KRISTAO/ TAORIS

RATE: T

CAST: Wu Yi Fan/Kris (EXO M)

Huang Zi Tao/Tao (EXO M)

KrisTao

BaekYeol

And other Couple in Exo

Genre: Romance, Fluffy

Desclaimer: OOC, Boys Love, EYD Berantakan, Typo

Summary :

Huang ZiTao seorang namja manis dan polos dari Cina yang pindah ke korea. jatuh hati di hari pertama nya sekolah di EXO Higschool dengan namja tampan bernama Wu Yifan. Tapi seiring berjalan nya waktu. keadaan menjadi terbalik. namja tampan itu-lah yang menjadi tergila-gila oleh Huang ZiTao

.

.

.

Happy Reading ~

.

.

.

.

.

.

"YA ! WU YIFAN"

.

.

DEG

.

.

"Oh..my god!"

Kdeua nya membeku begitu mendengar sosok itu mendesis tajam. Kris membulatkan matanya begitu melihat Ibu nya dan juga Xander sudah berdiri di samping televisi. Wajah nya langsung memerah bak kepiting rebus, ia malu sekali karena kepergok sedang berpelukan oleh ibu dan adik laki-lakinya. Wajah Tao pun tak kalah merah nya dari Kris. Namja polos itu begitu malu sehingga ia hanya bisa menyembunyikan tubuh nya di balik punggung Kris

"Apa—"

"Mom, Xander! This is not like what you Think. We-we didn't do anything, We just Hugged each other!" ujar Kris gugup. Tidak ingin Ibu dan adiknya salah paham. Dan berfikir bahwa ia adalah lelaki yang berani berbuat mesum di rumah nya sendiri di saat tidak ada siapapun.

"Eii~ You're Liar!" ejek Xander. Ia sangat bahagia karena bisa melihat wajah ketakutan Kris

"Ya! Aku—"

"Berhenti bertengkar!. Yifan, mommy ingin berbicara dengan mu dan juga kekasih mu sekarang. dan kau Xander! Cepat Pergi kekamarmu" perintah Mrs. Wu tegas. Kedua putranya pun menganggukan kepalanya. Xander langsung kembali ke kamar nya. Begitu Putra kedua nya naik ke atas, Mrs. Wu kembali menatap Kris dengan tajam. Menuntut penjelasan dari Putra sulung nya itu

"Mom Kami—"

"Mommy tidak menyuruh mu untuk berbicara Yifan" ucap dengan ketus. Kris langsung menundukan kepalanya. mengikuti ibunya yang duduk di sofa, ia mendudukan dirinya di hadapan sang ibu, sedikit susah karena Tao yang tak kunjung melepaskan pelukannya.

"Ada yang ingin kau jelaskan Yifan ?"

"Mom~ kami benar-benar tidak melakukan apapun. Kau melihat sendiri kan ? kami hanya berpelukan mom"

"Mommy memang melihat kalian berdua berpelukan tadi. Tapi mommy tidak tahu apa yang kalian lakukan sebelum nya, mungkin kalian berbuat lebih hn ?"

"Mom! Kenapa kau kerasa kepala sekali. Aishh, Kami hanya berpelukan Mom!""

Kris menatap ibu nya lemah. Bagaimana caranya meyakinkan ibunya yang keras kepala itu. Dia sudah seperti tersangka yang tertangkap basah berbuat mesum bersama kekasihnya.

"Taozi, katakan sesuatu.." bisik Kris pada Tao. meminta bantuan pada namja yang masih memeluknya . Ia mendesah lemah ketika Tao malah menggelengkan kepalanya.

"Mom.. kita bisa membicarakan ini nanti. Kau menakuti Teman ku, Mom" ujar Kris memelas.

"YA!"

menatap Kris dengan tajam kemudian bangkit dari duduknya, berpindah duduk di sofa panjang yang di tempati Kris dan Tao. ia mendudukan dirinya tepat di sebelah Tao. Kris menatap ibu nya takut. Dan di rasakan nya tubuh Tao yang bergetar ketika mendengar teriakan ibu nya

"Dasar anak nakal! Bagaimana bisa kau menyalahkan ibumu sendiri eoh ?" menjewer telinga Kris. Xander yang sedang lewat mengambil air dari dapur pun terkikik geli melihat gege nya yang mengernyit kesakitan.

"A-aw mommy ini sakit~" Kris memegangi tangan ibunya yang masih menjewer telinganya. yang tidak tega langsung berhenti menjewer telinga putra nya itu. Tao yang sudah tidak mendengar jeritan gege nya lagi langsung melepaskan pelukan gege nya. kemudian namja polo situ menatap ibu dan anak yang berada di samping kanan dan kiri nya dengan ekspresi yang menurut Kris sangat lah menggemaskan.

"Aigoo~" menghela nafas nya. "Bagaimana bisa kau berbuat mesum pada anak sepolos ini, Yifan ?" ucap Mrs. Wu

"Sweety, Apa yang sudah di lakukan si mesum ini kepadamu eoh ?" Tanya Mrs. Wu. Wanita cantik itu mengelus pipi Tao dengan sayang. Membuat Kris dan Tao bingung karena sikap nya

"Apa dia memaksa mu ?" Tanya nya lagi. Tao menatap bingung . namja manis itu menoleh menatap Kris, tapi Kris hanya menggelengkan kepalanya. ia juga tidak mengerti kenapa ibunya malah bersikap manis pada Tao. Tao kembali menatap ibu Kris, kemudian menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan wanita cantik itu sebelumnya.

"Kau sangat imut sweety~ lihatlah Mata panda ini, terlihat seram dan menggemaskan secara bersamaan. Haha~" kali ini Ibu Kris mencubit kedua pipi Tao. membuat Tao mengerucutkan bibirnya, karena mencubit pipinya dengan keras

"Appo~"

"KYAAAA~ Manis nyaaa~. Yifan baby, dimana kau menemukan namja semanis dan seimut ini eoh ? Kau sangat beruntung mempunyai kekasih seimut ini Yifan…."

"Aigoo~ Daddy mu pasti senang, mengetahui kalau kau mempunyai kekasih semanis ini"

Kris tersenyum canggung menatap ibunya yang menatap nya dengan senyuman manis. Jauh dari kata menyeramkan seperti tadi.

"A-apa kau tidak marah pada kami, Mom ?" Tanya Kris hati-hati. Ibu nya langsung menghentikan aksinya menggerayangi (?) tubuh Tao yang sangat menggemaskan itu. ia tersenyum manis kepada anaknya

"Mommy memang marah padamu. Tapi Mommy tidak memarahi kekasihmu ini" jawab Ibu Kris dengan polos. Kris mendengus sebal. Ia sudah ketakutan setengah mati karena mengira ibunya tidak akan menyukai Tao.

"Hahaha~ mommy hanya ingin menggoda mu baby. Tenang saja, mommy merestui kalian berdua haha~" ucap seperti bisa membaca pikiran anaknya.

"Aunty~"

"Ya, Sweety ? kau ingin mengatakan sesuatu ?" ibu Kris menatap Tao dengan lembut, Begitu juga dengan Kris.

"Tapi, aku bukan Kekasih Kris gege"

.

JLEB

.

Perkataan Tao sukses membuat Ibu dan Anak itu terdiam, senyum langsung luntur dari wajah keduanya. Kris meringis ketika merasakan nyeri di hatinya. Dia merasa tidak enak dan juga malu pada ibu nya sekarang.

"Ah~ Really ?" Ibu Kris menyela keheningan yang terjadi sesaat. Menatap kasihan pada putra sulung nya. Aigoo~ kenapa dia sebodoh itu belum menyatakan perasaannya. Umpat Mrs. Wu

"Tapi kau terlihat sangat cocok dengan putra ku Sweety ~ kenapa kau tidak menjadi kekasih nya saja " ujar Ibu Kris. Tao tersenyum senang mendengar perkataan ibu Kris

"Benarkah ? ~ Tapi.. Aku masih kecil Aunty~"

"Kau sudah cukup besar Sweety~ Kau harus mau ne' jadi kekasih Putra ku?" ucap ibu Kris. Kris menatap ibu nya jengah. Bagaimana mungkin ibunya memaska namja polos seperti Tao untuk menjadi kekasihnya

"Lagi pula.. bukankah kalian sudah ber-mesraan ?" Goda ibu Kris

"Mom! / Aunty~"

"Lihat lah, bibir kalian berdua masih terlihat bengkak" goda nya lagi. dengan reflek Tao dan Kris langsung menyentuh bibir mereka dan menatap wanita di hadapan mereka cantik tidak percaya. meledakkan Tawa karena sudah berhasil menggoda kedua orang yang terlihat manis jika bersama ini. Kris yang menyadari ibu nya baru saja menjebak mereka langsung menatap sebal ibu nya.

"Mom, kami tidak berciuman~ berhenti menggoda kami mom"

"Mommy tidak percaya" ujar Mrs. Wu. Ia kemudian beralih bertanya pada Tao yang menatap nya dengan bingung "Apa Putraku menggigit dengan keras ?" Tanya nya pada Tao. namja manis itu mengerjapkan matanya bingung

"Menggigit ? apa yang sudah Kris gege gigit aunty ? lalu, Apa yang aunty maksud dengan bibir kami yang bengkak ? Tao tidak mengerti~" Tanya Tao. Mrs. Wu kembali meledakkan tawanya karena pertanyaan polos Tao. Kris menatap geli Tao. walaupun sudah menciumnya, Tao ternyata tetaplah menjadi Tao yang polos

"Aigoo~ ternyata benar apa yang dikatakan Sahabat-sahabatmu tadi, Yifan~ bahwa putraku telah jatuh cinta pada namja yang sangat polos" ujar . Apa ? Sahabatnya ? Ah~ jadi sahabatnya itu sudah lebih dulu memberi tahu mommy nya eoh ?

"Berhenti mengatakan hal yang membingungkan untuknya atau kau akan kembali di buat bingung oleh nya Mom" Kris memperingatkan ibunya. Tapi ibunya itu tidak memperdulikan peringatan dari nya. Wanita cantik itu malah semakin gencar menggoda Tao

"Apa Namja mesum ini mencium mu Tao ?" Tanya ibu Kris sambil menunjuk putranya. Kris menatap ibu nya kaget, kenapa ibu nya masih membahas itu.

"Anio~" Jawab Tao. wajah nya bersemu merah karena malu. Ibu Kris mencubit pipi nya Karena tidak tahan melihat Tao yang sangat menggemaskan.

"Jinjjaro ?" Tanya ibu Kris masih penasaran. Kris hendak menghentikan ibunya yang mungkin saja akan semakin bertany yang tidak-tidak. Tapi, jawaban dari Tao membuat Wajahnya kini memerah seperti buah tomat

"Kris gege tidak mau menciumku Aunty" aku Tao dengan polos bibir nya mengerucut lucu

"Tapi ~ , tadi aku yang mencium bibir Kris gege aunty! Rasanya sangat manis~ hihihi" tambah nya. ekspresi wajahnya sudah berubah menjadi berbinar saat ini

"MWO ?"

"Dan setelahnya, kedua pipi Kris gege bersemu, hehe~. Aunty psti menyesal tidak melihat nya~ hihihi~ Kris gege—"

"Su-sudah. Ja-jangan di lanjutkan Taozi" Kris langsung membekap mulut Tao dengan tangannya. Ia berusaha terlihat cool di depan ibunya saat ini. ia sangat menyukai Tao yang polos. Tapi terkadang kepolosan Tao menjadi bencana juga untuknya.

"Oh god~ aku tidak percaya Putraku yang terkenal tampan dan dingin ternyata akan bertekuk lutut pada namja yang telah mempermalukan dirinya dengan kepolosan namja itu. Ternyata kelemahan putraku benar-benar berada pada namja polos ini" gumam ibu Kris. Kris yang mendengar apa yang ibu nya katakan hanya memutar bola mata malas. Ia memang tidak menyangkal apa yang ibunya katakan. Tao benar-benar membawa pengaruh besar dalam hidupnya. Tao memang namja yang dapat membuat nya terlihat bodoh karena cinta. Dulu, dengan mantan-mantan nya Kris adalah seseorang yang sangat cuek dan tidak mau tahu tentang perasaan kekasihnya. Tapi dengan Tao—yang bukan kekasihnya—entah kenapa ia sangat takut dengan kenyataan bahwa Tao tidak menyukainya. Tao memang beberapa kali mengatakan kepada Hyung-hyung nya kalau dia menyukai Kris. Tetapi dengan kenyataan bahwa Tao hanyalah namja yang sangat polos, itu benar-benar meragukan Kris.

"Bagaimana sweety ? kau lihatkan kalau Putraku ini sangat tampan" ucapan Mrs. Wu menyadarkan Kris dari lamunan nya. Ia menggeleng-gelengkan kepala nya dan menghela nafas jengah

"Mom~ sudahlah. Jangan mengatakan hal-hal yang membuat nya bingung" Kris mengintrupsi ibu nya yang masih saja bersikap konyol, membujuk Tao menjadi kekasih nya. namja tampan itu memang menginginkan Tao menjadi kekasihnya. tetapi, tidak seperti ini caranya. Ia akan menggunakan caranya sendiri nanti di saat waktu nya tepat.

"Jangan ikut campur Yifan~" peringat Mrs. Wu. Kris menatap ibu nya sebal, ia bangkit dari duduk nya kemudian menarik tangan Tao untuk ikut berdiri

"jja ~ Taozi, ini sudah terlalu sore, Gege akan mengantarmu pulang ne'?" Tao menganggukan kepalanya. walau sebenarnya ia masih ingin berlama-lama bersama Mrs. Wu

"Ya~ Yifan, kau menganggu mommy dan kekasih mu ini. kami masih ingin mengobrol lebih lama"

"I'm sorry mom. Tapi ini sudah terlalu sore. Aku sudah berjanji pada Baekhyun untuk tidak membawa nya pulang tengah malam"

"Huuff~ Arraseo" Mrs. Wu mengangguk pasrah.

"Kalau begitu aku pamit Aunty~" Tao membungkukan badannya "Sampai jumpa~" Tao hendak melangkahkan kaki nya mengikuti Kris yang sudah keluar lebih dulu, tapi panggilan dari Mrs. Wu membuat ia menghentikan langkahnya

"Kau harus sering-sering kemari Sweety ~ Aunty pasti akan merindukan mu"

"Ye' Aunty~ Aku akan bilang pada Kris gege nanti~"

"Tidak perlu Sweety ~ kau boleh berkunjung kapanpun kau mau"

"Arraseo~"

menghampiri Tao kemudian memeluk namja manis itu sebentar, setelah nya ia mencium kedua pipi Tao bergantian. Membuat Tao tersenyum senang. Ah~ ia merindukan Mama nya sekarang . mengantar Tao sampai depan pintu rumahnya. Melihat Kris sudah berada di dalam mobil, Tao langsung menaiki mobil Kris. Sebelumnya ia melambaikan tangannya pada Mrs. Wu dan setelahnya Mobil mewah berwarna hitam itu meninggalkan kediaman keluarga Wu

"Bye bye, Aunty ~"

.

.

.

.

.

.

"Kau harus meminum obat setelah ini"

"Ne' Hyung~. Gomawo untuk bubur nya, masakan mu memang selalu enak"

Kyungsoo merasakan jantungnya berdebar dengan cepat. ia sudah merasa sangat senang Kai mau memakan buburnya, tapi kali ini namja Tan itu memuji masakannya, jangan lupakan senyuman seksi yang terpasang di wajah Kai

"Jja ~" Kyungsoo memberi bungkusan obat dan juga segelas air pada Kai yang langsung diminum oleh namja itu. Kai mengernyit ketika merasakan pahit pada obat yang ia minum. Kalau tidak ada Kyungsoo mungkin dirinya tidak akan meminum obat nya, Karena tidak mau terkena omelan Kyungsoo akhirnya ia harus meminum obat yang di beli olehnya pagi tadi.

"Aishh! Obat ini sangat pahit. Aku tidak akan mau lagi meminum obat" gerutu Kai

"Kau harus menjaga kesehatanmu untuk terhindar dari Obat' Jongin-ah~" tegur Kyungsoo dan Kai mengangguk patuh

"Hmm~ aku merasa akhir-akhir ini aku kurang beristirahat"

"Memangnya Apa yang kau lakukan ?" Tanya Kyungsoo

"Aku menghabiskan waktuku sampai malam bersama teman-temanku untuk berlatih menari dan Kami berlatih di taman kota, sudah memasuki musim dingin dan aku tidak pernah memakai mantel ku" jelas Kai. Kyungsoo menggelengkan kepalanya

"Berhentilah menari untuk sementara waktu. Kau harus menjaga kesehatanmu Jong in-ah~ kalau kau sakit, siapa yang akan merawatmu eoh ? Keluargamu tidak ada di Korea dan kau hanya hidup di apartemen ini sendiri. Beruntung aku berkunjung hari ini. Aishh aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada yang merawatmu" omel Kyungsoo. Aura Ke-ibuan nya menguar, membuat Kai tersenyum mendengar omelan Kyungsoo. Sudahlama ia tidak mendengar seseorang yang memarahinya karena khawatir kepadanya. Kyungsoo mengingatkan nya kepada orang tuanya yang sekarang berada di Paris, mengurus Perusahaan yang baru saja Appanya dirikan disana.

"Arraseo Hyung ~ Kau mengingatkanku pada umma-ku" ujar Jong-in. Pipi Kyungsoo bersemu merah mendengarnya.

Drrrrttt….Drrrttt…Drrrrttt

Getaran ponsel Kai yang berada di meja nakas mengalihkan keduanya. Kai segera mengambil ponselnya yang bergetar karena adanya telepon masuk. Namja berkulit Tan itu terdiam menatap layar ponselnya, lalu ia menatap Kyungsoo. Kyungsoo tidak mengerti kenapa Kai menatapnya seperti itu. seperti tatapan yang tidak dapat diartikan. Kemudian Kai mengangkat telepon nya

"Yoboseyo…"

"…."

"Hmm~"

"…."

"Ne' Soojungie, aku baik-baik saja"

.

DEG

.

Kyungsoo memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. 'Soojungie' ? Bukankah itu nama asli seorang Jung Krystal ? kenapa yeoja itu menelpon Kai, bukankah mereka sudah berakhir ? lalu, kenapa Kai memanggil nya dengan manis seperti itu ?. segala macam pertanyaan berkelebat di otak Kyungsoo. Namja manis itu menutup matanya menahan airmata yang mungkin siap keluar.

"Aku sudah merasa sehat—tidak.. ..tidak usah, kau tidak perlu kemari. Lebih baik kau beristirahat saja. Jangan pergi kemanapun, udara di luar sangat dingin. Hmm~ arraseo. Annyeong"

PIK

Kai memutus sambungan. Ia kembali menaruh ponselnya di atas meja nakas. Kemudian pandangannya teralih pada Kyungsoo yang sedang memejamkan matanya, nafas namja itu terlihat memburu

"Hyung ?" panggil Jong-in

"A-ah~ kau sudah selesai ?"

"Hmm~"

"Si-siapa yang menelepon mu tadi Jong-in ah ?" Tanya Kyungsoo basa-basi

"Soojungie—maksudku, Krystal Jung" jawab Kai santai

"Ah~ aku dengar kau sudah putus dengannya ya ?" Tanya Kyungsoo lagi. ia mencoba menahan gugup nya saat ini

"Ya, itu benar. Tapi Krystal meminta aku menjadi kekasihnya lagi beberapa hari yang lalu"

DEG

"La-lalu, apa jawabanmu ?" Kyungsoo menahan airmatanya yang mungkin saja sekali kedip akan mengalir. Hatinya terlalu sakit saat ini. Ia tidak siap mendengar jawaban Kai yang mungkin saja bahwa dia sudah kembali berhubungan dengan Krystal.

"Aku belum menjawabnya. Aku… masih sedikit bingung. Menurut Hyung… apa yang harus ku lakukan ?" Tanya Kai. Kyungsoo menjerit di dalam hatinya. Tidak—berhenti mengatakan itu Kai.

"….."

"Hyung ?" panggil Kai, membuat Kyungsoo tersadar dari lamunan nya.

"….."

"Kyungsoo Hyung ?"

"Ma-maaf, A-aku harus pulang sekarang. Aku ha-harus membantu ibuku menjaga Kedai"

"Hyung ?"

Kyungsoo bangkit dari duduknya. Tanpa menghiraukan panggilan Kai, namja manis itu pergi meninggalkan Kai sendiri dengan kebingungannya akan sikap Kyungsoo. Dan Kai sendiri pun tidak bisa melakukan apapun. Tubuh nya terlalu lemas untuk mengejar Kyungsoo

"Ada apa dengan Kyungsoo hyung ?" lirih Kai.

.

.

.

.

.

.

"Kau senang sudah bertemu dengan ibuku ?"

"Neomuuuuu Haengbokhae~~"

Saat ini Kris dan Tao sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Baek. Selagi berada di dalam mobil, Tao tidak pernah bisa berhenti untuk berceloteh seperti biasa. Dan Kris akan menanggapi nya dengan senyuman.

"Aku sangat terkejut tadi! Aku fikir Mama Kris gege akan memarahiku. Ternyata dia sangaaaat baik~" ujar Tao dan mendapat anggukan dari Kris

"Ya, Aku fikir juga begitu. Tidak di sangka, ternyata dia begitu menyukaimu" tambah Kris. Namja tampan itu menengok kesamping, tersenyum menatap Tao yang kini terlihat sangat menggemaskan.

"Tidak heran Kris gege sangat tinggi. Ternyata Mama dan adik gege juga sangat tinggi~ hmm bagaimana dengan daddy gege ? apa tinggi nya melebihi kalian ?" Tanya Tao penasaran. Kris tertawa kecil mendapati pertanyaan Tao yg menurut nya tidaklah penting itu

"Hmm.. Tinggi Daddy sama dengan ku" jawab Kris. Setelah berhenti tertawa, ia kembali focus menyetir

"Bagaiamana bisa keluarga kalian semua nya bertubuh tinggi. Apa saja yang kalian makan, ge ?" Tanya Tao dengan polos. Dan Kris terkekeh kecil dibuatnya. Tanpa mengalihkan fokusnya yang sedang menyetir, tangan Kris terulur mengacak pelan rambut Tao.

"Boleh aku berkunjung kerumah gege lagi ?"

"Kau boleh berkunjung kapanpun kau mau, sayang~"

"YEAAY~"

.

.

.

.

.

"jja~ Kita sudah sampai" Kris memberhentikan mobil Ferrari berwarna hitamnya seperti biasa, di depan pintu pagar keluarga Baek. "Taozi ?" panggil Kris begitu tidak mendengar suara Tao. Kris sedikit terkejut begitu mendapati ternyata Tao yang tertidur dengan kepala tertunduk. Kenapa namja manis ini cepat sekali tertidur ? pikir Kris bingung. Setahu nya Tao belum berhenti mengoceh beberapa menit lalu, tapi kini ia mendapati Panda ini tertidur. Tidak tega membangunkan Tao yang seperti nya sangat kelelahan. Kris menyandarkan punggungnya ke jok mobil, memejamkan matanya sebentar. Dan memilih menunggu namja manis di samping nya terbangun.

.

.

Kris membuka matanya perlahan. Ia mengecek jam tangan nya, dan jam menunjukan pukul delapan. Ternyata ia tertidur selama setengah jam.

Kris menolehkan kepalanya kesamping, dan di lihatnya Tao masih tertidur dengan nyaman. "Sepertinya dia kelelahan karena banyak berceloteh.." Kris terkekeh kecil. Ekspresinya melembut begitu ia memandangi wajah Tao yang sedang tertidur. Begitu tenang dan damai, seperti malaikat' batin Kris. Kris mengiring telunjuk nya. menyentuh kening Tao, lalu hidung dan berhenti di bibir merah tipisnya.

Kris meneguk ludahnya sendiri saat melihat bibir merah Tao yang terlihat begitu manis dan kenyal. Kris menggelengkan kepalanya ketika pikiran untuk menyesap bibir manis itu datang.

"Maafkan aku, Tao"

CUP

ia memejamkan matanya begitu bibir nya menyentuh bibir tipis Tao. Awalanya Kris hanya ingin menempelkan bibir nya , tapi bibir Tao terasa begitu lembut menyentuh bibirnya.

Dan akhirnya, dengan hati-hati Kris menggerakan bibirnya, menyesap bibir bawah Tao yang terasa sangat manis dan itu membuatnya semakin berani dengan menyesap kedua belah bibir Tao bergantian. Cukup lama ia melakukan aksi 'mesum' nya pada namja polos yang sedang tertidur itu. dan lenguhan yang keluar dari bibir Tao, sukses membuat Kris melepaskan tautan bibir mereka. Namja itu langsung mematung dan pura-pura sibuk dengan ponsel nya yang cepat-cepat ia ambil dari saku celana nya.

'Astagaaa, apa yang sudah aku lakukan ? aku baru saja mencuri ciuman pada seorang namja polos yang sedang tertidur. Tuhan, maafkan aku!'

"Nghh~~"

Kris semakin gugup ketika ia merasakan pergerakan Tao di sampingnya. Namja tampan itu memilih melihat pemandangan luar—yang tidak ada apapun—dari pada Tao harus melihat wajah gugup nya dan mencurigainya. Kris bodoh! Itu adalah kemungkinan besar Tao akan menyadarinya. Lihatlah, bibir namja itu basah dan juga membengkak.

"Gege ?"

"…"

"Kris gege !" Tao yang kesal Kris tidak menyahutinya pun memukul pelan lengan Kris dan membuat Kris tersadar dari lamunan nya dan terlonjak kaget.

"Y-ya, A-ada apa Taozi ?" Tanya Kris gugup, tanpa melihat kearah Tao.

"Apa sudah sampai ?" Tanya balik bertanya dan Kris hanya menganggukan kepalanya cepat. Tao melihat keluar jendela memastikan, dan ternyata mereka sudah benar-benar sampai.

"Ah~ aku ketiduran dan ternyata itu sangat lama"

"Y-yeah, kau tertidur cukup lama Taozi"

Tao mengernyit heran melihat Kris gege nya yang terlihat gugup. "Gege, ada apa—" Tao hendak bertanya pada Kris, tapi begitu ia merasakan ada yang aneh dengan bibirnya, ia lebih memilih menyentuh bibir nya dengan tangan kanan nya.

"Kenapa basah dan terasa memebengkak ?" gumam Tao. Kris langsung membulatkan matanya begitu mendengarnya. Jantung nya berpacu lebih cepat, ia takut Tao mengetahui bahwa dirinya baru saja mencuri ciuman namja polos itu ketika tertidur.

Tao masih menyentuh bibir nya. ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum ia tertidur di dalam mobil Kris. Tapi yang muncul dalam ingatan nya adalah mimpinya yang tadi. Ia bermimpi ada seseorang yang tidak ia kenal mencium bibirnya—lalu, pemuda itu seperti…. memakan bibir nya.

'Eh ?' Tao menoleh kekanan. menatap penuh Tanya namja yang berada di sampingnya. Tao merasa aneh, kenapa Kris terlihat sangat gugup ? Kris yang tadinya menatap Tao langsung mengalihkan pandangannya. Sejujurnya ia berusaha keras untuk tidak terlihat gugup. Tapi, tatapan polos Tao menghancurkan pertahanannya.

"Gege~ apa gege tahu kenapa bi—"

"AH!~ sebaiknya kau masuk kedalam Tao. ini sudah malam, gege yakin pasti Gomo-mu dan juga Baekhyun mengkhawatirkan mu" ucap Kris cepat. ia langsung melepas sabuk pengamannya dan membantu Tao untuk melepasnya juga, setelah nya ia keluar mobil dan berputar untuk membukakan pintu mobil untuk Tao. sedangkan Tao hanya menatap Kris dengan bingung. Ia tidak beranjak dari duduknya

"Ada apa dengan gege ?" Tanya Tao akhirnya.

"Ne' ?"

"Gege terlihat sangat aneh. Tidak seperti biasanya"

"A-aku baik-baik saja. Jja~ kau harus segera masuk kedalam. Udara semakin dingin, gege tidak mau kau sakit karena berlama-lama di luar." ujar Kris gugup. Tao menganggukan kepalanya paham, kemudian ia keluar dari mobil Kris.

"Arraseo~ Hmm.. Gomawo untuk hari ini gege" ucap Tao sambil tersenyum manis.

"Setelah ini, kau harus mandi lalu makan malam dan setelah nya kau harus tidur ne~ tapi jangan lupa untuk mengirimi gege pesan. Kalau tidak—gege akan marah "

"Andwae~~" Tao menggelengkan kepalanya "Aku pasti mengirim pesan untuk gege sebelum tidur nanti. Jadi, jangan marah padaku lagi ne' ?~" ujar Tao dengan manja. Ia memeluk lengan Kris dengan erat. Kris menganggukan kepalanya, sesekali menepuk pelan punggung Tao

"Gege akan memegang janjimu. Jja, masuklah kedalam~"

"ngg~ Tapi aku masih ingin bersama gege~" ucap Tao manja seraya memeluk tubuh Kris.

"Aigoo~ Pandaku ini manja sekali, eoh ?" Kris membalas pelukan Tao sebentar, sebelum ia menggandeng Tao menuju depan gerbang "Gege menyukai saat kau bermanja pada gege. Tapi ini sudah hampir jam Sembilan malam. Kau harus segera istirahat, gege tidak mau kau kelelahan dan berujung dengan sakit" ucap Kris penuh perhatian. Tao menganggukan kepalanya pasrah walau ia masih tidak rela harus berpisah dengan Kris gege-nya.

"Jangan cemberut begitu, sayang. Kita masih bisa bertemu besok kan ?" ucapan Kris langsung membuat Tao tersenyum lebar.

"Arraseo!~ Gege hati-hati di jalan ya ~ Jaljayo gege~" ujar Tao seraya melambaikan tanganya dan kemudian masuk kedalam rumah. Kris balas melambaikan tangannya lalu kemudian meninggalkan tempat itu. seulas senyum terkukir di wajahnya. Ia bahagia karena bisa sedekat ini dengan Tao.

.

.

.

.

.

"Taozi! Kenapa kau baru pulang ? kau tidak lihat ini jam berapa, eoh ? apa saja yang kau lakukan bersama si jangkung itu sampai pulang malam begini ?"

"Sudahlah Baekkie~ jangan memarahinya. Biarkan Tao membersihkan tubuhnya "

"Appa!~ aku tidak memarahinya, aku hanya menegurnya. Besok dia sekolah dan sekarang dia pulang malam. bagaimana kalau besok kami kesiangan gara-gara ulahnya eoh ?"

Tao terlihat menundukan kepalanya takut. Baekhyun masih saja memarahinya sejak ia masuk kedalam rumah. Tao mengerti bahwa ia salah saat ini, oleh karena itu Baekhyun memarahinya. Ia sudah pulang malam dan Baekhyun sangat membenci itu.

Begitu ia masuk kedalam rumah, ia melihat Samchon, Gomo dan Baekhyun hyung nya sedang menonton televisi. Dan Baekhyun yang menyadari kehadiran Tao langsung menyuruh Tao duduk dan memarahinya

"Hyung selalu memeberitahu mu untuk tidak pulang larut. Kau boleh bermain bersama teman-temanmu, tapi kalau kau terus seperti ini, Hyung akan menghubungi Mama mu dan menyuruh nya untuk membawamu kembali ke China." Ancam Baekhyun. Tao langsung mendongak kan kepalanya dan menatap Baekhyun dengan tatapan memelas .

"Andwaeyoo~ Tao berjanji tidak akan mengulangi nya lagi Baekhyun Hyung.." ujar Tao lirih

"Baiklah~ sekarang masuklah ke kamarmu. Hyung nanti akan mengantarkan makan malammu"

"Arraseo!~ Gomawo Baekkie-hyung~ " Tao berseru senang lalu berlari menuju kamarnya. Tanpa pamit pada kedua orang tua Baekhyun. membuat keduanya menggelengkan kepala

"Aigoo~ Anak itu selalu saja mengeluarkan Aegyo saat Baekhyun memarahinya" ucap Ibu Baekhyun

"Ya, kasihan Baekhyunie harus menghadapi sikap manja Tao itu. dia pasti lelah mendapat aegyo Tao setiap saat.. " tambah Suami nya dan kedua pasangan suami-istri itupun tertawa

.

.

.

.

.

"Taozi~"

"hmm~"

Baekhyun memasuki kamar Tao sambil membawa nampan yang berisi makan malam untuk Tao. di lihatnya Tao yang sedang duduk di atas ranjangnya dengan selimbut menutup kaki nya sampai sebatas pinggang. Namja manis itu sedang memainkan ponselnya.

"Apa yang sedang kau lakukan Taozi ? jja~ Hyung membawakanmu makan malam" Baekhyun mendudukan dirinya di pinggir ranjang. Tao menatap semangat makanan yang di bawakan Baekhyun, tanpa di suruh ia langsung merebut piring itu dari tangan Baekhyun

"Aku sedang berkirim pesan dengan Kris gege"

"Kris ?"

"ngg~ Ahhh Chicken ini sangat enak, sudah lama aku tidak memakan chicken buatan Hyung"

"Makanlah yang banyak, Taozi"

"Hmm~"

Tao menganggukan kepalanya menyahuti ucapan Baekhyun, kemudian kembali memakan makanannya. Baekhyun memandangi Tao dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Ia ingin menannyakan sesuatu, tapi ia tidak yakin.

'Apa aku harus menanyakan nya ? Tapi—'

Tao selesai dengan makan malamnya. Ia mengembalikan piring kosong kepada Baekhyun. Baekhyun pun menaruh piring kosong itu beserta nampan nya di atas meja nakas Tao. ia kemudian menatap Tao. sudah yakin pada dirinya untuk menanyakan pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya

"mm…Taozi, hyung ingin bertanya padamu."

"Apa itu hyung ? ~" Tanya Tao. Baekhyun menatap wajah polos Tao. dan ia kembali ragu ingin menyampaikan pertanyaannya. 'Dia terlalu polos, jadi tidak mungkin, Tapi Kris-' begitu mengingat nama Kris, Baekhyun kembali yakin.

"Apa yang ingin hyung tanyakan ?" Tanya Tao sekali lagi

"ngg~ itu—ketika kau datang tadi, gege melihat sesuatu yang aneh.. Taozi, apa kau—dan Kris.. Aishh!"

"gege , waegeurae ?" Tao menatap baekhyun bingung. Kenapa hyung nya bersikap aneh, ingin menanyakan sesuatu, tapi kenapa pertanyaan berbelit-belit

"Taozi, apa saja yang kau lakukan dengan Kris, selama kau berada di rumah nya ?" Tanya Baekhyun akhirnya. Tao membelalakan matanya, tanpa sadar wajahnya bersemu ketika mengingat bahwa ia sudah mencium Kris terlebih dahulu.

"Ka-kami hanya bermain. Lalu, Mama Wu datang dan aku membicarakan banyak hal dengannya" bohong Tao. Baekhyun menatap Tao, ia sedikit tidak mempercayai ucapan sepupu polosnya .

"Apa Kris melakukan sesuatu padamu ?"

"Kris gege hanya memasakan nasi goreng untukku. Kenapa Hyung bertanya seperti itu ?"

"Apa di mobil kalian melakukan sesuatu ?" Tanya Baekhyun lagi

"Kami tidak melakukan apapun, aku tertidur di mobil Kris gege tadi" jawab Tao

"K-kau.. tertidur dan ia menyetir ?" Tao menganggukan kepalanya. sedangkan Baekhyun terlihat resah.

"Apa Kris yang melakukannya diam-diam di mobil saat Tao tertidur ?'' gumam Baekhyun pelan, yang hanya dapat di dengar oleh dirinya. Ia mempunyai alasan kuat kenapa bertanya seperti itu pada Tao. Karena, ketika melihat Tao memasuki rumah, ia melihat ada yang aneh dengan bibir Tao. bibir itu terlihat sedikit bengkak dan juga berwarna merah, bibir Tao itu tipis, jadi akan terlihat ketika ada perubahan sedikit saja. Baekhyun paham betul dengan apa yang terjadi dengan bibir Tao. bibir Tao seperti membuktikan ia baru saja berciuman panas dengan kekasihnya. tapi itu tidak mungkin, mengingat Tao yang sangat polos.

Dan Baekhyun yakin bahwa Kris baru saja mencuri ciuman sepupunya yang polos. Dan emosinya langsung, Kalau ini adalah komik, mungkin saja terlihat dua tanduk berawarna merah di kepala Baekhyun. rasanya Baekhyun ingin membunuh Kris saat ini.

"Ba-baiklah, kau harus segera tidur, jangan memainkan ponsel terus. Arraseo ?"

"Arraseo~ jaljayoo, Baekkie Hyung~"

"Jalja~"

Setelahnya Baekhyun keluar dari kamar Tao, dengan nampan dan piring di tangannya. Ia menuju dapur, setelah sampai di dapur ia membuka mesin pendingin dan mengambil sekaleng minuman dingin dan meminum nya dengan cepat sampai habis. Tanpa sadar tangannya meremas kaleng tersebut hingga sedikit pengok.

"Akan kubunuh Kau! Wu-Yi-Fan!" desis Baekhyun mengerikan

.

.

.

.

.

"nghh~ kenapa tiba-tiba aku merinding" gumam Kris sambil mengusap tengkuknya

'gege, mwohae ?'

"Ah~ ani"

'urgh~ gege pasti berbohong. Beritahu aku apa yang terjadi'

"Tidak terjadi apapun, sayang~"

Saat ini Kris sedang berteleponan dengan namja yang ia sukai, siapa lagi kalau bukan—Huang Zi Tao— tidak puas hanya ber-kirim pesan, setelah Tao mengatakan bahwa ia baru saja menghabiskan makan malamnya, Kris langsung menelpon namja panda itu. jam menunjukan pukul 10, sebenrnya Kris tahu bahwa ini adalah waktu nya Tao untuk tidur. Tapi, ia sedikit bersikap egois kali ini, mungkin karena terlalu merindukan pandanya sampai2 ia menulikan telinga nya seolah tidak mendengar suara Tao yang terkantuk-kantuk. Yang iya inginkan saat ini adalah mendengar suara Panda nya, apalagi setelah kejadian di mobil tadi—ah~ Kris merasakan jantung nya berdebar sekarang.

'Gege ~'

"Yes, Panda ~"

'Tadi Baekkie hyung bersikap aneh~' adu Tao. Kris yakin saat ini Tao sedang memasang wajah merajuknya

"Ada apa dengan kekasih Chanyeol yang cerewt itu ?" tanya Kris lembut

'Dia terus saja menanyakan apa saja yang aku lakukan bersama gege, dia juga menanyakan apa gege melakukan sesuatu padaku di mobil' jawab Tao

"M-mwo ? l-lalu apa yang dia katakana ?"

'Baekkie hyung tidak mengatakan apapun, tapi aku merasa Baekkie hyung terus memperhatikan bibirku,apa bibir ku terlihat aneh ge? Aku juga merasakan sesuatu yang berbeda pada bibirku'

DEG

Kris membulatkan matanya, bulir keringat mengalir dari pelipisnya, jantung nya juga berdetak sangat cepat. jika tadi berdetak cepat karena perasaan senang, kali ini di sebabkan karena perasaan cemas.

'Apa Baekhyun menyadari nya ?' Tanya Kris dalam hati. Goshhh ia bisa saja di pukul oleh Baekhyun sampai mati kalau ketahuan sudah melakukan hal yang tidak-tidak pada sepupunya itu. 'Apa Baekhyun benar-benar menyadari kalau bibir Tao terlihat bengkak ?' lagi. perasaan takut karena ketahuan Baekhyun semakin membuat nya gelisah, seharusnya Kris menahan hasratnya tadi. Baekhyun pasti memarahi nya dan bisa mengancamnya untuk tidak menemui Tao lagi.

"La-lalu, apa yang kau katakana pada Baekhyun, Taozi ?" Tanya Kris

'Aku bilang kalau gege tidak melakukan apapun padaku. Urghh~ Baekkie hyung ada-ada saja, memang nya apa yang akan gege lakukan kepadaku' gerutu Tao

Kris mendesah lega mendengar jawaban Tao. setidaknya, Baekhyun pasti mempercayai kata-kata Tao

'Hoaam~' suara Tao yang menguap terdengar, Kris terkekeh kecil. Pasti panda nya sangat mengantuk

"Apa kau mengantuk, Tao ?" tanya Kris, dan di jawab gumaman oleh Tao. seperti nya ia benar-benar mengantuk

"Ah~ sayang sekali, padahal gege masih ingin mendengar suaramu" ujar Kirs dengan nada yang menyedihkan

'nghh~ tapi aku sudah mengantuk ge~kita bisa berbicara lagi besok' ujar Tao manja. Saat ini dirinya sudah berbaring sambil memeluk erat boneka pandanya.

"Hmm~" balas Kris seadanya. Pura-pura marah

'Gege~ biarkan aku tidur ne~' pinta Tao dengan manja.

"Tapi aku masih merindukanmu, sayang~" goda Kris

'Gege!~' rajuk Tao. Kris tersenyum kecil mendegar suara Tao yang menggemaskan

"Arraseo~ tidurlah yang nyenyak ne~ Jaljayo" ucap Kris akhirnya

'Jalja, gege~'

PIP

Setelah sambungan terputus, Kris tidak berhenti tersenyum. Ciri khas seorang remaja yang sedang jatuh cinta. Ia menyalakan kembali ponselnya, memandangi wallpaper ponselnya yang menampilkan foto seorang Huang Zi Tao. foto itu di ambil ketika kelas Tao sedang mengikuti pelajaran olahraga di lapangan. Di saat yang lain nya bermain, Tao hanya mendudukan dirinya di bangku di pinggir lapangan, memeperhatikan teman-teman nya yang terlihat sangat ceria. Kris yang kebetulan lewat sendirian tidak sengaja melihat Taoyang sedang duduk, setelah ia memastikan tidak adalagi orang yang berjalan di sekitar nya, ia mengeluarkan ponsel nya dan langsung memotret Tao. Namja manis itu terlihat seperti malaikat, apalagi sinar matahari membantu pencahayaannya

'Ah~ betapa indahnya dirimu, Huang Zi Tao'.ucap Kris lalu mengecup foto Tao yang menjadi wallpaper ponselnya. Setelahnya, Kris memejamkan matanya, menyusul Tao yang mungkin sudah terlelap.

.

.

.

.

.

"Kyungsoo hyung" panggil seorang namja berkulit Tan pada sosok seorang namja bertubuh kecil yang baru saja memasuki gerbang sekolah. namja itu pun menghentikan langkah nya dan di lihatnya seseorang yang baru saja memanggilnya dengan senyuman di wajah tampannya, sudah berdiri di sampingnya.

"Selamat pagi, Jong in" sapa Kyungsoo dengan senyuman di wajahnya

"Selamat pagi, Hyung~" balas Kai ramah, dan kedua nya kembali melanjutkan jalan mereka

"Tumben sekali kau tiba sepagi ini" ujar Kyungsoo

"Mwohae~ aku memang selalu tiba pagi hyung. Kau saja yang tidak pernah melihat ?" protes Kai. Tanpa sadar, namja keren itu mengerucutkan bibirnya sebal. bertingkah Aegyo hanya di hadapan Kyungsoo, eoh ?

"Ah~ jinjjaro ? lalu, Kim Jong in mana yang setiap hari ku lihat sedang menyapu lapangan karena di hukum datang terlambat ? lalu, membersihkan jendela setiap kelas atau ~ sedang membersihkan toilet laki-laki ?" goda Kyungsoo. Mata bulat nya menatap Kai dengan polos, dan wajah Kai memerah karena malu. Aigoo~ Betapa bahagia nya Kyungsoo bisa melihat wajah Kai yang secerah biasanya, tidak pucat seperti kemarin.

"Yak! H-hyung!~" Kyungsoo hanya bisa tertawa melihat wajah konyol Kai, kai semakin mendengus sebal. Kyungsoo yang merasa Kai akan marahh pun akhirnya menghentikan tawanya. Tanpa sadar, kini mereka sudah hampir mendekati kelas Jong In yang memang berada di lantai pertama

"Mian.. mian Jong in-ah~" ucap Kyungsoo. Ia menghentikan langkahnya begitu sudah sampai di depan kelas Kai

"Hyung…"

"Hnn ?"

"Hmm.. A-aku ingin berterima kasih karena kau sudah merawatku kemarin, hyung. Karena bubur yang kau buat, aku sudah bisa kembali masuk sekolah" ucap Kai. Ia menunggu reaksi Kyungsoo yang masih saja menatap nya dengan mata bulatnya. Seolah terasadar, Kyungsoo menganggukap kepalanya dan tersenyum kecil.

"Hmm~ tenang saja, aku akan memasakan bubur untukmu kapanpun kau mau"

"Ah~ Hyung.. ke-kenapa kemarin kau langsung pergi begitu saja ?" Tanya Kai. Entah mengapa ia ingin menanyakan pertanyaan ini pada Kyungsoo. Sikap Kyungsoo sangatlah aneh kemarin

"nghh.. i-itu … bukankah aku sudah bilang, kalau aku harus membantu ibuku mengurus kedai" jawab Kyungsoo gugup. Kai sedikit tidak terpuaskan oleh jawaban Kyungsoo tersebut

"Tapi Hyung—"

"Bisakah kalian tidak berdiri di depan pintu ?"

Ucapan dingin seorang yeoja terdengar. Kai dan Kyungsoo menolehkan matanya dan memandang terkejut pada orang tersebut. Terutama Kyungsoo, ia mendadak gugup berdekatan dengan seorang yeoja cantik kaya raya, seperti yeoja di hadapan nya ini. apalagi, yeoja tersebut adalah … mantan kekasih seseorang yang ia cintai. Jung Krystal, seorang siswi yang berani mewarnai rambut nya dengan warna merah cerah yang sangat mencolok. Dia adalah putri bungsu dari seorang pengusaha sukses, ibu nya adalah seorang designer dan kakak perempuan nya adalah seorang penyanyi terkenal. Dia begitu kaya dan sangat cocok dengan Kai. Terkadang Kyungsoo serasa tertohok begitu menyadari perbedaan dirinya dengan Krystal yang begitu jauh. Krystal adalah orang kaya sedangkan dia adalah seorang Putra tunggal dari seorang ayah yang bekerja sebagai pegawai negeri dan ibu nya pemilik sebuah kedai yang menjual makanan-makanan kecil pinggir jalan seperti ttokboki, ramyeon dan semacamnya. Ia menyadari itu, jadi tidak mungkin Kai akan menyukai nya ? walaupun ia sering mendengar gosip bahwa Kai pernah memacari seorang lelaki, tapi tetap saja mantan Kai tersebut adalah seseorang yang sangat sederajat dengannya.

"Apa kau tidak berniat untuk pergi ke kelasmu Sunbaenim ?" sindir Krystal penuh penekanan. Kyungsoo tersadar dari lamunannya. Ia mencoba acuh terhadap Krystal. Kyungsoo menampilkan senyum terpaksa nya pada Kai, kemudian ia pamit mengundurkan diri.

"A-aku akan pergi ke kelasku. Sampai bertemu kembali Jong in" Setelah Kyungsoo pergi, Kai langsung menatap Krystal tajam. Sedangkan yang di tatap hanya menampilkan senyum sok polos nya

"Apa yang kau lakukan Jung Soojung!"

"Aku ? Aku tidak melakukan apapun~ hmm jadi dia Do Kyungsoo ? aku dengar, keluarga nya memiliki kedai di daerah Han river. Siapa dia ? apa mangsa barumu ? ku dengar-dengar dia juga menyukaimu" cerocos Krystal dengan mulut tajamnya. Kai mengepalkan tangannya mendengar kata-kata Krystal. Ia jadi berfikir dua kali untuk menerima Krystal kembali. Krystal memang terkenal dengan sikap sombong dan juga mulur tajamnya, tapi ia tidak menyangka Krystal berani menjelek-jelekan sesorang dihadapannya.

"Apa yang kau makan saat sarapan tadi, Soojungie ? apa kau memakan cabai untuk sarapan mu ? kenapa mulutmu pedas sekali, makanlah sesuatu yang manis setelah ini" ucap Kai kemudian meninggalkan Krystal yang mematung mendengar sindiran Kai

.

.

.

.

.

BRAKKK

Suara pintu geser yang di banting keras mengagetkan para penghuni kelas 3. Namja imut—yang ternyata adalah pelaku pembanting pintu tersebut menatap seorang namja yang baru saja mendudukan dirinya. Byun Baekhyun—namja manis tersebut segera menghampiri namja tampan tersebut. Begitu sampai ia langsung menggebrak meja namja tersebut dan menatap nya penuh amarah.

"Selamat pagi, Mr. Wu Yi Fan yang MESUM!" ucap Baekhyun dengan sinis dan penuh penekanan di kata 'mesum'. Kris langsung gugup, ia tahu pasti apa yang membawa Baekhyun menghampiri nya dengan aura sekelam ini.

"Ah~ se-selamat pagi, Baekkie-ah~" balas Kris dengan manis. Tapi di balik itu semua, nyalinya menciut walau hanya melihat tatapan tajam Baekhyun

'Bisakah kalian keluar sebentar ?' pinta Chanyeol pada beberapa murid yang sudah berada di dalam kelas, merekapun menganggukan kepalanya dan keluar tanpa mau menanyakan apapun. Chanyeol tersenyum meminta maaf, kekasih Baekhyun itu langsung beridiri bersandar pada pintu dengan kedua tangan di lipat di dada. "Pemandangan pagi yang menyenangkan" ucap Chanyeol pada diri sendiri sambil menahan tawa melihat wajah gugup sahabatnya. Ia tahu alasan mengapa Baekhyun semenyeramkan ini, karena Baekhyun sudah menceritakan semuanya pada Chanyeol kemarin malam melalui telepon.

"A-apa ada yang merusak moodmu pagi ini Baekkie ?" Tanya Kris pura-pura tidak tahu. Baekhyun semakin geram karenannya. Namja imut itu mendengus sebal. Masih dengan Kris yang duduk manis di kursi nya dan Baekhyun yang berdiri di hadapannya.

"Ada seorang namja mesum yang merusak moodku." Ucap Baekhyun. dan Kris menahan ekspresinya supaya ia terlihat biasa saja

"Na-namja mesum ? me-memang nya apa yang di lakukan namja mesum itu ? Tanya Kris lagi. kali ini ia merutuki dirinya karena malah memancing amarah Baekhyun

"Ah~ Kau ingin tahu, Yifan-ah ? kau tahu ? namja mesum itu sudah MELECEHKAN sepupuku yang polos" jawab Baekhyun tajam

GLUP

Kris menelan ludah nya gugup. Ia memang sering melihat Baekhyun marah-marah. tapi kali ini Baekhyun terlihat menyeramkan, apalagi dirinya-lah yang saat ini menjadi penyebab—Korban kemarahan Baekhyun.

"Berhentilah berlagak bodoh! Mr. Wu yang Mesum! Katakan apa yang sudah kau lakukan pada bibir virgin sepupuku eoh ?~"

"Baek-baekkie.. a-aku bisa menjelaskan ini.. a-aku—"

"DASAR MESUM! AKAN KUBUNUH KAU!"

PLAK BUGH PLAK PLAK BUGH BUGH

"AWWW BAEKKIE HENTIKAN~~ INI SAKIT" mohon Kris pada Baekhyun yang memukul tubuh dan wajahnya bertubi-tubi dengan tangan mungilnya sendiri. Ia bangkit dari duduknya, berusaha menghindari baekhyun dengan berdiri. Tapi Na'as, ia kalah cepat dengan Baekhyun. namja bertubuh mungil itu sudah melompat menaiki punggung nya dan menarik rambut nya dengan kasar.

"Dasar kurang aja! Aku membiarkan kau membawa sepupuku, tapi kau malah berbuat mesum padanya! Sialan, itu ciuman pertama Taozi !" marah Baekhyun semakin brutal menarik rambut Kris.

"Baekkie.. Aww! kumohon hentikan, Aww! ini sakit sekali. Ssshhhh ...Aku akan menjelaskan padamu, tapi kumohon berhenti" pinta Kris sembari menahan jemari-jemari Baekhyun yang terus menarik rambut nya kuat. Baekhyun seolah menulikan telinganya dari jeritan kesakitan Kris. Ia justru semakin kuat menarik helaian rambut Kris

Chanyeol yang tidak tega melihat sahabatnya yang sudah babak-belur dan juga kekasih nya semakin beringas, segera menghampiri kekasihnya. menarik Baekhyun supaya turun dari punggung Kris dan berhasil! Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun dengan erat, menahan kekasihnya yang berontak dan bersiap menyerang Kris lagi. Kris pun sudah terduduk di pojok kelas dengan nafas yang tersengal-sengal dan juga kondisi yang mengenaskan—juga. jelek.. rambut nya acak-acakan, wajahnya banyak lebam, kemeja nya juga berantakan. Di luar kelas pun sudah di penuhi oleh murid-murid yang penasaran. Mereka terkejut begitu melihat Baekhyun yang begitu bringas memukuli sahabatnya sendiri. Beruntung dari salah satu murid itu tidak ada Tao. karena, sebelumnya Baekhyun sudah meminta Xiumin dan sehun untuk menjaga Tao supaya tidak menghampiri kelasnya. Supaya bisa melancarkan aksinya menghabisi Kris.

"Channie, lepaskan aku! Biarkan aku membunuh namja mesum ini!"

"Sudah, sayang. Sebentar lagi bel berbunyi. Dan lagi, apa kau tidak kasihan melihat Kris ? dia sudah sangat berantakan, kendalikan emosimu sayang"

"ANIO! Aku tidak akan melepaskan namja mesum ini! lepaskan aku IDIOT!" Baekhyun masih saja berontak. Tidak mendengarkan ucapan-ucapan lembut yang Chanyeol katakan. Dengan sekuat tenaga, Chanyeol mengangkat Baekhyun dan membawanya menjauhi Kris. Walau masih di dalam kelas.

Baekhyun melirik Kris yang sudah terlihat mengenaskan. Ia menenangkan dirinya sejenak, ketika emosi nya sudah reda ia berjalan menghampiri Kris. Membuat Chanyeol menahan nya, takut Baekhyun kembali memukul Kris. Baekhyun yang mengerti tatapan Chanyeol pun segera menjawab.

"Aku tidak akan melakukan apapun, Channie" ucap Baekhyun lembut dan Chanyeol melepaskan cekalan tangannya. Begitu sudah berada di hadapan Kris yang terlihat benar-benar mengenaskan, Baekhyun mengulurkan berfikir Baekhyun akan kembali memukulnya

"Aku tidak akan memukulmu" ujar Baekhyun yang mengerti Kris masih ketakutan.

"Aku tidak akan meminta maaf, tapi aku akan membawamu ke ruang kesehatan dan mengobati lukamu. Kajja~" dengan bantuan Chanyeol, Baekhyun memapah Kris menuju ruang kesehatan. Di koridor, mereka bertemu dengan sahabat-sahabat mereka—Kyungsoo, Luhan dan Chen—ketiga orang itu langsung menghampirinya

"Oh My God, Kris! Apa yang terjadi pada mu ? kemana wajah tampanmu pagi ini ?" ucap Chen yang terkesan mengejek. Membuat Kris mendengus sebal

"Jadi benar yang murid-murid katakan… kau yang melakukan ini Baekkie ?" Tanya Luhan penasaran, dan Baekhyun menganggukan kepalanya sambil tersenyum canggung

"Kau sangat kejam Baekhyuna~" ucap Kyungsoo

"Ya! kenapa kalian malah menanyakan hal tidak penting! Cepat bantu aku mengobati luka di wajahku"ujar Kris kesal karena sahabat-sahabatnya itu malah mengulur waktu. Tidak mau Kris mengamuk, akhirnya merekapun membawa Kris ke ruang kesehatan.

.

.

.

"A-aww pelan-pelan Baekhyun-ah!" jerit Kris kesakitan saat Baekhyun menekan lukanya dengan kapas yang sudah di celupkan cairan alcohol untuk menyembuhkan luka.

"Ya! kau ini bawel sekali, aku sudah pelan-pelan tapi kau masih saja menjerit. Bersihkan lukamu sendiri!" Baekhyun yang kesal pun melemparkan kapas itu ke wajah Kris dan memilih duduk di samping Chanyeol

"Ya! kau bilang kau ingin mengobati lukaku"

"Kau sangat berisik! Jadi aku malas" ucap Baekhyun acuh. Membuat Kris mendengus sebal

"Aku akan membantu mengobati lukamu, Kris." Tawar Kyungsoo dengan segala kebaikan hatinya. Kris pun tersenyum senang

"Oh~ Do Kyungsoo, sahabatku yang paling pengertian" ucap Kris berlebihan, membuat yang lain menatapnya malas

"Dasar cengeng! Luka kecil begitu saja" ejek Chanyeol

"Ya!~ bagaimana bisa kau bilang ini luka kecil oeh ? kau tidak lihat wajah bonyok ku ini ? kepala ku juga sakit, karena kekasihmu menarik rambutku dengan brutal. Cih, dasar kalian sepasang kekasih tidak punya hati" ucap Kris kekanakan, membuat yang lainnya tertawa. Melihat sahabat-sahabatnya malah tertawa Kris semakin kesal

"Ya! berhenti tertawa, kalian membuat lukaku semakin sakit"

"Aigoo~ aku tidak percaya ini, aku baru saja melihat Kris yang kekanakan" ledek Chen begitu mereka semua menghentikan tawanya.

"Aku yakin, Suho hyung dan Lay hyung akan menertawakanmu nanti" tambah Chen

"Ah~ ku dengar Joonmyeonie hyung dan Lay hyung akan kembali nanti sore. Benarkah ?" Tanya Kyungsoo

"Ya, kami berencana akan menjemputnya setelah pulang sekolah nanti" jawab Luhan

"Kau ikut kan, Kyungsoo ?" Tanya Kris. Kyungsoo menatap Kris ragu, seolah mengerti arti tatapan itu. Kris pun menawarkan Kyungsoo untuk ikut mobilnya

"Tenang saja Kyungsoo, kau akan berangkat bersamaku. Aku tidak mungkin tidak membawamu, karena kau adalah dongsaeng kesayangan Suho hyung" ucap Kris dan di setujui oleh yang lainnya. Mereka memang tidak menyangkal kalau Kyungsoo adalah orang yang Suho kasihi setelah Lay tentu saja. Sebelumnya Kyungsoo tidak tahu siapa itu Suho, tapi Baekhyun memperkenalkan Kyungsoo pada Suho. Suho menyukai sifat Kyungsoo yang tenang dan juga baik hati, dia adalah orang yang tidak banyak bicara walaupun terkadang terkenal cuek. tidak hanya Suho, kekasihnya pun juga sangat menyukai Kyungsoo.

"Kau ingat saat Suho hyung bilang ingin membelikan Kyungsoo sebuah mobil, supaya Kyungsoo tidak perlu menaiki bis lagi ?" Baekhyun mengorek kembali kebaikan Suho

"Ya, dengan segala ketenangannya, dia menolak itu" dengus Chen mengingat betapa bodoh nya Kyungsoo

"Ponsel, Tas, Sepatu, Laptop, dan masihh banyak lagi. semuanya Kyungsoo tolak" Luhan mencubit pelan tangan Kyungsoo, membuat Kyungsoo terkekeh kecil mendapati tanggapan teman-temannya tentang bagaimana ia menolak semua pemberian Suho

"Satu-satunya yang tidak ia tolak adalah saat Suho hyung mentraktir nya makan" tambah Chen

"Aku tidak akan menerima itu semua sampai kapanpun. Suho hyung terlalu baik padaku, sedangkan aku bukanlah siapa-siapa nya. kalau aku menerima itu semua, aku tidak akan tenang, karena aku merasa mempunyai hutang yang sangat besar padanya." Ujar Kyungsoo, yang lainnya pun terdiam. Ini pertama kalinya Kyungsoo mengungkapkan alasan mengapa ia tidak pernah mau menerima pemberian Suho hyung. Dan lagi-lagi, ia terlihat sangat tenang.

"Lagi pula, aku masih mempunyai kedua orangtua yang akan selalu memenuhi kebutuhanku. Ya~ walau tidak bias memiliki barang-barang mahal, aku masih sangat mensyukuri itu." tambahnya dan kemudian tersenyum kecil untuk sahabatnya

"Kau memang Do Kyungsoo-ku~~" Baekhyun menghampiri Kyungsoo kemudian memeluknya erat. Di ikuti oleh Luhan kemudian Chen.

"Terima kasih karena kalian sudah mau berteman denganku" ucap kyungsoo pelan, ia membalas pelukan-pelukan sahabatnya

"YA! Berhenti memeluk Kyungsoo, dia sedang mengobati lukaku—Ya! kaliaaan"

.

.

.

.

.

TTEEETT TTEEEETTT

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Para murid sudah di bebaskan pulang dan tidak ada pelajaran tambahan, mengingat minggu depan sudah memasuki ujian pertama dan murid-murid di anjurkan belajar di rumah. Dan terlihat 7 flower boys berkumpul di lapangan parkir, bersiap menaiki mobil. Siapa lagi kalau bukan—Kris, Chanyeol, Luhan, Chen, Baekhyun, Kyungsoo dan Sehun.

Tidak jauh dari sana, terlihat dua orang namja imut sedang berjalan menuju lapangan parkir. Yang satu bermata seperti panda dan satunya lagi berpipi gembil. Keduanya terlihat mengobrol dan sesekali tertawa, namja bermata panda itu telihat sedang memeluk sebuah boneka panda berukuran kecil.

"Xiuminnn~ Gomawo untuk boneka pandanya" dengan tersenyum lebar, Tao berterima kasih pada Xiumin

"Aku sudah berjanji memberikan boneka panda padamu Tao" ujar Xiumin dan keduanya masih melanjutkan jalan menuju lapangan parkir.

Dan Manik mata Tao tampak berbinar ketika ia melihat seseorang yang tidak ia temui sedari tadi sedang berdiri bersandar di pintu mobil namja it. Tao juga bisa melihat sahabat-sahabat gege nya.

"Gegeeeee~" teriaknya lantang sambil berlari menghampiri Kris. Begitu sampai, ia langsung memeluk Kris dengan erat

GREP

"Gege, kemana saja ? kenapa tidak menemuiku tadi ?" Tanya Tao begitu ia melepas pelukannya. Ia menatap Kris dengan imut, seperti nya namja manis itu tidak begitu memperhatika lebam yang ada di wajah Kris. Karena Kris menggunakan masker untuk menutupi lebam di sudut bibir nya juga di pipi.

"Maaf, Panda. Ada beberapa urusan yang harus gege selesaikan" jawab Kris sambil melirik Baekhyun yang sedang menatapnya tajam.

"eunggg~ Gege, ayo kita kerumah gege~" ajak Tao dan tanpa Tao duga, Kris malah menggelengkan kepalanya

"Tidak sekarang panda~"

"Wae ~ ?" Tanya Tao sedih

"Gege harus menjemput teman di bandara" jawab Kris lembut. Tidak ingin membuat Tao bertambah sedih

"Boleh aku ikut ?" pinta Tao. dan lagi-lagi Kris menggelengkan kepalanya, Tao menatap Kris dengan mata berkaca-kaca. Namja panda itu mengedarkan pandangan nya dan ia bisa melihatKyungsoo, Baekhyun hyung nya bersama Chanyeol, lalu Luhan dan Sehun, Chen dan.. Xiumin ? apa mereka akan pergi bersama-sama ? Tanya Tao dalam hati dan seketika itu membuat nya semakin bersedih.

"A-apa kalian akan pergi bersama-sama ?" Tanya Tao lagi dan mereka menganggukan kepala. Tao menundukan kepalanya, membuat yang lainnya bingung. Dan tanpa di duga, isak tangis kecil terdengar dari Tao. mereka semua langsung mendekati Tao

"Waeyo, Panda ?" tanya Kris dan Tao tidak menjawabnya.

"Uljima, Taozi!" ucap Baekhyun tegas. Tidak ingin sikap manja Tao keluar saat ini

"Hikss… Baekkie hyung bilang, apapun yang Baekkie hyung punya itu juga punya Tao. tapi sekarang.. hiksss" yang lainnya terlihat bingung dengan kata-kata Tao

"Baekkie hyung juga bilang, siapapun—hiksss.. teman Baekkie hyung… juga akan menjadi teman Tao.. hiksss.. A-apa Kalian tidak pernah menganggao Tao sebagai teman ?" Tanya Tao, ia mendongak supaya bisa melihat wajah para Hyung nya. ketika mendengar penjelasan Tao berikutnya, mereka mengerti kenapa Panda itu menangis. Tao sudah salah paham. Tangis Tao semakin kencang ketika para Hyung tidak ada yang menjawab pertanyaannya, termasuk Kris!

"Hikksss…. Kalian jahat… hikss… Tao benci… Hikss" Kyungsoo yang sedari tadi diampun menghampiri Tao dan membawa namja panda yang lebih tinggi darinya itu kedalam pelukannya. Ia mengelus punggung Tao dengan lembut, mencoba menenangkan Tao

"ssttt~ uljima, kami tidak bermaksud seperti itu~ tenang saja, kau akan ikut sayang~" ucap Kyungsoo dengan lembut

"Pa-pasti, Kyungsoo hyung terpaksa kan ?" Tanya Tao sesenggukan

"Aniyeyoo~" jawab Kyungsoo lembut

"Berhenti menangis, Taozi! Kau ini cengeng sekali!" ucap Baekhyun tegas. Tao semakin memeluk Kyungsoo dengan erat dan meredam tangis nya yang kembali kencang.

"Berhenti menangis, sayang. Kau tahu kan gege sangat membenci saat kau menangis" ucap Kris lembut dan mengambil alih tubuh Tao dan membawanya kedalam pelukannya. Tao langsung melingkarkan kedua lengannya pada leher Kris. Ia terlihat seperti bocah berusia 5 tahun yang ketakutan karena di marahi oleh ibu nya.

Kris menggerakan kepalanya, memberi isyarat kepada teman-temannya untuk segera memasuki mobil masing-masing. Sedangkan ia kembali menenangkan Tao. beruntung skeolah sudah sepi saat ini, kalau tidak pasti mereka sudah menjadi bahan tontonan. Beberapa menit kemudian,seorang namja menghampirinya

"Hyung! Aku tidak membawa mobil, boleh aku—" namja itu Kai. Kris menganggukan kepalanya dan menyuruh Kai untuk segera masuk kedalam mobil. Ketika membuka pintu penumpang, Kai sedikit terkejut ketika menemukan seseorang sudah duduk manis di sana. Namja manis itu, Do Kyungsoo, tersenyum canggung ketika melihat Kai.

"Aku akan ikut mobil Kris-ge" beritahu Kai dan Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya.

Kembali kepada Kris yang masih menenangkan Tao.

"Jangan dengarkan apa yang di katakan Baekhyun, ne~ dia tidak serius mengatakan itu"

"Ta-tapi, aku memang cengeng ge~ hikss"

"Anio~ tidak seperti itu, sayang" Kris mengeratkan pelukan nya di pada pinggang Tao. dan Tao semakin erat memeluk leher Kris, melesakkan kepalanya ke lekukan leher namja tinggi itu.

"Kau tidak cengeng, sayang. Kau hanya terlalu sering menangis ketika kau merasakan sesuatu yang tidak enak pada hatimu" jelas Kris. Lalu menciumi puncak kepala Tao.

"Jinjja~ ?"

"Ne'~ jadi, kau harus berhenti menangis ne' ?" bujuk Kris dan Tao menganggukan kepalanya tanpa melepaskan pelukannya pada leher Kris.

"jja~ sekarang ayo kita berangkat~" ajak Kris lalu melepaskan pelukan nya. Tao menatap Kris ragu

"Apa aku boleh ikut, ge~?"Tanya Tao takut-takut

"Tentu saja, sayaang~" jawab Kris lalu mengecup puncak kepala Tao dan setelahnya ia membawa Tao masuk kedalam mobilnya. Duduk di sebelah kursi pengemudi. Begitu Tao masuk, ia sudah melihat Kai dan Kyungsoo yang duduk di belakang.

"Kayiiiii~" panggil Tao dengan imut

"Ya~ sudah berapa kali ku katakan, bukan Kayi, tapi Kai! Kai... K A I.. ishh kau Panda menyebalkan" protes Kai ketika Tao salah menyebut namanya

"Pandaku sudah berhenti menangis eoh ~?" goda Kyungsoo dan Tao menunduk malu

"Jja~ kita berangkat~" seru Kris, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Incheon airport. Setelah setengah jam menempuh perjalanan menuju bandara. Akhirnya ketiga mobil itu sampai, mereka langsung memarkirkan mobil dan setelahnya mereka menunggu di pintu kedatangan Bandara Incheon.

Setelah menunggu selama setengah jam, akhirnya kedua orang yang mereka tunggu-tunggu menampakan diri mereka dari pintu kedatangan. Ke-sembilan orang itu langsung menghampiri kedua orang itu dan memeluk mereka, melepaskan rindu karena sudah lama tidak bertemu. Sedangkan Tao hanya berdiam diri, ia tidak mengenali siapa lelaki yang memakai pakaian formal kantor dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya dan namja manis di sebelah nya memakai pakaian casual yang terlihat sangat pas ketika ia memakainya.

"Nuguseyooo ~?" Tanya Lay lembut, ia menghampiri Tao yang terlihat kebingungan

"Dia sepupuku hyung" Baekhyun menjawab pertanyaan Lay, karena Tao hanya diam saja dan memilih bersembunyi di belakang Sehun. Aigoo~ menggemaskan sekali, panda kalau sedang malu-malu.

"Perkenalkan dirimu, Tao" ucap Sehun menarik Tao untuk berdiri di sebelahnya.

"An-anyeonghaseyo, Huang Zi Tao imnida~" Tao memperkenalkan dirinya di hadapan Suho dan Lay, kemudian ia membungkukan badannya sekilas

"Ah~ jadi ini sepupu manja-mu yang sering kau ceritakan Baekhyun-ah ?" Tanya Suho dan Baekhyun menganggukan kepalanya.

"Hyuuung~ aku tidak manja!~" protes Tao dengan imut, membuat yang lainnya tertawa

"Ternyata, kau memang sangat menggemaskan Tao-ah~" ucap Suho ramah dan Tao menunduk malu

"Suho hyuuung~ aku lapaaarrr~" rengek Baekhyun manja. Yang lain nya pun menjadi ikut-ikutan, mereka memang seperti itu jika sudah bertemu suho

"Kalian lapar ? baiklah~ kali ini, restoran mana yang akan kita kunjungi ?" Tanya Suho dan mereka semua berteriak senang. Seperti seorang ayah yang hendak membuat anak-anak nya senang dengan mengajak mereka pergi ke taman bermain.

"Bagaimana kalau kita ke distrik Sinsa-Dong di daerah Gangnam ? aku ingin mengunjungi restoran 'Jung Sik Dang'. Teman-teman ku bilang Daging disana sangat enak dan juga pelayanan nya di jamin sangat memuaskan" usul Lay dan yang lain langsung menyetujuinya. Dimanapun itu, restoran yang Suho dan Lay pilih pastilah restoran terbaik dan tentu saja dengan harga yang tidak murah.

"hmm~ Baiklah, Kita akan pergi ke Gangnam sekarang!~ dan setelah nya, kita akan pergi berbelanja" seru Suho dan remaja-remaja itu pun berteriak senang. Hidup bagailah surga ketika mereka sudah bersama Suho, batin mereka semua.

"Yeee~ kajja.. kajja.. kajjaaa~"

Merekapun pergi meninggalkan bandara dan pergi menuju Gangnam dengan mobil merea. Suho dan Lay di antar oleh supir mereka, karena Suho terlalu lelah jika harus menyetir. Sebenarnya ia ingin sekali istirahat, tapi demi menyenangkan dongsaeng-dongsaeng nya ia rela meluangkan waktunya. Merasa tidak kuat menahan kantuk, Suho pun menyandarkan kepalanya di bahu sang 'Istri' dan melingkarkan lengannya di pinggang ramping Lay. Sepertinya ia benar-benar lelah, terbukti ia langsung tertidur setelahnya.

Lay mengelus kepala Suho dengan lembut, lalu mencium puncak kepalanya. "Tidurlah, chagi. Aku tahu kau sangat lelah. Saranghae~"

.

.

.

.

.

TBC/END ?

.

.

.

.

Aku bawa Chapter 10 ^^~ tbc nya gantung banget ya ? hehe

maafya udah membuat kalian nunggu lama hehe ~

Tolong sabar ya~ soalnya aku kan gak setiap hari duduk depan komputer hehe~

Terima kasih ya untuk kalian yang udah Review (aku gak bisa sebutin satu-satu ._.v) Review kalian ngebuat aku jadi semangat lanjutin ff ini hehehe ~

Mungkin aku agak lama lagi untuk update chapter depan hehehe ._.v

Jadi... tolong REVIEW ya ^^~

.

.

.

.

.

TERIMA KASIH :D