Matahari mulai terlihat, membuat semua makhluk hidup yang sedang tertidur bangun karena cahaya terangnya. Xiumin dan adik-adiknya segera bangun, bahkan kyungsoo dan Lay sudah berada di dapur menyiapkan sarapan. Mereka segera mandi lalu bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

''saengil chukae hamnida Xi Lu Han~'' kata xiumin.

''saengil chukae hamnida Xi Lu Han gege/hyung~'' kata adik-adik luhan.

''gomawo semua nya~'' kata luhan.

''ayo kita segera sarapan atau kalian akan terlambat!'' kata aoi. Gege nya hanya mengangguk.

Setelah sarapan mereka pergi ke sekolah bersama kecuali aoi.

.

.

.

Luhan pov

Hari ini tanggal 20 april, hari ini adalah hari ulang tahunku. Ya, walaupun mulai tahun ini aku tidak merayakan nya bersama orang tua ku tapi karena kehadiran xiumin hyung dan adik-adik ku, aku jadi tidak merasa sedih ataupun kesepian. Apalagi sekarang aku punya namjachingu yang tampan,baik,dan perhatian padaku serta hyung nya yang baik dan perhatian juga padaku.

Aku membuka pintu kelas ku saat aku dan xiumin hyung sudah sampai depan kelas. Aku dan xiumin hyung langsung duduk dibangku kami. Tiba-tiba sehun dan saudara nya datang kekelas ku.

''saengil chukae chagiya~'' kata sehun.

Sehun memeluk ku dari samping. Saudara-saudara nya menghampirku juga.

''saengil chukae hamnida luhan hyung~'' ucap mereka berlima serempak.

''gomawo semua nya~'' kata ku.

Ku lihat chen mulai berbincang dengan xiumin hyung. Suho dan kris sudah kembali ke tempat duduk mereka, chanyeol dan kai sudah kembali ke kelas mereka.

''hannie~ sepulang sekolah kita kencan ya.. aku ingin merayakan hari ulang tahunmu berdua saja!'' kata sehun.

Aku tersenyum. ''tapi aku kan harus bekerja hunnie~'' kata ku. sehun mempoutkan bibir nya, membuatku gemas.

''aish kau ini lu.. apa kau tidak dengar perkataan aoi tadi? Café hari ini ditutup karena kami dan juga dia belum membelikan mu hadiah.. kau taukan kemarin café sedang penuh-penuh nya!'' kata xiumin.

''ah aku lupa hyung bukan nya tidak dengar.. arraseo hunnie kita akan pergi pulang sekolah!'' kata ku.

''yeay~ gomawo hyung~'' kata sehun kepada xiumin hyung.

''kalau gitu, kita pergi bersama mencari kado untuk luhan hyung ya baozi!'' kata chen.

''nde.. arraseo jongdae-ah~'' kata xiumin hyung.

Bel masuk berbunyi. Sehun dan chen kembali ke kelas. Jonghyun mendekati luhan dan xiumin.

''wah lu kau hebat.. kau tau kan sehun itu the second ice prince di sekolah ini? Tapi dia bisa menjadi lembut dan manja saat kau ada disamping nya.. walaupun kau dan dia sudah berpacaran, tapi ku pikir sifat dingin nya tidak akan menghilang begitu saja!'' kata jonghyun.

Aku hanya tersenyum karena dia juga bingung kenapa bisa seperti itu. Suara deheman kris dan suho membuat jonghyun bergedik ngeri langsung duduk dibangku nya. Aku hanya tersenyum menatap suho dan kris, lalu dibalas senyum oleh mereka berdua.

End luhan pov

.

.

.

''hannie~ apa kau sudah siap untuk pergi?'' Tanya sehun saat sudah di kelas 12-A.

''nde aku sudah siap hunnie~'' balas luhan.

''kajja kita jalan-jalan!'' kata sehun.

Chen terkekeh melihat sehun yang mengandeng luhan keluar kelas. Chen pun mengandeng xiumin ke tempat parkiran.

.

''akh.. bubble tea emang selalu manis ya..'' kata luhan.

Sehun langsung mengajak luhan ke taman setelah membeli bubble tea untuk mereka.

''bagiku kau lebih manis dari bubble tea!'' kata sehun lalu tersenyum.

Kata-kata sehun berhasil membuat wajah luhan merona manis, luhan memukul lengan sehun pelan. Sehun meringis kesakitan –padahal tidak sakit #plak- lalu mengecup pipi luhan sekilas. Wajah luhan benar-benar merah seperti udang rebus, sehun tertawa melihat kekasih cantiknya itu #ups.

Other side

Bel pulang sudah berbunyi, baekhyun segera bergegas merapikan buku. Saat baekhyun melihat bangku chanyeol, ternyata dia tidak ada.

Kemana yeolli? Tadi dia sendiri kan yang mengajak pulang bersama.. lagipula setiap hari kami kan selalu pulang bersama.. kalau tidak ada dia, lalu aku mencari hadiah untuk luhan hyung dengan siapa?

''ah minho, apa kamu melihat chanyeol?'' Tanya baekhyun.

''chanyeol? Dia tadi dipanggil nana sonsaengnim!'' jawab minho.

''kok aku tidak lihat ya?'' kata baekhyun bingung.

''mungkin karena kau sedang sibuk merapihkan buku.. sudah ya aku duluan, annyeong~'' kata minho.

''ah nde.. annyeong~'' kata baekhyun.

Tiba-tiba handphone baekhyun bergetar. Baekhyun segera membuka pesan yang masuk dari chanyeol.

Baekki~ maaf bisakah kau menunggu ku di parkiran? Aku dipanggil oleh nana sonsaengnim dulu katanya ada yang perlu dia bicarakan

Baekhyun menghela nafas, lalu memasukkan handphone nya ke dalam saku celananya. Baekhyun segera mengambil tas dan berjalan keluar kelas.

Karena iseng dan tidak mau bosen menunggu lama baekhyun memutuskan pergi ke halaman belakang sekolah. Baru saja sampai baekhyun melihat nana sonsaengnim dengan chanyeol di halaman belakang. Baekhyun segera mendekati secara perlahan agar tidak ketahuan lalu bersembunyi di balik tembok. Baekhyun bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka berdua.

''ada apa sonsaengnim memanggil ku kesini?'' Tanya chanyeol dingin.

Chanyeol khawatir dengan baekhyun yang pasti –menurutnya- sudah menunggu di parkiran. Seorang diri.

''chanyeol.. aku tau mungkin kau heran dengan jalan pikirku ini..'' nana mengantungkan kalimatnya. Chanyeol terlihat bingung dengan ucapan gurunya itu.

''aku.. aku menyukai mu park chanyeol.. saranghae..'' ucap nana sonsaengnim final.

Chanyeol dan baekhyun membeku mendengar ucapan itu. Wajah baekhyun memerah, mata nya sudah berkaca-kaca, tubuhnya bergetar, tanpa baekhyun perintah air mata nya turun membasahi pipi yang memerah itu. Baekhyun yang menyadari air matanya turun segera mengusap nya kasar, lalu berlari pulang sambil terus menangis.

''apa yang sonsaengnim pikirkan sebenarnya? Maaf saja tapi aku sudah menyukai orang lain dan dia adalah sahabatku dari kecil, Byun Baekhyun! Kau membuang waktu ku saja!'' kata chanyeol tegas dan dingin.

Nana sonsaengnim menangis tapi chanyeol malah meninggalkan nya. Chanyeol hanya memikirkan baekhyun, bukan siapapun sekarang. Chanyeol berlari ke parkiran. Tapi dia tidak menemukan baekhyun. Chanyeol langsung mencari ke kelas tapi tidak menemukan nya juga. Chanyeol pun mencari ke seluruh penjuru sekolah, tapi tetap tidak menemukan baekhyun. Chanyeol pun segera melesat ke rumah baekhyun –café exo- untuk memastikan baekhyun sudah pulang.

.

.

''YAK! Apa sebenarnya yang sudah kau lakukan eoh?!'' Tanya xiumin dingin.

Chanyeol sekarang sudah ada di depan pintu café, dan ada xiumin menghalangi pintu masuknya.

''apa baekhyun ada disini hyung?'' Tanya chanyeol.

''tentu saja bodoh! Dan sekali lagi aku Tanya, apa yang sudah kau lakukan eoh?!'' kata xiumin dingin.

''memang nya ada apa hyung? Aku tidak melakukan apapun!''kata chanyeol.

''kalau kau tidak melakukan apapun kenapa adik ku baekhyun menangis?'' Tanya xiumin sinis.

''MWO?! Baekki menangis? Dimana dia sekarang hyung? Aku ingin melihat nya!'' chanyeol berusaha masuk tapi dihalangi oleh xiumin.

''ANIYA!'' teriak xiumin. Lay pun keluar dari dalam.

''aish berisik sekali kalian ini.. chanyeol-ssi pulanglah, baekhyun sedang tidak mau bertemu dengan mu!'' kata lay lembut.

Chanyeol pun menyerah dan kembali ke rumah nya.

Sesampai nya dirumah chanyeol langsung memasuki kamar dengan wajah pucat. Hyung nya dan kai sampai-sampai kesal karena chanyeol tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka ucapkan.

.

.

Malam harinya

''hannie ayo kembali ke sekolah..'' ajak sehun.

''eh.. kenapa kita kembali ke sekolah hunnie?'' Tanya luhan.

''aku punya kejutan untuk mu!'' jawab sehun.

Luhan pun pasrah ditarik sehun masuk ke mobilnya. Selama perjalanan luhan terus menanyakan maksud sehun, yang ditanya hanya terkekeh saja.

.

''ini.. sejak kapan seperti ini? Hunnie~ beritau aku sejak kapan seperti ini?'' Tanya luhan.

Luhan dan sehun kini sudah ada didepan pohon sakura disekolah mereka. Tapi ada yang membuat luhan bingung. Tepat dibawah pohon sakura itu, ada sebuah meja dan 2 kursi yang berhadapan, di atas meja sudha tersedia makanan dan minuman. Dan entah kenapa pohon sakura ini masih lebat dan daun nya belum menjadi hijau padahal seharus nya sudah mulai berkurang karena terus tertiup angin sejuk.

''apa kau suka hannie? Jika tidak kita bisa ke tempat lain..'' Tanya sehun.

''aku suka hunnie~ sangat suka~'' jawab luhan dengan nada manja nya. Sehun tersenyum, mempersilahkan luhan untuk duduk.

''hunnie~ kau belum menjawab pertanyaan ku..'' kata luhan.

''hyung ku yang menyiapkan ini semua hannie..'' jawab sehun lalu tersenyum.

''ini romantis hunnie.. tapi aku juga takut karena sekolah gelap..'' kata luhan.

''tenanglah hannie.. aku akan selalu menjaga mu..'' kata sehun.

Setelah selesai makan malam nya, sehun menggenggam tangan luhan lalu menariknya untuk berdiri dengan lembut.

''hannie.. tunggu dulu disini ya.. jangan kemana-mana, aku akan kembali..'' kata luhan.

Belum sempat luhan bertanya, sehun sudah melenggang pergi. Entah kemana sehun pergi, meninggalkan luhan seorang diri.

Luhan yang bosen hanya duduk termenung menunggu kedatangan sehun. Sudah 10 menit sehun menghilang –ani maksud nya meninggalkan dia sendirian. Tiba-tiba ada sepasang mata menutupi mata luhan, luhan memegang kedua tangan itu. Luhan tersenyum karena menyadari siapa pemilik tangan itu.

She's my baby saehayan geu son kkeute
Nogabeorin syokollatte you're walking into my door, oh yeah!

She's my lady nunbusin ni ipsure
Ppajyeobeorin naneun noye i'm running into your heart, oh yeah!

Jom deo neol naege boyeojwo (don't lie)
Soljikhaejindamyeon (it's gonna be easy)
Dan han beondo neukkil su eopdeon dalkomhan hamoni
Don't be too late!

Chinguga anya
Namjaigo sipeo neoegen
Eotteon sarami anya
Ojik dan han saram, neol jikyeojul

Chinguga anya
Imi cheoeum neol bon geu sunganbuteo
Geunyang haneun mal anya
Lady! Ojik nan neomaneul

Teibeul wiro jantteuk heuteobeorin eojireopge ssodabeorin
Heundeureobeorin seotun sarang gobaek are you ready for love?

Diamondboda deo areumdaun humchigo sipeun geu nundongja
Geu sogeseo ojik neol kkumkkugo sipeo

Moreuncheok hajima gogael deureo nareul bwa
Nae nun pihajima jeoldae pogi motae neol

Jom deo gakkai dagawa (don't stop!)
Neol gamssa aneumyeon (everything's alright)
Nae gwitgareul ganjireophideut heureuneun mellodi
Don't be too late

Chinguga anya
Namjaigo sipeo neoegen
Eotteon sarami anya
Ojik dan han saram, neol jikyeojul

Chinguga anya
Imi cheoeum neol bon geu sunganbuteo
Geunyang haneun mal anya
Lady! Ojik nan neomaneul

Chinguga anya
My lady
Geunyang haneun mal anya
Lady, ojik nae sarangeul

She's my baby saehayan geu son kkeute

Entah darimana suara itu mengiringi suara sehun menjadi sebuah lagu yang indah. Luhan tidak berhenti tersenyum sejak tadi bahkan semakin melebar. Sehun melepaskan tangan nya lalu memasangkan sesuatu di leher luhan. Luhan yang merasakan sesuatu yang dingin menyentuh lehernya langsung menunduk. Luhan terkejut melihat kalung yang sama seperti xiumin hyung nya dan kyungsoo.

''itu hadiah dari ku hannie~ apa kau suka?'' Tanya sehun.

''aku suka sekali hunnie~ gomawo hunnie~'' jawab luhan senang.

''jika kau mau hadiah lain, katakan saja pada ku ne!'' kata sehun.

''ini saja sudah cukup hunnie~ gomawo~'' kata luhan.

''hannie jangan menatapinya terus.. sekarang liatlah ke gedung sekolah!'' kata sehun.

Luhan segera mengangkat wajahnya dan menghadap lurus ke arah gedung sekolah, betapa terkejut nya luhan. Gedung sekolah dihiasi banyak lampu yang sangat indah, membuat tulisan dan gambar rusa kecil.

Saranghae Xi Lu Han

Luhan tersenyum lebar sangat manis, tanpa dia ketahui air mata nya membasahi kedua pipinya. Sehun yang melihatnya langsung mendekati luhan, lalu menghapus air mata itu dengan lembut.

''jangan menangis hannie~ aku kan buat ini agar kau bahagia bukan nya menangis..'' kata sehun.

''aku menangis karena bahagia hunnie~ gomawo hunnie~ gomawo~'' kata luhan senang.

''pipi mu lembut sekali hannie~'' goda sehun.

Luhan merona manis, sehun terkekeh melihatnya. Sehun mengajak luhan berdiri dari bangkunya.

''shall we dance, my princess?'' Tanya sehun sambil tersenyum.

Luhan mempoutkan bibirnya imut lalu mengangguk pelan. Sehun tertawa lalu mengajak luhan berdansa. Berdansa di bawah pohon sakura yang masih bermekaran lebat, angin bertiup pelan. Berdansa berdua di temani bulan dan bintang yang menghiasi langit malam sangat indah, dan lampu-lampu yang ada di gedung sekolah.

Tanpa mereka sadari seorang yeoja cilik memperhatikan mereka sejak tadi dari atas langit. Tubuhnya melayang, dia memakai dress seperti penyihir berwarna biru langit dan topi kerucutnya yang berwarna biru juga. Dia terlihat manis, apalagi dengan rambut panjang nya yang terurai. Yeoja itu tersenyum melihat pasangan yang sejak tadi dia perhatikan.

''satu lagi pasangan berhasil!''

''chukae~ semoga kalian bahagia selamanya~'' dan dengan itu yeoja itu menghilang.

.

.

.

.

TBC

Mianhae readers semakin gaje, membingungkan, dan apalah itu *pundung

Lagu kayaknya tidak sesuai ya? Aku bingung lagu apa yang pas karena lagi dengerin my lady nya EXO jadi pakai itu deh hehehe ^^

Chap sebelumnya juga hancur lebih malah *pundung

Mianhae ne readers *bow

Oh iya, #Happy25thLuHanDay readers ^^

Last,

Mind to review? *bow