.
Title :
I'm Mama and You're Papa
Genre :
Hurt, romance
Rate :
M
Main Cast :
- Jung Yunho
- Kim Jaejoong
- Park Yoochun
- Jung Changmin
Supporting Cast :
- Kim Dong Wan (SHINHWA)
- Kim Yeon Ji (SeeYa)
- Kim Hyun Joong (SS501)
- Jung Ji Hoon ( Rain)
- Jung Yoon Hye (Rainbow)
- Jung Soo Yeon (Jessica SNSD)
- Choi Seung Hyun (TOP BigBang)
- Ok Taecyeon (2PM)
- Yang SeungHo (MBLAQ)
- Hyo Ahjumma
- Go Hara (KARA)
- Park Shin-Hye
- Bang Min-Ah (Girls Day)
Warning :
GenderSwitch! Ceritanya ini diadaptasi dari manga "Nan Eomma Nun Appa" karangan Hwang Mi-Ri. Saya disini hanya menjadikannya sebuah FF, ada beberapa bagian yang saya kurangi maupun tambahkan. Sesuai dengan keperluan cerita. Saat saya membaca ini, saya malah ngebayangin jika itu Yunho dan Jaejoong, jadilah saya membuat FF ini. hehe.
Yang mau baca silahkan, yang nggak juga silahkan. Yang protes, ya silahkan. :3
But, I hope you like it ~
.
.
Chapter 10
.
"Eh? Yunho-ah, istrimu dan Yoochun pergi bersama?" tanya SeungHo yang sedang duduk di pinggir jendela seraya melihat ke bawah.
"Aku tidak memiliki istri!" teriak Yunho kesal.
"Ah, aku minta maaf," SeungHo memang takut jika melihat Yunho marah, sangat mengerikan.
Yunho melihat ke bawah, ia sedikit tak suka saat melihat Jaejoong bersama dengan Yoochun, terlebih mereka terlihat sangat akrab.
…
"Terimakasih banyak, sunbae. Jika tanpamu, mungkin aku tidak akan datang ke sekolah." Jaejoong menundukkan tubuhnya, seraya mengucapkan terimakasih pada Yoochun yang telah menjemputnya di jalan tol.
"Apa kau akan mengingat hal ini?"
"Tentu saja."
"Karena suatu saat nanti aku mungkin akan meminta bantuanmu."
"Ya. Aku akan menunggu saat itu." Cherry lips itu menyunggingkan senyum yang sangat manis. "Ah, ngomong-ngomong darimana kau tau nomor ponselku?"
"Aku menanyakan pada bagian tata usaha," jawab Yoochun seraya tersenyum pada Jaejoong.
"Tapi mengapa kau harus menanyakannya?"
Lagi-lagi Yoochun tersenyum pada perempuan di depannya ini. "Apa yang kau maksud dengan 'mengapa', tentu saja karena aku ingin menghubungimu." Yoochun segera menaiki tangga untuk menuju kelasnya. "Baiklah, aku harus ke kelas."
Jaejoong mengangguk. "Dia ingin menghubungiku?" lirihnya. Tetapi, tiba-tiba wajahnya berubah kesal. "Ah Yunho! Awas saja kau!"
Jaejoong sangat kesal dengan Yunho, ia tidak peduli dengan keberadaannya sekarang. Karena kini ia sedang mencari-cari dimana kelas Yunho. Ia ingin sekali memarahi lelaki itu.
"Dimana kelas Jung Yunho?" tanyanya pada seorang lelaki yang kebetulan ada di lorong.
"Kelas 3-6," jawab lelaki itu.
Jaejoong segera menuju ke kelas itu, membuka dengan kasar pintu kelas.
"Jung Yunho!" teriaknya. Membuat beberapa anak menoleh kearahnya, termasuk yunho dan ketiga sahabatnya itu.
"Ooh. Kim Jaejoong," lirih Taecyeon yang kaget melihat kedatangan Jaejoong ke kelas mereka.
Jaejoong berjalan kearah Yunho. "Bagaimana mungkin ada orang yang bertingkah seperti dirimu? Meninggalkan di tengah jalan tol. Apakah sekarang kau bahagia setelah meninggalkanku?"
"Apakah aku berlaku tidak sopan padamu?" Bukannya menjawab pertanyaan Jaejoong, Yunho malah balas bertanya.
"Ya! Kau sangat tidak sopan!" teriak Jaejoong lebih keras.
"Pergilah dan menghilang dari hadapanku!" desis Yunho dengan tatapan tajam dari mata musangnya itu. "Hmm, bukankah kekasih datang dan menjemputmu di tol? Jadi, mengapa kau tetap komplain?"
"Ah kekasih?" tanya Jaejoong bingung. Tiba-tiba ia teringat Yoochun. "Ini kesalahpahaman. Aku baru bertemu dengannya kemarin," jelasnya.
"Benarkah? Baru berteman kemarin dan dia sudah membantumu?" Yunho seolah tak percaya dengan perkataan Jaejoong itu.
"Kami hanya berteman. Tolong jangan membuat itu menjadi sebuah kesalahan."
"Aku tidak marah justru aku sangat senang. Dan aku berharap ia segera membawamu pergi jauh."
"Ya, dan keluarga Yoochun sangat kaya," lirih Taecyeon.
"Itu benar." Yunho mengiyakan perkataan sahabatnya itu.
"Cukup! Kalian hanya mengatakan apa yang kalian inginkan."
Yunho malah tertawa seolah mengejek Jaejoong. "Ah, apa kau tahu sesuatu? Yoochun sudah memiliki kekasih."
Jaejoong mendesah kesal, ia berbalik melihat Yunho. "Itu tidak ada hubungannya denganku. Aku hanya mengingatnya sebagai seniorku, jadi berhentilah membuatku merasa bersalah." Dan Jaejoong berlalu dari kelas Yunho itu.
"Jadi kau beneran meninggalkannya di tol?" tanya SeungHyun.
"Itu sangat berlebihan," sahut Taecyeon.
Yunho tak mengindahkan perkataan teman-temannya itu, ia sedang berpikir mencari cara membuat Jaejoong pergi dari kehidupannya.
…
Jaejoong menyusuri lorong untuk menuju kelasnya itu.
"Jadi dia sudah memiliki pacar?" lirihnya.
'Mengapa Yunho memberitahuku hal ini? Siapa yang peduli jika ia memiliki pacar? Aku sudah memiliki anak.'
…
Akhirnya jam pulang sekolah pun tiba-tiba, Jaejoong segera memasuki buku-buku pelajarannya ke dalam tas.
Hara tersenyum pada Jaejoong seraya memasukkan buku pelajarannya. "Shin-Hye mengundang kita untuk karaoke. Kau akan ikut kan?"
"Maaf, Hara-ah. Aku harus pulang cepat hari ini." Jaejoong menolak tawaran untuk ke karaoke dengan lembut, karena ia merasa tak enak dengan Hara. "Lain kali, mungkin aku akan ikut."
Jaejoong segera pulang ke rumah, ia mengingat perkataan Ny. Jung tadi pagi.
'Aku harus cepat rumah. Aku tak ingin ia menganggapku sebagai perempuan lamban.'
…
Tak berapa lama, Jaejoong telah sampai rumah. Ia berjalan kearah pengasuh bayinya itu.
"Eomma pulang, sayang." Ia mencium kening Changmin. "Apakah kau menjadi anak yang baik hari ini?"
"Kau pulang begitu cepat," sahut Hyo ahjumma.
"Ya, aku berlari menuju rumah. Walaupun jaraknya sangat jauh, tetapi aku tak ingin terlambat. Kau bisa balik sekarang, ahjumma."
"Tenang saja, aku akan pulang seperti biasanya. Jadi, aku bisa membantumu."
"Ahjumma tenang saja, aku bisa mengatur semuanya. Jadi ahjumma balik saja, aku tidak apa-apa. Aku akan membersihkan rumah setelah aku berganti pakaian."
"Perempuan ini…" lirih Hyo ahjumma seraya tersenyum.
…
Setelah berganti pakaian, Jaejoong segera membersihkan rumah. "Aku akan memperlihatkan kemampuanku pada kalian," lirih Jaejoong.
Setelah selesai membersihkan rumah, ia segera menuju dapur untuk memasak.
"Saatnya memasak. Aku akan membuat makan malam yang terbaik untuk mereka."
Soo Yeon yang sudah pulang sekolah dan mencium bau makanan langsung berubah menjadi semangat, padahal sebelumnya ia terlihat tidak bersemangat.
"Baunya sangat enak." Ia berlari menuju dapur. "Hyo ahjumma."
Saat di dapur ia terlihat kaget karena bukan Hyo ahjumma yang memasak tetapi Jaejoong. 'Mengapa dia memasak, kemana Hyo ahjumma? Ah, bukankah Eomma menyuruhnya untuk memasak. Dia membuat semua masakan itu? Baunya sangat enak." batinnya.
Setelah selesai memasak, Jaejoong mengaturnya di meja makan. Ia menunggu Ny. Jung dan Soo Yeon untuk ke ruang makan.
Ny. Jung dan Soo Yeon terlihat sedang berjalan menuju ruang makan. Dan duduk di tempat biasanya.
"Kau membuat makanan sangat banyak," desis Ny. Jung.
"Wow, ini terlihat enak." Soo Yeon sangat senang. Ny. Jung menatap Soo Yeon dengan kesal. "Ada apa, Eomma?" tanyanya polos.
Tetapi Ny. Jung tak menjawab pertanyaan Soo Yeon. Ia mengambil sumpit dan piring, mencoba spaghetti yang sudah dibuat oleh Jaejoong.
Di sisi lain, Soo Yeon menikmati makan malamnya dengan semangat. 'Ini benar-benar enak. Kemampuan memasaknya jauh disbanding Hyo ahjumma."
Tiba-tiba Ny. Jung meletakkan sumpitnya diatas meja. "Kau sebut ini makanan?" teriaknya cukup keras membuat Jaejoong dan Soo Yeon terkejut.
"Apa.. ini tidak enak?" tanya Jaejoong ragu.
"Semua makanan ini seperti makanan hewan!"
Sekarang Jaejoong dan Soo Yeon benar-benar terkejut dengan perkataan Ny. Jung itu.
"Aku rasa ini tidak seperti itu…" lirih Jaejoong.
"Jadi kau berpikir jika aku hewan, begitu? Cukup! Masaklah lagi." teriak Ny. Jung.
"Apa?" Jaejoong sedikit tak percaya.
"Jika sudah selesai, panggil aku. Ayo Soo Yeon kita pergi." Ny. Jung dan Soo Yeon segera berlalu dari sana. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Yunho yang baru pulang sekolah. "Sejak kapan kau datang? Pergilah keluar dan mencari makan, kami tidak memakan makanan perempuan itu."
"Aku tidak ingin makan," ucap Yunho cuek. Dan segera berjalan kearah tangga menuju kamarnya.
"Kalau begitu, kita berdua saja yang pergi. Segera bersiap." Ny. Jung dan Soo Yeon segera menuju kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Ny. Jung dan Soo Yeon segera berjalan ke pintu depan.
"Bagaimana jika kita memakan masakan China, Eomma. Rasanya sangat enak."
"Ya. Lain waktu kita akan kesana."
…
Jaejoong menunggu Ny. Jung dan Soo Yeon yang sedang pergi keluar. Saat ia melihat mereka sudah pulang, Jaejoong segera berdiri dan menghampiri mereka.
"Makan malam sudah siap. Aku sudah membuatnya ulang," lirihnya.
"Sayang sekali, kami baru saja makan diluar. Jadi, sekarang kami sudah kenyang," jawab Ny. Jung ketus. "Buang saja makanan itu."
"Tapi…"
"Jangan pernah menyimpannya. Dan buatlah makanan baru untuk sarapan besok." Ny. Jung segera berlalu dari sana menuju kamarnya. Begitupun dengan Soo Yeon.
"Baik."
Jaejoong berjalan ke arah ruang makan. Ia memandangi makanan yang telah dibuatnya tadi. Ia terlihat sedih.
Tiba-tiba Yunho menuju ruang makan. Jaejoong yang melihat Yunho segera berdiri.
"Apa kau ingin makan?" tanyanya.
Yunho memandang makanan itu sesaat, kemudian berjalan meunuju dapur. Ia mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih. Ia hanya ingin minum. Setelah itu ia kembali ke kamar.
Jaejoong hanya diam. Tak terasa air matanya menetes. Ia segera menghapus air matanya.
"Aku tidak peduli, aku akan memakan semuanya sampai aku kenyang."
Setelah selesai makan, ia segera ke kamar Changmin. Tepat saat itu, pengasuh bayi keluar dari kamar.
"Changmin baru saja tertidur."
"Kau terlihat lelah, jadi sebaiknya kau pulang saja dan istirahat," ucap Jaejoong ramah seraya tersenyum padanya.
Jaejoong segera memasuki kamar Changmin, memperbaiki letak selimutnya.
"Changmin-ah. Saat kau tertidur kau terlihat seperti malaikat. Kau juga terlihat sangat bebas dan seolah tidak mengkhawatirkan apapun."
Tiba-tiba saja Jaejoong menangis memikir semuanya. Andai Yunho tidak menghamilinya, mungkin ia tidak akan seperti ini.
…
Jaejoong merenggakan tubuhnya saat jam wekernya berbunyi. Ia melihat Changmin yang masih tertidur dengan nyenyak. Merapikan selimutnya.
"Aku harus memasak untuk mereka," Jaejoong segera berjalan menuju dapur dan mulai untuk memasak.
…
Ny. Jung, Yunho dan Soo Yeon sudah berkumpul di ruang makan, mereka tengah menikmati makanan yang dibuat oleh Jaejoong itu.
"Apakah makanan ini enak?" tanya Jaejoong.
"Karena kami tidak memiliki banyak waktu untuk makan diluar, jadi dengan terpaksa aku memakannya," jawab Ny. Jung tak acuh.
Ada perasaan yang tidak menyenangkan dihatinya, tetapi kemudian ia tersenyum. "Lain kali aku akan berusaha membuat makanan yang lebih enak."
…
"Eomma, kau memanggilku?" tanya Yunho saat ia membuka pintu kamar ibunya itu.
"Ya, aku ingin memberitahu sesuatu padamu," jawab Ny. Jung seraya mengoleskan lipstik di bibirnya. "Jangan pernah berbuat baik pada perempuan itu."
"Aku tidak pernah melakukannya," ucap Yunho datar.
"Baguslah. Kau harus memperlakukannya dengan buruk selama perempuan itu disini, dan buatlah ia pergi meninggalkan rumah ini." Ny. Jung memperbaiki tatanan rambutnya. "Kita harus mempebaiki semua dan bekerja sama untuk mengusir perempuan itu sebelum harabeoji datang."
"Aku akan membuat dia dan bayinya keluar dari rumah ini," Yunho tersenyum sinis.
…
"Oppa, aku sudah membawa beberapa perempuan kesini," ucap Minah.
"Yunho-ah, mengapa kau menyuruh mereka kesini?"
Yunho memang menyuruh Minah –pengagum Yunho, untuk membawa beberapa perempuan ke atas atap. Ia ingin merencanakan sesuatu, sehingga ia membutuhkan mereka.
"Apa kalian mencintaiku?" tanya percaya diri pada mereka.
"Tentu saja," jawab mereka serempak. "Bolehkah kita berfoto bersama?"
Yunho tidak mengindahkan perkataan mereka. "Maukah kalian membantuku?" Ia tersenyum manis para perempuan itu.
"Apa yang bisa kami bantu?"
"Apa di kelasmu ada yang bernama Lee Jaejoong?"
"Kim Jaehyun? Tidak, hanya ada yang bernama Kim Jaejoong."
"Ooh benarkah nama marganya Kim?" tanya Yunho ragu.
"Dia benar-benar pelupa," lirih SeungHo.
"Aku tidak peduli. Yang jelas Kim Jaejoong sering menggangguku."
"Jadi, kami harus memperbaiki kebiasaannya yang mengganggumu itu, oppa?" tanya Minah semangat. Minah dan Jaejoong memang sekelas tetapi mereka tidak akrab.
Yunho tersenyum puas. "Benar. Aku akan memberikan kalian makan siang, bagi siapapun yang dapat mengganggunya."
"Jadi ini seperti berkencan?" tanya mereka antusias. "Akan kami lakukan. Kami pasti menang."
"Aku percaya pada kalian." Setelah Yunho berkata seperti itu, mereka segera berjalan keluar atap dan kembali ke kelas.
SeungHyun, Taecyeon dan SeungHo menatap Yunho tak percaya, karena lelaki itu akan melakukan berbagai cara untuk membuat Jaejoong pergi dari rumahnya.
…
"Dia datang," ucap Eunjung pada SeoYeon saat mereka sudah berada di lorong.
Tiba-tiba SeoYeon menabrak bahunya dengan cukup keras. Jaejoong yang hilang keseimbangan terhempas ke tembok. Dan SeoYeon segera pergi dari tempat itu.
"Apa kau sudah memfotonya?" tanya SeoYeon pada Eunjung.
"Tentu saja."
'Pantatku sakit,' batin Jaejoong.
…
Saat Jaejoong sudah berada di kelas, ia terlihat kaget karena mejanya penuh dengan permen karet. Ia menatap nyalang kesekeliling kelas.
"Siapa yang melakukan ini?" teriaknya kesal.
Tapi tak ada yang memedulikannya. Minah tersenyum sinis padanya.
…
"Aku membuat makanan ini untuk kalian berdua. Semoga kalian suka," lirih Jaejoong pada Hara dan Shin-Hye.
"Ini semua terlihat enak," Hara dan Shin-Hye menjawab dengan senang.
"Ini bahkan lebih enak daripada buatan masakan mahal yang ada di restoran."
Jaejoong senang mendengar jawaban dari kedua temannya ini.
Saat mereka sedang makan, tiba-tiba ada seseorang yang tanpa sengaja menjatuhkan makanan kearah Jaejoong.
.
.
.
to be continued
.
please review ~
.
ps: untuk chapter selanjutnya saya tidak tahu bisa post setiap hari apa tidak, tapi jika kalian berkenan masih ingin baca. silahkan tunggu saja, ya. saya pasti akan update terus kok. :)
terimakasih juga buat yang follow, favorite dan review cerita ini.
.
.
- .96 : hehe. iya nih pendek. untung ada yoochun ya?
- anggunyu : entah, kita lihat saja nanti, apakah yoochun suka sama jaejoong apa nggak. hehe
- leeChunnie : oke
- Ai Rin Lee : iya, apalagi kalo kita di bonceng sama mereka ya? hehe. terimakasih
- azahra88 : yoochun semacam orang ketiga. mereka berteman hanya saja...
- Dienha : hihi. jarang nemu FF soulmate. kk
- fuawaliyaah : heh? bahkan yunho aja masih sebel sama jaejoong, bagaimana mungkin mereka buat adik untuk anak mereka.
- my yunjaechun : haha. ditunggu saja, ada bagian pas yunho cemburu sama yoochun. tunggu saja :)
- guest : yup. ntar kakeknya yunho marah kok pas tahu jaejoong di jahatin, di tunggu aja chap bagian itu. hehe
- Dhea kim : haha. kalau gitu, jika jaejoong sama yoochun rela nggak? hihi
- .562 : terimakasih ya. yup, tunggu aja momen itu ya. hehe
- exindira : ada kok bagian yunho yang cemburu sama yoochun, tunggu saja, ya. hehe
- lee yuno : iya, tunggu aja yunho yang cemburu. hehe. yoosu couple? ada banget. tunggu aja. minnie masih lama gedenya. hehe. yunho kelas 2
- : tau nih, jahat banget. yoyoi yoochun disini emang baik. hehe
- zhoeuniquee : wah, yoochun balik ke aku, hihi. sabar, ntar ada bagian penyiksaan batin untuk yunho juga kok
- jeonghyun137 : hehe. maaf pendek. perasaan kagum, tapi nggak tau ntar dia suka apa nggak. hehe
- JungKimCaca : sabar ya, jaejoong masih dierima sama kakeknya doang, sedangkan keluarga jung yang lain belum.
- jaejae : hehe. maaf pendek. ini udah panjang kan? hehe
- leeteuksemox : karena yunho masih sebel sama jaejoong, momen yunjaenya dikit. tapi ntar banyak kok.
- yuan lian : aaa maaf pendek. chunjae? hehe. sayangnya lebih ke yunjae. tapi bakal ada momen2 chunjae juga kok. hehe
- hana-kara : nah jawabannya ada di chap ini. hehe
- rechi : yoochun kagum sama jaejoong, belum menyukai sih. belum ada kemajuan antara yunjae :(
- rinayunjaerina : iya nih :(
- sachan : sayangnya, lebih seri disusui asi tapi dari botol. :( momen chunjaemin? ada banget. tunggu aja ya. hehe. baiklah, changmin-nya dipanggil minnie aja. hihi
- misselyunjae : yang ini udah panjang kan? hehe. iya, tante boa adanya pas awal2 aja. soalnya dia sahabat jaejoong pas smp, dan sekarang jarang bertemu.
- shanzec : hehe. ini udah panjang kan? yoyoi yoochun baik disini, hihi.
.
.
