Mystery Train: Prologue


Disclaimer: bahkan plot ini bukan milikku

Warning: rewriting mystery train case.. sorry, author kehabisan ide mau ngetik apa lagi. dan aku bingung dalam pov murni kaito, mau nyebut Conan atau Shinichi..


Kaito menghabiskan hari ini dengan menyisir pusat kota Tokyo, tepatnya ke berbagai perusahaan game, karena ditinggalkan oleh kekasih tercinta untuk pergi camping bersama anak-anak dan Profesor Agasa. Ditambah lagi sepertinya sang kekasih tidak mendapat sinyal HP pula di tengah hutan begitu. Hahhh ckck.. Oops, fokus fokus..

Kaito mendarat di atap suatu gedung perusahaan game dan membuka kunci pintu menuju ke dalam gedung. Berdasarkan informasi dari Shinichi, organisasi itu pernah menyewa programmer game untuk membuatkan mereka suatu software, dimana akhirnya programmer itu menyerah dan berencana kabur ke luar negeri. Menyerah bukan karena kemampuan yang tidak ada, tapi menyerah demi kemanusiaan. Dan.. yang paling mengganggu Kaito adalah jawaban yang diterima oleh programmer itu ketika dia menanyakan identitas mereka.

"We can be both of God and the Devil. Since we are trying to raise the dead against the stream of time."

'Kami dapat disebut sebagai Dewa maupun Setan, karena kami mencoba untuk menghidupkan kematian, melawan arus waktu'. Kalimat itu secara mengerikan terasa berkaitan dengan Pandora. Sama-sama mencurangi kematian dan waktu. Mencurangi takdir manusia. Tapi, apa hubungannya game dengan itu semua? Hmm, lebih baik setelah ini Kaito memfokuskan penyelidikan (menyusup dan menghack) para programmer bidang apapun. Berhubung organisasi itu sudah diketahui pernah terlibat dengan beberapa programmer, dan membunuh atau berusaha membunuh mereka (tapi sudah terbunuh oleh orang lain lebih dulu).

Dengan satu gerakan cepat, Kaito menutup kamera CCTV dengan foto situasi lorong yang kosong, membuat kamera itu tidak dapat mengungkap keberadaan dirinya pada petugas keamanan yang berjaga. Membuka kunci pintu ruangan untuk para programmer, masuk, dan mulai menghack setiap komputer yang ada. Ada programmer yang bertugas membuat software untuk permainan papan, permainan kartu, video game, MMORPG.. Eh? Tunggu dulu.. Dalam MMORPG, setiap kali mati, seseorang bisa hidup kembali.. mencurangi kematian? Dalam video game juga seseorang bisa merestart progress permainan mereka kapanpun mereka mau, mengulang proses permainan kembali ke awal mula, mencurangi waktu? Kemampuan untuk bisa hidup kembali setelah mati sendiri juga sudah dapat disebut sebagai mencurangi waktu. Apakah ada hubungannya dengan tujuan organisasi itu? Apakah ada hubungannya dengan Pandora?

Kaito menggelengkan kepala, tidak mempercayai pemikirannya sendiri. Kalaupun ada hubungannya, lalu apa? Tidak mungkin mereka ingin tinggal di dalam game, kan? Kaito memotret daftar programmer di perusahaan itu, lalu menyusup ke dalam ruangan CEO-nya dan meretas komputer di sana juga, untuk berjaga-jaga. Berjalan keluar dan mengembalikan CCTV ke kondisi seperti semula.

Sejauh ini dia sudah mengamati berbagai fasilitas kesehatan dan laboratorium, tetapi keberuntungan belum berpihak kepadanya. Belum ada tanda-tanda organisasi yang tertangkap radarnya. Kalau dari berbagai programmer yang telah dan akan diselidikinya juga tidak ditemukan keanehan, maka Kaito akan berpindah menyelidiki berbagai bank dan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suatu organisasi besar pasti memerlukan sistem keuangan yang juga besar.

Dalam perjalanan terbang pulang, Kaito melewati kantor detektif Mouri, lalu memutuskan untuk iseng mampir. Angin berhembus terlalu kencang untuk tetap terbang. Daripada mendarat di tempat asing, dia lebih suka di sini, di tempat Shinichi menjalani kehidupan sehari-harinya, sebagai anak kecil ...lagi. Tentu saja, dia mampir dengan menyelinap, karena keluarga Mouri belum mengenalinya. Sebenarnya Kaito ingin memperkenalkan diri sendiri, mendapatkan kepercayaan Ran, agar mudah untuk main dan membawa pergi Conan.. seperti yang biasa dilakukan Heiji. Hanya saja, Ran sudah tahu bahwa KID memiliki wajah yang sama dengan wajah Shinichi.. Mungkin Kaito harus menyamar, atau mungkin dia bisa tetap mengambil resiko dengan memperkenalkan diri sebagai dirinya sendiri. Hakuba saja yakin sekali bahwa Kaito adalah KID tetapi tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi Ran ini bahayanya adalah tendangannya mungkin bisa mematahkan leher Kaito, Ran jauh lebih berbahaya daripada Hakuba. Kalau Ran tidak tahu bahwa dia adalah KID pun bahaya masih tetap ada, apa jadinya kalau misalnya setelah memperkenalkan diri nantinya Ran curiga bahwa dia menjalin hubungan romantis dengan 'adik' (angkat)-nya yang terlihat seperti masih kelas 1 SD? Karena firasat perempuan bisa mengerikan..

Tanpa diduga, ternyata sudah ada seseorang yang lebih dulu menyelinap ke kantor detektif Mouri. Kaito mengendap-endap mendekat hingga sedekat yang dia bisa, lalu menunduk di balik sofa sambil mengeluarkan monocle-nya. Profesor Agasa sudah menambahkan fungsi pengelihatan malam dan perbesaran di lensa monocle-nya seperti pada kacamata Conan. Berkat alat optik ini, dia bisa melihat dengan jelas bahwa rekan sepenyusupannya ini adalah Amuro Tooru, pelayan di kafe bawah. Kaito belum pernah bertemu dengannya, tapi Conan pernah cerita tentangnya sambil mengeluh, karena keberadaan detektif lain membuatnya harus lebih hati-hati untuk menjaga identitasnya agar tidak ketahuan. Dan tentunya tidak banyak jumlah orang yang memiliki rambut pirang tapi dengan warna kulit gelap. Apa-apaan dia melakukan hal seperti ini?

Sayang seribu sayang, dari posisi begini Kaito tidak akan bisa melihat apa yang sedang dicuri lihat oleh Amuro. Dengan tetap mempertahankan pokerface-nya, dia berusaha mencoba mendeduksi apa yang sedang dilihat Amuro, dan.. percuma, yang bisa dia lihat hanya perubahan ekspresi Amuro yang tampak mengetikkan sesuatu dengan puas. Mengetikkan password? Tidak lama kemudian terdengar suara yang, sebagai seorang master dalam mengubah suara, dapat Kaito kenali, memiliki warna suara yang sama seperti suara Haibara. Hanya saja memiliki nada yang lebih rendah, tidak tinggi seperti anak kecil. Kalau diperkirkan mungkin milik seseorang di akhir umur belasan tahun. Jadi dia melihat suatu video?

Entah kenapa setelah itu Amuro terlihat panik dan mencoba melakukan sesuatu pada laptop itu, namun kemudian berhenti dan segera berjalan keluar. Dengan cepat, Kaito membuka laptop itu kembali sambil mengamati keluar jendela. Beruntung karena Shinichi-lah yang membuat dan merawat beberapa aplikasi serta website detektif Kogoro menggunakan laptop itu, sehingga dia tahu passwordnya, dan pernah memberi tahu Kaito passwordnya, jadi Kaito dapat menghemat waktu. Dengan beberapa klik sederhana dan bantuan fitur recently opened yang sangat membantu, dalam waktu singkat Kaito tahu video yang dilihat Amuro barusan adalah Haibara dalam wujud dewasanya, dengan dilatarbelakangi oleh kobaran api.. My love, Shinichi, terlibat kasus apa lagi, sih? Kelihatannya kasus yang berbahaya, karena Haibara sampai menggunakan penawar racunnya begitu.

Dari jendela, Amuro sudah terlihat keluar ke tepi jalan dan menjauh, jadi Kaito mematikan dan menutup laptop itu, membuka jendela, dan menutup jendela kembali sekaligus melompat ke tepi jalan. Membuntuti Amuro. Dia mendengar targetnya berbicara di HP dengan seseorang yang dipanggil Vermouth (Vermouth?! Wanita itu.. Eh, jadi Amuro ini juga member mereka?), berbasa-basi singkat kemudian menutup telepon. Kaito mundur kembali sambil mengeluarkan HP-nya yang telah disetting silent sejak dia keluar rumah. Ternyata ada pesan.

Conan: Kaito, maaf, baru dapet sinyal. Ini masih di kantor kepolisian Gunma. Tadi terjebak kasus, jadi berkemahnya batal. Lumayan, jadi dapet sinyal
Kaito: dan temanmu menggunakan sinyal itu untuk mengirim video haibara dalam wujud dewasanya ke laptop detektif mouri
Conan: heh? Parah, ngapain mereka melakukan itu.
Kaito: dan video itu barusan dilihat oleh member organisasi hitam..
Conan: apa?! Serius?
Kaito: serius, dia amuro, barusan dia menelepon seseorang yang dia panggil vermouth, bilang bahwa dia sudah menemukan keberadaan sherry
Conan: Amuro? Aku memang merasa dia agak mencurigakan, tp ga pernah ngira kalau dia orang jahat. Pas aku diculik waktu itu dia sampai menabrakkan mobilnya untuk menghentikan mobil penculiknya..
Kaito: ah, yg itu.. ga bilang sih klo kmu merasa dia mencurigakan, klo bilang pasti dr dulu sudah aku jarah habis seluruh cerita hidupnya
Conan: hmph, anyway, aku perlu lihat dulu videonya untuk mengira-ngira apa yang mereka simpulkan dan apa yang akan mereka rencanakan.. bisa jadi mereka hanya menyimpulkan bahwa Sherry tinggal di Gunma. Anak-anak pasti masih punya videonya.
Conan: oh ya, silahkan jarah habis seluruh cerita hidupnya sesukamu. Bisa jadi dia adalah Bourbon, anggota yang Kir peringatkan akan mulai aktif bergerak dulu.
Kaito: yes, sir.
Kaito: btw, kmu baik-baik aj kan? di video itu ada kobaran api..
Conan: baik, sama sekali ga terluka. Yg dalam bahaya tadi hanya anak-anak dan Haibara, mereka disekap dan hampir terbakar.. aku sampai sempat takut
Kaito: ya ampun, mereka baik-baik saja?
Conan: kurang lebih, hanya terlalu banyak menghirup asap..
Kaito: dengan tendensimu yg sering menemui kasus begitu, jgn suka berpergian jauh dr ku plis..
Conan: anak-anak dan Haibara duluan ini yg ketemu kasus ini
Kaito: apalagi tendensimu itu nular..
Conan: …jgn dekat-dekat dgnku klo gitu :/
Kaito: uups, aku kebal kok, jangan ngambek :*
Conan: ini kmu dmn? Masih di kantor detektif kogoro?
Kaito: di kafe poirot, nyari jadwal kerja dia… ternyata member berbahaya organisasi hitam punya pekerjaan formal sebagai pelayan kafe.. ppft
Kaito: mungkin kita perlu mengamati berbagai pelayan kafe.. siapa tahu kita bisa liat gin cosplay jadi pelayan.. atau mungkin dia aktor iklan shampoo :D
Conan: ini ga lucu Kaito, takutnya mereka berpikir bahwa Kogoro-ojiisan entah bagaimana perlu diamati lagi kyk dulu, makanya dia kerja di situ, dan menjadi 'murid' paman.. mereka dulu bahkan pernah membidik kepalanya
Kaito: wew.. ok.
Kaito: aku jadi ga nyaman tahu kamu tinggal di tempat yg dekat dgn member mereka
Conan: tp aku ga bisa tiba-tiba pergi, malah mencurigakan nanti
Kaito: hmm.. tidur gih, dah mlm, aku jg mau pulang
Conan: tidur di kantor kepolisian -_- hati-hati di jalan..
Kaito: itu saja?
Conan: muach
Kaito: hee :D mimpi indah sayang, muach, kalau bisa jgn penuhi kepalamu dgn amuro
Conan: kalau bisa, maaf..
Kaito: ga masalah, aku terbang dulu yah
Conan: ok, hati-hati..

Selalu.. Kaito akan selalu berhati-hati untuk bisa tetap kembali kepada Conan.. kepada Shinichi. Hanya saja kalau membalas pesan lagi bakal tidak ada habisnya nanti. Lagipula dari pesannya terlihat bahwa Conan sudah tidak fokus bertukar pesan dengannya, Conan hanya menanggapi seperlunya apa yang dia katakan. Tanpa ragu, Kaito tahu bahwa kepalanya penuh dengan Amuro, organisasi hitam, dan Haibara. Kaito tidak benar-benar menyukai hal ini, tapi.. memang beginilah Shinichi. Fokus pada kasus didepannya. Kaito tidak ingin protes dan mengubah hal itu. Tidak mungkin dia melakukan hal yang merusak kekasihnya seperti itu. Bagaimana pun, fokus pada hal terpenting di depan mata adalah hal yang benar.


Author's Note:

Sebenarnya bagiku review jauh lebih bernilai drpd sekedar dipencet favorite atau follow. Review itu berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat author, dan semangat author berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecepatan update dan kelanjutan cerita (wkwk.. efek skripsi.. bisa dijadiin topik skripsi ini, coba aja pake itu sebagai hipotesis, datanya ngirim survey ke para author)

Aku tahu ini salah, tapi aku merasa bahwa jumlah review setara sama jumlah orang yg baca. Aku bahkan pernah menghapus seluruh fic berchapter (di AO3) karena ga ada yg review, terasa seperti ga ada yg baca, jadi percuma. Cerita ini juga yg asli awalnya cuma aku post ke AO3, tapi ga ada yg review jadi aku post ke sini sekedar nyari review. Dan sequelnya sama sekali ga aku post ke sana (salah sendiri, pembaca di sana ga ada yg mau ngasih review, cuma klik kudos doang).

Okay, balik ngetik revisi lagi.. argh argh kapan beresnya, print 50+ halaman (dijilid juga!), dicoret-coret sama dosen pembimbing, benerin, print lagi, dicoret lagi, dst.. skripsi itu boros... mana berwarna pula grafik-grafiknya *grumbled*