Title : Love Confession

Author : BaekYeoleuuu

Main casts :

Byun Baek Hyun

Park Chan Yeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Genre : Yaoi, Comedy (maybe) Romance, fluff

Rated : T

Length : Chapter

A/N : Ada beberapa hal yang harus saya sampein ke kalian setelah kemaren ada insiden author's note. Tolong baca, siapa tau kalian termasuk di dalamnya.

Yang pertama, buat para hantu, plis, klo dari awal niat kalian udah jadi hantu, jadi hantu aja selamanya. Jangan muncul tiba-tiba dan marah-marah klo suatu hari nanti kalian keberatan sama keputusan saya. Aneh bgt emang, yang real reader aja selo, kok kalian para hantu ngamuk-ngamuk? Ckckckckckck.. terutama kamu melizaZhang, saya serius mau muntah liat cara ngomong kamu, munapik sekali ya. Kenapa kamu gak bales lagi PM saya itu? Gak tau lagi mau ngomong apa? Makanya, sebelum ngomong dipikir dulu, jangan abaikan fungsi otakmu. (please klo gak ada hubungannya, jangan tersinggung. Saya ini lagi ngomong ke sahabat-sahabat saya para hantu, bukan ke kalian-_-) Kalian para hantu itu, ibarat pembeli di supermarket, saya penjaga kasirnya. Jelas-jelas saya tau kalian ngambil barang n pergi tanpa bayar, tapi saya diem aja. Tapi, suatu saat, saya buat pengumuman di supermarket saya, n tiba-tiba, kalian-kalian yang udah ngambil barang tanpa bayar gebrak meja, berkoar-koar gak setuju sama ucapan saya. Nah, saya sebagai kasir bisa apa selain ngusir kalian? Udah dibiarin nyolong malah banyak bacot, kan aneh-_- Mau tersinggung lagi? Gak suka? Keberatan? Derita lo, hahahaha.. mau nyampah lagi di kotak review? Silahkan, asal siap sampahnya saya balikin lewat PM.

Yang kedua, kemaren pasti kalian semua dapet PM dari seseorang dengan user name BaeBaek. Klo saya bilang yang punya akun BaeBaek itu saya sendiri, ada yang shock gak? Enggak dong ya pastinya, kecuali bagi beberapa orang. Jadi, kemaren itu, entah gimana ceritanya, tiba-tiba saya kepikiran sama real readers yang 'sesuatu'. Saya punya feeling kalo beberapa di antara real readers itu ada yang nyembunyiin sesuatu dan akhirnya saya kepikiran buat nguji kejujuran kalian. Kebetulan saya punya dua email, jadi besoknya saya langsung buat akun baru pake email yang satu lagi. Abis itu, saya PM semua reader ff ini dengan isi yang sama, buat nguji, sejauh mana kejujuran kalian. Hasilnya? Mengagetkan! Jujur aja, seriously, kukira semua reader itu baik, ternyata….. Jujur (lagi) saya paling benci dibohongin, n paling gak suka sama orang munapik. Pertanyaannya, kenapa kalian harus sok-sok manis sama saya kalo ternyata di belakang saya kalian ngejelek-jelekin? Pake manggil saya kakak lah, sunbae lah, thor-nim lah, aigooo… ternyata di belakang saya, kalian nganggep saya gak lebih dari sekedar author belagu dengan sikap sok perfeksionis yang pengen epep jeleknya dikomenin pake komen yang bisa bikin saya puas n maksa sider ama reader yg gak punya akun untuk segera buat akun. Bahkan ada lagi, yang bilang saya belagu gara-gara saya nge-translate-in perfectly imbalanced. Saya cuma bisa garuk kepala, apa hubungannya coba? Masa dia bilang pamor saya naik gara-gara translate epep itu? Pembacanya aja sekutil, gimana saya mau naik pamor? Yaudah, kamu aja yg translate, biar pamor kamu ikutan naik, saya jujur capek nge-trans ff itu. Terus, yang katanya gak peduli saya orangnya kayak gimana, yang katanya dia Cuma pengen nikmati epep saya, terserah. Tapi, klo emang gak peduli, kenapa kamu kesel? Kan aneh. Lanjutkan aja ketidakpedulianmu, karena seratus kali kamu gak peduli, seribu kali saya lebih gak peduli. Yang udah illfeel juga mendingan segera close, karna ke depannya saya akan bikin kamu jauhhhhhhh lebih illfeel lagi #plak. Yang bilang saya maksa sider sama yg gak punya akun untuk segera buat akun, tolong segera PM saya. Di bagian mana saya maksa mereka buat akun? Kamu nyari kata sider di ff saya aja gak akan ketemu, jadi di bagian mana saya yang maksa mereka utk buat akun? Okelah, klo untuk reader yg review tanpa akun, saya emang pernah nyuruh mereka untuk buat akun, BUKAN MAKSA! Saya kan Cuma bilang, "Ayo dongg secepatnya buat akun, gampang kok buatnya^^" entah di bagian mana yang kamu anggap pemaksaan, terserah kamu aja, lanjutkan pemikiranmu yang aneh itu, saya Cuma bisa cengo aja di sini. Jadi intinya, jangan pernah bicara sok-sok manis sama saya di kotak review ataupun PM, kalo ternyata di belakang kalian bisanya Cuma bisa bilang, 'ciihhhh' aja. Di dunia maya aja udah begini, apalagi di real life? Kalian masih punya temen gak tuh? Hahaha, terserah sih. Biasakanlah untuk bilang suka kalo suka, bilang gak suka kalo gak suka. Jangan beda depan, beda belakang, depan manis, belakang asem (?) luar cantik, dalem busuk. Tersinggung lagi? Terserah! PM aja kalo tersinggung, nanti kita bahas lebih lanjut. Emangnya kalian aja yang bisa tersinggung? Saya juga kaleee. Oh ya, klo ada yang merasa dia termasuk bagian ini, gak usah minta maap ya (pede), nanti kamu tersinggung lagi kalo saya nggak ngerespon apa-apa, hihihihi..

Tapi saya sangat bersyukur, ternyata, walopun ada beberapa yang busuk, masih ada orang-orang yang benar-benar di pihak saya. Jujur saya terharu baca balesan PM kalian ke akun BaeBaek itu guys ;_; di antara lautan orang labil yang mudah tersinggung itu, ternyata masih ada reader-reader dewasa yang mau ngertiin saya. Terutama Fabs Ryuu, saya suka banget balesan kamu itu :* Thanks sayangku, hahahhahahaha.. tolong jangan ikutin jejak mereka yang busuk-busuk itu ya, kalo kalian emang punya sesuatu yang kurang srek, kalian bilang aja, saya pasti bisa ngertiin :)

Yang terakhir, saya akan perjelas lagi, soal review-review itu. Mungkin ada beberapa orang yang otaknya terlalu minim untuk ngerti #plak. Saya gak minta kalian buat review yang panjangnya delapan meter yang bisa bikin saya puas. Saya Cuma minta jangan review dengan Cuma, 'next thor' dan sebangsanya. Kalo emang kalian bisanya Cuma review satu kalimat, yaudah, review satu kalimat aja gapapa, asal jangan ada ini di dalamnya : 'next thor' , 'bagus thor' , 'lanjutttt' , 'chanbaek momentnya tambahin dong thor'. Kalo kalian mau review satu kalimat aja, cari kalimat lain, di luar yang di atas dan sinonimnya. Contoh : kyaaaaaa Chanbaek T.T(terpaksa buat contoh biar gak ada yang TERSUNGGING lagi.) kalian cukup ngomongg begitu aja, udah. Kalo emang gak bisa ngomong, saya gak akan maksa. (Nanti ada lagi yang bilang ini pemaksaan-_-)

BIG THANKS TO :

aiuu d'freaky, Ryuzaki Miki, bonggogi,

Ciachunyoo, wahyuthehun, jungmarry, SyJessi22,

apriyanthi16, baekyeol93, annisa. r. amadahani1,

YeWon3407, indaaaaaahhh, Xiao Lai, kim-tama,

realkkeh, lanarava6223, babybyunsoo,

The Biggest Fan of YunJae, jessikwang, AnjarW,

rannydamayanti, Oh Luhan, Byunchann, HyunRa,

ajib4ff, kuncipintu, RirinSekarini,

eggxbacon, tika. dewi188, anisaamanda18, Yuyuchan EXO,

hongkihanna, ayanesakura chan, ShinJiWoo920202,

Hwang Yumi, Raensung, exindira, Husna Higashikuni Chanbaek 48,

Michelle. Chai, WinterHeaven, none,

hildegard14, B-Vocalight, Yo Yong, polarbaek,

ChanPark, Majey Jannah 97, joonmily,

12Wolf, shintaelf, BluePink EXO-XOXO-COUPLE, Jung Eunhee,

Kim Bo Mi, Ichi. rth, enchris. 727,

Fabs Ryuu, sweetyYeollie, pintukamarchanbaek, wufanstyle,

Najika Alamanda, indah sari, Kyuu-chan,

sydmoo, lionpinks, Ran, Dugundugun,

Miss. Stephanie1603, CussonsBaekby, lyra,

fairuz. hasmi, LeeByunanae, PandaCherry, byunbaekchan,

yuliafebry, Hidarime Rei, Amelia Chamberlain WYF-WZT,

shin il kwang, Guest, afifah. Kulkasnyachangmin, iLo,

parkbyun0627, iraabaek, oxweareonexo.

SUPER BIG DOUBLE THANKS TO MY BELOVED OPLOSAN READER :

MelizaZhang

NutriSari

RyeRye

Yoshitake

Istrinya Sooman

.

.

.

.

WARNING : THIS IS YAOI, PLEASE, DON'T LIKE DON'T READ

JUST LEAVE WITHOUT ANY COMMENT

.

.

.

.

"Annyeonghaseyo, Do Kyungsoo imnida."

"Annyeonghaseyo, Park Chanyeol imnida."

Lelaki bertubuh pendek dan tinggi itu berjabat tangan sambil menyunggingkan senyum simpul. Kemudian mereka sama-sama duduk di kursi yang mengelilingi sebuah meja bundar kecil. Di sana, ada Sehun, sebagai pelaku utama yang memperkenalkan mereka.

"Jadi sunbae, inilah Do Kyungsoo yang kumaksud. Dia bisa mengajari sunbae memasak."

Chanyeol menatap Kyungsoo dan lelaki bertubuh pendek itu tersenyum manis, membuat Chanyeol mau tak mau membalas senyumannya.

"Kalian mau minum apa? Biar kuambilkan."

"Jus stroberi Kyungsoo hyung."

"Sama dengan Sehun saja."

Kyungsoo mengangguk lalu bangkit dari duduknya.

Sehun menatap Chanyeol seolah-olah berkata, 'kenapa kau meniruku, raksasa jelek?' namun Chanyeol hanya memandangnya malas. Sejujurnya berada dalam jarak dekat dengan makhluk menyebalkan seperti Oh Sehun itu sangat tidak ingin ia lakukan, tapi karena idenya yang dirasa Chanyeol cukup waras maka ia berusaha menahan diri.

Mungkin kalau bukan untuk dikenalkan dengan Kyungsoo, Chanyeol pasti akan menendang bokongnya sampai ke antartika.

Chanyeol mengambil ponsel dari dalam saku celana. Saat melihat Sehun tadi, ia teringat pada kekasihnya Baekhyun. Ia mengetik pesan untuk Baekhyun dengan wajah tersenyum-senyum aneh.

"Selamat malam kekasih Park Chanyeol. Pesan ini ingin menyampaikan kepadamu untuk tidak lupa memeriksa tanda yang diberikan Chanyeol sebelum tidur. Kalau sudah pudar jangan ragu untuk meneleponnya, maka Park Chanyeol akan terbang ke tempatmu dan membuat tanda yang baru."

Chanyeol tertawa sendiri saat membaca ulang pesan yang telah terkirim itu. Saat ia mendongak, ia melihat Sehun memandangnya aneh. Ia kemudian berdeham lalu mengubah posisi duduknya.

Saat Kyungsoo datang, ponsel Chanyeol berdering lagi. Chanyeol tahu siapa gerangan yang membuat ponselnya bergetar, maka ia dengan semangat langsung menoleh ke layar ponselnya.

"Bagaimana ya? Baekhyun bilang dia tidak suka tanda yang diberikan Chanyeol, jadi ia akan menghapusnya sekarang juga."

Mata Chanyeol membesar membaca pesan balasan dari Baekhyun.

Apa dia serius mau menghapusnya?

Chanyeol mulai mengetik balasan dengan gerakan lebih cepat dibanding yang sebelumnya, "Coba saja kalau kau berani menghapusnya. Aku akan membuat tanda lebih banyak sampai kau tidak bisa menutupinya lagi."

Chanyeol bergumam setelah mengirim pesannya. Ia terus menggigit bibir, menebak-nebak apakah Baekhyun serius akan menghapus tanda itu. Kalau memang Baekhyun serius, Chanyeol sudah berjanji pada dirinya akan menetapkan status 'serius' pada ucapannya di pesan balasan untuk Baekhyun barusan. Berani Baekhyun menghapus, Chanyeol juga tidak akan segan-segan membuat lebih banyak.

Chanyeol tersentak saat Kyungsoo meletakkan segelas jus stroberi di atas mejanya. Ia tersenyum canggung lalu menoleh ke ponselnya lagi, namun tidak ada balasan yang ia tunggu.

"Sunbae, sebenarnya Kyungsoo hyung mengajari sunbae memasak itu tidak gratis." Chanyeol mengerutkan dahi. "Sebagai balasannya sunbae juga harus mengajari Kyungsoo hyung bermain gitar. Dia perlu belajar memainkan gitar untuk keperluan tugas sekolahnya."

Chanyeol menatap Kyungsoo yang hanya tersenyum di tempat. "Arasseo. Aku akan mengajarimu bermain gitar."

"Dan sepertinya aku harus pergi. Kalian diskusikan saja berdua oke? Aku pergi dulu." Sehun bangkit berdiri lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban baik dari Chanyeol maupun Kyungsoo.

Suasana canggung sesaat karena mereka sama-sama baru kenal, dan sama-sama tidak tahu harus membicarakan apa. Namun itu hanya sesaat, karena setelahnya Kyungsoo membuka suara sambil menunjukkan sebuah buku resep masakan pada Chanyeol. "Memangnya Baekhyun suka makanan seperti apa?"

"Baekhyun menyukai makanan olahan daging sapi, terutama hanwoo. Pokoknya makanan apa saja asal jangan memakai timun dan tiram. Baekhyun tidak bisa makan timun dan tiram."

Kyungsoo mengangguk sambil membalik buku resepnya. "Bagaimana kalau hwangtae gui?"

Chanyeol mendongak—setelah lagi-lagi memeriksa layar ponselnya. Ia mendekatkan duduknya dengan Kyungsoo agar bisa membaca tulisan di buku resep yang ada di depan Kyungsoo. "Boleh. Tapi, memangnya kau tau cara membuatnya?"

Kyungsoo tertawa kecil, "Aku tau cara membuat semua makanan yang ada di buku resep ini. Pilih saja dan aku akan mengajarimu."

"Benarkah?" Chanyeol tersenyum lebar. Saat Kyungsoo mengangguk, Chanyeol segera merebut buku resep itu untuk melihat sendiri apa kira-kira yang paling enak untuk dipersembahkan di ulang tahun Baekhyun yang ke delapan belas.

"Ini. Yukpho. Aku akan membuat Yukpho untuk Baekhyun. Miyeok guk juga." Chanyeol membalik lagi halaman buku resepnya, "Ah, dan Baekseolgi ini juga."

"Arasseo." Kyungsoo menandai halaman-halaman yang ditunjuk Chanyeol. Baginya, lebih banyak makanan yang ingin dipelajari, maka akan semakin bagus. Itu artinya ia akan punya lebih banyak waktu bersama Chanyeol, dan kemungkinan rencana mereka akan berjalan lebih mulus daripada yang mereka duga sebelumnya.

"Chanyeol-ssi, apa kau benar-benar tidak tahu sama sekali soal masak memasak?"

"Bukan, sebenarnya aku tahu sedikit. Tapi kalau untuk makanan rumit, tidak." Chanyeol memamerkan senyum lebarnya. "Kau sendiri kenapa ingin belajar main gitar?"

"Sepertinya tadi Sehun sudah mengatakannya. Aku perlu belajar gitar untuk tugas sekolah."

Chanyeol tertawa menyadari kebodohannya. "Iya, tadi Sehun sudah mengatakannya." Kyungsoo hanya tersenyum sementara Chanyeol mulai mengggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

"Kurasa kita bisa belajar membuat hwangtae gui lebih dulu. Mungkin besok."

Chanyeol mengangguk. "Baiklah, di apartemenku saja bagaimana?" Kyungsoo memiringkan kepalanya. "Setiap pulang sekolah di apartemenku, aku janji akan mengantar jemputmu, tenang saja."

"Baiklah."

Chanyeol berdiri, "Kalau begitu aku pulang dulu."

"Oke. Apa perlu kuantar?"

"Tidak, aku membawa motor, tenang saja."

"Oke, kalau begitu hati-hati."

Chanyeol tersenyum lalu melangkah ke luar rumah Kyungsoo. Sekali lagi ia melirik ponselnya, namun tetap juga tidak ada tanda-tanda pesan baru.

Chanyeol mulai berpikir bahwa kemungkinan Baekhyun sudah tidur. Ia mendesah pelan, menyayangkan apabila dugaannya itu benar. Padahal waktu baru menunjukkan pukul sebelas malam, padahal Chanyeol berencana ingin berkunjung ke rumah Baekhyun sebentar.

.

.

.

.

Baekhyun sudah berusaha keras mengabaikan bunyi bel di depan rumahnya yang berdering tanpa ampun sejak sepuluh menit yang lalu. Kalau suara bel saja, Baekhyun mungkin masih bisa tutup telinga dan pura-pura tidak dengar, tapi orang tak tau sopan santun di depan rumahnya itu juga mengetuk pintu keras-keras sambil berteriak.

Baekhyun menggeram lalu bangkit dari tempat tidurnya yang terasa sangat nyaman sejak ia merebahkan badannya di sana kemarin malam. Ia membuka pintu—yang kemarin sengaja ia kunci—lalu menatap malas laki-laki berseragam yang berdiri di depan pintunya. "Mwo?" tanyanya dengan nada paling malas yang ia bisa.

"Kau tidak ke sekolah hyung?"

"Tidak."

"Wae?"

"Aku sedang tidak enak badan."

Sehun menaruh telapak tangannya di atas dahi Baekhyun. "Kau tidak demam."

"Aku tidak pernah bilang aku demam bodoh!" Baekhyun menepis tangan Sehun kasar lalu membanting pintunya kuat. Beberapa detik kemudian, ia membukanya kembali, "Jangan datang ke rumahku hari ini, arasseo?"

Sehun mencibir. "Kau paksa pun aku tidak akan datang. Aku akan kenca—"

BRUk

Baekhyun membanting pintu lagi di depan muka Sehun.

Sehun mencibir lalu berbalik pergi meninggalkan pekarangan rumah Baekhyun. Baru beberapa detik ia keluar pagar, Chanyeol dengan motor besarnya datang menghampiri. Sehun memasukkan tangan ke saku celanannya saat memperhatikan Chanyeol yang sedang melepas helm.

"Baekhyun di mana?"

Sehun menunjuk rumah Baekhyun dengan dagunya.

Chanyeol berjalan masuk sementara Sehun lebih memilih melanjutkan jalan kakinya. Ia bisa terlambat kalau terus menerus memperhatikan Chanyeol yang sedang menekan-nekan bel rumah orang.

.

.

.

.

"Aku tidak pergi ke seko—"

BRUK

Baekhyun langsung membanting pintunya saat melihat siapa yang berdiri di sana. Dia mengira itu masih Sehun yang tak menyerah mengajaknya ke sekolah.

"Baekhyun…"

Namanya dipanggil oleh suara berat khas. Baekhyun menelan ludahnya. Dengan cepat, ia mengunci pintu lalu mengantongi kuncinya. Bel di depan rumahnya terus berbunyi, pertanda orang di depan sana belum juga pergi. Baekhyun berjalan mondar-mandir di balik pintu. Sebenarnya Baekhyun tidak bermaksud bersikap begini. Ia hanya belum siap bertemu Chanyeol sekarang. Bahkan itulah tujuannya tidak sekolah hari ini, tapi kenapa Chanyeol malah datang ke rumahnya?

"Baekhyun…"

Baekhyun meremas jari-jarinya saat mendengar namanya kembali dipanggil. Tubuhnya maju ingin membuka pintu, namun beberapa detik berikutnya mundur lagi karena perasaan ragu lebih besar. Dan Baekhyun hampir mengumpat karena terkejut saat tiba-tiba ponsel di dalam saku piyamanya berdering. Ia meraih benda persegi itu lalu menatap layar yang berkelip menampilkan nama 'Idiot Park'. Baekhyun berdeham lalu mengangkat telepon.

"Halo?"

"Kenapa kau tidak membuka pintunya eoh?"

"Pergilah ke sekolah. Nanti kau terlambat."

"Kau sendiri?"

"Aku tidak sekolah hari ini."

"Wae?"

"Aish.. Jangan banyak tanya, pergi sekolah sana."

"Buka dulu pintunya."

"Sekolah Park Chanyeol!"

"Aku tidak akan pergi ke sekolah kalau kau tidak buka pintunya."

Baekhyun menggeram tertahan. Sedetik kemudian ia mengambil kunci di saku piyamanya lalu membuka pintu. Hal pertama yang ia lihat adalah Chanyeol yang tersenyum manis sambil menjauhkan ponsel dari telinganya. Baekhyun melakukan hal serupa, lalu berdeham tanpa menatap Chanyeol.

Chanyeol masuk tanpa izin dari pemilik rumah, juga duduk di sofa tanpa permisi. Baekhyun menatapnya malas. "Kau tidak akan pergi ke sekolah huh?"

Chanyeol menatap Baekhyun yang masih berdiri di ambang pintu. "Sini sebentar."

Baekhyun memutar matanya kesal. "Kenapa harus aku yang ke sana? Kau yang perlu, kau yang ke sini."

Chanyeol mengedikkan bahu lalu bangkit dari sofa. Ia berjalan ke arah Baekhyun, lalu menutup pintu di belakangnya. Satu tangannya menarik pergelangan tangan Baekhyun lalu membawanya duduk d sofa yang tadi ia duduki. "Kenapa kau tidak membalas pesanku kemarin?"

"Aku malas."

Chanyeol menghembuskan nafas. "Kau serius menghapus tandanya?" Chanyeol mengalihkan pembicaraan.

"Ani."

Chanyeol mengangkat sebelah alisnya. "Jinjja? Boleh aku lihat?" Chanyeol mendekatkan tangannya, namun Baekhyun segera menahan pergerakan Chanyeol. "Wae?"

"Kau akan terlambat."

Chanyeol diam untuk sesaat, namun kemudian menarik tangan Baekhyun yang menahan tangannya. "Tidak akan." Tangannya kembali mendekat, menyingkap kerah piyama Baekhyun.

Di sana, ada tanda keunguan yang sudah memudar. Chanyeol mengerutkan dahinya. "Kau benar-benar berusaha menghapusnya ya?"

"Iya, tapi tidak berhasil."

Chanyeol semakin mengerutkan dahinya. Kedua alis Chanyeol hampir bertautan dengan beberapa garis samar-samar di dahinya. "Kau tau, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Byun Baekhyun." Baekhyun menatap Chanyeol yang juga menatapnya serius. "Aku benar-benar akan marah kalau kau melakukannya lagi." Baekhyun membuang muka. "Buka bajumu!" Baekhyun kembali menatap Chanyeol. Kedua mata sipitnya membesar. Apa dia tidak salah dengar? Chanyeol menyuruhnya membuka baju?

"M-Mwo?!"

Chanyeol tak menjawab. Kedua tangannya mendekat ingin membuka kancing piyama Baekhyun, namun lelaki pendek itu menahannya. "Apa yang mau kau lakukan huh?!"

Chanyeol menatap Baekhyun, "Aku tidak tenang kalau tidak melakukan ini, jadi diam saja."

Bodohnya Baekhyun yang malah melepaskan kedua tangannya yang tadi ia gunakan untuk menahan tangan besar Chanyeol. Jantungnya berdebar was-was sampai-sampai ia tidak berani untuk melihat apa yang dilakukan Chanyeol pada kancing-kancing kemejanya yang malang.

Baekhyun menutup matanya saat merasakan hembusan nafas hangat Chanyeol menyapu permukaan kulit lehernya. Ia benar-benar resah, tapi anehnya tubuhnya malah membeku. Ia ingin menyuruh Chanyeol berhenti, tapi saat bibir basah Chanyeol jatuh di kulitnya, Baekhyun hanya bisa menahan nafas. "Kau belum mandi kan?"

Pipi Baekhyun bersemu merah mendengar pertanyaan Chanyeol. Ia mulai berpikir mungkin saja badannya sedikit bau karena ia memang belum mandi sama sekali pagi ini. Ah, ini memalukan sekali. Apa tidak bisa Baekhyun pergi mandi dulu sebentar lalu mereka melanjutkan ini nanti?

Chanyeol mendongak lalu tertawa pelan melihat warna kemerahan di pipi Baekhyun. "Tidak apa. Keringatmu wangi kok." Baekhyun medelik tajam namun pipinya semakin merah.

Chanyeol tertawa lagi lalu kembali mendekatkan wajahnya ke leher Baekhyun. Ia mengecup pelan di bagian yang kosong di dekat tanda yang telah memudar yang kemarin dibuatnya. Matanya menoleh ke bawah, memergoki jemari lentik Baekhyun yang mengepal gugup. Chanyeol tersenyum simpul lalu memberi gigitan kecil di bagian yang ia kecup, dan tangan Baekhyun yang mengepal semakin bergetar. Chanyeol menyapu bagian yang ia gigit dengan lidahnya, sementara sebelah tangannya yang bebas meraba tubuh depan Baekhyun.

Chanyeol berhenti saat merasakan tangan Baekhyun yang bergetar hebat menahan tangannya. Ia mendengar suara nafas Baekhyun yang tidak beraturan. Chanyeol tersenyum makin lebar. Untuk sentuhan selanjutnya, Chanyeol menghisap bagian yang tadi dan kembali menyapunya dengan lidah. Tangan Baekhyun masih menggenggam erat tangannya, dan masih dalam keadaan dingin dan bergetar.

Chanyeol menjauhkan tubuhnya. "Aish… Kalau kau sudah mandi mungkin aku akan membuat tanda lebih banyak." Walau dalam hatinya ia hanya tidak ingin lepas kendali. Wajah Baekhyun sudan memerah sempurna, nafasnya memburu, tangannya meremas tangan Chanyeol. Kalau Chanyeol melanjutkan sedikit lagi saja, mungkin ia tidak akan pergi ke sekolah hari ini.

Baekhyun cepat-cepat mengancing piyamanya. "Pergilah sekolah. Aku juga harus istirahat."

"Arasseo, aku akan pergi sekarang. Jangan lupa mandi sayang."

Baekhyun menelan ludahnya. "Aku tidak akan mandi. Aku takut kau benar-benar membuat banyak tanda aneh ini."

Chanyeol tertawa keras. Ia mengacak rambut halus Baekhyun lalu pamit dengan sebuah ciuman singkat di bibirnya.

TBC

Buat yang ninggalin kata reply di chap kemaren (khusus yang gak punya akun) maaf karna aku gak bisa bales untuk kali ini. Mungkin di lain waktu aku usahain^^

Buat kuncipintu yang minta hunhan kisseu, maap belum bisa dikabulkan di chap ini. Perasaan ku lagi gak nentu, jadi begitu deh.. maap ya.. di next chap aku usahain :)

Chap ini pendek?

Emang kapan ff ini pernah panjang?-_-

Hahahahaha.. jangan lupa reviewnya ya^^