Title: Sakura's Choice is …
Disclaimer : Kishimoto Masashi
Genre: Romance
Drama
Comedy *dikit
Pairing : liat aja nanti heheh
Rated: K+
Warning: geje,aneh,kaku,typos dll
Chap 10: Unexpected
Big thanks to the reviewers : Nina317Elf , Guest ,Clarist , Sania, linda yukarindha , Riyuki19 , Kiki RyuSullChan, 478 , Sumato hitobito, serta Hinata-chan lalu yang nge-jadiin favorit 3 : Kiki RyuSullChan, hanazono yuri dan kawaiinekochan07 Yang sudah follow 3 : Aika Yuuki Uchiha, RiYuki19, , hanazono yuri, kawaiinekochan07 dan mantika mochi Dan buat teman-teman yang mau membaca fic ini
Readers ini fic pertamaku jadi maklum ya kalau masih kaku atau typo / apalah gitu. Dan Maaf atas keterlambatan update
Summary
Aku tak tau lagi semuanya mengapa jadi begini ? semuanya membuatku bingung, aku berada diantara mereka dan harus memilih diantara mereka yang menurutku sangat berat, aku juga menyayanginya tapi… RnR aja deh ya ^^ Chap 10 is update !sorry summary jadi berubah abisnya author bingung heheh (Plak -_-)
Malam harinya Sakura memberitahukan Gaara tentang rencana mereka. Apa ya kira-kira rencana mereka sehingga Sakura tersenyum puas ? ya yang pasti Sakura akan mengerjai keduanya (Itachi dan Sasuke) .
Hahaha rasakan kalian nanti
Ucap Sakura di dalam hati sambil tersenyum-senyum tidak jelas
Sementara Itu Gaara (Gaara POV)
Yaampun aku tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran Sakura. Apa dia tidak sadar kalau dia sudah bertunangan dengan Itachi? Yang pasti Sakura sangat ingin mengerjai Sasuke dan Itachi, tapi masa iya caranya seperti ini. Hmmm lagipula sebelum aku melupakannya tidak apa-apa lah kalau aku ikut bermain di dalam permainannya. Tapi aku juga harus menjaga sikap sebagai teman Sakura. Ya dan aku harus mengingat kata-kata terakhirnya tadi.
Gaara, kumohon aku butuh bantuanmu
Sakura juga sebenarnya sudah menceritakan perihal Sasuke yang mencintainya ,begitupun Itachi. Namun Sakura tidak bisa memilih Sasuke karena Itachi lebih mencintainya dan Matsuri merupakan adiknya sudah mencintai Sasuke. Lebih baik hanya dirinyalah yang sakit daripada Matsuri. Gaara pun mengganggap Sakura sangat menyayangi Matsuri lebih dari apapun sehingga ia pun rela mengorbakan Sasuke. Sungguh ironis pikir Gaara dalam hatinya.
Ya Sakura, semoga aku bisa membantumu dan juga... melupakannmu
Saturday Morning 8 a.m at Sakura's room
Sakura sangat senang karena hari ini ia tidak ada jam kuliah, begitupun dengan sahabatnya Ino. Dengan begitu ia pun bisa jalan-jalan, Sakura akhirnya mengajak Ino untuk menemaninya ke mall sekedar melepas penat dan sebenarnya Sakura juga mengajak Tenten namun katanya ia ingin membantu Neji dalam mengerjakan beberapa tugasnya. Cinta membutakan segalanya pikir Sakura dalam hati.
Untung saja sahabatnya yang satu ini Ino, sedang libur dari berbagai kegiatan. Ya Ino juga bercerita bahwa Shikamaru (pacarnya) itu tidak suka jalan-jalan dan lebih suka menghabiskan waktunya dengan tidur. Sungguh unik sekali pacar Ino yang pemalas tapi memiliki otak yang jenius.
_m_
Sakura hari ini pergi dengan mengendarai mobil Itachi, kenapa? Karena mobilnya sendiri sudah disita ayah dan ibunya, ya mereka bermaksud agar Sakura dan Itachi bisa berangkat bersama-sama kemanapun. Namun bukan Uchiha namanya kalau hanya memiliki satu kendaraan, ya Itachi mempunyai banyak simpanan mobil di rumah pribadinya. Hebat bukan? (Sasuke juga sih :p hehehe). Sakura juga akan membiasakan berangkat dengan Itachi kemanapun tapi hari ini Itachi ada jam kuliah dan juga memang Sakura hanya ingin jalan berdua saja sesama perempuan dengan sahabatnya itu. Bukankah lebih nyaman kalau belanja dan curhat dengan sahabat perempuan kita? Iya kan? (iyain biar cepet :D).
Akhirnya Sakura dan Ino tiba di salah satu pusat perbelanjaan Paris.
"Hahh akhirnya aku bisa mendapatkan waktu lenggang juga" Ucap Sakura dengan antusias sambil merenggangkan kedua tangannya
Kemudian Ino memperhatikan wajah Sakura "Hei jidat,kau itu kalau dilihat-lihat tidak ada rasa sedihnya saat tidak jalan dengan Itachi? Kalian itu kan sudah bertunangan apa belum sih sebenarnya? "
Sakura yang mendengarnya langsung buang muka "Ino-pig dengar ya, aku itu lebih senang jalan dengan sahabatku kalau berbelaja atau hang out seperti ini, lagipula Itachi kan ada jam kuliah" Lalu Sakura mengembungkan kedua pipinya
"Hahaha iya deh aku mengerti, tapi aku belum pernah melihatmu jalan dengan Itachi, apa kalian sedang bertengkar?" Sakura tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Ino tadi
Lalu Sakura menggelenggkan kepalanya dan berkata "Tidak Ino, hanya saja...rasanya aku tidak enak dengan Sasuke dan ya kau tahu lah kalau aku belum beradaptasi dengan Itachi-kun jadi masih terasa canggung" Ucap Sakura diakhiri senyumnya yang lirih
Ino pun mengerti perkataan Sakura tadi, ya jika Sakura sudah memanggilnya dengan nama "Ino" berarti Sakura serius. Ino pun lalu tersenyum bangga pada sahabatnya itu
"Aku tahu kau bermaksud baik dan masih belum bisa sepenuhnya melupakan Sasuke, tapi jika kau seperti ini apa kau mau membuat Itachi sedih? Justru itu kau harus lebih membiasakan diri dan jalan berdua dengan Itachi agar kau terbiasa dan segera melupakannya" Ucap Ino sabil menatap lembut sahabatnya itu, namun sadar akan ucapannya yang sedikit membuat Sakura merubah ekspresi mukanya menjadi sedih sontak saja Ino meminta maaf pada Sakura "maaf aku tidak bermaksud-" Sakura kemudian menghentikan ucapan Ino dan tersenyum dengan lembut
"Tidak Ino,kau memang benar sebaiknya aku harus serius dalam melupakan Sasuke dan serius soal hubunganku dengan Itachi-kun. Terimakasih banyak atas saranmu Ino-pig baru kali ini kau bijak hahaha" Ucap Sakura lalu segera menarik tangan Ino
"Ayoo Ino-pig"
Maaf telah berkata seperti itu Sakura...
_m_
Tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu selama 3 jam dalam berkeliling berbelanja, karena mereka kelelahan akhirnya mereka mampir ke salah satu restoran cepat saji. Setelah memesan makanan dan minuman Sakura dan Ino segera mencari tempat duduk untuk menunggu datangnya pesanan mereka.
"Hahh lelahnya apalagi setelah berebutan dengan nenek tua itu" Ucap Ino dengan kesal sambil meletakkan barang belanjaannya dengan kasar di sampingnya
Sakura yang melihat tingkah sahabatnya itu langsung menggelengkan kepala "Hahahah lagipula siapa suruh kau masuk ke kandang diskon yang dipenuhi dengan ibu-ibu ganas tadi,hahahah dan kau apa kau ingat tadi kau berebutan sebuah tas dengan ibu-ibu yang sama juga hahahah" Sakura hanya bisa tertawa saat mengingat betapa mengerikannya Ino yang penggila tas dan pakaian itu saat berebutan tas yang diskon plus limited edition itu dengan ibu-ibu. Ino kalah cepat dan tenaga dengan ibu-ibu itu ,untungnya saja sang pemilik toko itu memiliki cadangan stok dan langsung saja memberikannya pada Ino takut-takut Ino mengamuk akan menghancurkan tempat jualannya. Ino pun berdecak kesal walaupun ia juga mendapatkan tas yang sama tapi menurutnya ia kalah dalam hal harga diri.
Ino hanya men deathglare sahabatnya itu yang masih tertawa terbahak-bahak,Ino pun berpikir kasihan Sakura bisa dibilang tidak mengerti seberapa berharganya tas yang bisa dibilang jarang ditemukan yang sedang diskon.
"Diam kau jidat, kau itu tidak mengerti seberapa berharganya tas unlimited itu dan aku juga tidak rela dengan perilaku nenek tua itu yang bisa dibilang-" Sadar akan Ino yang akan segera menceramahinya akhirnya Sakura memotong perkataan Ino dengan cepat.
"Iya pig tenang saja aku juga mengerti, sudahlah yang penting sekarang kau mendapatkan tas itu kan? Nah sekarang kita ganti topik pebicaraan, emm bagaimana hubunganmu dengan si jenius itu?"
Ino langsung tersentak kaget mendengar pertanyaan Sakura tadi
"Ya begitulah, aku rasa ia bosan denganku dan sepertinya ia sedang tertarik dengan orang lain sehingga aku mengakhiri hubungan dengannya"
Sakura pun langsung terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu, padahal saat waktu di acara pertunangannya Ino sangat antusias dan senang menceritakan pacarnya, yang dia anggap calon suami ia pun sadar bahwa ia telah membuat Ino bersedih.
"Ino gomen membuatmu se-"
"Sudahlah jidat bukannya aku yang juga suka membuatmu sedih? Hahaha jangan diambil pusing, lagipula aku juga tidak merasa sangat kehilangan dia ko"
Sakura lalu mengelus tangan Ino lalu menggenggamnya
"Kalau begitu kenapa kau tidak cari yang lain saja? Daripada kau seperti ini,bukankah kau sendiri yang mengajariku untuk-"
Ino lalu menjitak pucuk kepala Sakura dan tersenyum meledek ke arah Sakura "Kau tidak boleh meremehkanku tenang saja jidat,aku kan cantik pasti mudah mendapatkan yang baru ,hehehe" Ucap Ino lalu memeletkan lidahnya.
Sakura hanya menggelengkan kepalanya saat melihat perilaku sahabatnya. Ia sadar sahabatnya ini tidak menunjukkan ekspresi sedih sedikitpun padahal ia baru putus dari pacarnya, sungguh Ino perempuan yang kuat. Tiba-tiba ponsel Sakura bergetar terus menerus menandakan bahwa ada yang menghubunginya. Saat ia melihat layar ponselnya tercantum tulisan Nii-san, Sakura cukup terkejut saat melihat nama itu, karena selama inii kakaknya itu sulit untuk dihubungi dan juga saat acara pertunangannya ia tidak hadir.
"Moshi-moshi Nii-san? "
Hei Sakura, bisakah kau menjemputku di bandara sekarang?
"Nani?jadi Nii-san sekarang ada di Paris? "
Iya sudahlah cepat jemput aku sekarang ,aku akan menceritakannya nanti
Pip
Dengan sepihak kakak Sakura itu mematikan ponselnya. Sakura cukup kesal dengan perilaku seenaknya kakaknya itu. Yaampun Ni-san. Ino yang rupanya memperhatikan gelagat Sakura yang kesal begitupun senang akhirnya Ino bertanya.
"Ada apa jidat? "
"Kakakku berada disini Ino dan dia memintaku untuk menjemputnya sekarang, ayo Ino kau temani aku" Ucap Sakura lalu menarik paksa Ino
"Heehhh b-bagaimana dengan pesanan kita?"
"Nah ayo kita minta dibungkus saja kalau begitu"
_m_
Setelah selesai dengan urusan bungkus membungkus di restoran cepat saji tadi Sakura dan Ino segera melesat pergi. Selama di perjalanan menuju bandara Ino hanya kebingunggan, kenapa? Karena Ino pun sampai lupa kalau Sakura itu memiliki kakak (hayoo readers juga kan?). Sakura pun sepertinya memahami bahwa Ino pasti bingung dan antara lupa-lupa ingat perihal kakaknya yang hanya sekali ia ceritakan.
"Kakakku itu lebih tua 1 tahun dariku,dia suka berpindah-pindah ke berbagai tempat, kakakku itu sangat menyukai kebebasan dan ia pintar dalam melukis, saking seringnya berpindah tempat keluargaku dan aku bingung mau menghubunginya bagaimana, jadinya ia tidak datang ke acara pertunanganku, ada yang ingin kau tanyakan pig? " Itulah penjelasan Sakura dengan panjang lebar, akhirnya Ino mengerti mengapa Sakura hanya sekali menceritakan kakaknya itu.
"Kakakmu itu perempuan atau laki-laki? " Tanya Ino dengan penasaran
"Tentu saja dia seorang laki-laki Ino hahaha, huh saat nanti bertemunya di bandara aku akan menghajarnya karna berani sekali tidak memberi kabar pada keluarga kami sedikitpun " Ucap Sakura sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Oh baiklah aku hanya penasaran bagaiman tampangnya nanti, apa berambut pink juga sepertimu? hahaha" Ucap Ino sambil tertawa mengejek Setelah mendengar perkataan Ino tadi Sakura hanya mengendus kesal
Kau belum tau sih kalau Nii-san ku ini tampan,hahaha kau akan menyesal pig
Yak waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke bandara itu hanya 10 menit karna letak bandara yang tidak jauh dari mall yang baru saja dikunjungi oleh mereka. Sakura yang ditemani Ino segera bergegas mencari kakaknya itu diantara kerumunan orang yang berlalu lalang.
Kakak Sakura pun tak akan merasa begitu kesulitan untuk bisa menemukan adiknya yang memiliki warna rambut yang bisa dibilang unik, setelah memastikan bahwa ia menemukan seseorang yang dari kejauhan terlihat memiliki rambut warna pink,postur tubuh kecil dan ah ternyata benar itu adiknya, langsung saja ia mendekati kearah Sakura dan memanggilnya tanpa ragu
"YOO Sakura! " Teriak kakak Sakura dengan cukup kencang tanpa memperdulikan tatapan kaget orang-orang disekitarnya. Merasa namanya terpanggil Sakura segera menghampirinya dan..
BHUG
Bogem mentah dilayangkan ke perut kakaknya itu. Kakaknya pun meringis saat merasakan bogeman mentah tersebut. Sakura lalu menangis sambil memeluk kakaknya.
"Baka Nii-san! Kau kemana saja tidak mengabari kami hah?kau pikir aku tidak mengkhawatirkan mu apa?" Ucap Sakura sembari memeluk nii-sannya dengan erat
Kakaknya kemudian tersenyum mendengar ucapan Sakura "Kau sudah bertambah kuat Sakura,ngomong-ngomong ini sakit tau. Oiya maaf soal tidak hadirnya aku dalam acara pertunanganmu" Ucap kakak Sakura sambil mengelus pucuk kepala Sakura dan kakak Sakura tersebut tiba-tiba melihat ke belakang adiknya itu yang ternyata ada seorang wanita yang sepertinya memperhatikan kelakuannya bersama Sakura daritadi.
Dan Ino pun hanya tersenyum canggung ketika diperhatikan oleh kakaknya Sakura itu.
"Emm ano Sakura bisakah kau-" menyadari sepertinya kakaknya berdiam seperti kebingungan akhirnya Sakura melepaskan pelukkannya.
"Oiya aku hampir lupa kalau ada kau Ino hehe, Ino kenalkan Ini kakakku Sai Haruno,Nii-san kenalkan sahabatku, Ino Yamanaka" Sakura mengenalkan keduanya dan terlihat bahwa Sai menatap mata Ino dengan canggung dan begitupun dengan Ino, namun keduanya berusaha menutupi kecanggungan mereka dengan berjabat tangan. Sakura pun merasa tingkah mereka berdua itu aneh lalu Sakura tersenyum jahil.
Hahaha sepertinya kalian saling menyukai
"Ehm,uhuk uhuk..sepertinya ada yang aneh disini" Ucap Sakura sambil berpose ala detektif
Sai hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sedangkan Ino langsung melotot kearah Sakura dan Sakura pun hanya terkikik geli melihat tingkah sahabatnya dan kakaknya ini yang tiba-tiba menjadi kikuk.
"Huh kenalan selanjutnya kalian lakukan saja sendiri ya tanpa ku! Oiya jika kalian pacaran jangan lupa untuk memberiku pj *pajak jadian* " lalu tersenyum meledek kepada mereka berdua, lalu keduanya pun berteriak.
"SAKURAA! "
Sakura memang menyadari bahwa kakaknya dan sahabatnya ini saling memiliki ketertarikan satu sama lain, Ino juga sempat membisikkan sesuatu pada Sakura.
"Sialan kau jidat, bisa bisanya menyembunyikan kakakmu yang tampan begitu"
Dan Sakura hanya tertawa selama perjalanan mengantarkan kakaknya menuju tempat penginapan yang sudah dipesan oleh Sai.
Setelah sampai di penginapan tersebut Sakura lalu segera meninggalkan Ino dan Sai, karena menurutnya ini merupakan waktu yang tepat untuk mendekatkan mereka.
"Hmmm gomen, sepertinya aku tidak bisa mengantarkanmu pulang pig, aku harus segera pergi menemui Itachi-kun dan aku rasa nii-san ku yang baik hati ini mau mengantarkan mu pulang hehehe" Tanpa basa basi takut mendengar kalimat protes keduanya akhirnya Sakura berlari dengan cepat meninggalkan Sai dan Ino yang melongo menatap kepergian Sakura yang secepat kilat. Sempat Ino ingin menyusul Sakura tapi tangannya ditahan oleh Sai.
"eh? " Ino merasa bingung harus berbuat apa karena Sai tetap memegang tangannya "ano..Sai?- "
"Aku akan mengantarkanmu" Ucap Sai dengan lembut sambil tersenyum kearah Ino, melihat itu Ino pun membalas senyumannya dengan segurat merah muncul di wajahnya. Dan entah ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat.
"Hn Sai-kun!" Jawab Ino dengan anggukan yang mantap
_m_
Malam harinya
Sakura bersenandung dengan riang mengikuti alunan musik yang menggema di telinganya. Headset putih kesayangannya bertengger manis di kedua telinganya sambil melantunkan melodi-melodi indah yang membuainya dalam suasana yang tentram. Ya Ia sangat menyukai keadaan dimana dirinya bisa bersantai ria menikmati waktunya tanpa ada seorang pun yang mengganggunya atau mengingat masalah yang sedang menimpanya. Saking menikmati alunan musik tersebut ia sampai mengabaikan suara seseorang yang sedari tadi mengetuk pintunya dan memencet belnya berkal-kali.
"ra, Sakuraa" sayup-sayup Sakura mendengar suara seseorang yang memanggilnya beberapa kali langsung saja ia bangkit dari kasurnya dan melepaskan headsetnya. Ya tuhan Sakura kaget setengah mati ketika ia akan bersiap membukakan pintu kamarnya namun tiba-tiba seseorang sudah masuk ke kamarnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya seperti minta penjelasan.
"Nii-san? " ucap Sakura dengan bingung karna kehadiran kakaknya yang bisa masuk ke kamarnya yang terkunci itu
"Baka! Kau ini aku pikir kau pingsan atau terjadi sesuatu yang buruk padamu kenapa kau tidak menjawab panggilanku dan telponku-" Sakura langsung sweatdrop melihat tingah kakaknya yang sangat berisik itu, tapi ia juga menyadari kesalahannya.
"Iya iyaa Nii-san aku minta maaf tadi aku terlalu menikmati musik dengan headset sehingga aku tidak mendengar kalau kau memanggilku dan bagaimana caramu bisa masuk kesini?" Sai memperhatikannya dengan intens dan ia mempercayai perkataan Sakura tadi. "Huft meskipun aku tidak pernah menghubungimu tapi nii-san mu yang tampan ini selalu peduli dengan mu,aku masuk lewat pintu depan aku kira pintunya terkunci dan ternyata tidak, oiya aku ini kesini ingin menyampaikan padamu bahwa minggu depan aku akan pulang ke Konoha dan kali ini saku akan menetap disana" Sakura mendengar perkataan kakaknya tersebut langsung membuatnya berpikir keras, pasalnya selama ini kakaknya selalu berpergian entah kemana tanpa memikirkan untuk menetap di Konoha sekalipun.
"HEEEEE? " Sakura langsung mengulurkan tangan kanannya untuk memeriksa dahi Sai setelah sadar dari kebingungan yang melandanya "Nii-san tidak sedang sakit kan? " mendengar perkataan adiknya itu Sai langsung menepis tangan Sakura dengan agak kasar "Cih, aku Serius Sakura. Karna aku akan menikahi seorang gadis cantik" Sakura langsung dibuat makin kaget setelah mendengar pernyataan kakaknya yang akan menikahi seseoranng. Menyadari kebingungan Sakura akhirnya Sai angkat bicara
"kau lupa ya kalau aku akan berjanji kembali ke Konoha saat dimana aku telah menemukan pendamping hidupku dan saat ini aku benar-benar bersungguh-sungguh" Melihat kilatan serius dari mata kelam Sai Sakura pun mengangguk dengan tenang pertanda dia mengerti. Tapi tentu saja banyak pertanyaan di kepalanya yang ingin ia lontarkan pada kakaknya namun tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu apartemennya. Langsung saja Sakura ingin bergegas membukakan pintu namun kakaknya dengan polosnya bergerak lebih cepat dari Sakura dan membukakan pintu untuk menyambut tamu yang datang.
Kriet
Saat pintunya terbuka Sai tidak terlihat gugup sama sekali bahkan menampilkan senyuman khasnya yang bisa membuat orang merinding saat melihatnya. Sai lalu menyapa orang di depannya yang menurutnya sedang kebingungan memperhatikannya "Yo"
Sosok laki-laki bermata onyx yang kelam itu terkejut melihat seorang laki-laki yang bisa dibilang sok akrab menyapanya dengan santainya dari dalam kamar tunangannya apalagi malam-malam begini, seingatnya Sakura tidak memiliki teman laki-laki yang begitu dekat dengannya selain adiknya dan si rambut merah itu. Terlihat jelas dimata Sakura Itachi begitu kebingungan dan butuh kejelasan, langsung saja Sakura mencairkan suasana yang tampak canggung di depan pintu tersebut.
"Etto.. Nii-san itu Itachi-kun tunanganku hehehe"
Nii-san ?
Tunangan ?
1
2
dan
3
Entah setan apa yang merasuki keduanya langsung saja mereka berdua tertawa dengan keras sambil menghampiri satu sama lain seperti saling menepuk bahu dan bersalaman, ya mereka saling menyadari kebodohan mereka yang saling berburuk sangka. Sakura yang melihat kejadian itu langsung sweatdrop. Itachi dan Sai tidak ingin berlama-lama mengobrol dikarenakan jarum pendek yang sudah menunjukkan pukul 9 malam takut-takut mereka akan mengurangi waktu tidur Sakura.
"Sakura aku akan mengabarimu lagi nanti oke, Jaa ne Itachi-san" Ucap Sai sambil menepuk-nepuk pundak Itachi lalu meninggalkan Itachi dan Sakura yang melambai kearahnya.
"Kenapa kamu tidak pernah bercerita bahwa sebenarnya kamu memiliki seorang kakak? " tanya Itachi menghadap wajah Sakura sambil menaikkan sebelah alisnya. Sakura yang mendengar itupun langsung menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal
"Bukannya aku tidak ingin bercerita hanya saja aku belum menemukan waktu yang tepat, lagipula nii-san itu selalu berpergian sehingga tidak heran kalau Itachi-kun tidak pernah melihatnya" kemudian Itachi hanya ber'oh' ria dan berpamitan pada Sakura untuk pergi
"Oiya kalau begitu aku pergi dulu ya Sakura" Ucap Itachi sambil mengusap pucuk kepala Sakura dan kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga Sakura untuk membisikkan sesuatu "Besok aku yang akan menjemputmu dan aku tidak akan kalah" blush beberapa garis merah muncul di wajah cantik Sakura.
"I-iya Itachi-kun" Itachi lalu tersenyum dengan manis dan segera keluar dari ruangan Sakura.
Huft jadi besok akan sulit eh?
Ucap Sakura dalam hatinya, ia pun sempat merutuki dirinya yang berani mendeklarasikan pertempuran diantara Sasuke dan Itachi walaupun hanya iseng mengerjai mereka tapi tetap saja ia merasa kalau besok akan menjadi hari yang berat untuk menghadapi sikap kedua lelaki itu. Ia pun lama-lama menjadi gundah apakah rencana untuk mengerjai keduanya akan berhasil atau tidak. Ya tunggu saja besok semoga kami-sama memberikan keberhasilan untuk Sakura.
Sunday Morning 7 a.m at Sakura's room
Kringgg
Suara alarm berdering dengan keras sehingga membangunkan Sakura dari tidurnya yang lumayan nyenyak, kenapa lumayan? Karna Sakura sempat gugup apakah rencana untuk mengerjai Sasuke dan Itachi akan berjalan lancar sesuai rencananya, ya walaupun sempat ragu tapi akhirnya Sakura tetap menetapkan hatinya agar bisa terus bejuang mengerjai mereka, lihat saja aku pasti bisa! Segera saja Sakura bangkit dari kasurnya dan bersiap untuk membersihkan diri.
Tak memerlukan waktu banyak bagi Sakura untuk mempersiapkan dirinya. Sakura hanya mengenakan skinny jeans hitam dipadukan dengan kasos longgar berwarna hitam yang ditengahnya terdapat motif kepala tengkorak berwarna merah maroon yang senada dengan warna kemejanya serta sepatu converse all star high full black yang mempercantik penampilannya yang terkesan tomboy, hmmm mungkin untuk menambah kesan tomboy Sakura segera mengenakan topi snapback hitam. Sakura kemudian melirik jam merah maroon yang bertengger manis di lengan kirinya
Masih pukul 7.30 ternyata pikir Sakura didalam hatinya
Berarti Sakura masih punya waktu untuk sarapan, langsung saja dengan cekatan ia menuju ke ruang makan untuk mengambil dua buah roti dan melahapnya tanpa menambahkan apapun pada rotinya. Saat Sakura sedang melahap rotinya tiba-tiba handphonenya berdering sebentar menandakan seseorang baru saja mengirimkannya pesan singkat padanya, melihat nama Gaara sebagai pengirim pesan tersebut agak membuat Sakura kebingungan.
From :S.n Gaara
Gomen Sakura, aku tidak bermaksud untuk membatalkan rencanamu hanya saja hari ini tidak bisa pergi dikarenakan ayahku tiba-tiba keadaannya semakin memburuk dan aku harus membawanya ke rumah sakit, kebetulan saudaraku yang lain sedang berada diluar kota jadi hanya aku yang diandalkan untuk merawatnya. Maaf sudah membuatmu kecewa Sakura.
Sakura kaget setengah mati setelah membaca pesan tersebut, bagaimana mungkin dadakan begini Gaara tidak bisa ikut pergi untuk membantunya mengerjai Sasuke dan Itachi, setelah Sakura merenung sebentar ya ia sendiri tidak bisa menyalahkan takdir Tuhan yang berkehendak lain. Setelah membalas pesan Gaara Sakura pun bingung harus bagaimana, karna pasti tidak mungkin ia hanya pergi bertiga tanpa Gaara, jika Sakura memaksakan untuk tetap pergi yang ada Sasuke dan Itachi akan bertempur dan itu hanya akan membuat Sakura makin stress. Baru saja ingin menghubungi Itachi dan Sasuke tiba-tiba Sakura mendengar suara bel ruangannya.
Saat membuka pintu Sakura terkejut hanya melihat sosok Itachi sendirian, biasanya pada saat seperti ini Sasuke pasti tidak ingin kalah dari kakaknya ya bukan bermaksud kegeeran hanya saja ini sangat aneh. Itachi yang memperhatikan gelagat aneh Sakura pun kemudian mulai membuka suara.
"Tidak usah heran begitu Sasuke memutuskan untuk tidak jadi ikut" Sakura yang mendengarnya lansung melebarkan kedua matanya pertanda kaget dan kemudian mengangguk pasrah lalu Itachi bertanya "Boleh aku masuk? " Sakura pun merasa dirinya kikuk kemudian mempersilahkan Itachi masuk.
Setelah mereka duduk saling berhadapan Sakura pun memulai pembicaraan "Apa kita tetap akan pergi? Gaara pun tidak bisa pergi hari ini" kemudian Itachi tersenyum "Kalau aku sih tidak keberatan jika kita ingin pergi hanya berdua, tergantung kamu yang mau atau tidak aku tidak akan memaksa" Setelah itu Itachi tersenyum "Lagipula kamu sudah dandan cantik begini masa hanya diam dirumah" ucap Itachi kemudian mengacak pucuk kepala Sakura. Sakura pun hanya mengendus kesal diperlakukan seperti itu "Huh rambutku jadi berantakan" ucap Sakura sembari membenahi rambutnya kembali "hmmmm baiklah lagipula apa salahnya jika kita jalan bersama"
Itachi kemudian berdiri dan menjulurkan salah satu tangannya ke Sakura "Ayo tuan putri" Sakura pun menyambut tangan Itachi dan tersenyum.
Ya benar, aku harus membiasakan diri bersama Itachi-kun
Sementara itu (Sasuke P.O.V)
Cih. Aku benci saat keadaan seperti ini, kenapa disaat aku ada kesempatan untuk dekat dengan Sakura selalu saja ada yang menghalangi, seperti halnya sekarang ini. Tadi pagi sebenarnya aku sudah bersiap untuk menjemput Sakura sebelum Itachi menjemputnya tapi tiba-tiba Ibuku menelpon, ia ingin aku mengantarkannya ke Suna bayangkan dadakan begini apa dia sudah gila? Lagipula Suna itu sangat jauh.
Aku sempat mencurigai Itachi yang merencanakan ini semua tapi dugaan ku salah ternyata ibu memang sudah merencanakan ini semua dari lama. Ibuku ternyata memanfaatkan liburan panjangku, siapa sangka ia ingin aku lebih mengakrabkan diri dengan Matsuri. Aku mendengar Matsuri belakangan ini lebih murung dan kurang mengerti pelajaran padahal katanya dulu Matsuri termasuk murid yang berprestasi tapi aneh kenapa sekarang prestasinya menjadi menurun, anehnya lagi ibuku malah memberi saran kepada keluarga Matsuri agar aku yang mengajarinya agar ia bisa mendapatkan beasiswa seperti Sakura. Aku sama sekali tidak bisa mengelak permintaan ibuku karna memang aku sangat cocok untuk tugas seperti ini menurutnya, menurut ibuku juga ini merupakan salah satu jalan agar aku semakin akrab dengan Matsuri lagipula bagaimana aku bisa mengelak jika memang benar aku ini lebih pintar dari Sakura.
Dan untuk saat ini sepertinya akan sulit sekali untuk menghubungi Sakura, walaupun aku sudah berjanji untuk melupakannya entah aku tidak bisa untuk terus mencemaskannya. Semoga disana Itachi menjaganya. Tunggu dulu.. aku lupa kalau mereka sudah tunangan, bisa saja Itachi macam-macam pada Sakura. Cih awas saja kau baka aniki.
Normal P.O.V (back Saku-Ita)
Selama diperjalanan Sakura tidak banyak bicara, ia terus saja memikirkan alasan Sasuke tidak bisa ikut. Walaupun berusaha mengenyahkan pikirannya dari Sasuke tetap saja ia merasa kesulitan, ingin sekali Sakura menanyakan sebenarnya ada apa dengan Sasuke? Kenapa Itachi tidak memberitahukan alasan Sasuke tidak ikut, apa dia sakit? Atau malah..
"-ra, hey Sakura" Sakura kembali ke alam sadarnya setelah Itachi menggoyangkan sedikit bahunya "eh?maaf Itachi-kun aku sedang banyak pikiran"
"Kenapa? Apa kamu memikirkan Sasuke? " mata Sakura langsung melebar setelah mendengar ucapan Itachi tadi
"nggg tidak kok, aku hanya pusing dengan persiapan model rancangan yang akan aku desain ulang untuk mengumpulkan tugas nanti dan juga aku hanya heran bagaimana bisa nii-san yang notabene selalu berpindah tempat eh sekarang malahan ingin menetap di Konoha dan yang semakin mengejutkan ia sudah memiliki calon istri hehehe" ucap Sakura diakhiri tawanya yang hambar.
Tadi hampir saja
"Yaampun Sakura tidak usah terlalu menjadikannya beban, nanti kamu malah sakit dan bagaimana kalo nanti kita mampir ke tempat Sai? " Ucap Itachi yang sedang menyetir sesekali melirik Sakura
"Hmmm sebaiknya tidak usah ke tempat nii-san karna aku sangat yakin sekali kalau nii-san sedang tidak ada di tempatnya"
Setelah mendengarkan ucapan Sakura tadi Itachi hanya mengangguk. Tak beberapa lama kemudian Itachi memberhentikan mobilnya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita turun disini" Sakura lalu kebingungan, yang benar saja daritadi dia tidak memperhatikan jalanan dan tidak sadar kalau ia sudah berada di bandara.
"Heeeehh? Untuk apa kita kesini ?" Itachi kemudian tersenyum "Kamu akan tau nanti, ayo sebaiknya kita cepat turun" Sakura yang mendengarnya hanya menurut dan segera keluar dari mobil.
Semenjak keluar dari mobil Itachi lalu menggandeng Sakura dan Sakura sendiri hanya tersenyum canggung saat Itachi menggandengnya dengan cepat. Lagipula yang saat ini Sakura pikirkan untuk apa Itachi membawanya kesini apa Itachi akan menculiknya? Atau malah yang lebih buruk, tidak tidak Sakura segera mengenyahkan pikiran buruk tersebut. Lagipula mana mungkin Itachi akan melakukan sesuatu yang buruk padanya, tak beberapa lama kemudian Itachi sepertinya menemukan sesuatu yang dicarinya.
"Nah itu dia, ayo Sakura" Ucap Itachi sembari menarik tangan Sakura dan Sakura pun ikut memperhatikan apa sih yang ingin ditunjukkan oleh Itachi. Semakin mendekati arah yang ditunjuk oleh Itachi tadi akhirnya Sakura menyadari bahwa ia mengenal orang yang ternyata dicari oleh Itachi, ya Sakura kenal sekali seseorang yang memiliki rambut seperti pantat ayam itu.
"S-Sasuke-kun? "
T.B.C
AAAAA maaf semuanya aku telat banget nget updatenya T-T *langsungdikeroyokreaders. Duh maaf ya kalian pasti kesel banget sama kelakuan aku T-T maaf sekali lagi maaf aku ga bermaksud mengabaikan fic ini ko cuma keadaan sedang salah hiks. Makasih yaa kalian masih pada membaca fic ini apalagi yang sampe mereview, memfollow dan memfavoritkan ^-^ makasih banyak sudah mau menunggu fic ini. Minna minal aidin wal faidzin ya maafin aku yang sangat telat update dan sempet lupa password dan alamat email akun ini sesungguhnya aku juga sibuk banget di dunia nyata karna les les dan tugas yang menumpuk, doakan ya semoga aku bisa menyelesaikan fic ini dengan cepat. Yasudah kalau begitu Mimi pamit,maafkan aku pada chapter ini terlihat jalan ceritanya ngaco dan cuma sedikit, semoga chap depan lebih baik lagi. Terimakasihh^-^. Jangan lupa review yaa!
Salam Hangat
Mimichu Achita
