NARUTO HANYA MILIK MASASHI

TAPI IMAJINASI KITA BEBAS AHAHAHA

aaaa sudah berapa lama gak update lol maafkan saya maaaf sekali

saa~ langsung ajaa happy reading

THE LAST CHAP 10

R : T-M

warning yaoi inside, gay, gajelas, aneh, freak, ewh


.

.

.

Malam semakin dingin udara terasa menusuk dibanding biasanya, teriakan kesakitan dan lolongan meminta pertolongan terdengar jelas bagi para makhluk mengerikan. Para manusia yang terlelap dengan nyaman dikasurnya yang empuk perlahan mendengar sayup-sayup angin yang berdesir dengan cepat, ranting-ranting dahan yang terkena hembusannya mengetuk dan menggores kaca jendela milik para manusia membuat beberapa diantara mereka terbangun dan merasakan keanehan yang terjadi. Sedangkan disisi lain para malaikat banyak yang sudah tergeletak tak bernyawa sembari darah menjadi alas mereka, dan para iblis berkali-kali mencabik tubuh para malaikat dengan sadis.

Sang pemuda manis itu terus memandang alat yang menunjukan bahwa waktu terus berjalan, sembari memainkan ponselnya dengan gelisah. Semenjak perbincangannya dengan kakak dan mate kakaknya mereka tengah berusaha mencari sang jelmaan iblis, mencoba berbicara baik-baik agar tak terjadi perang yang akan memakan banyak korban, Naruto bahkan segera meminta rumah sakit tempat ia dirawat untuk memulangkannya lebih cepat dan tentu saja dengan sedikit paksaan darinya dokter menijinkannya pulang.

"bagaimana?" ucap Kyuubi sembari duduk di ranjang milik sang adik

"belum ada jawaban nii" jawab Naruto sembari menghela nafasnya berat, sudah berkali ia menghubungi ponsel sang raven yang hanya dijawab dengan suara manis operator.

"hey Naru, ada sesuatu yang ingin kukatakan" Naruto merasa aneh dengan nada bicara kakaknya yang terkesan malu-malu, segera menghampiri sang werewolf dan duduk bersebelahan dengannya di ranjang queen size miliknya.

"katakan saja aku akan mendengarkan nii-sama, apakah ini berhubungan dengan Ita-nii?"

'tepat sasaran' dengan keluarnya kata Itachi dalam pembicaraan mereka samar Naruto dapat melihat semburat merah pada pipi kakaknya itu, Kyuubi dengan segera menghembuskan nafasnya dengan berat pertama kalinya ia akan jujur akan siapa sebenarnya dia, semua ia ceritakan tak terkecuali dari masalalu keluarga ibu mereka yang sebagian besar merupakan jelmaan siluman-siluman kuat hingga menikah dengan keluarga ayahnya yang hanya seorang manusia biasa. Cinta tak memandang jenis maupun rupa begitu pula seorang Namikaze Minato yang jatuh cinta kepada seorang siluman rubah cinta konyol yang mereka jalani menjadi sebuah kisah cinta menarik yang menjadi sebuah legenda bagi kedua anak mereka.

Hingga suatu saat Kushina hamil tua, kekuatannya melemah seiring tubuhnya yang semakin lemah akibat kekuatan rubahnya terus terhisap kedalam raga sang anak sulung Kushina tau salah satu anak mereka pasti akan mewarisi gen terkutuk milik keluarganya, namun seolah tuli Minato tak peduli akan hal itu ia hanya terus berusaha menyelamatkan kedua orang yang ia sayangi hingga lahir lah seorang bayi lelaki dengan rambut semerah darah dan mata rubi yang indah. Kushina tau darah itu mengalir dalam anaknya darah dari seorang siluman rubah untuk anaknya yang baru saja mengecap rasanya dunia, Minato hanya diam tak berani berkomentar namun bagaimanapun rupa sang anak ia adalah buah cinta dari dirinya dan Kushina tak akan sedikit pun ia merasa berbeda dengan sang putra pertama.

Tetapi dikehamilan kedua Kushina diusia 7 bulan bahkan sempat tak merasakan kehadiran sang jabang bayi, detak jantungnya sangat lemah saat itu namun Kushina dan Minato tak mau hanya menyerah pada keadaan mereka terus berusaha mencari dokter terbaik diseluruh negeri hingga seorang dokter keturunan iblis menyanggupi memeriksa sang istri. Malam itu sang dokter berusaha dengan sekuat tenaga menyelamatkan seorang bocah mungil yang tumbuh didalam rahim seorang siluman rubah, dokter itu tau ada hal yang aneh pada anak itu sesuatu tak kasat mata yang hanya bisa di lihat oleh kaum yang berbeda. Sang dokter terus berjuang menyelamatkan sang bayi entah kenapa sang dokter merasa anak yang akan lahir ini akan membawa perubahan besar, Minato dan Kyuubi hanya menanti diruang tunggu sembari berharap Kushina dan adiknya akan baik-baik saja.

Tuhan menjawab doa mereka bayi seberat 3,7 kg dengan panjang 50cm tersebut lahir dengan mata sebiru lautan dan rambut secerah matahari, tak ada yang aneh saat itu sebelum cuaca yang tadinya cerah berubah seketika menjadi mendung dan kilat saling menyambar hanya karena sang bayi tersebut menangis. Kushina menyadari itu anaknya mempunyai keistimewaan sama seperti kakaknya dan dirinya namun sang dokter menawarkan untuk dapat menghalau kekuatan besar dari tubuh sang anak kedua, karena tubuhnya tak akan mampu menahan kekuatan sebesar itu dengan ragu Kushina harus menyembunyikan kekuatan sang anak hingga saatnya tiba.

Sang dokter dan Kushina mengubah ruang operasi tersebut menjadi sebuah ruangan ritual penyegelan kekuatan dimulai, rune kuno mulai dibentuk dari darah Kushina dan Minato ditambah dengan darah iblis sang dokter yang menambah kuat segel yang akan dibuat.

Mantra diucap alam pun mendengar memberikan kekuatan mereka kepada siapa yang memanggil, dihari itu dimana hari kelahiran sang bocah malaikat hidupnya akan berubah seperti manusia biasa dan tak pernah akan meningat siapa dirinya sampai waktunya tiba. Dan kini waktu itu telah datang takbir fakta telah diungkap terbukanya gerbang terlarang.

~cheezlicious~

Naruto menangis dengan apa yang ia dengar dari sang kakak, menceritakan sebuah kisah yang bahkan dirinya tak pernah ketahui sebelumnya. Hatinya seolah teriris dengan semua kenyataan pahit bahwa dirinya harus hidup bahagia sedangkan ayah ibunya hampir menyerahkan nyawa mereka dan semua kembali terulang hari ini. Tak hanya ibunya tapi seluruh makhluk tak kasat mata tengah berperang saling mempertahankan kedudukan merebutkan tahta yang tak bertahan lama.

"dan sekarang aku tengah hamil anak tachi"

"APA?!"

"kenapa kau berteriak Naru, sudah seharusnya kan aku hamil karena melakukan hubungan dengan Itachi"

"Tidak, maksudku adalah kau laki-laki nii, kenapa bisa hamil? Lalu kenapa sampai ibu merahasiakan bahwa kau bukan anak ibu?"

"semua laki-laki didunia seperti kita ini bisa hamil bodoh, dan untuk masalah itu aku kurang tau tapi aku pernah mendengar bahwa kaum siluman tengah diburu jadi Kushina menjadikanku sebagai anak orang lain dan lihat? Aku selamat sampai sekarang"

"oh begitu"

"tentu saja bodoh"

BRAKK!

Kedua lelaki manis ittu tersentak tak kala melihat lelaki raven yang kini berdiri di ambang pintu dengan napas tersengal-sengal, dengan jelas Kyuubi melihat sang terkasih baru saja berubah ke wujud serigalanya karena pakaiannya yang tercabik. Menghiraukan tatapan sang mate, Itachi dengan cepat mengatakan maksud dan tujuannya mendatangi kedua makhluk manis tersebut.

"aku menemukannya"

"baik kita berangkat" ucap kakak beradik itu dengan mantap

"tidak denganmu Kyu, kau tetap disini" ucapan Itachi dengan jelas membuat Kyuubi sontak menyengitkan dahinya

"tidak aku akan ikut, bagaimana bisa aku mengetahui bahwa ayah dari anakku akan berjuang melawan maut sedangkan aku duduk diranjang yang empuk"

"tetap tidak Kyu, aku tak mengizinkanmu untuk melangkah barang seinchi pun" jawaban itu bukanlah jawaban yang ia mau bukan bukan

"tidak aku tetap akan ikut" final Kyuubi

"aku juga tidak akan membiarkanmu ikut!" suara itu menggelegar mengeluarkan bukti kekuasaan atas mate miliknya, harusnya ia takut memilih mengikuti aturan sang terkasih namun tidak. Kyuubi tidak lemah!

"aku tidak peduli, bahkan jika nanti kau harus terbunuh setidaknya aku melihatmu untuk terakhir kalinya chi. Mengertilah aku bukan seorang yang lemah aku adalah mate seorang Uchiha Itachi, kau tau betul arti mate kita saling melindungi dan bukan begini cara melindungiku chi bukan!" Tangis Kyuubi pecah sang adik dan fallen angel hanya mampu bisu atas apa yang mereka saksikan, apa yang ada dihadapan mereka bukan suatu yang harus mereka campuri. Kedua makhluk berbeda dimensi itu tau betul apa yang dirasakan Kyuubi dan Itachi yang kini tengah berdebat.

Dengan cepat Itachi merengkuh Kyuubi dalam pelukannya, pelukan hangat dan erat seolah detik ini waktu akan memisahkan mereka "Mengertilah Kyu, bagaimana perasaanku melihat dua orang yang menjadi nafasku harus bertarung dimedan pertempuran. A-aku tak kan sanggup" semakin menenggelamkan wajahnya diceluruk leher Kyuubi, ia tau dirinya lemah akan hal ini ia lemah atas keluarganya. Dan Kyuubi tau itu.

"Aku ikut bukan untuk mati, aku ikut untuk membawamu kembali kerumah kita dengan selamat chi, percayalah" melepas sejenak pelukan mereka Itachi menatap penuh arti.

"jangan pernah tinggalkan sisiku Kyu, aku serius akan itu" dengan itu meleburlah kegembiraan di kedua mata rubi milik sang siluman.

"aku berjanji"

"YOSH SEKARANG AYO PERGI MENYELAMATKAN DUNIA" dengan ringan sang malaikat jatuh memimpin ke-2 manusia tersebut ke hutan yang menjadi saksi kengerian sang penguasa malam.

~chezzlicious~

Mata elangnya terus menatap segumbulan makhluk pengikutnya mencoba mengumpulkan darah dari makhluk suci sang penjaga, akal sehatnya seolah sudah hilang tergantikan jiwa yang mengisi raganya. Bagai tak bernyawa tubuhnya terus bergerak membantai apapun yang berada dihadapannya, pikirannya hanya satu menemukan kembali sang terkasih.

"aku akan menemukanmu malaikatku"

Seruan panjang menjadi awal dari segalanya para pengikutnya terus bertarung memperlihatkan mereka adalah sang terpilih dari iblis penguasa, tak menunjukan gentar malaikat-malaikat itu terus berjatuhan mempertahankan alamnya. Mempertahankan kisah yang sebenarnya.

.

.

Alexander terus mengutuk Naruto yang kini berjalan dengan sangat lelet ditambah dengan itachi yang terus saja mencemaskan Kyuubi, bagaimana bisa mereka masih bertingkah santai saat sebentar lagi akan menghadapi perang sungguh Alex sangat tidak mengerti perubahan setelah 100 tahun meninggalkan dunia ini.

"cepatlah Naru, jika tidak Luce akan benar-benar menghancurkan dunia" ucap Alex dengan nada kesal.

"oh diamlah kau roh tengik, apa kau tak lihat aku tengah berlari saat ini" dengan sebal Naruto membalas perkataan Alex

"tapi kau sungguh lambat manusia"

"tentu saja aku bisa merasakan sakit di kakiku tapi kau? Kau bahkan melayang diudara bodoh"

"apa kau bilang?"

"kau bodoh alex"

"rasakan in—"

"AAARGH!"

Sebuah teriakan kesakitan menghentikan kegiatan saling menyalahkan diantara Alex dan Naruto mereka serempak mencari asal suara itu, berlari menembus kegelapan malam dengan angin yang berhembus semakin kencang. Naruto terus menghiraukan kondisi tubuhnya yang bahkan sudah seperti berada dikutub utara mencoba terus menghalau rasa dingin yang menusuk tersebut dengan pemikiran akan bertemu Sasuke dan membawanya pulang dengan selamat, suara lolongan meminta tolong itu terus terdengar semakin keras hingga mereka menemukan seorang malaikat yang telah jatuh dengan darah yang menjadi alas tubuhnya sayapnya telah hilang tergantikan sebuah pedang yang menusuk kearah dadanya.

"to...long...ak—" dengan lirih sang malaikat jatuh tertidur dalam damai dalam keadaan mengenaskan saat itu pula Alex menangis menyesali apa yang ia perbuat selama ini jika saja dirinya tak pernah pergi dari rumahnya di surga, jika saja ia tak bertemu Lucifer dan jatuh cinta padanya, mungkin tak akan ada pertumpahan darah untuknya takkan ada kematian sia-sia untuknya.

Alex terus menangis tak menyadari ada panah yang melesat cepat kearahnya dengan reflek yang cepat Itachi yang hendak menahan laju anak panah tersebut harus terlempar cukup kuat karena hembusan angin dari tangan Alex, sang malaikat marah. Matanya tak lagi nampak keteduhan yang selalu Alex tunjukan, hanya ada kecewa dan kesedihan mendalam terlihat dari kedua sapphire itu, tanpa kata Alex menghilang menyisakan ketiga orang tersebut dengan perasaan tak enak.

Kyuubi yang cepat menyadari keadaan segera mengambil alih dan merubah dirinya menjadi separuh siluman, cahaya merah mulai menyelmuti tubuhnya Itachi sendiri cukup terkejut dengan kekasihnya.

"tak banyak waktu tersisa, Alex bisa saja membuka kembali pertarungan seratus tahun yang lalu lebih baik cepat kejar dia sebelum terlambat" ucap Kyuubi menatap adik dan matenya.

Naruto dan Itachi tersadar waktunya tak banyak, darah akan membasahi tanah ini menodai kembali bumi yang kekeringan ini. Dengan cepat mereka mengikuti Alex dari penciuman Kyuubi yang tajam.

~chezzlicious~

Disisi lain Lucifer menangis mengeluarkan sisi lemahnya dihadapannya berdiri kekasih kekalnya, Alex nampak berbeda cahaya putih terang menguar dari seluruh tubuhnya yang berbalut baju malaikatnya tanpa sayap. Lucifer ingin memeluk Alex namun sebuah lolongan mengerikan terdengar dari arah bukit dibelakangnya, Alex menyengit saat para pengikut Lucifer meneriakan puji-pujian pada iblis dihadapannya, sedangkan Naruto dan yang lainnya masih terus berlari kedalam hutan mereka mendengar apa yang Alex dengar. Lolongan kematian.

Alex tau ini.

Seseorang berusaha membangunkan dewa kematian.

Dewa yang selama ini di buang di dalam bumi oleh sang pencipta.

Kini kembali.

"hentikan ini Luce, kumohon tolong hentikan ini" tangisan sang malaikat tak mampu lagi dibendungnya, lelaki tegap bersurai raven itu nampak diam dan hanya mengeluarkan air matanya tak sekalipun beranjak atau hanya mengeluarkan suaranya.

"tidak Alex, aku akan membalasnya siapapun yang telah memisahkan kita" jawab sang iblis dengan tatapan penuh rindu.

"Luce dengarkan aku, aku mohon hentikan semua ini. Semua ini salah kita tidak seharusnya ada dibumi. Luce dengarkan aku. Aku bisa membawa mu dan diriku ketempat yang lebih baik, tapi tolong hentikan ini. Sasuke jiwa yang sesungguhnya bersemayam ditubuhnya tak akan sanggup melawan semua ini, tolong sudah banyak teman-temanku yang jatuh Luce, tak cukupkah kau melukai mereka? Dan kini kau akan membunuh mate seseorang. Kau yang paling tau bagaimana arti mate, bagaimana rasa ditinggalkan matemu. Luce kemarilah ulurkan tanganmu padaku kita selesaikan ini bersama-sama" air mata Alex semakin deras mengalir.

Sang iblis terdiam, meresapi setiap kata yang diucapkan sang kekasih hatinya. Hatinya seolah teriris melihat sang malaikat menangis.

"kau sudah cukup membuktikan cintamu Luce, sekarang pulanglah bersamaku. Aku mohon Luce sebelum kakakku datang dan melenyapkanmu" ucap Alex parau.

"aku mencintaimu Alex, aku sungguh mencintaimu. Jadi biarkan aku menyelesaikan apa yang telah kumulai. Aku tak peduli jika kakakmu datang bahkan melenyapkanku aku tak pernah peduli, aku hanya ingin mereka tau aku tak akan pernah menyerah atas siapa diriku dan cintaku" senyuman indah melengkapi perkataan sang iblis senyuman yang mungkin menjadi akhir kisah ini.

Dengan itu sang iblis pergi menjauh, menghiraukan tangisan sang malaikat yang terus menyerukan namanya berulang kali. Hatinya remuk tapi ia tak dapat mundur, bahkan tak ada satupun nyawa yang lebih berharga dari rasa cintanya. Lolongan dewa kematian telah tak terdengar tapi ia tau, sang dewa telah melenyapkan para malaikat. Kini tiba saatnya ia menghadapi sang penguasa surga.

~chezzlicious~

Disisi lain Kyuubi terus menyerang para monster yang menyerang mereka, sedangkan Naruto terus menerobos para makhluk mengerikan itu berharap Tuhan akan sedikit berbaik hati mengembalikan kedamaian. Ia melihat Alex telah terjatuh ditanah tak ada lagi cahaya putih yang menyinarinya hanya isakan kecil terdengar dari dirinya tak ada lagi yang bisa ia lakukan, semuanya usai ini berakhir. Kakaknya akan datang dan melenyapkan kekasihnya apa yang harus ia lakukan? Ia menangisi kebodohannya dan kelemahannya.

~chezzlicious~

"hei penguasa neraka kau kah itu? orang yang selama ini menyerukan namaku? Kaukah disana? Pangeran hatiku. Aku mengingatmu, semua tentangmu. Semua tentang kita. Kuberikan semua untukmu semua keindahan yang kumiliki, dan kau menukarnya hanya dengan ketulusan dan kesetianmu. Kau berkata padaku bahwa seluruh ini tak akan ada yang bisa menggantikan diriku, hingga kau tak bisa memberiku apapun selain dirimu. Menyerahkan seluruh jiwa dan ragamu untukku hanya untukku. Aku mencintaimu tidak lebih dari setangkai bunga yang tumbuh dipadang tempat kita bertemu, tak ada yang lebih indah dari bunga itu tumbuh indah di hamparan tanah kering. Bunga itu mungkin salah telah tumbuh ditanah yang tidak seharusnya ia ada, namun ia tetap tumbuh tak menghiraukan apapun tetap tegar dengan segalanya. Kumohon untuk terakhir kalinya kembalilah padaku dan tersenyumlah padaku katakan kata-kata itu lagi. Berjanjilah bawakan padaku bunga itu, agar dapat kusimpan seorang diri. Sepertimu. Berjanjilah pulang dan akan kusimpan kau dari segala yang menghakimi kita wahai iblisku"

.

.


naaah gimana? masih mau lanjut engga?

hehehe maaf ya updatenya lama kemarin fanfic sempet error jadi pending untung sekarang uda bisa

makin gaje yaa? maaaf bangeeet hehe soalnya kadang kena penyakit males dan berasa pengen ngapus aja

saya masih newbie tolong nasehat senpai sangat dibutuhkan hehhee

makasih yang uda ngikutin cerita ini dari awal

like fav review makasih bangeeeet tanpa kalian chizu bukan apa2~

see ya next chap! (semoga)