CLOSER II TaeKook / VKook

Cast :

Jeon Jungkook

Kim Taehyung

Lee Taeyong

Park Jimin

Min Yoongi

Other(s)

Author : Tian Yerin a.k.a Wulan Titin

Genre : BL , Romance , FF

Happy Reading ~

[Previous Chapter]

"Haha.. Oh ya, Jungkook-ie, aku sudah tak ada urusan disini. Jadi, aku pergi dulu ya" ucap Jimin sambil mengedipkan sebelah matanya.

'Jimin membuat ku malu. Bagaimana ini?' batin Jungkook sambil melihat ke arah V.

.

.

.

V tersenyum mengetahui dirinya tengah ditatap oleh Jungkook. Ia juga kikuk dan tak tahu harus bicara apa.

"Eum, hyung. Kau masih mau disini?" tanya Jungkook yang sudah menggendong tasnya.

"Ah, ani. Aku kesini untuk mencari tutor ku sebenarnya. Pak Kim bilang dia ada disini. Tapi Pak Kim tidak bilang siapa orangnya. Mengetahui bahwa kau dan si bantet itu anak emas kampus di fakultas ini, aku sempat berpikir tutor ku adalah si ban_"

"Jadi kau orangnya hyung? Pak Kim bilang pada ku aku harus menjadi tutor seorang anak emas di kampus ini juga. Ah, ternyata kau orangnya" sela Jungkook penuh semangat.

V mengernyitkan keningnya. Ia bingung. Kenapa Jungkook? Bukannya Taeyong itu lebih di atas Jungkook? Ah, ia lupa. Jadwal Taeyong padat karena akan ikut perlombaan. Bersyukurlah V bisa diajar oleh Jungkook.

.

.

Sudah hampir dua minggu Jungkook menjadi tutor dance bagi V. Dan selama itu pula Jungkook selalu memijit pelipisnya. Ia tak tahu kenapa pria disampingnya ini sangat bebal. Padahal ini masih skill dasar.

V dan Jungkook berjalan beriringan menuju tempat tinggal V. Terlalu niatnya, V sampai meminta Jungkook ke rumahnya di akhir pekan untuk memberikan tambahan dance tutorial. Tak hanya akhir pekan saja sih, setiap ada kesempatan sepulang ngampus, mereka selalu ke tempat V untuk latihan.

Tapi kali ini berbeda. Di akhir pekan ini, V bilang akan ada beberapa temannya yang datang bermain di rumah mungil milik V.

Pernah sekali Jungkook bertanya perihal orang tua V dan V menjawab bahwa orang tua nya sedang ada di Gangnam-gu dan ia tinggal sendiri di rumah itu saat ini.

.

Sesampainya di depan rumah V, Jungkook melihat 2 mobil dan 1 motor terparkir disana. Walau rumahnya mungil, pekarangan rumah V lumayan besar.

Jungkook mengetuk pintu rumah bergaya minimalis itu dan langsung begitu dipersilakan masuk oleh salah satu teman V yang cukup tinggi dan sering terlihat bersamanya juga Yoongi.

"Siapa Jinnie?" tanya seorang yang melongok dari dari balik pembatas kayu. Namja dengan dimple di pipinya. Ia tak kenal karena tak pernah melihatnya di kampus bersama yang lain.

"Ini tamunya V sepertinya sudah datang Joonie. Katakan pada V ya. Ia pasti tak mendengarnya dibawah" titah yang bernama Jin itu.

"Dan kau. Nama mu Jungkook kan? Ayo masuk. Teman V teman kami juga" ujar Jin yang tersenyum ramah. Jungkook mengangguk dan mulai masuk ke dalam rumah V. Ia tak melihat ada V disana.

"Maaf membuat mu menunggu lama" suara husky V menginterupsi kegiatan Jungkook.

'Loh. Darimana datangnya? Dibelakangkan tidak ada pintu' batin Jungkook bertanya-tanya.

"Kau pasti keasikan main dengan Suga lagi ya sampai tak dengar ada suara bel"

"Hehe. Terlalu asik tadi Jin" ujar V menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Jungkook yang mendengarnya hanya mengernyitkan kening. Sungguh, ia bingung. Rumah mungil ini tampak kosong dan tak banyak perabotan. Hanya ada sekat kayu yang memisahkan beberapa bagian saja. Dan setahu Jungkook, disana hanya ada dua pintu. Pintu gerbang dan pintu masuk rumah itu. Tanpa ada pintu belakang. Tapi kenapa perkataan teman-teman V membuatnya bingung begini. Memangnya ada gerbang menuju dunia lain? Pikir Jungkook menerawang.

"Hei! Jangan melamun. Haha"

"Ah. Kau mengagetkan ku hyung.." sahut Jungkook sambil memegang dadanya.

"Ayo mulai hyung. Kau harus ekstra serius hari ini. Waktu kita tak banyak"

.

2 jam berlalu dan sedari tadi Jungkook tak melihat satupun teman V. Mereka menghilang.

Jungkook menatap V yang sedang berjalan ke belakang dan kembali dengan membawa jus melon dari dapurnya. Ia menyodorkan gelas pada Jungkook dan menuangkan jus itu pada gelas mereka.

"Kau kenapa? Ada yang mengganggu pikiran mu? Katakan saja. Aku ini pendengar yang baik" V memamerkan senyum kotaknya dan membuat Jungkook jadi gugup.

"Itu hyung. Teman mu ada dimana? Daritadi aku tak melihat mereka dan mereka juga tidak keluar dari rumah ini"

"Ah, iya aku lupa. Kau pasti bingung. Ayo ikut aku"

V menarik tangan Jungkook untuk mengikutinya. Dan mereka berhenti di sekat pembatas ruang tengah dengan dapur. V tampak menekan gambar 3D Luffy 'One Piece' yang menempel di pembatas kayu itu. Dan tak lama kemudian, lantai kayu dibawahnya itu terbuka dan membuat jalan menuju lantai bawah. Jungkook yang melihatnya tampak terkejut. Jangan lupakan mata yang membulat dan mulut yang sedikit terbuka.

"Jangan memasang wajah begitu bila tak ingin ku gigit. Haha"

"Yak! Hyung!" bibir Jungkook mengerucut. Membuat V semakin gemas dan menarik bibir itu. Jangan tanya reaksi Jungkook. Sudah pasti ia seperti kepiting rebus sekarang.

"Ayo! Kau kan penasaran tadi"

"Iya hyung" V menuruni tangga itu satu persatu sambil mengusap tengkuknya beberapa kali.

.

Suara gemuruh musik bergema diseluruh ruangan ini. Dan kesan pertama saat Jungkook sampai dibawah adalah keren. Lihat saja. Ternyata rumah mungil yang tampak diatas itu hanyalah kamuflase belaka. Tenyata dibawah sini sangatlah luas. Furniture yang bisa dibilang mewah dan disini ada lumayan banyak ruangan. Seperti di tempat sekarang Jungkook berdiri, tak jauh dari tangga ada mini bar seperti di rumah Jungkook dan dihadapannya langsung mengarah kepada game arcade. Ada Pump It Up, Basketball Hoop, Bowling spot, dan masih banyak lagi. Tapi kebanyakan berbau olahraga.

"Kau teman V itu ya? Jeon Jungkook kan nama mu?" tanya seseorang menghampiri Jungkook.

"Hobie, jangan mengganggunya"

"Oh, common' Yoongi. Aku tak mengganggunya. Aku hanya ingin melihat seperti apa orang yang selalu dibicarakan oleh V itu"

Jungkook menunduk, malu mungkin. Kata-kata teman V yang paling ceria itu terus terngiang di kepalanya.

Yoongi turun dari Initial D Arcade Stage 8 Infinity dan menghampiri Jungkook. Ia mengajak Jungkook duduk di bangku mini bar.

"Taehyung tampan ya?"

"Sangat"

Hening

"Eh?! Hyung, maksud ku_"

"Sudah ku duga" Yoongi turun dari bangkunya dan berjalan menuju V. Berbisik pada V agar datang ke tempat Jungkook.

"Suga bilang kau memanggilku. Ada apa Kookie?" tanya V sambil tersenyum.

"A, aniyo hyung. Aku tidak memanggil mu" balas Jungkook gugup.

"Haha. Yasudah tak apa. Aku juga lelah bertanding dengan Namjoon. Aku kalah terus. Sepertinya bowling bukan bidang ku"

"Oh ya. Bila kau ingin pulang, bilang saja. Aku akan mengantar mu. Btw, kau ingin minum coklat hangat?" tanya V sambil berjalan masuk ke mini bar nya.

"Eum, iya! Aku suka coklat hangat"

Jungkook mengekori V dan membantunya membuat coklat panas. Mereka tampak asik berdua, bercengkerama, bersenda gurau, sesekali ada skinship, dan menghiraukan beberapa pasang mata yang menatapnya jahil.

"Ciee.. ada yang lagi pdkt nih" pekik Hobie.

"Ekhem ekhem. Kami juga ada disini loh" ucap Namjoon mengingatkan.

"Serasa dunia cuma milik berdua yah" ujar Suga menggoda Jungkook.

"Haha" Jin hanya tertawa mendengar perkataan yang diucapkan teman-temannya secara bersamaan.

.

.

.

TBC

Seru ga sih punya temen temen kaya gtu?

Yang suka ngeledekin klo lgi sama gebetan?

Oh ya! Jangan lupa RCL ny ya

See ya next chapter guys