Update! Chappie 10.

D.S : Akhirnya~ *tears falling*

Miku : Kok lama?

D.S : Kau tahu? Aku sakit seminggu kemarin ini. Trus aku udah mulai kerja. Susah banget ada waktu untuk Fic ini. Untung chappie 10 rampung juga.

Warns : Abal, aneh, alur kecepetan, gaje, typo(S), dll.

This story trully is mine.

DLDR!

"Gimana nih? Aduh.. Kostumnya bisa hilang kemana sih." Kata Luka bingung.

"Aahh! Itu kan.." Kata Len menunjuk ke langit-langit.

"Astaga!" Kata Meiko-sensei.

Semua yang ada disana melihat kearah yang ditunjuk Len.

"Itukaaann! Baju Kaito dan Miku. Kenapa robek dan penuh corat-coret." Kata Gakupo.

"Gawat, ada yang tidak suka dengan mereka." Kata Mikuo.

Sontak Miku merasa kakinya lemas. Terduduk dilantai.

"Sepertinya ada Fans Kaito yang ga suka Miku duet dengannya." Kata Mikuo.

"Gimana dong? Kan bahaya buat Miku juga." Kata Luka bingung.

"Kalian tetap tampil, Megurine.. Yang rusak hanya costum Cendrillon kan? Bisa tolong buatkan lagi?" Kata Meiko-sensei

"Tapi.." Kata Miku.

"Pakai seragam saat mau pakai kostum ini." Kata Meiko-sensei.

Kaito tampak mengetahui sesuatu, ia memutuskan untuk menyelidikinya nanti.

.

..

"Aku takut Mikuo-nii." Kata Miku.

"Tak apa.. Di panggung kan ada Aku, Kaito dan Gakupo. Kalau ada yang mau ngapa-ngapain kan kita bakal tolongin kamu." Kata Mikuo

Kaito menepuk pundak Miku. Gakupo menunjukan Jempol padanya.

"Arigatou.. Minna.." Kata Miku pelan.

"Aku bakal bantuin liat! Nanti aku peluk dan kusiksa dia." Kata Len dengan sifat Yandere (?)

"Hehehe.. Arigatou Len" Kata Miku tertawa melihat tingkah Len.

"Nahh~ kalau tersenyum kan lebih baik." Kata Gakupo.

Miku tersenyum.

"Hatsune, kau tenang saja, akan ku urus." Kata Meiko-sensei.

"Arigatou sensei." Kata Miku.

"Nah! Ayo tampil!" Kata Len.

.

..

"Huwahh.. " Kata Len lelah.

"Kalian hebat anak-anak. Tidak ada miss. Siap buat selasa nanti nih." Kata Meiko-sensei.

"Yup! Tentu!" Kata Gakupo.

"Ya, tentu saja." Kata Mikuo.

"Pasti donk!" Kata Len.

"Em." Kata Kaito.

"Iya." Kata Miku.

"Bagus, sekarang kita bantu Megurine." Kata Meiko-sensei.

"Baik" Kata semua (minus Kaito & Meiko-sensei.)

"Ah.. Luka-nee.. Gimana kostumnya?" Kata Len yang masuk duluan.

"Sudah lumayan, ah, baju Miku ku bedain sedikit ya, roknya agak ku pendekin." Kata Luka.

"Eehh? Emank yang kemarin kurang?" Kata Miku kaget.

"Ya.. Yah kayak rok yang kau pakai sekarang tapi agak ku panjangin, kan agak ngembang." Kata Luka.

Gakupo dan Len melirik yang sontak langsung dijitak Mikuo dan Kaito.

"Jangan begitu." Kata Mikuo.

Miku tertawa-tawa melihat tingkah mereka.

"Aahh~ Mikuo-nii ja'ad deh.." Kata Len dengan sifat Shota yang kumat.

"Aku juga mau pakai baju Miku~" Kata Len.

"Ish! Mana bisa." Kata Gakupo.

"Apa ini tidak bisa?" Kata Len dengan puppy eyes to the max.

Gakupo mundur. Semua tertawa-tawa. Kaito hanya tersenyum saja. Miku melirik ke arah Kaito.

'Kaito-nii kalau tertawa seperti apa ya?' Pikir Miku.

"Baiklah, kalian bantu-bantu dulu, aku mau balik ngajar." Kata Meiko-sensei.

Tak lama setelah Meiko-sensei pergi.

"Aku keluar sebentar." Kata Kaito.

"Kai-nii mau kemana?" Kata Len.

"Sebentar saja, kalian disini aja." Kata Kaito.

Miku sedikit penasaran, ia tetap membantu Luka, tak lama ia beralasan ke toilet dan menyusul Kaito.

.

..

"Ini pasti kerjaanmu" Kata Kaito sedikit kesal.

"Enak aja." Kata seseorang.

Miku baru sampai dan sembunyi mendengar pembicaraan mereka, ia tak berani mengintip.

"Tak mungkin orang lain lagi." Kata Kaito.

"Cish, emank cuma aku yang bakal begini." Kata Orang itu.

"Ya!" Kata Kaito kesal.

"Ck, ya, emank aku? Kau puas?" Kata orang itu.

Miku ingin mengintip tapi ia tak berani, ia takut ketahuan.

"Sudah kutegaskan dulu? Jangan ganggu aku, terutama Hatsune." Kata Kaito.

"Emanknya napa? Kenapa dengan Hatsune Miku?" Kata orang itu.

"Dia orang penting untuk diriku, jangan kau pernah ganggu dia lagi." Kata Kaito. Kaito melangkah ketempat Miku berada, mendengar langkah kaki, Miku langsung kabur.

"Ck, lihat saja Shion Kaito." Gumam orang tersebut.

.

..

"Darimana aja Kaito?" Kata Mikuo.

"Ada urusan sebentar.. Mana Miku?" Kata Kaito.

"Ah.. Tadi dia ke toilet, kemana ya.. Kok lama?" Kata Mikuo.

Tepat saat itu, Miku masuk keruangan.

"Ah, Miku lama sekali." Kata Len.

"Iya, gomen, haha." Kata Miku. Miku masih deg-deg-an dan penasaran dengan orang yang ditemui oleh Kaito. Tak lama ia sibuk lagi.

Sedangkan Kaito, ia melihat keluar jendela, ke arah langit.

"Kaito? Kau kenapa?" Tanya Mikuo.

Kaito mengelengkan kepalanya.

"Ahh! Lapaarrr!" Kata Len.

"Ck, si Shota lapar." Kata Gakupo.

Len mendekat ke Gakupo dan peluk dengan gaya Shota.

"Gakkyun~ kasi makanan donk." Kata Len dengan manjanya.

"Hiyy~ apa-apaan.. Kau makin parah aja, Gakkyun?" Kata Gakupo merinding.

"Wahahaha~ Gakkyun?" Kata Mikuo tertawa terbahak-bahak.

"Hmph." Luka menahan tawa.

Miku sudah tertawa-tawa. Kaito hanya tersenyum.

"Cocok sekali." Komentar Luka.

"Lukaaa! Kok gitu sih." Kata Gakupo.

Yang lain tertawa makin keras.

"Gakkyun, jangan gitu." Kata Len memainkan jari telunjuknya di atas dada Gakupo.

"Stop Len.. Lemes aku.." Kata Gakupo.

"Gakkyun ~" Kata Mikuo dengan imutnya.

"Kalian berdua stop ah." Kata Gakupo.

Miku dan Luka tertawa-tawa. Saat Miku melirik Kaito. Ia hanya tersenyum-senyum saja. Miku penasaran sekali dengan tawa berpaling pada Len.

"Nee.. Len-kun. Apa Kaito-nii pernah tertawa?" Tanya Miku.

"Em? Kai-nii? pernah tidak ya.. Entahlah.. Biasanya ia hanya tersenyum-senyum saja." Kata Len.

'Wahh.. Bener-bener ice prince.' Pikir Miku.

.

..

Tiba-tiba handphone Kaito berdering.

"Hem.. Iya.. Nanti pulang aku baru kabari." Kata Kaito.

"Ada apa Kai-nii?" Tanya Len.

"Tak apa kok." Kata Kaito.

Miku dan Luka sibuk membuat kostum. Gakupo dan Mikuo sedang pergi beli makan. Len sibuk menyusun barang. Kaito tadinya sedang main gitar, setelah telepon masuk, Kaito tampak termenung menatap langit.

'Heuh.. Lagi-lagi..' Pikir Kaito.

Tentu masih ingat masalah Kaito di beberapa chappie yang lalu. Kini ibunya Kaito menanyakan jawaban Kaito.

'Aku masih ingin disini.. Apa setelah lulus SMA aja ya.. Masih 1 tahunan lebih sih.. Yah, begitu saja.' Pikir Kaito.

.

..

"Iya, begitu saja. Iya. Sampai jumpa, sama beritahu Kaiko. Jangan suka menyelinap keluar." Kata Kaito ditelepon.

"Kau serius Kaito? Tak mau ke Amerika?" Kata Oto-san.

"Ya, nanti saja. Aku masih banyak yang harus kubereskan. Lagi pula Oto-san kan belum bisa pindah kesana. Choco belum cukup untuk dibawa juga." Kata Kaito.

"Ah.. Benar sih, baiklah kalau begitu keputusanmu." Kata Oto-san.

"Choco, ayo jalan keluar." Kata Kaito sambil mengeluarkan tali.

"Guk!" Kata Choco senang.

Kaito memasang tali ke kalung leher Choco dan mulai berjalan-jalan.

Saat Kaito melewati sebuah mini market dekat sana. Tiba-tiba Choco berbalik dan mengonggong.

"Ada ap.. Ohh.. Miku." Kata Kaito yang agak bingung ketika Choco berbalik.

"Kaito-nii." Kata Miku saat ia menyadari gonggongan Choco. Choco terlepas dan berlari mengitari Miku dengan ekor yang terkibas dengan gembira.

"Choco.. Apa kabar." Kata Miku mengelus-elus Choco.

Choco mengibaskan ekornya dengan gembira.

"Dia senang sekali melihat mu." Kata Kaito.

"Hehehe.. Choco.. Anak pintar." Kata Miku setelah mendengar perkataan Kaito.

"Yah, dia tidak begitu kalau melihat Mikuo ataupun Len." Kata Kaito.

"Hem? Maksudnya?" Kata Miku.

"Dia suka padamu seperti dia suka padaku." Kata Kaito.

Miku mengangguk-angguk.

"Kau habis dari sana?" Tanya Kaito melihat bungkusan dari mini market.

"Iya, aku beli susu strawberry. Ah! Ini satu untuk Kaito-nii.. Choco boleh minum ini?" Kata Miku seraya mengeluarkan sekotak susu.

"Boleh kok. Em, tolong pegangi dia sebentar." Kata Kaito menyerahkan tali ke Miku dan berlari kedalam.

Tak lama Kaito kembali dengan membawa 2 sandwiches dan 1 kotak biskuit anjing.

"Bagaimana kalau kita duduk disana." Kata Kaito menunjuk di taman dekat sana.

.

..

Choco tampak menikmati cemilannya. Choco memang senang biskuit. Sedangkan tuannya dan Miku sedang makan sandwiches.

Miku mendongak keatas dan melihat langit penuh bintang germelap.

"Wah.. Banyak sekali bintangnya." Kata Miku.

Kaito ikutan mendongak keatas. Lalu merebahkan diri dihamparan rumput, Miku tetap duduk karena tidak memungkinkan.

"Ahhh! Bintang jatuh! Ucapkan permohonan." Kata Miku.

Kaito dan Miku memejamkan mata dan mengucapkan permohonan masing-masing.

"4hari lagi ya." Kata Kaito.

"Em. Iya, benar. Besok latihan disekolah?" Tanya Miku.

"Ya, benar." Kata Kaito.

"Aku takut.." Kata Miku.

Kaito menepuk pundak Miku.

"Tenang lah. Pasti tidak akan kenapa-napa." Kata Kaito.

"Em." Kata Miku.

.

..

"Aaahhh.. Aku ngantuk.. Sabtu begini masih harus datang." Keluh Len.

Gakupo masih berjalan dengan tampaknya yang mengantuk.

Kaito juga agak mengantuk, ia duduk diam di kursi secara terbalik.

Mikuo duduk menyender pada tembok.

"Jangan malas begitu! Selasa sudah mau tampil." Kata Meiko-sensei.

"Nee.. Sensei.. Kalau tampil juga harus butuh keadaan prima." Kata Len.

"Iya, tapi ini sudah jam 8 dan kalian masih mengantuk?" Kata Meiko-sensei.

"Senseiii~ kami memang biasa tidur sampai jam 10-an kalau hari sabtu." Kata Gakupo.

"Habisnya hari biasa kami tak bisa santai, terlebih minggu ini." Kata Mikuo.

"Dasar banyak alasan, mana Hatsune?" Kata Meiko-sensei.

"Miku? Iya yah.. Belum kelihatan." Kata Len sambil celingukan.

"Loh, tadi kata mama Miku, dia udah jalan." Kata Mikuo.

"Haduh.. Apa dia kenapa-napa?" Kata Gakupo.

Kaito tampak tidak begitu tenang, ia bangun dan berlari keluar ruangan. Tak lama ia balik lagi.

"Mikuo! Berapa nomor handphonenya?" Kata Kaito.

"Eh! Sebentar.. Eng. 08xxxxxxx." Kata Mikuo.

"Aku cari dia, kalau ia datang atau ada kabar, kabari aku." Kata Kaito.

Setelah Kaito pergi.

"Sejak kapan si pangeran es begitu?" Kata Gakupo.

"Entah, kurasa Miku memegang peranan penting untuknya." Kata Len.

Mikuo terdiam sedikit.

.

..

"Nomor yang ada tuju sedang sibuk."

"Kemana dia?" Gumam Kaito sambil menelepon berulang kali seraya menuju ke tempat parkir motor.

Kaito langsung mengendarai motornya dan menuju tempat-tempat biasa mereka sering bertemu tanpa sengaja, menelusuri jalan Miku menuju sekolah.

Kaito berhenti didepan mini market. Ia menelepon Miku lagi.

"Tuut... Tuutt.. Klek."

"Miku? Kamu ada dimana?" Kata Kaito.

"Eh, aku? Ada di.. Err.. Dimana yah ini." Kata Miku dengan suara bingung.

"Didekatmu ada apa?" Kata Kaito.

"Ada supermarket xxxx dan halte.. Eumh.. Kyaaa? Halte diujung kota?" Kata Miku terkejut.

"Tunggu disana.. Aku segera datang." Kata Kaito.

"Eh, ap.." Belum sempat Miku berkata-kata. Kaito sudah mematikan sambungannya.

"Suara itu mirip Kaito-nii.. Apa dia yang telepon?" Kata Miku agak bingung.

'Darimana ia tahu nomor ku?' Pikir Miku

'Terlebih.. Kenapa aku bisa disini..' Pikir Miku makin bingung.

.

..

"Miku, kau tak apa kan?" Kata Kaito.

"Iya." Kata Miku.

"Yokatta.." Kata Kaito.

"Jujur aja, aku bingung kenapa aku bisa disini." Kata Miku.

"Gimana caranya kau disini?" Kata Kaito.

"Aku naik bus jurusan kesekolah.. Tiba-tiba aku mengantuk sekali di bus, jadi aku ketiduran. Saat bangun, sudah sampai disini." Kata Miku.

Kaito terdiam dan meminta Miku naik kemotornya dan segera kesekolah.

.

..

"Eehh? Ada kejadian seperti itu." Kata Len.

"Kau tidak apa-apa kan?" Kata Mikuo seperti ayahnya Miku.

"Iya, aku tak apa-apa kok. Gomenasai membuat kalian khawatir." Kata Miku.

Kaito menepuk pundak Mikuo lalu menunjuk keluar. Mikuo dan Kaito pergi keluar sedangkan Len dan Gakupo sibuk menanyai Miku.

Diatap sekolah.

"Kenapa Kaito, ada apa?" Tanya Mikuo.

"Aku tahu, siapa yang merobek kostumku dan Miku." Kata Kaito.

"He?" Respon Mikuo bingung.

"Ya.. Kurasa hari ini dia yang mengerjai Miku." Kata Kaito.

Mikuo terdiam.

"Maksudmu.. Jadi dia dalangnya?" Kata Mikuo.

Kaito mengangguk.

"Saat ku tanya, ia tidak mengelak sama sekali." Kata Kaito.

"Jadi? Apa yang kita harus lakukan." Kata Mikuo.

"Itulah yang ingin kubahas denganmu." Kata Kaito.

"Heum.. Kalau begitu... Sebaiknya sih diawasi.. Kalau Miku atau Kau kenapa-napa. Baru kita tindak lanjuti." Kata Mikuo.

"Baiklah kalau begitu." Kata Kaito.

.

..

"Baiklah, latihannya sampai disini dulu, besok datang lagi ya." Kata Meiko-sensei.

"Baik sensei." Kata semuanya.

"Nah.. Mau kemana nih?" Kata Len.

"Game center? Udah lama ga kesana." Kata Gakupo.

"Ah! Gakkyun memang pintar." Kata Mikuo.

"Stop Mikuo.. Aku merinding." Kata Gakupo.

Len dan Miku tertawa. Kaito hanya senyum-senyum saja.

.

..

"Ayo Gaku-nii, kita tuntaskan yang waktu itu." Kata Len berapi-api.

"Tentu." Kata Gakupo tidak kalah berapi-apinya.

Gakupo dan Len segera menzuju mesin game fighter dan main disana dengan aura panas (?).

Mikuo menuju mesin mobil arcade, sedangkan Kaito menuju mesin dance arcade.

Miku menonton Kaito bermain, ia tampak begitu piawai memainkan setiap langkah di dance pad tersebut.

Mata Miku tertarik pada mesin catcher.

Miku kesana dan melihat-lihat barang yang ada dimesin catcher, tiba-tiba mata Miku tertuju pada boneka kelinci yang ada didalam sana.

'Uwahh.. Lucunya.' Pikir Miku.

"Mau itu?" Kata Kaito yang 100% membuat Miku terperanjat.

Kaito tampak agak berkeringat setelah main beberapa lagu.

"Ti.. Tidak." Kata Miku.

"Tak apa, kau mau itu? Kuambilkan." Kata Kaito.

Miku diam saja.

Kaito memasukan koin dan mengambil boneka yang diinginkan Miku.

"Nah, yang ini kan." Kata Kaito menyerahkan boneka pada Miku.

"Ahh.. A.. Arigatou." Kata Miku tersipu.

"Ya, sama-sama." Kata Kaito menepuk pelan kepala Miku.

"Kau mirip sama boneka itu." Kata Kaito tiba-tiba.

"Eh?" Miku keheranan.

"Em, sama-sama punya telinga panjang kan?" Kata Kaito menunjuk twintails Miku.

Miku tersipu.

Kaito berjalan menuju Len dan Gakupo yang masih bertarung sengit.

"Nyahahaha.. aku tak akan kalah Gakkyun~" Kata Len sambil memencet berbagai macam tombol.

"Oh! Tak bisa Lenny.." Kata Gakupo yang tak kalah hebohnya memencet tombol.

Miku sweatdrop. Kaito ke mesin disebelah pasangan GakuLen dan mulai bermain. Miku duduk disebelah Kaito dan memperhatikannya bermain.

Tangan Kaito memencet tombol dengan cepat. Miku berpendapat, anggota G-Blaze selain mahir bernyanyi/ bermain alat musik. Mereka juga pintar main game. Miku ingat ia sering melihat Mikuo bermain game dikamarnya.

"Kau mau coba main?" Tanya Kaito pada Miku.

"E.. Eh.. Aku tak pernah main beginian." Kata Miku.

"Kalau yang itu pasti bisa." Kata Kaito menunjuk sebuah mesin arcade.

Miku melihat kearah sana.

"Hem? Eh? Mesin apa itu?" Tanya Miku.

Kaito menarik tangan Miku.

"Mesin untuk mengukur kekuatan vocal. Kau pasti bisa." Kata Kaito

Miku melihat kearah sana.

"Hem? Eh? Mesin apa itu?" Tanya Miku.

Kaito menarik tangan Miku.

"Mesin untuk mengukur kekuatan vocal. Kau pasti bisa." Kata Kaito.

"Hwe?" Respon Miku kaget.. Ia tidak pernah kepikiran kalau ada mesin seperti itu.

"Nah.. Ayo Miku." Kata Kaito setelah mengsetting.

"Ah.. Melodi ini." Kata Miku menyadari saat mulai masuk intro.

.

..

...

"New High Score!" Bunyi mesin itu.

Tak lama ramai orang mengerumuni mau tahu apa yg terjadi.

Miku agak gugup. Kaito menepuk pundak Miku.

"Tenang saja, itung-itung latihan nih." Kata Kaito.

Miku mengangguk dan meneruskan bernyanyi.

Suara Miku terdengar jernih meski kadang pitchnya agak ketinggian karena suara soprano Miku yang diatas rata-rata. Tetapi ia dapat mengelola suara tersebut sehingga tetap merdu dan pas pada lagunya.

.

..

...

"Huwaaahh.. Puas banget." Kata Len sambil merengangkan tubuhnya.

"Aku bosan, susah banget menangnya." Keluh Gakupo.

"Gakkyun payah sih." Cibir Len.

"Ck, kau hanya beruntung." Balas Gakupo.

"Sudah ah.. Kita udah lumayan lama berada disini, kalian kalau masih mau berperang, aku, Miku dan Kaito pulang duluan." Kata Mikuo.

"Jangan tinggalin aku." Kata Len memeluk lengan Kaito.

Kaito menahan kepala Len.

"Tidak terasa ya, sebentar lagi." Kata Kaito menatap langit.

Len memeluk lengan Kaito.

"Iya Kai-nii." Kata Len.

"Kambuh lagi nih si Len." Kata Kaito.

Mikuo dan Gakupo terkekeh-kekeh. Miku tersenyum melihat mereka.

"Ah.. Ngomong-ngomong. Bentaran lagi mau ujian ya. Udah mau musim panas." Kata Mikuo.

"Acara tahun ini kemana?" Tanya Gakupo.

"Hem, kurasa kita ke villa mu Gakupo. Bisa kan?" Kata Mikuo.

"Tentu, aku mau ajak Luka juga ah." Kata Gakupo girang.

"Hem, cepat istirahat. Besok mesti latihan lagi." Kata Mikuo.

.

..

...

Hari H.

"Aaahhh!" Teriak Len.

Orang-orang yang berada didalam ruangan menengok kearah Len.

"Aku takut Gaku-nii." Kata Len memeluk Gakupo.

"Takut sih boleh, jangan peluk kenapa?" Kata Gakupo.

"Hahaha.. Sempet-sempetnya kalian bertengkar." Kata Mikuo.

"Mana si Kaito?" Kata Mikuo celingukan.

"Wew.. Mana dia? Tumben jam segini belum kelihatan." Kata Gakupo.

Brrraakkkk...

"Huwahhh! Aku telat ya?" Kata Kaito setengah berlarian masuk keruang tunggu.

"Tidak kok. Kenapa? Kok siangan?" Kata Mikuo.

"Gak tahu motorku tiba-tiba bannya kempes. Kukira bakal telat." Kata Kaito sibuk sendiri.

"Ayo anak-anak! Siap-siap!" Kata Meiko-sensei.

"Baik."

.

..

...

"Huwah! Untung berjalan sempurna ya." Kata Gakupo meregangkan tubuh-tubuhnya.

"Iya, aku udah takut aja." Kata Len.

Miku mengangguk-angguk.

"Ayo kita pergi makan, terus cepat pulang. Bentar lagi udah mau dekat ujian." Kata Luka.

"Iya, bener banget." Raut muka Gakupo langsung berubah mengingat kata ujian.

"Kau nilainya gimana Len." Kata Mikuo.

"Uh, aku paling tidak suka pelajaran Geografi dan sejarah. Nilaiku cuma 50-an." Kata Len.

"Aku gimana." Tangis Gakupo.

"Kau harus digantung!" Protes Luka.

"Gimana kalau minggu nanti kita belajar bareng." Kata Mikuo.

"Baiklah, cuma Gaku-nii dan Luka-nee yang dirumah Luka-nee kan?" Kata Len.

"Iya, si Baka ini harus dipress habis-habisan." Kata Luka memberikan deathglarenya ke Gakupo.

"Yuk, cepat-cepat." Kata Miku.

To Be Continued.

D.S : mungkin chappie ini agak datar ya. Aku cape banget. Kerja.. haiz.. habis aku kan belum mulai kuliah.

Kaito : yang penting cerita ini kagak kebuang.

D.S : Kaito dingin banget. T.T

Reviewers

Hiyasumi-san

Hontouni gomenasai. Seperti yang D.S sebutkan diatas. D.S sibuk banget. Maaf kalo cerita chappie ini kurang menarik! Dukung D.S terus ya.

Hiwazaki Evelyn-san

Hontouni Gomenasai tidak bisa update cepat-cepat.

D.S mohon bantuannya sebanyak-banyaknya.

Sekian dulu. Mohon author galau ini. Hontouni arigatou buat yang selama ini ngikutin cerita D.S.