.

.

.

Dragoste Eterna

.

.

.

.

Author : Gelda Lee

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort

ON-GOING

cast:

- Min Yoongi (BTS SUGA)

- Park Jimin (BTS JIMIN)

- Other BTS Members

- Other Kpop idol

Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story

"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?

Chapter 9- Time To End This

Pluckley Village, Sreaming Woods, England- 02 Agustus 1930

Malam itu Yoongi benar-benar tidak bisa tidur. Setiap kali dia mencoba untuk memejamkan mata, dia selalu melihat bayangan Jimin yang terluka parah dengan beberapa tembakan di sekujur tubuhnya. Yoongi tahu dia tidak sedang berhalusinasi, sejak dulu dia memang bisa melihat masa depan walaupun tidak terlalu akurat.

Yoongi khawatir tentang rencana Jimin untuk menerobos ke HQ Consociato Nationum, memang dia sudah setuju dengan itu tapi tetap saja dia ragu apa mereka bisa kembali dengan selamat dan berhasil.

Bagaimana jika mereka gagal seperti Hoseok dan Jisoo? Bagaimana jika mereka membuat kekacauan yang lebih parah? Bagaimana jika mereka dibuang ke Rechtszaal? Bagaimana jika mereka menerima hukuman yang lebih parah? Dan terlebih lagi, bagaimana jika dia kehilangan Jimin? pikiran itu terus menghantuinya.

Frustasi, yoongi memutuskan untuk keluar dan menenangkan pikirannya. Dia mengendap-endap agar tidak membangunkan Jimin, Taehyung, dan Jungkook. "hyung? Kau tidak tidur?" Tanya Jimin yang membuat Yoongi terlonjak saking kagetnya. "a-aku hanya ingin keluar mencari udara segar.." gumam Yoongi gugup. "hyung, lukamu masih belum pulih. Istirahatlah.." ujar Jimin.

"please Jim, aku tidak akan pergi jauh kok. Aku boleh keluar ya? Please?" sahut Yoongi sambil 'terpaksa' mengeluarkan puppy eyes dan aegyo untuk merayu Jimin agar namja itu mengizinkannya pergi. Jimin menghela nafas, "baiklah.. tapi kali ini aku ikut denganmu. Aku tidak mau kau dalam bahaya lagi" ujar Jimin sambil turun dari tempat tidur.

Mereka berdua berjalan di sekitar desa Pluckley. Desa itu memang lumayan sepi dan menyeramkan saat malam, tapi Jimin dan Yoongi sama sekali tidak keberatan dengan itu. Bulan memancarkan sinar yang terang, sehingga mereka bisa berjalan disekitar desa tanpa harus menggunakan penerangan apapun.

"hyung, kau ingat kan saat pertama kali kita bertemu? Saat itu bulan penuh dan sama cantiknya seperti sekarang.. seperti kau yang masih cantik seperti saat kita pertama kali bertemu. Yah, kau memang selalu cantik dimataku" gombal Jimin. pipi Yoongi memerah, tetapi dia cepat-cepat menutupinya.

"cih gombalanmu garing, dan kau juga masih sama jeleknya seperti saat aku pertama kali bertemu denganmu. Satu hal lagi, aku ini nmja jadi harusnya kau menyebutku tampan bukan cantik" ujar Yoongi sarkastik. Jimin tertawa, "tsunderemu masih belum hilang rupanya. Aku akan menganggap itu sebagai pujian Sweetheart " ujar Jimin yang langsung dihadiahi jitakan oleh Yoongi.

"da-dasar pendek bodoh.. kenapa aku bisa menyukaimu.." gumam Yoongi. "hmm, kau bilang apa tadi? Aku tidak dengar" ujar Jimin pura-pura tuli. 'dasar mulut sialan. Kau juga sialan Park Jimin' pikir Yoongi. "a-aku bilang, kenapa orang bantet menyebalkan sepertimu bisa ada di dunia ini" ujar Yoongi. Jimin terkekeh dan mendekatkan wajahnya kearah Yoongi, mencium pipi namja yang lebih tua darinya itu.

"lain kali bersikaplah lebih manis sedikit hyung, wajah imutmu tidak sesuai dengan sifatmu. Yah, aku sebenarnya tidak keberatan sih" kekeh Jimin. muka Yoongi memerah seperti kepiting rebus dan dia langsung menendang -ehem- 'masa depan' Jimin. "akh! Hyuuung!" teriak Jimin sambil memegang 'masa depan' nya yang mungkin sudah jadi telur dadar akibat tendangan maut Yoongi. "te-terlalu cepat 10000 tahun untuk menggodaku bocah!" teriak Yoongi, kemudian dia melesat meningalkan Jimin yang tertatih-tatih mengejarnya.

"aigoo, mereka benar-benar tidak romantis" gumam Taehyung dibalik semak-semak. Ternyata dia dan Jungkook tidak tidur dan justru membuntuti Jimin dan Yoongi yang sedang kencan dimalam hari. "aku setuju, ternyata Jimin hyung lebih menggelikan dari yang kubayangkan. Dan soal Yoongi hyung.. dia menyeramkan" gumam Jungkook sambil bergidik. "lebih baik kita kembali, aku tidak mau jadi sasaran amukan Yoongi hyung" gumam Taehyung. Jungkook mengangguk, "aku juga tidak mau" gumamnya. Mereka langsung keluar dari semak-semak dan melesat kearah gubuk secepat mungkin.

Consociato Nationum HQ, Unknown- 19 Agustus 1930

Jimin melihat bangunan Consociato Nationum dengan tatapan miris. Dulu, dia selalu berada disini karena dia adalah Leader dari Duisternis. Sekarang, kentah kenapa dia merasa bersalah telah mengkhianati rasnya, bahkan dia sudah lama menjadi buronan karena dicurigai akan membangkitkan kembali The Curse. Jimin benar-benar merasa miris, dulu dia bekerja keras agar bisa menjadi pemimpin yang terbaik. Sekarang dia membuang semuanya.. demi cinta.

Tiba-tiba, Yoongi menggenggam tangan Jimin erat. "kau tidak apa-apa?" Tanya Yoongi. Jimin mengangguk, "yeah.. aku hanya merasa miris melihat bangunan itu sekarang. Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang" gumam Jimin. "maafkan aku.. karena menyeretmu sampai sejauh ini" gumam Yoongi sambil menundukkan kepalanya. Jimin tersenyum lembut dan mengecup puncak kepala Yoongi, "aku tidak keberatan.. karena ku menyayangimu" ujarnya.

Yoongi melepaskan genggaman tangannya dan memukul pelan bahu Jimin, "diam kau keparat.." gumam Yoongi dengan muka memerah. Jimin tertawa dan berniat untuk mencium Yoongi, tetapi ada suara seseorang berdehem untuk menginterupsi mereka berdua.

"kalau kalian ada waktu untuk lovey dovey, lebih baik gunakan itu untuk bergerak.. kita kehilangan banyak waktu" sahut Taehyung dan disertai anggukan dari Jungkook. Jimin menghela nafas, "baiklah, dasar cerewet" gumam Jimin. mereka langsung melesa menuju bangunan Consociato Nationum. Strategi? Hancurkan semuanya sampai tidak ada seorangpun yang tersisa. Itulah strategi yang sering digunakan oleh Jimin, Jungkook, dan Taehyung. Tentu saja strategi itu juga berlaku untuk sekarang.

Seorang namja dengan surai brunette sedang menatap sesuatu didepannya dengan perasaan gelisah. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi di tempat dia berdiri sekarang, tetapi dia tidak bisa memprediksi apa itu. Tiba-tiba, seorang penjaga datang menghampirinya dengan wajah pucat. "ada apa?" Tanya namja itu.

"tuan Kyuhyun… ada penyusup yang masuk dan mengacaukan Consociato Nationum.." ujar sang penjaga. "peyusup?" Tanya Kyuhyun. "ya, dua diantara mereka adalah buronan. Park Jimin dari ras Duisternis dan Min Yoongi dari ras Vypnout.." ujar sang penjaga. Kyuhyun tersenyum misterius, "sudah kuduga.. tangkap mereka" gumamnya. "siap tuan!' ujar sang penjaga, kemudian dia berlari keluar ruangan. Kyuhyun menatap sesuau yang didepannya dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. "jadi kalian mengincar altar ini hm? Akan kupastikan kalian tidak akan pernah bisa menyentuhnya.." gumam Kyuhyun.

Sementara itu, di gedung Consociato Nationum telah terjadi pertumpahan darah yang sangat besar. Tentu saja saking kuatnya ras Vypnout dan Duisternis, semua ras yang bersatu disana tidak akan cukup untuk melawan tiga Duisternis dan satu Vypnout. "sial, ini tidak ada habisnya!" teriak Yoongi sambil mematahkan leher salah satu penjaga. "yeah, tapi kita harus cepat!" teriak Jimin sambil menendang kepala salah satu penjaga.

Tiba-tiba, beberapa peluru melesat dan mengenai punggung serta kedua kaki Jimin. Jimin terjatuh dan meringis kesakitan. "Jimin!" teriak Yoongi. Dia langsung berlari mendekati Jimin dan langsung mengenali peluru kelemahan Duisternis yang sekarang bersarang di tubuh Jimin. Yoongi ingin meminta pertolongan tetapi Taehyung dan Jungkook terlalu sibuk bertarung sehingga mereka tidak menyadari apa yang terjadi.

"sial, siapa yang melakukan ini.." gumam Yoongi sambil berusaha mencabut peluru dengan menggunakan belati di sakunya. Tiba-tiba terdengar suara licik dan kejam dibelakangnya, "percuma saja, peluru itu juga sudah terisi racun. Dia tidak akan selamat". Yoongi menoleh dan kaget melihat siapa yang berada dibelakangnya. "tu-tuan Kyuhyun.." gumam Yoongi dengan suara bergetar, sementara Kyuhyun hanya menyunggingkan smirk kemenangan.

TO BE CONTINUED


YO, GELDA LEE HERE! akhirnya update lagi, dan maaf klo typo masih bertebaran dimana-mana T-T yup, ini sudah mendekati akhir bung! semangat! wkwk

btw maaf klo ceritanya suka kependekan, gue kadang bingung mau naruh TBC dimana dan tiap kali gue ngerasa itu udah cukup panjang pas dicek lagi ternyata masih kependekan.. gue emang ga bisa lepas dari 1K limit (sebutan gue untuk saat dimana gue ga bisa ngetik lebih dari 1K) T_T

Lastly, Mind To Review? don't be a siders plese ^^

regards,

Gelda Lee