DON'T GO KYUHYUNNIE
Cast : KyuMin pairing
Summary : Sungmin kabur dari rumah yang ia anggap sebagai 'neraka'. Lalu akhirnya bertemu Kyuhyun dan saling mencintai. Kyuhyun masih mencintai orang masa lalunya! Bagaimana dengan Sungmin? Orang masa lalu Kyuhyun ternyata ada bersama ayah Sungmin. Akankah Kyuhyun lebih memilih Sungmin dibandingkan masa lalunya? Atau malah sebaliknya?
Disclaimer : KyuMin saling memiliki. Pengennya sih Kyuhyun buat author, tapi om Sooman bilang KyuMin udah di kontrak SM. Jadi mending KyuMin milik diri mereka sendiri aja. Dan ff ini, full milik author! Keke~
Genre : Hurt/Comfort, Drama.
Rated : T, Sewaktu-waktu bisa berubah M.
Warning :OOC, Typo(s), YAOI, BoyxBoy, Tulisan kasat mata, Alur amburadul, Kalimat alien(?), cerita ngelantur dll.
!~*~*~!
"Dia akan menikah…"
Sungmin menggigit bibir bawahnya. Tidak, Sungmin harus kuat saat ini.
"… dengan Yesung."
"Ha?" Sungmin membelalakan matanya. "A-apa? Yesung? Nugu?"
"Pria yang waktu itu bersamanya, yang saat di halte. Kau ingat?"
Sungmin terdiam. Ah, ya peristiwa itu. Dimana Sungmin melihat rasa cinta Kyuhyun yang begitu nyata. "Ah, dia. Jadi Ryeowook mencintainya?"
Kyuhyun mengangguk. "Ya. Bagaimana denganmu?" Kyuhyun bergerak resah. Ia sudah pasrah jikalau Sungmin benar-benar sudah memiliki pendamping hidupnya.
"Aku?" Sungmin menggigit bibir bawahnya saat Kyuhyun malah menggantungkan ucapannya. "Aku…"
.
.
Chapter 10
"Aku.."
'So I pray for you, oh so I .. so I promise you..'
Sungmin terhentak saat mendengar ringtone Hp nya yang berbunyi, dengan cepat ia menyambar tasnya dan mengubek-ubek isinya untuk mencari Hp nya. Sungmin menatap heran ID caller si penelepon, begitu pun Kyuhyun, Kyuhyun sangat penasaran siapa si penelepon itu.
"Mommy? Siapa yang menelepon?"Sandeul bertanya pada Sungmin, namun Sungmin hanya menatap balik Sandeul tanpa menjawab pertanyaan anaknya. Kesal tak digubris, Sandeul segera merampas Hp di tangan Sungmin dan ia berbinar melihat ID caller si penelepon. "Papa menelepon! Ahjusshi! Papa menelepon! Lihat ini!" Sandeul menunjukan layar Hp Sungmin pada Kyuhyun.
"My….. hand…some….. Donghae?" Gumam Kyuhyun, ia menatap Sungmin yang juga menatapnya seperti merasa bersalah. Kyuhyun kembali duduk tenang di posisinya, ia tersenyum miris. "Angkatlah.." lirihnya.
Sungmin mengangguk, ia kembali meraih Hp itu dari tangan Sandeul dan segera menjawab telfonnya. "Yeoboseyo?" Sandeul mendengarkan Sungmin yang sedang menelepon sambil terus memasukan makanan ke dalam mulutnya. Dan Kyuhyun juga masih betah untuk menatap Sungmin meski sesak sudah memenuhi relung dadanya.
"Aku bersama Sandeul, dan.. Kyuhyun."
"…."
"Ya. Jadi.. ada apa kau meneleponku?"
"…"
"Jeongmal!? Syukurlah.. Lalu?"
"…."
"Eumm.. baiklah, aku akan segera kesana."
"…"
"Mwo? Be-bersama..- Kau yakin? Aku takut terjadi sesuatu nantinya."
"…"
"Baiklah.."
"…"
"YAK!"
Pekikan Sungmin di akhir percakapan membuat kedua orang disana menatapnya kaget, juga beberapa pengunjung di café. Sungmin hanya tersenyum canggung sambil menggumam maaf.
"Wae geurae?" Tanya Kyuhyun. Sepertinya sesuatu yang penting terjadi, terlihat dari sikap Sungmin yang langsung bersiap-siap untuk segera pergi dari sini. Apakah Donghae menyuruhnya untuk segera pulang?
"Donghae bilang appa sudah sadar. Dia ingin segera bertemu denganku dan Sandeul." Jawab Sungmin. Pria itu mengeluarkan tissue dari tas milik Sandeul dan mengelap sekitar mulut bocah itu yang masih bercecer makanan.
"Oh, begitu? Baiklah aku pamit dulu.." Kyuhyun berdiri dari duduknya, ia hendak melangkah sebelum suara Sungmin menginterupsi panggilannya.
"Tunggu Kyu! Kita harus segera kesana, kau jangan pergi dulu." Kyuhyun menyeritkan dahinya tak mengerti. Sungmin ikut berdiri dari duduknya sambil menuntun Sandeul di tangan kirinya. "Appa bilang ia juga ingin membicarakan beberapa hal denganmu, apa kau keberatan?" Kyuhyun terlihat berpikir sebentar, kemudian ia meggeleng tanda bahwa ia setuju untuk menemui Chunhwa pertama kalinya setelah peristiwa 'kenangan' tiga tahun lalu.
"Hehe.. Kajja!" Kyuhyun melebarkan matanya saat Sungmin dengan tiba-tiba menggapit tangannya dan membawanya serta Sandeul keluar dari café itu. 'Kenapa? Kenapa aku harus mendapatkan ini? Ini kah karma untukku, Tuhan?'
!~*~*~!
Donghae menghentakan kakinya tak sabaran saat Sungmin tak kunjung menjawab panggilan darinya, berkali-kali Kibum mengingatkannya karena hentakan sepatunya membuat ruangan jadi terdengar bising. Beruntung tak berapa lama panggilannya di jawab oleh Sungmin.
"…"
"Yak! Sungmin-ah! Kau dimana?"
"…"
"Oh? Kau bersama dengan Kyuhyun? Kau sudah bertemu dengannya?"
"…"
"Ah, itu.. Chunhwa sajangnim sudah sadar dari komanya."
"…"
"Dia bilang dia ingin melihat anak dan cucunya. Bisakah kau segera menuju ke sini?"
"…"
"Kyu..Hyun.." Gumaman Chunhwa membuat Donghae menoleh, dan Kibum menganggukan kepalanya mengerti. "Hyung, sajangnim ingin Kyuhyun juga ikut. Bisakah kau menyuruh Sungmin membawanya juga?" Ucap Kibum.
Donghae mengagguk. "Oh, Sungmin-ah. Sajangnim bilang ia juga ingin membicarakan beberapa hal dengan Kyuhyun. Kau bawa dia ya."
"…."
"Tidak apa-apa. Lagipula ayahmu belum sembuh benar, mana mungkin ia bisa melakukan yang macam-macam pada Kyuhyun. Berbicara saja dia sulit. Haha.. AW!" Donghae melirik Kibum yang sudah memukul kepalanya dengan nampan. Padahal tuannya sudah sadar, dan Donghae bisa-bisanya menghina tuannya sendiri?
"…"
"Oke. Sampai jumpa My Dear Vicent~"
"…"
KLIK
"Hahaha…" Donghae tertawa terbahak saat mendengar pekikan Sungmin dari sebrang sana. Pasti Sungmin sedang sibuk meminta maaf sana-sini karena teriakannya itu. Donghae kembali duduk di samping Kibum dan menatap Chunhwa yang tampak seperti mayat hidup.
"Aku sudah menyuruh mereka bertiga ke sini sajangnim. Sebaiknya anda segera minum obat pemulih agar dapat berinteraksi dengan mereka nantinya." Chunhwa menganggukan kepalanya, kemudian datanglah beberapa suster dengan nampan obat di tangan mereka.
!~*~*~!
Kyuhyun sibuk menatap Sungmin yang terus-terusan memajukan bibirnya sedari tadi, begitu pun Sandeul yang kini memajukan bibirnya karena di acuhkan mommynya. 'Kapan ikan bodoh itu mengganti ID callernya di Hp ku? Sial! Apakah Kyuhyun salah paham?' pikir Sungmin sambil membayangkan niat jahatnya pada Donghae untuk membalas perbuatan ikan bodoh yang jahil itu, sesekali dirinya melirik kecil Kyuhyun yang duduk di samping Sandeul.
Kyuhyun menghela nafasnya kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi taksi. Karena Sungmin tidak membawa mobil dan ia tidak membawa motor, jadilah mereka bertiga naik taksi menuju ke rumah sakit internasional seoul.
"Mommy~ Mommy~ MOMMY~!" Pekik Sandeul. Sungmin melirik ke arah Sandeul, dan ia langsung menatap horror Sandeul yang kini mengeluarkan aura hitamnya. "A-a- Sandeulie, wae geurae?" Sungmin menelan ludahnya gugup, entah kenapa Sandeul lebih mirip anak setan untuk saat ini.
"Mommy mangacuhkanku! Huwaaaa~" Aura hitam itu kini berganti dengan tangisan keras Sandeul, Sungmin mengambil langkah cepat. Ia segera memangku Sandeul dan menepuk punggung gadis itu sambil bergumam maaf.
Kyuhyun tersenyum melihat perilaku ibu-anak itu. Entah kenapa hatinya merasa tenang dan senang saat melihat kebersamaan keduanya, dan di sisi lain ia juga merasa sesak karena membayangkan seorang kepala keluarga lain yang berada di diantara keduanya.
"Ahjusshi~" Kyuhyun menolehkan kepalanya pada Sandeul. Gadis kecil itu merentangkan tangannya pada Kyuhyun dengan wajah yang masih sembab bekas menangis, "Ada apa?"
"Ahjusshi, bolehkah.. bolehkan aku memeluk ahjusshi?" pinta Sandeul. Kyuhyun menatap Sandeul heran, ia hanya mengangguk kemudian menggendong Sandeul untuk pindah ke pangkuannya. "Ada apa tiba-tiba begini huh, cebol?" Tanya Kyuhyun penasaran.
Sandeul menggeleng dalam dekapan Kyuhyun. "Aku hanya melasa suka saat waktu itu ahjusshi menggendongku untuk membelsihkan es clim di mulutku, aku ingin memeluk ahjusshi lagi. Apa ahjusshi malah?" Ucapan polos Sandeul cukup menyentuh hati Sungmin maupun Kyuhyun.
Kali ini, Sungmin merasa ucapan Donghae benar. Sandeul membutuhkan Kyuhyun, dan begitu juga dengan dirinya. Akankah mereka bertiga bisa bersatu lagi? Memikirkan itu membuat sesak di dada Sungmin semakin meluap. Sungmin mengigit bibirnya agar ia tak menangis, apalagi menangis di hadapan kedua orang terpenting baginya.
Kyuhyun menatap Sandeul, ia tersenyum lembut sambil mengelus helaian caramel gadis kecil itu. "Aku tidak marah, tenang saja." Jawab Kyuhyun. "Syulkulah.." desis Sandeul setelah akhirnya suara nafas teratur terdengar jelas di telinga Kyuhyun. Dia tertidur?
Kyuhyun sedikit mengangkat wajah Sandeul, ia menatap lama wajah gadis itu. Hanya perasaannya saja atau ia merasa benar-benar merindukan gadis kecil ini? Kyuhyun kembali mendekap Sandeul, memberikan kehangatan pada gadis kecil yang selalu ia panggil cebol itu. Ia menatap Sungmin yang kini memalingkan wajahnya keluar jendela.
Kyuhyun menghela nafasnya, ia kembali menyenderkan kepalanya dan menutup matanya, mengistirahatkan tubuhnya sebentar.
!~*~*~!
CKLEKK
"Eoh? Sungmin-ah!" Pekik Donghae, pria itu langsung saja memeluk Sungmin yang baru membuka pintu rawat inap. "Padahal baru beberapa jam yang lalu, dan sekarang aku sudah merindukanmu lagi! Hahaha!" Canda Donghae. Ia kemudian tersadar saat wajahnya berpas pasan dengan Kyuhyun yang berada di belakang Sungmin dengan Sandeul di gendongannya.
"O-oh! Kyuhyun-ah!" Donghae langsung melepas pelukannya pada Sungmin dan mempersilahkan ketiganya untuk segera masuk.
"Kau langsung saja menemui sajangnim, aku akan keluar dulu ne? Kajja Kibumie." Kibum mengangguk, ia merunduk sopan pada Kyuhyun, menepuk bahu Sungmin dan keluar dari ruangan bersama Donghae.
"Kyu, bisakah kau meletakan Sandeul disana dulu? Aku akan menemui appa sebentar ne?" Kyuhyun menganggukan kepalanya, ia menuju ke sofa yang tak jauh dari tirai pembatas antara ruangan ini dengan ranjang milik Chunhwa.
Dengan gerakan selembut mungkin Kyuhyun meletakkan Sandeul di sofa dan tersenyum lembut pada gadis kecil itu. Dengan keinginan yang entah di dapat dari mana, Kyuhyun mengecup pipi gembul Sandeul.
"Maafkan appa Minnie-ah, maafkan appa. Appa salah karena sudah mengekangmu terlalu keras." Suara lirih Chunhwa masih dapat Kyuhyun dengar. Ia mendudukan dirinya di karpet berbulu tepat di sampig sofa yang ditiduri Sandeul.
"Gwenchana appa, aku tau appa khilaf. Sudahlah, aku juga salah. Mianhae~" Kyuhyun masih dapat mendengar suara Sungmin yang sendu, ia hanya tersenyum. Sungmin memang polos dan baik hati.
"Appa ingin melihatmu bahagia Ming, maukah kau memenuhi permintaan appa?"
DEG
Entah kenapa Kyuhyun jadi mengingat saat dulu Donghae mengatakan Sungmin akan dijodohkan, mungkinkah kali ini juga? 'Tuhaann, kenapa nasib cintaku sengsara sekali~' batin Kyuhyun nelangsa.
Sungmin tak menjawab, namun Kyuhyun tau, diam artinya iya. "Appa dengar kau sudah memiliki anak darinya? Siapa namanya?" Tanya Chunhwa. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat, batinnya sudah sangat menderita untuk saat ini. "Lee..lee Sandeul, appa." Jawab Sungmin gugup. "Nama yang cantik. Kau memberi nama itu sendiri?"
"Tidak, Donghae membantuku memilih nama."
Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi, oh tuhan bunuh Kyuhyun sekarang juga. Itu lebih baik daripada membiarkan ia menderita seperti sekarang ini. "Bagaimana dengan appa? Sudah sehat?"
"Appa masih harus rehabilitasi, tapi appa sudah bisa banyak bicara, hehe.." Chunhwa terdengar terkekeh. "Minnie-ah, kau.. harus segera menikah dengannya."
DEGG DEGG
Kyuhyun mengangkat kepalanya, sekarang beban di hatinya makiin bertambah. Kyuhyun benar-benar ingin bunuh diri sekarang.
"Apa dia sudah memiliki kekasih? Kau meragukannya?"
"T-tidak appa, dia masih sama. Dan.. masih mencintaiku." Benar, Donghae masih mencintai Sungmin. Dari awal bertemu Donghae, Kyuhyun sudah tahu bahwa pria itu mencintai Sungmin, sama sepertinya.
"Baguslah kalau begitu. Appa harap kau dapat cepat menikah dengannya." Ucap Chunhwa santai, Sungmin diam, dan Kyuhyun makin menggalau. "Dimana cucuku?" Tanya Chunhwa lagi. "Dia tidur appa."
"Engg.." Erangan kecil lolos dari mahluk di atas sofa yang Kyuhyun senderi, namun seakan tuli Kyuhyun tetap merunduk, hatinya terlalu gundah untuk sekedar perduli. "Ahjusshi.." Panggil Sandeul sambil mengucek matanya, berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Sadar panggilannya tak digubris, Sandeul turun dari sofa dan hendak mencari mommynya. Ia hampir keluar ruangan jika tak mendengar suara mommynya yang tampak mengobrol dengan seseorang.
"Mommy?" Sandeul menyembulkan kepalanya diantara dua tirai itu. Ia dapat melihat jelas mommynya yang berbicara dengan seorang kakek tua. "Emm.. Hala..beoji?" Tanya Sandeul takut-takut. Chunhwa tertegun untuk sejenak, ia kemudian tertawa bahagia sampai meneteskan air matanya.
"Kemarilah cucuku.. Bagaimana kau bisa tahu kalau ini harabeoji hmm?" Tanya Chunhwa. Sungmin menuntun Sandeul dan menggendongnya untuk bisa duduk di ranjang Chunhwa. Sandeul tersenyum canggung, ia merunduk memainkan ujung bajunya dengan mata yang terus berkedip-kedip karena canggung.
"Mommy seling celita kalau kami akan beltemu halabeoji saat di kolea, aku juga pelnah liat poto halabeoji saat mommy menujukan buku potonya padaku." Aku Sandeul. Chunhwa tersenyum haru. Bahkan saat seperti ini pun cucunya mengenalnya, padahal sebelumnya ia tak pernah bertemu sama sekali.
"Apa Sandeul senang bertemu harabeoji? Apa Sandeul menyayangi harabeoji? Selama ini harabeoji tidak pernah menjenguk Sandeul. Bahkan saat kau lahir di dunia ini.." Chunhwa memeluk Sandeul dan menangis. Terlalu banyak hal buruk yang ia lakukan, tapi kenapa ia mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah saat dirinya bangun dari koma nya.
"Sandeul senang beltemu halabeoji, Sandeul juga sangat menyayangi halabeoji. Apalagi saat Sandeul tau kalau Sandeul punya halabeoji, Sandeul jadi melasa sepelti teman Sandeul lainnya. Eomma bilang halabeoji sedang sakit, jadi tidak bisa melihat Sandeul menangis peltama kalinya. Nah, halabeoji jangan nangis lagi ne? Salangheyo halabeoji~" Ucap Sandeul manja. Gadis kecil itu menghapus air mata yang mengalir di pipi harabeoji-nya, lalu memeluk harabeoji semata wayangnya.
"Gomawo.. gomawo Sandeul. Gomawo Minnie-ah, aku menyayangi kalian semua." Lama mereka berpelukan, Chunhwa mendudukan Sandeul tepat disampingnya. Ia mengelus rambut halus gadis kecil itu. "Apakah Sandeul sudah bertemu daddy?"
"Uhuk!" Sungmin nampak tersedak air ludahnya sendiri saat mendengar pertanyaan ayahnya yang diajukan pada anaknya itu. "Daddy? Papa memang bilang Sandeul akan beltemu daddy, tapi sampai sekalang Sandeul belum beltemu."
Chunhwa mengerutkan keningnya, Sungmin bilang sebelumnya ia bersama Kyuhyun? Tapi kenapa Sandeul bilang berlum bertemu daddynya? "Ah! Tapi Sandeul sudah beltemu sama ahjusshi yang pelukannya hangat halabeoji. Ahjusshi itu memang selalu mengatai Sandeul cebol dan cadel, tapi ahjusshi itu baik kok." Oceh Sandeul.
"Ahjusshi? Siapa namanya?"
PUKKK
Sandeul menepuk kepalanya dengan ekspresi lucu. "Aaduh, Sandeul lupa tanyain namanya! Tapi ahjusshi ada di lual kok, dia kayak lagi sakit gitu." Sungmin maupun Chunhwa mengerutkan keningnya. Sakit? "Sakit bagaimana Sandeulie?" Sungmin menyerit. Antara khawatir dan heran. Perasaannya bilang tadi Kyuhyun berada dalam kondisi baik baik saja.
"Ahjusshi hanya-"
Sandeul menghentikan ucapannya, dan ketiga orang disana serempak menoleh pada seseorang yang tiba-tiba muncul didepan ketiganya.
"Kyu?"
Sungminlah yang pertama kali mengeluarkan suaranya, kerutan sempat mampir di dahinya melihat keadaan Kyuhyun yang lebih acak-acakan dari terakhir dilihatnya. Ia menghampiri Kyuhyun, jarinya hendak menyentuh helaian rambut Kyuhyun yang terlihat sangat berantakan. Namun sebelum itu Kyuhyun sudah menangkap tangannya dan menurunkannya dengan lembut.
"Aku turut senang anda sadar, Chunhwa-sshi." Ucap Kyuhyun, tak menggubris pandangan Sungmin yang menatapnya heran. "Dan, aku harap kau segera menikah dan berbahagia dengannya Sungmin-ah."
Kyuhyun membalikan tubuhnya, ia hendak melangkah meninggalkan ketiganya sebelum genggaman tangan Sungmin di pergelangan tangannya menghentikannya. "Kyu~" Kyuhyun menolehkan kepalanya, menatap Sungmin melalui ujung matanya.
"Ku rasa… kau salah paham."
Kyuhyun mengerutkan keningnya, meskipun rasa galau masih berkecamuk di dadanya namun rasa penasaran kini memenuhi otaknya. Ia berbalik, kemudian menatap Chunhwa yang tersenyum menatapnya seolah mengatakan 'silahkan duduk' padanya.
Kyuhyun menurut, ia berjalan menuju kursi kosong di sebelah kursi Sungmin diikuti Sungmin yang juga duduk disampingnya.
"Kyuhyun-ah, aku… harus membicarakan ini padamu." Sungmin menatap dalam Kyuhyun, Kyuhyun hanya diam menyimak kata-kata Sungmin untuk selanjutnya, bahkan Sandeul yang biasanya rewel itu pun ikut diam.
"Kau pasti mendengar semua yang aku bincangkan dengan appa bukan?" Tanya Sungmin. Kyuhyun mengangguk, pria itu memang mendengar semua percakapan Sungmin dan ayahnya.
"Dan aku jamin kau pasti salah paham. Otak pendekmu itu kalau menyangkut perasaan sudah sensitif terlebih dahulu, jadi sulit berpikir dengan kepala dingin. Jadi, aku mau menjelaskannya disini." Cibir Sungmin.
Kyuhyun tersenyum kecut. "Ya, kau benar. Aku bahkan tak terlalu menyadarinya." Sungmin yang tadinya berniat mencairkan suasana kini kembali merunduk. Kyuhyun sudah benar-benar tenggelam dalam kesedihannya ternyata. "Jadi, apa yang ingin kau jelaskan disini Sungmin-ah?"
Sungmin tersenyum kecut, lagi-lagi Kyuhyun memanggilnya dengan panggilan tak akrab itu. "Aku-" Sungmin menghentikan ucapannya saat Chunhwa mencegahnya melalui gerakan tangannya.
"Biar aku yang jelaskan." Sungmin mengatupkan bibirnya. Ia menyerahkan semuanya pada appanya saat ini.
Chunhwa mengangkat tangan Kyuhyun untuk menumpuk tangannya dengan milik Sungmin. Sungmin maupun Kyuhyun menatap heran Chunhwa yang justru sibuk tersenyum sambil mengamati kedua tangan KyuMin yang bertumpukan. Bahkan Sandeul pun mengerjab-erjabkan matanya heran.
"Halabeoji?"
"Ne, Deulie-ya. Apa kau mau tahu siapa daddymu?" Tanya Chunhwa pada Sandeul. Sungmin melebarkan matanya, dan Sandeul hanya mengangguk bersemangat. Chunhwa tersenyum, setelahnya ia menatap Kyuhyun.
"Daddymu adalah… orang yang kau panggil Ahjusshi ini."
Kyuhyun melebarkan matanya, jantungnya berdetak cepat. Nafasnya tersenggal seakan nyawanya akan dicabut saat itu juga. Banyak kata yang ingin ia keluarkan, namun semuanya tertahan di tenggorokan.
"D-d-daddy?" Sandeul menatap tak percaya Kyuhyun yang juga kaget dengan kenyataan. "Mommy?" Sandeul menatap Sungmin yang menunduk, Sungmin mengangkat wajahnya, kemudian ia tersenyum seolah membenarkan perkataan harabeojinya.
"Dia anakku?" Satu kalimat akhirnya lolos dari tenggorokan Kyuhyun. "Bukankah dia adalah anak Lee Donghae?" Tanya Kyuhyun yang masih tak mempercayai kenyataan yang dihadapannya.
"Eh?" Sungmin menatap Kyuhyun kaget, Sandeul? Anaknya dan Donghae? "B-buahahahaha! Ap-a yang kau pikirkan Kyu? Haha.." Sungmin memegang perutnya dengan tangannya yang terbebas. Ia menatap Kyuhyun meski beberapa air mata keluar karena geli.
Sungmin dapat melihat telinga Kyuhyun yang memerah karena malu, ia menghentikan tawanya dan tersenyum saat Kyuhyun mulai bicara. "Sa-sandeul bilang marganya Lee, ku pikir karena ayahnya Donghae, jadi…" Kyuhyun memotong ucapannya, memikirkan hal itu benar-benar membuatnya galau tujuh turunan. Untunglah kenyataannya bukan seperti itu.
PAKK
"Aish!" Sungut Kyuhyun saat Sungmin memukul kepalanya dengan gulungan majalah. "Kau pikir yang marganya Lee hanya Donghae? Margaku juga Lee bodoh!"
"Yah! Kau bisa memakaikan margaku untuk anak itu!"
"Mana bisa! Kau saja belum menikah denganku!"
Kyuhyun bersmirk. Entah kenapa evilnya keluar lagi untuk saat ini. "Jadi kau ingin kita menikah dan mengubah marga Sandeul menjadi Cho? Ah, margamu juga Cho Sungmin."
Sungmin menatap horor Kyuhyun. Gawat, ia kelepasan. Tak dapat Sungmin pungkiri, evilnya Kyuhyun itu bisa datang kapan saja. "A-aku.." Kaki Sungmin bergerak gelisah, malu juga ketangkap basah begini.
GREBB
Sungmin merasakan kehangatan yang familiar kembali menjalar ditubuhnya. Kehangatan yang sudah tak ia dapatkan sejak tiga tahun lalu. "Aku, akan menikahimu Min. Segera." Kyuhyun melepas pelukannya, menatap dalam kedalam bola mata biru milik Sungmin. "Kita akan menikah dan bahagia bersama Sandeul. Aku bersumpah untuk itu."
Sungmin menutup matanya, mendengar kesuungguhan Kyuhyun di setiap kata-katanya adalah anugrah tersendiri bagi Sungmin. Ia balik menatap Kyuhyun dan tersenyum. "Aku menunggumu menepati janjimu itu Cho!"
!~*~*~!
"Daddy~"
"Hmm.."
"Daddy~"
"Ne?"
"Daddy~"
"YAK! Ada apa kau memanggilku terus hah?" Pekik Kyuhyun. Perepatan sudah mampir di kepalanya, sejak mereka menuju ke mansion keluarga Lee, Sandeul jadi lengket pada Kyuhyun.
"Aniyo. Sandeul hanya ingin membiasakan untuk memanggilmu daddy. Saat ini Sadneul melasa sepelti teman-teman Sandeul yang memiliki kelualga yang lengkap." Sandeul tersenyum pada Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Sandeul sendu. Ayah macam apa ia? Tidak memberikan anaknya sendiri kasih sayang layaknya seorang ayah. Selama ini pasti Sandeul merasa iri pada teman-temannya.
"Ne Sandeulie." Panggil Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sandeul dan tersenyum. "Maafkan daddy ne? Karena daddy baru muncul sekarang. Daddy janji tidak akan meninggalkan Sandeul lagi. Sandeul percaya pada daddy?"
Sandeul menatap Kyuhyun bingung, sedikit tak mengerti dengan ucapan daddynya. Meski tak mengerti sepenuhnya, namun Sandeul harus tetap tersenyum, itu lah yang Sungmin ajarkan padanya. "Sandeul pelcaya daddy, karena mommy bilang daddy itu sayang sama Sandeul."
Kyuhyun tersenyum haru, kemudian memeluk gadis kecil itu. "Ne, Sandeulie. Nanti jika ada yang bertanya siapa namamu, kau harus menjawab bahwa namamu adalah Cho Sandeul."
Sandeul mengangguk dalam senyumnya, ia mengerti. Karena daddynya bermarga cho, maka ia juga bermarga cho.
"Mommy!" Pekik Sandeul saat melihat Sungmin yang kini berjalan santai kearah mereka. Sungmin tersenyum dan mendudukan dirinya disamping Kyuhyun yang sedang memangku Sandeul. Dikecupnya pipi anak semata wayangnya itu, kemudian ia kembali beralih pada pria yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya.
"Jadi Kyu, apa kau benar-benar serius melakukannya secepat itu?" Tanya Sungmin pada Kyuhyun. Tanpa keraguan Kyuhyun mengangguk, ia menggenggam tangan Sungmin dan mengecup punggung tangan calon istrinya tersebut.
"Aku tidak pernah seserius ini Sungmin. Seminggu adalah waktu yang sudah cukup lama untuk menunggumu menjadi istriku."
"Aku bahkan baru sampai di korea siang ini Kyu, dan malamnya kita bertemu dan kau melamarku tepat pukul 10 malam tadi. Hahh itu sungguh keajaiban atau apa." Oceh Sungmin sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Kyuhyun, menatap Sandeul yang kini sudah tertidur lelap di pangkuan Kyuhyun.
"Ini bukan mimpi sayang."
CUP
Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir Sungmin merasakan bibir plump yang sudah sangat ia rindukan itu.
"Hmmnn~"
Kyuhyun semakin gencar menyerang bibir Sungmin, sedikit menggigitnya untuk mendapatkan akses masuk kedalamnya, yang tentu saja mendapatkan izin dengan mudah. "Kyuuhh~ ngg-ahh~" Seakan tuli, Kyuhyun tetap melakukan aksinya meski Sungmin berusaha melepaskannya. Kyuhyun mengerti, Sungmin khawatir dengan Sandeul di pangkuannya. Tapi ayolah, tiga tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk menahan luapan rindunya.
Kyuhyun melepaskan ciumannya, ia menatap Sungmin yang masih terengah karena ciuman barusan. "Dimana kamar Sandeul? Ayo lanjutkan dikamar." Sungmin menatap Kyuhyun horror, ternyata tiga tahun tak bertemu otak mesum Kyuhyun malah makin menjadi.
Kyuhyun kembali mengecup bibir Sungmin, kemudian menggendong Sandeul untuk meletakkan buah hati mereka dikamarnya. "K-kyuh tapi-" Sungmin hendak protes namun Kyuhyun malah membungkam bibirnya dengan kecupan di bibir. "Tak ada penolakan Min." Jawab Kyuhyun tegas, raut wajahnya menjadi sendu menit selanjutnya. "Kecuali jika kau sudah tidak mencintaiku."
"B-bukan begitu! Tapi.. Aish baiklah!" Kyuhyun nyengir semakin lebar saat Sungmin sudah mulai frustasi dengannya. Sungmin segera membuka kamar Sandeul dan membiarkan Kyuhyun meletakkan Sandeul di ranjangnya. Sungmin dapat melihat Kyuhyun yang mengecup kening gadis kecil itu dan setelahnya menatapnya lembut.
"Maafkan aku Ming."
Sungmin tertegun, ia menatap Kyuhyun yang kini terlihat sendu sambil menatapi wajah gadis kecilnya –ah bukan, gadis kecil mereka. Selang berapa menit kemudian Sungminn tersenyum lembut pada pria yang sampai sekarang masih dicintainya.
"Maafkan aku karena aku meragukan perasaanku padamu. Maafkan aku yang terus terpuruk pada pemikiran di masa lalu sehingga mengabaikanmu. Maafkan aku karena aku terlambat menyadari perasaanmu padaku. Maafkan aku…" Ucapan Kyuhyun terputus, tangannya sudah mengepal erat di ranjang Sandeul.
"Maafkan aku karena aku malah membuangmu." Sebulir air mata menetes dari pelupuk matanya, dan saat itu juga ia merasakan pelukan hangat di punggungnya. "Aku mengerti. Aku sudah mengerti semuanya." Kyuhyun dapat merasakan Sungmin yang bersender sepenuhnya pada punggungnya. "Dan aku juga sudah memaafkanmu tuan Cho."
Kyuhyun membalikan badan Sungmin, memegang kedua bahu pria mungil didepannya lalu menatapnya. "B-benarkah? Kenapa bisa begitu?" Tanya Kyuhyun tak percaya. Sungmin tersenyum kemudian menangkup wajah Kyuhyun. "Aku sudah mendengar semuanya dari Donghae." Kyuhyun tersenyum lega dan tanpa banyak pikir langsung direngkuhnya Sungmin kedalam pelukannya sambil terus bergumam. "Syukurlah, syukurlah."
"Tapi Kyuu~ ada syaratnya untuk memaafkanmu setulus hati!" Sungmin memoutkan bibirnya saat Kyuhyun sudah melepaskan pelukannya dan menatapnya. "Apapun akan kupenuhi! Bahkan jika aku harus kau siksa, tapi tolong jangan menjauh dariku. Kau pukul aku saja, tapi jangan pergi!" Ucap Kyuhyun panik. Sungmin terkekeh, "Hey yang ku minta bukan yang seperti itu."
"Lalu?"
"Kau harus menepati janjimu untuk mengubah margaku dan Sandeul sayang."
Kyuhyun tertegun, namun tak lama smirk mampir di wajahnya. "Itu sudah pasti akan segera ku lakukan sayang." Kyuhyun mengecup bibir Sungmin, memberikan lumatan-lumatan dan gigitan-gigitan kecil pada bibir Sungmin.
"Hngg Kyuhh~ Sand- deulhmpp.." Mengerti dengan apa yang Sungmin maksud, Kyuhyun menggendong Sungmin dengan tautan bibir yang belum terlepas. Dengan hati-hati Kyuhyun membawa Sungmin keluar dari kamar Sandeul ke kamar kosong terdekat untuk melanjutkan kegiatan mereka.
!~*~*~!
Sungmin menatap pantulan dirinya di cermin, sambil sesekali menyerit heran melihat penampilannya. "Apa ini bagus?" Kibum yang berada disana memutar bola matanya bosan, ini sudah yang ke sekian kalinya Sungmin mengatakan hal itu padanya.
"Haruskah aku membawa satu cermin lagi agar kau bisa melihat penampilanmu ini hah?" Jawab Kibum ketus. Sungmin hanya meringis kemudian kembali mematut dirinya dicermin yang kini tengah memakai tuxedo putih.
Sungmin menoleh pada Kibum yang kini menepuk punggungnya dan berdiri di sampingnya. "Akhirnya hari ini terwujud juga bukan?" Kibum tersenyum lembut semari menatap bayangan Sungmin di cermin. Sungmin mengangguk, "Ya. Kebahagiaan yang sejati selalu datang di akhir bukan?"
"Hum! Jadi Kibumie, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Sungmin menatap Kibum. "Aku berpikir untuk melanjutkan kuliahku di New York. Sayangkan kalau tidak di lanjutkan?"
"Benar juga. Apa kuliahku bisa dilanjut ya?"
"Tentu jika Kyuhyun mengizinkan. Tapi kupikir hal itu takkan terjadi, setelah kalian menikah Kyuhyun tak akan mengizinkan Sungmin-nya untuk berkeliaran dikampus bukan?"
Sungmin tertawa renyah. Benar, akhir-akhir ini Kyuhyun semakin proyektif padanya. Seperti saat mereka menyiapkan pernikahan ini.
"Ne Sungmin-ah!" Sungmin memekik kaget pada Donghae yang tiba-tiba muncul di pintu tanpa mengetuknya dahulu. Donghae hanya menatap polos seolah tak terjadi apa-apa, "Acara akan segera dimulai, bersiap ya."
Sungmin meneguk ludahnya gugup, ia menatap Kibum yang kini melambaikan tangannya dan menyuruhnya untuk tenang. Tak lama setelah kepergian Kibum, Chunhwa datang dan tersenyum padanya.
"Appa harap kau berbahagia sayang."
"Aku akan bahagia karena itu Kyuhyun appa, terima kasih karena mengizinkanku untuk bersamanya. Maafkan aku, karena nanti nama keluarga kita yang sudah susah payah appa bangun akan menjadi jelek karena anakmu ini menjadi gay dan menikah dengan pria."
Chunhwa tersenyum kemudian mengelus helaian rambut Sungmin yang kini sudah pirang seutuhnya. "Appa tak pernah takut jika orang-orang membenci appa, appa lebih takut jika kau membenci appa. Lagipula kini kebahagian appa adalah dirimu Sungmin."
Sungmin menutup matanya, setetes bulir bening jatuh dari kelopak matanya. Ia tersenyum kemudian memeluk Chunhwa dengan erat. "Gomawo appa, gomawo."
.
.
.
"Jaga anakku baik-baik Cho."
Chunhwa menepuk bahu Kyuhyun setelah akhirnya menyerahkan tangan ke dalam genggaman Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk mantap dan digenggamnya tangan Sungmin, mereka dengan kompak mereka menghadap ke pastur untuk mengucapkan janji suci mereka.
"Apakah anda, Cho Kyuhyun, bersedia selalu menemani Lee Sungmin saat senang maupun susah, bahagia ataupun sedih? Menjadi keluarga dan selalu mencintainya?" Ucap sang pastur.
"Saya, Cho Kyuhyun, bersumpah akan selalu menemani dan mencintai Lee Sungmin saat senang maupun susah, bahagia ataupun sedih. Menjadi keluarga dan akan selalu mencintainya selamanya dan sepanjang hidup saya." Ucap Kyuhyun mantap.
Sungmin tersenyum, ingin rasanya menangis saat mendengar Kyuhyun mengucapkan janji suci itu. Tapi ini bukanlah saat yang tepat, karena ia juga akan mengatakannya.
"Apakah anda, Lee Sungmin, bersumpah akan selalu menemani dan mencintai Cho Kyuhyun saat senang maupun susah, bahagia ataupun sedih. Menjadi keluarga dan akan selalu mencintainya?" Ucap sang pastur lagi, namun kali ini ditunjukkan kepada Sungmin.
Sungmin tersenyum, ia menarik nafas, sedikit melirik ke arah Kyuhyun yang nampak tak sabar menunggu jawaban darinya. "Saya, Lee Sungmin bersumpah akan selalu menemani dan mencintai Cho Kyuhyun saat senang maupun susah, bahagia ataupun sedih. Menjadi sebuah keluarga dan akan selalu mencintainya."
Setetes air mata turun dari sudut mata Sungmin, kali ini ia menangis karena bahagia. Keinginannya yang ia pikir tak akan pernah tersampaikan akhirnya tersampaikan juga, dan semuanya akan menjadi lengkap ketika mereka akan pulang ke rumah dengan Sandeul. Benar-benar sosok keluarga yang ia inginkan.
"Sekarang kalian dapat mencium pasangan anda."
Kyuhyun menangkup rahang Sungmin. Awalnya ia sempat terkejut melihat jejak air mata mengalir di pipi 'istri'nya ini, namun tak lama ia tersenyum saat Sungmin menatapnya dengan pancaran penuh kebahagiaan dan senyum di wajahnya. Dengan perlahan Kyuhyun menghapus jarak diantara mereka, Sungmin sudah menutup matanya, saat jarak hampir 2 cm Kyuhyun pun ikut menutup matanya.
CUPP
Bibir mereka bersentuhan. Ini bukan yang pertama kalinya memang, namun ciuman ini menjadi berbeda karena ini adalah ciuman pertama mereka setelah sah menikah. Mereka terus larut dalam ciumannya, ciuman yang awalnya lembut dan perlahan menjadi agak kasar. Tak ada yang berniat menghentikan mereka, karena memang hanya kerabat saja yang diundang, jadi pesta tak terlalu ramai.
Kyuhyun bersmirk di sela-sela ciumannya, ia merasa tidak puas karena Sungmin tak mendesah di ciuman mereka kali ini. Kyuhyun sedikit merubah arah tubuh keduanya sehingga sedikit menyerong, lalu tangan kanannya turun ke bongkahan butt seksi Sungmin. Diremasnya agar ia mendapat desahan dari Sungmin yang memang ia inginkan, Sungmin terkejut tentu saja, namun dengan sekuat tenaga ia menahan desahan itu.
Merasa tak kunjung dapat apa yang ia inginkan, Kyuhyun menuju ke bagian depan. Ia sedikit mengelus junior Sungmin dari luar, memberikan rangsangan-rangsangan pada bagian sensitif tersebut. Kyuhyun dapat merasakan Sungmin semakin menggigiti bibirnya untuk menahan desahan, namun Kyuhyun tak tinggal diam. Dengan gerakan cepat ia melakukan gerakan naik turun didepan junior yang masih berbalut kain itu, dan sampailah dipuncaknya ketika Kyuhyun meremas si junior itu dari luar, yang menimbulkan desahan cukup keras dari mulut Sungmin.
"A-aahmmnnhhh~!"
Sungmin membelalak kaget, sedangkan Kyuhyun bersmirk ria. Kyuhyun dapat merasakan, bahkan melihat jelas tonjolan di balik celana itu. Semua orang yang hadir nampak berbisik karena desaha erotis itu setidaknya membuat mereka dalam posisi tegang.
"Papa, ada apa sama mommy? Kenapa suala mommy jadi seksi gitu? Kayak di film yang seling papa tonton?"
Donghae terhentak dan menatap Sandeul horror saat anak itu tanpa sengaja membuka aibnya, ia hanya dapat meneguk ludahnya kasar merasakan aura hitam yang beredar dari Kibum. Chunhwa hanya tertawa garing mendengar celetukan cucunya dan melihat kelakuan menantunya yang sepertinya pervert itu. Bahkan hyung dan umma Kyuhyun –Heechul dan Ny. Cho- hanya speechless melihat kelakuan nakal putra mereka itu.
"K-kyu! Neo micheosseo!" (Kyu! Kau gila)
"Terima kasih sayang, kita akan lanjutkan dikamar nanti."
"M-mwo? Andwee~"
!~*~*~!
CKLEEKK CKLLEEKK
CKLEEK CKLLEKK
"Aish! Mommy kenapa sih? Kenapa Sandeul dikunciin di kamal sendilian? Tlus yang disebelah itu suala mommy sama daddy kan? Kenapa teliak-teliak gitu? Sandeulie kan mau tauuu~ hueee"
.
.
"Aahh ngghh Kyuhh~ San-deulhmm~"
"Biarkan saja Min ahh~ shh~ Nanti juga hnn~ diam sendiri sshh ahh~"
"Aah! Aah! More Kyunie! Hhmm sshh~"
"Ash your wish baby~"
END
a/n : Banyak readers yang protes tentang adanya TBC kemarin, nyahaha saya sengaja #plak. Mian ne kalau chapter ini gak memuaskan, soalnya author gak sempet review lagi. Maklum karena mau UTS jadi mendadak sibuk. Chap ini kayaknya paling panjang loh chingu, menurutku sih gitu. Makannya tolong komentar kalian tentang chapter ini ne?
Oh iya, author mau kasih bonus untuk ff ini. Author bakal kasih omakenya, dimana nanti diceritain pas Umin hamil nyehehehe~ Udah selesai setengah loh, tinggal butuh partisipasi readers aja untuk mereview.
Seperti biasa, author gak suka banyak cuap-cuap. Big thanks to Umin, Kyunie and others karena mau memerankan panpic ini hehehe. Dan terimakasih untuk Davichi karena sudah merinspirasi saya untuk pertama kali lewat MV nya di 'Don't say goodbye'. Dan untuk para readers yang setia mereview dari chapter awal maupun di tengah ataupun di akhir chapter, author masih inget nama-namanya loh. Dan very big thanks untuk laptop saya yang mau diajak kompromi saat pembuatan panpic ini muehehehe.
Maafkan author jika ada kecacatan di ff ini, karena auhtor pun masih amatiran. Gomawo buat yang review, kapanpun kalian review author selalu menghargai dan mencintai review kalian :D
Big Thanks to :
Minnie kyumin, dirakyu, Zen Liu, BluelfRose, HeeKitty, NaizhuAmakusa, Yefah, abilhikmah, Guest, lee sunri hyun, 5351, Ria, kyukyu, sissy, tarra, himCHANrin, Michelle lily, Fiction Girl Trapped, sary nayolla, Mayu ChoLee.
Untuk yang terakhir kalinya. REVIEW JUSEYO~ :)
