Prince Hadhi ESP
Present
A fanfiction
"60 Days"
.
.
.
"Bertubi-tubi rasanya, cobaan datang silih berganti.
Namun, ku masih ada tersenyum padamu, tak berkurang cintaku padamu.
Menghitung hari demi hari, kapankah kau yakin kepadaku?
Cintaku terlalu besar untukmu, tak mungkin aku meninggalkanmu walau kau berpaling dariku."
"
.
.
.
This
Is
A
Nineth Story
.
.
.
Enjoy the Story
.
.
.
"Baekki, kau jangan gila" hardik Eomma Baekhyun.
Baekhyun mendekati wanita paruh baya itu, dipegangnya kedua tangan wanita yang telah melahirkan dirinya kedunia ini. Baekhyun tersenyum manis penuh kelembutan pada Eomma-nya, "Aku serius, Eomma"
Ruangan itu hening seketika, hampir semua orang ada diruangan itu terkejut tak percaya mendengar permintaan cerai dari mulut seorang Baekhyun.
"Kau tidak benar-benar meminta cerai kan, Baekhyun-ah?" tanya ibu mertuanya—Eomma Chanyeol.
Baekhyun tersenyum kearah mertuanya, "Aku serius Eommoni, maafkan Baekki"
"Kenapa? Apa Chanyeol sudah tidak mencintaimu lagi?"
Netra Baekhyun memandang kearah Chanyeol, tepat saat itu juga matanya bertemu pandang dengan mata Chanyeol lalu beralih kearah mertuanya kembali.
"Bukan Eommoni, hanya saja cinta kita sudah tak lagi sejalan."
"Maksudmu tidak sejalan itu apa sayang?"
Baekhyun menengok kearah sumber suara—Ibunya.
"Sudah tidak ada cinta lagi disana, Eomma"
"Apa yang menyebabkan kalian seperti ini, ceritakan Baekki, Chanyeol-ah"
Suasana kembali hening tanpa suara, Baekhyun dan Chanyeol saling berpandangan satu sama lainnya. Pandangan Baekhyun kini beralih kearah Kris yang sedaritadi berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri, matanya seolah berbicara pada mata Kris dan Kris hanya tersenyum lembut pada Baekhyun.
"Aku mencintai orang itu, Eomma" gumam Baekhyun, sontak saja ucapan spontan yang melucur dari mulut Baekhyun lagi-lagi membuat kedua wanita tua itu kaget bukan kepalang.
"Jadi—"
"Iya Eomma, aku selingkuh dari Chanyeol. Aku yang menyakitinya, aku sudah tidak mencintainya lagi." Jelas Baekhyun.
Slash
"Coba kau katakan sekali lagi, Baekhyun-ah? Coba kau katakan sekali lagi, Eoh?"
"Sabar, Sooyoung-ah, jangan hilang kendali seperti itu" Eomma Chanyeol mencegah tubuh Eomma Baekhyun yang ingin menampar anaknya itu sekali lagi.
"Biar, biarkan aku memukul anak itu, Biarkan aku Yoona. Hiks... hiks..."
"Eomma.."
"Jangan mendekat, jangan dekati aku" Baekhyun berhenti seketika dari langkahnya saat Ibunya sendiri tidak ingin dirinya didekati. "Aku tidak pernah merasa melahirkan anak sepertimu"
"Eomma ... "
"Anakku itu baik ... hiks ... " Eomma Baekhyun memukul-mukul dadanya, "Anakku itu bukan seorang peselingkuh ... Hiks.. Tuhan ..."
"Eomma ... "
"Aku bilang jangan dekati aku, aku tidak sudi didekati oleh orang yang merusak rumah tangganya sendiri.. hiks ... Tuhan apa salahku sampai anakku seperti ini? Hiks.. hiks... "
Eomma Baekhyun memeluk tubuh besannya itu, "Sooyoung-ah, tak bisakah kau mendengarkan penjelasan dari Baekhyun dulu"
Baekhyun mencoba mendekati ibunya perlahan, "Eomma, aku minta maaf"
"Kau ingin bercerai bukan?"
Baekhyun bungkam, pikirannya berhenti seketika saat itu juga.
"Kenapa diam saja? jawab Eomma"
"Aku masih mencintainya, Eomma, aku tidak ingin bercerai dengannya" bukan itu bukan jawaban dari Baekhyun namu jawaban dari Chanyeol yang membuat semua pasang mata yang ada disana memandang kearahnya.
Chanyeol mendekati Baekhyun, dipegangnya kedua pundak Baekhyun. Ditatapnya kedua netra Baekhyun tajam. Baekhyun hanya bisa mengerutkan dahinya bingung dengan sikap aneh yang diperlihatkan Chanyeol saat ini.
"Kau bilang, Kau ingin aku memberimu kesempatan 60 hari padamu, tapi kenapa kau malah ingin mempercepat semuanya, Baek?"
—Ah, permainan.
"Bukan aku yang ingin mempercepatnya, Yeol. Tapi, kau sendiri yang menginginkan itu semua cepat berakhir bukan?"
Kini giliran Chanyeol yang mengerutkan dahinya, "Ma-maksudmu?"
"Dia" Baekhyun menunjuk tepat lurus kearah Kyungsoo, yang ditunjuk hanya bisa diam tanpa kata. "Sahabatku yang sekarang menjadi kekasihmu"
"APA?!" Kedua ibu mereka memekik tak percaya.
"Chanyeol, jelaskan pada eomma apa yang barusan dikatakan Baekhyun"
Chanyeol beralih pada ibunya itu, "Eomma, Chanyeol bisa jelaskan, ini tidak seperti yang eomma pikirkan"
Plakkk
"Kau juga berselingkuh, Eoh?"
Chanyeol menatap ibunya ragu bercampur takut, "I—iya, Eomma"
"Oh Tuhan, sebenarnya ada apa dengan kalian?" kini ibu Baekhyun yang bersuara.
"Mungkin memang sudah takdirnya jika kami harus berpisah Eomma"
Sooyoung menarik nafas sejenak, "Dulu, ketika kau meminta aku dan Appa-mu untuk menikahi dirimu dengan Chanyeol, kau begitu bersikeras bahkan kau mengurung diri didalam kamar tanpa makan dan minum selama tiga hari lamanya hanya demi kami meresetuimu. Tapi setelah dua tahun pernikahan kalian, begini akhirnya Baekhyun-ah?"
Baekhyun diam sejenak, pikirannya menerawan kekejadian dua tahun yang lalu dimana dirina begitu keras kepala untuk menikah dengan orang yang dicintainya, yang sekarang menjadi suaminya itu. baekhyun tertawa mengingat itu, dia dipandang aneh orang-orang yang ada diruangan itu karena tiba-tiba tertawa.
"Aku sebenarnya ingin mempertahankannya eomma, tapi ... " baekhyun memutus perkataannya dipandang wajah suaminya yang sedang berdiri dan menatapnya juga disampingnya. "Suamiku tak ingin lagi bersamaku"
"Benar begitu, Chanyeol-ah?" hardik Yoona.
Chanyeol mengusap lembut surai Baekhyun, "Sebenarnya aku masih mencintaimu, Baek"
Baekhyun tersenyum, dihentikan tangan suaminya yang sedang mengusap kepalanya, "Tapi, hatimu tidak, Yeol"
"Baek.."
Baekhyun menghea nafas, "Aku sebenarnya masih ingin memepertahankan pernikahan kita, aku sebenarnya masih ingin bersamamu, aku sebenarnya kau kembali mencintaiku seperti saat dahulu... "
Baekhyun menjeda ucapannya, kakinya membawa tubuhnya kearah sahabat baiknya— Kyungsoo. Ditatapnya Netra sahabatnya, Baekhyun tersenyum. Baekhyun berbalik sambil merangkul undak Kyungsoo. Semua orang yanga ada disana melihat kearah Baekhyun dan Kyungsoo.
"Yeol, Aku atau Kyungsoo?"
Bukan hanya Chanyeol yang membulatkan bola matanya ketika ditanya seperti itu oleh Baekhyun didepan dua orang tuanya, namun juga Kyungsoo yang ada disamping Baekhyun.
"Maksudmu sayang?"
"Biar Chanyeol memilih, Eomma. Aku belum pernah bertanya padanya tentang apa yang ada dihatinya, entah itu saat bersamaku atau bersama kekasihnya ini"
"Baek ... " Baekhyun menoleh kearah sumber suara—Kyungsoo.
Baekhyun tersenyum, "Kau tak perlu takut, Soo. Aku yakin Chanyeol bukan memilih diriku."
"Darimana kau bisa mempunyai kepercayaan diri bicara seperti itu? disaat rumah tanggamu berujung pada perpisahan, Baek?"
Baekhyun kembali mengehla nafas, "Aku tau sekali sifat suamiku itu, Soo. Jika dia telah memilih pada sesuatu yang dia sukai maka dia akan tetap memilih itu sampai sesuatu itu ada digenggamannya."
"Apa artinya kau akan melepaskannya?" tanya Kris diseberang sana, spontan saja semua pasang mata melihat padanya, Kris memandang panik. "Apa aku salah bertanya?"
"Entahlah ... " Sejenak Baekhyun memandang kearah Chanyeol, ibu dan mertuanya yang juga memandanginya. "... Sebenarnya aku ingin bertahan, maafkan aku Kris jika—"
"—Aku tahu, Baek. Tak perlu meminta maaf seperti itu. ini urusan keluarga, aku lebih baik pergi."
"Kris.."
"Aku akan mengabarimu nanti, Sampai jumpa" Kris melangkahkan kakinya keluar apartemen, keheningan kembali menyelimuti orang-orang ada didalam ruangan itu saat Kris sudah menutup pintu Apartemen.
"Kenapa dia mudah menyerah begitu?" gumam Chanyeol. "Apa dia tidak mencintaimu, Baek?"
Baekhyun tertawa kecil, "Entahlah, mungkin aku yang terlalu tega padanya karena aku masih mencintaimu, Yeol"
Hening kembali,
"Eomma bingung sekarang, bagaimana keputusannya Baek? Apa kau mau mencabut kata-kata cerai itu atau tidak?" Sooyoung mulai berbicara.
Baekhyun memandang kearah Chanyeol sejenak, kemudian beralih memandang pada Kyungsoo. "Sahabatku, apa kau mencintai Suamiku?"
"Baek ... "
"Ah, mungkin aku salah bertanya, Yeol jawab pertanyaan aku yang tadikuajukan padamu."
"Baek, sudah hentikan" Chanyeol berseru.
"Jawab saja Yeol, aku atau kekasihmu ini?"
Chanyeol mengedarkan pandangannya, netranya menatap pada Baekhyun, Kyungsoo, Ibunya dan mertuanya bergantian. Dalam hatinya, dia sungguh tak ingin melukai setiap hati yang ada diruangan itu. karena semuanya adalah orang yang saat Chanyeol sayang dan cintai.
"Masih berlakukan waktu 60 hari itu, Baek?"
"Kenapa kau tanya hal itu, Yeol?"
"Aku hanya ingin menepati janjiku"
"Tapi kau tak pernah menepatinya selama ini, Yeol. Bahkan, ini sudah 50 hari berlalu"
"60 hari apa maksudnya, Sayang?" Sooyoung bertanya bingung.
"Itu batas wakyu yang Baekhyun berikan pada Chanyeol, Eomma." Beritahu Baekhyun.
"Lalu hasilnya bagaimana, Chanyeol-ah?" Yoona ikut bertanya juga.
"Chanyeol tidak pernah menepatinya, Eomma" bukan Chanyeol yang menjawab melainkan Baekhyun.
"Kenapa, Chanyeol-ah? Apa karena dia?" Yoona menunjuk tepat kearah Kyungsoo dengan mimik wajah penuh marah, Yoona mendekat kearah Kyungsoo. "Kau ... "
Plakkk
Plakkk
"Eomma hentikan" Chanyeol mencegah ibunya untuk mencoba menampar Kyungoo untuk ketiga kalinya.
Plakkk
"Kau juga, seharusnya sebagai suami kau bisa menjaga keutuhan rumah tanggamu, bukannya berselingkuh dengan laki-laki jalang seperti dia."
"Yoona-ya, sudahlah. Kenapa kau jadi emosi seperti ini?" ibu Baekhyun mencoba menghentikan tindakan ggabah dari ibu Chanyeol.
"Sooyoung-ah, aku benar-benar tidak habis pikir dengan anakku ini."
Sooyoung menarik nafas dalam, "Sekarang keputusan kalian apa?"
"Aku—"
"Aku akan berusaha, Eomma. Untuk memperbaiki semuanya" dengan cepat Chanyeol memotong ucapan Baekhyun.
"Memperbaiki maksudmu?" Tanya Yoona.
"Masih ada sisa waktu sepuluh hari lagi, aku akan mencoba yang terbaik"
"Kau janji, Chanyeol-ah?"
"Aku berjanji, Eomma"
Yoona mengangguk, "Eomma pegang janjimu, dan cepat putuskan laki-laki ini. Eomma tidak suka melihatnya." Yonna lagi-lagi menatap sinis pada Kyungsoo, Kyungsoo hanya bisa menundukkan wajahnya.
Sooyoung mendekat pada Baekhyun dan memeluk anak yang sangat dicintainya itu, "Jika memang kau terluka sangat dalam, Jika memang kau tak bisa mempertahankannya, Eomma akan menerima segala keputusanmu, Sayang. Asal kau bahagia, Eomma pun ikut bahagia."
Baekhyun membalas pelukan ibunya, "Aku akan mencobanya Eomma"
Sooyoung meleas pelukannya, diusapnya pipi anaknya itu. "Jangan terlalu memaksakan diri sayang"
"Tidak Eomma"
"Kalau begitu, Eomma pamit dulu, Yoona-ya ayo kita pulang. Biar mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri."
"Hey, laki-laki perusak rumah tangga orang, walaupun kau nnanti menikah dengan anakku, aku tidak akan pernah merestuinya. Ingat itu" ancam Yoona pada Kyungsoo.
"Eomma jangan begitu pada Kyungsoo"
"YA! Aku tidak sudi jika kau menceraikan menantu kesayanganku, Chanyeol-ah, kalua sampai itu terjadi kau tidak akan aku anggap anak lagi. Ingat itu"
"Eomma ..."
"Sooyoung-ah, ayo kita pulang, Baekki sayang jaga dirimu baik-baik ya sayang"
Baekhyun mengangguk sambil tersenyum lembut pada mertuanya itu, "Iya, Eomma"
Kedua wanita paruh baya itu pun tak lama keluar dari dalam apartemen, menyisakan tiga anak manusia didalam sana.
"Sekarang bagaimana?" tanya Baekhyun seketika.
"Maksudmu?"
"Siapa yang kau pilih, Yeol? Aku atau Kyungsoo?" Baekhyun bertanya hal yang sama untuk kesekian kalinya.
Chanyeol menarik lengan Kyungsoo dan langsung merangkul bahunya saat Kyungsoo sudah mendekat pada dirinya.
"Entahlah, mungkin benar apa yang kau bilang pada Kyungsoo. Jika aku telah memilih pada sesuatu yang aku sukai maka aku akan tetap memilih itu sampai sesuatu itu ada digenggamanku"
Baekhyun menatap nanar dua sosok yang amat dicintai dan disayanginya, suami dan sahabatnya. "Jadi kau benar-benar ingin mengakhiri semuanya, Yeol?"
"Seperti katamu juga, kau ingin sebuah perceraian. Maka, aku akan mengabulkannya, Baek"
Baekhyun menunduk, dia menagnggukkan kepalanya. Sebenarnya dia menahan agar dirinya tidak menangis, "Tapi, aku minta sisa sepuluh hari kita kau tepati, Yeol"
"Apa yang kau harapkan, Baek?"
Baekhyun mengangkat wajahnya, terlihat matanya berkaca-kaca kini. "Aku ingin hanya ada kita berdua, tidak ada Kris atau pun Kyungsoo disana. Aku hanya ingin disisa hari kita bersama hanya ada kau dan aku saja, Yeol"
Chanyeol menoleh kearah Kyungsoo, seperti meminta sebuah persetujuan.
"Lakukan saja, Yeol. Toh, hanya sepuluh hari. Aku akan menunggu"
Chanyeol kembali beralih pada Baekhyun, "Oke, aku setuju. Tapi, aku tidak janji jika aku tetap bertahan padamu, Baek"
Baekhyun tersenyum, buliran airmata kini meluncur membasahi pipinya, "Tidak apa-apa, Yeol. Asal kau tetap ada disisiku, walau hanya sebentar saja. karena aku tidak akan memaksakan hatimu untuk kembali mencintaiku, karena aku tau hatimu sudah bersama yang lain"
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
© Prince Hadhi ESP
