HEWAN PELIHARAAN

.

.

.

" N-aru-to kun...tolong aku ...! "

" GWAAARRRR "

Suara yang begitu memekakan telinga kini terdengar di seluruh penjuru hutan tempat Hinata dan Naruto berada. Hal tersebut menjadi pusat perhatian bagi seluruh hewan maupun player yang berada di sekitar area tersebut. Seekor monster yang sangat mengerikan kini telah muncul di depan Hinata. Cakar-cakar monster itu kini telah terangkat menandakan monster itu siap melayangkan cakaran mautnya kearah tubuh mungil Hinata yang tepat berada di depanya.

" Menyingkir Hime ...! "

Suara Naruto yang sangat keras menjadi sebuah alaram bagi Hinata untuk menghindar dari cakaran yang siap menebasnya. Dengan reflek yang sangat baik Hinata menghindari cakaran maut itu dengan merendahkan tubuhnya.

WUUUSSS

Seketika angin di sekitar area tersebut berhembus dengan sangat kencangnya menyertai cakaran dari mahluk itu yang disabetkan kearah Hinata. Setelah sadar lolos dari serangan monster tersebut Hinata berlari kearah tubuh kekar Naruto yang juga tengah berlari kearah Hinata untuk menolongnya.

Naruto POV

' Ini tidak baik, mahluk itu sangat besar dan kuat '

Pandangan Naruto kini tertuju pada seekor mahluk yang sangat kuat di hadapanya. Beberapa detik setelahnya kini di depan Naruto muncul hologram yang bertuliskan data dari mahluk didepanya itu. Matanya dengan teliti membaca data yang telah di siapkan oleh sistem game ini mengenai monster ini, berharap dapat mendapat sedikit celah mengenai kelemahanya.

...

Nama : Monstrous Nightmare

Type : Api

Skill : -

Deskripsi :

Red Dragon adalah Naga yang melambangkan keserakahan dan ketamakan, hidup di daerah hangat seperti gunung api atau dataran tropis. Mereka memiliki sayap panjang dan dua tanduk panjang. Ia memiliki du tanduk di keplanya dan memiliki lidah merah yang panjang dan bercabang matanya mengkilat melambangkan keserakahan dan ketamakan. Naga ini mampu menyemburkan api yang sangat mematikan.

...

' Hmmm...jadi tipe api rupanya, dia setipe dengan manaku '

Tanyaku kepada Hinata yang kini sudah berlindung di belakang tubuhku, setelah tadi berhasil lolos dari cakaran Naga itu yang sangat mematikan

" Hime ... ? "

" E'mm...ada apa Naruto kun "

" Menyingkirlah dari sini ... Ini permintaan Hime "

" Tapi monster ini memiliki tipe api yang sama denganmu Naruto kun dan itu pasti sulit , sebaiknya kita berkerja sama mengingat manaku air Naruto kun "

" Hm...tapi jika kau terserang pasti dampaknya bisa membuatmu tidak bermain selama 4 hari Hime, karna seranganya bertipe api "

" Aku akan menyerang dari jarak jauh dan sisanya kau yang ambil Naruto kun "

" Hmm...baiklah, kadal merah mari kita bersenang-senag "

" GOARRR "

Dia menyahut rupanya, sekarang akan kutunjukan kekuatan seorang Uzumaki Naruto. Ekhmm dan membuat Hime terkesan hehhe.

Akan aku coba kekuatan baruku ini dengan melawan kadal merah ini. Tangan kanan dan kiriku kini memegang gagang pegangan pedang kembarku dengan posisi tangan kanan memegang pedang kiri begitupun sebaliknya. Sedikit demi sedikit pedang kembarku kucabut dari sarungya, setelah kedua pedangku tercabut dan kini mata pedangnya aku tujukan ke arah kadal tersebut. Pandanganku kembali teralih kearah kadal merah tersebut.

" HYAAA "

Aku berlari menembus angin untuk mengayunkan dengan ganas pedangku ini kearah mahluk tersebut. Namun langkahku terhenti ketika aku sadari di mulut mahluk tersebut kini terkumpul sebuah bola yang berwarna merah menyala.

' Itu terlihat seperti Biju Dama...ini gawat '

SYIUUUT

BUMMMM

End Naruto POV

Mata Hinata membulat sempurna melihat Naruto yang di hujami oleh bola energi yang keluar dari mulut Naga tersebut.

" Naruto kun...! "

Teriak Hinata memanggil Naruto di balik debu-debu yang bercampur asap di udara setelah Naga itu melepaskan bola energi itu. Namun sampai saat ini belum satu kata jawaban dari Naruto yang terdengar di telinga Hinata, dan hal itu membuatnya semakin kawatir atas keadaan Naruto.

" Aku baik-baik saja Hinata...! "

' Huh...hampir saja, untung tadi aku sempat berhenti dan menghindarnya '

Seru Naruto untuk meredakan rasa khawatir Hinata mengenai keadaanya. Bayang-bayang tubuh Naruto yang tengah berdiri kini mulai terlihat di balik debu yang masih bertebangan. Sedikit demi sedikit bayangan Naruto di balik debu kini mulai digantikan tubuh aslinya saat ia berjalan keluar gumpalan debu itu.

" NARUTO JU( GUWARRRR ) CEPAT LEPAS...! "

" Aku tidak bisa mendengar pekataanmu tadi Hinata ... dasar mahluk kadal si^l^n diam kau "

" JUBAH "

Teriak Hinata kepada Naruto yang tengah berdiri menatapnya dengan bingung mengenai apa yang tadi Hinata ucapkan. Hinatapun memegang bagian punggungya sendiri untuk memberi petunjuk kepada Naruto.

" Apah...kau gatal ? "

" Jubah...bukan gatal...dasar Naruto no baka ...! "

" Hee...Hime kenapa kau mengataiku baka, sama seperti teme ? "

"..."

" Hangat...? punggungku hangat ? "

Naruto yang merasa ada sesuatu yang aneh mengenai punggungnya kini mulai meraba bagian punggungnya untuk memastikan apa yang terjadi pada punggungnya.

" Uhh...panas...punggung, panas tadi Hinata bilang jubah ..."

" Uaaaaaaa...Hime tolong aku jubahku terbakar...! "

" Dasar baka...Jubahnya, lepas jubahnya ...! "

Seru Hinata untuk melepas jubah yang Naruto kenakan, Dengan segera Naruto melepaskan jubah yang iakenakan.

" Tadi itu hampir saja him..."

BUGHH

" NARUTO...! "

Teriak Hinata mendapati tubuh Naruto kini terlempar dan terguling beberapa puluh meter akibat hantaman dari ekor Naga tersebut. Hinata segera berlari menyusul Naruto yang masih tergeletak di tanah setelah mendapat pukulan telak di punggungnya.

" Huh...walaupun ini di dunia game tapi rasa sakitnya seperti nyata Hime "

" Kau harus lebih hati-hati Naruto kun "

" Huh...si^l^n Health Pointku tinggal setengah mahluk itu sungguh kuat Hime "

" Sekarang kita coba pakai caraku Naruto kun, tapi sebelumnya kau kan pengguna mana api ini agak sulit mengingat Naga itu juga type api "

" Hime sebenarnya aku juga memiliki mana angin "

" Hah...bagai mana bisa kau memiliki dua jenis mana ?

' Ba-bagaimana bisa ia mendapatkan dua jenis mana yang berbeda, setauku setiap player hanya memiliki satu jenis mana (GWWAARRR) hah ... nanti saja lebih baik membereskan Naga itu dulu '

Hinata kaget mengetahui bahwa Naruto memiliki lebih dari satu jenis mana, yang menurutnya hal tersebut sangat tidak mungkin karna seingatnya setiap player di game ninja war hanya memiliki satu mana saja dan tidak lebih. Namun hal tersebut ia singkirkan terlebih dahulu mengingat masih ada monster yang siap menyerang mereka sewaktu-waktu.

" Hmm... jadi seperti ini rencananya naruto kun..."

" Baiklah aku setuju Hime...mari kita coba Hime "

Naruto yang sudah berdiri tegap kini mulai melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Naga tersebut untuk membalas serangan-serangan yang telah Naga itu lontarkan, langkah kaki Naruto semakin cepat menuju kearah Naga tersebut. Sedangkan Naga tersebut yang melihat Naruto tengah datang ke arahnya kini mulai menyiapkan serangan bola apinya kearah Naruto.

BUM

BUM

BUM

Naruto yang berhasil menghindari serangan Naga tersebuk kini tengah bersiap menyerang Naga tersebut dengan pedangnya yang terarah ke kepala Naga tersebut.

SYUUT

Naruto kemudia melompat agar pedangnya dapat menjangkau leher Naga tersebut. Namun Naga tersebut mampu menghindarinya dengan merundukan kepalanya namun sayang salah satu tanduknya berhasil di potong oleh pedang Naruto.

GWAAARRR

Seperti jeritan kesakitan, Naga tersebut kini meraung dengan sangat keras hingga mampu menggganggu pendengaran dengan radius 400 m, Naruto dan Hinata yang mendengar raungan yang sanat keras itu menutup telinga mereka untuk meredam suara tersebut. Dengan cepat seluruh hewan penghuni hutan tersebut yang mendengar raungan berlarian tak tentu arah menjauh dari area pertarungan Naruto.

" Jeritanmu seperti perempuan dasar Naga bo#o*, dan itu hadiah dariku dan pedangku "

GWAAARRR

" Sekarang Naruto...! Jutsu diaktifkan : Suiryudan...! "

Sambil mengarahkan mata pedangnya Hinata kini mengaktifkan jutsunya untuk di tembakan kearah monster Naga tersebut. Aura mana kini telah menyelimuti tubuh Hinata dan dengan cepat menjalar kearah ujung pedang Hinata yang diarahkan ke arah tubuh Naga tersebut. Seketika muncul banyak sekali air yang muncul dari ujung pedang Damaskus Hinata yang meluncur kearah Naga tersebut, perlahan air tersebut berubah wujud menjadi bentuk Naga berukuran setengah dari monster tersebut.

BUGHH

Naga air ciptaan jutsu Hinata tersebut dengan cepat menghantam tubuh Naga tersebut hingga membuat Naga tersebut terdorong ke belakang dan ter guling.

" Ini giliranku ... Jutsu diaktikan : Daikamaitachi ...! "

Aura mana Naruto kini menyelimuti seluruh tubuh Naruto begitupun dengan pedang Naruto yang kini di selimuti aura mana berwarna ungu gelap.

" Dengan ini permainan kita telah usai Naga san "

Naruto mengangkat ujung pedangnya keatas kemudian dengan cepat ia sabetkan secara menyilang kearah monster tersebut yang masih terbaring. Seketika angin di area tersebut menjadi kacau dan kini terdapat pusaran angin yang turun dari langit kearah tubuh Naga tersebut yang masih terbaring.

Akibat jurus yang di lemparkan oleh Hinata, seluruh tubuh Naga tersebut menjadi basah oleh air. Dan di akhiri dengan jutsu Naruto yang menghadirkan sebuah pusaran angin yang sangat kencang sehingga mampu membekukan air yang berada di tubuh Naga tersebut. Dan kini Naga tersebut terperangkap di dalam sebuah gumpalan es, sedikit demi sedikit Health point monster tersebut berkurang.

Hinata yang menyadari Naga tersebut kini tidak berdaya kini mulai berjalan kearah Naga tersebut. Naruto yang menyadari Hinata mendekat kini mulai berjalan berlawanan arah dengan Hinata untuk mendekat kearahnya.

" Ide yang sangat cerdas Hime dengan membekukan Naga api ...Hehe.."

" K-kau Jjug-ga he-hebat N-nar-ruto k-kun "

" Huh...kenapa kau jadi gagap lagi Hime...padahal bicaramu tadi saat bertarung tidak gagap "

" M-ma-aaf "

" Hehe...hei...hei Hime aku hanya bercanda...Emmm sebaiknya kita apakan hewan besar ini "

" l-lebih baik N-aruto kun pelihara saja "

" Hah...yang benar saja dengan ukuran yag sebesar ini dan kau lihat tadi dia hampir membunuh kita Hime "

" Em...s-setauku kalau hewan dalam game ini bisa di kalahkan dan di masukan kedalam Pet Boll dia akan jadi jinak dan menurut "

" Hmmmm...jadi penurut yah..."

.

.

.

" Ayo...bawa kami terbang keangkasa Naga chan...hahah "

" N-Naruto kun "

Kini Naruto dan Hinata tengah menikmati indahnya negara konoha dari atas langit sambil menunggangi Naga yang sangat besar. Sumilir angin yang bertiup lembut seperti membelai kedua insan yang kini tengah menikmati waktu berdua mereka. Naruto kemudian memutar tubuhnya menghadap Hinata yang kini tengah memasang raut wajah yang ketakutan.

" Kau tenag saja Hime dia Naga yang baik dan kita bisa menikmati pemandangan yang indah jika dari atas sini Hime "

" Ii-ya Naruto K-kun "

" Namun kau jauh lebih cantik Hime "

Hinata hanya menunduk malu mendapat pujian dari Naruto, dengan perlahan Naruto menyentuh dagu Hinata dan sedikit mengangkat kepala Hinata agar Naruto dapan melihat semburat merah yang sangat ia rindukan. Mata mereka kini terpaut saling mengikat pandangan satu sama lain. Tanpa mereka sadari kepala mereka saling mendekat dan terus mendekat hingga bibir Naruto menyentuh bi...

' Loh...dingin ? '

.

.

.

"Ekhm...N-Naruto kun K-kenapa kau mencium balok es Naga tersebut ? "

" Ahaha...T-tida-ak a-apa Hime "

' Huh...jadi itu tadi hanya hayalanku saja, padahal sedikit lagi...'

Tawa renyah Naruto setelah sadar dari lamunanya mengenai 'pikiran yang iya iya' tentangnya dan Hinata dan juga Naga tersebut.

" Hei...N-Naruto kun kenapa kau masih diam saja ? "

" Hah...Kau mau aku meneruskan yang tadi ? "

" Tentu...cepat kau lakukan ...! selagi tidak ada player lain yang melihat Naruto kun "

" Hehehe ... baiklah jika itu maumu Hime "

Narutopun berjalan mendekat kearah Hinata dengan senyum yang tak mau lepas dari bibirnya mengingat Hinata menyuruhnya 'melanjutkan'nya. Hinata yang menyadari Naruto kini berjalan kearahnya kini mulai risih dengan pandangan yang di lontarkan oleh Naruto. Setelah jarak Naruto dan Hinata hanya terpaut selangkah, Naruto kemudian memajukan bibirnya kearah Hinata, Hinata yang menyadari Naruto yang memajukan bibirnya lantas menyambut dengan senag hati.

BUGH

" Aduh...sakit Hime kenapa kau memukulku Hime ? padahal kau yang memintaku melanjutkanya tadi ..."

" Dasar ...baka ,hentai,echi,ero...yang kumaksud melanjutkan itu menangkap monster itu bukan melanjutkan yang ada di fikiran mesumu itu dasar baka Naruto ...! "

" Hehehe...baiklah Hime jadi bagaimana caranya "

" Keluarkan Pet seperti ini... "

Hinata kemudian membuka menu barnya kemudian menekan icon gambar hewan yang bertuliskan PET'S, setelahnya Hinata kembali memencet tulisan PET BOLL setelah itu secara otomatis menubar tertutup. Dan kini di tangan Hinata terdapat sebuah bola yang berwarna trasparan, Naruto kemudian mengikuti apa yang di lakukan oleh Hinata dan kini bola tersebut sudah ada di genggaman tangan Naruto.

" Lemparkan kearah monster itu Naruto kun "

" Baiklah..."

SYUUUTTT

SWAPT

Seperti sebuah udara monsters tersebut kini sedikit demi sedikit masuk kedalam bola tersebut. Tak beberapa lama seluruh tubuh monster tersebut kini sudah masuk seutuhnya kedalam bola tersebut, setelah proses tersebut bola itu pun menghilang dari pandangan kedua insan tersebut.

" Loohh...bolanya kemana Hime ? "

" Bolanya menghilang dan monster tadi sudah masuk kedalam menu PET'Smu Naruto kun "

" Owh yyyy...Hmm lalu bagaimana cara mengeluarkanya Hime ? "

" Kau tinggal menekan icon yang terdapat di menu PET'S mu Naruto kun, sesuai dengan gambar monstermu ... "

" Baiklah Hime aku coba ..."

Setelah Naruto menekan gambar monster yang baru ia dapat ikni muncul sinar yang sangat menyilaukan dan hal tersebut memaksa mata Hinata dan Naruto tertutup rapat.

GRRRR

Sedikit demi sedikit cahaya itu memudar kini Naruto mendengar sebuah suara yang sangat mengerikan menurutnya.

' Pasti hewan ini sangat mengerikan dan sangat besar mengingat ukuran aslinya seperti itu '

" Waaah...lucu sekali Naruto kun "

' Hah ...lucu ? '

Sedikit demi sedikit Naruto membuka matanya dan yang ia dapati sesosok monster yang sangat.

" Uaaaa...kenapa kau jadi cebol dasar kadal merah "

' hilang semua harapanku untuk terbang bersama Hime '

" Grrrrr...dasar kau majikan tidak tau di untug, harusnya kau beruntung mendapat hewan pliharaan istimewa sepertiku baka "

" Uaaaaa...dia bisa bicara Hime ..."

' Dasar Baka '

Batin Hinata dan monster tersebut bersamaan, Naruto yang masih kaget kini hanya bisa jongkok berlindung di belakang Hinata yang kini tengah menggendong Naga itu.

" PET'S memang bisa berbicara jika sudah ada yang memiliki Naruto kun, jadi tenaglah "

" Baiklah Hime ...Emmm sebaiknya kita kembali ke teman-teman Hime "

" Baiklah ayo Naruto kun "

Flass Back

" Tugas pertama kaliah yaitu harus menemani kemanapun kami pergi mengerti "

" Hn/Baiklah/ Yoshh "

" Emm...Sakura kau mau kemana dan...kau Hinata ? "

" Emm...aku akan ke arah danau di sebelah selatan konoha, kau bagaimana Hinata ? "

" A-ku ingin ke H-utan "

" Baiklah...kalian para Bodyguard harus mengikuti dan melindungi kami paham ! "

" Hn/Baiklah/ Yoshh "

" Huu...apa tidak ada kata lain selain itu ? "

" Maaf nona Ino Tidak ada stoknya terbatas heheh...dan kau mau kemana nona ? "

" Aku...Emmmm...kita belanja hehe...dang setelah puas nanti kita berkumpul agi di sini ok "

" Hn/Baiklah/ Yoshh /Baik Ino/E'mm "

" Huh..."

Merekapun melangkahkan kaki mereka kearah tujuan mereka masing-masing SasuSaku kearah selatan, NaruHina kearah timur hutan konoha sedangkan SaiIno kearah pusat kota untuk berbelanja.

NaruHina

" Neee...kenapa kau ingin ke Hutan Hime ? "

" D-Disini Uu-daranya sangat bersuh N-naruto kun "

" Emmm...seperti itu "

Sambil terus berjalan kearah hutan mereka saling bercerita tentang kehidupa nyata masing-masing. Sedangkan mata naruto sekilas melihat sebuah bunga yang sangat cantik.

' Pasti Hime suka bunga itu ...heheh "

" Tunggu sebentar hime, kau duduk dulu di sini ok .! "

" E'emm...Ada apa N-naruto kun ? "

" Tunggu saja di sini "

Naruto kini melangkahkan kakinya untuk memetik bunga tersebut yang akan ia berikan kepada Hinata sebuah bunga lafender yang sangat harum. Namun sebelum ia memetik bunga tersebut ia mendengaar triakan Hinata yang sangat keras. Hal tersebut memaksanya untuk menghentikan aktivitasnya dan mulai berlari kearah Hinata.

Flass Back OOF

" Itu mereka hime ! "

Naruto dan Hinatapun mempercepat langkah mereka menuju teman-teman mereka dengan Hinata yang masih memegang Naga di pelukanya.

" Hei itu mereka "

Ucap Sakura yang sukses membuat seluruh pandangan tertuju ke arah kedatagan naruto dan Hinata. Namun seribu pertanyaan kini terngiang di fikiran mereka mengenai hewan yang di bawa oleh Hinata dan naruto juga mengenai HP naruto yang tinggal setengahnya.

" Hewan itu kan..."

.

.

.

.

TBC

Hai mina berjumpa lagi dengan UzumakiHyuga akhirnya chap ini udah selesai dengan selamat tanpa halangan yang ga jelas apapun.

So author minta pendapatnya untuk chapter ini untuk kelanjutan chapter-chapter selanjutnya.

Dan trimakasih yang udah ngefollow FFn ini. Maaf g bisa balas review dari pembaca sekalian. Jawabanya ada di ceritanya

Dan maaf jika masih banyak yang g jelas, kesalahan dan

Dan jangan bosan-bosan buat Review ya sampai jumpa di chap selanjutnya.

R & R