.
.
.
Budayakan membaca sampai ahir untuk menghindari kesalah fahaman.
Sebelum masuk bagian inti (Apalah). Ada sedikit yang ingin Mimin sampaikan mengenai Hanbin-cs. Jadi ceriyanya di FF ini Ikon debut duluan. Anggap aja Ikon seniornya MonstaX, GOT7 & Seventeen . Kata si-Author biar lebih greget gitu alurnya (Iya in aja ya manteman biar si-Author seneng walau menurut Mimin agak aneh ini cerita dan ngak sesuai sejarah , Bhahahaha)
Mohon maaf atas ketidak nyamananya
Selamat membaca
.
.
.
.
.
Normal – POV
Bruuuugggh…,
"Setelah ini bagaimana? " Tanya Vernon usai membanting tubuh tak sadar IM di atas ranjang Hotel yang mereka sewa.
"Keluarlah dulu Hansol-ah, nanti aku menyusul….." Titah Yugyeom yang di taati Vernon
"Hyung…, buka celananya."Perintah selanjutnya yugyeom tujukan pada Woozi
Woozi hanya menurut untuk melorot celana IM tanpa mempedulikan Yugyeom yang tengah berkutat dengan sesuatu (entah apa itu)
"Sekarang balik." Yugyeom menghampiri ranjang dengan suntikan di tangan kananya.
"A…..apa itu giyoumi.?" Tanya Woozi horror sambil menengkurapkan tubuh IM
"Hanya penambah stamina, kau tak akan bisa membuat orang tidur memasuki lubang mu kan hyung ? Kecuali jika kau yang ingin memasukinya…" Yugyeom tersenyum miring
"Apa itu sejenis perangsang?" Tanya Woozi polos
"Bisa dibilang seperti itu. Tapi ini lebih sadis dari perangsang biasa. Setelah satu suntikan maka tubuh akan merasakan birahi yang begitu hebat bahkan sepuluh kali lipat. Kurasa cukup mampu untuk mengubah seorang Bottom menjadi Top …" Jelas Yugyeom sebelum mendekatkan benda tajam itu ke pantat IM dan menyuntikanya hingga tandas.
"Gi…giyoumi." Woozi berujar lirih
"Ne hyungii?" Tanyanya sambil membereskan peralatan suntik .
"A-apa yang harus kulakukan?" Woozi tampak kalut dalam pandanganya yang tak focus
"Apa itu sebuah pertanyaan hyung?" Yugyeom bertanya Babo
"Giyoumi demi Tuhan aku tak pernah memperkosa….. dan aku dipihak bawah jadi ap-" Pertanyaan woozi terputus dengan jari telunjuk Yugyeom yang bertengger di depan bibir tipis nya
"Lepas semua baju kalian, lakukan pemanasan, dan masukkan kelubang mu lalu BUM…. Selesai." Yugyeom menjelaskan dengan tampang polos yang menyebalkan
"Tapi-..." Perkataan Woozi terputus lagi, namun bukan karena yugyeom namun karena lenguhan yang berasal dari si calon korban
"Euuummmh…." Nampak IM menggeliat dalam tidurnya
"Lihat, obatnya mulai bereaksi. Mungkin bukan kau yang ada dalam imajinasinya, tapi apapun yang terjadi tetap nikmati malam mu dan semua akan berjalan sesuai rencana kita. Mengerti ?" Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan yang Yugyeom lontarkan pada hyungnya.
Anggukan menjadi tanda start bagi mereka dan komando agar Yugyeom meninggalkan kedunya.
"Selamat menikmati hyungiii. See ya." Pamit Yugyeom
Braaakkkk….
.
.
"Euuunghhh Han, panas…" Racau IM mengusap dada telanjangnya masih dengan mata terpejam
"Euuuuugghhhh Han…," IM makin menggeliat
Woozi yang mendengarpun binggung harus bagaimana.
Sebagai pihak bawah, jujur dia binggung bagaimana harus memulai.
"Ini mudah, aku harus melakukanya dengan lah. Aku pasti bisa. Aku biasa melakukanya dengan Yoongi hyung. Yah ,aku pasti bisa."Monolok Woozi dalam hati
Dengan langkah sedikit gemetar ia mendekati ranjang.
Duduk ditepi ranjang dan mengelus wajah IM.
Membelai sambil mendekatkan wajah mereka. Semakin dekat ,semakin dekat dan….
Grep…
Diluar dugaan IM mencekal tangan itu lalu membalikkan posisi mereka
Bruuugh…
Dengan pandangan sayu, IM mengecupi sambil menindih badan yang lebih kecil
Sluuurrrppp…sluuurrrpppp…
Oh mulai menjilat bagian leher rupanya. IM Nampak bersemangat di dalam alam bawah sadarnya.
Woozi hanya dapat menggigit bibir bawahnya sambil menikmati sensasi yang pernah ia rasakan sebelumnya. Namun kini dengan orang yang berbeda.
"Hanbin ah….."
Deg…..
Satu kata yang membuat Woozi meremang. Namun ia tetap bersikap sewajarnya berpura sebagai Hanbin
"N-n-ne…." Jawabnya membelas tatapan mata IM yang berada di atasnya
"I love you….(cup)" Dan kecupan IM menjadi awal mula malam panas mereka.
Biarkan woozi malam ini menjadi orang lain. Setidaknya malam malam berikutnya dia bisa menjadi dirinya sendiri untuk tidur seranjang bersama pujaan hati.
.
.
.
.
.
IM – POV
"Eungh…. "Aku menggeliat kecil saat kurasakan ada sesuatu yang mengusak hidungkku.
Aku berusaha mengangkat tanganku namun terasa sulit seperti ada benda berbulu yang menahanku.
Tunggu apa aku barusaja berkata bulu. Tidak aku harap bukan sesuatu yang berwarna putih bulat dan suka menjilat (Read coco anjing Mark GOT7)
Ku buka mataku berlahan untuk memastikan.
Hitam, panjang, dan bulat…
Seprti…..seperti…
Kepala…..
Tunggu, kepala…..?
"MWOOOO….." Aku berteriak saat menyadari bahwa kepala manusia benar-benar berada dalam pelukanku
Sontak itu membuat empunya terbangun dan menoleh menatap ku sayu.
Ku Kumpulkan seluruh kesadaranku, memperhatikan seseorang yang kurasa sedang menggulung badanya melingkar sambil membelakangiku
"Wo…woozi….apa…..apa yang-" Kataku terputus karna pekikan woozi
"Arrgghhh Appoooo…..," Renggeknya masih memunggungiku bergeser menjauh dan...
Plooop…
Sesuatu yang hangat terasa melepas genita ku dari cengkeraman. Dan aku merasa...
Lega...,
Tidak bukan hanya lega , tapi juga puas...
Tu-tunggu…...apa itu…..apa aku baru saja….. Oh Astaga
Sraaaakkkk….
Benar saja , sesuatu yang menghasilkan suara (Ploop) itu tadi sesuai yang aku takutkan.
Ayolah IM canghyun, kau seorang Bottom , bagai mana kau bisa melakukan ini.
Ku singkap selimut semakin lebar. Kuarahkan pandangan ku di sekitar.
Mulai dari baju kami yang berserakan di lantai….
Bercak kuning yang bercampur sedikit bercak darah…..
Tubuh woozi yang bergetar masih setia menggulung seperti ular….
Dan juniorku yang sial nya masih menegang….
"Hiikksss…hiiiks….." Kudengar woozi tersedu
"Wo…..wooziya….." Aku menyentuh pundaknya
"Hyung…, kenapa kau lakukan ini padaku. Bukankah kau menolakku. Lalu, lalu mengapa kau memaksaku. Kau menyeretku, mengancamku, memukul bahkan menggigitku. Kau juga berbuat sangat kasar. Kau membuatku terluka hingga berdarah. Dan… dan menanamkan nya di dalamku hingga pagi hiiiks…, sakit…ini sakit sekali…..hiiiks" Woozi makin tersedu dalam tangisnya
"Woo-woozi…..aku…,aku sungguh tidak sengaja…. Kau tahu. Ini, ini diluar kesadranku. Jadi….jadi aku-" Perkataan ku terpotong oleh teriakan Woozi
"KAU TAK MAU MENGAKUINYA ! IYA..? BEGITU KAN…!" Teriaknya marah
"Kau…., kau tahukan . Aku mungkin saja mabuk dan-" Aku tak sanggup melanjutkan perkataan ku saat dia lari tertatih kedalam kamar mandi dan menguncinya.
.
.
.
.
.
Normal – POV
"KAU TAK MAU MENGAKUINYA ! IYA..? BEGITU KAN…!" Teriak Woozi pura-pura marah dan berdiri tertatih mencari ponselnya
"Kau, kau tahukan . Aku mungkin saja mabuk dan-" Perkataan IM terputus oleh debaman pintu kamar mandi
Braaaakkkk…
Woozi menutup pintu keras dan menguncinya.
Dia berjalan terseok menuju kloset dan berjongkok di sebelahnya
"Aduuh..., ini sakit sekali. Astaga..." Woozi hampir menagis menahan sakit di bagian bawah tubuh nya
Efek dari obat perangsang itu benar benar membuat IM kesetanan dalam permainan mereka.
Ia bahkan merasa mati rasa di seluruh tubuhnya karena di hajar IM habis-habisan.
"Aiiisshhh bagai mana ini…" Gerutu Woozi mengotak-atik Ponsel nya
To :Yugyeom KIM
Tidak sesuai rencana. Bagai mana ini giyoumi ?Apa yang harus aku lakukan?
(Woozi menunggu balasan pesan dari Yugyeom dengan menggigit bibirnya yang bengkak)
Ting….
Pesan terbalas dan woozi tersenyum miring penuh kecurangan.
Tuuuut…..Tuuut…
Ia menelfon seseorang setelah mendapat perintah dari Maknae GOT7 itu
("Ne chagiii...") Suara dari Line seberang
"Hyung….., Hiks Hyungiii…" Woozi kembali berakting
("Lee Jihoon, ada apa dengan mu? ") Tanya seseorang itu panik
"Hyungiii hiks...Yoongi hyung…,aku takut hyung…hiiks," Woozi merengek tersedu
("Dimana kau sekarang !") Bukan pertanyaan, tapi perintah yang di tujukan Suga terhadap pujaan hatinya
"Aku di hotel xxx , kamar 179 hiks…" Woozi meratap
("Aku kesana ") Putus suga
Tut…
Dan senyum woozi semakin mengembang
.
.
.
Toook…Toook…Took…..
IM tampak bingung dengn keadaan. Dari tadi dia hanya mondar mandir di depan pintu kamar mandi menanti woozi yang tak kunjung keluar.
Tooook…..Tooook…Toook…..
Dan suara gedoran pintu terdengar makin keras.
Toook…Toook…Toook…..Bruuuaakkk…..Bruuaakkkkkkk….Bruakkk…
"Astaga suara apa itu !" Pekik IM tersadar dari lamunanya.
Braaaakk...Braaakkk...Braaaak...,
Bukan ketukan lagi , namun kini sudah berupa gebrakan
Dengan panik IM hendak membuka pintu, namun...
"Tunggu, apa aku harus membukanya? Bagai mana kalau yang datang Leader Seventeen ? Dia pasti marah anak nya sudah ku cabulli. Atau, bagai mana kalau yang datang semua member seventeen, Aduuuuh...! Bisa mati aku di gebuki satu RT, mereka 12 orang kan? Aigoooo ...Bagaimana ini..." IM menjambak rambutnya dengan posisi jongkok.
Bruuaaakkkk..., Bruuuaaakkk..., Bruuaaakkkk...,
Suara itu makin kencang , dan IM dibuat mengkeret karenanya.
"Ayolah Changkyun, kau harus bertanggung jawab, Kihyun Umma akan mencekikmu dan Shownu Appa akan melemparmu dari atas dorm kalau sampai kau membuat malu. Lalu Jooheon hyung akan menggantikan posisi mu sebagai maknae, Oh tidak...itu tidak boleh..." IM menarik nafas dan memutuskan membuka pintu setelah menata hatinya.
Ceklek...,
"Yak lepaskan keparat..! Lepaskan aku...!" Maki seseorang pada security
Nampak lah seorang Idol ternama bernama Suga dari Grup terkemuka BTS yang sedang meronta-ronta dalam pitingan satpam yang menyeretnya.
"Kami bisa saja memanggil awak media serta polisi agar semua orang mengetahui kelakuan memalukan anda !" Gertak seorang karyawan yang memperingati tingkah laku Suga
"Mau panggil wartawan... Panggil saja! Kau pikir aku takut hah!" Suga makin menjadi dan bergulat dengan ke dua satpan yang masih memegangi ke dua tanganya.
"Panggil polisi dan media kemari, katakan ada seorang Idol merusak properti Hotel kita !" Amuk seorang yang ternyata Manajer Hotel pada salah satu security yang memegangi suga
"Tunggu..., Tunggu tunggu, kumohon tunggu..., jangan dilaporkan dulu ya. Kumohon,mungkin ini hanya salah faham." IM datang melerai setelah menyimak kejadian itu
"Lepaskan dia..." Instruksi sang menajer Hotel
"Maaf Pak, dia temanku." IM membungkuk meminta maaf, dia bahkan tak mempedulikan penampilanya yang hanya memakai Boxer
"Baik Tuan, kami maaf kan kesalahan teman anda dan tolong katakan padanya untuk tidak merusak pintu orang sembarangan. Atau kau bisa kukenakan biaya atas kerusakan pintu kamar yang kau sewa !" Ujar sang manajer Hotel sangar menatap IM serta Suga tajam dan menunjuk pintu kamar yang ditempati IM.
Sepeninggalan petugas Hotel, tinggalah mereka berdua di lorong kamar.
Berterimakasihlah pada Tuhan yang memberkati mereka dengan keadaan hotel yang sangat senggang. Jika saja tidak, maka akan muncul berita memalukan yang menimpa dua personil Boyband papan atas ini.
.
.
Brugghh...,
"Arrgh...," Rintih IM merasa sakit pada punggungnya yang membentur tembok kamar hotel
"Dimana Dia !" Ujar suga dingin berusaha memcekik IM sampai badan bocah malang itu terangkat ke atas
"Aaa...aaa...aarrrh..." Tunjuk ayam dengan mata terpejam pada arah kamar mandi.
Tak menunggu lama Suga mengetuk kamar mandi dan mencoba mendobrak kasar.
Brak...brak...brak...
"Jihoonii buka pintunya !" Suga emosi bercampur panik
Cklek...,
"Hiks..., Hyung..., hiiks..." Woozi menagis dalam pelukan Suga menanamkan kepalanya dalam pada dada bidang suga yang selalu setia menampung keluh kesahnya
"Apa yang telah kau lakukan padanya Im Changkyun." Bukan pertanyaan , namun itu sebuah penegasan dari Suga
"A...aku-" Perkataan IM terpotong
"Hyung, dia memaksaku dan tak mau bertanggung jawab...(Tring)" Kedipan Woozi lempar pada suga yang bertatap muka dengan nya. Tentu itu semua luput dari perhatian IM yang semakin menunduk dalam tak melihat interaksi keduanya.
"Shiiit..." Maki suga membuang muka dari Woozi yang tersenyum tipis dan melepas pelukan mereka.
Baiklah, Suga mulai bisa membaca keadaan sekarang . Woozi benar-benar menyeretnya masuk dalam sekenario yang entah bagaimana dengan begitu apiknya ia perankan.
"Hah, Im Changyun. Aku sudah menganggap Jihoon sebagai dongsang ku sendiri." Ucap Suga getir menahan sesak di dada saat berkata dusta
"..." IM makin menunduk merasakan keberadaan suga yang makin dekat melangkah kearahnya.
"Maka dari itu, kau harus bertanggung jawab atas semua perbuatanmu." Lanjut suga menghela nafas berat menahan Emosi yang kian meluap
"..." IM hanya diam tak berani menjawab
"Atau..., ku hancurkan hidupmu seperti kau menghancurkan kesayanganku." Bisik suga tepat di telinga kiri IM yang masih setia menunduk.
Baiklah katakan suga gila karna mengorbankan perasaanya sendiri dan mengorbankan orang polos seperti IM Changkyun dalam sebuah dosa demi mendapat senyum manis seorang Lee Jihoon.
.
.
.
.
.
IM – POV
"Selamat makaaaaaan." Kulirik Woozi yang dengan semangat berteriak selamat makan di sampingku
"Umma, udang ku..." Rengek Jooheon hyung memegangi mangkuknya sambil merengut
"Ini ambil Telurku." Hyungwoon meletakkan telur gulung di mangkuk Jooheon
"Tapi aku juga mau makan udang hyung..." Rengek Jooheon hyung lagi
"Joo..." Kali ini Shownu hung ikut menimpali
"Ne Appa..." Jooheon hyung melahap nasi dengan tidak iklas
"Ini punyaku juga." Wonho hyung nampak merelakan sosis panggangnya untuk menghibur Jooheon hyung
"Hah..., kita benar benar akan bangrut ." Minhyuk hyung menghela nafas
Tuk
"Watauuuu" Lanjutnya mengusap kepala yang kena jitak Kihyun hyung
"Habiskan saja makan malam mu..." Nasehat bijak Kihyun hyung
"Ne chagiii..." Minhyuk hyung melahap makanya.
Seakan tak peduli Woozi menghabiskan setumpuk lauk yang ia timbun termasuk udang kesukaan Jooheon hyung.
"Kyuni hyung, Aaaa..." Woozi mengarahkan udang ke mulutku dengan sumpitnya
Kulirik sekitarku yang memandangi kami dengan pandangan...
Bosan - Wonho
Jengah - Kihyun
Jengkel - Jooheon
Malas - Hyungwon
Acuh - Shownu
Ilfil - Minhyuk
Baiklah bukan mereka yang berlebihan , aku juga risih dengan tingkah pacar baruku ini (Woozi)
"Hyung, kenapa diam saja ? Oh atau mau aku suapi pakai bibir ? Aaaah..., baik lah am-" Woozi mulai melahap udang itu dan berniat mendekatkan bibrinya pada ku namun...,
Drrrrrrtttttttttt...
Drrrrrrttttttttttt...
"Ah sebentar Baby , aku angkat telepon dulu ya..." Ucapku halus membelai pipi woozi
("Anyeong ...")
("...")
("Ah ne Ahjussi, kabar baik. Bagai mana dengan ahjussi?")
("...")
("Mwo...? Benarkah...Astaga, baiklah. Aku akan kesana secepatnya. Tolong jaga Aboji.")
("...")
("Ne selamat malam ahjussi.") Tutup ku
Tuuut...
Dan panggilan terputus
"Siapa hyung...?" Tanya Woozi
"Ah, Itu asisten ayahku." Jawab ku ragu
"Apa ada masalah? Hyung terlihat gelisa?" Tanyanya lagi
"Em, Ayahku meminta agar aku pulang Baby, Jadi aku harus segera kesana. Kau tak apa kan beberapa hari ini aku tinggal?" Tanyaku halus
"Jadi, Hyung akan meninggalkanku..." Dia menunduk sedih mengaduk-aduk susu hangatnya
Klontang...
"Aku sudah kenyang !" jooheon hyung tampak merajuk entah kenapa sambil berjalan menghentak memasuki kamar
"Yak jojo..., " Teriak Minhyuk mengusap matanya yang kena cipratan Sup dari sendok korban lemparan Jooheon
"Aiiissshhh, Jangan di kucek, sini sini biar ku bersihkan..." Kihyun hyung mengusap wajah Minhyuk hyung lembut dan membawanya ke kamar mandi
"Hah, Joo tunggu..." Shownu hyung nampak mengejarnya
"Sudah selesai belum? Aku mau mencuci piring nya?!" Tanya Hyungwon hyung acuh pada ku dan woozi
"Ah ne, hyung nanti sisanya biar aku yang cuci." Aku melanjutkan kegiatanku menemani makan Woozi yang sibuk melahap setumpuk lauk pauk.
"Sudah seminggu dan masih saja seperti ini..."Gumamku lirih agar tak terdengar siapa pun
Yah sudah seminggu aku jadian dengan Woozi. Sejak kejadian Suga hyung mengancamku, Lalu aku dan Woozi berpacaran. Sejak saat itu juga Woozi selalu menginap di dorm MonstaX.
Jujur aku takut, bukan takut atas ancaman Suga hyung minggu lalu atau pada teman grupku yang tidak merestui hubungan kami. Tapi aku takut...
Aku takut jika suatu ketika Hanbin akan datang dan melukai kekasih baruku. Walau berawal dari paksaan , namun hubungan kami berjalan begitu menyenangkan.
Woozi lelaki periang...
Dia baik...
Jenaka...
Humoris...
Manja...
Pengertian...
Perhatian...
Dan sangat manis...
Aku sempat takut menjalin hubungan yang menjadikanku bukan diriku. Ayolah bagaimana bisa seorang Bottom dengan mudah nya berganti menjadi Top.
Aku sangat canggung saat kami memulai hubungan, terutama dimalam hari. Namun karna dia yang berwajah polos namun menggemaskan mampu membuat ku bergairah dengan semua cara binalnya.
Oh tuhan, maaf atas semua kelakuannya yang selalu menggodaku sehingga aku tidak tahan untuk tidak melahap bocah gembul ini.
Tuk...
"Hyung, aku sudah selesai...emmmp (Plooop)" Lihatlah, ia bahkan menjilat satu persatu jarinya dan lenguhan panjang disertai suara 'ploop' itu membuatku menegang hanya karna melihat bibir sexy nya
"Baby,Biar aku bersihkan..." Tanpa fikir panjang aku menariknya ke sofa ruang tengah
Bruugh...
Ku banting tubuh pendeknya diatas sofa depan TV
Sruuuup...
"Eunghhhh hyung... " Tak kupedulikan lenguhan manja yang terlontar dari bibirnya
Kujilati dan menghisap jari-jari kecil itu.
"iiissss..., Yoongi hyung..." desah woozi
Deg...
Satu nama yang terlontar dari bibir tipis itu menghentikan kegiatanku
"Hyungiii, mengapa berhenti? " Dia menatapku penuh tanya
"Ah.., Anni..." Jawabku singkat dan melanjutkan kegiatan ku melahap jari woozi
"Eunghhh...geli hyungiiii...ah jangan di gigit hyung emp-" Kupotong racauanya yang terlampau berisik di telingaku dengan ciuman
Kuhisap dan kugigit gemas benda kenyal yang selalu membuatku melayang.
Dia mengerang, bergerak tak tentu arah saat ku kencangkan gigitan pada bibir nya.
Entah mengapa aku merasa sedikit kesal karna dia salah sebut nama. Namun aku hanya berfikir positif, mungkin karena dia dan Suga hyung terlampau dekat. Sampai dia melontarkan nama Suga hyung.
Mungkin karena terlalu lama dan Woozi kehabisan nafas, dia mendorongku hingga terjungkal.
Bruuugk...
"Aduuuh..." Aku mengusap pantatku kasar
"Aiiissshhh hyuuuung...Appoooo..." Rajuknya manja menutupi dia kesakitan rupanya.
"Miane apa sesakit itu?" Aku yang tak tega berusaha menyingkirkan tangan Woozi
Dan benar saja bibir tipis itu menjadi sedikit bengkak kemerahan dengan darah yang keluar dari sobekan bibir dalam oleh gigiku.
"Sini biar hyung sembuhkan..." ujarku merangkulnya
Tak ku pedulikan Hyungwon hyung yang menatap kami jengkel saat melintas.
"Kalau sudah selesai matikan lampunya." Kata Hungwon hyung meninggalkan dapur memasuki kamar .
Dan tinggalah kami berdua di ruang tengah.
.
.
.
.
.
Normal – POV
Masih di tenpat yanga sama. Namun dengan ruang yang berbeda, nampak dua orang yang memiliki postur tubuh hampir serupa saling berbincang (walau yang satunya sedang merajuk)
"Joo jangan seperti itu." Shownu nampak mengguncang badan Jooheon yang mengulung seperti kepompong
"Appa jahat..." Hanya itu jawaban yang di peroleh Leader MonstaX
"Ayolah, jangan kekanakan. Itu hanya udang. Dan kau sampai ngambek seperti ini. Bagaimana kalau itu Xiumin..., kau pasti sudah mencakar orang." Sindir shownu
Jooheon yang mendengar nama sang pujaan hati pun langsung emosi dan melempar Wajah sang Appa dengan bantal
Buggh...
"Yak...!" Bukan itu bukan suara Shownu maupun Jooheon, tapi Wonho yang masuk kekamar mereka berdua dan kena lemparan Jooheon
"Jangan samakan Xiumin ku dengan udang hyuuuung." Jooheon makin merajuk tak lucu
"Jadi ini masih tentang lauk pauk yang di timbun bocah kerdil itu?" Tanya Wonho sinis
"Hyung, aku benar-benar akan kurus kalau seperti ini caranya..." Rengek Jooheon pada keduanya
"Hah, sudahlah, aku haus..." Shownu pun meninggalkan Wonhoo dan Jooheon yang masih membahas tentang Lauk
.
.
.
Shownu berjalan lambat memasuki ruang tengah hendak berbelok kedapur. Namun niatnya urung saat mendengar seseuatu.
"Ah...uuuhh...sedikit lagi...Baby...oh...," Suara itu terdengar lirih
"Su...sudah hyungiii...cu-kup...," Disusul suara yang tak kalah berbisik
"Se...sebentar lagih oh..."
"Sudah..uh...sudah hyungii..."
"Tunggu.. se..se...bentar Baby...oh shit...,"
"Hyungii.., su...sudah.." Itu suara Woozi
"Aaaaarrrrhhhh..." IM berteriak
Kliik...
Lampu menyala saat Shownu menekan saklar membuat ruang yang awalnya remang-remang menjadi terang benderang.
"Sudah selesai bermainya?" Tanya shownu kalem
Sontak kedua insan yang baru saja melakukan kegiatan panas itu menoleh pada sumber suara
Terlihat jelas raut kekecewaan terpancar dari wajah Shownu...,
Berbeda debgan shownu, IM justru menampakkan wajah panik, malu dan salah tingkah
Sedangkan Woozi, entah bagaimana ekspresi bocah itu sekarang, yang pasti dia lemas dan hanya mampu bersandar di bahu IM
Dengan gerak cepat IM mengenakan Boxernya , memunguti baju mereka yang berserakan dan membalut badan telanjang Woozi dengan taplak meja.
"Lain kali lakukan di hotel." Shownu berjalan ke arah dapur melewati IM yang masih bingung membuat sikap
"Miane, akanku bersihkan semuanya hyung." IM tak berani menatap wajah Appa MonstaX itu dan hanya bisa menunduk merenungi kesalahnya.
Dengan kalem IM mengangkat tubuh lemah woozi untuk dipindah kan di kamar Wonho-Hyungwoon yang masih memiliki satu ranjan kosong dikamar mereka. Sekilas IM memperhatikan wajah terpejam Woozi, entah masih terjaga atau sudah pingsan karena kelelahan.
.
.
.
.
.
Normal-POV
"Selamat datang tuan..." Sapa kepala maid saat BI memasuki kediaman Kim
"Di mana dia." BI menjawab dingin sapaan bibi tua yang pernah membantu IM kabur dulu
"Em.., mari keruang makan sebentar, saya akan menyuruh maid untuk menyiapkan air hangat tu-" Perkataan lembut yang terlontar dari Bibi Seo terpotong
Prrrraaang...
"DI MANA DIA !" Bentak BI kasar menendang pot hias di ruang tamu kediaman Kim
Bibi Seo, Wanita tua yang menjabat sebagai kepala maid itu pun hanya sanggup menunduk sambil memejam mata. Tak habis fikir Tuan mudanya akan seseram ini.
Tanpa fikir panjang, Hanbin menaiki anak tangga menuju kamar seseorang yang beberapa hari ini ia cari.
Braaaakkk...
Mendobrak pintu tanpa sopan santu , Hanbin berteriak penuh emosi
"Im Changkyun keluar kau, Jangan bersembunyi ! Aku tahu kau disini ! " BI berteriak kencang
Braaakkkkk...
Dan pintu kamar mandi IM juga menjadi korban kaki BI
"Shiit...dimana dia...apa mungkin di balkon? " BI mendesis tak menemukan keberadaan IM
Dengan langkah lebar, ia berniat menuju balkon yang terletak di ujung kamar keluarga(Hanbin, Changkyun,Umma dan Appa yang berderet berurutan) , namun langkahnya terhenti saat mendengar suara gaduh dari arah kamar Umma nya.
.
.
.
-IM POV-
"Nyonya, ini hanya akan menyakiti diri anda." Aku berebut dengan seseorang yang ku hormati sebagai umma walau aku harus memanggilnya dengan sebutan nyonya di rumah ini.
"Apa pedulimu ! Pergi sana dasar anak haram !" Makinya padaku merebut kembali sebotol minuman beralkohol yang memabukkan.
"Nyonyya, aku tahu kau sangant membenciku. Tapi setidaknya kali ini saja dangarkan aku, anda sudah tiga hari tidak makan dan terus seperti ini, itu sangat membahayakan kesehatan anda." Yah sudah tiga hari aku disini. Dan keadaan makin memburuk.
Waktu itu Ayah memintaku menemaninya pindah dari Apartemen dan menerima saranku untuk tinggal dirumah dengan para Maid untuk mendapat perawatan serta pengawasan yang lebih baik. Awalnya aku memaklumi sikap nyonya Kim yang tak mau menemuiku di rumah ini. Namun kejanggalan terjadi saat ia tak kunjung keluar kamar dan para maid selalu keluar dengan piring yang pecah berantakan.
Saat kutanya ayah, justru ayah seakan tak peduli dan memintaku untuk mengacuhkanya. Memang aku datang kemari untuk menemani ayah menempati kembali rumah yang menjadi hak nya. Tapi aku tentu tak bisa tinggal diam jika ada salah satu keluarga yang tersiksa.
Aku memang tak tahu apa masalahnya. Namun ayah bilang semua terjadi sejak kejadian aku menghilang. Nyonya kim tampak depresi karna perlakuan Hanbin yang menampar lubung hatinya.
Seperti otrang gila. Dia hanya menatap ku kosong...
"Nyonya..." Aku memanggil untuk mengembalikan kesadaranya
"..." Namun tak ada jawaban
"Nyonya..." Ulangku
"..."
"Nyon-..."
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." Tiba tiba dia berteriak menjambak rambutnya.
Aku terkejut dan spontan menutup telingaku
"Tidak..., itu tidak mungkin...itu tidak mungkin..." Dia histeris mengacak rambutnya
"Nyonya... tenanglah nyonya...,tenag..." Aku ikut panik saat dia berjongkok dan menunjuk arah pintu
"Tidak ..., tidak..., katakan padaku..., katakan padaku itu bukan dia..., dia bukan anak ku kan...!" Makin berteriak dan menunjuk arah pintu
Spontan aku menoleh arah yang ditunjuk Nyonya Kim
Deg...
Jantung ku serasa berhenti saat menangkap sesosok tegap yang selama ini aku hindari
Kim Hanbin
"Ha...ha...hanbin..." aku berujar lirih masih berjongkok memeluk nyonya Kim
"Tidak...bukan... bukan anak ku yang waktu itu menidurimu...bukan dia kan? Bukan kan? Dia tidak mungkin anak ku? Anakku tidak mungkin seperti itu? Iya kan? Iya?" Dia makin menjadi , menangkup kedua pipiku dengan tangan gemetar
Baik, aku mulai mengerti situasinya sekarang. Nyonya kim despresi. Dia tak mampu menerima kenyataan bahwa putranya pecinta sesama jenis. Dan yang lebih parah... itu adalah saudara sedarahnya.
"Katakan padaku..., itu bukan dia kan...hiiikss?" Suaranya semakin hilang berganti tangisan pillu
Sraaaak...
"Kemari kau !" dengan paksa Hanbin menarik pergelangan tangaku
"Tidak...tidak..." Nyonya kim makin erat merangkul leherku
Dan sekarang aku seperti seorang boneka yang di tarik oleh dua pihak. Yang satu jongkok dan satunya berdiri.
.
.
.
-BI POV-
"Kemari kau..." dengan paksa aku menarik pergelangan tanga IM
"Tidak...tidak..." Umma makin erat merangkul leher IM
Tak kupedulikan tangis umma yang meratap pilu. Entah apa yang umma tangisi namun aku serasa tuli dangan keadaan ini
"Arrrgghhh" Teriak IM saat aku menarik nya kencang hingga umma terjatuh
Bruuugh...
"Binni...andwe...andwe..." umma berteriak
.
.
.
Braaaak...
Kudobrak pintu kamar ku dengan kaki sementara tangan ku sibuk mengangkat tubuh IM
Bruuughhhh...
Kuhempas kasar tubuhnya di ranjang
"Apa mau mu brengsek !" Makinya berdiri dari ranjang mentap nyalang ke arahku
"Dari mana saja kau." Aku mencoba menahan emosi ku yang meluap
"Itu tak penting. Sekarang katakan apa mau mu dan semua selasai." Ujarnya
"Aku ingin kita kembali...seperti dulu. " Ucapku
"Kita sudah berahir Kim Hanbin, dan satu fakta yang harus kau ingat. Aku..., Kakak mu." Dia berujar dingin
"Aku tak peduli itu. Bagiku, kau masih kekasihku." Aku bersikeras
"Sinting." Makinya
"Kau juga sinting, apa yang kau harapkan dari keluarga seperti ini? Lebih baik pergi bersamaku. Dan kita jalani hidup yang baru." Aku mencoba membuat ajakan
"Ak-..." perkataan Im terputus saat getar Ponsel meraung dari saku nya
Drrrrrrrrrrrrrr...
Drrrrrrrrrrrrrrrrr...
Kuliahat dia memeriksa Ponsel lalu menolak panggilan itu.
"Menapa tak kau jawab." Tanyaku datar
"Bukan urusanmu." Jawabnya dingin
"Kekasih mungil mu itu, pasti sangat merindukanmu." Sindirku tersenyum miring
"Dari mana kau tahu !" Dia menatapku tajam
"Aku punya seribu mata." Jawabku tak kalah tajam
"Kau sudah tahu aku punya kekasih, tapi masih tak mau putus dariku?" Dia bertanya
"Yang penting kau bersama ku, maka aku tak peduli apapun itu." Jawab ku serius
"Hah, tidak penting sekali. Jika memang tak ada yang dibicarakan lagi , aku akan pergi." Dia mendorongku dan aku mencekal tanganya
Bruuughhh...
"Tidak semudah itu." kataku setelah membanting tubuhnya lagi keranjang.
Boouugghhh...
"Aooocchhh..." Aku meratap sakit saat dia menonjokku yang hampir menciumnya di ranjang
Sempat berusaha kabur saat aku kesakitan , namun sia-sia karna aku mengejarnya dengan cekatan.
"Arrgggh..."Dia berteriak saat aku menjambak kasar surai hitam itu
"Jangan menguji kesabaranku IM Chankyun" Tanpa bicara panjang lebar kulumat kasar bibirnya dan menarik kemeja yang ia kenakan
Tak kupedulikan teriakan teriakan dari luar kamar yang mengedor bahkan seperti hendak mendobrak kamarku.
Aku semakin merasa kesetanan saat berhasil melucuti semua kain yang menempel pada tubuh orang yang mengaku kakaku. Dia menangis, berteriak memaki dan aku tak peduli.
Terus ku cium, jilat , dan gigit semua yang bisa kujangkau dari tubuh lemah itu.
Braaaakkkkk...
Bouugghhhh...
Bogem mentah lansung kudapat saat pintu kamar ku di dobrak paksa oleh pengawal Ayah.
Bukan, bukan mereka yang memukulku tapi ayah.
Bouuuughh...
Bouuuughh...
"Sudah...sudah cukup hentikan kumohon..." Sangat jelas kudengar teriakan umma disertai tangisan saat dengan semangat ayah memukuli bahkan menendangi tubuhku yang hanya bisa meringkuk
"Pergi...! Pergi dari sisni..!" Ayah masih mendorong bahkan melempari aku dengan mainan miniatur koleksiku dimasa kecil yang tertata pada lemari hias.
Braaaakk...
Badanku terhempas membentur dinding saat ayah mengangkat dan melemparku
"Cukup...cukuuuuup hiiiks...hiiiks...cukup..." Umma memeluk tubuhku
Antara sadar dan meremang, aku melihat IM tersedu dalam pelukan ayahku.
"Hanbin..., Aku akan mengabulkan keinginanmu yang dulu pernah kau minta." Ayah berucap sambil tersengal mengatur nafas
Semua diam, tak bergemih menanti kelanjutan dari penegasan Ayah.
"Mulai detik ini. Mulai saat ini. Kau bukan anakku. Jadi jangan pernah injakkan kakimu disini.!" Ayah menekanku penuh emosi
"Tuan...," Itu suara Bibi Seo yang hanya mampu menangis diambang pintu kamarku.
"Baik..., Dengan senang hati aku menerima semua ini tuan KIM. Aku juga tak sudi punya orang tua seperti kalian. Dasar keluarga menjijikkan! " Dengan susah payah aku mencoba berdiri dan melepas rangkulan umma
"Tidak..., tidak binni jangan lagi... Umma mohon jangan pergi lagi hiiks...Binni...binni...," Tak ku pedulikan teriaakan umma yang terus memanggil namaku.
"Lagi...hiks...lagi..., kau melakukanya lagi..., kau membuat anakku pergi lagi hiiks..." Bahkan tangis itu semakin keras dan masih terdengar oleh telingaku.
.
.
.
.
.
-Normal POV-
Sementara itu di tempat lain
"Euunghhh hyuuuuung...Yoongi HYUUUUNG..." Bocah itu terengah
"Aaarrrhhhh..." Lenguhan lega keluar dari bibir tipis suga setelah mencapai klimaks.
Dan senyum puas terukir dibibir mungil seorang Lee Jihoon yang terkulai lemas di bawahnya.
Srluuuup...
"Hyuuuung..." Rengek Woozi saat suga menjilat bibir mungilnya
"Aku merindukanmu chagiiii..." Suga berkata lembut mengelus Woozi yang hanya mampu terpejam dengan senyum manja di bawah kungkunganya.
Bukan menjawab, yang lebih kecil malah berusaha mendorong tubuh suga agar beranjak dari atas nya.
"Waeyo...?" Tanya suga bingung
"Ponsel...ponselku hyung..." Woozi masih berusaha bangun
Suga yang kurang setuju dengan tindakan woozi pun menekan pundak bocah itu untuk kembali berbaring.
Tampak kerutan membentuk di kening woozi, namun suga segera menciumnya panas, cukup lama sampai woozi mengerang.
"Euummhh..." Woozi memdorong ciuman keduanya hingga terlepas
Hendak berusaha bangkit namun suga menahanya
"Ini..." Ucap suga memberikan Ponsel yang sedari tadi menjadi fokus Woozi
Dengan tak sabar woozi segera mengutak-atik ponselnya. Dan wajah kecewa nampak tertangkap retina mata suga
"Kenapa lagi eoh?" Tanya suga halus membelai pipi gembul Woozi
"Dia tak membalas pesanku..." Jawab Woozi kecewa
Bruuughhh...
"Hah, mungkin dia sibuk." Jawab suga lemas setelah membanting badanya disebelah woozi
"Tapi Kyunii hyung tak pernah mengacuhkanku..." Woozi memajukan bibirnya
"Mungkin dia lupa padamu..." Jawab suga tersenyum miring sengaja menggoda
"iiiiii...Hyungiiiiii..." Woozi merajuk mencubiti lengan suga
"Hahahhhhaaaa..., Heiii hei hei...aku hanya bercanda...hahahaaaaahaaa. " Suga menahan Tangan Woozi
Sejenak mereka beradu pandang. Tercipta aura kecanggungan dan ...
"Malam ini, mau pulang? Atau menginap lagi?" Tanya suga memastikan
"Disini saja ya hyungiii, akau malas didorm..." Woozi berujar manja
"Lalu, bagaimana dengan yang lain?" Tanya suga
"Mereka pasti masih di club, besok pagi Dino bilang akan menjemputku disini. Aku juga sudah memberi tahu nomor kamar hotel kita." Woozi menerangkan
"Oh..." Hanya itu jawaban dari suga
"Yoongi Hyuuuung...," Woozi memeluk suga yang berbaring di sebelahnya
"Ne?" Suga bertanya
"Lelah hyungiiii..." Woozi mengeluskan surai lembutnya pada dada bidang suga
"Tidurlah chagiii...(Cup)" Dan ciuman hangat suga menjadi lulabi penghantas tidur mereka.
-Tbc-
.
.
.
Hai Readers...,
Ngak ada pesan apa-apa sih dari Mimin, tadi udah di sampein di atas. Bhahaha
Eh tunggu, ada pesan sih dari si Author, ''Badai pasti berlalu'' gitu sih kata si-Author (Dah kayak lagu aja ya)
Peluk cium buat someonelol, Guest, Risris Monbeb, Ryuu
Dan salam persahabatan untuk semua teman teman yang sudah mendukung serta mengikuti FF ini Buzlague , aafnjyh , SwaggxrBang , someonelol, Risris Monbeb, Ryuu, Baebae Bobby, Guest, Afyb , Arqueenley , Kyunmi , byunrinhee , kim lily , lhjksymhimjhlv , , nandassi , BlackSwan3012 , blinkcloud , Siffa, viie, kimmi , Lolli, selly marie, Momooon, ikoooooooneeexxx, Kukuuuu , selly, iKyun , Wookiewook, NaimChup , AmiHwang, CocoIM, Lim Kiki dan readers yang belum sempat review.
Kritik, saran, koreksi, sangat Mimin dan Author butuhkan
Maaf untuk semua jenis kesalahan mulai dari Typo, Alur, Tokoh , Couple dll
Sampai berjumpa lagi di hari minggu mendatang..,
We Love You All...,
See Ya...,
