Chapter 4

.

.

Preview last part

.

.

Tapi kenapa aku masih ketakutan...

Aku takut Kai..

Aku ingin percaya tapi aku takut...

.

Kyungsoo terdiam tapi wajahnya dengan cepat memerah

"Kyung... apa kau sudah mengeceknya? Kau pernah melakukannya kan?" cecar Suho

Kyungsoo terdiam

Oh tidak...

Kyungsoo mengharapkannya, tapi tidak secepat ini..

Ia harap perkiraan Suho salah...

.

.

.

Kyungsoo menggenggam erat benda kecil di tangannya.

Oh tidak.

Jangan

Satu saja cukup

Kumohon!

Kyungsoo menutup matanya erat.

Dan ketika ia membukanya

Kyungsoo terduduk lemas

"Dasar Kai gila! Aku akan membunuhnya!" kesal Kyungsoo

"Kyung! Lee Kyungsoo!" teriakan Kai terdengar dari luar kamar mandi.

Brak

"Kyung..."

Kyungsoo menatap Kai kesal,

"Kyungsoo... ada apa?" Kai mencoba bertanya meskipun sedikit kaget dengan ekspresi Kyungsoo sekarang

"YA! Kim Jongin! Kau ingin mati hah?!" Kyungsoo berteriak kesal melempar semua barang yang ada di kamar mandi ke arah Kai.

"Ya! Kenapa Kau melemparku! Eoh?"

Kai mengambil benda panjang berwarna putih yang jatuh tepat di kakinya.

"Kau... hamil?" tanya Kai kaget

Kyungsoo melempar kotak tissue yang ada di tangannya kesal ke lantai, lalu terduduk di lantai sambil menunduk.

"Aku harus bagaimana..." bingung Kyungsoo

Kai menatap Kyungsoo lagi, entah harus senang atau tidak, hanya saja seharusnya ini menjadi kabar gembira, tapi...

"Kyung..." panggil Kai lembut

Tapi kyungsoo tidak bergeming, ia hanya terus menunduk.

Kai memeluk tubuh mungil Kyungsoo,

"Apa yang kau takutkan?" tanya Kai lagi, menarik dagu Kyungsoo untuk menatap matanya.

Kyungsoo menatap Kai ragu

"Aku akan menjagamu, dan calon anak kita, percayalah..." ucap Kai lembut,

"dan setelah ia lahir, kita akan segera menikah," ucap Kai lagi lalu meraih Kyungsoo dalam pelukannya,

"Kai..." ucap Kyungsoo pelan

"Aku takut..." tambahnya lagi,

Kai tersenyum lalu menggendong tubuh mungil Kyungsoo ke kamar, dan menidurkannya di sana.

Mengusap puncak kepala Kyungsoo pelan lalu mengecupnya lembut.

"Tidurlah, kau butuh istirahat," suruh Kai,

Tidak lama Kyungsoo pun tertidur.

Tapi raut wajah Kai berubah, Kai panik.

Kai turun dari ranjang Kyungsoo lalu mengambil jaketnya dan bergegas pergi meninggalkan apartmentnya.

.

.

.

"Kyungsoo hamil," ucapnya singkat

Gadis cantik itu terlihat sangat terkejut,

"Lalu..." balasnya

"Kita harus menghentikan semua ini," ucapnya lagi

"Tidak bisa! Aku mengandung anakmu lebih dulu! Dia yang harus menggugurkan kandungannya!" teriak gadis itu

"Krystal!"

"Kai!"

"Aku tidak bisa meninggalkan Kyungsoo!" teriak Kai lagi,

"Lalu kau akan meninggalkan anakmu yang ada di dalam rahimku?" tantang Krystal

Kai terdiam lalu membalik badannya membelakangi Krystal,

Krystal maju mendekati Kai yang memunggunginya, ia memeluk Kai dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Kai.

"Kai... aku tidak bisa hidup tanpamu, dan aku tahu... kau juga masih mencintaiku, ya kan?" tanya Krystal lembut, sambil menggerakkan tangannya nakal ke alat kelamin Kai,

"Krys...sh..." desah Kai,

Tapi tangan Krystal justru semakin berani membuka celana Kai dan menyusup masuk ke dalam,

"Krys...sh... aku mohon... sh... hen...sh tikan..." desah Kai semakin keras

Bukannya berhenti, tangan Krystal justru semakin nakal menggerayangi kejantanan Kai.

"Aku tahu kau menyukainya Kai, " ucap Krystal setengah mendesah, berusaha menggoda Kai.

Kai berbalik dan mendorong Krystal sampai berbaring di kasur,

Krystal tersenyum licik,

Kai membuka pakaiannya satu persatu dan mulai menggerayangi tubuh Krystal.

Sesaat, Kai melupakan Kyungsoo.

Dan hal ini terjadi lagi,

Kesalahan ini terjadi lagi.

.

.

Kyungsoo terbangun dengan keringat mengucur deras di pelipisnya.

Ia menoleh ke samping, tapi tidak menemukan Kai disana.

"Kai..." panggil Kyungsoo

Tidak ada jawaban

"Kai..." panggil Kyungsoo lebih keras

Tetap tidak ada jawaban

"Kai..." Kyungsoo turun dari kasur sambil tetap memanggil nama Kai

Ia berjalan tertatih, entah kenapa ia merasa tubuhnya lemas sekali, apa mungkin efek dari bayinya.

Kyungsoo berjalan keluar dari kamar dan tidak menemukan siapa-siapa di luar.

Kyungsoo berjalan ke arah sofa dan terduduk lemas disana.

"Kai..." panggilnya lagi, meskipun ia tahu ini sia-sia,

Tok

Tok

Kyungsoo berjalan lemah kearah pintu apartment, ia berharap itu Kai.

Cklek

"Kyung..."

"Kris ge..." ucap Kyungsoo lemah

Kepala Kyungsoo serasa berputar dan perlahan, ia kehilangan kesadarannya.

"Kyungsoo!" kaget Kris ,langsung menangkap tubuh mungil Kyungsoo dan membawanya ke rumah sakit.

.

.

.

Perlahan Kyungsoo membuka matanya, matanya sedikit menyipit ketika dirasanya cahaya mulai masuk ke matanya.

"Kyung..."

Kyungsoo mengerjap beberapa kali, sampai akhirnya ia menoleh ke samping dan menemukan seorang namja cantik dengan wajahnya yang lembut namun terlihat khawatir memanggilnya.

"Lay hyung..." panggil Kyungsoo

"Syukurlah kau sudah sadar Kyungsoo, Kris cepat panggil dokter!" suruh Lay,

Kris yang berdiri di ujung ranjang Kyungsoo bergegas pergi keluar,

"Aku dimana?" tanya Kyungsoo

"Kau ada di rumah sakit Kyung," jawab Lay

"Kenapa aku bisa ada disini hyung?" tanya Kyungsoo bingung

"tadi aku dan Kris ke apartmentmu, tiba-tiba kau pingsan ketika baru saja membuka pintu, jadi aku dan Kris langsung membawamu kesini," ucap Lay lembut,

Kyungsoo mengangguk lemah,

Tak berapa lama Kris masuk bersama seorang dokter,

Dokter tersebut memeriksa keadaan Kyungsoo

"Tubuhmu masih sangat lemah, kandunganmu juga sangat lemah, jangan terlalu lelah, karena itu bisa membahayakan kandunganmu, istirahatlah yang cukup, saya permisi dulu," jelas dokter tersebut,

Kris dan Lay menunduk sedikit lalu Kris mengantarkan dokter itu ke luar ruangan.

Kris masuk dengan ekspresi yang sulit diartikan, mungkin lebih mendekati... dingin...

"Dimana bajingan itu?" tanya Kris tiba-tiba dengan gusar

"Kris! Kyungsoo baru sadar dan kau bertanya seperti itu!" omel Lay,

Kyungsoo menatap lemah ke arah Kris,

Ekspresi Kris melunak, meskipun sebenarnya ia ingin sekali menemukan Kai dan mencekiknya sekarang juga

"Aku tidak tahu dia dimana..." ucap Kyungsoo

"bagaimana mungkin ia tidak disampingmu ketika keadaanmu lemah begini!?" kesal Kris

"Aku tidak tahu ge... mungkin saja dia ada urusan mendadak," bela Kyungsoo

Kris diam lalu keluar dari ruangan itu,

Brak

Terdengar pintu ditutup dengan keras

Kyungsoo menghela napas keras

"Jangan pedulikan dia Kyung, kau tahu sendiri dia seperti apa, dia hanya khawatir..." ucap Lay

Kyungsoo mengangguk kecil mengiyakan

"Lebih baik kau istirahat sekarang," ucap Lay lagi,

Kris berdiri diam di depan pintu, sambil menutup matanya erat, ia kesal sekali rasanya.

"Jangan katakan pada Kyungsoo..."

Kris membuka matanya dan menoleh ke samping,

Dilihatnya Suho duduk di kursi tunggu di depan kamar Kyungsoo.

"Apa?" tanya Kris

"Kau tahu apa maksudku, tapi Kyungsoo masih sangat lemah," ucap Suho lagi

"Tapi dia berhak tahu!" ucap Kris kesal

"Kalaupun ia tahu! Dia akan semakin terpuruk! Itu berbahaya bagi kandungannya!" ucap Suho berusaha meyakinkan Kris

"Argh!" Kris menggeram kesal lalu meninggalkan Suho begitu saja,

Suho hanya menghela napas pelan, karena ia tahu, kris tidak akan melakukan sesuatu yang akan membahayakan Kyungsoo.

"Argh!" Kris memukul keras kemudi di depannya,

Ia jelas tahu dimana bajingan bernama Kai itu berada sekarang. Ia bisa saja kesana dan mencekiknya sekarang juga, tapi ia rasa kata-kata Suho benar, hal itu malah akan membahayakan Kyungsoo.

Kris merasa bodoh sekali saat ini, karena ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk Kyungsoo.

.

.

Cklek

"Kyung..." panggil Kris lembut

Dilihatnya Kyungsoo memegang ponselnya bingung

"Ada apa?" tanya Kris

Kyungsoo menggeleng pelan

Menepuk kursi di samping kasurnya, mengisyaratkan Kris untuk duduk di situ. Kris pun menurut.

Kyungsoo menelepon Kai berkali-kali tapi tidak ada jawaban.

"kai... kau dimana..."

Klik

"Yeoboseyo?" terdengar suara yeoja dari seberang sana

Deg

"Ne... siapa ini?" tanya Kyungsoo

"aku Krystal, anda siapa ya?"

Deg

Kris membelalakkan matanya, buru-buru mengambil ponsel Kyungsoo dan mematikannya.

Kyungsoo memandang kosong ke depan.

"Kyung..." panggil Kris lembut

"Kai... " ucap Kyungsoo pelan

Ingin sekali rasanya Kris menarik Kai dan menonjoknya sekarang juga, ia benci sekali melihat Kyungsoo seperti ini.

"Kyungsoo, kau harus istirahat, berbaringlah..." suruh Kris, membantu Kyungsoo membaringkan tubuhnya di kasur perlahan.

Baru saja Kris akan pergi, Kyungsoo menahan tangannya.

"Ge... bisakah kau menemaniku disini?" ucap Kyungsoo pelan

Kris tersenyum lalu mengangguk, mendudukkan dirinya di sebelah Kyungsoo dan menggenggam tangannya erat.

Berusaha menenangkannya, berusaha menghangatkannya.

Ia tahu Kyungsoo terluka, tapi ia juga tahu Kyungsoo tidak akan menunjukkannya.

.

.

"Yeoboseyo..."

Deg

Namja tampan itu terdiam

"Yeoboseyo? Ini siapa ya?"

"Minseok..." akhirnya dia bicara juga,

Namja di seberang sana diam, tidak menjawab, karena ia sadar, ia mengenalnya bahkan hanya dari suaranya.

"Junmyeon..." jawabnya

Suho menghela napas pelan, berusaha menenangkan hatinya. Setelah sekian lama, ia mendengar namja ini menyebut namanya lagi. Nama aslinya.

"Maaf aku menelepon selarut ini, hanya saja.. ini tentang Kyungsoo dan Kai, aku rasa kau harus tahu, tapi hanya kau, jangan beritahu Lee sajangnim ataupun Taemin tentang ini," jelas Suho

"Maksudmu?" tanya Xiumin bingung

"Jadi..."

.

.

Cklek

Plak

"Ya!... Hyung..." Kai menatap kaget namja di depannya, Xiumin sekarang berada di depannya entah bagaimana bisa

"Ikut hyung sekarang," ucap Xiumin tegas

"Hyung..."

"kai.. siapa itu?" terdengar suara wanita dari dalam,

Xiumin mengernyitkan dahinya, dan melihat Krystal keluar dari kamar dan menatap kaget ke arahnya.

"M..min..minseok oppa!" kaget Krystal

Xiumin menatap Krystal jijik

"Sudah kuduga..." ucapnya

"Ikut hyung sekarang, Kai!" suruh Xiumin lagi,

Kai tidak berkutik, ia hanya mengambil jaketnya dan mengikuti hyungnya pergi

.

.

Plak

Kai diam, ia tidak meringis kesakitan.

"Kau keterlaluan!" bentak Xiumin kesal

Ia tidak pernah berpikir adik yang paling dibanggakannya bisa berbuat sebodoh ini.

"Kau tahu Kyungsoo sedang hamil, bisa-bisanya kau meninggalkan Kyungsoo sendiri dan tidur dengan wanita lain!"bentak Xiumin lagi

Tapi Kai hanya menunduk, sepertinya ia baru cukup sadar untuk berpikir bagaimana keadaan Kyungsoo sekarang.

"Hyung..."

"Apa!" balas Xiumin kesal

"Kyungsoo... dimana dia?" tanya Kai pelan

"Kau masih bisa memikirkan Kyungsoo?!" sindir Xiumin,

"Hyung..."

"Kyungsoo masuk rumah sakit,"

"APA!" kai membelalakkan matanya kaget, ia tidak menyangka masalahnya jadi serumit ini.

.

.

.

Cklek

"Eoh... Kai-ssi," ucap Lay yang sedang duduk di samping Kyungsoo,

Kai membungkuk sedikit lalu memandang ke arah kasur

Kyungsoo sedang tertidur pulas, wajahnya pucat, badannya yang mungil terlihat sangat rapuh, Kai merasa sangat bersalah meninggalkan Kyungsoo sendirian.

Kai berjalan ke sisi lain kasur Kyungsoo, ia menyentuh tangan Kyungsoo lembut, terlihat rapuh sekali sehingga Kai takut menyakitinya.

Cklek

Kai berbalik, dilihatnya Kris yang juga menyadari keberadaannya.

Kris menatap tajam ke arahnya, dan berjalan menghampirinya.

"Kau!"
Kris mencengkeram kerah Kai, tapi Kai diam saja, ia tahu ia pantas mendapatkannya.

"Kris ge! Sudahlah," lerai Lay

"Kau benar-benar manusia biadab!" bentak Kris

Bugh

Kai tersungkur di bawah kasur Kyungsoo,

Kai menyentuh bibirnya yang robek karena dipukul Kris,

Ia sadar ia pantas mendapatkannya.

"Kris ge... sudahlah, Kyungsoo butuh istirahat," ucap Lay berusaha melerai mereka

"Tidak bisa Yixing! Dia terlalu brengsek untuk dibiarkan! Biarkan dia merasakan sakit yang Kyungsoo rasakan!" bentak Kris lagi lalu menarik kerah Kai lagi

"Pukul Kris, pukul saja aku, aku memang brengsek!" teriak Kai ke arah Kris,

Baru saja Kris akan memukul Kai lagi,

Untungnya Suho datang dan langsung melerai mereka berdua

"Cukup! Kalian gila! Ini di rumah sakit! Kyungsoo sedang sakit! Apa yang kalian lakukan!" bentak Suho ke arah mereka berdua

Kai dan kris terdiam dan saling menatap tajam

"Ugh..."

Semua orang disitu teralihkan ke asal suara

Keringat mengalir deras di dahi Kyungsoo, wajahnya terlihat semakin pucat

"Ugh... sakit..." keluh Kyungsoo

Kai dengan panik menghampiri Kyungsoo yang sedang memegangi perutnya.

"Kai... sakit..." ucap Kyungsoo lagi, masih dengan mata tertutup,

Perlahan ia membuka matanya dan menyadari keberadaan Kai.

"Kai..." panggilnya lemah,

"Aku disini Kyung... aku disini... maaf meninggalkanmu," ucap kai sambil menggenggam tangan Kyungsoo erat

"Suho oppa, cepat panggil dokter!" suruh Lay

Masih dengan menahan sakit, Kyungsoo justru melepaskan genggaman tangan Kai.

"Kyung..." panggil Kai melemah

"Kris ge..." panggil Kyungsoo

Kai menoleh ke arah Kris yang buru-buru menghampiri Kyungsoo

"Minggir," suruh Kris dingin

Kai mundur dari sisi kasur Kyungsoo dan membiarkan Kris menenangkan Kyungsoo.

Kai membeku di tempatnya, semudah itukah Kris menggantikan tempatnya di sisi Kyungsoo.

Tapi...

Haruskah ia bertanya pada dirinya sendiri, secepat itukah ia meninggalkan Kyungsoo demi Krystal.

"Akh!" Kyungsoo meringis makin keras,

"kyung... sabar sebentar ya,"

Tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Kyungsoo,

"Keadaan bayi dan ibunya terlalu lemah, sepertinya ibunya terlalu tertekan, ditunjang pula oleh usia kandungannya yang masih terlalu muda, ia bisa saja keguguran kalau terus seperti ini," jelas sang dokter

Deg

Kai memaku di tempatnya.

Kai memandang tubuh mungil Kyungsoo yang terbaring lemah tak berdaya.

Wajahnya terlihat sangat pucat.

Ia menyakitinya

Ia menyakiti Kyungsoo

Bahkan,

Ia menyakiti anak mereka.

"Lebih baik kau pergi dari sini," ucap Kris dingin tanpa mengalihkan perhatiannya dari Kyungsoo

"Kris ge... biarkan Kai menemani Kyungsoo," ucap Lay lembut

Kris menatap Lay tajam

Tapi Lay yang sudah tahu akan sifat kakak sepupunya itu tidak bergeming

"kau tidak lihat! Dia sudah menyakiti Kyungsoo!" ucap Kris dingin

"Tapi... dia tunangannya, biarkan mereka ge..." pinta Lay lagi,

Kris mengalihkan tatapannya ke arah Kyungsoo yang berbaring lemah, mengecup telapak tangan Kyungsoo pelan. Lalu pergi dari situ diikuti Lay.

Kai berjalan perlahan menghampiri Kyungsoo yang tertidur.

Mengelus pipi Kyungsoo lembut,

"Kyung... maafkan aku..." ucapnya lembut

Berharap Kyungsoo bisa mendengarnya.

Perlahan tangannya bergerak ke arah perut Kyungsoo yang masih rata. Tapi ia tahu ada kehidupan disana, kehidupan yang ia rajut bersama Kyungsoo. Calon bayi mereka.

"Aegi (bayi), ini appa, dokter bilang kau sangat lemah, tapi appa tahu kau lebih kuat dari apa yang mereka bayangkan, bertahanlah demi appa dan eomma, jangan nakal, kasihan eomma kesakitan," ucapnya lembut sambil tersenyum, tapi perlahan airmata jatuh di pipinya.

"Maafkan appa sayang, appa sudah menyakitimu bahkan sebelum kau hadir di dunia," ucapnya lagi

Kai menyesal

Ia sangat menyesal

Apalagi yang harus dia lakukan sekarang.

Bagaimana ia bisa membahagiakan Kyungsoo kalau ia terjebak dalam sebuah kesalahan sekarang.

Kai menggenggam tangan Kyungsoo erat. Berharap Kyungsoo bisa merasakan penyesalannya sebelum terlambat.

Ia terlalu mencintai Kyungsoo dan tidak ingin kehilangannya.

Tanpa ia sadari, Xiumin memerhatikan mereka sejak tadi. Xiumin tersenyum tipis, ia tahu adiknya sangat mencintai Kyungsoo. Entah bagaimana caranya ia ingin sekali menyingkirkan Krystal dari kehidupan adiknya.

Xiumin menutup pintu kamar rawat Kyungsoo perlahan. Lalu berbalik dan menemukan seseorang yang setia duduk disana.

"Minseok..." panggilnya

Merindukannya?

Sangat

Jangan tanyakan berapa kali Xiumin berharap ia akan kembali meskipun Xiumin tahu itu tidak mungkin.

"eoh... Suho..." jawabnya

Mereka hanya saling berpandangan

Xiumin tidak memanggil Suho dengan nama aslinya, karena Xiumin tahu ia sudah tidak berhak, tidak seharusnya. Terlalu dekat.

Mereka hanya berpandangan dalam diam.

Tidak bicara. Hanya saling memandang.

Suho dan Xiumin sama-sama tahu ini salah. Tapi bahkan mereka tak ingin menyadarinya, hanya sebentar. Melepas segala kerinduan dan perasaan yang tertahan.

Hanya saling memandang.

"Kyungsoo sudah bisa pulang besok," ucap Suho tanpa melepas tatapannya dari namja manis itu.

"Baiklah, aku akan menjemputnya besok," jawab Xiumin, sama, tanpa melepaskan tatapanya dari Suho.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Suho,

"baik... sangat baik, bahkan lebih baik," jawab Xiumin yakin

Suho tahu Xiumin berbohong. Xiumin mungkin pendiam, dan bisa membohongi siapapun, tapi tidak dengan Suho, ia mengenal Xiumin, sangat mengenal Xiumin.

"oee..."

Suara tangisan bayi mengalihkan perhatian keduanya.

Tanpa mereka sadari tak jauh dari mereka, berdiri Lay menggendong anaknya dan Suho.

Xiumin sadar akan posisinya dan langsung menghampiri Lay sambil tersenyum manis.

"Apakah kau Lay? Istrinya Suho?" tanya Xiumin sambil tersenyum,

Meskipun hatinya terasa sakit ketika menyebut kata 'istri Suho'

Lay tersenyum, manis sekali, lalu mengangguk

"perkenalkan, aku Xiumin, kakaknya Kai dan teman baik Suho semasa SMA," ucap Xiumin lagi sambil tersenyum

Suho memandang Xiumin sedih.

Teman. Ya...teman. meskipun mereka tahu hubungan mereka lebih dari itu.

"aku Zhang Yixing, biasa dipanggil Lay, senang bertemu denganmu," ucapnya lagi,

Lay melirik sebentar ke arah Suho, menyadari ekspresi Suho yang berubah. Suho bukanlah orang yang mudah menyembunyikan perasaannya, dan itu terlihat jelas sekali ketika Xiumin datang.

"terimakasih sudah menjaga Kyungsoo selama ini, apakah ini anakmu? Lucu sekali, siapa namanya?" tanya Xiumin semangat.

Lay mengalihkan perhatiannya pada Xiumin dan berbincang ringan dengannya.

Suho memandang mereka. Bukan . Suho memandang Xiumin, dan bisakah ia merasakan Lay cemburu.

.

.

Xiumin baru saja selesai mengurus administrasi Kyungsoo dan menyuruh Kai pulang. Ia sedang berjalan ke arah kamar Kyungsoo. Saat dilihatnya seorang gadis dengan tubuh tinggi semampai dan pakaian yang sangat fashionable masuk ke kamar Kyungsoo.

"Krystal?" mata Xiumin menyipit berusaha mengenali gadis itu.

Itu benar Krystal, dan tiba-tiba saja perasaan Xiumin terasa tidak enak.

Xiumin berjalan lebih cepat ke arah kamar Kyungsoo dan membukanya

Dilihatnya Kyungsoo yang terduduk di kasur bertatapan dengan Krystal.

.

.

.

To Be continue

.

Mian lama *bow*

Sibuk ngurusin ujian masuk kampus... jadi gini deh...

Yang penting udah di publish part 4

Disini sedikit memunculkan konflik antara Xiumin dan Suho. Sisanya di side story!

Thanks for reading! Don't forget to review!

.

.

Reply for your review

.didinsoo.

Memang bener sih... Kyungsoo yang tersakiti. Kayanya bakal ada sinetron baru judulnya itu deh! Kasian Kyungsoo *cium peluk Kyungsoo*
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.exindira.

Iyah... perjalanan menuju kerenggangan *?*
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.rizqibilla.

Em... aku sih gamau jadi mantannya Kai, maunya Sehun! *ngaco*
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.fuawaliyaah.

Ternyata dia gamasuk angin! Heheheheh
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.FriederichOfficial.

Iya nih! Emang dibikin nyebelin Krystalnya *loh* padahal aku suka banget sama Jung sister, tapi aku terpaksa nistakan mereka demi FF ini.
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.yixingcom.

Balikan ga yah? Hehehehe... tunggu aja chapter berikutnya!
Belum konflik sih... cuman hampir!
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.uffiejung.

Udah aku updatee!
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.kyunggie22.

Karena kalo gada Krystal ga seru *iklan*
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!

.D.O Bitches.

Bagus deh kalo kamu sukaaa! Baca ff aku yang lain juga yaaaa!
Enjoy the story! Don't forget to review! Thank You!