.

Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Valentine Day

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 10 -

Itu semua adalah kilasan balik Toshiro hingga hari ini.

Karena serbuan di luar ruang pertemuan itu dia baru bisa benar-benar beristirahat setelah memindahkan semua cokelat yang menghalangi lorong keruangannya dibantu oleh Akatsuki yang berbaik hati meminjamkan kekuatan manusia serigalanya untuk membawa semua dan menarik perhatian puluhan shinigami yang lewat.

Kapten yang lainnya juga menerima perlakuan yang sama tapi tidak seburuk dirinya. Toshiro menghela nafas dan menyandarkan dirinya ke kursi sambil menutup matanya. Akatsuki sedang mengantarkan sisa cokelatnya pada beberapa shinigami lain seperti Matsumoto, Jidanbou, Ikkaku, Yumichika, Kiyone, Sentaro dan Hanatarou.

Ketika itu banyak sekali gadis yang masuk dan keluar dari ruangannya untuk memberikannya cokelat yang bahkan tidak ingin dia hitung lagi. Perlahan Toshiro berpindah dan duduk didepan taman kecilnya. Salju masih turun perlahan dari langit yang menghembuskan angin dingin.

"Ternyata anda disini..."

Toshiro menoleh dan melihat Akatsuki datang dengan beberapa minuman hangat. Gadis itu mendekat dan meletakan minuman itu disamping Toshiro lalu duduk. Toshiro memperhatikan minuman yang dibawa Akatsuki. Itu bukanlah teh seperti biasa, warnanya cokelat dan juga berbau seperti cokelat namun jauh lebih lembut.

"ini adalah setengah dari hadiahku, My Lord..." kata Akatsuki.

Toshiro terdiam dan mengambil minuman itu. Dia mencium baunya sebelum mencoba. Matanya segera melebar, tentu itu adalah cokelat. Sebuah minuman cokelat hangat yang sangat berbeda dari apa yang pernah dirasakannya selama ini. Dia memperhatikan minuman itu lalu kembali ke gadis disebelahnya.

"Terima kasih.."

Pemuda itu mendekatkan wajahnya dan mencium kening gadis itu. Membuatnya Akatsuki terpaku selama beberapa detik. "Ini pertama kalinya aku mendapatkan cokelat senikmat ini" kata Toshiro tersenyum dengan tulus. Tangan lebarnya mengusap kepala Akatsuki dengan lembut. Hal ini dilakukannya tanpa sadar. Begitu sadar, dia tersipu dan menarik tangannya.

Akatsuki hanya tertawa dengan warna merah di wajah, "sama-sama dan selamat hari valentine, My Lord."

.

.

.

OMAKE...

"H-hei, jangan dorong-dorong!"

Dari balik sebuah bangunan terlihat beberapa orang sedang mengintip. Para gadis shinigami dan secara mengejutkan semua kapten lainnya bersembunyi dibelakang dinding. Mereka ingin sekali melihat setengah dari hadiah yang Akatsuki maksud. Beberapa gadis sudah datang dengan kamera di tangan dan mengambil puluhan foto ketika keduanya sedang berbicara.

Mereka tidak pernah menyangka kalau Toshiro begitu romantis. Melihat kapten itu tersenyum tulus dan mencium kening Akatsuki membuat semua gadis jatuh hati.

"Shiro-kun memang hebat.." puji Ukitake.

Kyoraku mengangguk setuju, "ya, kuakui dirinya memang hebat."

"Aku tidak pernah tahu, Taichou bisa seromantis itu dengan Akatsuki-chan" Matsumoto tersenyum membayangkan kembali adegan itu. "kau akan belajar banyak jika kau tidak selalu bermalas-malasan, Matsumoto-san" kata Unohana berjalan pergi dengan senyuman puas seolah dia sudah lama mengetahuinya. Byakuya hanya terdiam melihat itu dan pergi menjauh.

"Sekarang..." Nanao membetulkan kacamatanya "siapa saja yang sudah mengambil foto tadi?"

Pertanyaannya dijawab dengan senyuman lebar sebagian besar para gadis. Sepertinya foto kali ini akan menjadi foto paling bersejarah di seluruh Seireitei. Cukup berdoa agar Toshiro tidak menemukannya saja.

.

Sementara yang lain masih mengawasi dari jauh. Toshiro kembali teringat dengan kamarnya. Dia terlihat serius, tanpa tahu ada yang memperhatikan mereka. Dia meminum cokelat hangat itu sambil berbicara, "Akatsuki, apa kau ingin melanjutkan itu lagi?" (melukis maksudnya).

.

"melanjutkan? Apa maksud Hitsugaya-taichou?" kata Soi Fon.

Matsumoto mulai pucat, pikirannya dipenuhi beberapa hal tidak pantas, 'apa mungkin selama ini mereka' pikirnya. Orang-orang yang mengintip mereka tertahan nafasnya. Mereka tidak tahu apa yang dibicarakan Toshiro dan berpikir macam-macam. Mereka melihat Akatsuki tersenyum. (Matsumoto You are really have dirty mind)

.

"Tentu, My Lord. Jika anda mau.." kata gadis itu.

.

Beberapa gadis yang bersembunyi ikut terpaku, pria yang lainnya tampak sangat pucat 'tidak mungkin!' Pikir mereka bersamaan.

.

"Aku ingin melihat semua hingga akhir. Hyorinmaru juga tidak sabar dan mulai menggangguku lagi." Toshiro mengeluh. Dia mengangkat cokelat hangatnya "kita lanjutkan saja ini di kamar sekalian."

.

'di kamar!? Tidak sabar?!'

.

Dengan begitu semua gadis pingsan tidak sadarkan diri. Para kapten laki-laki membuka mulut mereka lebar karena kaget. Sementara yang lainnya sibuk berpikir, mereka tidak tahu kalau yang dimaksudkan oleh kedua orang itu adalah melukis dinding kamar.

(semua ini hanya untuk humor saja. Gomenasai! Tidak akan berpengaruh pada cerita yang lain. Mungkin? Tapi yang jelas nanti tidak ada gosip aneh dan setiap shinigami tahu kalau Toshiro dan Akatsuki membicarakan tentang lukisan dinding. Ini loh bagian rated M, cuma bahasanya aja. saya tidak bermaksud menodai pikiran siapapun.)

.


.

This is End.

Please Review!