Persona 4: Memories of You…
Author: P4 yang paliiiiiiinggg asli punya ATLUS! Ga bakal nyolong deh dari ATLUS! Boro-boro nyolong, masuk ke kantornya aj udah diusir sampai ke palestina (buset! Udah mampus dong?!)
LvNa-cHaN: hmmm, betul juga. Akihiko jarang banget bela si Stupei itu. Si Stupei juga lebih gampang emosi, atau mungkin secara nggak sengaja aq bikin gampang emosi krn Souji dkk tu adik kelasnya?
BlazingFireAngelxxx: Hmmm, punya rencana sih Minato bakal idup lagi. Tapi, ada semacam sacrifice gitu lah. Hahahaha, ditunggu aj. Akan dijelaskan di chap2 agak akhir.
____________________________________________________________________________________________________________________________
--------------------------------
Command Room : late night
--------------------------------
Seluruh mantan anggota SEES dan Investigation Team sudah berkumpul di ruangan itu. Keheningan yang terlalu hening masih saja melingkupi mereka. Hingga seseorang memecah keheningan malam itu.
"Em, kenapa pada diem semua sih? Bisu-bisu ya?" Rise langsung ceplas-ceplos, tanpa memerdulikan suasana sekitarnya yang mungkin akan dijadikan tempat perang dunia ke-12 ( perang ke 3-11 ga tau kapan terjadi).
Barulah Mitsuru memulai pembicaraan. "Kami ingin tahu, apa yang kalian maksud dengan Midnight Channel? Mohon dijawab." Masih dengan nada dingin.
"Channel yang menayangkan korban yang jadi incaran untuk dibunuh. Dan di dalam TV terdapat banyak shadow. Mungkin bisa disebut tempat tinggal Shadow. Sudah paham?" jelas Naoto sedetail-detailnya.
Para mantan anggota SEES manggut-manggut.
"Sekarang giliran kami, insiden apa yang terjadi di Port Island sekitar 3 tahun yang lalu?" Tanya Souji nggak kalah dingin.
"Itu…insiden itu bersangkutan dengan shadow juga. Apa kalian datang ke sini untuk menanyakan hal ini?"
Yukiko yang semula diam kemudian berbicara. "Kami mohon, beritahu kami. Kami datang ke sini ingin mencari info tentang insiden itu. Dan…di mana kalian mengalahkan shadow-shadow? Kalian sepertinya tak mungkin mengalahkan shadow-shadow itu di dalam TV, sebab Teddie bilang tak pernah bertemu manusia dari dunia ini sebelum Souji-kun dan Yosuke-kun."
"Semua itu berawal dari kedatangan seorang pemuda yang dulu pernah tinggal di Dorm ini. Dia juga salah satu persona-user, sama seperti kami. Pemuda itu…mengubah semuanya." Mitsuru berhenti sebentar. Atau mungkin memang berhenti, sebab ia tak bisa melanjutkannya lagi.
"Setelah kedatangan pemuda itu, muncul 12 shadow setiap bulan purnama. Kami yang ditipu oleh pemimpin kami yang dulu akhirnya memberantas 12 shadow yang berbahaya itu. Dan setelah akhirnya kami tahu semuanya, kedatangan 12 shadow itu memiliki hubungan erat dengan kedatangan si pemuda." Akhiko berhenti bicara sampai di situ. Kini Aigis yang melanjutkannya.
"Semua itu karena aku menge-seal Death di dalam dirinya saat ia masih anak-anak. Karena kami telah memberantas 12 shadow itu, maka Death pun bangkit dari dalam si pemuda dengan wujud manusia. Dari situlah kami tahu akan Nyx yang tanpa sengaja terpanggil karena begitu banyak manusia yang menginginkan kematian. Apa kalian tahu mengenai keturunan –keturunan Nyx?"
Naoto langsung membuka laptopnya, mencari data yang sempat ia ambil dari internet dan menunjukkannya pada mereka.
"Nyx lahir dari chaos. Thanatos(death) dan Hypnos (sleep) merupakan anak dari Nyx. Hanya sejauh itu yang kami tahu, bahkan semua itu menurut Mhytology. Apa ada yang lain dari itu?"
Mitsuru tertawa ringan. "Ya, ada yang sedikit berbeda. Yukari…"
"Jika kami mengalahkan Thanatos(Death) maka kehancuran akan diundur dalam waktu beberapa bulan saja dan kami tak akan ingat apa-apa. jadi jalan satu-satunya hanya menghadapi Nyx. Dan pemuda itu menjadikan rohnya sendiri sebagai seal antara Nyx dan manusia agar manusai tak dapat mencapai Nyx. Sebab Nyx tak akan pernah bisa dikalahkan oleh siapapun. Nyx adalah kematian itu sendiri. Tak lama Dia akhirnya jatuh koma dan…meninggal."
Seluruh orang yang ada di ruangan itu langsung membisu. Mereka semua tak tahu harus bilang apa. Berduka? Mengasihani? Mengagumi?Tak ada satupun yang mengeluarkan suara. Suasana tegang semakin melingkupi mereka.
"Kami minta maaf karena telah memaksa kalian menceritakan semua ini. Dan satu lagi. Apa dia juga seorang multi persona-user?" Tanya Souji sedikit ragu.
Junpei mendesah pelan. "Ya. seorang persona-user yang selalu melakukan yang terbaik dan selalu menang dariku. Kadang aku juga pernah merasa bersalah karena sempat iri dengannya. Aku tak tahu apa-apa beratnya menjadi seorang leader."
Ken berdehem. "Lalu bagaimana dengan petualangan kalian? Katanya kalian bisa masuk TV? Bagaimana caranya?"
Yosuke tersenyum senang. Akhirnya ia punya kesempatan untuk bercerita."Itu semua berawal dari kedatangan leader kami yang satu ini." Yosuke kemudian merangkul pundak Souji. "Dia datang dan membangkitkan persona-persona kami. Kalau dia tak ada…mungkin kami semua sudah mati dibunuh shadow kami sendiri."
Chie ikutan menyahut. "Pembunuhan-pembunuhan di Inaba sangat erat hubungannya dengan TV!"
Junpei berpikir lebih keras lagi. Gimana caranya pembunuhan ada sangkutannya dengan TV? Apa pembunuhnya memukul kepala si korban pake TV sampai mati? Begitu piker Junpei. Sebab otak Junpei emang terbatas.
"Em, apa korbannya dipukul pake TV sampai tewas?"Yang hadir pada malam itu langsung sweatdropped ria.
"Bukan. Justru mereka malah dimasukkan ke dalam TV." Jawab Kanji santai.
"Dasar detektif Adachi sialan itu! Dia melemparkan orang-orang dari dunia ini ke dunia Teddie! Mengganggu sekali, nee…!" keluh Teddie.
Mitsuru langsung bicara lagi. "Jadi pelakunya seorang detektif?!"
"Ya termasuk pelaku sih. Tapi bukan pelaku utama."
"Souji-kun, apa kamu juga ingin menceritakan semua itu?"
"Tunggu! Tunggu dulu!" kata Yukari merasa ada yang janggal. "Kalian memilih Souji-kun jadi leader karena dia yang membangkitkan persona-persona kalian? Berarti Souji-kun tak punya shadow. Lalu siapa yang membangkitkan personanya?"
Seluruh anggota Investigation Team langsung tersenyum jahil kecuali Souji yang malah celingak-celinguk. Terdengar tawa pelan dari mereka.
"Yang membangkitkan persona milik Souji-kun itu istrinya sendiri loh!" seru anggota Investigation Team dengan semangat dan anggota SEES langsung mangap semua. "I-istri??!!! Souji-kun yang masih muda dan sekolah begitu sudah punya…ISTRI??!!!" jerit para mantas SEES. Yang ada di pikiran mereka Cuma yang negative-negatif saja. seperti…tau sendiri lah.
"Istri apaan? Sejak kapan aku nikah?" Souji malah bertanya santai. Nggak ingat apa-apa sih!Yosuke menjelaskan sambil tertawa. "Ahahaha, maksud kami…personyanya Souji-kun itu dulunya istrinya Izanami. Itu lho, yang menurut sejarah. Izanagi kan suaminya Izanami? Jadi bukan Souji nya yang punya istri, tapi personanya yang punya istri."
"Tapi karena persona itu merupakan cerminan dari pemiliknya, makanya kami bilang Izanami itu istrinya Souji! AHAHAHAHAHAHAHA!!!" Chie tertawa sekencang-kencangnya. Mungkin sudah terinfeksi virus XXX nya Yukiko.
Para mantan SEES langsung sweatdropped melihat tingkah-tingkah aneh di hadapan mereka.
"Oh, menurut sejarah, Izanagi dan Izanami memang suami-istri."
"Tapi ada yang berbeda juga di sini!" seru Rise sambil merangkul Souji, meninggalkan Yukiko dengan kepalan tangan yang ia sembunyikan."Izanami malah ingin membunuh Senpai! Hampir saja Senpai terbunuh karena kena kutukan Izanami sialan itu! Tapi Senpai bisa mengalahkan Izanami gila itu dalam satu serangan persona lho! Senpai hebatkan?"
Akihiko ikutan tertarik. "Sekali serang?! Hmm, sepertinya aku jadi tertarik bertarung denganmu! Oh ya, mengenai kejadian di restaurant Hagakure tadi…"
Junpei langsung menyahut. "Ya! besok akan diadakan lomba! Lomba yang menentukan team siapa yang lebih hebat! Antara SEES dan…uhh nama team kalian apa yah?" lalu ia garuk-garuk kepala saking begonya.
"Stupei, kami sangat malu karena kebego-an mu yang jauh lebih bego dari berandalan yang di sana tuh!" yang dimaksud Yukari adalah Kanji.
"Senpai, sudah ditetapkan! Besok akan diadakan peperangan antara Investigation Team dengan SEES!! Senpai setuju kan?" Kanji ikutan emosi meminta Souji ikutan mendukung. Souji dengan senang hati mengangguk. "Perang apa nih? Perang bantal? Perang Guling? Perang kertas?"
"Aduh, Senpai! perang dengan cara berkelahi lah!"
"Kanji. Kamu udah kangen pingin mukul orang ya?"
"Begitulah!"
Tiap anggota masing-masing Team langsung berkumpul jadi satu. Setelah 3 jam berunding. Telah ditetapkan lomba yang akan dipakai. Berikut daftarnya :
Lomba masak = Yukiko, Chie, Naoto, dan Rise V.S Yukari, Fuuka, Aigis, dan Mitsuru.
Lomba beladiri Kendo = Souji V.S Stupei aka Junpei.
Lomba karate/Kung-fu = Chie V.S Akihiko.
Lomba nyanyi = Kanji V.S Ken
Lomba ketawa = Yukiko V.S Yukari
Lomba lempar pisau = Yosuke V.S Koromaru
Hukuman bagi team yang kalah : bersihkan Dorm selama 1 bulan, mengikuti satu permintaan dari team yang menang.
Itulah daftar-daftarnya. Malam itu semuanya langsung bersiap-siap untuk perang besoknya.
Keesokannya….
-----------------
Lomba Masak
-----------------
"Baiklah! Inilah masakan dari kedua team. Dari team Yukiko dkk: 'Junes special super steak'!!!" lalu terdengar suara tepuk tangan. "dan masakan dari team Yukari dkk: 'Sushi special super dahsyat'! manakah yang paling enak, pemirsa? Saya, Teddie, sebagai juri sangat bingung untuk memilih makanan mana dulu yang mau dimakan! Baiklah, saya makan punya Yukiko dkk dulu saja, nee...."
Begitu Teddie melahap 1 potong daging steak raut wajahnya langsung terlihat cerah. Lalu berkomentar. "WOW! Rasanya sangat kacau balau, nee! Daging yang disajikan belum matang, bumbunya terasa seperti ramuan kimia, aromanya berbau sampah, dan terakhir, Teddie mau muntah sekarang juga, nee….!" Teddie langsung muntah tanpa sungkan-sungkan lagi. Sementara Yukari dkk…
"Ugh…beruntung jurinya bukan dari team kita. Bisa tewas langsung tanpa perlu menunggu lagi." Komentar Yukari.
"Walaupun aku nggak bisa masak, tapi masih ada yang lebih hancur ternyata." Kata Fuuka lega.
"Walaupun aku tak pernah masak, ternyata mereka jauh lebih parah." Mitsuru berkata sambil ketawa.
Sementara di pihak Yukiko dkk…
"Masakan apapun di tangan kita pasti hancur! Sebagus apapun kualitas bahan-bahan yang dibeli." Yukiko langsung down.
"Haaah, kupikir kita bakal menang dengan menyajikan Steak special dari Junes. Yah, special oleh Junes, tapi tak layak dimakan bila kita yang buat." Chie langsung loyo. Serasa dunianya sudah hancur.
"Lagi-lagi kita menciptakan Mystery Food X! Tau begini…Risette bisa kehilangan fans nih!" ratap Rise.
"Aku nggak bisa jadi istri yang baik di masa depan…" kata Naoto lemas.
Dengan begini sudah ditetapkan pemenangnya. Tentu saja pemenangnya team Yukari dkk!
---------------------------
Lomba Beladiri Kendo
---------------------------
Souji dan Junpei sama-sama memasuki arena pertandingan. Masing-masing membawa pedang kayu kendo dengan armor yang lain. Dari balik helm, Souji bisa merasakan lirikan tajam Junpei. Souji juga bisa merasakan aura di sekitar Junpei penuh dengan amarah. Di sini Akihiko berperan sebagai juri pertandingan.
"Semuanya! Beri hormat!" seru Akihiko. Lalu diikuti Souji dan Junpei yang saling membungkuk memberi hormat.
"Siap?!!! MULAI!!"
Souji langsung mengambil posisi khususnya dalam bertarung. Junpei malah pasang posisi ogah-ogahan. Mungkin yang ada dipikiran Junpei: 'alah, bocah ingusan aja kok repot? Sekali gue tampel toh ntar langsung melayang entah kemana'. Namun apa yang ada di pikiran Junpei salah. Souji langsung menyergap Junpei layaknya ingin memburu shadow. Junpei hampir kena pukul namun berhasil menangkis. Junpei balik menyerang Souji yang dengan sempurna menangkis juga.
Junpei mengambil langkah mundur untuk menjaga jarak. Yang timbul di pikirannya saat ini : 'sialan! Bocah ingusan ini hebat juga! Bahaya nih'! Junpei melancarkan serangan berikutnya, Souji berputar ke belakang Junpei dan memukul lawannya dari belakang tepat di kepala.
JEDAAAKKKKK!!! BRUUKKKK!!!!
Junpei langsung roboh ke lantai. Oh, lebih tepatnya…Stupei langsung roboh ke lantai…
"Prriiiiiittttt!!!" Akihiko terpaksa menirukan suara peluit, karena peluitnya dicolong Teddie yang jadi juri pada lomba lain.
"Pemenangnya Souji Seta! Stupei! Sampai kapanpun kamu ini…selalu payah dan ceroboh! Dasar Stupei buodoh!!!!"
Begitulah Lomba Beladiri Kendo berakhir.
--------------------------
Lomba karate/Kung-fu
--------------------------
Chie dan Akihiko bersiap-siap di arena pertandingan. Teddie yang sudah sehat kembali jadi juri. Entah dia mengerti peraturannya atau enggak. Karena Souji takut Teddie malah mengacaukan semuanya, ia menggantikan Teddie jadi juri. Chie tersenyum senang begitu melihat Akihiko yang melakukan pemanasan kecil di hadapannya.
"Hmm, nanti kalau mau pukul jangan setengah-setengah ya! walaupun aku cewek, tapi aku nggak bisa dianggap remeh!" himbau Chie.
"Tenang saja, Chie-chan. Aku nggak akan merugikanmu! Jangan segan-segan juga kalau ingin memukulku!" balas Akihiko yakin.
Souji berdiri di antara Chie dan Akihiko.
"Beri hormat!"
Chie dan Akihiko saling memberi hormat.
"Siap?! MULAI!!!" Souji langsung melangkah mundur.
Chie masih tetap dengan posisi bertarungnya dulu. Akihiko juga sama seperti Chie. Mereka berdua mengambil jarak sejauh-jauhnya. Sepertinya mereka berdua menyadari betapa berbahayanya lawan mereka. Hingga sampai beberapa menit, Akihiko bergerak maju dan menyergap Chie. Chie yang sudah menunggu kesempatan langka ini bersiap-siap memberi serangan balasan juga, namun akhirnya gagal karena Akihiko bisa membacanya. Akihiko tanpa sengaja menyentuh pinggang dan 'itu' nya Chie yang bagian atas. Si cowok rambut abu-abu itu langsung malu bukan kepalang. Wajahnya jadi merah karena malu, sedangkan Chie jadi merah karena marah.
"Dasar Senpai genit!!! Terima iniiiiii!!!!!!"
Chie meluncurkan semua serangan kung-fu nya tanpa memerdulikan bagaimana nasib Akihiko setelah pertandingan. Yang ada di pikiran Chie hanya Akihiko harus diberi pelajaran karena sudah berani menyentuh…xxxxxxxx nya!
Sekejap Akihiko langsung terpental karena serangan-serangan Chie yang kebanyakan ditiru dari film 'Kung-fu Panda'.
"Priiiiiiiittttt!!!! Pemenangnya Chie Satonaka!!!!" Suara Souji menggelegar se arena pertandingan.
"Horeeeee!!!! Tuh, makan tuh kung-fu! Siapa suruh genit-genit! Pegang-pengang body cewek sih!"
Yosuke kembali dilanda ngeri. "Chie…ga pegang-pegang body mu aja sudah dipastikan akan menderita." Mengingat 'itu' nya sering ditendang Chie…
--------------------
Lomba Nyanyi
--------------------
Kali ini Teddie benar-benar menjadi juri. Seluruh anggota masing-masing team hadir untuk menyaksikan lomba yang bakal 'menakjubkan' itu. Kanji sudah gemetaran waktu memegang mic. Sementara Ken dengan yakin dan mata berapi-api begitu memegang mic.
"Teddie harap, setelah lomba ini tak ada korban jiwa dan yang lainnya. Baiklah! Tema lagu yang akan dinyanyikan adalah…"
Terdengar suara debum-debum drum yang keras, entah siapa yang main drum.
"1000 Words, nee!!!!" jerit Teddie.
Lalu musik BGM 1000 Words mengalun…
Ken dengan semangat menyanyikan lagu tersebut karena support dari team SEES.
"Ken-kun! Ayooo!!! Nyanyikan demi pacarmu!!!!" teriak Yukari.
"Ken-kun!!!! Nyanyikan lagu itu dengan perasaan cintamu pada pacarmu!!!" kali ini yang berteriak Junpei.
Sedang Kanji tidak ada yang mau support. Jangankan ikut teriak, melepas tangan dari telinga saja tak mampu. (tulisan yang tebal berarti penekanan nada, yang huruf besar berarti teriak)
"I know that YOU! Lied to me, dammit!!!
Using Gentle Words to shelter me…
Your WORDS! Were like a dream!
But DREAMS could NEVER fool me, you BASTARD!!" dan Kanji terus menyanyi sampai lagunya habis.
Dari awal saja sudah ada kasar-kasarnya begitu(yang seharusnya nggak ada dammit dan bastard), kacau, bisa memecahkan kaca setebal 20 cm, nyaring, seantero Asia lagi!
Teddie menyumpal telinganya dengan kapas setebal 1 meter saja masih budek, apa lagi yang Cuma tutup telinga pake tangan? Setelah Kanji kembali duduk, ia langsung diteriaki oleh teamnya sampai Kanji hampir tuli sebagai pembalasan! Dan sudah jelas pemenang lomba nyanyi ini adalah Ken Amada!
---------------------
Lomba Ketawa
---------------------
Peraturan lomba ini adalah…siapa yang ketawanya paling keras dan paling lama, dialah yang menang! Souji dkk amat sangat yakin mengenai hal ini. Makanya mereka mengikut sertakan Yukiko dalam lomba ketawa. Souji dkk langsung menyoraki Yukiko dengan penuh semangat, atau mungkin kelebihan semangat malah. Sementara team SEES mlempem.
"Mulai!!!" begitu Junpei selesai berkata 'mulai' tiba-tiba celananya melorot dan menampilkan celana hello kitty yang dipakainya.
Tanpa menunggu lagi, Yukiko langsung tertawa. Awalnya seri dengan Yukari yang juga ikutan ketawa.
"Ugh….Stupei….ehehehehehehehe…bodoh…ahahahahahahaha…malu tau…hahahahahahaha"
"Snkk…uph….grk…he…hello…ahahahahaha…kitty? ahahahahahaha…celana….hahahahahaha…lucu!!" dan tawa Yukiko berlanjut.
Yukiko dan Yukari terus tertawa, sama kerasnya.
10 menit…
20 menit…
40 menit…
1 jam…
Yukiko masih tertawa. Yukari sudah pingsan karena kebanyakan ketawa. Perutnya sakit, kehabisan oksigen karena ketawa terus, paru-parunya minta istirahat karena terus memompa udara. Dan Yukiko masih terlihat sehat-sehat saja dan terus tertawa, semakin sehat malah.
"Dan sudah jelas pemenangnya Yukiko Amagi! Sialan!" keluh Junpei.
Mitsuru dan Akihiko berbarengan menjitaki Junpei.
"Stupei yang super duper buodoh!!!! Kenapa bisa sampai kecolongan celana melorot segala sih?!!! Jadi kalah nih!"
-----------------------
Lomba lempar pisau
-----------------------
Yosuke melempar-lemparkan pisaunya seperti saat bertarung. Koromaru juga. Kali ini kedua belah pihak team sama-sama memberi support. Terutama Chie dan Ken. Chie terus menyoraki Yosuke supaya menang.
"Yosukeeee!!!! Sekali lagi menang, kita sudah mengalahkan team SEES!! Berjuanglah,Yosukeeeee!!!!"
Yosuke pun terharu. "Chie, aku janji! Demi kau aku akan menang dari anjing putih aneh ini!!!"
Tiba-tiba muncul Fox yang biasanya menyembuhkan luka Souji dkk di dalam TV. Kedua mata Koromaru langsung membentuk hati. Nampaknya Koromaru jatuh cinta pada pandangan pertama. Teddie sebagai juri berdiri di tengah-tengah kedua kontestan.
"Fox! Jangan ganggu kontestan dong! Nontonnya di sana, nee…!!" perintah Teddie.
Fox tampak sedih dan akhirnya melompat ke pangkuan Souji. Cowok berambut abu-abu itu mengelus-elus Fox. Koromaru langsung menggeram melihat sikap kasar Teddie terhadap cinta pertamanya.
"Siap?!!! MULAI, nee!!!"
Yosuke melempar pisaunya tepat pada sasaran. Chie langsung melompat dan merangkul Yosuke dari belakang.
Sementara Koromaru….
Ia melemparkan pisaunya(entah gimana caranya) ke arah Teddie. Beruntung Teddie membawa kostum beruangnya yang cukup tebal, sehingga pisaunya tidak sampai mengenai Teddie. Fox langsung turun dari pangkuan Souji dan melangkah ke arah Koromaru dengan mata berbentuk hati.
Team SEES langsung menepuk jidat secara serempak. Koromaru melempar pisau ke Teddie demi membalaskan dendam Fox itu. Dan sudah jelas lagi, pemenangnya adalah Yosuke Hanamura!
-------------------------
Lounge: malam hari
-------------------------
Team Souji dkk langsung bersorak sorai dan menduduki sofa yang telah tersedia di Lounge dengan perasaan bahagia dan tenang. Sementara team SEES yang hendak berjalan menaiki tangga bagaikan zombie-zombie yang sedang berbaris. Souji berjalan pelan menghampiri mereka, masih dengan senyum hangat yang tersungging di bibirnya. Tapi, team SEES mengira Souji akan mecomooh mereka. Itu sebabnya team SEES malah pasang tampang jutek, terutama Mitsuru.
"Huh! Baru kali ini seumur hidup aku disuruh bersih-bersih Dorm! Kau sudah puas, Souji-kun?!" bentak Mitsuru yang telah kehilangan pamor.
"Bu-bukan itu…"
Ganti Yukari yang berkacak pinggang. "Yeah, ternyata kau belum puas juga sebelum kau menghina kami!! Apa maumu?!"
"Yu-Yukari-Senpai, kau salah-"
"Alah! Ga usah pake sok alim gitu deh! Bilang aja pengen buat kami lebih menderita lagi!" Junpei ikutan marah-marah.
Souji langsung kuwalahan. "Stupei-Senpai, kau juga salah pa-"
"Oh, yeah! Masih pengen buat kami jauh lebih menderita dari ini?! Nggak ada puas-puasnya ya!!" lagi-lagi perkataan Souji dipotong seenaknya oleh Akihiko.
"Dengarkan dulu, Akihiko-Senpai. aku Cuma ingin-"
"Menyiksa team SEES jauh lebih parah lagi? Gitu?" Ken melanjutkan perkataan Souji seenaknya.
Souji sudah habis kesabarannya. Ngomong belum selesai main potong-potong aja!
"Sudahlah, jangan pernah ganggu kami lagi!" bentak Yukari saat ia akan menaiki tangga. Dengan sigap Souji menarik tangan Yukari dan menggenggamnya erat-erat. Yukari menoleh dengan tatapan marah campur bingung.
"Bisa nggak sih dengerin perkataanku dulu nggak pake motong-motong sebelum aku selesai bicara?!!" Souji mulai terbawa emosi.
Entah gimana, bulu kuduk Yukari serasa berdiri semua. Dan Yukari mengangguk-anggukkan kepala tanpa perintah dari otaknya. Yukari melihat kemarahan yang nampak dari sorot mata Souji. namun sorotan mata kemarahan itu berubah dalam waktu singkat menjadi orotan mata…yang pernah dikenalnya. Yukari langsung menarik tangannya dari genggaman Souji begitu ia ingat seperti milik siapa sorotan mata itu degan tampang Shock.
"Yuka-tan, kenapa?" Tanya Junpei.
"Nggak. Nggak apa-apa. Jadi apa yang tadi mau kamu katakan?" Suaranya jadi lembut kembali ketika berbicara dengan Souji.
"Itu, sebaiknya hari ini…kita semua ummm…makan malam bersama. Jadi…"
Mitsuru saling berpandangan dengan Akihiko. Tidak menyangka kalau niat Souji yang sebenarnya itu baik.
"Maaf kami sudah jahat padamu tadi. Kukira kau akan menghancurkan kami lebih dari ini. Terima kasih buat lomba-lombanya. Kami jadi belajar mengakui kekalahan." Kata Mitsuru bijak. " Mengenai acara makan malam itu…siapa yang masak?" ia bertanya dengan nada hati-hati.
Souji mulai meringis geli. Sampai akhirnya tertawa kecil.
"Jangan khawatir! Bukan Yukiko dkk kok yang masak. Aku yang bakal masak."
"K-kamu bisa masak, Souji-kun?! Wow, pasti asyik!" Fuuka jadi terpesona.
Souji garuk-garuk kepala. "Ituuuu, masih belum menjamin. Di antara anggota kami tidak ada yang bisa masak. Jadi…"
"Ahahahahahaha, aku mengerti. Baiklah, kenapa tidak?" Mitsuru tertawa.
----------------
Dinning room
----------------
Ada berbagai macam makanan yang tersedia di atas meja makan. Souji yang membuat semua makanan itu.
"Itadakimasu!" serempak semua yang ada di ruang makan berkata hal yang sama, kecuali Souji yang masih sibuk di dapur. satu gigitan menimbilkan berjuta rasa bagi semua yang makan hidangan itu.
"Hmmm, hidangan ini semuanya kebalikan dari Mystery Food X buatan Chie-chan, Yukiko-chan, Naoto-chan dan Rise-chan, nee!!!"
Ken mulai bertanya. "Mystery Food X? apa itu?"
Dengan senang hati Yosuke menjawab. "Itu hidangan yang paling ampuh untuk membunuh orang! Bahkan racun tikus aja kalah!" ceplos Yosuke.
"Itu sebabnya disebut 'Mystery Food X'? menarik juga!" sahut Akihiko.
"Souji-kun mana? Kok masih di dapur? SOUJIIII-kun!!!" panggil Chie.
Tak ada jawaban dari Souji.
"Hm, mungkin dia bikin hidangan lain yang special?" tebak Junpei yang pikirannya makan dan makan.
"Ngomong-ngomong, Souji-senpai belakangan ini sedikit aneh. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan." Kata Naoto tiba-tiba. Semua yang ada di sana langsung berhenti makan.
"Souji-senpai…rasanya sudah berubah sedikit. Nggak seperti Senpai yang dulu lagi. Apa kalian nggak merasa begitu?"
"Belakangan ini dia bilang gampang capek, kurang tidur, dan selalu dapat mimpi buruk." Yukiko menimpali.
Naoto mengeryitkan dahi. "Mimpi buruk? Apa mimpi tentang Nyx lagi?"
Team SEES langsung tersedak semua. Entah kebetulan atau memang disengaja.
"Dia sering…*cough* mimpi tentang Nyx?!!" jerit Yukari begitu tenggorokannya tak tersumbat lagi.
"Yaah, dia bilang Cuma sekali saja sih. Memang kenapa?" Naoto balik Tanya.
"Nggak. Jarang-jarang aja ada orang yang mimpi seaneh itu."
"Yukari-senpai, dari nada bicara anda sepertinya ada yang serius dibalik perkataan anda barusan. Masalah apa itu?" Naoto mulai beraksi lagi.
Yukari bingung cari-cari alasan. "Itu…aku pun juga nggak tahu pasti. Waktu aku menatap matanya…rasanya familiar sekali." Yukari terus terang.
"Familiar? Yukari, maksudmu familiar dengan siapa?" Tanya Mitsuru barengan dengan Aigis.
"Mungkin…dengan si…"
PRAAAAANGGGGGGG!!!!!
Terdengar suara piring pecah dari dapur. Team SEES dan teman-teman Souji langsuk terlonjak berdiri dan berlari menuju ke Dapur belakang. (Anggap aja pintu belakang di dekat meja makan itu dapur)
---------
Kitchen
---------
Ada sekitar 10 piring mengilap yang tertumpuk di meja dapur. Si cowok rambut abu-abu itu dengan santainya mengelap piring-piring yang dicucinya sambil bersiul-siul merdu. Souji memejamkan matanya sejenak karena ngantuk. Begitu ia kembali membuka matanya, nampak bayangan lain di pantulan piring mengilap itu. Bayangan itu lagi-lagi bukan bayangannya sendiri, melainkan bayangan cowok berambut biru. Dan yang lebih aneh lagi, di pantulan piring itu, cowok berambut biru itu tersenyum hangat pada Souji.
PRRRAAAAAANNNNGGGG!!!!!
Karena rasa tegangnya tak tertahankan lagi, Souji menjatuhkan piring yang sedang di lap itu ke lantai sampai jadi pecahan-pecahan kecil lalu jatuh terduduk di lantai. Tak lama team SEES dan Yosuke dkk sudah mendobrak pintu. Satu objek yang langsung mereka pandang saat itu hanyalah pecahan kaca dan darah yang terus mengucur dari jari telunjuk si cowok rambut abu-abu.
"W-What the hell?!! Souji!!" Yosuke berjongkok di samping Souji.
Souji meringis. "Nggak apa-apa, tadi Cuma…kepleset doang kok. Seorang leader boleh teledor sesekali kan?" Semua yang ada di sana langsung menghela nafas lega, lalu tersenyum kembali. Terutama mantan-mantan SEES.
"Souji-kun, kau ini…kami kira kenapa. Oke, sepertinya dia nggak apa-apa, ayo semuanya kembali ke ruang makan!" seru Yukari agar semuanya kembali. Yukari menoleh lagi ke arah Souji. "Hei, ikut aku sini!" Dengan tampang polos Souji mengikuti Yukari yang sedang mengambil kotak P3K, sementara yang lain berhambur kembali ke meja makan. Kini di dapur hanya ada Souji dan Yukari seorang. Yukari membersihkan luka di jari telunjuk Souji dengan ekstra hati-hati, lalu membelitnya dengan perban. "Senpai salah makan ya?" Tanya Souji.
Yukari mendongak. "Nggak, yang kumakan tadi ya masakan buatanmu. Hmmm, enak lho! Jadi kau bertugas memasak saja ya mulai besok?"
Souji sweatdropped. "Yukari-senpai, itu sih nggak jadi masalah besar. Tapi…"
"Tapi apa?" tanpa sadar Yukari masih membelit jari telunjuk cowok itu.
"Masa Cuma luka kecil aja sampai dibelit sebegitu tebelnya?" Souji menunjuk jari telunjuknya yang sekarang terlihat sangat tebal dan besar karena Yukari terus membuntalnya.
"Oh my Goat!! S-sori Souji-kun, tapi nggak apa-apa kan?"
Souji tersenyum garing. Yukari-senpai ini sama cerobohnya dengan Chie.
---------
Lounge
---------
Anggota Investigation Team sedang berunding mengenai permintaan yang akan diajukan pada team SEES yang kalah lomba. Yosuke minta supaya anggota SEES membelikan sepeda motor, Chie minta dibelikan Fillet Mignon, Yukiko minta supaya Amagi Inn dipromosikan, Kanji minta seperangkat alat jahit yang super komplit, Teddie minta kostum beruang yang baru(mengingat kostumnya yang lama rusak kena pisaunya Koromaru), Rise nggak minta apa-apa, sementara Naoto masih berpikir, begitu juga dengan Souji.
"Eh, semua usulan-usulan itu kesannya aneh! Masa kita minta sesuai keinginan sendiri? Jangan egois gitu dong!" seru Rise menyadarkan yang lain akan keinginan mereka sendiri. Yosuke manggut-manggut. "Rise-chan benar. Kalo gitu, kita serahkan pada Souji, gimana?" Souji langsung angkat kepala. Toleh kanan toleh kiri.
Naoto mulai bicara. "Aku sangat mendukung, Yosuke-senpai. Sebab Souji-senpai itu satu-satunya di antara kita yang tidak punya shadow, jadi kupikir pilihannya pasti yang terbaik untuk kita semua. Setuju dengan gagasan ini?" masih dengan bahasa formalnya.
"Setuju!" kata seisi anggota Investigation team kecuali Souji yang malah menjawab. "Nggak setuju." Teddie langsung mendelik, diikuti Chie dan Yosuke.
"Ke-kenapa, sensei?"
"Ayolah, kalian bilang aku nggak punya shadow, bukan berarti segala pilihanku itu baik kan?"
"Sensei, kami semua percaya pada sensei. Jadi apapun pilihan sensei, maka pilihan itu pula yang kami pilih." Mendengar Teddie berbicara seperti itu, Chie dan Rise jadi terharu. Nggak menyangka kalau Teddie bisa bicara seperti itu.
"Kalau gitu, bisa tolong panggilkan team SEES?"
10 menit kemudian…
Kini Souji dkk berdiri di hadapan Team SEES yang duduk santai di sofa yang empuk. Awalnya mereka saling berpandangan, lalu memutuskan memulai pembiciraan.
"Yo, kenapa panggil-panggil kami?" Tanya Junpei.
"Ingat dengan perjanjian lomba? Ada satu permintaan dari kami." Sahut Naoto dengan sorot serius.
Team SEES mengangguk-angguk. "Lalu apa yang kalian inginkan?" kini Akihiko yang bertanya.
"Oh, permintaan itu diputuskan oleh Souji-senpai. jadi biar Souji-senpai yang beritahu." Naoto mundur selangkah.
Semua mata tertuju pada Souji. baik dari team SEES maupun teman-temannya sendiri. Penasaran dengan permintaan yang akan diajukan Leader mereka.
"Tenang saja. permintaannya nggak aneh kok. Hanya saja…"
"Hanya saja apa?" kata team SEES berbarengan.
"Mungkin kalian nantinya harus mempersiapkan diri seperti dulu lagi. Seperti diri kalian sekitar 3 tahun yang lalu." Jelas si rambut abu-abu.
Team SEES berpikir sejenak. "Katakan saja." Mitsuru berkata sambil minum kopi hangatnya.
Leader dari Investigation team ini menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya pelan-pelan. "Kami ingin kalian mau membantu kami menyelidiki kemunculan shadow-shadow yang mungkin berkaitan dengan kebangkitan Nyx bersama-sama."
Cairan hitam yang diminum Mitsuru itu langsung muncrat ke muka Junpei yang tepat duduk di depannya. Dan sekarang Junpei terlihat seperti anak kecil yang mukanya belepotan karena habis main tanah.
____________________________________________________________________________________________________________________________
-------------------
Extra Story
-------------------
Lonely KOS-MOS: mmm…Naoto-senpai, bisa tolong Bantu? (manggilnya senpai krn dari segi cerita dia lebih tua dariku, tapi kalo diliat dari tahun lahir ya aq seumuran dengan Souji)
Naoto: bisa, mengenai apa ya?
Lonely KOS-MOS: kamu kan detektif, bisa minta biodata mengenai Souji. lengkap dengan nama ortu-nya ya!
Naoto: ituuuu, kenapa nggak Tanya sama orangnya sendiri?
Lonely KOS-MOS: (blush) malu!
Naoto: harus berani dong! Kemana pride kamu sebagai cewek?! (naoto mengomeli Lonely KOS-MOS)
Lonely KOS-MOS: iya deh iya.
Di ruang wawancara….
Souji: ngapain aku dibawa ke sini?
Lonely KOS-MOS: waktunya wawancara!
Souji: wawancara apa? Bukannya kemarin sudah dijawab semua pertanyaan yang jumlahnya sekitar 1000 ekor itu? (ekor?!)
Lonely KOS-MOS: yang ini khusus. Bisa dimulai?
Souji: iya deh iya. Bawel amat.
Lonely KOS-MOS: ehm, tinggi dan berat badanmu berapa? Siapa nama kedua ortu mu? Apa golongan darah, makanan kesukaan mu? Lalu…
Souji: stop,stop! Jangan di bombardier begitub dong! Oke, tinggi 180 cm, berat 65 kg, gol darah…mungkin O. kalau nama ortu…(berpikir keras)
Lonely KOS-MOS: kenapa masih mikir sih?
Souji: lupa…
Lonely KOS-MOS: oh lupa, ya sud- HAAAAAAAAA????!!!! Nama ortu sendiri lupa???!!!
Souji: siapa yaa??
Lonely KOS-MOS: oya, dia kan lupa ingatan ya? tapi itu kan di fanfic?
Souji: ga tau lah! Bikin kepalaku makin sakit aja!
Lonely KOS-MOS: helpless banget begini…
Souji: bisa tolong Bantu aq supaya ingat?
Lonely KOS-MOS: dengan senang hati…( mengambil wajan yang upper gede)
Souji: eh?! Ja-jangan yang begituan! Ada yang lebih…lembut lagi???
Lonely KOS-MOS: maaf, tapi nggak ada cara lain.(nangis duluan) semoga kamu semakin sehat ya!
Souji: he-hei! Tunggu!!!
JEDUENGGGGGGG!!!!
Besoknya di lokasi syuting…
Souji: haduh, kepalaku rasanya mau meledak aja.
Yukiko: kenapa?
Souji: kamu siapa ya?
Chie: he? Dia ga ingat Yukiko?!
Yosuke: kamu juga nggak ingat aku?!!!
Souji: jabrik(Yosuke), aku nggak ingat apa-apa!
Yosuke: (menggeram) Lonely…KOS-MOS…dasar 'rice cooker' sialan!!! Dia harus bertanggung jawab sepenuhnya!~!!!!!!
Lonely KOS-MOS: ada apa? (pasang tampang innocent)
Semua kecuali Souji: EXECUTION!!!! Now, ALL-OUT ATTACK!!!!
Lonely KOS-MOS: ADAW!!! Stop!! Aduh!!! Hei!! (digebukin rame-rame)
Souji: hmm, kalo gitu, apa para pembaca bisa Bantu saya supaya ingat sesuatu dengan memberi beberapa reviews? Tolong ya! kalo saya nggak ingat apa-apa nanti bisa-bisa ceritanya macet! Lonely KOS-MOS sedang dieksekusi. Pokoknya makasih banyak buat pembaca-pembaca dan reviewers yang sudah mau baca fanfic aneh chap ini yaa!! Saya harus buru-buru tolong si Lonely KOS-MOS sebelum beliau benar-benar tewas terbunuh!!! See you next time!!!
