Title: Foolish couple

Chapter: 10

Author: Cndy Prissycatice


Warning : comedy n yaoi story. JaeMin couple.

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, ending yang tidak memuaskan, dan JaeMin couple, saya sarankan agar anda tidak membacanya


"Minnie!" seru Jaejoong ketika melihat Changmin berdiri di depan kelasnya. Yunho, Junsu dan Yoochun yang berada di kelas yang sama langsung melihat ke arah pintu. Jaejoong berdiri dan menghampiri Changmin "Tumben ke sini. Ada perlu apa? atau jangan-jangan kau merindukanku ya?" tanya Jaejoong terlalu percaya diri.

"Bukan dengan hyung, tapi dengan Yunho-hyung" jawab Changmin cepat.

"Eh?"

"Kenapa Changmin? kau ada masalah?" Tanya Yunho yang kini sudah berada di samping Jaejoong.

"Bisakah kita bicara? aku harus meluruskan sesuatu."


Yunho menganggukkan kepalanya. Changmin mengajak Yunho ke tempat lain dimana mereka bisa bicara dengan tenang. Tadinya Jaejoong membuntuti mereka, tapi Changmin yang sadar akan hal itu langsung menyuruh Jaejoong menjauh tentunya dengan sedikit ancaman.

Kini Yunho dan Changmin sudah berada di atap sekolah yang memang kebetulan sedang sepi. "Yunho-hyung, kuharap kau tidak akan marah mendengar hal ini" ucap Changmin.

"Memangnya apa yang mau kau bicarakan? kenapa serius sekali?" Tanya Yunho tenang sambil membelai wajah Changmin.

Changmin langsung merinding geli dan menjauhkan tangan Yunho dari wajahnya "Tolong jangan lakukan hal-hal seperti itu lagi" pinta Changmin. Yunho hanya kebingungan melihat ekspresi Changmin yang seakan menghindar darinya "Kau tahu Yunho-hyung.. sebenarnya aku bukan gay"

Yunho kaget mendengarnya "Aku juga bukan" balasnya tidak mengerti maksud perkataan Changmin.

"Hah?" bingung Changmin. "Ah, begini. Kau suka aku kan?" tanyanya kepada Yunho dengan sebelah alis yang sedikit terangkat.

"Ya" jawab Yunho mantap.

"Kau sadar aku laki-laki kan?"

"Ya"

Changmin mulai bingung sendiri dengan semua pertanyaan yang ia lontarkan dan jawaban yang keluar dari bibir hyungnya "Ka.. kalau begitu, itu berarti kau seorang gay!" ucapnya berusaha menjelaskan.

Yunho mencoba berpikir "Mm.. mungkin. Kalau kau menganggapnya seperti itu kurasa tidak masalah."

Jawaban Yunho semakin membuat Changmin bingung. Matanya kini berdecak tak percaya. Apa-apaan orang ini? Changmin merasakan struktur otaknya kini mulai kacau lagi. Ia memegang dahinya pusing.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Yunho cemas.

"Begini. Untuk lebih singkatnya. Ah tidak! kutanya sekali lagi, kau mencintaiku?" Tanya Changmin. Yunho menganggukkan kepalanya pelan. "Dan aku tidak mencintaimu! jelas?" Tanya Changmin sudah mulai tak sabar.

Yunho kaget sekali mendengarnya "Changmin, apa otakmu sedang bermasalah?" Tanya Yunho.

"Ya! eh, maksudku tidak!" jawab Changmin tidak jelas.

"Tapi barusan kau bilang kalau kau tidak mencintaiku.."

"Aku memang tidak pernah mencintai hyung! kenapa jadi otakku yang harus bermasalah?"

"Tapi.."

"Makanya kukatakan bahwa aku.. aku minta maaf. Di hari dimana hyung menjadikanku pacar hyung.. saat itu.. aku benar-benar sangat tidak mengerti akan setiap kata yang aku ucapkan. Jadi.. sekali lagi aku minta maaf!" ucap Changmin sambil membungkukkan tubuhnya dalam-dalam di hadapan Yunho.

"Jadi maksudmu, kau tidak suka aku?" Tanya Yunho.

"Kan sudah kukatakan dari tadi. Duh, telmi amat sih!" pikir Changmin. namun ia segera menghilangkan pikiran buruknya dan berkata "Benar".

"Jadi kau sudah tidak mau menjadi pacarku? kau ingin kita putus?"

"Kurasa.. itu hal terbaik" jawab Changmin sambil memalingkan wajahnya agar ia tidak menatap Yunho. Ia tidak ingin melihat wajah itu saat ini. Yunho terlalu baik kepadanya dan teganya ia menyakiti orang sebaik itu.

"Kalau begitu, putuskan aku" kata Yunho.

Changmin langsung menatap Yunho tidak percaya. "Apa yang..?"

Yunho hanya tersenyum "Ya, putuskan aku. Mungkin ini akan terdengar seperti kesombongan, tapi aku tidak akan bisa mengucapkannya kepadamu" ucapnya kepada Changmin.

Changmin kaget mendengarnya. perasaan bersalah mulai mengerogoti hatinya. Matanya kini mulai berkaca-kaca, ia menggigit bibir bawahnya lalu membungkukkan tubuhnya cepat "Maafkan aku!" ucapnya parau.

Yunho hanya bisa tersenyum pilu melihatnya. Ia berjalan dan mendekati Changmin lalu memeluk tubuhnya erat. "Biarkan aku begini untuk dua menit ke depan" pintanya kepada Changmin. Changmin hanya terdiam lalu balas memeluk tubuh Yunho.

-####-

.

.

"Minnie! kudengar dari Yunho-ah, kalian putus?" Tanya Jaejoong kepada Changmin saat jam pelajaran masih berlangsung dan saat Changmin sedang sibuk mengerjakan proyeksi kelompoknya. Kini Jaejoong seperti biasanya sedang bersandar di salah satu jendela di kelas Changmin.

Changmin segera menghentikan aktifitasnya yang sedang memberikan beberapa garis bidang pada tugas proyeksinya "Pantas aku merinding tadi. Ternyata dia.." pikirnya. Ia langsung menatap Jaejoong dan mendekatinya "Harus berapa kali kukatakan agar kau tidak membolos pada jam pelajaran?" bisik Changmin tepat di depan wajah Jaejoong dengan nada yang sedikit mengancam.

Jaejoong terlihat berpikir, tersenyum lalu berkata "Aku akan sangat senang jika kau terus mengatakannya kepadaku, karena itu berarti kau perhatian kepadaku." ucap Jaejoong dengan mimik gembira dan sedikit menggoda.

Changmin sangat kesal mendengarnya, namun ia segera menghembuskan nafasnya berat. Ia tahu apapun yang ia katakan kepada Jaejoong tidak bermanfaat sama sekali, jadi ia berusaha untuk menghiraukannya. "Jae-hyung. Aku akan menemanimu bermain sekarang" ucap Changmin sambil memperlihatkan senyuman termanisnya.

Jaejoong terkejut mendengarnnya "Be, benarkah itu? kau serius Minnie?" Tanya Jaejoong tidak percaya namun dengan mata yang berbinar-binar.

Senyuman Changmin langsung berubah "Tentu saja tidak! sekarang kembali ke kelasmu!" bentaknya sambil menunjukkan jarinya tanpa arah. "Kenapa kau sangat tidak sopan sekali! lihatkan bahwa di kelasku sedang ada guru!?"

Jaejoong kaget sekaligus sedih mendengarnya. "Minnie~" rengeknya kepada Changmin dengan memberikan tatapan manja.

Changmin merasakan perasaan geli saat melihat tingkah laku Jaejoong "Hentikan itu! hentikan memasang wajah menjijikan seperti itu! kau itu laki-laki Jae-hyung! sadar dong!" perintah Changmin.

Jaejoong tersenyum melihat wajah Changmin yang perlahan-lahan mulai memerah. Ia memanjangkan lengannya agar dapat menjangkau Changmin lalu ia menarik dagu Changmin mendekat ke arahnya. "Kalau memasang mimik seperti itu, nanti aku cium loh" goda Jaejoong sambil memberikan senyum iblisnya.

Changmin langsung menelan ludahnya cepat. Ia melepaskan tangan Jaejooong yang tengah memegang dagunya dan mengambil jarak "Jangan menggodaku!" ucap Changmin malu sambil berusaha menutupi pipinya yang merona merah.

Jaejoong hanya tertawa melihatnya "Kalau begitu aku pergi ya Minnie. Oh iya, karena kau sudah bukan pacar Yunho-ah lagi, sekarang kau adalah pacarku" ucap Jaejoong sebelum ia mulai melangkahkan kakinya dan pergi menjauh. Changmin hanya bisa membatu mendengarnya.

Para murid langsung saling berbisik, beberapa siswi mendekati Changmin "Jadi selama ini senior Kim itu menyukaimu ya Changmin-ah?" Tanya mereka penasaran.

Changmin menoleh ke arah mereka dengan wajah pucat. "I.. itu.." jawabya bingung dan tidak ingin mengakuinya.

"Ternyata benar! kyaaaaa! teman-teman, senior Kim sekarang adalah pacar Changmin-ah!" teriak siswi yang tadi bertanya kepada Changmin. Wajahnya terlihat sangat gembira dengan sedikit ekspresi malu-malu.

Changmin ingin menangis mendengarnya. "Apa-apaan ini? kenapa para siswi bagitu gembira? jelas-jelas kami terlihat bagaikan pasangan gay sekarang.. duh, hancur sudah masa-masa SMU ku. Aku akan terus dikenal sebagai Shim Changmin seorang gay! ayah ibu maafkan aku.." pikir Changmin lemas.

-#####-

.

.

"Hei, Shim Changmin!" panggil Yoochun kepada Changmin saat bel istirahat berbunyi. Di sebelahnya terdapat Junsu yang langsung memberikan senyuman termanisnya kepada Changmin "Hai" ucap Junsu ramah. Keduanya kini berada di depan kelas Changmin, dan Changmin yang merasa dipanggil langsung menghampiri mereka.

"Kau masih ingat namaku toh? wah, ini di luar dugaanku" ucap Changmin dengan menampakkan ekspresi tidak percaya.

"Apa maksudmu hah?! kau pikir aku bodoh sampai bisa melupakan nama orang yang telah membuat Jaejoong-ah jadi kurang mempedulikan kami?!" ucap Yoochun kesal, Junsu berusaha menenangkan Yoochun dengan menggenggam erat tangannya.

"Oh! benar juga, kemana dia? tumben.. biasanya dia yang paling pertama datang ke kelasku" ucap Changmin tidak mempedulikan perkataan Yoochun.

Yoochun sangat kesal dibuatnya,ingin rasanya ia memukul Changmin saat itu juga, namun tatapan lemah Junsu yang mengisyaratkan 'jangan' membuat Yoochun mengurungkan niatnya. "Dia sedang ada urusan dengan direktur Kim" jawab Yoochun.

"Oh.."

"Kenapa? jangan-jangan kau merindukannya ya?" Tanya Yoochun berusaha menyelidik.

"Wah, kau ternyata benar-benar menyukai Jaejoong-ah ya?" Tanya Junsu senang.

"Eh? apa aku terlihat seperti itu?" balas Changmin dengan ekspresi datar yang sama sekali tidak dibuat-buat. "Ngomong-ngomong, ada apa kalian mencariku? ini tumben sekali"

Yoochun menarik tangan Changmin. "Aku ingin memberi tahu sesuatu kepadamu" ucapnya di telinga Changmin. "Ikut aku" perintahnya. Changmin yang tidak mengerti hanya mengikuti langkah kaki kedua seniornya.

Setelah mereka sampai di atap sekolah yang sepi, yah, sebenarnya tadi ada beberapa anak-anak nakal yang menyebut diri mereka sendiri sebagai penguasa sekolah, tapi semua anak-anak itu langsung pergi begitu melihat Yoochun karena terus terang saja, Yoochun adalah ketua dari para murid nakal di SMU MANSA, jadi tidak seorangpun dari mereka yang berani melawan Yoochun.

"Apa yang mau kau katakan Yoochun-hyung?"

"Hah.. sebenarnya aku sangat malas memberitahukan ini kepadamu.. tapi.."

"Apa ini tentang Jae-hyung?"

"Ya, sebenarnya asal kau tahu saja, ia memiliki seorang tunangan. Gadis cantik yang bahkan membuatku iri saat mengetahui dia adalah tunangan Jaejoong-ah" ucap Yoochun.

"Tunangan?" Tanya Changmin

"Jadi kau sebenarnya menyukai gadis itu ya Yoochun-ah?" Tanya Junsu pilu sambil menarik-narik kaki baju Yoochun.

"Hmm? kau kenapa Junsu? jangan berwajah seperti itu" ucap Yoochun kepada Junsu sambil membelai lembut wajah sahabatnya itu.

"Uwekkk.. apa lagi ini? bukankah ia baru saja bilang kalau ia iri dengan Jae-hyung karena memiliki tunangan yang cantik? kukira ia normal, tapi kenapa ia membelai pipi Junsu-hyung dengan lembut seperti itu? kurasa dia juga homo.. ah, dunia ini sungguh sempit" pikir Changmin geli.

"Jadi apa maksud kalian menyampaikan hal itu kepadaku?" Tanya Changmin masih kurang mengerti.

"Aku hanya ingin memberitahu, tapi kusarankan agar kau putus dengan Jaejoong-ah karena nantinya kau sendiri yang akan menderita" ujar Yoochun masih terus memainkan jemarinya di pipi Junsu.

"Wah.. kenapa kau jadi baik sekali kepadaku? jangan-jangan kau demam?" Tanya Changmin sedikit meledek.

"Argh! kau ini sudah untung dikasih tahu malah bersikap menyebalkan seperti itu!" kesal Yoochun.

Changmin terlihat sedikit berpikir "Seperti apa wanita itu? apa ia sangat cantik?" Tanya Changmin.

"Cantik sekali. Ia juga merupakan wanita terhormat dari kalangan atas. Tegas dan seakan bisa melakukan apapun. Dia benar-benar terlihat sempurna di mata seorang pria" jawab Yoochun.

"Wah, jadi mau lihat wanita seperti itu" pikir Changmin. "Tapi bukankah Jae-hyung itu seorang gay? kenapa ia mau bertunangan denganya?" Tanya Changmin sedikit penasaran.

"Itu karena direktur Kim yang memutuskannya. Mereka sudah ditunangkan sejak keduanya masih di bangku SMP" jawab Yoochun.

"Oh, jadi ini bukan kemauannya? kasihan juga ya. Tapi bukankah ia beruntung kalau mendengarkan seperti apa wanita yang tadi diceritakan oleh Yoochun-hyung?" pikir Changmin lagi.

"Bagaimana? sebaiknya kalian putus saja" ucap Yoochun

"Tidak mau" jawab Changmin tegas.

Yoochun kaget mendengarnya "Apa maksudmu?! kau tidak mengerti apa yang barusan kuucapk.."

"Aku mengerti, tapi kalau kami putus dan ia menanyakan kenapa aku memintanya, apa itu tidak akan membahayakan kalian?" Tanya Changmin memotong ucapan Yoochun.

"Maksudmu? aku tidak mengerti" bingung Yoochun, Junsu hanya mengangguk-angguk setuju.

Changmin menghela nafasnya "Begini ya para seniorku yang pintar. Kalau aku bilang aku tahu ia punya tunangan dan aku meminta putus karena itu, tentu hal itu akan membuatnya bertanya-tanya siapa yang membocorkan rahasia ini padaku kan? dan kurasa orang yang tahu bahwa Jae-hyung punya tunangan itu hanya kalian kan?" Tanya Changmin. Yoochun dan Junsu hanya terbengong-bengong mendengarnya. "Haah.. kenapa aku jadi mempedulikan kalian ya? ah, sudahlah. Pokoknya untuk saat ini kami tidak akan putus. Biar kucari waktu yang tepat nanti" ucap Changmin sambil beranjak pergi ke kelasnya.

.

.

.

To be continued..

.

.

.


A/n: kurang panjang? aduh kalian ini~

ini ff lama~ udah lama banget~

waktu itu saya bikinnya ya 10 page MsWord aja :O

gomen ne~

minta link fb karena updatenya lama?

permintaan ditolak! huahahaha #ketawanista

sabar aja, pasti aku update kok

lagipula aku udah ga gabung di grup itu lagi, ga tau juga grupnya masih ada atau enggak

trus apa lagi? penasaran sama ceritanya?

semuanya bakal diungkap secara nyata, lengkap dan tajam kok #slap

sabar ya~ :V


ok, ciu pai pai

lop lop

maaf saya lagi gila :P


Love,

Cndy