1

2

3

~)-Start-(~

The Beatle Of Black

Matahari bersinar dengan teriknya,burung-burung yang berada dilangit kini menatap tajam kabawah.Melaihat pertarungan ninja yang mempertaruhkan nyawa masing-masing dari berbagai pihak.

"Khu khu,rencamu cukup hebat juga Konoha-nin,tetapi kau harus sadar bahwa kau..."perkataannya terhenti,karena sebuah serangan berupa bola api menyerang mereka dari arah depan.

Mereka semua melompat untuk menghindari bola api berskala besar itu,tetapi ada yang tidak bisa menghindar sehingga ia tewas dengan seluruh tubuhnya yang hangus terbakar. "Kenzi!!"teriak Kofu,dia terkejut dengan tubuh Kenzi yang hangus terbakar.

Terdangarlah sebuah bisikan dibelakang Kofu,dia membalikan tubuhnya dan dia merasakan sakit menjalar keseluruh tubuhnya akibat sebilah pedang yang menancap tepat diperutnya.

"Uhk,ka..kau.Kuso"sebuah tebasan pedang tercipta di tubuh Kofu sehingga membuat gadis itu tewas dengan luka tusukan dan tebasan pedang yang melintang ditubuhnya.

Ino dan Shikamaru yang melihat pembantaian itu hanya bisa terdiam dengan tubuh yang tidak bisa mereka gerakan,karena mereka takut dan terkejut atas pembantaian yang mereka lihat secara langsung.

'Mereka ketakutan,cih sudah kubilang kepada mereka untuk menguasai diri mereka ketika mereka melihat pembantaian di depan mata'ucap Chouji di dalam batinnya.

"Si..siapa kau?"tanya salah satu Kusa-nin yang masih tersisa.Pemuda itu menyeringai, "Naruto"dia menancapkan pedanganya ke tanah lalu merangkai segel tangan.

"FUTON REPPOSHOU"terciptalah pusaran angin yang tercipta dari kedua telapak tangan Naruto,pusaran angin itu menuju ke arah Kusa-nin itu dengan cepat.Kusa-nin yang melihat serangan melesat kearahnya tanpa pikir panjang lagi dia merangkai segel tangan, "DUTON DORYUHEKI"terciptalah dinding tanah yang melindungi Kusa-nin itu dari serangan yang dilancarkan oleh Naruto.Naruto melesat menerjang dinding itu dengan pedang yang digenggamnya,dia membelah pelindung tanah itu dengan pedang yang di aliri chakra angin.

Pelindung tanah itu hancur seketika yang membuat mata dari Kusa-nin itu membelak,karena terkejut,pemuda berambut akai itu menebas tubuh Kusa-nin itu dengan cepat membuat nyawa Kusa-nin itu menghilang seketika.'Dia...sangat cepat'pikir Ino begitu juga dengan Chouji yang berpikiran sama dengan Ino.

Mereka tidak mengira akan menemukan seorang Genin yang memiliki kecepatan seperti ini.Naruto mengambil sebuah gulungan di salah satu Kusa-nin tersebut,dia melirik ke arah Chouji,Ino,dan Shikamaru. "Apa kalian sudah mendapatkan gulungan?"tanya Naruto dengan nada datar.Chouji menyergit bingung, dia tidak mengerti maksud dari ucapan Naruto,"Apa maksud dari perkataanmu?"tanya Chouji dengan tatapan tajam.

Naruto melangkahkan kakinya ke arah Chouji,sementara pemuda pintar itu sudah mempersiapkan kuda-kuda untuk sesuatu yang tidak diinginkan. "KAGEMANE NO JUTSU"terciptakan sebuah bayangan yang mengikat pergerakan Naruto,pemuda berambut akai itu memandang datar Shikamaru yang sepertinya berusaha menahan rasa takut yang mendera dihatinya.

"Shikamaru!!!"teriak Chouji yang frustasi,masalahnya dia tidak tahu kemampuan apa saja yang dimiliki oleh Naruto dan lagi dia belum mempersiapkan rencana ditambah lagi dengan Shikamaru yang seenaknya bergerak duluan tanpa aba-aba dari Chouji.

Naruto mengehela nafas,dia memandang datar ketiga Genin itu dengan tatapan yang sulit diartikan oleh ketiganya.

"Tenanglah,aku tidak bermaksud jahat ataupun mencuri gulungan kalian. Aku hanya ingin memberikan ini..."Naruto melemparkan sebuah gulungan yang diambilnya dari Kusa-nin tadi.

Chouji menangkap gulungan yang berkanji Jigoku,dia menatap bingung apa maksud dari Naruto memberikan gulungan yang jelas-jelas gulungan itu dia dapatkan setelah mengalahkan tiga Kusa-nin dan sekarang dia memberikan gulungan itu begitu saja.Dia tidak mengerti jalan pikiran si akai itu.

"Kenapa kau memberikan gulungan ini kepada kami? Sedangkan kau sudah bersusah payah mengalahkan tiga Kusa-nin demi mendapatkan gulungan ini dan sekarang kau memberikan gulungan ini kepada kami"Chouji menyerngit bingung,dia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran pemuda berambut akai itu.Naruto menujukan sebuah gulungan berkanji Ten lalu dia masukan kembali ke dalam kantong Ninjanya.

"Aku sudah mendapatkan apa yang kucari,lagi pula kanji dalam gulungan itu sama dengan gulungan punyaku jadi aku tidak akan mengambilnya.Lalu,aku berfikir dari pada gulungan itu tidak ada yang memiliki jadi aku memberikannya kepada kalian,siapa tahu gulungan itu yang kalian cari dan juga Arigato,karena sudah menyelamatkan Sakura dari ketiga Kusa-nin itu"pemuda berambut akai itu menggendong Sakura dengan gaya bridal style untuk dibaringkan di dalam lubang di pohon besar tersebut.

Chouji menggenggam erat gulungan yang diberikan oleh Naruto,dia melirik ke arah dua temannya yang masih dalam keadaan shock hebat.Dia tidak menyangka mental mereka akan seruntuh ini,'Mereka mengalami shock yang cukup hebat'pikir Chouji.

"Shikamaru!!! Ino!!! Sadarlah,kita ini Ninja.Kalahkan rasa takut kalian,walaupun itu susah untuk kalian!!"teriak Chouji membangkitkan semangat keduanya,pemuda bermarga Akimichi itu tersenyum,karena kedua temannya sudah sadar dari rasa shock dan ketakutan mereka.

SKIP TIME CHUNIN EXAM PHASE THIRD

Team Naruto dan team Chouji menuju ke arah menara bersama-sama,karena mereka tidak mempunyai pilihan lagi selain membantu satu sama lain untuk menghindari suatu serangan secara serentak,sementara kondisi mereka tidak memungkinkan untuk bertarung,jadi mereka memilih untuk bekerja sama demi mencapai tujuan yang sama yaitu tahap selanjutnya dalam ujian Chunin.

"Menaranya,sudah mulai terlihat"ucap Menma dengan semangatnya dia berlari cepat meninggalkan rekan-rekannya.

"Menma-kun kita harus bersama-sama!!"teriak Sakura.

"Baka!!"teriak Satsuki yang melesat cepat untuk menyusul Menma.

Naruto menatap mereka dari kejauhan,dia hanya menghela nafas atas tingkah laku mereka yang kekanak-kanakan menurutnya.

'Dasar'umpat Naruto di dalam hati.

"Kenapa kau tidak menyusul kedua rekanmu itu?"tanya Chouji.

Naruto memandang datar Chouji,dia menyeringai kecil. "Aku tidak pernah berfikir untuk mengikuti jejak yang menurutku tidak sesuai dengan gayaku"jawab Naruto .

Chouji tertawa kecil,dia tidak menyangka pemuda yang menurutnya dingin itu memiliki selera humor yang khas. "Ya,itu memang soal gaya mungkin lebih tepatnya tingkah laku"balas Chouji.

"Hm,aku tidak pernah berfikir untuk memperbaiki perkataan yang sudah terlanjur keluar dari mulutku,jadi itu terserahmu saja entah kau menyebutnya gaya ataupun tingkah laku,aku sama sekali tidak peduli soal kecakapan bahasa"Naruto menyeringai lalu melanjutkan perjalanannya lagi.

Chouji tertawa kecil,dia mungkin menyukai gaya pemuda itu. "Dia orang yang menarik"gumam pemuda berklan Akimichi itu.

Mereka telah sampai di pintu gerbang menara.Kakashi tersenyum bangga kepada keempat muridnya,karena telah berhasil melewati ujian tahap kedua,begitu juga dengan Asuma sebagai guru dari team Chouji.

"Yare,yare kalian benar-benar hebat mampu lolos tahap kedua,kalian pasti memiliki semangat api Konoha"ucap Kakashi dengan ibu jari yang dia tunjukan kepada sekelompok remaja memakai hitai ate Konoha.

Asuma tersenyum tertawa kecil, "Tentu saja Kakashi,mereka adalah penerus dan pemimpin Konoha di masa depan,seperti apa yang dikatakan Otou-sama".

Sementara,Naruto memandang datar percakapan yang dilakukan oleh dua orang pria dewasa itu.Dia hanya memandang malas keduanya,tidak tertarik untuk mendengarkan apa lagi menyimak,"Membosankan"gumam Naruto.Beda lagi dengan Menma,dia sangat bersemangat ketika senseinya itu berkata semangat api,karena dia memang ingin mempunyai semangat api yang kuat seperti Shodaime Hokage dan Sandaime Hokage.

"Itu memang betul Kakashi-sensei,aku,eh salah,kami memang mempunyai semangat api yang membara"perkataan Menma diberi anggukan oleh mereka,kecuali Satsuki yang hanya bergumam dan Naruto menghela nafas.

Kedua sensei itu tertawa bersama,mendengar perkataan dari Menma, "Kalau begitu kalian akan kami tunjukan ujian tahap ketiga,mungkin ini adalah ujian yang cukup berat,karena kalian akan di adu oleh peserta dari desa lain atau dari peserta Konoha itu sendiri,jadi persiapkan diri kalian"ucap Asuma lalu diberi anggukan oleh mereka,kecuali Naruto yang menyeringai kecil.

'Menarik'pikir pemuda Akage itu.

Menma melirik ke arah pemuda yang sudah dianggap sebagai Otoutonya itu,dia tidak menyangka,bahwa pemuda itu dapat menciptakan seringai seseram ini.

'Otouto,seringaimu itu mengerikan tahu'pikir Menma.

"Nah,sekarang ayo masuk ke dalam ujian tahap ketiga sebentar lagi akan dimulai"ucap Asuma.

Mereka pergi menuju ke dalam,karena sebentar lagi ujian Chunin tahap ketiga akan segera dimulai.Kedua team itu berbaris sesuai dengan teamnya masing-masing,sementara para sensei berada di atas lapangan ujian Chunin tahap ketiga untuk melihat murid-muridnya yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian Chunin tahap selanjutnya.

"Kakashi"terdengarlah suara di telinga Kakashi,Jounin elite itu menoleh kebelakang mendapati seorang gadis dengan rambut yang di kuncir ke atas.

Pandangan Kakashi menjam,ketika mengetahui siapa yang datang,yah dia adalah mantan anak buah Orochimaru yang bergabung kedalam Konoha-nin.Kakashi menuju ke arah Anko lalu mengikuti langkahnya masuk kedalam suatu ruangan.

"Ada apa?"tanya Kakashi dengan nada serius.

Anko menghela nafas, "Orochimaru datang ke Konoha.."perkataan Anko terhenti oleh ucapan Kakashi.

"Orochimaru? Untuk apa dia datang ke desa ini?"Anko bergumam kesal,karena perkataannya dihentikan oleh Kakashi.

"Dia memberikan segel kutukan kepada salah satu muridmu yang berklan Uchiha,aku tidak tahu apa tujuannya,tetapi aku yakin.Dia pasti merencanakan sesuatu hal yang buruk terhadap desa ini,karena itu segeralah kau menyegel segel itu.Aku yakin pasti muridmu itu sedang kesakitan sekarang"ucap Anko lalu keluar ruangan,meninggalkan Kakashi yang sedang memikirkan Orochimaru.Dia menggeram kesal,dia berlari menuju kelapangan ujian Chunin.

Di lapangan Ujian Chunin

Satsuki,sekarang dia sedang menahan rasa sakit yang mendera dirinya.Rasa sakit itu berpusat dilehernya,semakin dia menahan rasa sakitnya,semakin besar pula rasa sakit itu.

"Ukh,sa..sakit sekali"gumam Satsuki,tubuhnya bergetar dengan tangan yang mencengkram leher yang terdapat segel kutukan.Naruto melirik ke arah Satsuki,dia menghela nafas pendek. "Pergilah,kau tidak akan mampu bertarung dengan tubuh seperti itu"ucap pemuda berambut akai itu.

Menma dan Sakura yang mendengar perkataan Naruto menoleh ke arah remaja berambut akai itu.Satsuki menggeram kesal dan marah,setelah mendengar perkataan Naruto, "Kau pikir kau siapa? Kau bukan siapa-siapa bagiku dan jangan harap aku akan menyerah,walaupun dengan tubuh seperti ini,aku masih mampu untuk bertarung"balas Satsuki dengan salah satu tangan yang terkepal kuat.

Menma yang mendengar perkataan Satsuki itu sedikit terkejut,karena dia baru mendengar perkataan putri Uchiha itu yang sepanjang ini.Sementara,Sakura berusaha untuk menenangkan keadaan yang memanas antara Satsuki dan Naruto, "Satsuki-chan,Naruto benar.Sebaiknya kau mengundurkan diri,karena tubuhmu itu tidak memungkinkan untuk mengikuti ujian ini"ucap Sakura yang juga khawatir dengan keadaan Satsuki.

Satsuki mendecak kesal, "Apa kau pikir aku selemah itu,hanya karena keadaanku yang sedang sakit ini,apa kau pikir aku akan kalah dalam ujian ini?!"Sharingan Satsuki bertomoe sempurna menatap tajam Sakura,perempuan berambut pink itu tidak menyangka akan diperlihatkan Sharingan oleh Satsuki dan sepertinya dia marah besar kepadanya.

"Sa..Satsuki-chan,a..aku tidak bermaksud.."perkataan Sakura dihentikan oleh Satsuki yang.sedang marah, "Diam kau,aku tidak butuh sanggahanmu!".

'Aku tidak pernah melihat Satsuki semarah ini'pikir Menma yang sedari tadi diam tidak memberikan komentar apapun.Naruto menyeringai seakan-akan dia menemukan sesuatu yang menarik,pemuda berambut akage itu menunjuk jari telunjuknya ke arah Kakashi yang sedang menuju ke tempat team 7.

"Dia,menuju kesini.Jadi,rasa sakitmu mungkin tidak akan terasa sampai ujian ini selesai,aku tidak berkata bahwa kau harus mengundurkan diri,akan tetapi aku berkata bahwa kau harus pergi untuk mencari Kakashi"ucap Naruto dan itu membuat Satsuki terperangah,dia tidak menyangka bahwa maksud dari ucapan pemuda akage itu pergi menuju tempat Kakashi,tetapi tetap saja dia memberikan perkataan yang tidak jelas.

"Kau..mengesalkan"dia tidak tahu harus berkata apa lagi,meskipun begitu dia senang,karena dia tidak diremehkan olehnya,tetapi kenapa dia seperti ini,'Satsuki,apa yang kau pikirkan'batinnya,mata hitam itu dengan cepat bergulir kearah Kakashi,dia segera berjalan menuju tempat Kakashi.

"Menarik"gumam Naruto.

"Selanjutnya,kami persilahkan Yondaime Hokage menuju ke atas podium untuk memberikan prakata yang membangkitkan semangat ninja muda"ucap Gekko Hayate.

Minato menuju ke arah podium melihat seluruh ninja muda yang berkumpul di arena ujian Chunin, "Selamat untuk kalian Ninja-ninja muda yang telah berhasil untuk mencapai tahap ini,tahap penentu apakah kalian berhasil untuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap terakhir atau tidak.Tahap ini yang menentukan apakah kalian pantas untuk menjadi Chunin atau tidak,karena itu aku berharap,kalian berhasil untuk tahap ketiga ini,karena kalau tidak jangan harap kalian pantas untuk menjadi Chunin"ucap Yondaime lalu turun dari podium.

Gekko Hayate tersenyum, "Untuk ujian tahap ini,kalian harus bertarung satu lawan satu entah itu dari desa kalian sendiri atau tidak,peraturannya mudah.Kalian harus mengalahkan musuh kalian,hingga dimana dia mengucapkan kata menyerah,tidak sadarkan diri atau mati"ucap Hayate,dia menyuruh seluruh Genin untuk ke atas podium,untuk mensterilkan arena duel untuk para peserta.

"Peserta yang akan bertarung dan siapa yang akan menjadi lawan dapat dilihat di monitor itu"Hayate menunjuk sebuah montor cukup besar berada diatasnya.

Monitor itu mengacak nama peserta secara cepat,nama peserta itu berhenti menunjukan dua buah nama yang akan bertarung.Naruto menyeringai setelah melihat dua nama yang tercantum di monitor,dia rasanya ingin tertawa,akhirnya yang dia tunggu-tunggu datang juga.

~Otogakure_Kenryuu Ichizen VS ~Konohagakure_Namikaze Naruto

'Namikaze,padahal aku belum menyetujui klan itu bersanding dengan namaku.Aku tidak menyangka mereka akan bertindak seenaknya seperti itu'pikir Naruto,tapi dia tidak mempersalahkannya.Menurutnya sebuah nama itu tidak berarti apapun baginya,karena sebuah nama hanyalah nama yang sewaktu-waktu akan terlupakan oleh waktu dan semua orang.

"Namikaze?"gumam Sasuke,dia tidak mengetahui bahwa orang itu berklan Namikaze,bukankah dia berkata bahwa klannya itu Uzumaki bukan Namikaze itu membuatnya seperti di bodohi oleh seseorang.

"Ya,dia adalah anak angkat dari Yondaime-sama,mungkin kau sudah mengenalnya Sasuke-kun?"tanya Kurenai yang menjadi senseinya.

Sasuke hanya menghela nafas,kenapa semua perempuan itu menyukai dirinya.Mungkin Sasuke itu terlalu percaya diri,dia melupakan Hinata,Sakura,dan tenten yang tidak menyukainya sama sekali.

"Ya,aku mengenalnya,akan tetapi dia menyebutkan nama klannya itu Uzumaki bukan Namikaze".

Kurenai memegang dagunya, "Itu,karena klannya Naruto itu Uzumaki bukan Namikaze,tetapi karena dia sudah diangkat menjadi anak Yondaime maka dia harus mengganti nama klannya menjadi Namikaze"Kurenai tersenyum lalu menepuk kepala Sasuke.

'Jadi,begitu.Mari kita lihat kekuatanmu Naruto Namikaze'pikir Sasuke dengan seringai dibibirnya.

"Jadi,dia anak angkat dari Hokage?"ucap Hinata dan Kiba.

"Ya,begitulah dia itu Otoutoku"muncullah Menma di belakang mereka,itu membuat Hinata tersenyum,sementara Kiba terkejut.

Hinata berteriak histeris,karena menemukan pujaan hatinya,membuat Menma menutup kedua telinganya. "Menma-kun,kau kesini untuk menemuiku bukan?"tanya Hinata.

Terdengarlah suara di telinga Hinata,dia sangat mengenali suara dari rival abadinya untuk mendekati Menma. "Diamlah kau Hinata no baka,Menma-kun itu kesini untuk melihat adiknya,bukan untuk menemuimu"balas Sakura dan itu membuat putri Hyuga itu menggeram marah.

"Aku bertanya kepada Menma-kun bukan kepadamu Sakura no Warui"ucap Hinata yang tidak terima umpatan Sakura.

Chouji yang mendengar umpatan demi umpatan dari dua gadis yang memperebutkan seorang pemuda hanya menghela nafas panjang.

"Diamlah kalian berdua lebih baik,kita melihat pertarungan Naruto"ucap pemuda berklan Akimichi.

"Ya,kau benar Chouji.Lebih baik kita melihat Otoutoku beraksi"ucap Menma,dia melihat Naruto dengan gaya bersedekap menatap remeh lawannya.Dia tidak menyangka Otoutonya itu bisa seangkuh melebihi klan Uchiha.

'Dia ternyata memiliki sifat yang buruk'pikir Menma.

Di dalam Arena

Hayate melirik ke arah dua Genin itu lalu tersenyum tipis.Dia menatap Yondaime untuk memulai intruksi dimulainya pertarungan dua Genin tersebut.Minato mengangguk sebagai tanda dimulainya pertarungan dari dua ninja berbeda desa.

"Hajime!!"teriak Hayate melompat mundur ke luar arena.

Naruto menyeringai,menampilkan gigi putihnya yang tertata rapih.Tangan kanannya menarik sebilah pedang dari sarung yang berada dipinggangnya,melompat mundur-menjauhi lawannya begitu juga dengan Oto-nin tersebut.

Ichizen menyeringai,dia merasa memiliki lawan yang sebanding dengan dirinya.Dia melirik kepedang Naruto,dia merasa tertarik dengan pedang yang digenggamnya, "Kau memiliki pedang yang bagus,tapi apakah kau memiliki keahlian dalam Kenjutsu"ucap Ichizen berusaha untuk memancing amarah Naruto.Naruto memandang datar Ichizen,dia sedikit tidak suka jika dia diremehkan oleh lawan yang lebih lemah darinya.

"Kemampuan seseorang dapat di nilai jika dia memperlihatkannya bukan"pemuda berambut akage itu menyeringai, "Aku akan memperlihatkan sedikit kemampuan Kenjutsuku kepadamu"katana yang dipegang Naruto diarahkan kepada Ichizen. "Ne,mari bermain"pemuda berambut akage itu melesat ke arah Ichizen membiarkan helaian rambutnya berkibar,karena kecepatannya.

'Dia cepat'pikir Ichizen,pemuda itu menghindari serangan pedang Naruto,akan tetapi pemuda itu sedikit kesusahan untuk melawannya.

Pemuda berambut akage itu menebas sebelah tangan Ichizen,membuat tangan berambut shiro itu terluka dengan darah segar yang mengalir deras.Mata Ichizen membelak ketika mendapati sebuah serangan jarak jauh yang melesat kearahnya,dia berusaha untuk menghindarinya,tetapi tidak ada waktu untuk menghindar.

"Tidak ada cara lain,yah aku harus menggunakan itu"gumam Ichizen.

Di Arena Podium

Semua penonton terkagum akan kemampuan anak angkat Yondaime dan semua guru juga terkejut,karena seorang anak yang baru beranjak dewasa memiliki kemampuan Kenjutsu yang cukup baik,tidak bahkan lebih."Kakashi,apa kau yang mengajari dia Kenjutsu mengingat kau adalah mantan anggota Anbu?"tanya Asuma.

Kakashi memandang datar Naruto,dia tidak menyangka pemuda akage itu memiliki kemampuan Kenjutsu yang cukup hebat. "Tidak,mungkin dia belajar sendiri"jawab Kakashi dengan mata yang masih menatap tajam ke arena ujian.

"Belajar sendiri? Bukankah itu tidak wajar sama sekali,seorang genin memiliki kemampuan Kenjutsu tanpa adanya guru yang membimbingnya,bahkan untuk seorang prodigy sekalipun masih membutuhkan Jounin untuk membimbing mereka"ucap Kurenai yang tidak percaya perkataan Kakashi.

Kakashi menyipitkan matanya ke wajah Kurenai, "Percaya atau tidak,aku bahkan menjadi senseinya beberapa hari yang lalu dan aku sama sekali tidak mengetahui kemampuannya yang kutahu dia itu memiliki kemampuan Fuinjutsu dan Futon yang sangat hebat untuk seorang Genin bahkan Naruto bisa menjadi Chunin dengan kemampuannya yang seperti itu"ucap Kakashi.

Setelah mendengar perkataan Kakashi,mereka semua memebelak tidak percaya seorang Genin mampu menggunakan Fuinjutsu yang bahkan untuk seorang Jounin saja itu sangat susah,tetapi ini seorang Genin.

Menma menatap kagum kepada Otouto,dia merasa bangga dengan adik angkatnya itu.'Kau hebat Otouto'pikir Menma,sementara Satsuki yang sudah menjalankan ritual penyegelan mengepal kesal,karena dia merasa tidak mampu untuk melampauinya.

'Bahkan,aku tidak bisa melampauinya'pikir Satsuki.

Sasuke menyeringai dengan Sharingan yang berputar,dia ingin sekali melawan pemuda berambut akage itu dan mencoba kekuatan barunya. "Menarik"gumam Sasuke dengan mata yang memandang tajam Naruto.

'Sugoi/keren!!'teriak Hinata dan Sakura di dalam hati mereka.

"Hah,aku sudah menduga dia itu kuat"gumam Chouji.

'Tapi aku tidak menyangka,dia bisa memiliki kemampuan Kenjutsu sekuat ini'pikir Kakashi yang menatap kagum Naruto dari kejauhan.

Di Arena Ujian

Naruto menebas katananya memotong udara yang berada disekelilingnya,menciptakan gelombang udara tajam yang melesat ke arah Ichizen.

"MIKAZUKI NO HOSSA"gumam pemuda berambut akage itu menyipitkan matanya menatap serangan yang dilancarkannya-ke arah Ichizen.

Teciptalah kepulan debu tebal membumbung tinggi yang mengelilingi seluruh arena ujian,kepulan debu itu menghilang digantikan dengan kepulan asap berwarna putih.Terdengarlah suara raungan dari seekor kerang raksasa yang setinggi seratus meter berdiri tegak di arena ujian.

Seluruh peserta yang melihat monster itu matanya membelak lebar,terkejut tidak percayaakan apa yang dilihat mereka.

"A..apa itu?"tanya Kankuro.

Sensei yang membimbing mereka juga ikut terkejut,pasalnya bagaimana seorang Genin mampu memanggil hewan monster.

"Itu adalah hewan Kuchiyose,biasanya untuk membantu Ninja dalam sebuah pertempuran.Akan tetapi,aku tidak percaya bahwa seorang Genin mampu memanggil hewan itu"ucap Baki yang masih dalam keterkejutannya.

Gaara yang mendengar penuturan Baki menyeringai,dia menatap tajam ke arah Naruto.'Ne,sekarang bagaimana caramu mengalahkan monster itu Namikaze Naruto'pikir pemuda berambut akai itu.

Temari menatap Naruto dari kejauhan,wajahnya merah merona ketika helaian rambut merah pemuda akage itu terhempas oleh angin.'Dia sangat tampan',mungkin itu yang berada dipikiran gadis Kazekage itu.

Di tempat Menma

"Itu hewan Kuchiyose"ucap Guy yang berada di samping Asuma.

"Hewan Kuchiyose"gumam Neji,dia tidak terlalu mengerti dengan hewan Kuchiyose,karena dia baru mendengar hewan itu dari senseinya sekarang.

Guy menatap tajam hewan Kuchiyose itu, "Hewan Kuchiyose adalah hewan pemanggil yang dapat membantu Ninja dalam sebuah pertempuran ataupun pertarungan,karena itu hewan Kuchiyose sangat berguna,hewan itu bagaikan alat bagi seorang Ninja,sebab itu hewan itu tidak dilarang dalam Ujian Chunin,seperti klan Inuzuka dengan Inuninnya"tambah Asuma,membuat peserta ujian dari Konoha paham apa itu hewan Kuchiyose.

Sakura menatap sayu Naruto,dia ragu apakah pemuda berambut akage itu dapat mengalahkan hewan Kuchiyose yang sebegitu besarnya.

"Aku ragu apakah dia dapat bertahan dari hewan besar itu"ucap Hinata.

"Aku juga,mungkin dia dapat menggunakan Ninjutsu Futon dan Fuin,akan tetapi Ninjutsu itu tidak berguna untuk mengalahkan cangkang sekeras berlian itu"tambah Shino.

"Ya,aku sependapat dengan kalian"ucap Tenten.

Menma yang mendengar perkataan dari teman-temannya menggeram kesal,akan tetapi dia harus menahan kekesalannya tersebut. "Kalian pikir Otoutoku akan kalah,heh kalian harus mengetahui bahwa dia memiliki elemen katon bahkan dia dapat memojokan Kakashi-sensei dengan kemampuan Fuinjutsunya"ucap Menma dengan menahan amarahnya.

Kurenai yang mendengar perkataan Menma langsung menatap Kakashi untuk mendengar penjelasannya. "Ya,dia dapat memojokanku dalam sebuah pertarungan kecil,aku dijebaknya menggunakan Fuinjutsu yang dia ciptakan sendiri,akan tetapi aku tidak mengetahui bahwa anak itu memiliki elemen katon"Kakashi memalingkan wajahnya untuk melihat arena pertarungan dimana Naruto sedang menghindari serangan beruntun hewan Kuchiyose Ichizen.

"Berarti dia sengaja menyembunyikan elemen katonnya darimu?"tanya Guy.

Kakashi menghela nafasnya, "Mungkin,dia itu anak yang tertutup dan misterius,justru itu yang membuatnya unik.Aku ingin melihat kemampuan yang dia sembunyikan dariku"ucap Kakashi.

Sementara Genin Konoha yang mendengar penuturan Kakashi hanya terdiam,karena tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memperhatikan pertarungan Naruto dengan Ichizen,karena mereka ingin melihat kemampuan sesungguhnya dari Naruto.

Di Arena Pertarungan

Naruto menghindari setiap serangan Kerang raksasa itu dengan cepat dan lihai,dia ingin bermain-main dengan hewan Kuchiyose itu,sementara Ichizen.Dia berada di atas kepala hewan Kuchiyose,dia menyeringai lalu merangkai segel tangan, "MAKIGAI HO"kerang itu menembakan puluhan jarum raksasa dari seluruh tubuhnya ke arah Naruto.

~Bersambung~