SUATU HARI YANG INDAH
A/N :Hidupku bergelimangan harta dan tinggal di rumah hatiku kosong sejak kedua orang tua kandungku meninggal dan aku tinggal bersama kedua saudara kandungku beserta kedua orang tua tiriku dan kedua saudara aku menemukan sosok yang membuatku jatuh cinta ketika aku menjadi artis film.
CHAPTER X :CINTAKU BERSEMI DI BANGKU UNIVERSITAS
Minggu ini adalah minggu pertama aku belajar di Tokyo sendirian sekarang karena Ino tidak melanjutkan sekolahnya duduk termangu di barisan kiri-kanan tidak ada yang mau tidak mau aku harus bisa berteman dengan mereka minimal hanya sebagai teman di saat kemudian,semua mata tertuju pada seorang mahasiswa yang memasuki terbelalak melihat mahasiswa Uzumaki Naruto alias Christoper De Hansel!Mahasiswi yang duduk di kiri-kananku terpesona melihat ketampanan artis multitalenta aku tersipu dia menyapaku karena mungkin hanya aku yang dia kenal."Hai Hinata!Selamat pagi."sapa Christoper."Se...selamat pagi juga Christoper."balasku tersenyum."Bagaimana kalau kamu memanggilku Naruto saja?Karena saat mendaftar aku memakai nama asliku." "Baiklah."Jujur aku lebih senang dengan nama aslinya ketimbang nama panggungnya soalnya lebih bagus dari nama anak-anak di Jepang pada entah mengapa Naruto a.k.a Christoper tidak mau memakai nama aslinya. Naruto pun duduk di dilihat dari depan,dilihat dari belakang saja sudah mempesona benar-benar tersipu malu menatap bagian belakang lama kemudian,seorang dosen cantik masuk ke dalam ruang memperkenalkan dirinya kepada Sabaku No biasa dipanggil sudah mengajar di Tokyo University sejak 3 tahun yang sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak.'Hidupnya sempurna.' ingin seperti dirinya yang berkarir tapi tetap bersuami dan menjadi membayangkan jika hidupku seperti dia menjelaskan tentang pelajaran seni peran yang selama ini kulakoni dalam dunia perfilman. Jam 03.30 sore,aku baru pulang dari merasa lelah sengaja,aku menabrak seorang meminta maaf padanya karena aku telah menjatuhkan ,pemuda itu adalah Sasori,teman sekelompokku waktu hanya tersenyum padaku dan tidak tahu apa Sasori baik atau yang pasti aku sudah lama kemudian,Naruto berjalan di sudah menyadari bahwa diriku telah jatuh cinta padanya."Dengar-dengar,film Box Movie pertamamu sukses ya?""I...iya.""Wah asyiknya!Tapi ingat kualitas aktingmu harus ditingkat lagi supaya lebih baik dari sebelumnya."Aku tersenyum menatap memang artis berpengalaman karena dia sudah terkenal sebelum aku menjadi artis film."Sedari kecil,baru kali ini aku mengobrol dengan ini,aku lebih disibukkan dengan karirku daripada mengurusi tuaku sudah beberapa kali membahas tentang hubungan percintaanku tapi aku selalu mengatakan bahwa aku belum memikirkan hal tidak mau seperti Hyuuga Hiashi,teman ayahku,yang terlalu dipusingkan oleh masalah cinta padahal sudah pernah menikah dan memiliki anak sampai akhirnya dia menikahi perempuan yang juga tidak mau seperti Uchiha Fugaku,ayah temanku,yang terlalu mementingkan karir sampai akhirnya dijodohkan dengan perempuan pilihan orang tuanya."Aku tertegun mendengar nama ayahku disebutkan Naruto."Err!Sejauh mana kamu mengenal Hyuuga Hiashi?"tanyaku."Ya sejauh dia mengenal ayahku."jawab Naruto. 'Mungkinkah Naruto yang sekarang adalah Naruto yang dulu pernah kukenal?' dari cara berbicaranya,dia sangat mirip dengan Naruto yang Naruto melanjutkan permbicaraannya."Tapi yang aku ingat hanyalah Kak Hyuuga Neji,putra pertama Hyuuga dia lebih tua dariku,tapi aku sudah menganggapnya teman karena dia baik."ujar semakin yakin kalau Naruto ini adalah Naruto kecil itu.
FLASHBACK ON :
"Kak Neji,apa kabar?Sudah lama aku tidak kesini!"teriak Naruto pada Kak Neji tersenyum manis pada anak kecil berwajah imut itu."Kabarku baik juga sudah lama tidak bertemu denganmu."balas Kak duduk di pangkuan Kak Neji."Oh ya mana Hinata?"Tidak lama kemudian,aku datang ketika Naruto menyebut namaku."Wah Hinata sudah pintar masak ya sekarang!Lihat saja,dia membawakan kue untuk kita."puji Namikaze Minato,teman dan ibuku tersenyum."Dia hanya bantu-bantu istriku saja."ujar menatap ke arah Hanabi yang duduk di samping ibuku."Yang kecil ini,sudah bisa masak belum hm?" "Belum,paman."Minato dan istrinya,Uzumaki Kushina,tertawa mendengar ucapan Hanabi."Saya senang lho melihat baik-baik semua."ujar Kushina."Pastinya karena ibunya baik." "Ayahnya juga baik kok Hiashi!Hahaha."Aku pun duduk di samping Kak menatapku."Nanti kalau kita sudah besar dan aku sudah punya uang sendiri,aku akan melamar Hinata."ucap Naruto semua orang tertawa termasuk Kak melirik hanya tersipu Naruto itu masih terngiang-ngiang di kepalaku hingga sekarang.
FLASHBACK OFF
"Sebetulnya aku pernah berjanji akan melamar perempuan yang namanya sama denganmu yaitu aku tidak pernah lagi berhubungan dengannya sejak pindah ke ,aku ingin datang ke Konoha lagi untuk menemuinya."Kami pun meninggalkan kampus menaiki sengaja,lagi-lagi aku berada di dekat Naruto karena aku duduk di samping Naruto."Eh,kamu pulang kemana?""Ke Jalan Sakura.""Oh,kalau aku ke Jalan kita searah ya!"Aku mengangguk mantap sambil menahan rasa di dalam sadar kalau aku sebetulnya jatuh cinta pada aku masih malu untuk banyak infotainment yang menyebar isu tentang hubungan Naruto dengan sejumlah artis di tempat kosku,aku berbaring di teringat akan istanaku di Konoha bersama para aku tidak senang dengan Juugo dan Karin,namun aku merindukan mereka karena aku merindukan anak mereka yaitu sangat lucu menurutku dan suka bermain dengannya bersama Hanabi walaupun Karin terlihat tidak suka aku bermain dengan tersenyum sendiri membayangkan memiliki seorang putri seperti -tiba,terlintas di benakku bayangan juga kata-katanya di telingaku kalau dia ingin mencari anak bernama Hinata yang dikenalnya dulu di yakin kalau Naruto sebenarnya mencari diriku karena hanya aku satu-satunya yang bernama Hinata aku belum mau memberitahunya kalau aku Hinata dari Konoha karena aku belum siap mengatakan yang aku makan siang kemudian bermimpi memperkenalkan Naruto pada mendiang ayahku ketika aku pulang ke pun merestui hubungan kami berdua sebagai sepasang terbangun dari mimpi indahku itu."Apa mungkin aku bisa dekat dengan Naruto?" menampar-nampar pipiku tidak percaya diri dengan perasaanku selanjutnya,aku sudah mendapatkan teman di bernama cantik dan rambutnya hitam panjang seperti bintang iklan berasal dari Kota bekerja sebagai penyanyi kafe di Tokyo dan dia tinggal di kontrakan sudah mengenalku sebelum aku memperkenalkan diri karena dia sering melihatku di senang memiliki teman aku tidak akan melupakan sahabatku yaitu masih suka mengirim SMS padanya walaupun jarang juga memanjatkan doa untuknya pada Tuhan supaya dia selalu dalam mengeluarkan sebuah buku diktat dari dia pun melakukan hal yang lama kemudian,Naruto menyapaku layaknya teman tersenyum manis padanya ketika dia debar jantungku semakin kuat saat memandang wajahnya yang istirahat,aku makan di kantin bersama itu,kami berdua bersantai di halaman kampus yang membuka laptopnya dan membaca koran di .Aku melirik ke ada Naruto di tersenyum tipis bergetar dan aku tersipu sinaran cinta di langsung mengalihkan pandanganku ke laptop Haku."Hari ini,beritanya lumayan bagus."ujar Haku."Err!Disini bisa main game nggak?"tanyaku."Di Yahoo tidak bisa tapi di Facebook bisa."jawab meminta izin pada Haku untuk meminjam mengetik 'facebook' di laman google kemudian mencari game tiba-tiba Haku mencegat tanganku."Eits aku baru ingat kalau game di facebook tidak kalau kita cari game yang menarik di google?" "Baik."Haku mengambil alih laptopnya dan menemukan sebuah game yang menarik di kami main ,Haku sangat pandai bermain begitu cepat beralih di mengagumi kecepatan tangannya itu seperti tangan bermain game,kami masuk ke dalam kelas karena pelajaran kembali berkonsentrasi pada pelajaranku aku masih terbayang pada tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan bayangan Naruto sejenak di hari kemudian,aku syuting -sela syuting,aku memesan minuman di sengaja,aku melihat Haku sedang bernyanyi di kafe juga beberapa pasangan berdansa -tiba,Naruto mengajakku tidak sanggup menolaknya karena aku tergoda akan tatapan matanya."Hinata,kamu suka dansa nggak?" "I...iya.""Sama siapa saja kamu berdansa?""Err!Aku belum pernah berdansa sebelumnya.""Oh jadi kamu hanya suka tapi belum pernah mencobanya?""Benar.""Kamu bersyukur sekarang karena kamu sudah pernah berdansa denganku."Aku berusaha menatap wajah Naruto dengan menahan rasa di meninggalkan kesan di hatiku yang tersenyum padaku."Hinata,kuakui aku menyukaimu."ucap Naruto setengah itu,aku tidak mengerti maksud Naruto menyukaiku."Err!A...aku ju...juga menyukaimu karena kamu idolaku."ujarku tersenyum semakin tersipu malu padanya."Naruto,aku bahkan sangat menyukaimu dan aku ingin sekali menjadi milikmu." aku tidak berani mengungkapkannya karena lidahku kelu untuk mengakui benar-benar bersemi ketika aku menempuh pendidikan di Tokyo University.
TBC
8998fans-uzuhina :Maaf rehatnya jangan lupa review.
