Summary: Paris, kota indah yang penuh romansa. Bisakah aku menjalani hariku dengan bahagia? Kata 'maaf' seakan tak berarti lagi. Kenangan tinggalah kenangan. Haruskah hari terakhir yang kita lalui bersama menjadi seperti ini? Perpisahan yang begitu menyakitkan dan pahit bagaikan secangkir espresso panas di kala hujan menerpa Seoul... YeWook /GS/
Sweet Love Café
Chapter 8
Rate: T
Genre: Romance
Cast: YeWook, ZhouRy, Other Cast.
Warning: GS, Typo(s)
.
.
.
.
Kadang aku berharap, bisakah waktu terhenti walau hanya satu jam saja? Bisakah seluruh memori indah yang kudapatkan selama ini tetap terjaga selamanya?
Bisakah Tuhan mengijinkan agar aku tetap berdiri di sisi orang yang sangat aku cintai?
Walau ia tidak mencintaiku seperti aku mencintainya, bolehkah aku berharap?
Sesange… Please allow me to stay here, beside the one that I love with all my heart…
Jika waktu bisa menghapus segalanya… Bisakah aku meminta agar waktu membiarkan rasa didalam hatiku ini dan tidak menghapusnya barang sedikit pun?
.
.
.
.
Hari demi hari berlalu, tak dapat dipungkiri bahwa Yesung dan Ryeowook semakin dekat satu sama lain. Canda dan tawa tak pernah sekalipun hilang disaat mereka sedang berbincang.
Dua minggu. Hanya dua minggu Ryeowook memiliki waktu berdua dengan Yesung, menghabiskan waktunya bersama namja yang ia cintai segenap hatinya. Setelah dua minggu itu terlewat, ia akan bertunangan dengan Zhoumi dan mustahil baginya untuk berdekatan dengan Yesung. Bahkan sebelum bertunangan pun Ryeowook merasa sedikit kesal karena dirinya sedikit dikekang oleh Zhoumi. Tak jarang, Zhoumi melarang Ryeowook untuk berdekatan dengan Yesung.
Tapi bukan Ryeowook namanya jika tak bisa melawan, 'kan? Kadang, disaat Zhoumi lengah, Ryeowook diam-diam pergi menemui Yesung di taman belakang Shapphire Blue University yang merupakan tempat tetap mereka berdua.
Hanya saja, dengan itu Ryeowook telah melakukan kesalahan fatal... Yang mungkin akan merubah segalanya...
Ryeowook POV.
Aku kembali menyilang angka yang tertera rapi di kalenderku. Tak terasa malam ini adalah malam pertunanganku dengan Zhoumi-ge. Sejujurnya, aku ingin menolak keputusan appa dan eomma.. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku tak ingin mengecewakan mereka.
Kutatap nanar deretan tanggal yang telah kucoret beberapa hari terakhir ini.
" Yesung-ie oppa… " Gumamku pelan, nyaris tak bersuara.
Tak dapat kucegah lagi, air mata jatuh menuruni pipiku. Kubenamkan wajahku pada boneka jerapah yang berada dalam pelukanku, boneka yang diberikan Yesung oppa 2 hari yang lalu untukku.
Kuelus pelan bulu lembut boneka tersebut. Sesekali aku tersenyum tipis saat mengingat betapa canggungnya Yesung oppa saat ingin memberikan boneka ini padaku.
Aku tersentak mendengar suara ketukan pintu, yang belakangan diiringi oleh suara Zhoumi-ge. " Ryeowookie, gege masuk ne? "
Sesegera mungkin aku menghapus jejak air mataku. " Ne gege "
Tak lama, Zhoumi-ge memasuki kamarku dan menghampiriku. Senyum mengembang pada wajahnya, namun hanya kubalas dengan senyuman tipis.
" Kau baik-baik saja Ryeowookie? "
" Ne gege, aku baik-baik saja "
" Jinjjayo? "
Aku mengangguk pelan " Eum "
" Geurae. Segeralah turun kebawah, mama dan Kyungsoo ahjumma menunggumu dibawah "
" Untuk apa, ge? "
" Molla "
Dengan malas-malasan, aku turun dari atas tempat tidurku lalu berjalan menuruni tangga. Kulangkahkan kakiku perlahan mendekati eomma-ku dan Heechul ahjumma yang sedang bercakap-cakap.
" Wae eomma? " Tanyaku pelan.
" Kau tidak ada kegiatan 'kan hari ini? "
Aku mengangguk pelan. Aku sedikit terkejut saat eomma menarikku untuk mengikutinya beserta Heechul ahjumma, pergi menuju ke suatu tempat.
Ryeowook POV END.
.
.
.
.
Ryeowook terbelalak saat menatap bangunan bergaya klasik di depannya, Vacheron Lequire'n, salah satu butik ternama yang terletak di pusat Seoul. Bangunan berinterior putih dan ungu yang menenangkan hati saat melihatnya. Boneka manekin tampak didirikan berderet dengan memakai baju-baju dengan desain yang sangat hebat, namun tetap terkesan elegan.
Ia dan kedua yeoja setengah baya di depannya melangkah memasuki butik tersebut. Yah, walaupun Ryeowook seorang anak dari pengusaha kaya, dia bukanlah tipe yeoja yang suka membeli pakaian-pakaian 'branded' seperti milik teman-temannya.
Yeoja manis itu terkesima menatap sekelilingnya. Banyak baju dengan berbagai model di sekitarnya. Tangan Ryeowook terulur untuk menyentuh baju-baju tersebut. Mulai dari baju santai yang terkesan boyish, cardingan, baju terusan yang girly, hingga gaun pesta yang mewah namun tetap enak dipandang.
" Leeteuk-ah / eonni, annyeong " Sapa Kyungsoo dan Heechul berbarengan.
Yeoja yang awalnya sedang berbicara dengan salah satu karyawan Vacheron Lequire'n itu menoleh dan tersenyum hingga menampakan dimple di kedua pipinya.
" Annyeong Heechulie, Kyungsoo-ah " Yeoja bernama Leeteuk itu memeluk Heechul dan Kyungsoo bergantian.
" Tumben sekali kalian kesini. Ada apa, hm? " Tanya Leeteuk.
" Zhoumi dan Ryeowook akan kami tunangkan, eonni. Dan sekarang kami kesini mencari baju untuk digunakan Ryeowookie disaat pertunangan " Jelas Kyungsoo.
Leeteuk tampak terkejut. " Jinjjayo? "
Kyungsoo dan Heechul mengangguk bersamaan.
" Eum... baiklah, dimana Ryeowookie? "
" Ada yang memanggilku? "
Ryeowook menatap eomma-nya dengan tatapan penuh tanya.
" Ne Wookie-ah~ kka, ikuti ahjumma ke fitting room " Leeteuk menarik tangan Ryeowook dan memasuki suatu ruangan.
Cukup lama Ryeowook dan Leeteuk di dalam ruangan itu, meninggalkan Kyungsoo dan Heechul yang sedang berdiskusi perihal pertunangan kedua buah hati mereka yang akan dilaksanakan malam ini juga.
Setelah 30 menit lebih mereka menunggu, Leeteuk keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Ryeowook di belakangnya. Kyungsoo dan Heechul tak henti-hentinya memuji saat melihat penampilan Ryeowook yang dapat dikatakan sangat manis dan menawan.
Ryeowook tersenyum miris saat melihat ekspresi bahagia eomma-nya. ' Sesange... Apakah keputusanku menyetujui pertunangan ini tepat? '
.
.
.
.
.
The Plaza Hotel, 08.00 p.m
Tampak berpuluh-puluh namja dan yeoja hilir mudik memenuhi ballroom hotel ternama di Seoul tersebut.
Tan Hangeng dan Kim Jongin tampak berbincang-bincang dengan beberapa tamu, begitu juga kedua istri mereka. Zhoumi sendiri tampak berbincang dengan beberapa relasi bisnis papa- nya.
Sesekali, namja berdarah china-korea itu menyipitkan matanya untuk mencari keberadaan Ryeowook. Tapi sayang, ia tak mendapati sosok yeoja manis tersebut dimanapun.
" Selamat malam, para hadirin sekalian, terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengadiri pertunangan putra saya, Zhoumi, dengan putri dari Kai-ssi, Kim Ryeowook " Ucap Hangeng dengan penuh wibawa.
Dari kejauhan, Kyungsoo terlihat sedang menenangkan Ryeowook yang gugup.
" Wookie-ah, kka, naiklah keatas panggung " Bisik Kyungsoo pelan sambil mengelus rambut Ryeowook penuh sayang.
" Ne eomma... " Lirih Ryeowook.
Perlahan, Ryeowook melangkahkan kakinya menaiki anak tangga disamping panggung. Seluruh mata terarah kepadanya disaat yeoja bertubuh mungil itu mendudukkan diri di sebelah Zhoumi.
Tak dapat dipungkiri, malam ini Ryeowook terlihat sangat cantik. Tubuh mungil Ryeowook dibalut oleh gaun tanpa lengan berwarna ungu selutut yang sangat kontras dengan kulitnya. Gaun itu menggembung di bagian bawah, dan terdapat renda berwarna hitam dada, juga dengan belt berwarna perak yang mengelilingi pinggangnya.
Kaki yeoja mungil itu menggunakan high heels berwarna senada yang melengkapi penampilannya. Rambut bergelombang kecoklatannya digelung keatas dan menyisakan beberapa anak rambut yang jatuh dengan lembutnya, menampakkan leher jenjangnya.
Ryeowook tampak tak memperhatikan ucapan demi ucapan yang dilontarkan oleh Hangeng. Mata yeoja itu menatap lurus kedepan, sambil sesekali tersenyum kepada seluruh orang yang menghadiri pertunangan'nya'.
" Ryeowookie, kemarikan tanganmu " Ucap Zhoumi setengah berbisik.
Ryeowook yang terkejut segera menyodorkan tangannya. Matanya terasa memanas disaat melihat Zhoumi tengah memakaikan cincin pertunangan ke jari manisnya. ' Andai saja yang berada di hadapanku sekarang bukan Zhoumi-ge... Andai saja yang berada di hadapanku sekarang adalah Yesung-ie oppa... Apakah keputusanku ini benar adanya? ' Batinnya.
Tepat disaat Zhoumi memasangkan cincin tersebut di jari manis Ryeowook, flash yang berasal dari kamera milik para wartawan yang juga diundang untuk hadir di acara tersebut. Mata Ryeowook seketika memicing ketika melihat sosok yang sangat dikenalnya, Jessica.
" Apa yang kau lihat Wookie? " Tanya Zhoumi.
" Ah? Aniya gege " Dusta Ryeowook. ' mungkin hanya perasaanku saja... Tak mungkin ada Jessica disini... ' Bisiknya dalam hati.
" Besok sore, Ryeowook dan Zhoumi akan pindah ke Paris untuk melanjutkan studi mereka "
" Mwo? Besok? Paris? Gege! Apa maksudnya ini? " Tanya Ryeowook panik. Sungguh, ia sama sekali tak tahu tentang akan kepindahannya bersama Zhoumi ke Paris.
" Kau tidak diberi tahu oleh Ahjussi dan Ahjumma? "
Ryeowook menggeleng lemah.
" Kita akan tinggal disana selama 4 tahun, Ryeowookie. Papa, mama, Ahjussi, dan ahjumma ingin agar kita bisa mandiri disana "
" Tapi aku tak ingin meninggalkan Seoul, ge... " Lirih Ryeowook.
Zhoumi tak membalas perkataan Ryeowook, namun ia tahu perasaan Ryeowook sekarang. Tapi mau bagaimana lagi? Ia telah terlanjur mengusulkan kepada kedua orang tua mereka agar mereka bisa tinggal diluar Seoul.
' Ryeowookie... Dui bui qi... '
.
.
.
.
Shapphire Blue University
" Mwo? Jinjjayo Wookie-ah? Kau bertunangan dengan Zhoumi? Dan kau juga akan pindah ke Paris sore ini? Kenapa mendadak sekali? " Tanya Sungmin beruntun.
" Ne eonni, kenapa kau pindah? Bahkan kau pindah bersama... err... Zhoumi-ge " Timpal Henry.
" YAK! Eonni! Henry-ah! Shut up! Kalian membuatku pusing! " Jerit Ryeowook kesal.
Pikirannya yang semula telah terbebani karena pertunangannya kemarin dan perihal kepindahannya nanti sore, sekarang justru ditambahkan dengan rentetan pertanyaan yang dilontarkan oleh Henry dan Sungmin.
" Mianhae Ryeowookie/eonni… " Lirih Sungmin dan Henry.
" Ne.. ne, gwaenchana "
Ryeowook menghela nafas pelan. " Eonni, Henry-ah… Eottheohkae? Aku tidak ingin pergi ke Paris… Aku tidak menginginkan pertunangan ini... "
Sungmin dan Henry sama-sama terdiam. Sementara itu, Ryeowook mulai menitikkan air mata.
" Ryeowook-ah... Cobalah jalani terlebih dahulu... " Ujar Sungmin.
" Tapi eonni... "
" Ryeowook eonni... Apa alasanmu saat kau pasrah menerima pertunangan yang diusulkan appa dan eomma eonni? " Tanya Henry tiba-tiba.
Ryeowook tersentak kaget. Tetapi ia tetap menjawab, " Aku... Aku tak ingin mengecewakan appa dan eomma, Henry-ah... "
Henry menatap Ryeowook sedih. " Eonni... Kau mungkin berhasil untuk tidak mengecewakan kedua orang tua eonni... Tapi eonni telah mengecewakanku... "
" Wa.. wae Henry-ah? " Tanya Ryeowook.
" Aku mencintai Zhoumi gege, eonni... Bahkan jauh sebelum aku mengenalnya, aku telah jatuh cinta padanya... " Henry menghapus air matanya dan mencoba untuk tersenyum. " Tahukah eonni? Hatiku terasa sakit setiap melihat Zhoumi-ge memperlakukan eonni seperti porselen yang rapuh... Aku iri eonni... "
" Mianhae Henry-ah, mianhae... "
Sungmin yang sedih melihat kedua sahabat dekatnya menangis pun segera memeluk mereka dan menenangkan mereka.
" Wookie-ah, bagaimana dengan... Yesung oppa? " Tanya Sungmin hati-hati.
" Nan mollayo eonni... "
" Apa kau sudah memberitahu perihal pertunanganmu dengan Zhoumi? "
Ryeowook menggeleng. " Aku takut eonni... aku takut ia menjauhiku jika ia tahu aku bertunangan dengan Zhoumi-ge... "
" Wookie-ah, kau harus memberitahu-nya... Kalau tidak n—"
Ucapan Sungmin terhenti saat ponsel Ryeowook berbunyi. Ryeowook segera mengecek ponselnya. Mata yeoja itu terbelalak saat melihat nama orang yang mengirim pesan padanya.
" Wae, Ryeowook eonni? "
" Yesung oppa ingin bertemu denganku... " Lirih Ryeowook.
Sungmin dan Henry berpandangan, sebelum akhirnya mendorong Ryeowook untuk segera menemui Yesung. " Kka, cepat temui dia " Ucap Sungmin.
Ryeowook hanya mengangguk lalu berlari secepatnya ke tempat dimana ia dan Yesung biasa bertemu, taman belakang Shapphire Blue University. Dalam otaknya telah berkecamuk banyak hal. Ia merasakan bahwa hal yang tidak baik akan terjadi.
" Yesung oppa! " Seru yeoja mungil tersebut saat melihat sosok Yesung yang membelakangi dirinya.
Ryeowook sedikit kaget saat melihat Yesung menatapnya dingin, tidak dengan ekspresi ceria seperti biasanya. Namja bermata sipit itu memandang Ryeowook sinis, lalu memberikan 3 lembar foto yang sedari tadi digenggamnya erat kepada Ryeowook.
Mata Ryeowook terbelalak saat melihat ke- tiga foto itu. Foto pertunangannya dengan Zhoumi!
" Kau bertunangan dengan Zhoumi, eoh? "
Dengan sedikit ragu, Ryeowook mengangguk lemah.
" Kau mengecewakanku, Kim Ryeowook " Ucap Yesung dengan nada dingin.
" Oppa, aku bisa menjelaskan semua ini... "
" Tidak ada yang perlu kau jelaskan! Aku muak denganmu! "
" O-oppa... "
" DIAM! " Bentak Yesung. " Kau tahu!? Aku menyesal telah mencoba membuka hatiku untukmu! Aku menyesal karena telah mulai mencintaimu Kim Ryeowook! "
" Oppa... "
" Jika aku tahu akan jadi begini, AKU TAK AKAN PERNAH MEMBUKA HATIKU UNTUKMU! Aku menyesal Jatuh cinta padamu Kim Ryeowook! "
" Oppa... tolong dengarkan aku.. Aku sama sekali tak mencintai Zhoumi gege... "
Yesung tertawa meremehkan. " Jinjjayo? Haha, maaf, tapi aku tak akan percaya lagi pada yeoja pembohong sepertimu!
" Oppa! "
Yesung terdiam. Bahunya terlihat naik – turun menahan emosi.
" Puaskah kau sekarang? Puaskah kau mempermainkanku? " Tanya Yesung setelah menurunkan intonasi suaranya.
Air mata menggenang di mata Ryeowook. Perlahan, air hujan ikut turun membasuh mereka berdua, seakan menggambarkan kekecewaan yang sangat mendalam milik Yesung.
" Pada awalnya, aku memutuskan untuk tak percaya pada semua perkataan Jessica-ssi karena aku percaya padamu... Tapi saat Jessica-ssi menunjukkan foto ini padaku, aku berpikir, inikah balasan kepercayaanku untukmu? " Lirih namja itu. "Aku sangat kecewa Ryeowook... "
" Yesung oppa... "
" Mulai sekarang, jangan temui aku lagi. Aku tak ingin melihat wajahmu... " Ucap Yesung pelan, lalu berjalan meninggalkan Ryeowook seorang diri.
Ryeowook jatuh terduduk. Air mata tak hentinya menuruni wajah manisnya. Isakan demi isakan keluar tanpa bisa ia tahan, bahkan sesekali, yeoja manis itu menggumamkan nama Yesung.
Hujan terus-menerus mengguyur tubuh mungilnya, ikut menangis bersama dirinya.
" Yesung-ie oppa... Mianhae... " Lirihnya.
.
.
.
.
.
Incheon International Airport, 05.38 p.m
Tepat di depan pintu keberangkatan Incheon International Airport, terlihat beberapa yeoja dan namja berkumpul membentuk lingkaran kecil.
" Ryeowook-ah, aku akan sangat merindukanmu " Ucap Sungmin seraya memeluk Ryeowook.
" Ne eonni... aku juga akan sangat merindukanmu dan Henry, juga dengan yang lainnya " Balas Ryeowook.
" Nuna, kenapa kau harus pergi? Bukankah kau bilang ingin mengalahkan keahlianku sebagai barista? Bahkan kau belum sempat mengalahkanku bermain starcraft! "
" YAK! Kyuhyun-ah! " Ryeowook menjitak kepala Kyuhyun pelan. " Sepulang dari Paris bersama Zhoumi-ge, aku akan mengalahkanmu dan menjadi barista terhebat di seantero Seoul! "
Namja bernama Kyuhyun itu hanya tertawa lalu memeluk erat Ryeowook. " Aku akan merindukanmu nuna " Ucapnya sebelum melepaskan pelukannya dengan Ryeowook.
" Eonni... "
Ryeowook menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Gadis itu tersenyum kepada Henry yang mulai menangis.
" Uljima Henry-ah, uljimaneyo~ "
" Eonni... Jangan pergi... " Isak Henry.
" Mianhae Henry-ah... " Ryeowook tersenyum miris. Yeoja itu tersenyum sesaat lalu membisikkan beberapa kata ke telinga Henry.
" M-mwo? Kau serius eonni? " Tanya Henry sangsi.
" Ne Henry-ah. Aku serius "
" Ryeowookie, kaja, sudah saatnya " Zhoumi menarik tangan Ryeowook pelan.
" Ne, gege. Ya, Mochi, ingat kata-kataku tadi ne~ Pai-pai~ " Ryeowook melambaikan tangannya dan mengedipkan sebelah mata kearah Henry.
Tak lama setelah Ryeowook dan Zhoumi meninggalkan Henry, Kyuhyun, dan Sungmin beserta orangtua mereka, mereka pun memasuki pesawat dan duduk di kursi penumpang.
Ryeowook yang saat itu duduk tepat di dekat jendela seketika melemparkan pandangannya keluar. Bibirnya melengkung, menciptakan sebuah senyuman.
' Bye Seoul... I'll miss you so much… Hope I can start a new life at Paris, and go back here after 4 years… Paris, city of Romance, see you very soon… ' Bisiknya dalam hati.
.
.
.
.
Walaupun jarak terpaut jauh, bukan berarti hati kita juga ikut berjauhan..
Waktu bisa mengubah segalanya…
Kebencian menjadi Cinta,
Begitu juga sebaliknya…
.
.
Paris, kota budaya yang penuh romansa,
Bisakah kau menciptakan lembaran baru untuk kisah cinta milikku?
.
.
.
.
TBC
Annyeong readersdeul~
Mianhae ne Eunhye apdetnya kelamaan dan pendek :(
Apa ff ini mulai membosankan? Jika iya, tolong beri tahu Eunhye ne...
Maaf, Eunhye bener-bener minta maaf untuk semua readers...
Eunhye sekarang cuma bisa megang laptop hari sabtu, itu pun kalau Eunhye sempat...
Kemungkinan ff ini dan yang lain akan lama apdetnya. Tapi kalau bisa Eunhye usahain update tiap akhir minggu
Untuk pertunangan Ryeowook, itu sengaja Eunhye percepat. Kenapa? Soalnya konflik sudah menunggu di depan mata dan chapter depan saatnya untuk memperbanyak ZhouWook MOMENT!
Akhirnya ZhouWook moment akan muncul~~! xD (?)
oke, back to topic. Sebenernya Eunhye pengen bikin 2 minggu terakhir YeWook barengan. Tapi kalau beneran Eunhye buat kaya gitu, jadinya malah kelamaan dan ceritanya makin membingungkan.
Dan *jeng...jeng...jeng...jeng* Jessica eonni muncul loh! Iya muncul! #ditabokreaders. Ini baru pembalasan pertama Jessica :3 nanti masih akan ada pembalasan Jessica yang kedua, tapi ga dalam chapter dekat ini ^o^ Biarkanlah Zhoumi gege berbahagia bersama Wookie eomma telebih dahulu :3
Gomawo untuk semua readers yang sudah mereview ff ini, Eunhye sangat-amat senang waktu tau masih ada yang setia nungguin ff aneh bin gaje ini
Ohya, selamat menunaikan ibadah puasa ne bagi yang muslim ^o^ semoga puasanya lancar dan selalu bisa tahan godaan :D
#GetWellSoonKai #GetWellSoonKai
#GetWellSoonKai #GetWellSoonKai
#GetWellSoonKai
Get Well Very Soon for Kai or Kim Jong In oppa. EXOtics and EXOST pray for you. 11th Wolf, keep fighting!
Big Thanks To:
lailatul magfiroh16VeecloudsYulia CloudSomnia | 93424 | adel | cartwightelfsuju shawolshineeAnik0405dyahYWS | hyeojin08 | hanazawa kay
Thanks a lot for all reviewers, and all silent readers.
Without you all, I wouldn't have any spirit to continue this fanfiction ^^
- Eunhye a.k.a EXOST Panda -
