That's really him, Akina?

Anak Tunggal Jeon yang Tampan

-Part of University-

Jeon Taekook

Nozomi Akina

Kim Namjung

Park Jihyun

Chae Hyunggi + Chae Yoonwoo

Rate : T-M

Genre : Humor, Hurt/Comfort, Family, Romance

.

Setiap tengah malam, Taekook selalu memimpikan Akina datang padanya,

meminta maaf, memeluknya dan menciumnya.

Dia pikir akan lebih mudah untuk melupakan Akina dengan mencari

seseorang yang pantas untuk di jadikan kekasih…

Namun, takdir berkata lain… di Universitas… Taekook semakin tergila-gila pada Akina.

.

;; Rizkah Hijriyah ;;

Happy Reading ^^

But, if you don't like, you can click back NOW!

.

.

.

Geez, Taekook harusnya tahu dari awal. menjadi mahasiswa itu ada enaknya dan tidaknya. terutama ketika dirimu sudah menginjak tahun kedua di universitas.

Jeon Taekook. Putra tunggal dari pasangan Jeon Jungkook dan Kim Taehyung yang kini berusia dua puluh tahun. Pemuda yang sedang belajar untuk menjadi dewasa seperti teman-temannya yang lain, dan mencoba kabur dari masa lalunya.

Ia merapikan sebentar kemeja yang dipakainya. menatap ke cermin dengan pandangan kesal. pasalnya, ia belum menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Sastra Jepangnya. sesekali menggerutu ketika ibunya terus memanggil dari lantai satu untuk mengajaknya sarapan.

Taekook benci! Taekook membenci dirinya sendiri jika dia belum menyelesaikan tugas. Tapi karena demi apapun, tugas harian senior high school nya lebih baik dari tugas mata kuliahnya.

"Taekook-ah! cepat turun dan habiskan sarapanmu!"

"ck"

Gerutuan itu adalah yang kesekian kalinya di pagi ini. Ia bukannya tidak menghargai sahutan ibunya sendiri. Tapi, ibunya lah yang harusnya bisa mengerti jika anaknya sedang dalam kebingungan.

Tunggulah beberapa saat lagi dan Taekook akan muncul dihadapan Visual BTS itu.

"Jeon Taekook!"

"AKU TURUN! YA! AKU TURUN!"

Persetan dengan jas almamater yang tertinggal di kamar. Taekook hanya ingin turun ke ruang makan dan tidak membiarkan ibunya meneriakkan namanya berulang kali. Taekook malu pada tetangga keluarga Jeon. Mereka selalu mengatakan hal yang sama.

Taekookie~ apa kau berbuat salah lagi? Jangan buat ibumu marah… kau adalah anak tunggal, maka seharusnya kau tidak membuat orang tuamu khawatir.

Apanya yang anak tunggal? apanya yang membuat ibunya marah? Taekook tidak melakukan apapun! Nyonya Jeon saja yang mempunyai sifat aneh.

.

.

"aku berangkattt…"

Akhirnya, teriakan Taekook satu itu telah terdengar. Artinya, Jungkook akan pergi ke kantor BigHit sekalian mengantar Taekook pergi kuliah.

.

/

Anak Tunggal Jeon Yang Tampan

/

.

Bagi kebanyakan orang, menjadi mahasiswa adalah hal yang paling di inginkan oleh siswa-siswi yang terlanjur bosan dengan keadaan masa senior high school nya. Mereka akan berbondong-bondong mencari universitas favorite mereka dan belajar segiat mungkin demi masuk ke dalamnya.

Begitu pun dengan Taekook dan Jihyun. Hubungan persahabatan yang telah terjalin selama hidup mereka itu telah membuat mereka memiliki prinsip; sehidup semati. Yaitu, Taekook dan Jihyun akan memilih universitas yang sama dengan Namjung meski berbeda jurusan.

Taekook memasuki jurusan Sastra Jepang, Jihyun memilih jurusan Seni Tari, dan Namjung Sastra Inggris.

Jika bicara soal alasan. Mudah saja, Jihyun hanya ingin meneruskan tekad ayahnya di bidang tari. Namjung juga ingin membuat ayahnya bangga karena kecerdasannya di bidang akademik terutama bahasa Inggris. sedangkan Taekook?

Sejak kecil, Taekook sangat menyukai anime. Dan sempat berharap menjadi salah satu dubber yang akan mengisi suara tokoh anime tampan yang digilai nuna-nuna. Ditambah dengan kedatangan Akina sebagai jodohnya yang asli berasal dari Jepang, Taekook semakin memantapkan pilihannya.

Tapi kini ia hanya bisa pasrah. Ketika dia sudah menuliskan keinginannya untuk memasuki universitas dan jurusannya. Akina harus pulang ke Jepang tanpa membicarakan bahkan tanpa menyinggung masalah perjodohan itu dengannya.

Dan akhirnya Taekook yang sudah di terima masuk ke universitas tidak benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Sikapnya akan berubah jika sudah menyangkut masalah mata kuliahnya. Taekook seolah-olah tidak berminat lagi pada Sastra Jepang.

"oh… Yoonwoo-ssi"

Pemuda yang merasa namanya dipanggil pun menengok ke sumber suara. Disana, Jeon Taekook yang terkenal karena anak dari seorang bintang legendaries Bangtan Sonyeondan, Jungkook-Taehyung, sedang menatap dan melambaikan tangan kanannya ke arahnya.

"Yo… Taekook-ssi"

Taekook merengut. kesal dengan cara balas sapa yang di tujukan Yoonwoo untuknya.

"jangan panggil aku seolah-olah kita adalah teman dalam grup hiphop jalanan…" sungutnya. Taekook berjalan menghampiri Yoonwoo dan merangkul pundaknya sedikit mesra.

"apa yang kau lakukan, Taekook-ssi?" Yang di tanya hanya tertawa sembari melepaskan rangkulannya.

"Maaf…"

"tidak apa-apa…"

"apa ada berita baru hari ini?"

Yoonwoo mengangguk. Memperlihatkan sebuah kertas putih dengan gambar beserta tulisan yang dia bawa.

"kita kedatangan murid baru tingkat satu. Namanya Akina Jung… dia akan mulai belajar hari ini…"

Mata Taekook terbuka lebar menyaksikan foto seseorang bernama Akina itu di genggaman Yoonwoo.

"DIA AKINA?!"

Yoonwoo tetap tersenyum meski raut ekspresinya terlihat kebingungan. "Ya… bukankah kalian bersahabat? Taekook-ssi?"

Taekook menatap pemuda manis didepannya dengan ekspresi yang sulit di jelaskan. Berharap jika waktu dapat berhenti beberapa saat, karena, sungguh, Taekook tidak ingin membahas Akina, apalagi sekarang Yoonwoo lah yang berada dihadapannya.

Sudah dua tahun berlalu sejak Akina meninggalkannya dan pulang ke Jepang. Sudah cukup Taekook berada dalam kekecewaan yang mendalam. Sudah cukup!

.

.

"hyung.. aku ingin minta maaf.."

Taekook membuka matanya secara perlahan. Ia dapat melihat seorang pemuda yang ia kenal sedang terlihat sedih.

"Akina? kenapa kau ada disini?"

Pemuda Jeon itu memperhatikan sekelilingnya. semuanya berwarna putih. tidak terlihat ia sedang berada di sebuah ruangan, karena tidak ada satu pintu maupun jendela. Mungkinkah ia berada di Surga? apakah dia sudah mati?

"Hyung… aku mencintaimu…"

terbebas dari lamunannya, Taekook kembali memperhatikan Akina di depannya. Adiknya terus saja menundukkan kepala.

"sudah cukup Akina… aku tidak ingin berada dalam hubungan romantic seperti yang kau inginkan… aku… aku tidak ingin bersamamu…"

Akina menatapnya. Dia bahkan sudah meneteskan air mata.

"aku tidak jahat, Akina. ku mohon… simpan air matamu itu… aku tidak akan tahan melihatmu manangis…"

Karena sudah lama Taekook merasakan kecewa akibat Akina yang selalu membuatnya marah. sudah beberapa kali Akina membuatnya cemburu. Dia merasa jika Akina tidak peduli dengan perjodohan mereka. Dia mungkin tipe orang yang mirip dengan ibunya, Jeon Taehyung. Yang selalu menginginkan kebebasan.

Tapi, jika Taekook boleh bilang, kebebasan pun ada batasnya. maka ketika ia melihat Akina dengan pria lain di atap gedung, ia segera menurunkan kadar sukanya terhadap anak dari sahabat orang tuanya tersebut.

Dan jika benar, jika Akina adalah tipe orang yang bebas dan tidak terlalu mementingkan hubungan perjodohannya dengan Taekook, biarlah pemuda Jeon yang akan mengambil langkah kali ini.

"aku tidak akan pernah peduli dengan hubungan di antara kita, meski ada ikatan perjodohan sekali pun di antara kita. Aku tidak peduli!"

.

.

Sejak mimpi itu mulai datang menghantuinya beberapa kali. Kepala Taekook terasa pusing karena wajah Akina yang sedang menangis selalu mampir ketika ia mencoba untuk menduakannya.

Seperti sekarang ini. Bahkan sebelum Taekook ingin melihat wajah manis milik Yoonwoo yang di incarnya pun, wajah sendu Akina membuatnya berteriak di lorong yang cukup ramai.

"kau akan memperkenalkannya padaku 'kan, Taekook-ssi?"

"si-siapa yang akan diperkenalkan pada siapa?" tanya Taekook kacau. keningnya berkerut, khawatir memikirkan Akina.

"apa yang kau bicarakan, Taekook-ssi? apa kau sakit? sebaiknya kau pergi ke ruang kesehatan…"

"ti-tidak! aku baik-baik saja…" dan Taekook mengakhiri percakapan mereka dengan tawa hambar.

Hatinya berkecamuk setelah mendengar Yoonwoo menyuruhnya pergi ke ruang kesehatan. Taekook hanya tidak ingin bertemu dengan saudara kembar Yoonwoo. dia terlalu mengerikan.

"JEON TAEKOOK!"

Semua pikiran tentang Yoonwoo dalam otak Taekook seketika menghilang. Melihat Jihyun dari arah belakang Yoonwoo berlarian di koridor sambil meneriakkan namanya. pasti ada sesuatu yang tidak beres.

.

.

.

Jihyun baru saja sampai di kampus dan dia belum sempat sarapan karena Yoongi, ibunya sedang tidak enak badan. Sebagai anak yang baik, Jihyun menurut pada Jimin, ayahnya, untuk membeli makanan di kantin kampus.

Namun, pergerakan langkah kaki Jihyun di depan ruang guru terhenti. Ia sedikit menyembulkan kepalanya dari pintu dan melihat ke dalam. mencari tahu apa yang sedang terjadi dalam ruangan mengerikan itu.

Kedua matanya terbelalak melihat dua orang pria berbeda usia dan tinggi sedang mengobrol dengan dosen dari jurusan Akting dan Perfilman.

Bukan Jihyun terpesona dengan wajah tamu dosen kampusnya. Tapi karena ia mengenal betul kedua pria itu. Jung Hoseok, pamannya dan Akina Jung, sahabatnya.

Benaknya berkecamuk memikirkan hal yang terjadi di hadapan matanya. Ia menimang-nimang beberapa kali untuk pergi makan lebih dulu atau memberitahukan hal ini pada Taekook.

Seandainya saja Jihyun tidak melihat ke arah ruang guru, ia pasti tidak akan berada dalam kesulitan ini. Memilih berlari untuk menemui sahabatnya Jeon Taekook dan membiarkan perutnya kelaparan.

Tapi, ia juga tetap berterima kasih kepada Tuhan yang menuntunnya untuk melihat keadaan ruang guru. karena jika tidak, Taekook pasti akan shock melihat Akina berdiri dihadapannya.

.

.

.

"jadi benar? Akina pindah ke sini?"

"aku yakin… karena Hoseok ahjussi juga ikut…"

"apa yang harus ku lakukan, Jihyun?" racau Taekook. keningnya sudah dipenuhi keringat.

"a-aku tidak tahu… bagaimana jika kita beritahukan hal ini pada Namjung hyung?"

"jangan! dia sedang sibuk… kita bisa kena marah nanti…"

Yoonwoo, pemuda itu sejak tadi hanya diam menyaksikan percakapan dua sahabat di hadapannya.

"oh ya, kenapa kau bertanya 'jadi benar? Akina pindah ke sini?'. apa kau sudah tahu kabar ini?"

Taekook menunjuk selembar kertas yang di bawa Yoonwoo. Jihyun merebutnya kemudian membaca tiap kalimat dengan tergesa-gesa.

Sahabat Jeon Taekook, Park Jihyun dan Kim Namjung telah datang. Anak dari Jung Hoseok Bangtan Boys yang bernama Akina Jung akan pindah ke universitas ini mulai hari ini.

Mari kita buat dia suka suasana di sini dan memberitahunya kehebatan apa yang dimiliki kampus kita!

Hell. Jihyun menatap Yoonwoo dan Taekook bergantian. kepalanya sudah pusing dengan masalahnya bersama Namjung, dan sekarang… Taekook yang akan bermasalah dengan Yoonwoo.

Hah… ia ingin sekali memberitahu Yoonwoo jika adiknya itu sangat menyukainya. Tapi ia tidak berani. Yang ada, Taekook akan di terror oleh kakaknya Yoonwoo.

"a-aku tidak tahu… aku lapar, aku mau makan… sampai jumpa!" pamit Jihyun, kemudian dia berlari menjauh.

"YAK! Park Jihyun!"

"jadi, kau mau membantuku 'kan, Taekook-ssi?"

Taekook tersenyum canggung pada Yoonwoo. Mengambil kertas dari tangan Yoonwoo dan menempelkannya di madding.

Salah satu sifat yang Taekook sukai dari Yoonwoo adalah kesederhanaannya. Meski zaman sudah modern, Yoonwoo tidak terlalu menggantungkan hidupnya lewat gadget. Terbukti dari Madding club yang dia buat bersama teman-temannya yang lain sejak masuk ke universitas ini.

"Yoonwoo-ya?"

Jantung Taekook berdetak cepat. Mendengar suara orang lain memanggil laki-laki incarannya dari arah belakang.

"ya, hyung? ada apa?"

"apa yang sedang kau lakukan dengan Taekook disini?"

Bahkan memanggilnya tanpa embel-embel ssi, Chae Hyunggi, kakak dari Chae Yoonwoo sudah membuatnya ketakutan meski hanya mendengar suaranya.

"bukankah aku sudah melarangmu untuk dekat-dekat dengan adikku, Jeon Taekook?"

Taekook hanya mengangguk. Dibanding berujar satu kata dan berhadapan dengan Hyunggi. Ia lebih memilih untuk menyembunyikan wajahnya.

Ia ingat betul, minggu lalu, disaat ia berusaha mendekati Yoonwoo di kantin dan berakhir dengan Hyunggi yang hampir mencekiknya karena berani-berani menyuapi adik kesayangannya.

"kau terlalu berlebihan, hyung. kami hanya berteman…"

"aku tahu dia, Yoonwoo-ya. dia tidak baik untukmu…"

Sebelum Taekook sempat menjawab kalimat sarkatik Hyunggi. Yoonwoo menarik tubuh Taekook agar berada dibelakangnya. Bermaksud melindunginya dari tangan kakaknya yang sudah terlihat ingin melakukan sesuatu dibalik punggungnya.

"tadi Jihyun-ssi datang kemari…"

"oh ya? sekarang dia kemana?"

Benar. Taekook tidak pernah lupa jika Jihyun adalah dewi fortunanya. Hyunggi menyukai si pemuda Park itu. tapi kenapa Taekook lupa jika Jihyun ada berasamanya tadi? jika dia ingat, dari awal pasti Hyunggi tidak akan membahas kedekatannya dengan Yoonwoo dan akan langsung mencari Jihyun.

"dia pergi ke kantin… lapar katanya…"

"aku akan ke sana! Yoonwoo-ya, jangan sampai terlambat masuk ke kelasmu!"

Adiknya hanya melambaikan tangan pada kakaknya yang berlarian di koridor menuju kantin. meninggalkan dirinya dengan Taekook. Berdua… hanya berdua…

Tidak… sepertinya, karena kedua retina Yoonwoo dan Taekook melihat dengan jelas ada orang lain yang sedang berjalan di koridor. Tampak seperti sedang menghampiri mereka berdua.

Pakaiannya terlihat cukup rapi untuk ukuran mahasiswa. Tapi apa itu? kacamata hitam? sangat tidak sopan. untuk apa dia memakai kacamata di dalam kampus!

"ohayou gozaimasu… ogenki desuka?"

Yoonwoo dan Taekook saling bertatapan. apa yang diteriakan orang itu? belum sampai di depan keduanya tapi sudah menyapa dari jauh. dia benar-benar tidak sopan!

"Taekook hyung, kenapa kau diam saja?"

.

.

.

Jam telah menunjukkan pukul 12:10 pm, KST. Yang artinya istirahat kedua sudah berlangsung sejak sepuluh menit yang lalu. Kedua kaki jenjang Taekook yang tertutupi celana seragam sekolah itu melangkah menuju atap sekolah. Tujuannya tentu untuk memenuhi permintaan jodohnya.

Tangan kirinya ia taruh di dalam saku celana, ciri khasnya; coolest. Sedangkan kelima jari tangan kanannya sudah berada di kenop pintu. Tinggal diputar dan ia mungkin bisa melihat jodohnya, si Akina yang sedang tersenyum menyeramkan ke arahnya.

Ckrek…

"Taekook hyung? Kau 'kah itu?" tepat sepuluh detik Taekook membuka pintu yang menghubungkannya dengan atap gedung, sang pemuda Jeon lebih memilih kembali menutup pintu dan pergi. Meninggalkan Akina dengan raut wajah khawatir bersama seorang siswa disampingnya.

.

"a-ano, sebelum kau pergi. Maukah kau berfoto denganku?" dengan pelan, Akina mengeluarkan handphonenya dari saku celana dengan tangan gemetar.

"bagaimana jika kita mengambil foto bersama?" teriakan Jihyun terdengar bersamaan dengan tarikan tangannya pada pergelangan tangan Taekook. Menariknya untuk mendekat pada Akina yang tersenyum canggung. Sedangkan dirinya memilih untuk berada disisi Myungsoo dan Namjung.

"oh ya, Myungsoo hyung, apa aku boleh meminta nomor ponselmu? "

"tentu, sebagai gantinya… berikan nomormu juga"

Seketika semua terdiam. Taekook menghela napas kasar, mencoba untuk duduk kembali dan menghindar dari kerumunan itu. Namjung pura-pura tidak dengar dan memilih membawa Jihyun duduk disamping Taekook.

"tentu…"

.

.

.

Bersamaan dengan di lepasnya kacamata hitam. Orang itu tersenyum ke arah Taekook, tidak memperdulikan seorang lainnya yang berada di samping Taekook.

'Tuhan, apakah itu benar-benar dia, Akina?'

Orang itu, Akina Jung. semakin berjalan mendekati jodohnya. mengajaknya untuk berpelukan.

Tak mendapat respon. Akina beralih menatap teman kakaknya. menatapnya penuh curiga. "dia siapa, hyung?"

"di-dia… ah… kenalkan, dia Chae Yoonwoo… teman seangkatanku…" ujar Taekook gugup.

"sepertinya kalian sangat dekat…"

"tentu saja… orang tua kita adalah sahabat orang tuanya…"

"oh ya? memang siapa mereka?"

"kau tahu boy grup MonstaX, dulu? Kihyun ahjussi adalah sahabat Yoongi ahjussi… dan pertemanan mereka merambat ke member BTS dan MonstaX lainnya… begitu, Akina-chan"

"AKINA?!" pekik Yoonwoo. Ia hampir lupa dengan wajah Akina di selembar kertas yang sudah di tempel oleh Taekook beberapa saat lalu.

Akina menatap madding di sampingnya. memperhatikan fotonya yang tertempel di sana dan tersenyum pada Yoonwoo. "terima kasih, hyung. semoga kita bisa menjadi teman"

Dalam hati, Taekook sibuk merutuk akibat kehadiran Akina. Jika sudah begini, sia-sia saja usahanya untuk mendapatkan hati Yoonwoo dan melupakan semua tentang jodohnya.

Taekook hanya ingin menghindari Akina, Melupakan rasa sukanya pada Akina karena itu akan membantunya melepaskan diri dari ikatan perjodohan mereka. Meski harus melewati tentangan dari keluarga besarnya, Taekook tetap ingin membatalkan perjodohan itu.

.

.

.

-ToBeContinued-

Annyeong Haseyo~~~

Rizkah Hijriyah imnida ^_^

Kaget gak aku update chapter baru? *GAKKK *Hidoi-ssu :'(

Pertama-tama, maafkan aku karena tidak memberi kabar terlalu lama, tapi jangan nangis dong… kalian bisa baca ff baru ku yang lain sambil nunggu ff ini datang(?) hehehe…

Aku juga, sebenarnya masih pengen lanjutin ff ini karena belum happy ending *eh

Jadi, aku usahain buat update terussss sampai benar-benar end meski updatenya lama… maaf bangetsss

oh ya, aku juga punya akun lain, namanya rizkahhijriyah98 di akun ff sebelah *YouKnowWhatIMean plss… kalau berkenan kunjungi saja… maunya sih yang di sini serius (fanfic) yang di sana (humor) jadi…. ya…. gituhhh… tahu ah mau ngomong apalagi.

Intinya, terima kasih kalau sudah mau membaca update-an terbaru ff Anak Tunggal Jeon Yang Tampan readers-nim… LUV U :-*

PLEASE,,, don't be silent reader ^-^ Coz, I want you pick me up(?)

gapapa sih, Cuma supaya bikin aku tambah semangat aja gituhhhh :-D :-D