entah mau ngomong apa, atau bagaimana, ia hanya diam terpaku diri.
"Astaga..." karena saking tidak percayanya, ia memegang kepalanya dan menggeleng-gelengnya dengan pelan. "Aoki, bisa mendengarku?" tanya Gakupo sambil memegang kantong bajunya.
"Iya, ada apa?" tanya Aoki yang muncul dari dalam kantong bajunya Gakupo.
"Ceritakan lebih banyak, apa yang dilakukan oleh Ger- tidak, maksudku Oberon pada Titania setelah ia mempunyai anak!" kata Gakupo.
"Ya... setelah Oberon dan Titania mempunyai anak, akhir-akhir ini, Oberon telah berubah. Ia menjadi gila terhadap kekuatan atau semacamnya. Ia juga, pernah berbuat kejam pada Titania." Kata Aoki.
"Bagaimana kau tahu sebanyak itu?" tanya Luka.
"Dulu, aku pernah menjadi pelayan anaknya Titania dan Oberon." Jawab peri ras Pixie tersebut.
"Siapa nama anaknya?" tanya Luka dan Gakupo dengan bersamaan.
"Kalau tak salah, namanya... Mikuo... Hatsune..." kata Aoki sambil mengingat-ngingat nama anak dari Titania dan Oberon.
"Apa katamu?" pemuda berambut biru laut itu bertanya pada adiknya yang bernama Akaito dengan tidak percayanya.
"Ya... Germana adalah Titania, sedangkan Germanus adalah Oberon." Jawab Akaiyo.
"Tunggu sebentar!" Kaito memutar otak kembali dan berpikir lebih dalam lagi.
"Aoki kan pernah mengatakan..."
"Kerajaan Titania adalah kerajaan yang rakyatnya seluruhnya bahagia serta kita baik pada pendatang baru. Tapi, beda dengan Kerajaan Oberon. Kerajaan tersebut benar-benar peri yang kotor, tak berperasaan, serta suka menjahili manusia."
"J... Jadi..."
"Ya, benar apa yang ada di dalam kepalamu. Ger- maksudku, Hiyama... SUDAH BERUBAH..." tukas Akaito dengan wajah yang serius hingga ia ingin menghajar Hiyama yang sudah ia anggap sebagai kakak tertua sendiri.
"Kita tak punya banyak waktu!" Kaito yang setelah mendengar cerita dari adiknya, bangkit dari duduknya dan berdiri dengan tegak. "Kakak..."
"Kita harus cepat-cepat menolong Germana!" semangat Kaito.
Akaito yang juga setuju dengan kakaknya, ia pun bangkit dari duduknya. Ia menjadi semangat dan mengangguk kepalanya. "Kita tidak boleh bersenang-senang terus disini! Ayo, kita panggil Gakupo!" kata Akaito yang tak kalah semangat kakaknya.
Akhirnya, mereka keluar dari ruangan tersebut, dan mereka berlari untuk mencari temannya- Gakupo Kamui.
"Ini bukan waktunya untuk bersenang-senang disini!" kata Gakupo. "Luka!"
Tiba-tiba, disaat Gakupo memanggil nama peri yang berambut pink serta panjangnya sepunggung, Gakupo memegang kedua pundak Luka dan menatap dengan serius serta mendekatkan wajahnya ke wajah Luka hingga wajah peri ini menjadi merah merona.
"Aku membutuhkanmu!" tegas Gakupo.
DEG!
Luka begitu terkejut setengah mati, seperti terkena serangan jantung saja. Wajahnya begitu merah seperti gurita saja.
"Me... membutuhkan...ku...?" tanya Luka dengan adanya kata yang putus-putus.
"Iya!" tegas Gakupo. "Aku membutuhkanmu untuk menolong temanku, Meiko. Makanya, aku membutuhkan kekuatanmu!" kata Gakupo yang lama-kelamaan wajahnya semakin dekat.
"Aku membutuhkan cintamu!" itulah yang terdengar dikepala Luka. Padahal, yang dibutuhkan Gakupo adalah kekuatannya, bukan cintanya.
"D-DENGAN SENANG HATI!" tiba-tiba, aura semangat yang menyelimuti Luka membuat Gakupo begitu terkejut. Meskipun begitu, pemuda berambut ungu ini, tidak menyadarinya bahwa ada juga aura cinta yang tersembunyi dari Luka.
"Dengan begini, aku pasti bisa menyelamatkanmu, Meiko!" batin Gakupo.
"Ayo! Kita tidak punya banyak waktu!" Gakupo menggenggam tangan Luka dan mengajak untuk mencarikan kedua temannya. Luka benar-benar terkejut saat Gakupo memegang tangannya Luka, hingga ia menjadi malu besar.
beberapa puluh menit kemudian, Kaito dan Akaito bertemu dengan Gakupo dan Luka di ruang tahta.
"Gakupo!" teriak dua kakak beradik tersebut.
"Oh, Kaito! Akaito!" balas Gakupo.
"Kita tak punya banyak waktu! Kita harus cepat-cepat pergi ke kerajaan Oberon!" tukas Kaito.
"Iya, kalau kita bersenang-senang disini..."
"...Meiko mungkin akan tersiksa lagi..." lanjut Akaito yang melanjutkan perkataan Gakupo.
"J-Jadi kalian mengenal Meiko?" tanya Luka dengan kaget dan tiba-tiba.
"Iya, dia teman masa kecil kita." Jawab Kaito.
"Jadi, kalian sudah tahu..." tiba-tiba, Poseidon, raja yang menguasai perairan, muncul secara tiba-tiba dan ikut perbincangan mereka. "Poseidon..."
"Kalian harus cepat-cepat pergi ke kerajaan Oberon. Kalau tidak, dunia ini... tidak, maksudku dunia ini dan dunia manusia akan terancam bahaya!" Tegas Poseidon.
"Terancam bahaya?" tanya Kaito yang kelihatan antusias.
"Ya... sebentar lagi... kegelapan akan memenangkan pertarungan ini. Dan satu-satunya harapan kami, adalah kalian!" tunjuk Poseidon pada ketiga pemuda, yang pasti Kaito, Akaito, serta Gakupo.
"Kami?" tanya tiga pemuda ini dengan bersamaan.
"Ya, kalian harus cepat-cepat menolong Titania! Atau tidak, dunia yang kalian tempati, bisa jadi hancur!" tegas Poseidon.
"Tapi bagaimana caranya kita bisa ke kerajaan Oberon?" tanya peri ras Pixie yang muncul secara tiba-tiba. "Maksudku, akan memakan berhari-hari jika kita keluar dari kolam, lalu bertarung melawan monster yang ada di Dark Forest, belum lagi para penjaga di kerajaan Oberon." Tukas peri yang berambut berwarna biru tersebut.
"Tenang saja, biar saya bantu." Manusia raksasa yang bisa hidup air tersebut, mengangkat trisulanya yang berlapisi emas tersebut, dan bergumam sesuatu. Tiba-tiba...
GLUDUK! GLUDUK! ZREEESSHH!
Ternyata apa? Pusaran air membentuk di tempat para tiga pemuda tersebut berserta dua peri ini. Kaito, Akaito, Gakupo, Aoki, serta Luka begitu terkejut apa yang ada di bawah mereka.
"Pu... PUSARAN AIR?" teriak mereka berlima hingga pusaran air tersebut, hingga menenggelamkan mereka.
"Tunggu! Apa maksud Yang Mulia untuk menghanyutkan kita?" tanya Luka.
"Aku bukannya untuk menghanyutkan kalian..." kata Poseidon. "Melainkan, mengirim ke tempat kerajaan Oberon terdekat! Sekarang, cepat! Selamatkan Titania!" teriak Poseidon.
"GYAAAAAAA!" akhirnya, pusaran air itu menghanyutkan mereka berlima dan mereka di kirim di suatu tempat.
Disisi lain, di tempat penjara Titania alias Meiko Sakine, yang berada di menara kerajaan...
"Paduka Titania, sudah waktunya..."
Titania yang mendengar hal tersebut, hanya diam saja dan menjalani takdirnya, takdir untuk dijadikan sebagai kurban. Untuk apa? Sudah pasti, Hiyama Kiyoteru alias Oberon merencanakan semuanya, ia akan membangkitkan peri kegelapan yang sudah disegel beratus-ratus tahun yang bernama Atra.
Akarin : lagi-lagi, kau membuat pendek ceritanya... =_=
Rika : ya apa boleh buat. Memang segini jalan ceritanya -,-
Akarin : terus, kenapa kamu buat Luka jadi cinta mati ke Gakupo? Bukannya, sebaliknya?
Rika : habis... bosan kalau Luka jadi tsundere. Sekali-kali, Luka jadi orang yang cinta mati pada Gakupo
Luka : *bersin* HACHI! (?) Duh, kayaknya ada yang ngegosipin saya nih...
Rika : baiklah, balas review dulu desu~ :3
To Usagi Yumi :
iya, benar. Rika jadi terharu, saat mengetik fic ini :'(
Akarin : lebay, nih anak =_=
Rika : urusai, Rin!
Akarin : iya deh... =_=
Ok, arigato atas pujian dan dukungannya, Yumi-san XD
sudah update desu~ :3
-oO0Oo-
To airi shirayuki :
Ok, arigato atas dukungannya, Airi-san XD
sudah update desu~ :3
-oO0Oo-
To Yami Nova :
wahaha, iya. Rika juga, entah mengapa waktu adegan itu kok perasaan jadi yaoi :D #dilempar es krim dan cabe
sudah update desu~ :3
