Title : Naruto The Super Warrior
Disclaimer : Naruto, dragon ball and Highschool DxD belongs to their author
Genre : Adventure
Pair : Naruto X Rias
Warn : Overpower Naru, Smart Naru, Future Naru, Typo, ETC.
Summary : Naruto seorang petarung terkuat dari tahun 2800 dikirim kemasa lalu untuk menikmati hidup oleh Kami-sama. Namun ia malah kembali bertarung demi untuk memperbaiki segalanya yang telah hancur karena peperangan antar fraksi di masa depan.
Chap 10 : Naruto Vs Mao
...
Issei PoV : on
Nii-chan sudah pulang kemarin, tepat tengah malam. Kata mereka, mereka terlalu asik bercengkrama jadi lupa waktu.
Ahh... aku sangat iri.
Hari ini, mao Lucifer berkata hari ini akan di adakan pertemuan ke tiga fraksi dan mendiskusikan tentang penyerangan Kokabiel terhadap Heirs Gremory. Yaitu Bucho.
"Hah... hari ini membosan kan" gumamku lalu bangkit dari tempat tidur dan turun ke lantai bawah.
"Ohayou kaa-san" sapaku kepada ibuku.
Tok!
Bukannya membalas aku malah dinjitak olehnya.
"Pagi kepala kau botak! Udah jam 2 siang ini bodoh!" Teriaknya di depan kupingku sambil menjewernya.
"I-ittai, a-ampun. Kaa-chan" aku meminta ampun kepadanya.
"Hah.. baiklah pergi ke ruang makan sana, ada mie ayam spesial" katanya dan melepaskan jewerannya di telingaku.
Akupun langsung melarikan diri dan pergi kedapur.
"Yo! Otouto yo" N-nii-chan!
"Apa yang kau lakukan disini, nii-chan?" Tanyaku kepada Naruto-nii yang sedang duduk dan menikmati mie ayam yang telah ibu buat.
"Sepwerti ywang kwaw lwihwat"
"DI TELAN DULU BAKA!"
"*glek* seperti yang kau lihat, aku sedang menikmati mie ayam yang ibu buat"
"ITU BUATKU KAMPRET!"
"Hahh... Nii-chan ini" gumamku lalu duduk di kursi di dekatnya.
Mengambil nasi dan lauk yang ada di sana.
"Itadaikimasu" kataku lalu menyantap makananku.
Keheningan terjadi ketika kami berdua sedang menyantap makanan.
Aku heran, bukannya Buchou pandai memasak ya? Lagian mereka kan tinggal bersama sekarang.
"Ano... aniki" kataku membuka suara.
"Hm?" Aniki hanya menjawab dengan dua huruf tanpa memalingkan wajahnya dari makan.
"Itu... ehm... Buchou tak masak?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Dia sibuk"
"Sibuk kenapa?" Aku semakin penasaran, apa mereka berntengkar ya?
"Dia dan kakaknya sedang bertengkar karena ku"
"HE! APA YANG KAU LAKUKAN, BAKA!" Teriakku kaget karena mao lucifer marah kepada Buchou dan itu karena DIA.
"Ya... akukan pernah melakukan seks dengan Rias-chan, jadi itu membuat Sirzech marah lalu melarangku menjumpai terkecuali aku bisa mengalahkannya dalam Rating game. Aku mana mungkin menang melawan Mao" katanya sambil tertunduk.
' Baka ka yo? Kau itu di takuti bodoh' ucapku sambil berswaetdrop melihat perilakunya.
"Aku ada 2 pertanyaan, pertama apa kau sayang sama Buchou" tanyaku dan Naruto-nii mengangkat wajahnya sebentar lalu tertunduk kembali.
"Ya, aku sangat menyayanginya" jawabnya dengan suara pelan.
"Kedua, apa kau takut pada MAO lucifer?" Tanyaku dengan menekankan kata Mao.
"Aku tak takut pada apapun" jawab Naruto dengan pelan lagi
"Jadi kenapa gak nii-chan terima tantangan dari mao" kataku dengan nada yang memaksa.
"Benar, kenapa tak kau terima tantangan si iblis kampret tadi" datang sebuah suara yang mengagetkanku yang berasal dari belakang.
Aku langdung menoleh dan melihat seekor kucing kecil berwarna ungu yang berdiri dengan dua kaki yang mengenakan sepatu dan berjalan dalam posisi istirahat di tempat.
"U-uso, kucing ini bisa bicara" kataku dan berjongkok lalu mengarahkan tanganku ke lehernya berniat untuk menggaruk lehernya.
Tap!
Wush!
Duak!
Aku kaget, aku sudah dalam posisi terbalik.
Itu terjadi begitu cepat, aku tak tahu apa yang terjadi.
Sekilas ketika aku ingin menggaruk leher kucing itu. Aku merasa tanganku di genggam lalu di lempar begitu saja.
"Be-beerus-sensei, maaf kan adikku" sensei?
"Heh, adikmu terlalu tak sopan kepadaku"
"Ukhh... apa yang kalian bicarakan?" Aku mencoba untuk berdiri, aku teringat ada sebuah suara yang sangat mirip dengan kucing yang Nii-chan panggil sensei ini.
"Ehm... Issei, perkenalkan dia adalah guru yang melatihku, namanya adalah Beerus-sama dia juga adalah seorang dewa penghancur dari alam semesta ini" D-dewa!
"Jadi... mana lebih kuat, anda atau Zeus?" Tanyaku penasaran.
Twitch!
Aku nampak urat di kepalanya membesar dan aku melihat kakakku terkejut.
Duak!
Kakinua yanh kecil itu menghantam perutku dengan kuat, membuatku tersungkur di lantai.
"Beraninya kau menyamaknku dengan dewa rendahan yang ada di bumi ini. Dan kau harus ingat dewa itu tak di lahirkan, mereka di lantik. Jadi Zeus dan orang-orang yang ada di olimpus bukanlah dewa. Merela hanyalah orang-orang yang lahir pada zaman di mana Zeno-sama berbaik hati memberika mereka kekuatan karena perintah kami-sama" katanya panjang lebar.
"J-jadi b-begitu, kalau begitu mana lebih kuat. Kau atau Zeno-sama itu?"
Duak!
Perutku kembali jadi sasaran dari kaki-kakinya yang kecil.
"B-beraninya kau mrnyamakanku, dewa yang rendah ini dengan Zeno-sama. Kau mau kubunuh!?" Dia berteriak ketakutan. Kira-kira siapa ya, zeno-sama ini.
"Jadi Naruto, pergilah ke sana dan tantang mao kampret itu" kata Beerus-sama dengan nada yang berwibawa.
"Benar Aniki, habisi lucifer-sama" kataku sambil tersenyum.
Aniki sedikit mengeluarkan senyumnya. Anikiku telah kambali.
"Bailklah, aku akan pergi" di berdiri dengan semangat.
Bagus... terus Aniki.
Issei PoV : Off
Naruto PoV : On
Aku mentransfer diriku ke underworld, aku merasa ragu, apa aku bisa mengalahkan dia?
Aku berjalan kedepan gerbang mansion Gremory, penjaga yang ada di situpun membukakan gerbangnya dan mempersilahkan aku masuk.
Akupun membuka pintu dengan perlahan.
Duak!
Belum masuk aku kesana, sebuah tinju telah menyambutku dan membuatku terlempar.
Dum!
Aku berhenti ketika menabrak pohon besar yang berada sekitar 50 meter dari mansion.
Pintu mansionpun terbuka dan menunjukkan Sirzech yang sudah keluar dengan Dominic Power yang meluap-luap.
Wush!
Greb!
Dia melesat ke arahku dan mengangkatku dengan cara mencekik leherku.
"Mau apa kau kemari Hah!?" Teriaknya di depan wajahnya, membuat wajahku basah dengan ludahnya.
Kuusap wajahku sedikit.
"Aku..., akan menerima tantanganmu. Untuk bertanding dalam rating game" kataku pelan karena kesulitan bernafas.
"Apa yang membuatmu yakin untuk menantangku?" Tanya sedikit tersenyum dan mengeratkan cekikannya di leherku.
"S-sir, aku.. t-tak, b-bisa b-bernafas" ucapku dengan nada seperti mau mati dan memukul tangannya pelan.
"Oh ya, maaf" katanya dan melepaskan cekikannya dan akupun jatuh terduduk.
'Hah.. hah... cekikannya kuat hah.. sekali' kataku dalam hati setelah menerima cekikkannya.
"Baiklah, pertemuan antar fraksi akan ku tunda dan aku akan mengundang mereka melihat rating game kita" kata Sirzech sambil tersenyum dan berbalik meninggalkanku sendiri dalam keadaan masih sesak nafas.
"Kusso!" Aku mengeram sambil memukul-mukul tanah sekuat tenangaku.
Sebuah kawah yang sangat besar terbentuk setelah aku pukuli.
Akupun keluar dari kawah dan teringat sesuatu, tapi apa ya?
...
...
...
..
.
Aku sekarang sedang bersiap di kamar ganti untuk menyiapkan pakaianku, gak mungkin kan aku gak pake baju sama sekali.
Menggunakan setelan khas hawaiku dengan senang akupun keluar dari ruang ganti.
Ketika aku keluar dari ruang ganti itu, orang-orang pada tertawa tanpa sebab. Dan aku dapat melihat Rias-chan yang sedang menggunakan gaun sedang menalingkan wajahnya dan tak mau melihatku.
"Baiklah, tuan-tuan, nyonya-nyonya. Dari iblis sampai dengan malaikat. Hari ini saya, Mao Lucifer. Akan melakukan Rating game dengan Uzumaki-Hyoudo Naruto dengan taruhan jika dia menang dia boleh memiliki adikku Rias Gremory secara seutuhnya, dengan kata lain. Mereka bisa menikah. Namun jika dia kalah, dia akan di usir selamanya dari underworld dan jika dia memasuki underworld akan langsung di bunuh" setelah itu Sirzech turun dari panggung dengan senyum mengerikan yang ia arahkan kepadaku.
Walau aku tak tau ada syarat dan hadiah tapi aku pasrah sajalah.
Kenapa aku begini? Aku tak biasanya merasa sangat pesimis pada hidup ini tapi..., aku benar-benar merasa sudah tak ada harapan bagiku untuk menang.
"Baiklah.. pertandingan akan di lakukan 30 menit dari sekarang, setiap peserta silahkan memasuki lapangan" sebuah suara dari megaphone terdengar akupun di transfer ke dunia lain.
Aku penasaran, bukannya rating game harus seprti catur ya. Ada 8 pion dan sebagainya.
Tapi.. kenapa aku sendiri ya?.
"Siapa yang bilang kau sendirian?" Sebuah suara mengaggetkan ku.
"S-sensei!"
"Yo, Naruto yo" Beerus-sensei kemudian terbang kepundakku.
"Kita akan memenangkan pertandingan ini, tenang saja" katanya sambil bersantai-santai di pundakku.
"H-ha'i" ucapku pelan, tampaknya dia marah dia langsung menatapku dengan lekat.
"Hah... ternyata benar" dia membuat nafas berat lalu berdiri dan menyentuh dahiku dengan kukunya yang panjang dan tajam itu.
I-ini!
"Hakai!"
...
...
...
..
.
"AAAKKKHHH" aku berteriak dan membuka mataku dengan tersentak.
"Itu... mimpi?" Aku bertanya pada diriku sendiri lalu melihat kekanan dan kekiri.
"Ini rumahku?" Akupun bangkit dari kasur lalu bertolak ke kamar mandi.
Ketika aku melihat kecermin sebuah keanehan terjadi.
"B-bayanganku tak ada!" Teriakku dan langsung menghambur keluar kamar mandi.
Aku membatalkan niat mandi ku dan langsung pergi ke rumah orang tuaku.
Jrak!
Aku membuka pintu dan nasuk kedalam dengan buru-buru.
"Kaa-san, Tou-san!" Aku berteriak ketika tak melihat mereka di ruang tengah.
"Kami di belakang!" Ha? Suara kedua orang tuaku menjadi aneh dan begitu datar.
Perlahan aku berjalan ke dapur dan melihat kedua orang tuaku sedang berduaan sambil memasak.
"Kaa-san" ucaoku dan memegang pundak ibuku.
"Ada apa, Naru-kun" ibuku berbalik dan itu membuatku kaget.
"W-wajah kalian t-tak ada!" Teriakku lalu berlari keluar dapur dan naik ke lantai atas.
Duak!
Duak!
Aku menggedor-gedor kamar adikku.
Ceklek!
"Issei, Wajah Ib-" ucapanku terpotong ketila melihat adikku juga tak memiliki wajah sama seperti kedua orang tuaku.
"Aaaakkkk!" Aku kembali menjerit dan berlari turun tangga.
Aku keluar rumah dan melihat sekeliling.
Orang-orang di sekitar hanya berbentuk manusia tanpa wajah.
"A-ada apa ini?" Aku meringkuk di tengah jalan. Aku merasakan kegelapan yang sangat pekat dari sekitarku.
'Tenang lah, Naruto!'
'Beerus-sensei'
'Tenang lah.. lawan saja rasa takut mu ininhanya efek dari serangan Yami Shibai' Beerus-sensei berkata dengan jelas.
Aku mulai mengangkat wajahku.
Aku kaget, makhluk-makhluk itu sudah mengerubungiku.
Aku kembali meringkuk.
'Apa-apaan kau ini, hah!?' Beerus-sensei membentakku.
'angkat wajahmu, hajar wajahnya, atau... kau mau Rias itu jatuh ke tangan si phenex itu? Karena jika kau kalah dari ini kau akan mati'
Hatiku tergetar. Jantungku berdetak dengan kencang, ini bukan detakan cinta. Ini adalah detakan kemarahan.
Aku mengangkat wajahku, berdiri dengan kaki yang bergetar.
"Tidak, aku tak akan membiarkan Rias-chan jatuh ketangan si keparat itu"
Duak!
Aku menguppercut Issei yang kebetulan berada di depanku dan membuat mereka makhluk tanpa wajah mengamuk.
"Hehe! Kalian akan musnah"
"Dead End"
Duar!
...
...
...
..
.
"Hah!"
Aku tersentak bangun di ruangan klub penelitian ilmu gaib.
"Kau siap Naruto?" Tanya Beerus-sensei
Aku tersenyum dengan percaya diri.
""Ayo kita bombardir""
TBC
YO... INI UPDATE TERAKHIR DI MINGGU INI, OK MAAF KEMBALI GAK NYAMBUNG KARENA MASIH SIDE STORY, RENCANANNYA MAIN STORY AKAN DI RILIS HARI SELESA NANTI.
OK SAMPAI JUMPA DI HARI SENIN, PASTIKA ISTIRAHAT DAN JANGAN NGAPEL SAAT MINGGU NANTI GAK SIAP TUGAS. TAHULAH AKIBATNYA HEHE...
SEE YOU NEXT CHAP.
REVIEWNYA DI TUNGGU YA.
BIMA OOTSUTSUKI~ LOGOUT~
