Sorry... sorry banget...

This new chap telat banget...hiks2... mengingat Crosseine itu tidak bertanggung jawab dengan pergi seharian setelah lupa isi ulang pulsa modem, jadi ga bisa di upload secepatnya...

Hiks2...padahal udah janji...saia merasa jadi orang yang tidak berguna...

n percaya ga percaya...ini cerita yang ga banget!!!

Gomen Nee...


NAC's Vacation to Bali

-Unpredictable Night-

Kuta, siang hari; hari ke dua di Bali.

Oh, ga usah nanya tentang Olivia kenapa udah bisa ikut-ikutan maen ke laut lagi. Sebenernya, dia malah udah sadar dari pagi; berkat pengobatan ampuh dari Bak-sensei.

Well, emang bener sih... kalo waktu Bak mau ngobatin Olivia, seluruh tubuh Cross langsung memerah semerah rambutnya; kesel banget rasanya ngeliat tu cewe sekarang bareng orang lain, rival abadinya lagi. Tapi apa mau dikata, sampe Olivia ga sembuh, Cross bisa nyalahin dirinya sendiri, jadi mending ngasih Bak tanggung jawab buat nyembuhin Olivia.

Dan, VOILA... terbukti ampuh pengobatan Bak Chan itu.

Buktinya, waktu pagi-pagi Olivia sadar, dia malah ga inget kalo dia sempet sakit. Trus, Olivia juga udah bisa sukses ngebuat suasanya anchur karena majas-majas yang dipake buat ngomongnya. N lagi, dia juga udah bisa nyuruh-nyuruh semua orang; termasuk secara implisit membuat Komui menyesali perbuatannya terhadap anak-anak NAC dengan ikut datang ke Bali.

Sekarang, para guru-guru NAC itu lagi asyik main di pantai sementara mereka bahkan tidak lagi ingat bahwa mereka membawa sekompi pasukan gajhe.

Winter lagi asyik, anteng, demen, ngancurin bola volley pantai yang dipake sama orang-orang lain yang emang serius maen.

Sementara Reever beda lagi, serasa baru nemuin surga, dia berbicara dengan bahasanya yang begitu dirindukannya bersama para turis luar lainnya. Nya... nya... nya... dan nya terus berlanjut...

Kalo Claude yang putih itu asyik berjemur supaya keliatan sawo mateng, padahal... entah kenapa dia tetep putih gitu... bikin iri buat beberapa orang, termaksud Olivia yang pengen banget tetep putih, walaupun motor membuatnya langsung kebakar kaya kepiting rebus.

Komui, well, selain merencanakan The 206 Komurin Experiment, dia masih tetep terperangkap dalam penjara kata-kata Olivia yang membuatnya depresi atas keputusannya datang ke Bali.

Millenium Earl? Ga tw... dia kemana ya?

Tiedoll-sensei, tetep asyik ngelukis.

Bak Chan... well, still hang aroung Olivia yang takut jadi item tapi tetep aja pake baju super minim seminim dua penari di MV-nya Utada Hikaru yang judulnya Colors itu.

Sementara Olivia memang ga peduli sama keharidan Bak, Cross juga mulai jelalatan matanya kemana-mana; pikir Olivia peduli, ternyata tetep aja kaga.

Cross beranjak, Olivia tetep disana, Bak yang melihat kesempatan langsung mendekat.

"Olivia... kenapa sih kamu ga keberatan di panggil O-chan sama NAC?"

Olivia tetep diem; mandangin laut, trus ngolesin sun-block sekali lagi ke badannya.

"Sini gue bantu," tawar Bak.

Tapi, belum sempet ngolesin apapun ke punggung Olivia, dia udah ill-feel deluan gara-gara kata-kata sadis perempuan itu, "kenapa kamu deket-deket saya?"

Nanclep banget, kan, Bak-sensei?

"Memang kamu ga takut sama saya?" sekali lagi Olivia bikin lubang segede lubang hollownya Grimmjow di dada Bak.

"Kenapa harus takut?" Bak mulai menjelma menjadi salah satu anak gombalers, "Olivia... Kamu lagi punya masalah, ya?"

"Enggak," jawab Olivia dingin. Trus dia teriak ke arah Cross yang udah cukup jauh, "Cross, bantuin saya dong..."

Cross dateng, dan tanpa banyak tanya, jelas tahu apa yang harus dilakukan. Dia langsung ngolesin sun-block ke punggung Olivia.

Bak langsung shock; ga tahu juga kenapa.

Tiba-tiba dari kejauhan terdengar teriakan Rikugou yang super keras dan legendaris itu, "kenapa punggung Nee-chan gue bisa sampe ada lukanya?!"

"Eh..." semua guru-guru dan NAC serja Alumnus langsung kompak.

Cross dan Olivia langsung nunduk, sialan Rikugou!

"Mana... mana?" tanya Fou yang seakan ga pernah liat bekas luka aja.

"Gede, ya?" tanya Komui, baru dapet truf untuk bales dendam.

"Olivia... ternyata kamu pernah luka juga..." Bak ikut-ikutan.

"Udah donk!" teriak Olivia kesal. "Memangnya ga pernah liat bekas luka apa?!"

Lalu, seseorang beranjak pergi dari kerumunan itu.

Dan kesenangan tetap berlanjut, cuman tanpa Olivia.

Oh, Cross? Tentu saja dia sudah menemukan target permainan yang baru lagi.

***

Malem harinya, waktu anak-anak lagi pada asyik bakar-bakaran jagung di pantai Kita (ga tw dapet dari mana juga izinnya); disisi lain, para guru dan alumni lagi pada asyik nongkrong merasakan kembali kebebasan yang sudah lama tidak dinikmati.

DUNIA MILIK KAMI!

AKHIRNYA, KAMI BEBAS DARI MURID-MURID GILA ITU!!!

MERDEKA!!!

Teriak mereka semua gajhe dengan semangat '45 yang baru muncul itu.

Wah... sebenarnya, seperti apa penderitaan yang biasa para guru HQH alami itu, ya?

"Satu sloki lagi dong!" teriak Cross pada Miranda dan Marie.

"SIKAT!" Miranda mulai OOC.

Sementara Marie sudah klenger kaya ikan dibawa ke laut... eh, ke darat.

Beda lagi sama si super high pride-ed Claude Nine; entah karena sebotol smirnoff atau memang dia memutuskan untuk merubah imagenya. Claude udah berjoget ria seperti seorang penari strip**s. Jaket kulit super tertutupnya sekarang udah ilang entah kemana, dan celana panjangnya juga udah menjelma jadi hot-pants. Gimana caranya, ga tau dah!

Lulubell juga udah ilang, sejak dia menenggak 7gelas cocktail tadi, mungkin, sekarang dia sedang asyik bermain Yuu-hunting. (Allen, you have a rival!)

Skin dan Krory lagi asyik berteriak-teriak mengeluarkan semua penyesalan2 mereka. Well, kalo Krory itu jelas kenapa, kan? Tapi kalo Skin... dia sedang menghujat Tuhan karena menganggap Tuhan tidak adil dengan lupa memberinya otak; padahal, dia aja yang ga bisa mikir (toh ga punya otak) kalo mungkin dia yang salah, kenapa juga waktu Tuhan ngebagiin otak dia ga dateng.

Kalo Mahoja sedang sibuk meminta Anita untuk tidak lagi minum; sementara Anita sedang sibuk membuat Mahoja mengalihkan perhatiannya untuk melanjutkan minum.

Tiba-tiba...

"Let's rule the world!" teriak lantang seseorang. Well, mirip Olivia, tapi kayanya bukan deh... coz Cross ga ada disampingnya.

"Yeah!" sambut Miranda.

"The world is in my hands!" teriaknya lagi, bener deh... emang suaranya Olivia tuh...

"Yeah!" balas beberapa orang, termasuk Tiedoll, yang sudah pada turn out OOC.

"Olivia, kamu sudah mabuk," Reever mencoba mengingatkan perempuan yang hanya merubah kata-katanya tanpa menjadi OOC itu.

"Gue?! Mabok?! Ga mungkin banget!!!" trus terdengar suara ketawa lebay versi Kadaj yang nyemplung ke danau di FF VII Advent Children. "Yang mabok itu, mungkin lu, Reever-sensei."

Minum sesloki juga belum... ga mungkin lha gue mabok, pikir Reever.

"O... hok... ohok!!!" Winter keselek.

Semua mata memandang kearahnya, tapi hanya untuk sesaat, pada detik berikutnya, suasana kembali ribut. Wajar, toh Winter minum kaya' mau nelen Vodka sama botolnya...

"Woi, Cross, cepetan urusin tuh cewe' lu, udah mabok gitu..." saran Reever.

"Tenang aja, nape, Reever... dia belum mabok beneran tuh. Dia belum mulai pidato tentang 'rule the world'-nya kan?"

Reever shock, sweatdrops.

"Lenalee...." Komui yang pada lima menit terakhir bahkan belum mulai minum, sekarang sudah mengeluarkan wajah aslinya, "dress-mu yang waktu itu so kawaii... Oah... Maaf ya karena sekarang ada di lemariku; tapi janji... akan tetap aku pakai setiap malam, kok..."

Hah?!Cross dan Reever juga lagi-lagi kaget. Bak? Bak juga kaget tuh... ga nyangka, ternyata Bak lumayan tahan juga minumnya; sementara beberapa orang lain sudah mulai menunjukan gejala over-alchoholic-syndrom dimana bukan cuman mabok doang tapi sampe muntah-muntah dan puyeng ga penting.

Olivia beranjak dari kursinya, mulai berjalan. Langkah pertama, normal; tapi pada langkah berikutnya dia malah mendarat di samping Bak yang untung memiliki refleks bagus dan menangkapnya; kalo Bak ga punya refleks bagus, kebayang, kan, kalo muka putih Olivia punya benjolan biru keiteman di tulang pipinya?

"Hey, O-cha..." Bak ketularan Fou, "kamu sudah mabuk beneran ini sih..."

"Nee, Bak-chan..." nadanya mulai jadi manja banget. Geez, Olivia disini ga banget dah... mulai keliatan second personalitynya, "Bak, lu ga bakal nyakitin hati gue, kan?"

Hah? Nie orang ngomongnya udah ngaco banget... ngelantur super...batin Bak.

Hm... Cross, where are you?! Ga keliatan batang idungnya; eh, marah-marahnya dink, tu orang.

"Bak..."

"O-chan!" teriak Bak tetep ga penting. "Olivia, beneran deh... berenti deh..."

Tapi, bukannya berenti, Olivia malah ngegodain Bak lebih lagi, n tentu aja, setelah dia ngasih tatapan super dingin ke Cross.

"Oh... iya, Bak... kamu tahu, ga... suatu saat nanti... gue mau jadi penguasa dunia..."

"Iya... gue tahu, tapi bangun woi!"

Olivia kayanya nyadar ntaran... trus pergi menjauh dari meja dan menuju pintu. Tapi, bukannya keluar lewat pintu, dia malah merasa menjadi seperti Tyki yang bisa nembus tembok. Ngomong-ngomong, dimana Tyki? Dia lagi asyik dari tadi ngerekamin tingkah laku para member ga guna HQH, berteman Reever katanya; dia memang cuman minum dikit banget.

Alhasil... sim salabim... ada kadabra...

Ya nabrak lah...

Untung aja ada Cross yang langsung cepet sambil sikap begitu liat Olivia jatuh ke lantai...

"Mana, katanya dia belum mabok beneran kalo belum mulai pidato?" goda Reever yang kurang ajar itu.

"Padalah, gue niat banget liat dia pidato tuh..." tambah Tyki yang juga ngaco, bukannya nolongin, malah niat nungguin orang pidato.

Cross cuman nyengir, "iya, ini kedua kalinya gue ngeliat ni orang mabok; n gue vote gaya maboknya yang pertama aja... yang ini ga keren banget."

Ih, orang udah ga bisa bangun lagi tapi belum pingsan bukannya langsung cepet ditolong, malah sempet dibanding-bandingin gaya maboknya!

Dan malam bebas anggota HQH selain NAC berakhir, atau tepatnya hari baru guru-guru dan alumnus HQH baru saja mulai dengan maboknya begitu banyak member-membernya.

Trus, ga ada juga yang nyeritain gimana ceritanya mereka bisa sampe ke hotel semua. Yang jelas, cuman Olivia aja yang pulangnya masih dengan tanggung jawab orang lain; intinya sih dianterin juga sama Cross, yang pada masa-masa kedepannya malah terus-terusan protes tentang cara mabok yang salah itu.

"Well, kaya'nya sebotol Mozart sama entah berapa banyak Carruades de Lafite Rothchild bukan campuran yang bagus di perut, ya?" ujarnya sambil meletakan tubuh Olivia di tempat tidur perempuan itu, "tapi, wajar juga sih, nginget berapa banyak total kandungan alkohol yang kamu minum kalo kamu sampe kaya gini."

***

Keesokan harinya, selain rasa puyeng dan berat yang diderita oleh semua orang, kamar mandi juga penuh terus gara-gara semua yang mabok itu mondar-mandir muntah-muntah di kamar mandi.

Reever, besoknya, walaupun ga ikut-ikutan jadi anak nakal, dia tetep aja sakit-sakit badan. Alasannya, dia juga ngebantuin beberapa orang untuk pulang ke hotel, malah bertanggung jawab ngegendong Skin lagi... bayangin dah...

Tyki udah kabur deluan begitu ngeliat Cross pergi sambil bawa Olivia.

Bak Chan, dia ga mabok berat... tapi besoknya tetep pusing. Malam itu, dia juga bantuin Reever. Alasannya, Bak bukan orang ga bertanggung jawab yang cuman bisa bikin orang lain mabok tanpa ikut nganterin yang laen pulang.

Cross, ga usah ditanya lah... dia sih entah kenapa minum sebanyak apa juga ga mabok-mabok. Faktanya, malam itu, waktu nuangin minum ke sloki2 Miranda, Marie, Tiedoll, Komui, n Claude; intinya emang Cross yang harusnya bertanggung jawab atas semua kemabukan yang ada; dia juga minum dengan total yang sama dengan yang diminum kelima orang tersebut. Jadi, kalo kelima itu ditotal minum empat botol Vodka, ya Cross juga minum segitu... tapi ini orang sama sekali ga mabok, curang banget. Udah gitu... selain Olivia, ga ada lagi orang yang dia anterin mpe sAton; so irresponsible!!!

Dan sisanya... selain puyeng dan muntah2 tentunya.

Miranda dan Marie normal aja tuh, seakan yang mabok itu orang lain.

Lulubell, maboknya juga ga beda sama aslinya.

Claude, dia masih ga percaya kalakuannya malem itu; walaupun Tyki udah ngasih liat video rekaman full versionnya.

Tiedoll dan Komui, keduanya hanya berakhir dengan kutukan pada Cross.

Krory dan Boric, paling lebay... masa mpe ga ikut sesi-sesi main lainnya gara-gara mabok dua harian.

Mahoja dan Anita, well... mereka masih bisa pulang sendiri malam itu, cuman, faktanya mereka malah tidur di lobby n bukan di kamar. Bayar kamar hotel mahal-mahal buat apa, mba?

Lain lagi sama Olivia yang sebenernya inget apa yang terjadi saat itu. Well, dia malah inget kata-kata terakhir Cross, sebenernya. Tapi... mending bilang ga tw aja dah... biar bisa defense mechanism kalo ditanya nti; niatnya mw denial.

Trus, waktu NAC ngeliat kelakukan para senior dan guru2 mereka, mereka cuman bisa geleng2... pantes aja kemaren kita pulang ampir subuh ga ada yang marah... wong mereka juga pulangnya beneran subuh...


That's the end of this chapter...

Iya... Author tahu... itu emang kisah nyata banget.

N sekedar pemberitahuan, Olivia ga pernah mabok, cuman sekali n pertama kalinya waktu nyiapin kepergian mereka ke Bali; dan yang kedua dan terakhir kalinya waktu malam itu.

Geez... setelah malam itu, begitu Levarier tahu tentang kemabokan mereka semua; semuanya terancam ga bakal naik pangkat n ga dapet gaji.

Emang... ternyata sadis banget hidup itu.