Semangat banget kayanya saya, mumpung liburan, thanks yang sudah mereview.

-Lee Xia-

Ya, saya berharap mereka itu bagusnya jadi kaka adik saja.

Mi Yan:"Cao Pi itu menyebalkan" -_-

Cao Pi:"terserah"

Oke thanks to review.

-scarlet and blossoms-

Lu Xun:"habisnya sebentar lagi mau tahun baru, jadi saya mau bakar bakar"

Lu Meng:"asal jangan bakar rumah saja"

Lu Xun:"siap!"

Oke thanks to review.

-xtreme guavaniko-

Sebaiknya Zhang He minum obat, kasian tuh Xiahou Dun dia pundung mulu.

Zhang He:"senyum itu dapat pahala cyin"

Oke thanks to review.

-black roses 00-

akan saya betulkan dichap depan. thanks infonya, and thanks to review.

Happy reading


Royal Kingdoms: The Justice

By:Aiko Ishikawa

Rated:K+

Genre:adventure,humor

-all character belong to Koei, Mi Yan itu OC saya-

Warning: seperti biasa ceritanya gaje amat, kemungkinan OOC, cerita lari dari sejarah (?), dan hal hal yang ga akan ditemukan disejarah aslinya, cerita hanya sebuah fiksi dari sang Author.

Summary: semua orang saling menaklukan satu sama lain, saling membunuh, apakah didunia ini sudah tidak ada lagi keadilan, apakah semuanya sudah mengikuti hukum rimba 'siapa yang kuat dia yang menang' apakah keadilan sudah lenyap didunia ini?


Chapter:10

- Zhuge Liang memanggil angin -

"kalian orang orang Wei, matilah ditempat ini juga!" kata Lu Meng, "hmph, mana mungkin, kau kira aku lemah" kata Cao Pi, "tch!" Lu Xun siap menyerang Cao Pi, tapi langkahnya terhenti karna dia melihat anak panah tepat didepan kakinya, "jangan pernah remehkan orang orang Wei, kalian mengerti" kata Mi Yan, dan dia mulai menarik dua anak panah dan mengarahkannya ke Lu Xun, "dasar kau ini!" kata Lu Xun, Mi Yan melepaskan anak panah itu, dan anak panah itu melesat kearah Lu Xun, dengan sigap Lu Xun menghindar dari anak panah itu, dan berlari menuju Mi Yan untuk menyerangnya, "walaupun kau anak anak, tapi kau pintar juga" Lu Xun siap menghunus Mi Yan dengan pedangnya.

Triiiing

Mereka berdua saling menahan serangan satu sama lain, "tch walaupun kau perempuan, tapi kau kuat juga" kata Lu Xun sambil terus berusaha agar bisa melumpuhkan pertahanan Mi Yan, "aku telah dilatih, jadi aku tidak akan lemah" kata Mi Yan, lalu dia menendang kaki Lu Xun, hal itu membuat Lu Xun terjatuh ketanah, Mi Yan siap menyerang Lu Xun, tiba tiba Lu Meng menyerang Mi Yan, "ukh!" kata Mi Yan, pipinya berdarah karna sayatan dari Lu Meng, "kau baik baik saja Lu Xun?" kata Lu Meng, "terima kasih master Lu Meng" kata Lu Xun.

Mi Yan terjatuh, dia memegangi pipinya yang berdarah, "Mi Yan!" Cao Pi menghampiri Mi Yan, "sialan" kata Mi Yan lalu berdiri, "kau baik baik saja Mi Yan?" tanya Cao Pi yang mengkhawatirkan keadaan Mi Yan, "aku baik baik saja" kata Mi Yan, "sebaiknya kita lawan mereka bersama, karna dua lebih baik daripada satu" kata Cao Pi, Mi Yan mengaggukkan kepalanya.


Disebelah barat.

"sudah! Sebaiknya kau lawan yang satunya Ling Tong!" kata Gan Ning sambil menunjuk Zhang Liao, "baiklah" kata Ling Tong, dengan sigap Ling Tong langsung mengarahkan nunchakunya ke Zhang Liao, "heaaaah" kata Ling Tong sambil mengarahkan nunchakunya, Zhang Liao menghindar dari serangan Ling Tong, "hampir saja" kata Zhang Liao, "sial!" kata Ling Tong. Gan Ning mengarahkan senjatanya ke Xu Huang, Xu Huang yang tak sempat menghindar pun terkena serangan Gan Ning dan terjatuh, darah mengucur ditubuhnya, "ukh!" kata Xu Huang sambil mengeluarkan darah dari mulutnya, "hahahaha, rasakan" kata Gan Ning, "master Xu Huang!" kata Zhang Liao, dia berlari menuju Xu Huang, "sekarang tinggal kau" kata Gan Ning, dia kembali mengarahkan senjatanya ke Zhang Liao, Zhang Liao menghindar sambil membawa tubuh Xu Huang yang penuh dengan darah. "tch! Sialan" gerutu Gan Ning.

"maafkan aku, master Zhang Liao, aku merepotkanmu" kata Xu Huang dengan suara lemah, "tidak! Kau Jendral Wei, aku tidak akan membiarkan kau mati disini!" kata Zhang Liao, Xu Huang hanya diam, Zhang Liao berdiri dan siap menghadapi Gan Ning dan Ling Tong seorang diri mengingat Xu Huang sudah tidak dapat bertarung lagi, Zhang Liao menatap Xu Huang lalu dia alihkan pandangannya ke prajuritnya yang sedang berperang, lalu dia menatap Gan Ning dan Ling Tong, "demi Wei, aku akan berjuang, dan demi temanku, aku berusaha" kata Zhang Liao.


Dsebelah timur.

Jleeeb

"ukh!" Xiahou Dun memegangi perutnya yang penuh dengan darah, "hmph, ternyata hanya sampai disini saja kekuatanmu" kata Sun Quan, lalu mencabut pedangnya yang menusuk perut Xiahou Dun, Xiahou Dun memegangi perutnya yang penuh dengan darah, dia pun ambruk seketika, Zhang He yang melihat hal itu terkejut, dia menghampiri Xiahou Dun, "master Xiahou Dun, anda kenapa cyin?" kata Zhang He, Xiahou Dun hanya memegangi perutnya, Zhang He yang merasa kasian membawa Xiahou Dun kedekat sebuah pohon, setelah itu dia berusaha mengobati luka Xiahou Dun dengan meperbani luka tersebut apa adanya, setelah beres Zhang He berdiri dia menatap Sun Quan, "eike tidak akan pernah mengampunimu cyin" kata Zhang He, "bencong bisa apa?" ejek Sun Quan, Zhang He menatap Xiahou Dun yang dari tadi menahan rasa sakit, dan dia kembali menatap Sun Quan, "eike akan menolong master, biar eike dikatakain banci, eike tidak akan marah, tapi kalau teman eike yang menderita eike akan marah! Eike akan melindungi teman eike walaupun nyawa taruhannya!" Zhang He berlari menuju Sun Quan dia menyerang Sun Quan dengan cepat, Sun Quan yang kalah cepat pun terkena serangan Zhang He, alhasil pipi Sun Quan berdarah, Sun Quan memegangi pipinya yang berdarah, dia berusaha menghindar dari serangan Zhang He, tapi gerakan Zhang He yang begitu cepat membuat Sun Quan kesulitan. "Zhou Tai, bantu aku!" teriak Sun Quan, "baik" kata Zhou Tai, dia menahan serangan Zhang He, tapi kekuatan Zhang He yang sudah dipenuhi dengan luapan emosi tak dapat ditahan, alhasil Zhou Tai juga terkena serangan Zhang He.


Kapal armada Wei

"siapa anda?" kata prajurit Wei menghalangi Pang Tong, "hei, hei, tenang, saya hanya ingin bertemu Yang Mulia Cao Cao" kata Pang Tong, "untuk apa?" tanya prajurit Wei itu, "saya hanya ingin memberikan informasi kepada Yang Mulia" kata Pang Tong, "baiklah, silahkan masuk" kata prajurit Wei itu, dia mengajak Pang Tong kedalam sebuah ruangan dikapal, dan mempertemukannya dengan Cao Cao, "Yang Mulia lapor, ada orang yang ingin bertemu dengan anda" kata prajurit Wei itu sambil memberi hormat, "suruh dia masuk" perintah Cao Cao.

Pang Tong masuk kedalam ruangan itu dan memberi hormat, "lapor Yang Mulia, saya kesini ingin memberikan berita, bahwa Sun Ce, pangeran Wu itu telah menyerah" kata Pang Tong, "kenapa dia menyerang?" tanya Cao Cao, "dia tidak kuat akan penyerangan musuh musuhnya" kata Pang Tong lagi, Jia Xu yang berada disamping Cao Cao memperingatkan Cao Cao, "Yang Mulia, sepertinya ini akal busuk dari musuh, mereka sengaja menipu kita" bisik Jia Xu, Cao Cao hanya diam setelah mendengar perkataan Jia Xu.


Altar

Suara senjata menghiasi malam di tebing merah, "aku akan menglahkanmu" kata Lu Xun sambil terus menyrang Mi Yan, "belum tentu" kata Mi Yan terus menghindar dari serangan Lu Xun, "ternyata kalian hebat juga ya, dapat menerobos strategi kami" puji Lu Meng, "menurutku itu bukanlah sebuah pujian" kata Cao Pi.

Tiba tiba terdengar sebuah alunan melodi yang membuat telinga siapa pun sakit mendengarnya, Lu Xun dan Lu Meng memegangi telinga mereka masing masing, "musik apaan ini" kata Lu Xun sambil terus memegangi telinganya, "itu alunan melodi Zhen Ji" kata Cao Pi, dia melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Zhen Ji. Dan benar saja terlihat Zhen Ji sedang memainkan sulingnya, Lu Meng dan Lu Xun yang mendengar suara melodi itu hanya bisa memegangi telinga mereka, "hentikan!" kata Lu Xun.

Mi Yan menatap altar besar, itu dia heran kenapa Lu Meng dan Lu Xun menjaga altar besar itu, dia pun berlari menuju atas altar, dan dia menemukan seseorang disana, yaitu Zhuge Liang yang sedang berdoa memanggil angin, nampaknya dia sudah selesai berdoa, Mi Yan siap memanah Zhuge Liang, "kau memanahku dari belakang" kata Zhuge Liang lalu dia berbalik menghadap Mi Yan, Mi Yan terkejut, dia menurunkan panahnya, "siapa kau?" tanya Mi Yan, "perkenalkan, nama saya adalah Zhuge Liang, strategi dari Shu" kata Zhuge Liang, "untuk apa kau berdoa dialtar ini? Dan apa kau berharap aliansimu akan menang?" tanya Mi Yan, "itu harapan saya, tapi saya berdoa disini untuk memanggil angin" kata Zhuge Liang, "untuk apa angin?" kata Mi Yan, "kau akan melihatnya nanti" kata Zhuge Liang.


Kapal armada Wei.

"jadi kau ingin bekerja sama denganku" tanya Cao Cao, "iya Yang Mulia" kata Pang Tong, "saya terima kehadiranmu" kata Cao Cao.

-x-

Altar.

"sebenarnya apa tujuanmu memanggil angin?" tanya Mi Yan, "kalian kesini menggunakan kapalkan?" tanya Zhuge Liang, "iya" jawab Mi Yan, "bersiaplah, dari angin itu akan ada bencana" kata Zhuge Liang, "janga jangan kau..." kata Zhuge Liang terkejut, "benar, kami akan membakar kapal kalian" kata Zhuge Liang lalu pergi meninggalkan Mi Yan.

"mustahil" Mi Yan tidak percaya akan apa yang ia dengar barusan.

- To Be Continued -


Akun fanfic ternyata bermasalah secara masal, untung akhirnya bisa update cerita.

Kata bijak numpang lewat #plak

"sebaiknya kita lawan bersama, karna dua lebih baik dari pada satu"

By: Cao Pi

"eike akan menolong master, biar eike dikatain banci, eike tidak akan marah, tapi kalau teman eike menderita, eike akan marah! Eike akan melindungi teman eike walaupun nyawa taruhannya!"

By: Zhang He

Mohon reviewnya, see you next chapter.

Next chapter: kekalahan Wei