Title: Lets Get a Child

Cast: Jung Yunho,Kim Jaejoong, Shim Changmin, Victoria Song, Park Yoochun, Kim Junsu

Pair: Yunjae, Changtoria, Yoosu

Warning: BL, m-preg, typo bahasa tidak baku

Disclaimer: semua cast bukan milik saya, tapi cerita milik saya

.

.

.

.

.

PART 10

Jaejoong mencoba membuka matanya perlahan, rasanya kelopak matanya berat sekali untuk dibuka. Samar-samar ia meelihat siluet wajah dihadapannya. Itu Yunho, dia ingat kalau Yunho pulang semalam. Itulah kenapa Jaejoong bisa tidur pulas seperti itu.

"Hai, akhirnya kau bangun juga sleeping beauty.."sindir Yunho sayang.

Tapi bukannya menjawab, Jaejoong lebih memilih memeluk tubuh Yunho lagi dan memejamkan mata,"Aku belum mau bangun, hampir satu minggu aku tidak tidur,"

"Ya! Tapikan.."

"Diam!"sentak Jaejoong yang merasa terganggu, "Memangnya kau pikir aku tidak bisa tidur gara-gara siapa?"

"Kau ini, satu minggu tidak bertemu tapi masih saja ketus seperti ini?"keluh Yunho

"Masa bodoh pokoknya ini salahmu, salahmu!"racau Jaejoong sambil mengusak dada Yunho.

"Sshhh tenang lah, kalau mau tidur, tidur saja..."akhirnya Yunho yang memilih untuk mengalah.

.

.

.

.

Jaejoong baru bangun jam dua siang ini, dan entah mengapa melihat wajah Yunho membuatnya tiba-tiba merasa lapar. Alhasil kini Jaejoong dan Yunho sedang berada di ruang makan untuk makan siang. Tapi sedari tadi, Yunho tidak berniat unuk memasukkan sesuap makananpun kedalam mulutnya. Karena jujur saja melihat cara makan Jaejoong yang sedikit barbar sekarang membuat selera makannya hilang.

"Pelan-pelan Jae, kau seperti tidak makan satu tahun saja.."cela Yunho karena tidak tahan dengan cara makan Jaejoong yang sama sekali tidak berkelas

Jaejoong mendelik mendengar itu, bibir merahnya mempout seketika dan terlihat lucu karena mulutnya kini penuh dengan makanan.

"Maaf saja ya, aku memang bukannya tidak makan selama satu tahun, tapi jujur saja aku memang tidak makan selama satu minggu!"kesal Jaejoong,

"Apa?!"sentak Yunho

Namja bermata doe itu memutar matanya jengah,"Jangan perpura-pura tuan Jung, karena kau pasti tahu kenapa aku tidak bisa makan seminggu ini,"

Yunho mengusak rambutnya yang tidak gatal,"Sejujurnya aku sedikit kecewa dengan reaksimu sekarang. Aku pikir setelah kutinggalkan selama satu minggu kau akan-"

"Kau pikir aku yeoja?"potong Jaejoong,"Yang akan menangis terharu karena suaminya datang?"

"Ya mungkin seperti itu.."jawab Yunho tenang.

Jaejoong terdiam,"Aku tidak suka menangis, maaf saja jika mengecewakanmu,"

Yunho terkekeh,"Oh ya setelah ini bersiap-siaplah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."

Jaejoong mengernyitkan dahinya"Kemana?"

"Redaksi Majalah, kita akan mengadakan wawancara mengenai skandalmu yang melibatkan Changmin dan pacarnya,"jelas Yunho

"Heee jadi benar dia pacar Changmin?"Jaejoong malah balik bertanya

"Sepertinya begitu. Diam-diam aku menyelidikinya, hubungan mereka cukup rumit sebenarnya. Seperti hubungan cinta segitiga dengan sahabat mereka yang telah meninggal,"imbuh Yunho.

"Aku tidak menyangka kau menyelidikinya sejauh itu,"jujur saja, Jaejoong sendiri bahkan sudah lupa akan hal itu.

"Ini bukan masalah, aku hanya mau Kim appa kembali percaya padamu. Aku tahu bagaimana perasaanmu saat tidak sengaja mengecewakan beliau,"

Jaejoong terharu mendengar itu, sebenarnya dia tidak terlalu berharap banyak akan Yunho. Tapi sejak semalam dia sudah memutuskan sesuatu. Dan sekarang dia yakin bahwa pilihannya tepat.

.

.

.

.

Jalannya pemotretan berjalan dengan lanjar, disela-sela take shoot Jaejoong dan Yunho diwawancara perihal rumah tangga mereka. Walaupun mereka baru benar-benar tinggal bersama akhir-akhir ini tapi di luar dugaan mereka bisa menjawab pertanyaan sang jurnalist dengan profesional.

"Jadi, kabar perselingkuhan itu hanya salah paham,"tanya sang Jurnalist.

"Benar, yang saya tahu nona Victoria baru kemabali dari China, mungkin beliau tidak tahu selama ini Changmin-ssi bersahabat dekat dengan Jaejoong. Itu benar-benar murni kesalah pahaman,"Jawab Yunho, sesekali ia dan Jaejoong berpose sesuai arahan sang fotografer.

"Ahhh begitu rupanya, semoga setelah ini tidak ada lagi kesalah pahaman,"tutup sang Jurnalist

"Yak selesai! Terima kasih atas kerja samanya Jung Yunho-ssi, Kim Jaejoong-ssi!"seru sang fotografer mengisyaratkan bahwa pemotretan kali ini sudah selesai

Yunho dan Jaejoongpun hanya tersenyum dan membungkuk memberi hormat, para staff disana sudah mulai membereskan peralatan. Yunho pun sepertinya sudah mau keluar dari ruangan itu, tapi suara Jaejoong mencegahnya.

"Yunho-yah!"panggil Jaejoong.

Yunho mebalikkan tubuhnya dengan kerutan di dahi, tidak biasanya Jaejoong memanggilnya tanpa embel-embel "ssi"

"Ne?"ulang Yunho

"Aku tidak tahu apa semalam kau dengar atau tidak, tapi yang aku katakan semalam benar adanya. Aku mencintaimu Yunho,"kata Jaejoong tegas.

Bola mata Yunho melebar mendengar itu, dia sama sekali tidak memperkirakan akan mendapatp ernyataan cinta dari Jaejoong.

"Aku sudah memikirkannya masak-masak. Aku tidak perduli jika kau tidak tulus kepadaku, ataupun kau hanya bermain-main denganku. Tapi yang pasti kali ini aku yang akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku akan membuatmu mengalami hal sama seperti yang aku alami seminggu ini. Hidup seperti orang mati hanya karena tidak bisa melihat wajahmu!"

Yunho tersenyum lebar mendengar pernyataan Jaejoong yang cukup percaya diri. Jaejoong tidak tahu saja, jika selama seminggu ini keadaanya di Jepang tidak jauh berbeda dengan sang istri tercinta,"Wah, aku sedikit tersanjung, itu tadi pernyataan cinta yang cukup keren Jae," jawab Yunho sambil berjaln kembali ke arah Jaejoong.

"Karena kau sudah membuatku seperti ini, aku tidak akan membiarkanmu menolakku. Aku hanya mau jawaban 'iya' dari pernyataan cintaku tadi,"sambung Jaejoong

Lagi-lagi Yunho hanya tersenyum, diusapnya pipi sebelah kiri Jaejoong dengan sayang,"Fotografer-nim, chakamannyo!"panggil Yunho pada sang fotografer yang hampir saja meninggalkan ruangan itu

"Ne, Yunho-ssi ada yang bisa saya bantu?"tanyanya.

"Kau tidak ingin mengambil highlight dari pemotretan ini?"tanya Yunho ambigu yang meninggalkan tanda tanya pada sang fotografer

Tapi sedetik berikutnya sang fotografer ternganga mendapati pasangan di depannya sedang berciuman panas. Dengan terburu-buru sang fotografer mengambil kamera yang sudah terkemas rapi dan tergopoh-gopoh menghampiri pasangan sensasional itu.

Yunho tidak berduli jika sekarang dirinya dan Jaejoong sedang dipotert, justru memang itu tujuannya. Untuk menunjukkan pada dunia, siapa pemilik Kim Jaejoong yang sebenarnya.

"Mulai sekarang, benar-benar tidak ada pintu keluar untukmu sayang,"bisik Yunho lirih, dan namja bermata musang itu senang saat mendapati mata doe milik Jaejoong yang tidak ada keraguan.

.

.

.

.

BRAK!

Changmin membanting majalah yang baru saja diterimanya, majalah gosib Ilbe yang bersampulkan Yunho dan Jaejoong yang tengah berciuman. Dengan kesal ia menjatuhkan tubuhnya di sofa.

"Jadi, sekarang kau patah hati?"sindir yeoja keturunan China disampingnya.

Changmin hanya mendelik, sesaat dia berfikir mungkin dia memang tidk bisa lepas dari yeoja ini.

Sambil tersenyum Victoria dusuk disamping Changmin,"Sepertinya benar kalau jodoh tidak akan kemana. Walaupun sekeras apapun kau mengejar namja itu, tetap saja kau akan kembali padaku,"

"Percaya diri sekali?"sentak Chanmin

Victoria hanya terkikik,"Kita lihat saja nanti Shim Changmin, kau akan kemabali kepadaku,"

"Memangnya aku pernah meninggalkanmu, bukannya itu kau!"tolak Changmin

Victoria mendelik,"Ya, bagaimana kau bisa cemburu dengan sebuah makam. Kau tahu sendiri aku hanya sering berkunjung ke makam Kyuhyun. Bagaimana mungkin kau membandingkan perbuatanku dengan kau yang mengejar-ngejar istri orang.!"

"Ya noona! Siapa yang mengejar-ngejar istri orang?!"bantah Changmin tak terima.

"O-oh jadi sekarang kau mulai mengelak?"

"Tidak, siapa yang mengelak, noona tahu sendiri selama ini aku hanya mencintai noona, Jaejoong hyung hanya ku anggap sebagai sodara."

"Aishhh anak ini, pintar sekali bermain kata!"kesal Victoria tak terima.

mereka pun melanjutkan adu mulut yang seperti tidak ada habisnya. Mereka memang selalu begitu,tidak coxok satu sama lain. Tapi pada akhinya mereka akan kemabali kepelukan masing-masing.

.

.

.

.

Junsu terkikik melihat sampul majalah ditangannya. Dia senang akhirnya Jaejoong menuruti kata-katanya. Namja bersuara lumba-lumba itu baru berhenti tertawa saat sang suami Yoochun, datang membawakan segelas susu kehamilan untuknya.

"Kau masih menertawakan itu sedari tadi?"tanya Yoochun sambil menyerahkan segelas susu pada Junsu.

Junsu meletakkan majalah itu di meja dan meraih gelas dari tangan Yoochun,"Hahaha kau benar, aku hanya merasa lucu saja. Akhirnya mereka bisa bersatu juga."

Tak dipungkiri, Yoochun pun sekarang ikut tersenyum,"Kau tau Suie, kadang aku tidak menyangka jika seorang Jung Yunho bisa melabuhkan hatinya lagi setelah dicampakkan Seo Yeji,"

Junsu hanya manggut-mqnggut mendengar itu,"Aku juga berfikir demikian, lagi pula sifat mereka begitu bertolak belakang. Aku tidak menyangka Yunho hyung bisa jatuh pada pesona Jaejoong hyung jika kita melihat mantan Yunho hyung yang terdahulu,"

"Yahhh jodoh orang kan memang tidak ada yang tahu. Buktinya aku yang player ini bisa berlabuh juga pada namja polos sepertimu,"ujar Yoochun sambil mengedipkan sebelah matanya pada sang istri.

"Aishhh gombal!"desis Junsu tak percaya.

Dan Yoochun hanya tertawa mendapati reaksi itu dari istrinya. Namja berdahi lebar itu sungguh bahagia sekarang. Apalagi beberapa bulan kedepan dia akan segera bertemu dengan buah hatinya dan Junsu.

.

.

.

.

Malah itu Jaejoong masih sibuk membaca artikelnya dengan Yunhodi atas tempat tidur saat sang suami sudah menyusulnya ke atas ranjang setelah mandi.

"Apa kau tidak bosan membacanya sedari tadi?"tanya Yunho

Jaejoing hanya tersenyum,"Tidak ini artikel yang menarik,"

Yunho hanya diam, ditariknya majalah itu dari tangan Jaejoong dan setelah itu membaringkan tubuh sang istri hingga terlentang dibawahnya.

"Kau tahu, saat ini adalah saat yang tepat untuk membuat keturunan keluarga Jung,"ujar Yunho.

Jaejoong tergelak sesaat,"Jadi project itu masih berlanjut?"

"Tentu saja, mana mungkin aku membatalkan project sebesar itu,"

Lagi-lagi Jaejoong hanya tertawa"Aku tahu tuan Jung, pasti sekarang kau merasa menang karena aku sudah jatuh pada pelukanmu, tapi jangan salah. Pemenang sebenarnya dari permain ini adalah aku,"

Alis Yunho mengkerut,"Maksudmu?"

Jaejoong tersenyum manis,"Sepertinya aku dulu lupa bilang, jika aku sudah menemukan cinta sejatiku maka aku tidak akan melepaskannya samapai kapanpun. Nah, Yunho-ssi apa kau sekarang menyesal? Karena aku tidak akan pernah melepasmu,"

Yunho tertawa tanpa suara, istrinya ini kadang-kadang memang penuh kejutan,"Aku tidak menyesal, hamba bersedia menjadi budakmu selamanya my Queen,"dan setelah itu Yunho mencium Jaejoong dalam

Jaejoong tersenyum dalam ciumannya. Baru kali ini dia rela sepenuh hati disentuh Yunho. Ya malam itu mereka benar-benar menjalankan project mereka untuk membuat keturunan keluarga Jung.

.

.

.

.

#12 Tahun Kemudian#

12 tahun berlalu, Yunho menjelma menjadi ahjussi tampan yang digandrungi paratetangga, sedangkan Jaejoong, karena dia selalu memperhatikan perawatan kulitnya, maka dia tetap cantik sama seperti dulu.

Pagi itu Jaejoong sedang memasak sarapan didapur, sampai dia merasakan seseorang memeluknya dari belakang, namun Jaejoong tidak bergeming. Jaejoong sudah tahu itu suaminya. Akan tetapi Jaejoong mulai gelisah saat Yunho mulai menjilati telinganya.

"Yunn hentikan...aku sedang memasak..."

"Jatah morning kissku mana hmm?"

"Tidak, nanti anak-anak bisa melihat Yun.."tolak Jaejoong

"Tidak akan mereka masih tidur,"

Jaejoong terdiam sebentar menimbang-nimbang keputusannya

"Ya..Jae..."ulang Yunho

"Baiklah-baiklah aku menyerah..."jawab Jaejoong sambil membalikkan tubuhnya dan langsung disambut bibir Yunho yang siap mengklaim miliknya.

"Mmpph..Yunn.."erang Jaejoong saat ia ingin melepas ciuman itu tapi Yunho malah menahan tengkuknya, tanpa disadari ciuman itu semakin panas. Mereka berdua sama-sama mendominasi, bertukar seliva hingga akhirnya muncul beberapa tanda cinta di leher Jaejoong.

"YA! MEMANGNYA KALIAN INGIN MEMBUATKAN ADIK UNTUKKU DISINI EOH!?"

Tringggg...

Yunho dan Jaejoong membuka mata seketika saat mendengar suara yang berasal dari namja yang baru memasuki masa remaja

"S-sehunah..kau menunggu sarapanmu ya..?"gugub Jaejoong sambil mengusap seliva di dagunya.

"Tidak, aku tidak jadi lapar!" Ketus Sehun sambil mengambil sekotak susu dari kulkas

"Ya! Sopanlah sedikit pada orang tua.."tegur Yunho sok bijak

"Eoh? Memangnya appa pantas menasehatiku seperti itu?"cibir Sehun dengan wajah datarnya.

"Ughh.."Yunho kehilangan kata-katanya dan Jaejoong salah tingkah. Ketahuan berbuat mesum di depan anakmu sendiri sungguh sangat memalukan bukan?

Nama remaja itu Jung Sehun, anak laki-laki Yunho dan Jaejoong, sekarang usianya baru 11 tahun, tapi perawakannya tinggi, otaknya pun cerdas. Dia mewarisi mata tajam milik Yunho dan kulit seputih susu milik Jaejoong.

"Sehun-ah, kau marah?"tanya Jaejoong takut-takut

"Ti-"

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Tiba-tiba ada suara jeritan dari lantai atas.

"LUHAN!"Teriak mereka bertiga bersamaan dan langsung bergegas menuju lantai dua.

.

.

.

.

"Luhanie kau tidak apa-apa?!"panik Jaejoong saat mendapati putrinya itu duduk di atas closet kamar mandi sambil menangis

Yeoja mungil itu Jung Luhan, usianya 11 tahun a.k.a saudara kembarnya Sehun. Yah mereka berdua memang terlahir kembar dampit laki-laki dan perempuan. Wajahnya serupa dengan Sehun hanya sedikit lebih terkesan lembut dan manis karena dia yeoja.

"Hiks..Luhan takut umma, sepertinya Luhan akan mati, hiks..."yeoja mungil itu menangis pilu.

"M-mati, maksudmu apa Luhannie?!"panik Jaejoong sambil berjongkok didepan Luhan.

"Benar, sebenarnya ada apa Luhan, kenapa kau berteriak dan menagis seperti ini?"imbuh Yunho

"Tadi Luhan mau pipis...tapi..hiks...celana Luhan ada darahnya..huuu hiks!"

"APAAAA?!"Sentak Yunho dan Jaejoong bersamaan.

"J-jae..itu menstruasi kan?"bisik Yunho

"I-iya benar...tapi.."

"Cepat bantu dia!"potong Yunho

"Apa? Tapi aku tidak mengerti sama sekali!"kilah Jaejoong

"Memangnya kau tidak pernah menstruasi?!"Yunho malah balik bertanya.

"Tentu saja tidak, aku kan namja!"bantah Jaejoong

"Ya Tuhan , lalu bagaimana ini?!"keluh Yunho frustasi.

"Hiks ...jadi benar ya..aku akan mati..darah ini pasti penyakit mematikan...hiks.."Luhan semakin menangis melihat kedua orang tuanya yang sepertinya kebingungan.

"T-tentu tidak sayang, kau akan baik-baik saja,"hibur Jaejoong,"Yunho, bantu aku untuk menjelaskannya!"

"Tidak bisa.."gumam Yunho seperti orang linglung,"Aku tidak percaya putriku sudah dewasa, pasti tanpa sadar dia akan bertemu seseorang dan dibawa pergi(menikah maksudnya), tidak, TIDAK , AKU TIDAK TERIMA PUTRIKU DI BAWA PERGI SECEPAT INI!"Tanpa sadar Yunho justru berteriak frustasi memikirkan putrinya yang tumbuh dewasa dan hidup terpisah darinya

"Di bawa pergi?! Hiks jadi benar penyakitku separah itu ?! Huwaaa umma aku takut!"jerit Luhan ketakutan.

"B-bukan sayang, bukan begitu maksudnya.."Jaejoong kebingungan bagaimana untuk membuat Luhan mengerti,"Yunho, bisakah kau diam, kau hanya memperkeruh keadaan!"

"Aku tidak memperkeruh keadaan Jae, tapi putriku..putriku.."sepertinyaYunho benar-benar terpukul akan keadaan ini, begitu tidak siapnya dia ditinggal Luhan.

"Tapi kan-"

"YA! BISAKAH KALIAN TENANG SEDIKIT! KALIAN HANYA MEMBUAT LUHAN SEMAKIN TAKUT!"Teriak Sehun kesal

Siinggg...

Suasanya kamar mandi itu tenang setelah mendengar teriakan Sehun yang sedari tadi menahan kesal karena tingkah orang tuanya,

Sehun menghampiri Luhan dan bersimpuh dihadapannya, menggeser Jaejoong sedikit kesamping,"Lu, tenang saja ok? Kau pasti baik-baik saja..."

"Sehun-ah..aku takut.."rengek Luhan pada saudaranya itu.

"Tidak usah takut, itu tandanya kau sudah dewasa, semua yeoja mengalami hal itu,"terang Sehun

"Sungguh, jadi aku tidak akan mati?!"sentak Luhan memastikan

"Benar, nanti aku akan minta tolong pada Lee Ahjumma(pelayan) untuk membantumu. Kau percaya padaku?"sambung Sehun.

Luhan merasa lega sekarang,"Ngg,,,aku percaya padamu,"Luhan pun langsung menghambur ke dalam pelukan saudara kembarnya itu.

"Sekarang berhentilah menangis, semuanya akan baik-baik saja Lu"terang Sehun sambil mengusap-usap punggung Luhan untuk menenangkan saudaranya. Tidak lupa, Sehun melayangkan deathglare kepada orang tuanya yang tidak bisa diandalkan.

Dan Yunjae hanya menggaruk kepala mereka yang tidak gatal. Begitulah kehidupan keluarga Jung sehari -harinya , penuh percekcokan yang tiada henti.

"Ck, dasar anak itu selalu saja bersikap dingin. Andai mereka tahu bagaimana susahnya kita dulu hanya untuk membuat mereka,"gerutu Yunho tak jelas

Jaejoong hanya tergelak mendengar itu, dia jadi teringat tentang project pembuatan anak yang dia dan Yunho lakukan 12 th lalu. Project yang benar-benar sulit namun penuh dengan kenangan, jujur saja kadang Jaejoong merindukan saat-saat itu. Tapi kini dia sunguh bahagia. Jaejoong bahagia karena impiannya untuk memiliki keluarga yang ia cintai terwujud sudah. Bahkan, untuk saat ini dia benar-benar merasa takut hanya untuk meminta lebih kepada Tuhan. Karena sejauh ini Tuhan telah memberi segalanya untuknya.

END

A.n

ahhhhhhhh akhirnya ff ini ending juga setelah sekian lama, aku bersyukur ff ini berakhir sesuai keinginan aku. Maaf kalau updatenya telat, coz gegarachap kemaren aku jadi ga semangat nulis, padahal aku tahu chap ini sudah ending. Gimana ya, kalo mau nulis chap end tu rasanya bberaaaattt banget. Waktu love trauma kemarin tu juga, aku panding 2 minggu dulu baru ditulis padahal plot juga uda ada.

first of all, aku makasih banget buat para reader yang setia ma ff ini sampai akhir, yang uda review, fav, follow ataupun baca aja, aku seneng banget kalo tulisan aku bisa diapresiasi ma orang lain.

oh ya, aku ga tahu apa chap ini sesuai ma harapan reader, tapi dari awal, endingnya emang harus gini.

ok, gitu aja, see you next time guys pye pye...