IT'S MUST BE LOVE

TAORIS

GS

BY

UGII

"Kris,kau dengar... Tao kembali. ... Tao sudah di temukan."

Suara dari HT yang ada di genggaman tangannya membuat Kris sadar dari lamunannya dan tergesa gesa turun bukit di ikuti beberapa pengawal kerajaan yang sedari tadi mengikutinya.

Ia berlariseperti orang kesetanan. Tak memperdulikan kakinya yang berkali kali tersandung akar pohon. Belum lagi ia harus melewati padang ilalang cukup luas sebelum tiba di pemukiman warga.

"Syukurlah pengawal Oh berhasil menemukan putri."

"Yah memang pemuda itu selalu bisa di andalkan jika kenyangkut putri Huang"

Percakapan beberapa penduduk desa itu menghentikan laju kaki sang leader. Ia terpekur sejenak, menyadari keterlambatannya atas pemuda bernama Oh Sehun tersebut, ketika ia sadar kalau Sehun bertindak jauh melebihinya.

Ia ingat jika saat ia dan Junmyeon berdebat tentang apa boleh tamu sepertinya turut campur dalam urusan negara_yang sebenarnya sangat menyulut emosi Kris_ berlangsung, pemuda pucat itu telah hilang entah ke mana.

Makawajarlah kalau si pengawalah yang berhasil menemukan sang putri lebih dahulu. Mengingat ia pun juga tahu seluk beluk mengenai seluruh kerajaan ini.

Jadi pantaslah Kris kalah besar.

Napas Kris terengah saat memasuki pelataran istana. Disana ada beberapa penjaga yang berdiri dipintu gerbang. Raut raut wajah mereka menunjukan kelegaan luar biasa.

Memasuk ruang istana, Kris mendapati Luhan dan Sehun yang tengah terduduk di sebuah kursi dekat dengan tangga yang menuju ke lantai atas.

"Bagaimana keadaan Tao?" tanya Kris masih dengan napas memburu. Dan jangan lupakan tatapan sarat akan kekhawatiran di matanya, mengundang pandangan yang sulit di artikan dari pemuda di samping Luhan.

"Baik, ia sedang di periksa Dokter." Luhan, ah bukan Sehun yang menjawab pertanyaan Kris

Atak perlu khawatir katanya?

Rahang Kris mengeras, telapak tangannya terkepal erat.

"Gege, kurasa kau kelelahan. Biar aku ambilkan minum ya" Luhan dengan santainya meninggalkan 2 pemuda yang tengah beradu pandangan laser berdua.

"Tao sudah bersama ku sejak kecil, jadi selama aku ada tak usah khawatirkan dia"ucap Sehun begitu angkuh di telinga Kris.

Seolah Sehun adalah hal yang begitu penting bagi Tao dan seolah Luhan yang ada di sana bukan apa apa di bandingkan sang putri.

"aku tidak mengkhaatirkannya, yang aku khawatirkan adalah Luhan. Dia adikku dan aku tak akan membiarkan kau mempermainkan perasaan nya begitu saja."

Sebelah Alis Sehun terangkat. Bingung dengan penuturan Kris.

"memepermainkan?"

"kau akan mempermainkan perasaan tay dan Luhan "

Kerut bingung itu memudar kala sebuah seringai muncul di wajah Sehun.

Ia lalu bangkit menuju ke arah Kris. Dan dengan santainya menepuk bahu Kris seraya ber ucap.

"Luhan adalah kekasihku, tapi Tao adalah prioritas ku selama di sini. Namun, jika aku di minta menyebut nama mereka secara berurutan. Bisa aku pastikan Luhan jadi yang pertama."

Kris terdiam. Bukan berpikir, tapi tak mengerti.

"Dan hyung, sudah ku pastikan kalau Tao jatuh cinta pada orang yang benar."

Sehun meninggalkan Kris yang masih syok mendengar Tao sudah jatuh cinta.

"sungguh, di lihat dari caranya menyebut nama Tao akubsudah tau kalau dia benar benar mencintai pandanya Junmyeon hyung. "

Kamar Tao yang tadinya rapi kini berubah bak kapal pecah dengan korban bergelimpangan.

Lihat saja ruang bacanya. Ada xiumin dan Chen yang tampak merebahkan kepala mereka pada meja tempat Tao memebaca. Luhan juga masih terlelap dengan Chanyeol dan Baekhyun di salah satu set sofa, berhimpitan.

Dan diruang tidur sendiri, ada Junmyeon dan Yixing yang tidur di atas karpet bulu depan televisi. Sehun memilih rebahan di atas boneka super besar milik Tao.

Sedangkan Tao sendiri tengah terlelap di atas kasur empuknya. Pelipisnya terlihat memar dan beberapa plester menghiasi wajah manisnya.

Di samping Tao da Kris yang sama sama masih terlelapdi kursi sambil menggenggam tangan terkasihnya.

Mereka kelelahan. Itu pasti.

Saat sehun membawa Tao pulang dengan tak sadarkan diri di punggung pengawalnya, keadaan makin caos.

Yixing tak sadarkan diri, dan kembali sadar dengan berteriak histeris. Membuat Junmyeon panik bukan kepalang. Raja muda tersebut berusaha menenangkan sang istri, walau nyatanya ia jugavtakut akan keadaan Tao di dalam sana.

Setelah Yixing tenang dan beberapa rombongan yang mencari Tao telah kembali, barulah dokter keluar dari dalam Tao.

Menyampaikan kalau gadis itu baik baik saja. Namun Tao di sarankan untuk bedrest full beberapa hari ini.

Sepeninggalan Dokter Yixing kembali menangis di depan ranjang Tao. Di mana sang penghuni tengah tertidur akibat pengaruh obat. Seluruh orang kini ikut andil untuk menenangkan Yixing yang entah kenapa jadi kewat sensitif.

Setelah di tenangkan akhirnya Yixing pun tertidur pulas beralaskan karpet bulu di temani Junmyeon hingga pagi menjelang seperti ini.

"Eeuungg"

Erangan Tao membuat Kris terjaga. Tadi malam ia tidur jam 1, pantas saja wajahnya kusut.

"Kau bangun?" tanyanya retoris kala melihat Tao menggeliat.

Tao mengangguk, ia sedikit meringis saat hendak menggerakkan kakinya.

Omong omong Junmyeon sudah menyiapkan kursi roda untuk Tao katena kakinya sedikit terluka.

Dasar orangkaya sedikitnya perhatian malah jadi belebihan, itu kata Kris sat kursi rodanya datang jam setengah sebelas malam dan tak segan segan Junmyeon melempar Kris dengan batu besar yang ada di dekatbya.

"Mana yang sakit?"

"ssstt gege jangan keras keras, nanti mereka bangun." Ujar Tao seperti berbisik pada Kris seraya menunjuk dengan dagunya kepada sekumpulan manusia kelelahan di sekitarannya.

Mendengarnya Kris hanya cengengesan. Lalu pria dengan rahang tegas itu membantu Tao untuk duduk bersandar di headbadnya dengan nyaman.

"apa lukamu masih sakit?" kali ini Kris berbicara dengan lirih dan tidak heboh seperti tadi.

Tao mengangguk seraya mengerucutkan bibirnya yang masih terlihat pucat.

"Kakiku masih terasa sakit. Kepaluku juga masih pusing"

Kris tersenyum, lega rasanya bisa mendengar rajukan manis Zi Tao lagi, setelah tadi malam berkali kali ia harus bangun kerena desisan tak nyaman dari bibir gadis panda itu.

"mana yang sakit?"

Tao segera menunjuk pelipisnya yang sedikit menbiru .

Cup~

Entah setan darimana yang membisiki Kris, hingga ia dengan beraninya mengecup lama pelipis Tao. Padahal itu merupakan salah satu hal yang selalu Kris tahan ketika ia bersama Tao.

Namun tanpa ia sadari Tao cukup merona dengan tindakannya.

"g-gege?"

Kris menatap Tao yang masih dalam mode terkejutnya.

"Tao aku..."

"Tao kau sudah bangun?!" pekik seorang gadis di ambang pintu sedang membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air. Dan jangan lupa seorang lain di belakangnya yang entah kenapa menemukan sebuah aura menyeramkan yang keluar dari diri leadernya.

Gadis bermata bulat itu meletakkan bawaanya di atas meja belajar Tao sebelum merangkak naik ke ranjang sang putri. Mengabaikan tatapan tajam dari seekor naga berwajah tampan di sampingnya.

Tak lama setelah itu, orang orang yang ada di sanapun ikut terbangun dengan rasa lega menyelimuti perasaan masing masing.

Meninggalkan Kris yang frustasi di pojokan sambil memeluk lututnya.

"Jie jie?"

"Ya?"

Saat ini Tao baru selesai meminum obanya. Di sampingnya Kyungsoo sedang membereskan alat makan yang tadi di gunakan Zi Tao.

"Bagaimana hubunganmu dengan Kai gege?"

Tanya Tao, sejenak membuat Kyungsoo menghentikan pekerjaannya.

"baik baik saja" jawabnya seraya menlqnjutkan kembali pekerjaannya tersebut.

Lalu hening sejanak. Ia menggigit bibir bawahnya, seakan ragu untuk berbicara saat ini. Melihat itu akhirya Kyungsoo benar benar manghentikan aktivitasnya.

"Ada yang ingin Tao bicarakan ya ?"

Tao masih diam sekan menimbang nimbang.

"Bicara saja, mungkn jie jie bisa bantu"

"eemm apa yang jie jie rasakan saat bersama Kai... Eh maksudku bagaimana rasanya...emm tidak tidak. Maksudku bagaimana jie jie bisa tau kalau kau menyukai Kai gege?"

Kyungsoo nampak sangat bingujlng dengan ucapan Tao yang putus putus dan terkesan gugup. Hingga iapun menyimpulkanya sendiri.

"Kau sedang jatuh cinta Zi? "

Ini yang Tao bingung.

Tao menggeleng pelaan. Bibir kucingnya melengkung ke bawah.

"Tao tidak tau jie, Tao bingung."

Kyungsoo menghela napas kecil sebelum tersenyum maklum.

"sekarang dengarkan jiejie." Kyungsoo menyentuh kedua bahu Tao dengan lembut.

"terlepas dari kau jatuh cinta atau tidak, hanya kau yang bisa mengetahuinya. Dari sini"

Kyungsoo menyentuh ada Zi Tao, ia ikut merasakan detak jantung Tao yang tidak karuan. Merasakannya saja Kyungsoo sudah yakin kalau Tao memang benar benar terserang virus merah jambu.

Tapi Kyungsoo mau Tao sendiri yang menyadarinya. Hingga perasaan itu samakin membesar dan Tao bisa menunjukannya suatu saat nanti.

"Di hatimu. Hatimu yang akan memberikan jawabanya. Dan kau harus yakin jawaban hatimu itu benar."

Tbc again

Taonya udah mulai degdeg ser nih gengs...

Maunya ini cerita lanjutannya gimana yaa?

Kan drapnya ilang di chapter ini. Jadi kalo lama sory sory to say aje ye. Ugi harus semedi lagi soalnya buat lanjutan yang berikutnya.

Anda bisa menunggu?

Reviews yaa beib.