MAFIA WEDDING
"Siapa yang berani melakukan ini pada Minato!"
Yahiko buru-buru berdiri. Awalnya ia duduk santai sambil mengetik sesuatu di ponselnya. Tanpa ada angin dan hujan badai, tiba-tiba kamar VVIP ruang inap Otou-sannya dibanting kasar oleh seseorang.
Raut wajah Yahiko mulai mengeras. Matanya menyipit tak suka ketika siluet wanita pirang yang arogan itu, menyusup dengan lancangnya ke ruang Minato.
"Bisakah, kau bersikap lebih sopan sedikit!" Singgung Yahiko yang mulai kesal.
"Kau!" Jari telunjuk lentik, yang di masing ujung kukunya terpoleskan kuteks hitam mengarah tajam ke wajah Yahiko.
"Apa maumu?" Simbingnya pada wanita jalang kesayangan ayahnya.
"Apa yang terjadi padanya! Siapa yang melakukan hal keji ini pada Minatoku??" Suaranya meninggi bagai hantaman petir di siang bolong.
Wanita bernama lengkap Tsunade Senju itu, membela-belakan dirinya untuk mengundurkan diri dari ajang turnamen judi internasional, di Lasvegas.
Padahal Tsunade sendiri sudah menjadi satu-satunya peserta wanita yang lolos ke babak semifinal, pada kejuaraan yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu.
Dan kalian tau? Jika Tsunade melanjutkan keikutsertaannya di turnamen judi itu. Sebentar lagi, hadiah berupa triliunan dolar Amerika akan digondol habis menjadi miliknya!
Namun, setelah ia mendengar kabar buruk tentang keselamatan nyawa Minato. Tsunade langsung membuang semua taruhannya di Lasvegas dan pulang dengan tangan kosong ke Jepang.
Itupun ia memaksakan, salah-satu perusahaan maskapai penerbangan milik temannya untuk membuatkannya tiket pesawat kelas ekonomi bisnis dengan tujuan langsung Amerika-Jepang, tanpa ada transit apapun.
Karena hal tersebut mustahil untuk dilakukan dan terbentur dengan jadwal penerbangan lain. Akhirnya Tsunade pulang dengan meminjam jet pribadi milik temannya.
"Dasar jalang sinting! Tenangkan dirimu... Bicaralah yang jelas!" Desak Yahiko dengan nada geram.
"Kau bocah berotak dangkal. Apa Minato terluka karena ulang si durian itu lagi?" Tsunade langsung mengerucutkan tuduhannya pada Naruto.
"Jika 'iya' memangnya kau bisa apa? Lagipula Otou-sama tidak akan terluka jika, dia tidak memungut jalang rendahan lagi. Lalu membawanya pulang ke rumah!" Terang Yahiko.
Tsunade mendecih, jika memang benar si-bocah durian itu yang melukai Minato. Maka Tsunade tak bisa melakukan apapun.
Sekeras apapun Tsunade menghasut Minato untuk membuang Naruto dari silsilah keluarga, Tuan besar Namikaze itu tak akan terpengaruh.
Malahan lucunya, Tsunade lah yang terkena getah pahit dari perbuatan piciknya yang ingin menyingkirkan putra Kushina tersebut dari ujung dunia ini.
Naruto memang memiliki pengaruh yang amat besar pada pola pikir di otak Minato. Dan karena kepercayaan Minato yang melimpah pada bocah durian itu, tak satupun orang yang berani melawannya sampai saat ini.
Bayangkan saja posisi Tsunade, tidak lebih dari secuil kotoran kuku yang bahkan tidak nampak di mata Naruto. Jalang yang amat hobby berjudi itu tak pernah memiliki hubungan yang baik-baik dengan putra kesayangan suaminya itu.
Jadi, tak heran jika Tsunade sering memisuh Naruto. Dan membicarakan hal yang amat buruk dibelakangnya.
Tentu Tsunade melakukan itu secara diam-diam, karena jika sampai telinga runcing Naruto mendengar secuil hinaan dari mulutnya, maka habis sudah nyawa Tsunade di saat itu juga.
"Sialan! Jalang siapa lagi yang dia bawa pulang? Akan aku bunuh jalang kurang ajar itu, berani sekali dia menggoda suamiku di saat aku tidak ada!" Tsunade meremas ujung selimut yang membalut tubuh lemah Minato diatas brankar.
Baru saja Mei Terumi pamitan pulang setelah menginap untuk menemani Minato di sini. Lalu datang lagi jalang pirang yang mengganggu ketenangan ruangan VVIP Otou-sannya. Yahiko jadi pusing dibuatnya.
"Cukup-cukup!... Kau menjauhlah darinya, Otou-sama butuh ketenangan dan banyak istirahat. Jika kau hanya ingin memisuh-misuh jalang yang sejenis denganmu. Lebih baik kau kembali ke Lasvegas!"
"Akan aku potong mulutmu bocah! Berani sekali kau bicara kasar padaku!"
"DIAMLAH KAU!-" Bentak Yahiko, yang sudah kehabisan emosi.
"-Pergi sana! Urus saja anak-anakmu dirumah..." Usirnya lagi. Namun Tsunade tak kunjung mau bergeming dari samping ranjang Minato.
Skip.
--
--
D-day wedding
Di kediaman Namikaze.
"Haruskah kita datang ke sana?"
Siang ini kediaman Namikaze amat ramai, anak-anak telah tampil begitu tampan dan cantik dengan balutan masing-masing tuxedo dan dress yang mahal.
Bukannya merasa senang akan menghadiri pesta pernikahan saudara mereka. Justru Nagato, Konan, Karin, Menma, Shion, dan Nawaki nampak resah. Wajah mereka amat masam, berbanding terbalik dengan riasan tubuh dari ujung rambut sampai kaki, mereka yang sengaja dibuat flowless dan cute.
"Hah!!... Aku takut Menma Nii-chan~ aku takut pada Naruto nii-chan... Pokoknya Nawaki ingin tinggal dirumah saja!" Ucap Nawaki. Ia memainkan dasi kupu-kupunya yang berwarna hitam, lalu menatap lantai dengan pandangan sendu.
"Aku juga sebenarnya tidak mau pergi ke pesta itu, Nawaki!" Kali ini Menma mendesah gusar tak karuan.
"Apa yang kalian katakan?" Ibu tirinya (-Mei Terumi) berjalan dengan anggun ke arah gerombolan remaja Namikaze yang sangat menawan tersebut. Tadi telinganya tak sengaja mendengar sayup-sayup ketidakbetahan dari putra putrinya. Alhasil Mei memasang kegarangannya meskipun masih dalam batas wajar.
"Kaa-san... Aku tidak mau ikut pergi ke acara pernikahan Naruto Nii-sama hari ini...!" Sekarang giliran Karin yang mengeluh, ia sebenarnya malas untuk pergi ke tempat yang ramai.
Meskipun harus digaris bawahi jika ia akan pergi untuk menghadiri upacara pernikahan kakak tirinya.
Tapi tetap saja Karin akan merasa, tak nyaman jika berada di dalam kerumuman orang-orang ramai, sifatnya yang anti sosial membuat Karin lebih nyaman untuk tinggal di rumah sendirian saja.
Untuk kali ini sepertinya tidak ada pengecualian. Seberapa keraspun Karin merengek, Mei Terumi (-ibu kandungnya) tak akan membiarkan putrinya untuk berdiam dirumah.
"Sudah-sudah, sekarang tidak ada yang boleh tinggal dirumah! Kalian semua harus ikut." Putus Mei Terumi begitu sadis, karena banyaknya keluhan dari remaja-remaja Namikaze ini.
"Aku tidak setuju dengan ide Yahiko-Nii... Firasatku jadi tidak enak. Kenapa Yahiko-Nii malah menyuruh kita semua untuk hadir juga di pesta pernikahan Naruto Nii-san " Nagato berujar dengan seksama.
"Kau benar Nagato-nii... Sepertinya Naruto Nii-chan akan merah jika kita semua datang ke sana" Lantang Shion.
"Ustt!! Anggap saja kehadiran kita di sana untuk mewakili Otou-sama yang masih sakit, dan ingat kalian jangan terlihat terlalu mencolok ya, cukup biasa-biasa saja" Pesan Mei.
Nagato pun hanya bisa mengangguk lemah, Menma dan Shion diam saja. Begitu juga dengan kakak-kakaknya yang lain.
Tak... Tak... Tak...
Suara ketukan sepatu high-hill itu, mengalihkan banyak pasang mata yang berdiam di ruang tamu rumah Namikaze.
Seorang wanita turun dari tangga melingkar megah yang menjadi penghubung antara lantai satu dan dua rumah milik Minato.
"Mau kau bawa kemana anak-anakku Mei?"
Tanya wanita itu dengan nada sinisnya. Ia tak merasa bersalah secuilpun pada Mei, kemudian Tsunade mendekat untuk menggendong Nawaki.
Menma dan Shion pantas kaget dengan kehadiran ibu mereka. Pasalnya, kabar kepulangan Tsunade dari Lasvegas tak terdengar sampai ke telinga mereka.
Tentu Menma, Shion dan Nawaki sangat merindukan sosok Tsunade. Sebab wanita yang telah melahirkan mereka itu, pergi untuk mengikuti turnamen judi hampir 3 bulan lamanya.
"Tsunade Nee-san jangan salah paham... Aku hanya akan mengajak mereka untuk pergi ke upacara pernikahan Naruto"
Manik coklat wanita Senju itu memicing, tak lama kemudian dia mendecih. "T'ch... Jika kau mau pergi... Silahkan pergilah ke sana. Tapi jangan coba kau bawa-bawa anakku juga!" Tuturnya tegas.
"Nee-san... Aku tau kau membenci Naruto. Tapi, dia juga anak Minato, anak kita semua..." Halus Mei.
Diantara semua jalang koleksi Tuan Namikaze hanya Mei lah yang pikirannya paling lurus. Tak menyimpang seperti jalang-jalang lainnya. Jadi bisa dibilang kalau Mei Terumi merupakan wanita terwaras dan terdewasa yang pernah ada.
"Persetan dengannya, aku tidak peduli! Aku lebih baik mengurung anak-anaku dirumah dari pada mereka harus pergi ke acara pernikahan laknat itu!!.." Mutlaknya lagi.
"Yesss! Aku tidak jadi pergi..." Menma yang mendengar kekeras kepalaan ibunya langsung bersorak girang. Ia spontan melepas dasi kupu-kupunya, lalu melemparnya ke udara dengan bebas.
"Shion, Menma dan Nawaki... Kalian bertiga kembalilah ke kamar, ganti baju lalu kemasi barang-barang penting kalian, karena hari ini mommy akan mengajak kalian jalan-jalan ke luar negri..." Ucap Tsunade.
Shion melolot!
Jelas gadis itu sama girangnya dengan Menma, hanya saja ia membisu karena saking kagetnya dengan pemberitahuan ibunya.
"Yeiii~ Jalan-jalan... Nawaki suka jalan-jalan..."
Anak paling kecil berambut coklat itu memeluk kaki ibunya, ia juga berloncat-loncat bebas, saking tak sabarnya ingin segera pergi liburan bersama Kaa-channya tersayang.
"Tentu sayang, kita akan bersenang-senang dengan uang Daddy kalian. Jadi cepatlah bersiap, karena pesawat kita akan berangkat dua jam lagi!"
Lanjut Tsunade, ia bahkan berdecak pinggang dengan wajah sumbringahnya.
Meskipun sebenarnya kepergianya ke luar negeri sambil memboyong anak-anaknya adalah ide untuk menenangkan pikirannya, yang kacau setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri. Mengenai bagaimana mengenaskannya kondisi Minato saat ini.
Tsunade pribadi tak terlalu memikirkan perasaan Naruto, yang memang jelas-jelas tak akan suka melihat kehadirannya di pesta pernikahan lelaki itu.
Lebih baik Tsunade pergi jauh-jauh, dari pada harus menciptakan atau mencari masalah baru dengan cecunguk anak emas dari suaminya yang kejam itu.
"Nee-san apa kau serius? Kau akan pergi ke luar negeri dengan memboyong anak-anak juga? Tapi bagaimana dengan Minato, dia pasti akan marah jika nanti tidak melihat Menma, Shion dan Nawaki saat sudah sadar"
Mei seolah tak percaya dengan apa yang baru saja Tsunade perintahkan kepada Shion, Menma dan Nawaki.
"Tentu, lagipula aku sudah lama tidak bersenang-senang dengan mereka. Sudahlah Mei, jangan urusi kami... Lagipula mana bisa Minato marah pada anak-anakku! Jika dia berani melakukannya maka aku tidak akan tinggal diam!!!"
Tsunade menyusul langkah kecil Nawaki yang berlari ke lantai dua.
Ibu tiga anak itu ingin segera membantu putra kecilnya berbenah pakaian untuk dibawanya berlibur.
Sedangkan pakaiannya sendiri masih awet tersegel didalam koper, karena semenjak kepulangannya dari Lasvegas. Tsunade belum sempat membokar-pasang isi kopernya sendiri.
"Keterlaluan!" Dengus Nagato. Setelah melihat kepergian Tsunade yang melangkah menyusul Nawaki.
"Aku juga ingin ikut jalan-jalan agar bebas dari pesta pernikahan Naruto Nii-san. Tapi aku tidak suka dengan sikap Tsunade Oka-chan" Bisik Karin amat lemah pada Nagato.
"Yasudahlah, kalau begitu kita juga sebaiknya pergi. Kasihan Yahiko-Nii sendirian dan kesepian di tempat pernikahan Naruto-Nii" Pinta Konan.
"Kau benar Konan, Yahiko-Nii pasti sedang kerepotan. Apalagi Otou-sama masih dirumah sakit. Setelah upacara selesai ayo kita jenguk Otou-sama lagi" Nagato.
"Ya, Kaa-san setuju. Ayo anak-anak kita pergi..." Mei menggiring Konan, Karin dan Nagato keluar rumah dan masing-masing diantara mereka masuk ke dalam mobil range rover yang akan mengantar keempat orang itu ke gereja terlebih dahulu.
--
--
--
tbc
Selamat hari raya Natal, hari raya Galungan dan Kuningan kemudian sebentar lagi kita juga akan menyambut datangnya tahun baru 2019... wow nggak kerasa desember dah mau habis T_T padahal ega suka sama bulan ini karena banyak tgl merahnya... :v bener kan?
ega sudah janji sama.temen-temen untuk membuka bacot area di chap 10. dan ok tanpa basa-basi lagi kita mulai aja...
ega hanya melampirkan balasan-salam hangat- dan jawaban ringkas. sisanya jika masih bibgung kalian bisa di membaca kembali apa saja yang kalian tanyakan pada ega di kolom review...
Dandelion S-D : Makasi udah mampir...
darkvincent : Jejakmu sangat aku hargai makasi...
Love to Myself : makasi ya atas dukungan semangatnya...
Guest 1 (chp1) : ega membebaskan segala opinimu
Guest 2 inisial SSL (chap1) : ega nonton kok animenya.. tapi B aja sih, dan sorry ega udah kebal sama jenis bullyan kyak gini.
Fazza Aenurizal : makasi udah mampir. sejujurnya ega nggak tau alasan MK untuk memperpanjang aneminya sampai ke eps next generation, yaudah kali ya... nikmatin aja apa yang dibuat sama MK. ega mah cuman minjem aja
Ranindri : Wanita jalang di rumah Namikaze itu hanya pungutan. Minato hanya punya 1 istri sah yaitu Kushina btw makasi udah mampir...
Takahiro Ryuutei : doain aja semoga tuan muda lekas menemuman jalan yang baik... dan makasi udah mampir
narusaku29 : siap temanku... makasi udah mampir...
cantik : makasi udah mampir cantik... ffn MW ini sepertinyabtidam ada hubungannya dengan film gazy rich asian.. ega aja nggak tau kalo ada film begituan...
Kandi Z Alvin : siap makasi udah mampir...
guest 3 (chp3) : tentu ini masih berjanjut...
guest 4 (chap1) : makasi banyak ya, jika ega punya waktu luang yng lebih banyak lagi... ega akan rajin update :) doakan saja
Narulovers : tentu... lapang ini adalah tempat ega untuk berkarya. makasi udah mampir...
Minashi-NoBaka : apakah authir NS selangka itu T_T sedih sih. tapi makasi udah mamlir...
Stable Wild Roll : baguslah jika kamu suka. makasi udah mampir...
maiwi : makasi udah mampir :)
Febrichan2425 : ega tutut senang jika kamu suka... jangan lupa mempir lagi...
Nona FetgieKennedy : makasi banyak.udah menguwangin waktu untuk membaca karya ega... karena kamu punya banyak pertanyaan dengan senang hati ega akan mencoba menjawab semuanya. ok pertama : dari awal ega menciptakan dan memberikan naruto itu karakter yang keras kepala, kaku, kuat dan berkuasa jadi jngn heran jika semua orang tunduk sama dia. kedua : Naruto.itu 8 bersaudara ketiga : Saku tidak tau apa-apa tentang naru at list udah kejaab semua di chap 9 ya... jangan kapok mampir lagi...
jeni : makasi jika kamu suka :)
lalisa kw : apa kamu seorang BLINK? jika iya... ega seneng banget nih :) hehehe pasalnya ega demen banget mantengin anak-anak.BP... apalagi si fake maknae alias Kim Jisoo... ok sorr kalo bacot ega ngelantur. masalahnya ini nggak penting T_T ega cuman mau bilang makasi udah mampir ke lapak milik ega seri ke 11 crita gaje 2018 hehe
SEKIAN SEMUANYA... TERIMAKASIH KARENA SELAMA INI KALIAN SUDAH MAU MENEMANI EGA, MENGHIBUR EGA, DAN JUGA SUDAH MAU MENJADI TEMAN EGA DIFFN...
jangan kapok ya nemu bacot sepanjang ini... ega juga negtiknya lumayan pegel tapi rasanya seneng banget... :)
