Hayoo.. masih pada sebel ngga nih ama Luhan?
Ini Wen selipin moment HunMin sedikiiit kok..
Kurang? tenang ntar ada moment HunMin lagi..
Kalo mood wen ngga turun gara2 tugas kuliah yang minta ditendang..
Soo, Selamat menikmati cerita abal bikinan Wen ini...
CHAPTER 7
IF
Kata-kata Youngbae masih berputar-putar di pikiran Luhan. Ya, meskipun ia benci mengakuinya tapi ia memang sudah lelah terus berpura-pura jahat di hadapan Jongdae dan Minseok. Ia ingin seperti dulu lagi. Katakanlah ia seperti Baekhyun yang naif, tapi memang sebenarnya ia ingin seperti dulu lagi. Bermain bola dan mencicipi masakan serta kopi buatan Minseok, melihat Jongin menari, mendengarkan suara merdu Jongdae, mendengarkan cerita Bekhyun, melindungi Kyungsoo. Luhan menghela napasnya, mendengar nama Taemin keluar dari mulut Youngbae membuatnya sakit. Ya, siapa yang tidak setuju dengan hubungan Taemin dan Jongin, apa yang kurang dari keduanya. Berwajah mirip, sama-sama memiliki skill tari yang hebat, dan dekat satu sama lain sejak Jongin masuk menjadi bagian Presque Vu. Hingga ekor mata Luhan melihat cincin platina dengan hiasan sebuah berlian kecil di jari manis tangan kanannya. Ia kembali mengingat keputusan yang ia ambil di malam sebelum ia pergi ke Bern. Sebuah keputusan yang tidak akan disesalinya. Semoga...
FLASHBACK ON
Besok adalah hari keberangkatan Luhan ke Bern. Ia dan beberapa teman sesama black jacketnya pun keluar untuk sekedar makan malam. Memang hal ini adalah hal yang lumrah di lingkaran pertemanan mereka dan bahkan ini sudah menjadi agenda mingguan jika tidak ada teman mereka yang pergi bertugas ke luar kota atau ke luar negeri. Sudah beberapa minggu juga Sehun tidak mengikuti acara ini, padahal dulu ia yang sering mengajak.
"Sehun kemana Joonmyeon-ah?"
"Ah.. Siwon hyung, entahlah. Ketika kuajak berangkat bersama ia bilang nanti saja. Ingin menyelesaikan beberapa urusan dulu bersama Chef Kim dan Chef Zhang."
"Anak itu? Cih, gaya sekali dia.. Dan terakhir kali aku cek, bocah itu semakin lengket saja dengan Chef Kim. Kau tidak cemburu Luhan-ah?" ujar Sandara.
"Ck, noona.. untuk apa cemburu. Lagipula Hunnie bukan pacarku."
"Soon Luhan oppa, soon. Dan... terakhir kali aku cek juga, kontrak kerja Chef Kim tinggal sebentar lagi. Tidak sampai setahun, dan aku bingung kontraknya akan diperpanjang atau tidak. Chef Kim belum bilang apa-apa."
"Perpanjang saja Chaerin-ah. Untuk ukuran chef sekelas Chef Kim, gaji yang kita bayarkan itu termasuk murah. Normalnya, chef sekelas Chef Kim dan Chef Zhang bisa mendapat gaji 2-3kali lipat lebih besar dari yang ia dapatkan disini." ujar Siwon.
"Ah... bulan depan kau di rolling kemana Kyungie?"
"Mungkin ke Banquet kitchen noona. Bulan depan Chef lulusan Italia lain yang akan menggantikanku, Chef Kim memintaku pindah ke banquet."
"Nugu?" tanya Luhan.
"Kim Jaejoong, si celebrity chef itu. Ketika aku sodorkan pilihan dia memilih ke Al Dente. Ya sudah.. untung Chef Kim cepat menarik Kyungsoo."
"bayarannya besar?"
"Sedikit lebih besar daripada Chef Kim dan Chef Zhang memang. Nanti ketika Chef Kim dan Chef Zhang perpanjang kontrak juga aku naikkan segitu. Fine-fine saja kan Siwon oppa?"
"why not? Hotel kita mendapat predikat hotel terbaik bukan tanpa alasan kan?"
Mereka melanjutkan pembicaraan, hingga tidak lama kemudian terlihat Sehun membawa sebuah bungkusan.
"Maaf Hyungdeul, noonadeul aku terlambat. Tadi ada sedikit masalah."
"Tidak apa-apa Sehun-ah. Itu apa yang kau bawa?" tanya Bom.
"Ah... ini cake. Kalian harus mencobanya, karena ini aku yang buat. Yaaah meskipun bentuknya seperti habis diterjang badai katrina kata Minseok."
"Eww... aku setuju dengan Chef Kim, bentuknya benar-benar tidak meyakinkan."
"Ya sudah Bom noona tidak usah makan. Lebih baik noona diet, lihat saja perut noona." ujar Sehun yang lalu memeletkan lidah ke arah Park Bom.
"Aigooo anak ini..."
"Sudah sudaaah.. kita coba saja dulu. Kalau tidak enak Sehun kau yang habiskan semuanya."
Mereka mulai mengambil garpu yang sudah disodorkan oleh Kyungsoo. Hingga beberapa saat kemudian,
"SEHUNNN.. INI ENAAK.. SEJAK KAPAN KAU JADI BISA MASAK EOH?" teriak Dara, histeris.
"SEHUN TANGGUNG JAWAB DIETKU GAGAL! AKU TIDAK BISA BERHENTI MAKAN!" kini giliran Sunny yang protes.
"Siapa yang mengajarkanmu?" tanya Kyungsoo.
"Ini? Oh.. kata Yixing ge, ini resep aslinya milik Minseok, tapi dimodifikasi oleh Yixing ge, soalnya Minseok sengaja memberi Yixing ge resep gagal. Mereka memang sering bertukar resep gagal, lalu dimodifikasi." ujar Sehun
"Maksudnya?"
Sehun hanya mengedikkan bahu
"Yaa.. seperti jika Minseok hyung punya resep gagal, maka ia akan memberikan resep itu pada Chanyeol atau Yixing untuk dimodifikasi. Begitu juga sebaliknya." jelas Joonmyeon.
"Darimana kau tau, Myeonnie?"
"Jongdae."
Yang lain hanya menganggukan kepala dan kembali menikmati kue buatan Sehun.
"Hyung, ada yang ingin kubicarakan." ujar Sehun. Luhan mengangguk.
Setelah semuanya pulang, kini tinggal Sehun yang masih tinggal di apartemen mewah milik Luhan. Luhan menuju dapur, dan membawakan dua gelas tisane (teh herbal) hangat untuk dirinya dan Sehun.
"Ada apa Hunnie?"
Sehun hanya menyodorkan sebuah kotak dengan bahan beludru berwarna navy blue. Luhan mengambil kotak yang disodorkan Sehun lalu membukanya. Ia terkejut mendapati cincin yang ada di dalam sana,
"Hunnie, ak-"
"Hyung, aku bodoh dan tidak suka bekerja keras. Aku juga hanya bisa meminta, aku lebih sering menjadi beban untuk hyung karena permintaanku dan segala perhatianku yang kadang terlalu berlebihan. Aku tidak tegar dan tegas seperti Minseok, tapi hyung.. aku menyukaimu, sejak kita pertama bertemu di depan hall kampus. Sejak kau lulus dan bekerja, aku kelimpungan mencarimu. Tapi, untung Jia noona memberitahuku, dan aku mengikutimu sejak itu. Aku benar-benar menyu- ah ani.. aku mencintaimu hyung."
"A-aku.."
"Hyung masih mencintai orang lain kan? Hyung, aku memang tidak tau dan tidak ingin tau siapapun orang yang telah merebut hati hyung. Beri aku satu kesempatan. Jebal hyung"
"Kau bodoh Oh Sehun. Ya, aku memang mencintai orang lain, tapi aku akan belajar untuk menyukaimu juga, pabo! Tadi aku belum selesai berbicara sudah kau potong.. Oh Sehun pabo! Tidak heran Minseok hobi sekali memukul kepalamu dengan spatulanya itu."
Sehun yang senang mendengar hal itu langsung memeluk dan menghujani wajah Luhan dengan ciuman, membuat Luhan terkikik geli. Hingga akhirnya mata mereka bertemu. Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan dan mulai melumat bibir tipis yang selalu ingin ia kecup dalam mimpinya itu.
FLASHBACK OFF
Luhan menghela napas, ia buru-buru menghapus Jongin dari otaknya. Ani, tidak boleh ada orang lain selain Sehun di hatinya. Setidaknya ia harus mulai belajar mencintai Sehun. Luhan harus belajar melepas Jongin, ia lelah bersikap seperti anak anjing yang mengejar frisbee. Lagi pula Jongin sudah memiliki Taemin, kan? Bukannya Luhan sudah berjanji akan melakukan apapun yang membuat Jongin bahagia.
Luhan tidak sabar ingin kembali ke Korea dan bertemu dengan Sehun. Sehunnya.
Sementara itu di Korea..
"Sehun-ah, tolong potong strawberry itu. Biar Seulgi dan Yedam yang membuat adonan."
"Oke, Yixing hyung.. Minseok mana?"
"Di locker, Chanyeol ada disana."
Sehun melanjutkan pekerjaannya. Ia sesekali mencuri pandang ke arah luar outlet pastry, mengecek kehadiran Minseok... dan Chanyeol. Penasaran karena tidak kunjung melihat batang hidung kedua makhluk berbeda tinggi itu, Sehun melanjutkan pekerjaannya dengan tidak fokus. Telunjuk kirinya tergores paring knife milik Minseok. Sehun meringis. Ia langsung menuju wastafel dan membasuh lukanya, ketika ia berbalik badan.
"Mana tanganmu?" ujar Minseok.
Sehun menjulurkan telunjuknya yang terluka. Minseok segera membersihkan luka yang sudah dicuci oleh Sehun dengan kapas yang sudah diberi cairan antiseptik. Membuat Sehun kembali meringis. Lalu Minseok menutup luka yang sudah dibersihkan tadi dengan band-aid dan memberikan Sehun hand-gloves.
"Pakai ini."
"Manis." ujar Sehun tanpa sadar.
"Eh?"
Sehun hanya mengangkat alisnya. Minseok kembali menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Yixing dan Chanyeol yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan tawa mereka. 'aah.. Minseok hyung dan inner fanboynya.' pikir Chanyeol dan Yixing.
SKIP TIME
"Seperti yang aku janjikan kemarin, hari ini kalian akan mempelajari Flambe. Resep yang akan digunakan adalah resep crepes suzzete, alasannya? Simpel, Crepes Suzette itu mudah dibuat dan juga melupakan salah satu resep klasik flambe. Hari ini aku, Yixing dan Chanyeol yang akan mengajari kalian." jelas Minseok.
"Sehun-ssi kau bersama Minseok hyung saja, ne? Min hyung, anak trainee lain biar kami yang menangani. Hyung kan harus cepat pulang. Kudengar Jongin dan crewnya memenangkan kompetisi dance di Bern kan? Pati ia ingin berbagi denganmu hyung." ujar Chanyeol.
"Ti-" MInseok baru mau mebuka suara, ketika omongannya sudah dipotong oleh Yixing.
"Chanyeol benar ge, lagipula kasihan Jongin. Ia pasti merindukanmu."
"Jadi kita kapan mulai?" tanya Hayi.
"Ayo mulai... Naah sini biar aku yang praktekan, kalian lihat baik-baik." ujar Chanyeol.
Mereka memperhatikan Chanyeol dengan seksama. Chanyeol menggunakan dua teflon, satu teflon untuk membuat dadar dari adonan crepes, teflon yang lain digunakan untuk membuat saus mixed berry. Setelah crepes dan sausnya matang, Chanyeol langsung mengoles crepes yang dibuatnya dengan saus tadi. Chanyeol kemudian melipat crepes itu seperti kipas. Ia kembali memanaskan teflon, dan menuangkan sisa saus tadi ke dalam teflon. Ia juga memasukkan crepes yang sudah dibentuk kipas dan diolesi saus tadi ke dalam teflon.
"Tunggu mendidih dulu, baru masukan mentega tawar dan Grand Manier" ujar Chanyeol.
Seperti yang dikatakannya tadi, Chanyeol langsung memasukkan mentega tawar dan Grand Manier ke dalam teflon yang berisi crepes dan saus. Ia memiringkan teflonnya sedikit, dan.. WUSSSHH.. Keluarlah api berwarna biru. Chanyeol menggoyang-goyangkan teflonnya, bermain-main dengan api yang ada hingga api tersebut mati dengan sendirinya. Ia lalu menyusun crepes tadi di piring dan memberi garnish untuk mempercantik masakannya.
"Whooaa.. tadi hebat hyung.." Yedam memekik kegirangan
"Sudah, giliran kalian.."
"Hyung, boleh aku bertanya?" Taeyong mengangkat tangannya.
"Apa?"
"Kenapa tadi apinya mati?"
"Kadar alkoholnya sudah habis. Sebenarnya kalian juga bia membuat flambe tanpa alkohol, hanya saja itu lumayan sulit. Inti dari flambe sendiri mudah kok, hanya panas di teflon dan diberi sedikit cairan seperti air, lemak daging, dan kaldu. Agar apinya keluar kalian harus cepat menggoyang teflonnya. Kuncinya adalah kecepatan dan ketepatan. Cepat menggerakkan teflon dan harus tepat menghitung kapan menggerakkan teflon itu setelah diberi cairan. Telat sedikit yang ada malah gosong." jelas Chanyeol.
"Sifat alkohol itu panas, jadi memang lebih mudah menggunakan alkohol dibandingkan non alkohol. Perhitungannya lebih mudah jika memakai minuman beralkohol. Tapi tidak menjamin rasanya akan sama enak. Sekarang coba kalian cicipi buatan Chanyeol hyung, lalu setelah itu kalian bandingkan dengan bikinan kalian dan teman kalian." tambah Minseok.
Mereka langsung mengerubungi crepes buatan Chanyeol, termasuk Sehun. Namja berwajah stoic itu ternyata tidak kalah antusias dengan trainee lain. Ia seperti menemukan mainan baru. Sehun langsung menarik tangan Minseok setelah mencicipi crepes buatan Chanyeol, membuat wajah Minseok memerah. Tiba-tiba suara Hayi terdengar,
"Hyung, kalian pacaran?"
Membuat Chanyeol yang sedang minum tersedak dan Yixing terjongkok-jongkok karena susah payah menahan tawa. Karena demi debut girlgroup baru YG Entertaiment yang terus ditunda, wajah Minseok benar-benar merah seperti puree tomat dan Sehun yang tiba-tiba salah tingkah gara-gara celetukan yeoja penerus wajah stoic Sehun itu.
Mengajari Sehun memasak sama dengan menguras kesabaran Minseok dan berarti juga Minseok harus ikut memasak. Sesekali terdengar omelan Minseok yang dibalas dengan 'ya ya aku tau' oleh Sehun. Tidak jarang juga terlihat Minseok memukul tangan Sehun dengan ujung spatula yang dipegangnya. Setelah selesai, Minseok langsung bergegas pulang, ia sudah tidak sabar menghubungi Jongin dan menceritakan tentang Sehun.
Minseok memasuki rumahnya dengan senyum lebar. Ia menghampiri Jongdae yang sudah sibuk dengan telepon di tangannya. 'nugu?' Minseok bertanya tanpa suara. Jongdae yang membaca gerak bibir Minseok langsung menjawab,
"Jongin. Sini hyung..."
"Jongin, kudengar dari Chanyeol Presque Vu menang kompetisi dance di Bern. Selamat yaaa.." ujar Minseok.
"Waaah.. crew mu menang kompetisi dance lagi? Selamat yaa.. kami bangga pada Jonginnie.." tambah Jongdae.
"Gomawo Min hyung, Dae hyung. Aku rindu kalian.. kapan kalian kesini?"
"nanti.." ujar keduanya, kompak.
"Ah.. Hyung, sebulan lagi aku pulang. Baekhyun hyung mengundang crew dance ku untuk mengikuti peluncuran produk kosmetik terbaru."
"Iya kami tau Jongin-ah.. Acaranya kan diadakan di Arc en Mer. Kau harus datang pokoknya. Ajak baby Taem kesayanganmu itu."
"Siap hyung.. Min hyung, Sehun bagaimana?"
Minseok langsung mengambil alih telepon dan menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Sehun pada Jongin. Sesekali terdengar kekehan kecil dari Minseok. Jongdae yang mendengarnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
SKIP TIME
Yixing berjalan menuju lockernya sambil menyenandungkan lagu My Love milik Urban Zakapa. Ia senang hari ini, karena Yifan akan menjemputnya. Ia segera mengganti kitchen jacketnya dengan kaus tanpa lengan yang dilapis dengan hoodie dan jeans berwarna dark grey. Yixing juga memakai sneakers favoritnya. Ia berjalan keluar menuju parkiran hotel, tempat Yifan menunggunya.
Yixing menghampiri Yifan yang baru keluar dari mobilnya. Setengah berlari ia menghampiri namja yang dipacarinya sejak SMA itu. Yifan yang melihat Yixing menuju ke arahnya langsung tersenyum. Ia menunggu Yixing menghampirinya. Yifan tau Yixing pasti aka memarahinya, maka dengan satu tarikan ia langsung mendekap pinggang Yixing dan mencium bibir namja itu. Hanya sebuah ciuman dengan lumatan kecil tanpa melibatkan lidah, jenis ciuman favorit Yixing.
Benar saja, setelah ia melepaskan ciumannya dari bibir Yixing, namja berdimple itu langsung memukul lengannya pelan,
"Jangan menciumku disini bodoh! Nanti paparazzi dan fansmu melihat"
"Biar saja, aku ingin seluruh dunia tau bahwa koki manis ini milikku." ujar Yifan seperti tidak ada masalah.
Menurut kalian karakter cast disini pd realistis ngga?
Wen sih maunya ngga bikin satu chara yg jahatnya amit2an chara lain baiknya ngalahin malaikat..
Mau nyoba bikin se realistis mungkin..
nanti juga (kalo mood Wen ngga ilang buat nerusin ff ini) kalian bakal liat sisi egois Minseok.
Mungkin karena pengaruh novel kesukaan Wen kali yaa..
Wen lg suka bgt ama karya2 sastrawan Russia kaya Leo Tolstoy (yang bikin Anna Karenina) ama Fyodor Dostoyevski..
Kalo Leo Tolstoy Wen paling rekomendasiin kalian War and Peace. Kalo Fyodor Dostoyevski itu Crime and Punishment
Wen bukan anak sastra kokk... Wen itu SMK di Jurusan Jasa Boga, kuliah di jurusan HI. Tau novel2 itu gara2 temen Wen yg nyuruh Wen baca..
Alasannya Wen suka ama novel2 sastrawan russia itu gara2 gaya penokohannya yang keren buat Wen, mereka ngga bikin chara protagonis itu pure se pure2nya malaikat dan chara antagonis yg jahat sejahat-jahatnya iblis.
Mereka sama2 bikin salah dan sama2 memperbaiki kesalah juga, jadi yaa... lebih realistis.
Semoga Wen juga bisa nulis cerita kaya gitu..
Terima kasih buat yang setia ngikutin cerita ini..
Wen tau kok cerita Wen banyak butuh tambelan sana-sini.
Dan komennya, waaah.. makasih bgt yaa. Wen ngga nyangka dapet respon dari kalian yang alhamdulillah bagus..
Buat siders makasih juga looh udah mau ngeluangin waktu kalian baca cerita abal ini
Sudahlah, Wen terlalu banyak omong nampaknya.
Udah ah yaa.. kalian pasti capek kan baca ocehan Wen yang gaje pawwah ini?
Sekali lagi, terima kasih buat readers setia.. salam #XOXO
