Previously:
"Selamat malam, Wu Baekhyun." Kata Seorang pria yang ia kenal.
Baekhyun mendongak, mendapati seseorang dengan pakaian rapih dan raut waja datar yang tampan. Pria itu memandangnya lalu tersenyum kecil.
"Sehun?
FORGOTTEN LOVE
MainCast: Chanyeol, Baekhyun,Kyungsoo
Pairing: Chanbaek / T aoris / Chansoo dan Lainnya
Rated: T bisa naik sewaktu waktu
GS, DLDR.
enjoy
.
.
Chapter 9B
Chanyeol menunggu Kyungsoo di sampingnya, wajahnya sangat khawatir. Tak pernah ia mendapati Kyungsoo jatuh sakit seperti ini.
"Soo, maafkan aku.." kata Chanyeol pelan, sementara Kai hanya memandang kedua manusia itu nanar dari kaca kecil di pintu.
Baru saja ia membalikkan badan dan berjalan beberapa langkah, Chanyeol memanggilnnya.
"Kai." Kai menoleh, mencoba bersikap sebiasa mungkin.
"terima kasih. Kau telah mengantar Kyungsoo kerumah sakit."
"bicara apa kau Yeol. Kyungsoo juga sahabatku. Jika kau yang pingsan atau Jongdae yang menemukan Kyungsoo pingsan, pasti aku dan Jongdae akan melakukan hal yang sama." Chanyeol tersenyum mendengar hal itu. Tentu saja, mereka adalah sahabat. Jujur Ia merasa malu karena telah bersikap dingin pada Kai beberapa minggu terakhir.
"maaf kan aku Kai. Aku bukan sahabat yang baik." Kai menepuk bahu Chanyeol sambil tersenyum. "tutup mulutmu dan kembali lah ke kamar. Jika Soo sudah sadar, ia pasti ingin bertemu denganmu. Aku pulang dulu. Kabari aku dan Jongdae jika ada apa apa." Kata Kai lalu berbalik.
.
.
"jadi.. Kyungsoo masuk rumah sakit?" tanya Jongdae, keduanya berada di bar saat itu. Sebenarnya awalnya jongdae bingung, kenapa Kai menghubunginya untuk bertemu di bar saat ia kira Kai sudah dekat dengan Kyungsoo.
Namun semua kebingungan Jongdae terjawab sudah.
"ia bahkan mengigau nama Chanyeol" kata Kai sambil tertawa remeh lalu menenggak minumannya.
"aku kalah Jongdae. Bagaimanapun aku mencoba, Chanyeol tetaplah pria dambaannya."
Jongdae hanya menatap pria tan didepannya lekat lekat.
Flashback.
Kai sedang sibuk bermain basket man to man dengan Chanyeol, sementara Kyungsoo sedang duduk di samping lapangan, bersorak menyemangati keduanya. Jongdae tak suka olah raga, ia malah menonton keduanya dan meledek jika salah satu dari mereka gagal mencetak angka.
Permainan berakhir, Chanyeol mendekati Kyungsoo. Meminta kekasihnya untuk mengelap keringat di dahinya dengan manja. Kai memandang penuh arti keduanya. Tak sadar jika Jongdae mencuri lihat tatapan itu.
"ah, Chanyeol, sudah sore, ayo kita pulang" kata Kyungsoo. Chanyeol pun mengangguk. "baiklah, kami duluan ya, Jongdae, Kai. Sampai bertemu besok" kata Chanyeol sambil melambaikan tangan. Keduanya pun pergi, meninggalkan Kai yang masih bermain basket sendirian.
Jongdae menghampiri pria itu dengan tangan dimasukan ke saku.
"kau mau bermain? kupikir kau tidak suka basket" kata Kai sambil sibuk bergerak kesana kemari, bermain basket sendirian.
"sampai kapan kau akan begini?" kata Jongdae santai
"maksudmu?"
"sampai kapan kau akan menutupi perasaanmu?" Kai yang baru saja mau melempar bola, menghentikan gerakannya. Ia memandang Jongdae datar.
"kau masih mau mengelak juga? Do Kyungsoo. Kau menyukai pacar sahabatmu kan? Sampai kapan kau akan bersembunyi dari perasaanmu?" lanjut Jongdae tajam. Ia tau ia benar. Kai melempar bola itu asal. Ia menghela nafasnya.
"sampai ia benar benar menemukan orang yang tepat untuknya" Katanya singkat lalu berjalan pergi.
"jadi kau pikir Chanyeol bukan orang yang tepat?"
"lihat saja nanti. Mereka baru bersama beberapa bulan, kita tak tau kedepannya bagaimana." Kata Kai sambil menoleh kearah Jongdae. Saat si lawan bicara masih bergeming Kai melanjutkan langkahnya, lalu pamit pulang.
.
.
Beberapa bulan kemudian
Jongdae baru saja sampai dirumah Kai pagi itu, ia baru saja mau mengetuk pintu kamar Kai, namun pintu itu sudah terbuka lebih dulu, dan seorang gadis asing keluar dari kamar itu. Jongdae mengernyitkan dahinya heran, lalu berjalan masuk.
Mendapati Kai yang bertelanjang dada, sedang tidur tiduran malas dikasur. Menggonta ganti Channel TV di depannya. "wow. Siapa itu tadi?" tanya Jongdae sambil masuk.
"yeoja yang kusewa semalam" sahut kai singkat tanpa memalingkan pandangannya. Jongdae berjengit. Ia mengurungkan niat nya untuk duduk diranjang Kai. Alih alih duduk disitu, ia memutuskan untu duduk di sofa tak jauh dari ranjang.
"jadi… kau memutuskan untuk melupakan Kyungsoo?"
"bicara apa kau. Wanita tadi hanya yeoja malam." Jongdae mengernyit heran."aku hanya.. mencari pelampiasan." Kata Kai santai, sementara Jongdae hanya geleng geleng kepala.
.
.
Saat itu Jongdae sedang berada dirumah Chanyeol. Pria tinggi itu sedang pergi kerumah Kyungsoo untuk mengantar gadis itu pulang karena hari sudah larut. Tiba tiba suara berisik menyapa pendengaran Jongdae. Penasaran, pria itu pun keluar dan menemukan Kai yang tengah mabuk dan meracau tak jelas memaki Chanyeol.
Hampir saja Jongdae terkena bogem mentahnya karena Kai mengira dirinya adalah Chanyeol. Si muka kotak itupun memutuskan untuk membawa Kai pergi, meninggalkan mobilnya bermalam di rumah Chanyeol. Membuat ia harus mencari cari alasan saat Chanyeol bertanya soal menghilangnya dia dan mobil tanpa pemilik yang terparkir semalaman dirumahnya.
Dan semenjak saat itu Jongdae selalu menemani Kai jika pria itu ingin minum minum di bar. Mencegah si gila itu akan berbuat diluar kehendak. Sebagai sahabat kedua pihak, Jongdae tak tau harus bagaimana. Dia sahabat Chanyeol, dia bahagia jika Chanyeol bahagia. Tapi Kai juga sahabatnya. Dan pria itu sangat terluka.
Hanya ini satu satunya cara Jongdae bersikap. Menjaga sahabatnya dengan menemaninya kapanpun pria itu membutuhkannya. Walaupun Kai selau mengelak.
Flashback end.
"pulang lah Kai, kau butuh istirahat." Pinta Jongdae, begitu melihat Kai semakin sendu.
ooo
"sedang apa kau disini Sehun?" tanya Baekhyun kebingungan. Seingatnya ia tidak menekan tombol di jam nya. Bagaimana Sehun tau dia disini?
"kebetulan." Sahut si Pria bule itu santai sambil duduk.
"kebetulan yang aneh."
"kau sendiri, sedang apa disini?"
"menunggu seseorang. Tapi sepertinya ia tak datang." Tatapan Baekhyun berubah sendu. Ia sudah berdandan cukup cantik dan sexy hari ini. Tapi semuanya sia sia.
"Chanyeol kah itu?" tanya Sehun tajam sambil memandang Baekhyun lekat lekat. Baekhyun hanya mengangguk kecewa.
"baiklah, ayo kita pergi dan mencari makan."
"memangnya kenapa tidak makan disini saja?"
"disini tempat acaramu dan Chanyeol. Sekarang waktunya acaraku denganmu. Sudah ayo cepat. Ingat kau masih ada hutang menemaniku makan." Titah Sehun. Baekhyun mengangkat sebelah alisnya "seingatku aku tidak pernah berjanji." Katanya menyindir. Namun gadis itu akhirnya menurut juga. Melihat Baekhyun yang kedinginan, Sehun pun membuka jasnya dan memakaikan pada gadis itu.
Keduanya pun makan disebuah restoran tak jauh dari situ dengan pemandangan indah. Menghabiskan waktunya bersama Sehun membuat Baekhyun sedikit lupa pada Chanyeol. Namun begitu mengingat pria itu, Baekhyun merasa kecewa sekaligus kesal.
", kau mau kemana setelah ini?" tanya Sehun begitu mereka telah menyelesaikan makan malam. Baekhyun belum ingin pulang. Ia sebenarnya sakit hati terus terusan diperlakukan seperti ini. Sementara Sehun adalah orang baik, pria itu bisa dipercaya. Mungkin pria ini bisa memberinya saran untuk masalahnya itu.
"terserah padamu." Sahutnya singkat. "baiklah, karena cuaca sangat dingin, kita ke apartemenku saja," Baekhyun mengangguk setuju.
.
.
Keduanya sudah sampai di apertemen pria bule itu. Baekhyun duduk di sofa sementara Sehun sedang mengambil minuman hangat dari pantry.
"terima kasih" kata Baekhyun begitu Sehun memberikan gelas itu. Mereka berdua memutuskan untuk menonton DVD. Sehun punya banyak sekali DVD bagus, tapi hampir tak menyentuhnya. Tumpukan film itu terlihat hanya seperti sentuhan kedok di apartemennya agar terlihat seperti apartemen pria normal pada umumnya.
Ditengah tengah Film, Baekhyun terdiam. Ingatannya kembali pada Chanyeol. Sementara Sehun menatapnya penuh arti.
"ada apa Baek? Kau tak suka filmnya? Kau mau menonton di bioskop saja?"
"ah.. tidak Hun. Tidak papa." Kata Baekhyun menggeleng sambil mencoba tersenyum. Orang awam pun tau senyum Baekhyun tak tulus.
"lalu?"
"apakah ini soal Chanyeol?" Baekhyun terdiam.
"kau menyukainya?" pertanyaan Sehun barusan membuat gadis sipit itu mendongak. Ia kaget dengan apa yang baru saja ia dengar. Sebenarnya Baekhyun tau ia jatuh hati pada pria itu, tapi… apa begitu kentara sampai Sehun bisa tau?
"Baek.. apa yang membuatmu menyukai pria yang terus terusan menyakitimu?" katanya pelan
"aku.. sudah berjanji padanya untuk tak meninggalkannya Sehun." Sahut Baekhyun, teringat bagaimana ia dulu berkali kali berjanji untuk terus bersama Chanyeol.
"dan apa pria itu mengingat janjimu?" Baekhyun terdiam. Kata kata Sehun barusan seolah menusuknya
"lupakanlah dia."kata Sehun tegas. Baekhyun membuka mulutnya dan mengatupkannya berkali kali. Mencari kata kata yang tepat. Gadis itu kemudian menghela nafasnya. Sebenarnya ia pernah bertanya pertanyaan yang sama pada dirinya sendiri. Kenapa ia tak melupakan Chanyeol? Toh pria itu tak mengingatnya kan?
Setelah yakin dengan dirinya, Baekhyun membuka suara "tak bisa Sehun. Entah apapun yang ia lakukan padaku, tapi aku menyukainya. Ah bukan, aku mencintainya. Aku baru sadar hal itulah yang membuatku bertahan. Tak perduli betapa sakitnya. Tapi aku mencintainya. Aku selau berharap bisa bersamanya. A-"
"LUPAKAN DIA!" bentak Sehun. Matanya tajam seolah menusuk seluruh tubuh Baekhyun. Rahangnya bahkan mengeras seolah menahan amarah. Baekhyun menyipitkan matanya, menatap pria di depannya heran. Sehun menghembuskan nafasnya, mencoba mengatur kembali emosinya.
"cobalah untuk bersamaku Baekhyun." Katanya pelan. Terdengar seperti memohon. Sementara Baekhyun hanya menatapnya kaget. Ia mengerjap ngerjapkan matanya, memastikan bahwa kejadian ini benar benar sedang terjadi. hari harinya bersama Baekhyun membuat Sehun merasakan sesuatu. Sesuatu yang sudah lama tak hinggap dihatinya. Sehun manatap lekat bibir Baekhyun yang mungil, wajahnya yang cantik dengan make up tipis serta bajunya yang menggoda membuat jantung Sehun berdegup cepat
"persetan dengan tugas" batinnya. Sehun pun bergerak maju dan mencium bibir Baekhyun dengan rakus. Ia tak perduli meskipun sang gadis membelalakan matanya kaget, ia mencoba melepaskan pagutan itu tapi Sehun mengunci tangannya.
Perasaan menggebu gebu memenuhi dadanya, dengan terburu ciuman Sehun turun di leher Baekhyun, menjelajahi leher jenjang putih itu.
"SEHUN HENTIKAN!" namun jeritan Baekhyun tak Ia dengarkan. Dengan mudah Sehun mendorong Baekhyun hingga terjatuh disofa dengan posisi terlentang. Dengan sigap, Sehun berlutut diatas Baekhyun sambil terus menciuminya penuh nafsu.
Baekhyun pun mendorong Sehun sekuat tenaga sampai pria itu mundur. Buru buru ia bangun dan duduk menjauh dari Sehun.
"a-apa yang kau lakukan Sehun?" tanya Baekhyun kaget, hampir menangis. Sehun sendiri seolah baru kembali sadar dari perbuatannya barusan. Ia mengusap wajahnya berkali kali dengan mulut sedikit terbuka. Ia kaget bukan main.
"ma-maaf Baekhyun aku benar benar tidak bermaksud. Aku minta ma-"
"sudahlah." Kata Baekhyun pelan. Dadanya naik turun, ia benar benar shock dengan apa yang Sehun lakukan barusan.
"aku pinjam kamar mandimu. Lalu tolong antarkan aku pulang." Kata Baekhyun sambil bangkit berjalan ke kamar mandi dikamar Sehun. Ia harus merapihkan dirinya sebelum pulang. Beberapa kali ia mondar mandir di dalam kamar mandi. Mencoba menenangkan perasaannya.
Apakah… Sehun terbawa suasana sampai kehilangan kendali? Tapi… sejauh yang Baekhyun tau, Sehun merupakan orang paling minim emosi. Rasanya tak mungkin jika pria itu hanya nafsu dan menyerangnya karena mereka berduaan. Jika karena nafsu, Sehun bisa saja menyewa yeoja malam kan?
Setelah ia jauh lebih tenang, Baekhyun keluar dari kamar mandi. Hampir saja ia keluar dari pintu kamar, namun selembar foto mencuri perhatiannya. Ia mendekat ke foto yang tergeletak di meja kamar Sehun. Baekhyun membelalakan matanya begitu melihat Foto dirinya dengan seragam sekolahnya di Beijing. Bagaimana Sehun bisa memiliki foto nya?
Baekhyun pun keluar dengan langkah terburu. Menemui Sehun yang terduduk masih dengan raut menyesalnya.
"apa ini Sehun?" tanya Baekhyun tajam. Sehun mendongak. Matanya melebar saat gadis itu menunjukan sebuah foto. Ia merutukki dirinya karena sembarang menaruh hal sepenting itu.
"a-aku." Sehun kelabakan. Ia masih kaget dengan kejadian barusan, sekarang ia harus menghadapi bencana lain.
"mengapa kau bisa memiliki fotoku? Ini fotoku saat aku di Beijing. Kau belum mengenalku saat itu." Sehun terdiam.
"MENGAPA KAU BISA MEMILIKI FOTOKU SEHUN!" Raun Baekhyun. Matanya mulai berkaca kaca sekarang.
"Baek. Aku bisa jelaskan." Kata Sehun memohon, sebenarnya pria itu juga tak yakin dengan apa yang harus ia katakan.
"jelaskan apa! Jawab aku Sehun, apa tujuanmu?! Sebenarnya aku curiga padamu. Bagaimana kau bisa tau soal ayah Chanyeol. Kau selalu ada di dekatku tanpa aku meminta, seperti sekarang…."
" …..siapa kau?" desis Baekhyun, menyipitkan matanya, mencoba mencari kebenaran dari mata Sehun.
"maaf Baekhyun." Namun hanya kalimat itu yang terucap dari bibir Sehun. Baekhyun tersentak. Ia kaget bukan main. Apakah Sehun seorang penguntit yang berniat jahat terhadapnya. Saat ini ia di Korea tanpa pengawalan dari siapapun. Jelas sekali ia bisa dicelakai dengan mudah.
Baekhyun menggeleng tak percaya, matanya berkaca kaca. Ia kecewa sekali.
"Pergi. Jangan pernah temui aku lagi!" katanya sambil melepaskan jam tangan yang diberikan sehun dan membantingnya kelantai. ia lalu membalikkan badannya dan pergi dengan terburu. Sehun mencoba mengejar gadis itu namun ia sudah lebih dulu masuk ke dalam lift. Buru buru Sehun turun dengan tangga darurat mengejar Baekhyun yang berada di dalam lift dengan mata berkaca kaca. Namun gadis itu mencapai lobby lebih dulu.
Baekhyun baru saja masuk ke dalam taxi begitu Sehun sampai di Lobby. Ia ingin pergi menyusul Baekhyun dengan mobilnya. Tapi, ia rasa semuanya akan tambah gawat jika terus mengejar Baekhyun dalam situasi seperti ini.
Sehun menendang kerikil dengan penuh amarah. Ia pun melangkah kembali ke apartemennya dengan rasa kesal luar biasa.
Sementara Baekhyun di taxi, hanya bisa menatap nanar keluar jendela. Tak mengerti siapa orang yang bisa ia percaya sekarang.
ooo
Chanyeol masih terduduk disamping ranjang Kyungsoo saat itu. Tiba tiba, pergerakan Kecil Kyungsoo menarik perhatiannya. Gadis itu membuka matanya perlahan, mencari tau dimana ia berada. Ia kaget begitu melihat Chanyeol sedang memandangnya lekat disamping tempat tidur.
"kau sudah siuman?" tanya Chanyeol pelan, rasa lega terpancar dari matanya.
"Chanyeol? A…. aku dimana?"
"kau dirumah sakit Kyungsoo. Kau pingsan dikamar."
"kau… membawaku kemari?" Chanyeol tersenyum pahit. "tidak.. Kai lah yang membawamu kesini dan memanggilku."
"apa yang kau lakukan pada dirimu Soo! Kau tak seperti ini." "dulu kau juga mogok makan saat aku menolakmu." Chanyeol terkekeh. "kau mencoba meniru ku eoh? Untuk apa?" Kyungsoo diam sebentar.
"Yeol… maafkan aku. Aku tak bisa jika tidak bersamamu. Sudah banyak hal kita lewati. Aku tak bisa melihatmu dengan wanita lain. Aku menginginkanmu yeol. Kembalilah." Kata gadis bermata burung hantu itu sambil menangis. Isakan nya bahkan terdengar sangat pilu.
"kembali lah padaku…" Kyungsoo mengulang kata katanya begitu melihat Chanyeol hanya terdiam.
"aku juga minta maaf Soo. Semua salahku." Sahut Chanyeol sambil mengusap rambut Kyungsoo. Gadis itu terduduk sambil mengalungkan tangannya di leher Chanyeol.
"tolong jangan pergi lagi Yeol. Aku tak bisa jika kau pergi."
"sst… aku tak akan pergi. Tenangkan lah dirimu." Katanya sambil mengelus punggung Kyungsoo, menenangkan gadis yang telah kembali jadi miliknya. Pelukan mereka pun terlepas.
"Chanyeol… aku.. butuh keyakinan kau tak akan pergi meninggalkanku lagi."
"keyakinan apa?"
"bagaimana jika hubungan kita.. lebih kearah serius?" Chanyeol terdiam. Ia tau maksud Kyungsoo.
"Chanyeol?"
"ah? Iya? Akan aku pikirkan Soo." Tak lama, pintu kamar terbuka, Jongdae masuk kedalam sambil membawa buah buahan.
"hai. Aku mendengar dari Kai kau bertindak ceroboh. Aku kemari untuk menceramahimu Kyungsoo. Jangan kira karena kau sakit kau terbebas dari omelanku."
"sudahlah, tak papa. Kyungsoo kan juga sahabatku yang merepotkan."lanjut Jongdae begitu melihat tatapan Chanyeol yang tak enak hati.
"Yeol. Apa kau besok ada kelas?"
"ada. Ta-"
"pulanglah. Kau butuh istirahat. Besok aku libur, aku bisa menjaga Kyungsoo untukmu." Potong Jongdae lebih terdengar seperti perintah.
"tapi-" si Muka kotak itu menatap Chanyeol dengan tajam sambil melipat tangannya. "Yeol. Apa kau akan terus melalaikan tugasmu disaat kau akan dibebankan tugas perusahaan oleh ayah dan Ibumu? Jika aku ayahmu aku pasti tak akan membiarkanmu bolos. Kalau perlu, kau tinggal di kelas." Lalu ia menoleh kearah Kyungsoo yang menatap keduanya. "takpapa kan Soo, jika kau bersamaku?"
"iya, Jongdae benar. Pulang lah yeollie. Aku baik baik saja." Kyungsoo tersenyum meyakinkan.
"baiklah, aku titip Kyungsoo padamu Jongdae."
"Soo, aku pulang dulu." Kata Chanyeol sambil mengecup kening kyungsoo. Cukup jelas untuk Jongdae mengetahui bahwa keduanya sudah kembali bersama.
"baiklah. Sekarang, aku akan menyuapi mu makan." Kata Jongdae, mencoba menjadi sahabat yang baik (lagi) untuk semua pihak.
ooo
Baekhyun masih tak bisa tidur saat itu, ia merebahkan dirinya masih dengan tatapan kosong ke langit langit kamarnya. Semua kejadian hari ini mengusik pikirannya. Tiba tiba, langkah kaki terdengar menaiki tangga dan berjalan kearah kamar disebelahnya. Apa itu Chanyeol?
Buru buru ia bangkit dan membuka pintu kamar, menolehkan kepalanya dan mendapati Chanyeol baru saja pulang, bersiap membuka pintu kamar. Pria itu tampak kusut meskipun pakaiannya bisa dikatakan rapih. Kemejanya ia gulung sampai siku dengan jas yang ia lampirkan dibahunya. Chanyeol menoleh begitu mendengar pintu kamar baekhyun terbuka. Saat itulah Chanyeol baru ingat janji nya dengan Baekhyun sebelumnya.
"Baek.. a-aku minta maaf" kata Chanyeol benar benar menyesal. "aku baru saja mau berangkat menemuimu tapi Kai mendatangiku. Ia bilang Kyungsoo masuk rumah sakit." Hati Baekhyun mencelos mendengar nama itu disebut. Alih alih bertanya alasan mengapa Kyungsoo masuk rumah sakit Baekhyun malah melontarkan pertanyaan yang terbesit di pikirannya saat itu.
Hening beberapa saat,
BGM: TELL ME WHATS LOVE D.O FEAT YOO YOUNGJIN
Oh yeah, don't leave me baby
Just turn around
"kau… kembali bersamanya, bukan?" gumam Baekhyun dengan tatapan Sendu. Chanyeol mendongak. "kalian bersama lagi bukan?" Chanyeol diam sebentar sampai akhirnya ia mengangguk. Baekhyun tersenyum getir.
Yeah- Play another slow jam
(Oh- Play another slow jam
"kuucapkan selamat untukmu" katanya dingin. "Baek, a-" panggil Chanyeol saat gadis itu membalikkan badannya dan bersiap masuk ke kamar.
This is my property (Oh-)
Tell me, what is love?
"aku ingin istirahat." Potong Baekhyun sebelum Chanyeol mengucapkan kata kata yang akan semakin menatap pintu Baekhyun yang tertutup kemudian masuk ke dalam kamarnya.
As I forgot about you who doesn't love me
I live doing everything that I wanted to do
I can't ever erase you from my head.
Why?
Baekhyun berjalan dengan gontai kearah ranjang. Ia duduk disana, meraih bola kaca pemandangan Sydney dan menatapnya sendu. Ingatannya kembali saat mereka pertama bertemu. Lalu melompat saat Baekhyun merengek untuk kembali ke Korea dan diakhiri dengan saat Chanyeol mengenalkan Kyungsoo sebagai kekasihnya, ia tersenyum pahit mengingat kejadian itu.
Who are you to make me pitiful?
If I cursed you out I would have felt better at least
Why? Why did you leave me
without saying anything?
Semanatara Chanyeol di kamarnya, berjalan karah jendela kamarnya yang besar, melipat tangannya dan mengingat kembali saat ia bermain permainan di festival dengan Baekhyun, ia memberikan kalung berbandul bulan sabit untuk gadis itu. Yang selalu dipakainya kemanapun. lalu saat mereka bermain piano bersama. Chanyeol tersenyum kecil.
I'm not ready to break up Wait a minute
Waiting is too long it Has no limit
I keep calling for you but you're answerless
and only echoes keep coming back to me…
kemudian, ia bertemu Baekhyun dan Oh Sehun. Awalnya Chanyeol pikir Sehun hanya sembarang orang hingga saat gadis itu menghilang seharian. Dan saat itu Oh Sehun selalu muncul. Menginterupsi segalanya. Rahangnya mengeras marah mengingat itu.
I hate myself
for living on after losing you
But I hope that some day…
Oh, tell me, what is love?
Tell me, what is love?
Baekhyun ingat saat Chanyeol membentaknya pertama kali. Menyeretnya dari kamar lalu membanting pintu di depannya. Ia juga ingat saat mencari kalung itu sampai pingsan. lalu Sehun membantunya. Dan ia terbangun dikamar pria bule itu, lengkap dengan pakaian yang sudah diganti. Baekhyun tertawa kecil mengingat responnya saat itu. Ia memakan bubur mengerikan yang dimasak Sehun
Like you told me while gazing into my eyes
The two letters hurt like humiliation.
My heart finally knows
Oh, tell me, what is love?
Tell me, what is love?
Yah, Oh Sehun lah orang yang yang mengingat ulang tahunya, Sehun yang menyelamatkannya, Sehun yang merawatnya dikala sakit. Pikiran Baekhyun bercabang. Bagaimana saat Sehun mencium diri di ulang tahun Jongdae dan saat Chanyeol yang menciumnya. Namun hatinya tau, siapa yang ia pilih. Dan itu bukan Sehun.
Hey, baby please stop!
You stop in your tracks walking away from me
Please even now… NO NO NO
Sehun memungut jam yang dibanting Baekhyun, ujungnya retak. Pria itu mengambil sekaleng beer dikulkas dan menjatuhkan dirinya di sofa, masih menggenggam hadiah ulang tahun darinya itu.
It doesn't matter if it's a lie.
I want to know at least the truth.
Bayangannya kembali teringat saat ia bertemu dengan Baekhyun pertama kali di perpustakaan lalu saat ia menyelamatkan Baekhyun yang pingsan ditengah Hujan.
(Why did you keep)
pushing me away?
Ia mengingat saat Baekhyun selalu saja membela Chanyeol. Bagaimana tatapan wanita itu pada pria tinggi bermarga Park.
(How I kept approaching you,)
Was that selfish of me?
Ia mencoba menarik Baekhyun namun gadis itu akan tetap mengikuti Chanyeol
I can't escape from these thoughts.
Is such a thing love?
Malam dimana ia menyelamatkan Baekhyun dari perampok, mencium keningnya, lalu mencium bibirnya dibawah Lampion terbang. Jantung Sehun berdetak cepat mengingat hal itu semua.
I'm not ready to break up Wait a minute
(Wait a minute for me baby)
Waiting is too long, it Has no limit
(Has no limit)
I keep calling for you but you're answerless
and only echoes keep coming back to me..
Lalu ingatan beberapa saat lalu saat ia hampir saja memperkosa Baekhyun menghampirinya Ia mengusap rambutnya frustasi, menyesal karena kehilangan kendali. Seharusnya ia tidak melibatkan perasaan selama mengerjakan misi. Ia baru menyadari, Baekhyun telah mencuri hatinya. Kesal karena semua berantakan ia membanting kaleng beernya.
I hate myself
for living on after losing you
But I hope that some day… (I hope for you)
Oh, tell me, what is love?
Tell me, what is love?
Dan disebuah tempat yang lain, Kai yang menolak untuk pulang, menatap minumannya dengan dingin. Ia memain mainkan gelasnya, mencoba mengusir Bayangan Kyungsoo dan Chanyeol yang hadir di benaknya. Bayangan saat Chanyeol memeluk Kyungsoo dari belakang, saat mereka berciuman, saat Kyungsoo tersenyum karena Chanyeol seorang dan saat gadis itu mengigaukan namanya.
Like you told me while gazing into my eyes (YEAH-)
The two letters hurt like humiliation.
My heart finally knows
Oh, tell me, what is love?
Tell me, what is love?
Kai ingat ia selalu melakukan apapun untuk Kyungsoo. Mengalah, menjaga dan menyayanginya dari jauh. Kai menjatuhkan kepalanya di meja bar, ia terisak, katakanlah ia mabuk. Tapi rasa sakitnya benar benar nyata. Karena apapun yang ia lakukan, tak akan cukup untuk membuat Kyungsoo berpaling padanya.
I'm frozen in the same place
even after time passes
Happy moments stopped me
like a photo. YEAH
di rumah sakit, Kyungsoo yang sudah menyelesaikan makannya dari tadi, diselimuti oleh Jongdae, Jongdae meminta gadis itu untuk beristirahat. Ia pejamkan matanya namun pikirannya terbang jauh ke beberapa kejadian terakhir ini.
They ask, people ask
if I'm alright
(if I'm alright)
I break a little (YEAH)
Ia ingat saat memergoki Chanyeol dan Baekhyun yang berpelukan, Saat Chanyeol menatap Baekhyun cemburu, dan selalu berapi api jika melihat Sehun.
my slashed heart hurts
Like this, SO BAD…
don't go far from me Oh- yeah
ia sudah memberikan segalanya untuk Chanyeol. Apakah hanya karena ada orang baru yang datang ke kehidupannya, Chanyeol melupakannya begitu saja. Kyungsoo meremas selimutnya, mencoba mengalihkan rasa sakit dihatinya
No baby you oh- no no no no no
I'm not a kind of steel yeah (yeah)
tapi, tiba tiba ia teringat saat Kai menghiburnya, saat kai memeluknya, menghancurkan dapurnya dan mengajaknya pergi. Kai lah orang yang selalu ada untuknya. Namun Kai hanya sahabatnya. Dan akan selalu tetap seperti itu. Sementara Chanyeol… Chanyeol berbeda.
I hate myself
for living on after losing you
But I hope that some day… I hope for
(Some day next to me Yeah)
Oh, tell me, what is love?
Tell me, what is love?
(Tell me, what is love?)
Baekhyun menghela nafasnya. Menahan air matanya jatuh saat mengingat semua memori yang berputar di benaknya. ia mencintai Chanyeol. Tapi.. apa yang harus ia lakukan sekarang? Chanyeol sudah kembali pada Kyungsoo. Apa dia memiliki kesempatan? Mungkinkah Chanyeol memiliki perasaan yang sama hanya saja tak berani mengucapkannya? Ia berdiri dan berjalan ke dinding, menempelkan keningnya dan menyentuh dinding itu dengan sebelah telapak tangannya, mencoba membisikkan sesuatu.
Like you told me while gazing into my eyes
(Come back to me babe)
The two letters hurt like humiliation. (Yeah)
My heart finally knows..
Ia tak tau, Chanyeol juga berjalan dan menempelkan kening dan telapak tangan kanannnya kenangan tentang Kyunsoo berputar putar dibenaknya. Ia harus memilih. Jika saja dinding itu tidak ada, kening mereka pasti sudah bersentuhan. Ia menghela nafas, mencoba membisikan sesuatu.
Oh, tell me, what is love?
Tell me, what is love?
"Chanyeol…/Baekhyun…." kata mereka bersamaan.
(Tell me, what is love)
"Saranghae…/Mianhe…" lanjutnya, meskipun tak ada yang mendengar. Chanyeol membalikan badannya, ia merosot lalu menyenderkan tubuhnya dan mengusap wajahnya kasar. Sementara Baekhyun, jatuh terduduk, memeluk lututnya sambil menangis tersedu sedu.
ooo
Baekhyun terbangun pagi itu dengan dirinya yang tertidur dilantai. Membuat gadis itu mengalami demam. Ia bersyukur sebenarnya. Dengan begini ia tidak akan bertemu Chanyeol di kampus dan hanya berdiam diri di kamar.
Untuk pertama kalinya, ia bersyukur sedang jatuh sakit. Baekhyun tertawa remeh Saat menyadari Bahwa Chanyeol akan menjenguk dikala Kyungsoo sakit sementara Ia hanya akan sendirian. Biasanya, Sehun akan datang disaat Chanyeol mengecewakannya. Namun, kejadian semalam, membuat Baekhyun tak mengenali lagi siapa Sehun yang ia kenal. Gadis itu bangun dan merebahkan dirinya di ranjang.
"mengapa semuanya seperti ini." Gumam Baekhyun, lalu menenggelamkan wajahnya diatas bantal.
ooo
Kyungsoo sudah dibolehkan pulang kerumah, Chanyeol mengantar kekasihnya pulang dari rumah sakit.
"yeol?" tanya kyungsoo begitu keduanya sedang ada di mobil.
"ya?"
"apa.. kau sudah memikirkan omongan kemarin?" Raut wajah Chanyeol kembali datar. Awalnya ia tak berfikir bahwa gadis itu serius, namun di serang dengan pertanyaan yang sama membuat Chanyeol yakin, Kyungsoo sedang tidak main main dengan permintaannya.
"ah.. iya.. aku belum memikirkannya." Kata Chanyeol dengan pandangan tak terbaca. Sementara Kyungsoo hanya terdiam. Dia sedikit tau apa yang Chanyeol maksud. Mungkin, ia harus bertindak dengan caranya sendiri jika ia mau mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.
.
ooo
Suatu pagi, Baekhyun tak sengaja bertemu dengan Chanyeol yang saat itu sedang sibuk menelfon di halaman belakang. Ia ingin melewati begitu saja tapi kata kata Chanyeol menarik perhatiannya.
Gadis itu beresembunyi dibalik dinding dan menatap punggung Chanyeol dengan ponsel di telinganya.
"…."
"Baekhyun? Ti-tidak"
"…"
"ayolah, aku belum siap."
"….."
"bukan begitu, tapi aku belum yakin…."
"…"
Dan sambungan itu pun dimatikan lengkap dengan Chanyeol yang menggeram kesal.
.
.
Minggu minggu kuliah setelah itu merupakan minggu terberat bagi Baekhyun. Chanyeol semakin menghilang darinya. Dan ia memutuskan untuk menjaga jarak dengan Sehun. Jongdae berbeda fakultas. Apalagi Kai yang berbeda universitas. Baekhyun merasa ia tak punya teman.
Ia mengingat saat dimana dirinya sedang makan dikantin, lalu ia bertatap mata dengan Chanyeol yang sedang mencari meja. Pria itu akan mengalihkan pandangannya. Lalu, di sisi lain, Sehun menatapnya, namun saat itu giliran Baekhyun yang memalingkan wajahnya dan buru buru pergi.
Hal itu juga berlaku di perpustakaan. Saat tak sengaja Chanyeol mengambil buku yang sama dengan Baekhyun, pria itu buru buru mengalah dan segera beranjak pergi. Sementara Sehun memperhatikannya dari jauh.
Bahkan saat diparkiran, Chanyeol akan memarkir mobilnya jauh dari Baekhyun, dan Baekhyun akan kembali ke mobil cepat cepat sebelum Sehun mendahuluinya. Karena lelaki albino itu nyaris setiap hari memarkir di dekat Baekhyun. Mencoba mendekatinya. Namun Baekhyun tak mau dekat dengannya meskipun hanya untuk mendengar penjelasan pria itu. Ia tak mau mengambil resiko.
Lucu jika dipikir pikir mengingat tingkah laku mereka sekarang seperti kucing dan anjing yang kejar kejaran. Padahal Chanyeol dan Baekhyun tinggal serumah sedangkan Sehun dulunya dekat dengan Baekhyun.
Keadaan dirumah juga tak membantu, Chanyeol tidak akan makan semeja dengan Baekhyun. Ia akan makan duluan, atau makan diluar jika gadis itu mendahuluinya makan. Baekhyun jadi tak enak hati. Mungkin ia sebaiknya menyewa apartemen? Tapi mengingat dirinya sedang dikuntit ia jadi takut sendiri. Apa kah ia harus mengatakan pada kaka kakanya soal ini? Soal pria yang mengikutinya. Tapi Baekhyun yakin sekali, Kris dan (Terlebih) Xiumin akan langsung menariknya pulang saat itu juga dan melipat gandakan pengawalan.
Baekhyun benci itu. Dia tidak mau pulang. Tidak sebelum Chanyeol mengingatnya.
ooo
Baekhyun pulang ke mansion dan sedikit kaget melihat Donghae dan Yoona serta Chanyeol diruang TV. Ketiganya sedang berbicara serius. Raut wajah Chanyeol tampak kesal terlihat seperti habis berdebat.
"hai, Baek, kau sudah pulang?" tanya Yoona, begitu mendapati Baekhyun memperhatikan mereka.
"hai, bibi."
"eomma, aku ke kamar dulu." Kata Chanyeol lalu pergi. Baekhyun hanya tersenyum maklum begitu Yoona memandangnya tak enak hati.
"kemarilah Baek. Duduk bersama kami."
"bagaimana kabarmu?"
"baik paman. Kabar bibi dan paman bagaimana?"
"baik juga. Sebenarnya kami belum waktunya pulang, tapi karena besok adalah ulang tahun Chanyeol. Mau tak mau kami harus menunda pekerjaan dan segera pulang. Hari ini hari ulang tahun Chanyeol yang istimewa, jadi kami tidak bisa melewatkannya." Kata Yoona.
Baekhyun mengangguk angguk. Ia bukannya tak ingat dengan ulang tahun Chanyeol. Ia hanya tak yakin Chanyeol menginginkannya untuk datang ke pestanya.
ooo
Malam itu Sehun sedang menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh dijalanan kota Seoul, ia butuh menghilangkan penatnya. Mungkin, ia bisa memukuli orang jika ia beruntung. Ia berhenti disebuah tempat. Tempat dimana Sehun mengajak Baekhyun pergi saat ulang tahun gadis itu.
Lamunannya buyar saat ponselnya berdering. Paman Lee menelfonnya,
"kau tak mengabariku lagi selama berminggu minggu. Apa yang terjadi?"
"…" Sehun sudah tau, pria paruh baya itu akan menanyai nya soal hal ini.
"sumberku bilang, mereka beberapa kali melihat Baekhyun menjauhimu. Ada apa?"
Sehun menghela nafas. "Paman Lee. Aku ketahuan. Baekhyun menemukan fotonya di atas mejaku."
"lalu?"
"dia takut dan menjaga jarak. Ia pasti sudah curiga padaku sekarang" ada helaan nafas panjang diseberang panggilan. Lalu hening beberapa detik.
"Oh Sehun." Kata Paman Lee penuh penekanan.
"kau di berhentikan dari tugas ini. Segera tinggalkan Korea dan kembali ke New York." kemudian, sambungan dimatikan. Ia menggeram kesal, lalu memukul kemudinya dengan marah
ooo
Hari ulang tahun Chanyeol pun tiba, suasana meriah dan mewah menghiasai halaman belakang mansion park yang megah. Yoona dan Donghae tampak bahagia. Kyungsoo juga tak lepas dari Chanyeol. Sepintas pesta ini mirip pernikahan melihat Kyungsoo yang berdiri di dekat Chanyeol saat tamu mengucapkan selamat ulang tahun. Namun ada yang aneh, Chanyeol tampak sibuk dengan pikirannya.
Omong omong soal ucapan selamat ulang tahun, Baekhyun belum mengucapkan itu. Merasa saatnya belum tepat.
Ia hanya sendirian di pesta itu, Kai sedang meminum wine tak jauh dari tempatnya. Pria itu tampak sendiri tanpa yeoja yeoja yang biasa bergelayut di tangannya. Sementara Jongdae sibuk dengan makanan. Seperti biasa.
Saat semua nya sudah berkumpul, Donghae pun mengambil gelas dan mengetuk sendok ke gelas tersebut. Menciptakan bunyi dentingan yang menarik perhatian semua orang.
Semuanya pun menoleh, lalu terdiam. Menunggu tuan rumah berbicara.
"Selamat Malam. Terima kasih telah datang ke pesta ulang tahun anakku. Aku harap kalian menikmati pestanya." Kata Donghae sambil tersenyum penuh karisma.
"Chanyeol. kau sudah besar sekarang. Ayah dan ibu menyayangimu nak. Semoga sukses dan sehat selalu. Bersulang untuk putraku park Chanyeol." Lanjutnya sambil menghadap putranya itu. Chanyeol tersenyum kecil. Tampak sedikit dipaksakan.
Dan para hadirin mengangkat gelasnya, lalu meminum wine mereka. Begitu juga dengan Baekhyun Kai, Kyungsoo dan Jongdae.
"dan, malam ini juga malam yang sangat istimewa. Bukan hanya tepat dimana anak ku berulang tahun. Tapi, Kami, keluarga Park dengan bahagia mengumumkan, Bahwa Park Chanyeol putra kami…..
"….Telah ditunangkan dengan putri keluarga Do. Do Kyungsoo. Beri tepuk tangan yang meriah untuk keduanya." Kata Donghae. Kyungsoo tersenyum bahagia, sementara Chanyeol menatap Kyungsoo dengan tatapan tak bisa diartikan.
Chanyeol mengambil sebuah cincin yang dibawakan maidnya, ia menyematkan di jarinya dan satu lagi di jari Kyungsoo.
Chanyeol… bertunangan? Dan tepuk tangan meriah, mengiringi kepergian Baekhyun dengan hati hancur.
.
.
TBC
A/N:
Hai, maaf kalo BGM nya timingnya ga pas. Oh iya aku mau nanya lagi, btw kalian kalo aku kasih BGM yang bukan lagu EXO, tapi ost salah satu drakor kira kira gimana? Abis aku belum nemuin beat lagu EXO yang cocok buat suatu adegan di beberapa next chap depan.
Dan saat aku baca review kalian… ternyata kalian sebel bgt ya sama chanyeol ._.v mian oppa, aku harus bikin kamu nyebelin biar aku ga makin jatuh cinta *plak.
Jadi akhirnya Chanyeol sama…. Sama… sama author *bakar author*
Yang pingin moment Chanbaek lebih banyak dan kenapa Hunbaek disini bertebaran aku emang sengaja mau liatin dulu seberapa jauh dan dalam hubungan Chansoo dan dilemanya Baekhyun sama Sehun. Biar kalian tau seberapa besar resiko yang Chanyeol ambil kalo ninggalin Kyungsoo. Tapi sebentar lagi Chanyeol akan sadar dan mulai ngejar ngejar Baekhyun kok. Tenang aja! Semua ada waktunya. Eaaa.
Lagipula kalo alesannya gamau Baek dapet yang bekas….. kalo dipikir pikir, sama Sehun juga bekas… dia kan udah tidur sama yeoja malam….. wayolo.
Kalo gitu, review terusnya Chingu. Hari ini aku update chap selanjutnya kalo responnya baik. Muah!:*
Chanbaek is real!
-moza
