Fanfiction
Title : Kehidupan Baru Boruto
Chapter : 9
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance & Drama
Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada
Warning : OOC Yg Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.
::==::==::
:
:
:
Beberapa jam kemudian,
Sarada membangunkan Boruto. Ia telah menemukan Alasan mengapa mereka mengalami situasi yg membingungkan ini. Boruto dengan Mata mengantuk pun membaca.
"jadi penyebabnya ini. Pantas saja. Sekarang semuanya jelas" ucap Boruto
Fitur Spesial (Isi Dokumen)
Sasuke POV
Saat aku memimpin perusahaan ini, aku pikir perusahaanku ini akan berjalan dengan tenang serta Mulus. Kupikir ancaman terbesar perusahaanku adalah bangkrut. Namun semua yg terjadi jauh dari yg pernah Ku pikirkan.
Kakekku, Uchiha Madara ternyata telah lama berselisih dengan Kelompok yg menamakan Diri Mereka dengan nama Mafia.
Mafia itu setelah ku pelajari lebih dalam ternyata merupakan Pemilik dari teknologi Telepon kabel yg pernah Berbisnis di Konoha. Karena Kakekku mengambil alih Bisnis mereka di Kota Konoha, Pemimpin Mafia merasa Sangat marah. Ia pun berusaha Menjatuhkan perusahaan Kakekku sewaktu masih berkembang. Namun selalu Gagal.
Kematian kakekku bukan sebuah kematian yg wajar. Kematian Kakekku bukan di sebabkan oleh Luka Fisik. Melainkan Menghirup Gas Beracun. Gas Yg sengaja di tunjukan pada Kakekku. Dugaanku, Pelakunya merupakan Mafia. Dan ternyata benar. Sewaktu penyerangan mafia beberapa tahun yg lalu, Pemimpinnya mengakui sendiri di hadapanku.
Di masa Kepemimpinan Ayahku atau Fugaku Uchiha, Pengawal-pengawal yg di latih secara khusus muncul sebagai prajurit untuk melindungi perusahaan dan Anggota Penting Perusahaan dari ancaman Mafia.
Perdamaian Sempat Tercipta di antara Kedua belah pihak. Perdamaian itu terjadi selama 2 tahun. Perdamaian tersebut berakhir lantaran Pihak Mafia meminta Jatah Saham sebesar 50% kepada Perusahaan Techconnec sebagai syarat utama Genjatan senjata dan juga sebagai ganti rugi.
Tentu saja Pihak Techconnec menolaknya. Ayahku menolak di depan pemimpin tertinggi Mafia. Fugaku merasa, ada Rencana Jahat Di balik Syarat yg di ajukan Mafia.
Mafia merupakan Kelompok terkaya di dunia. Mereka merupakan pemilik sah dari 4 perusahaan terbesar dunia. Di antaranya merupakan Pemilik perusahaan Pembuat Mobil, Pemilik Pabrik pembuat Minuman Terbesar di dunia, Pemilik Bandara Swasta di sebuah Negara, dan Juga Pemilik Perusahaan Komunikasi Terbesar kedua di dunia setelah Techconnec.
Perusahaan Komunikasi Mafia yg dinamakan SatCom merupakan satu-satunya saingan Dari Techconnec. Walau penggunanya tidaklah lebih banyak dari Techconnec. Namun, Masalah mengenai Harga merupakan yg paling Murah. Wajar saja, Mafia tidak takut merugi karena ia telah memiliki 3 perusahaan penompang perusahaan Komunikasinya.
Mengingat itu, Fugaku pun merasakan adanya Ke ganjilan. Jika Mafia meminta saham 50 % pada Techconnec Cuma untuk mendapat uang itu tidak wajar. Omset mereka di perusahaan Techconnec tidaklah lebih besar dari ke empat perusahaan mereka.
Walau, Techconnec unggul dalam Kecepatan dan kemudahan Akses Internet dan Komunikasi.
Jika Mafia memiliki 50% Sahan perusahaan Techconnec, Berarti mereka dapat dengan mudah mengakses setiap Inchi Perusahaan. Dan mengungkap Rahasia di balik Teknologi Techconnec yg sangat menguntungkan itu.
Setelah menolak Syarat itu, Mafia menyerang ayahku. Namun, Pengawal yg di siapkan di sekitar Tempat Rapat itu bermunculan memasuki Ruangan dan menghajar setiap mafia yg melawan. Ayahku selamat. Tetapi banyak korban dari Pihak ayahku. Sekertaris kami saat itu juga merengang Nyawa karena di bacok oleh salah satu anggota Mafia.
Ketua Mafia saat itu berhasil melarikan diri. 5 orang pengawal terbaik mengejar ketua Mafia yg melarikan Diri. Namun hingga sekarang, Techconnec sudah tak penah mendengar kabar mereka lagi.
Mafia mengetahui Cara mengambil alih Perusahaan Techconnec. Mereka sepertinya mempunyai tujuan Besar di balik ingin menguasai Teknologi Techconnec. Karena itu mereka sangat Gigih untuk mendapatkan Perusahaan Techconnec milik keluargaku.
::==::==::
Beberapa tahun kemudian, Saat itu aku sudah terlahir dan sudah bersekolah. Tepatnya kelas 6 SD. Mafia berulah lagi. Mereka menyerang Perusahaan keluargaku lagi dan membuat ayahku harus kehilangan nyawanya beserta Nyawa beberapa pegawai dan pengawal terbaik. Aku menyembunyikan Kejadian itu dengan berkata ayahku mengalami kecelakaan tragis di tempat kerja.
Ibuku melanjutkan Kepemimpinan Techconnec. Aku memfokuskan diri untuk belajar. Aku yakin suatu hari aku akan memimpin perusahaan itu. Mungkin setelah Kakakku memimpin. Kakaku, Uchiha Itachi di sekolahkan Di luar Negeri. Selain itu, ia juga belajar teknik bela diri.
Beberapa tahun kemudian. Tepatnya saat aku SMA, Ibuku meregang Nyawa. Ia meninggal Murni karena Rasa Rindunya pada sosok Suami yg selalu berada di sampingnya. Hal itu membuatnya Sakit. Apalagi Pekerjaan sebagai Pimpinan Perusahaan membuatnya kelelahan.
Itachi pun mengambil alih kepemimpinan. Aku pun belajar di luar negeri Seperti Kakaku. Aku juga belajar bela diri di negeri yg jauh. Terkadang membuat Gerakan Milikku sendiri. Selain Bela diri Tangan kosong, aku juga belajar Bela diri Dengan Senjata, dan juga aku belajar memakai senjata saat masuk ke Akademi Kepolisian.
Aku tidak berniat menjadi Polisi. Aku masuk akademi supaya mendapat pengetahuan mengenai Senjata dan berbagai Informasi penting mengenai Persenjataan. Dan saat Ujian kelulusan, aku dengan sengaja membuat diriku gagal dan mengundurkan diri.
Setelah itu, aku kembali Ke perusahaan. Aku menciptakan teknologi Baru. Aku menyempurnakan Teknologi yg sebelumnya telah Di ciptakan Itachi.
Beberapa bulan kemudian, Itachi mengundurkan diri. Ia memutuskan Untuk menjadikanku sebagai Pimpinan Perusahaan. Ia lebih memilih untuk memegang Cabang perusahaan. Itachi juga menceritakan masa lalu dan sejarah perusahaan Techconnec padaku setelah beberapa hari aku menjadi Pemimpin Perusahaan Techconnec.
Mendengar cerita itu, aku menjadi sangat Waspada. Aku memilih Pengawal terbaik untuk di latih secara khusus olehku. Aku juga merekrut pengawal dari Masyarakat biasa yg dapat kupercaya. 5 tahun belajar bela diri membuatku bisa membedakan mana yg baik dan mana yg jahat. Pilihanku tidak pernah salah. Aku telah melatih Sekelompok Kesatria Hebat dengan berbagai kemampuan.
Mereka kubaurkan dengan pengawal yg lain. Di tugaskan layaknya pengawal biasa. Diam-diam aku membeli senjata dari Temanku di Militer. Walau illegal, aku terpaksa membelinya demi keselamatan Diriku, Perusahaanku, Keluargaku, dan para kerabat dekatku termasuk para Pegawai dan Sahabat.
Aku melatih Pengawal terbaik untuk memakai senjata. Beberapa bulan kemudian, Pasukan pengawal yg kulatih seperti mesin pembunuh. Mereka sangat hebat dalam menembak dan juga sangat lincah. Berbeda dari Pengawal yg lain.
Beberapa bulan kemudian, aku menikah dengan Seorang perempuan yg sangat cantik. Aku langsung mencintainya saat pertama kali aku menatap Matanya. Aku merasa ia sangat cocok dengaku. Dan itu terbukti. Dia adalah pemegang Sabuk Hitam dalam sebuah perguruan. Ia sama sepertiku, ia juga membuat beberapa gerakan spesial dirinya.
Kami pernah bertarung. Dan setelah beberapa menit belum ada yg kalah walau pada akhirnya aku yg menang. Kepandaiannya dalam Ilmu Iptek memang sangat kurang. Namun, Ia dokter yg handal dan hebat.
Beberapa tahun setelah menikah denganku dan saat Putri kami sudah mulai dewasa, Istriku yg bernama Haruno Sakura memutuskan Untuk keluar dari Dunia Medis.
Semenjak Putriku masih berumur 12 tahun, aku mengajarinya bela diri. Aku juga memasukan dia ke perguruan di Konoha dan juga memasukan dia ke sekolah terbaik. Berharap ia dapat menjadi penerus yg hebat. Namun sepertinya Keputusanku benar-benar salah.
Memasukan dia ke perguruan dalam usia semuda itu ternyata berefek samping. Ia menjadi sombong karena ia yg terkuat dari teman sebayanya. Selain itu, Ia juga sering memukuli Sepupunya jika sepupunya itu mengangu atau sekedar bercanda dengan candaan ringan.
Sarada menjadi orang yg ringan tangan saat ia memasuki Dunia SMA. Aku lelah harus selalu di panggil Kepala Sekolahnya untuk mendengar pengaduan orang tua dari Siswa yg berkelahi dengan Sarada.
Yg aku merasa heran, sudah 5 kali aku di panggil untuk menghadap Kepala sekolah tempat putriku bersekolah. Dan orang yg selalu berhadapan denganku adalah orang yg sama. Anak laki-laki berambut pirang dengan Ibunya yg terlihat Baik dan berambut Indigo.
Entah mengapa Sarada dan Anak pirang itu tidak bisa akrab. Mereka selalu saja saling menganggu dan mengejek. Bahkan sampai berkelahi. Menurut laporan yg kubaca, Mereka berdua sering bertengkar. Bahkan sampai mereka lulus, mereka sudah bertengkar lebih dari 25 kali. Dan syukurnya aku hanya di panggil untuk menghadap sebanyak 5 kali. Ingin sekali aku menghajar ayah dari Anak pirang itu agar ia dapat mendidik anaknya dengan baik.
Anggota Mafia itu selalu mencoba menangkapku dan membuatku menyerahkan Perusahaanku pada mereka. Namun usaha mereka selalu gagal. Aku selalu bisa melawan. Dan Kemanapun aku pergi, Para pengawal telah kuperintahkan untuk melindungiku.
Teknologi kami sangat tinggi. Itu kami manfaatkan. Kami memakai Salah satu satelit milik kami sendiri untuk Memantau Kota Konoha. Yg kami perhatikan adalah pergerakan mencurigakan dari anggota Mafia.
Selain untuk memantau, Satelit kami di gunakan juga untuk melindungi Perusahaan Techconnec. Dan juga, Satelit itu di gunakan untuk menjagaku jika aku pergi sendiri untuk menghadiri Rapat penting. Dan biasanya, Rapat seperti itu melarang adanya pengawal demi keamanan.
(21/10/2009/) pada tahun itu, Terjadi sebuah penyerangan besar. Syukurnya saat itu Sarada merayakan kelulusan Jenjang SMPnya di luar kota sehingga ia aman. Para Mafia itu menangkap 3 Pimpinan Cabang perusahaanku di kota lain. Mereka di tawan di hutan Konoha Timur.
Aku menyerahkan 20 pengawal terbaik untuk mencari keberadaan Markas Rahasia itu. Namun saat di temukan, ketiga Pimpinan Cabang itu sudah tak bernyawa lagi. Sebelumnya, aku memang menolak keinginan mereka lagi. Mereka berjanji untuk terus berjuang demi mendapatkan Seluruh Perusahaan Techconnec.
Aku masih bingung sampai sekarang. Kenapa mereka sangat menginginkan Perusahaanku ini.
Suatu ketika, Mereka mengajak Kami untuk Berperang. Saat itu kami berada di hutan sambil membawa Pedang. Para Mafia juga membawa pedang dan juga berbagai macam senjata lainnya seperti Pemukul, Kartafel, dan Pisau.
Seluruh Anggota pengawalku, Bersenjatakan pedang yg cukup panjang. Saat itu Senjata api kurang begitu Populer. Senjata itu hanya di pakai Polisi dan juga Militer. Walau aku juga telah menyimpan beberapa senjata di dalam penyimpanan Rahasia.
Pertempuran itu menjadi yg terhebat sepanjang sejarah Pertikaian SatCom dan Techconnec. Pertikaian itu telah lama terjadi namun Pemerintah sama sekali tidak mengetahuinya.
Pemimpin Tertinggi Mafia tidak ikut hadir dalam pertempuran itu. Ia di wakili oleh 5 ketua yg bertindak menjadi Kapten 5 buah tim Yg diutus untuk bertempur. Saat itu aku ikut bertempur. Berbekalkan 2 buah pedang yg sama, aku berhasil membunuh 3 ketua Mafia dan 2 lainnya di bunuh oleh Kepala Pengawal Techconnec.
Para anggota Mafia yg masih hidup pun menyelamatkan Temannya yg terluka maupun yg Telah tewas. Mereka pun mundur. Korban di pihakku juga tidak sedikit. Setidaknya 20 orang pengawalku meregang Nyawa, 30 terluka dan 20 lainnya selamat tanpa luka.
Aku tidak tahu kapan para Mafia itu akan kembali dan meneror keluarga kami. Kami hanya bisa bertahan dan berjaga-jaga. Menyerahkan masalah ini pada Hukum merupakan Kesalahan. Pemerintah bisa mengambil Asset penuh terhadap Perusahaanku yg secara otomatis membongkar semua Rahasia yg selama ini keluargaku sembunyikan dari publik.
Bahkan sampai sekarang pun yg mengetahui masalah ini hanyalah para pengawalku, Istriku, Dan beberapa Pekerja dan Sahabat dekat. Keluargaku tidak semua mengetahuinya. Keponakan dan anakku tidak ku beri tahu.
Aku akan memberi tahu mereka di saat yg tepat. Dan walaupun Kejadian yg sama terulang lagi, aku tidak akan memberi tahu mereka sampai di saat yg tepat.
Konoha, 13 januari 2015.
Bertanda
Uchiha Sasuke
Story Mode
Normal POV
Sarada Dan Boruto terdiam, Mereka tak mampu berkata-kata setelah membaca Isi dokumen itu sampai Selesai. Perasaan Takut muncul di benak mereka. Itu benar-benar masa kelam Perusahaan ini. Dan Kejadian itu akan terjadi lagi dan bahkan sudah di mulai.
Ketidak adaan Sasuke di kota ini menjadi Kunci utama Para Mafia itu kembali ingin merebut Techconnec di Konoha. Di tambah Istri Sasuke-Uchiha Sakura berada di luar kota.
Itachi yg terluka segera di bawa ke Konoha demi keamanan. 2 orang pengawal di minta untuk menjaga Rama dan Itachi.
::==::==::
"jadi ini semua, Rahasia di balik Situasi yg kita hadapi. Kenapa ayahku tidak mau memberi tahu dari awal. Kita nyaris saja mati" ucap Sarada. "apa ayahku mengetahui masalah Ini. Jika tahu berarti sejak kapan. Kita kan tahu kalau ayahku itu bertemu kembali dengan Sasuke 4 tahun yg lalu saat kita masih SMA" ucap Boruto.
'aku tidak tahu. Tapi itu tidak penting. Yg penting sekarang kita sudah mengetahui Rahasia Techconnec." Ucap Sarada. "kuharap Ayahmu tidak mengetahui kalau kita Telah meretas Komputernya dan membaca dokumen paling Rahasia" ucap Boruto.
"Aku mengantuk. Aku mau ke kamarku dulu untuk tidur. Jangan lupa di close lalu di sembunyikan di folder yg aman, Boruto" ucap Sarada sambil berjalan keluar kama Boruto. "tentu, aku juga mau tidur. Tapi apa kau tidak lapar" tanya Boruto.
"makannya Nanti sore saja. Aku sudah terlanjut mengantuk" ucap Sarada lalu menghilang di balik pintu. Boruto langsung mematikan Laptopnya dan membanting dirinya di atas kasur lalu menutup mata dan Tidur.
"Sarada memiliki kehidupan yg cukup berbahaya, aku harus bisa melindunginya dari segala macam ancaman" Batin Boruto.
Di dalam kamarnya, Sarada sedang merapikan dan membersihkan tempat tidurnya dari segala macam debu. Setelah cukup rapi, ia berbaring di kasur. Kebiasaannya jika mau tidur pasti seperti ini. "kasur yg nyaman adalah kasur yg bersih. Benarkan Sarada" batin Sarada pada dirinya sendiri.
Beberapa detik kemudian, "situasi yg perusahaan ayahku hadapi bukan hal yg mudah. Di tambah situasi ini membuat keluarga Uzumaki juga ikut terjerat situasi itu. Boruto juga dalam bahaya. Syukur saja tadi para pengawal itu mampu mengalahkan musuh itu" Batin Sarada.
::==::==::
Malam hari, Boruto dan Sarada masih tertidur. Mereka berdua cukup kelelahan sampai-sampai tidur sampai malam. Beberapa kali Samui mendatangi kamar tempat Sarada tidur untuk mengajaknya makan. Namun, Karena Sarada tidur sangat pulas, Samui tidak tega membangunkan anak dari Pimpinan Tertinggi Perusahaan Techconnec itu.
Di kamar Boruto, Darui sedang berusaha membangunkan Boruto. Berkali-kali ia mengoyang-goyangkan tubuh Boruto, Mencubit kakinya, Mengelitik kakinya, dan mecubit pipinya. Namun itu semua tidak mendapat reaksi.
Darui sudah benar-benar lelah berusaha membangunkan Boruto. Ingin ia siram Boruto dengan air agar bangun. Atau mungkin menariknya sehingga terjatuh dari kasur dan terbangun. Namun apadaya, jika dia melakukan itu ia pasti akan di marahi oleh Samui. Atau bahkan yg lebih buruk. Si Putri dari Uchiha Sasuke.
Dan jika Si Putri itu melapor pada ayahnya, ucapkan selamat tinggal pada keluargamu.
Darui sudah tidak punya pilihan. Ia tahu dari pagi Boruto dan Sarada belum makan. Samui takut nanti mereka berdua sakit. Dan itu akan membuat tugas mereka, Para pengawal akan lebih kesulitan.
Darui Memutuskan Untuk memakai trik jitu untuk membangunkan Boruto. Ia mengarahkan telapak Tangan dan jarinya ke arah hidung Boruto. "Kuharap Boruto sedang tidak pilek" Batin Darui. Ia membulatkan tekat dan menyentuh Hidung Boruto. Ia mencubit hidung Boruto hingga membuatnya tak dapat bernafas. "kalau begini kau akan bangun. Rasakan..!" Batin Darui.
Tanpa di sadari Darui, Boruto menendang kepala Darui yg kebetulan berada di dekat kaki Boruto. Tendangan yg sama sekali tidak di sadari Darui sukses membuatnya terjatuh di lantai dalam keadaan tengkurap. Boruto membuka matanya lalu duduk dan mengambil Nafas.
"huuhhh, huhhh" Suara Boruto bernafas. Darui berusaha berdiri sambil memegangi kepalanya. "syukur dia ini Pacarnya Nona Sarada, jika tidak, sudah ku penggal kepalanya dari tadi" Batin Darui emosi".
"Boruto, kenapa kau menendangku tepat di kepala. Aku Cuma membangunkanmu" ucap Darui. "m-maaf, aku tadi mimpi Buruk. Aku dan Sarada bertarung dengan 2 orang Mafia yg tadi siang dalam mimpiku" ucap Boruto. "bangunlah. Itu Cuma mimpi. Tidak usah terlalu di pikirkan" ucap Darui dengan Nada santai.
"aku mau mandi dulu." ucap Boruto. "kalau begitu aku akan menunggu di meja makan" ucap Darui lalu meninggalkan Boruto.
::==::==::
Di meja makan, Ke enam pengawal sedang menikmati makan malam bersama Sarada dan Boruto. Mereka menyantap Makanan itu dengan Khusyuk, tanpa ada gangguan, dan pembicaraan.
Setelah Selesai Makan, Sarada bertanya. "Samui, Sebenarnya jas yg kalian pakai itu jas apaan sih. Sampai-sampai peluru dan Pedang tak mampu menembusnya" Tanya Sarada. Boruto langsung memperhatikan pembicaraan itu. 3 pengawal lainnya memperhatikan dengan ekspersi kaget. Darui dan Shii sama sekali tidak peduli.
"Nanti tanya Saja pada Tuan Sasuke, kami di larang menceritakannya pada kalian sebelum waktunya" ucap Samui. "ahh, payah. Padahal aku sudah sangat penasaran." Ucap Boruto.
Shii pun ikut bergabung dalam pembicaraan itu "kalian berdua belum waktunya tau. Soal situasi yg kita hadapi juga kalian belum boleh tahu. Itu perintah dari Nyonya Sakura dan Tuan Sasuke." Ucap Shii.
"kami sudah tahu mengenai situasi yg kami hadapi." Ucap Boruto dengan gampangnya. Semua orang tercengang. Sarada kaget sekaligus marah. Sarada memukul Lengan kiri Boruto namun, Entah mimpi apa semalam Boruto mampu menangkis Pukulan Sarada dengan telapak tangan Kanannya dengan mudah. Sarada di buat tabjuk.
"Kalian tahu dari mana?" tanya Samui panik. "tidak, kami tidak tahu. Boruto hanya mengarangnya agar kalian Memberitahukan kebenaran" ucap Sarada dengan senyum menyembunyikan sesuatu. "memberitahukan kebenarannya? Strategi Klasik." Ucap Darui.
"ya, berpura-pura sudah mengetahui kebenaran tetapi sebenarnya tidak" ucah yahiko. "agar yg memegang Rahasia percaya dan menceritakannya." Ucap Nagato. "Strategi berbohong itu sudah tidak laku lagi di zaman sekarang" ucap Konan.
"kalian berdua Berbohong. Kalian berdua memang sudah mengetahuinya" ucap Shii. "kami memang tidak tahu. Sumpah" ucap Boruto. "aku sudah banyak mempelajari Artikel dan buku-buku mengenai Sikap yg di tunjukan tukang Bohong jika Kebohongannya hampir di ketahui. Sikap yg kau tunjukan tadi, itu sangatlah jelas" ucap Shii.
"mereka memang berbohong. Mereka tahu kebenarannya. Dari mana kalian mengetahuinya" ucap Samui menginstrogasi. "baik, aku akan beritahu. Tapi jangan beritahu ayah" ucap Sarada. "apa yg telah kalian lakukan untuk dapat informasi ini?" tanya Samui.
Sarada kembali memberanikan diri "janji, jangan beri tahu ayah atau orang lain selain kita yg berada di rumah ini" ucap Sarada. "oke, kami janji" ucap Samui. Dan di saat suasana benar-benar sudah mulai serius, Boruto memecah keseriusan itu dengan Pertanyaannya.
"Himawari, Himawari kemana?" ucap Boruto panik. "Benar juga, Dari siang aku tidak melihatnya. Kemana dia" tanya Sarada ikut panik. "Darui, Shii, ke mana Himawari?" ucap Samui dengan nada mendorong.
Darui menganguk pada Shii. Shii pun bertatapan dengan Samui. "Himawari, Dia dari kemarin malam di ungsikan ke desa tempat kakeknya. Ini berdasarkan perintah Tuan Sasuke sendiri" ucap Shii.
"kenapa aku dan Boruto tidak ikut di ungsikan ke desa?" tanya Sarada. "Ketua, apa harus kita jelaskan pada mereka berdua?" ucap Shii. "ya, aku yg akan jelaskan. Jadi begini, Keberadaan kalian di desa akan mempengaruhi keselamatan penduduknya. Kita tahu bahwa Para Mafia mengincarmu" ucap Samui.
"itu saja, Mengapa kalian sempat kebingungan untuk menjawab tadi jika alasannya sesederhana itu." ucap Boruto. "Bukan hanya itu alasannya. Tuan Sasuke merencanakan sesuatu. Ia menyuruhmu agar tetap di kota. Kau adalah umpan untuk Mafia. Dengan adanya kau di kota, Para mafia akan terus bermunculan. Dan di saat itulah, kami akan menangkap mereka untuk di introgasi" ucap Yahiko.
"Umpan? Jadi aku di sini, di lindungi kalian. Aku hanya berupa Umpan untuk hiu ganas! Warbyazaaaaa" ucap Sarada begitu tercengang. "apa kalian tidak pikirkan Resikonya. Menjadikan Sarada umpan berarti akan memperburuk keselamatan Sarada" ucap Boruto marah.
"itu semua rencana dan ke hendak Tuan Sasuke. Lagi pula rencana ini hanya akan berjalan selama tuan Sasuke belum berada di Konoha" ucap Nagato.
"jika Tuan Sasuke telah kembali, dan kabarnya terdengar oleh Mafia, Mereka akan lebih berhati-hati" ucap Konan. "memangny ada apa dengan ayahku. Apa dia sangat di takuti oleh para Mafia?" tanya Sarada.
"sebenarnya tidak di takuti. Namun, Dengan adanya Tuan Sasuke di kota bertanda semua Pengawal yg tersebar di penjuru kota akan bersiaga. Jika Mafia melakukan pergerakan yg salah, Para pengawal pelatihan Sasuke langusung akan membunuh Anggota Mafia itu" ucap Samui.
Sarada dan Boruto menegug sesuatu. "apa sesadis itu, apa ayahku sesadis itu" ucap Sarada lirih. "K-keren, paman sasuke sangat keren. Dia bukan hanya Pimpinan perusahaan. Tapi juga pimpinan Kelompok seperti Agen" ucap Boruto kagum.
"jangan Bodoh Boruto, kami ini pengawal yg di bentuk untuk melindungi perusahaan dari segala bentuk ancaman dari Mafia. Kami bukan agen Rahasia." Ucap Yahiko. "mirip-mirip dikit, Kalian bahkan memantau memakai Satelit, Punya Jas super, dan Di latih secara khusu oleh Ayah Sarada." Ucap Boruto
"Memakai Satelit untuk memantau itu biasa, tidak perlu agen rahasia yg memakai Satelit untuk memantau" ucap Yahiko. "ya, ya, ya. Tapi kalian bisa menjadi agen Rahasia dengan kemampuan dan teknologi seperti sekarang. Dan bahkan ada Pengawal yg di latih secara Khusus." Ucap Boruto.
"pengawal itu adalah pengawal yg bertugas melindungi Keluarga Besar Perusahaan Techconnec, Seperti keluargamu, Keluarga kerabat, dan juga keluarga orang penting di perusahaan." Ucap Yahiko tidak mau kalah.
"sudah, diam kalian berdua" teriak Sarada. Semua perhatian tertuju pada Sarada. "aku lebih baik tidur saja. Percuma pertanyaanku tidak akan di jawab. Dan mungkin akan aku ceritakan kejadian yg aku dan Boruto alami hari ini pada ayahku" ucap Sarada dengan suara lantang.
Semua orang terdiam. Shii dan Darui pun menjadi panik. 4 pengawal yg lain bergantian menatap Darui dan Shii. Shii dan Darui pun saling bertatapan. Sarada pun pergi ke kamarnya. Boruto menyusul Sarada untuk pergi ke kamar miliknya.
::==::==::
Sarada sedang berjalan menuju kamarnya. Boruto pun menghampirinya "hey Sarada, apa kau marah?" tanya Boruto. "tidak" ucap Singkat Sarada. "tapi kau terlihat sangat kesal. Ada apa sebenarnya" ucap Boruto.
"tidak, Cuma saja emosiku sedang tidak stabil. Aku kedatangan Pelanggan setia setiap bulan" ucap Sarada. Boruto terdiam, ia menghentikan langkah kakinya. Sarada yg menyadarinya pun ikut berhenti dan menghadap Boruto.
"maksudnya?" tanya Boruto yg sedang kebingungan sambil memegang rambutnya. Sarada langsung saja menepuk Dahinya. "Boruto, apa kau terlalu bodoh untuk memahaminya." Ucap Sarada dengan nada kecewa.
"Pelanggan Setia setiap bulan, Itu maksudnya apa?" tanya Boruto lagi. "ahh, bodoh. Tanya saja pada ke enam pengawal di dapur itu. Jika mereka tidak tahu, hancurlah perusahaan ayahku" ucap Sarada lalu meninggalkan Boruto yg sedang kebingungan.
Boruto pun putus asa. Ia memasuki kamarnya dan kembali tidur.
:
:
:
To Be Continued
==========[][][][]==========
Terima kasih bagi reader yg telah membaca ceritaku dari awal sampai akhir.
Saya mengalami banyak sekali kendala. Bukan dalam pembuatan cerita melainkan kendala untuk akses Situs ini.
Bagaimana? Apa cerita ini makin seru atau makin aneh dan berantakan.
Ane butuh Bantuan Situ dalam bentuk Reviews untuk memberi komentar mengenai Cerita Fanfic yg gue bikin. Saran juga boleh
Jika berkenan, Tinggalakan Review untuk chapter ini.
Dan mungkin ada yg berminat mau gabung di Grup Facebook bernama "Naruto Fanfiction Indonesia".
Grup itu masih sedikit anggotanya. Jadi para penggemar Anime, Fanfic, dan hal lainnya yg berbau Naruto boleh Bergabung.
Sekian dan Terima kasih.
