Tittle:: My Cousin Is My Best Partner Chapter 10

Do Kyungsoo - D.O-

Kim Jongin -Kai-

Wu Yifan -Kris-

KaiSoo

KriSoo

Warn :: TYPO! Genderswitch!

Jangan bunuhhh sayaaaaaa~~ demi apapun pasti aye diamuk sama anak anaknya KaiSoo!

~Shim Kyunghee present~

My Cousin Is My Best Partner _Chap 10_

7 weeks later

Mematut dirinya pada sebuah benda yang menampakan dirinya sendiri. Terlihat seulet wajah cantik dengan kulit putih pucat. Menyisir rambut hitam yang kini tak lagi sekelam malam, akibat dari pewarna kimia berwarna brown caramel yang dengan sengaja ia torehkan dua minggu lalu.

Tapi sayangnya tak ia sadari kecantikan bayangan dirinya yang ditampilkan pada cermin itu. Pandangan mata yang tidak fokus, sama seperti pikirannya yang entah kemana. Memikirkan sesuatu yang ia akan hadapi bersama dengan orang tercintanya. Jongin.

~Flashback~

Jongin berdiri disebuah sisi tembok pada koridor sekolah tak jauh dari pintu yang menandakan letak toilet wanita. Menunggu seseorang untuk mengetahui sebuah kejelasan dari apa yang dialami oleh kekasihnya.

Terjulurnya suatu benda tipis persegi panjang yang menampilkan kedua garis merah ditengah bagian, yang disodorkan oleh tangan kurus dengan kulit putih halus sedikit bergertar. Jongin meraih benda yang sejujurnya membawa kabar kebahagiaan besar dihatinya, menoleh pada si yeoja yang tertunduk menyembunyikan mimik wajah takut dan bingungnya.

"Kau takut?" Tanya Jongin, cukup lama menunggu jawaban Kyungsoo yang terdiam, membuka bibirnya untuk mengulangi pertanyaan sama. Belum sempat ia mengeluarkan suara beratnya,anggukan dari Kyungsoo membuat Jongin mengatupkan kedua belah bibirnya kembali.

"Peluk aku Jongin." Pinta Kyungsoo saat memperlihatkan wajahnya yang dibarengi dengan satu aliran airmata yang sukses terjatuh pada pipinya. Membawa Kyungsoo didekapan hangat yang isyarat penuh perlindungan dari Jongin.

"Aku akan melindungimu. Apapun yang terjadi, sesulit dan seberat apapun. Kau akan tetap milikku. Juga bayi ini." Merasakan pelukan Kyungsoo yang semakin erat. Tanpa keraguan dan tanpa getar ketakutan dalam kalimat terakhir yang Jongin ucapkan.

"Kyungie? Bisa kau turun? Kris mencarimu.." ucap tuan Do dari anak tangga terbawah dikediamannya. Seseorang yang Tak diinginkan Kyungsoo akan kehadirannya kembali mengganggu hidupnya dua minggu yang lalu. Setelah sebulan lebih ia tak melihat wajah tampan dan tegas milik kris, karna sang pemilik menjalankan tugasnya diluar negeri sebagai pewaris dari kekayaan sang ayah.

"Ne appa~" berbicara dengan sedikit membesarkan volume suaranya agar kepala rumahtangga itu mendengarnya.

Membuka pintu kamarnya, dan sedikit terkejut dengan kehadiran Jongin dihadapannya.

"Masuk. Tidak perlu kau temui." Meninggalkan Kyungsoo setelah memberikan perintah sebelumnya. Menuruni satu persatu anak tangga dan melewati beberapa ruang serta barang untuk menghadap dua orang pria yang tengah berbincang disofa bulu berwarna putih sebagai alas mereka.

"Ahjushi.. maaf mengganggu, Kyungsoo tidak bisa bertemu dengan Kris. Tubuhnya sedikit panas. Aku menyuruhnya beristirahat." Wajah dingin ia tunjukan kepada Kris.

"Benarkah? Apa dia sakit Jongin." Khawatir Tuan Do pada putri cantiknya. Mengabaikan Kris yang memberikan tatapan tak sukanya pada Jongin.

"Hanya sedikit kelelahan sepertinya. Kurasa ia akan baikan jika istirahat tanpa ada yang mengganggu."

"Ahhh baiklah, walau sayang sekali sebenarnya jika dia tak bertemu dengan Kris. Bisakah kau beri tahu ahjumamu bahwa Kyungsoo sakit? Dia ada di taman belakang." Suruh tuan Do.

"Ne ahjus.."

Hoeeeeekkkss hoeeks

Panik Jongin ketika mendengar suara Kyungsoo. Berlari sekencang mungkin dengan kris dan tuan Do yang menyusul dibelakangnya. Membuka pintu dan menemukan Kyungsoo yang terduduk lemas hampir kehilangan kesadaran dilantai biru kamar mandi.

"Kyungsoo! Bangunlah! Demi tuhan Kumohon bangunlah Do Kyungsoo!" Ucap Jongin yang menahan tubuh lemah Kyungsoo dengan kesadaran yang telah benar benar menghilang. "Jongin bawa Kyungsoo ke Rumah sakit cepattt!" Teriak Ayah dari Kyungsoo.

"Pakai mobilku!"Kris menawarkan jasa yang dibalas anggukan cepat dengan tuan Do.

'Kumohon Kyungsoo bertahanlah. Kau bisa Kyungsoo aku percaya itu.' Ungkap Jongin dihati dengan air mata yang menetes saat menggendong tubuh ringkih Kyungsoo.

My Cousin Is My Best Partner -KaiSoo-

"katakan bahwa itu bohong Jongin! Katakan bahwa Hal yang kau ucapkan itu bohong!" Nyonya Do dengan wajah tegangnya atas apa yang telah diucapkan Jongin.

"Aku.. aku serius ahjuma, Kyungsoo hamil. Dan itu adalah anakku." Dengan lantang Jongin kembali mengulang kalimatnya, membuahkan sebuah tamparan keras dipipi kirinya.

"Kau!apa yang kau lakukan pada anakku! pada sepupumu sendiri Jongin! Kyungsoo sepupumu!" Bentakan dari Nyonya Do menggema dikoridor rumah sakit, membuat Tuan Do menarik tubuh ibu dari anaknya menjauh dari Jongin.

"Aku mencintainya ahjuma. kami saling mencintai."

"Sejak kapan kalian memiliki hubungan bodoh seperti ini." Nyonya Do berhasil menguasai emosinya setelah mendapatkan beberapa bisikan penenang dari suaminya.

"Setahun yang lalu." Ungkap Jongin.

Tak percaya dengan kenyataan sebenarnya. Membuat Nyonya Do merasa gagal untuk menjaga putri tunggalnya dan keponakan yang ia sayang seperti halnya Kyungsoo.

"Gugurkan." Satu kata yang berhasil membuat tiga pria disitu menolehkan kepalanya.

"Tidak! Aku tidak akan membiarkan ahjuma melakukan itu! Dia anakku! Tak akan ku biarkan ahjuma membunuh bayiku. Kumohon biarkan aku bertanggung jawab, aku akan menikahi Kyungsoo ajhuma." Bantah Jongin dengan perkatan yang dianggapnya gila itu.

"Menikahi Kyungsoo? Sementara semua orang tahu bahwa kau adalah sepupunya. Dan kau akan semakin menghancurkan masa depannya. Tidak! Masa depan kalian! Kau bahkan belum lulus dari high schoolmu!dan Kyungsoo dia masih butuh pendidikan di Universitas terbaik! Mengerti kau!"

Jongin tetap merasa tidak terima dengan usul bodoh dari Nyonya Do.

Ckleekk..

"maaf Tuan. Nona Do Kyungsoo sudah siuman. Apakah ada yang bernama Tuan Kim?" tanya seorang perawat berseragam soft pinknya, yang keluar dari kamar rawat Kyungsoo.

"Aku Kim Jongin."

"Nona Do ingin bertemu dengan anda, silahkan masuk" membukakan pintu berwarna hijau muda untuk jalan Jongin menemui Kyungsoo. Kris dan kedua orang tua Kyungsoo terdiam dengan pandangan pada punggung Jongin yang menghilang di balik pintu.

"aku gagal mendidik mereka. Sejauh itukah hubungan mereka."

Ratap Nyonya Do yang merasa bersalah.

"itu bukan salahmu. Sudahlah kita pikirkan dengan keadaan tenang. Pasti ada solusi terbaik." tegas Tuan Do dengan keadaan rumit yang menimpa keluarganya sekarang.

Kris? Namja yang sedari tadi geram akan kelakuan Jongin. Rencana untuk mendapatkan Kyungsoo yang ia susun saat diCanada lenyaplah sudah, tak menyangka bahwa akan seperti ini. Rasa tidak rela melepas Kyungsoo, semakin menguat dihati pria berahang tajam itu, berfikir terdiam di hadapan kedua orang tua Kyungsoo yang menenangkan diri dikursi tunggu yang disediakan pihak rumah sakit, bukan Kris namanya jika ia tak memiliki beribu cara untuk mendapatkan yang ia mau selama ia masih mampu. Dengan otak genius yang diberikan Tuhan, hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mendapatkan rencana baru yang di yakini akan lebih besar presentase keberhasilannya dibandingkan rencananya terdahulu.

'Thanks Kim Jongin, kau memudahkan jalanku.' menampilkan senyum pesimis di bibir indahnya.

"Aku akan menikahi Kyungsoo ahjuma, aku akan bertanggung jawab dengan keadaan Kyungsoo sekarang." mengucapkan hasil pikirannya kepada ibu Kyungsoo. Terkejut, jelas itu yang tercetak di wajah kedua orang tua Kyungsoo.

" Kyungsoo tidak akan mau menggugurkan anak dikandungannya. Jika Kyungsoo menikah denganku, masyarakat tidak akan tahu bahwa anak itu adalah anak Jongin dan Kyungsoo tetap bisa bersama dengan bayinya begitupun dengan Jongin yang masih bisa melihat tumbuhnya anak itu. Akupun bisa menjamin bahwa Kyungsoo tidak akan kehilangan masa depannya. Kyungsoo bisa meneruskan kuliahnya setelah ia melahirkan, aku akan membiayai semua kebutuhan Kyungsoo. Apapun itu aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk hidup Kyungsoo." jelas Kris panjang, demi meyakinkan kedua pasang suami istri dihadapannya.

"Kau yakin apa yang kau ucapkan Kris. Bagaimana dengan orang tuamu? Mereka pasti tidak setuju kau menikahi seseorang yang tengah mengandung janin dari namja lain, bukan kau." pasti Tuan Do. Ada keraguan di hatinya akan ucapan kris namun ia merasa bahwa itu adalah jalan terbaik untuk Jongin dan Kyungsoo.

"aku yakin. Ahjusi tidak usah memikirkan orang tuaku. Aku akan meyakinkan mereka. Mereka pasti mengerti, karna mereka tahu bahwa aku.. Sangat mencintai Kyungsoo"

"bisa ku pegang ucapanmu Kris?" pertanyaan terakhir dari nyonya Do yang membuat Kris menjawab dengan anggukan yakin.

"tentu!"

My Cousin Is My Best Partner-KaiSoo-

"kau sudah bangun Kyungie? Bagaimana keadaanmu?humm?" tanya Jongin begitu berhadapan dengan yeoja yang tengah terhubung dengan jarum dan selang infus ditubuhnya.

"jangan tinggalkan aku. Tetaplah disisiku apapun yang terjadi. Dan kumohon bantu aku melindungi bayi ini. Aku mencintainya, sama sepertiku mencintaimu." bebicara dengan tangan kiri yang tergenggam erat pada tangan lebar Jongin dan tangan kanan diletakan pada perut rata yang terisi sebuah janin berumur kurang lebih enam minggu itu.

"tentu Kyungsoo. Apapun yang terjadi! Kau dan bayi ini adalah prioritas utama dihidupku saat ini. Takkan kubiarkan seorangpun menyakiti dan memisahkan kalian dariku, aku akan membuat kedua orangtuamu mengizinkanku untuk bersamamu walau kita sepupu. Kau, aku, dan dia akan hidup bersama, Melihatnya tumbuh besar, lucu dan pintar." menumpukan sebelah tangannya di tangan lentik Kyungsoo serta mengelus perutnya.

"humm."angguk Kyungsoo dengan airmata yang mengalir.

My Cousin Is My Best Partner -KaiSoo-

Memakan waktu tiga hari untuk memulihkan keadaan Kyungsoo. Tidak sepenuhnya, mual dan pusing masih kerap menghinggapi dirinya, tanda wajar dalam kehamilan.

Berada di ruang tengah yang berisi Kris, kedua orang tua Kyungsoo serta dua orang yang menjadi sorotan pada kumpulnya keluarga itu. Jongin terus menggenggam tangan Kyungsoo yang berkeringat dan terasa dingin. Mereka tahu inilah saatnya mendengarkan keputusan dari dua orang yang paling berpengaruh di antara mereka. Setelah diamnya Nyonya Do pada Jongin dan Kyungsoo semenjak tahunya ia dalam masalah yang ditimbulkan putri tunggal serta keponakan tersayangnya itu, kini ia memanggil Kyungsoo dan Jongin untuk menghadap dirinya dan sang suami.

"Kau akan menikah dengan Kris setelah acara kelulusanmu minggu depan Kyungsoo."

TBC!

Tp sebelumnya mau ucapin terimakasiiiiihhhh banyaaaaakkk buat orang orang yang telah memberikan review dan dorongan semangat buat lanjut nulis. Sebenernya kemarin udah males banget lanjut. Tapi karna kalian aku lanjut..

Big Thanks to::

dokyungsoo21/Kaisoo Fujoshi SNH/regitata/Oh Hannie/Milky /hyunie Kyungie/BBCnindy/kaisoo's child/shim yeonhae/Mrs. Lee Hyukjae/BrightMiracle/asoyasrii/Alychan/Kim leera/ IrmLovEXO/ kaisooshiper/ unyu kyungie/ kyungie jae/ zumkyu28/ DIAH DEGA/ XiauLu BlackPearl/ Yu-ie Chan/ pinzame/ vanessa song/ yesung wife momo/ choi silvi/ kaisoo1214/ BloodAAB/Sexy Rose/ Dhilla 1412/ lee min ji elf/ love jongin/ KaiLuFan/ Firdaf/ Domi12/Kaleng terbang.

Terimakasih banyak telah bersedia mereview ff ni.. Setidaknya menghargai karya seseorang itu adalah perbuatan mulia.

Maaf jika ada yang belum tertulisatau ada kesalahan nama dalam tulisan.