Title : Love Is Hurt
Part : 10/?
Cast : Donghae, Eunhyuk, Jessica, Kangin, Leeteuk, etc
Rated : T semi M
Genre : Romance, Family, AU, Mpreg, YAOI.
Author : Kartika2412
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo(s) bertebaran, Gaje, Alur membosankan, OOC besar-besaran. Mpreg, Little Fantasy!
Summary: "Apakah kata "Benci menjadi cinta" akan berlaku untukku?"
Don't Like Don't Read !
Donghae terus mengurung dirinya dengan tumpukan document yang dia sendiri juga bingung dengan isinya. Pikirannya entah kemana, terbukti dari sorot matanya yang hanya menatap kosong tumpukan document tersebut. Kembali helaan nafas yang terdengar dari Donghae. Entah kenapa pikiran Donghae kalut semenjak melihat kejadian Eunhyuk yang memeluk Kyuhyun.
Cemburu?
"Jangan harap aku akan cemburu denganmu Kim Eunhyuk!" desis Donghae entah kepada siapa.
Jessica yang menidurkan dirinya dikursi panjang yang berada diruangan Donghae itu melirik kearah Donghae yang bergumam sendiri seperti orang gila.
Jessica tersenyum, "dasar bodoh!" ujar Jessica sembari terkikik.
Donghae memijat kepalanya karena merasa pusing. Ya, semua masalah itu membuat kepalanya hampir meledak. Donghae menyenderkan tubuhnya pada kursinya kemudian memjamkan matanya. Tidur bukan pilihan yang buruk untuk menjernihkan pikirannya.
Jessica berjalan kearah Donghae dan menatap wajah Donghae, kemudian seulas senyum tercetak diwajah cantiknya, "bermain-main didunia mimpi seseorang bukan masalah bukan?" ujarnya kemudia menghilang.
.
.
Jessica terduduk dengan menggunakan gaun putih besih disebuah bangku taman yang sangat indah. Sesekali Jessica tersenyum merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.
Lee Donghae. Sosok Donghae yang sedari tadi hanya terdiam menatap adiknya dari kejauhan. Apa dia tidak salah malihat? Pikir Donghae.
Donghe kemudian berjalan secara perlahan menghampiri Jessica. Kemudian Donghae menepuk pundak Jessica. Jessica hanya membalikan badannya kemudian tersenyum. Donghaepun ikut tersenyum.
Namun raut wajah Jessica berubah menjadi sendu membuat Donghae bingung. Donghae berjalan dan kemudian duduk dibangku tersebut, tepat disamping Jessica.
"Aku benci oppa!" ujar Jessica dan matanya berkaca-kaca.
"Maaf Sica! Oppa tau oppa salah karena tidak bisa menjagamu dengan baik!"
"Bukan itu!"
Donghae mengerutkan alisnya bingung, "lalu?"
"Kau tau oppa disana aku bertemu dengan appa dan eomma. Ternyata mereka selalu memperhatikan kita dari tempat mereka.."
Jessica menarik nafas kemudian kembali bercerita, "appa dan eomma salut terhadapmu yang menjagaku dengan baik. Tapi.. tapi mereka kecewa dengan dirimu yang sekarang!"
"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan Sica," ujar Donghae jujur.
"Oppa aku tau kau ini pintar! Jadi apa aku harus menceritakannya secara detail tentang sikapmu terhadap Eunhyuk," ujar Jessica.
"Bagaimana kau.."
"Tentu saja aku mengetahuinya. Bahkan eomma dan appa juga mengetahui semua perlakuan kasarmu terhadap istrimu. Appa dan eomma sangat kecewa, aku juga kecewa padamu oppa!"
"Aku..."
"Apa oppa pernah mengetahui bahwa Eunhyuk oppa tersiksa? Menderita? Menangis selama ini? Yang oppa tau hanya dia yang selalu tersenyum didepan oppa bukan?"
"Maaf," ujar Donghae menyesal ketika melihat Jessica mulai mengeluarkan air matanya.
"Appa dan eomma sangat kecawa dan aku juga," ujar Jessica semakin lirih.
"Aku..." belum selesai Donghae berbicara, Jessica sudah bangkit dari duduknya dan membelakangi Donghae.
"Selamat tinggal. Aku membencimu oppa," ujar Jessica lalu melangkahkan kaki jenjangnya. Tanpa Donghae ketahui sebuah senyum ralat lebih tepatnya seringaian terpajang dengan indah diwajah Jessica.
.
.
Donghae terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal. Keringat terlihat dipelipisnya, "apa kau membenci oppa?" gumam Donghae lirih.
'TOK TOK TOK'
"Masuk!" ucap Donghae.
"Direktur Lee! Direktur Kim –mertua anda- ingin menemuimu," ujar sekretaris Park sopan.
Donghae menyeka keringatnya dengan sapu tangan dan memperbaiki dandanannya, "suruh dia masuk!" ujar Donghae.
Sekertaris Park melebarkan pintu ruangan tersebut. kemudian dia menundukan kepalanya mempersilahkan Kangin masuk. Donghae bangkit dari kursinya dan kemudian membungkukkan badannya hormat.
"Ada apa Direktur Kim datang kekantor saya?" ujar Donghae hormat dan sopan.
"Relax Donghae-ah! Kau tidak usah berbicara seformal itu. Karena aku datang kesini bukan untuk urusan pekerjaan!" ujar Kangin setelah mendudukan dirinya.
"Maaf. Kenapa appa datang kesini?" tanya Donghae penaaran, karena selama ini Kangin belum pernah mengunjungi kantornya kecuali dalam acara bisnis.
"Kau jangan bertindak seolah tidak tahu Lee Donghae," ujar Kangin dengan nada dinginnya, menghiangkan kesan hangat saat memasuki ruangan itu sebelumnya.
"Maaf tapi aku tidak mengetahuinya, appa!"
"Kau! Bisakah kau memperlakukan anak-ku dengan lembut?" ujar Kangin mulai mengusai emosinya kembali.
"Apa?"
"Jangan pikir aku tidak tau bahwa kau selalu berlaku kasar terhadap anak-ku!"
"Apa Eunhyuk yang menceritakan semua itu?" tanya Donghae gusar.
Kangin tertawa meremehkan, "bahkan anak-ku selalu bercerita yang baik, bahkan terlewat baik tentang dirimu yang aku ketahui itu semua adalah dusta," lanjut Kangin.
"Aku.."
"Aku tau kau membenci anak-ku karena insiden itu! Tapi aku pikir seiring berjalan waktu kau akan memaafkannya. Maaf karna aku yang memaksamu menikah dengannya."
Donghae diam. Dia bingung hars berkata apa. Kangin membuka document yang sedari tadi dibawanya. Kangin menyerahkan document tersebut kearah Donghae dan dengan segera Donghae membaca isi document tersebut.
"Ini..."
"Seperti yang kau baca! Aku muak melihat anak-ku selalu menangis karenamu. Kau tanda tangani ini maka semua akan berakhir. Aku akan membawa Eunhyuk ke Paris. Dan kau bisa menjalani kehidupanmu seperti semula..."
Kangin bangkit dari kursinya membiarkan Donghae yang masih berdiam menatap document tersebut, "aku yakin kau tidak pernah menyentuh anak-ku selama kalian menikah, kecuali insiden itu. Dan itu akan mempermudah dalam perceraian kalian," ujar Kangin kemudian berjalan keluar dari ruangan Donghae.
Donghae hanya terus manatap document tersebut. Pikirannya kalut. Perasannyapun campur aduk. Donghae meremas isi document tersebut.
Donghae kembali menghela nafas berat. Lalu dia mengambil jasnya dengan kasar kemudia meninggalkan kantor tersebut.
::HaeHyuk::
"Oppa ayolah jangan marah denganku! Aku hanya ingin menyadarkannnya," rayu Jessica.
"Kau tau. Kau melanggar kodratmu arwah!" ujar sesosok bayangan putih dengan seluruh tubuhnya yang bercahaya sembari memukul kepala Jessica.
"Ayolah oppa. Aku hanya sedikit membantu," rayu Jessica lagi.
"Kau arwah seharusnya kau tidak bermain-main di dunia manusia. Kembalilah ketaman jiwa dan berbaik-baiklah disana," ujar namja yang menggunakan pakaian putih tersebut.
"Tidak! Susah payah aku kabur dari taman jiwa dan sekarang kau menyuruhku kembali? Tidak akan!" jawab Jessica angkuh kemudian melipat kedua tangannya.
Namja tersebut mendengaus mendengar penuturan keras kepala yeoja cantik dihadapannya, "Jessica Jung jangan bermain-main! Kau melanggar kodrat dengan memasuki mimpi seseorang, membelokkan beberapa takdir dan kau tau Dewa takdir memarahiku!"
"Shim Changmin seorang dewa mimpi takut dengan dewa takdir? Mustahil," gumam Jessica. Changmin mendengus kesal bila sudah berhadapan dengan Jessica.
"Baik aku mimta maaf dan aku akan kembali ketaman jiwa. Tapi beri aku waktu!" ujar Jessica penuh harap.
"Tapi.."
"Percaya denganku. Aku pasti kembali ketaman jiwa tapi tidak saat ini."
Changmin berpikir sebentar kemudian dia mengaguk. Jessica tersenyum.
"Terimakasih," ujar Jessica tulus.
::HaeHyuk::
Donghae menaruh kepalanya dimeja bar tersebut. kepalanya sudah berat. Kepalanya ingin meledak bila memingat semua kejadian yang dialamami semua itu. Donghae frustasi. Dia kembali mengagkat kepalanya dan menuangkan minuman beralcohol itu kedalam gelasnya kemudian kembali meminumnya. Bergitu seterusnya hingga dia mengabiskan cukup banyak minuman.
Sadar atau tidak Donghae menghubungi Eunhyuk melalui ponselnya.
"Halo ini siapa?" tanya suara disebrang sana.
"Kau tidak mengenal suara hik suamimu? Hahaha, mungkin hik kau sudah membenciku," racau Donghae tidak jelas.
"Donghae-ah kau mabuk? Dimana kau sekarang?" terdengar nada khawatir disebrang sana.
"Kau menghawatirkanku? Hik sungguh manis hik," racau donghae.
"Donghae-ah!"
"Apa babby hik? Aku sedang di club malam yang sama hik saat kau memeluk pria bajingan hik itu. Kau bahkan memeluknya waktu itu. Sialan kau!"
"Tunggu aku disana," ujar Eunhyuk disebrang sana lalu mematikan telfonenya.
.
.
Eunhyuk terburu-buru datang ke club malam tersebut. bahkan beberapa orang terkikik geli melihat penampilan Eunhyuk yang mengguanakn piyama tidur berwarna babby blue dan sendal rumah. Eunhyuk hanya menunduk malu.
"Dulu aku diperhatikan karna penampilan tampanku. Tapi sekarang aku justru terlihat seperti orang idiot," gumam Eunhyuk dengan percaya dirinya pada dirinya sendiri. Bahkan disana tidak ada satupun orang yang menganggapnya tampan :D
Dulu Eunhyuk menjadi pusat perhatian karena dia merupakan 'uke' yang mendapatkan gelar tersexy. Sedangkan sekarang dia terlihat seperti anak kecil yang baru bangun tidur, walau kesan manis tidak bisa dihilangkan dari dirinya.
Matanya menelusuri semua sudut club tersebut. Langkahnya dipercepat ketika melihat sosok Donghae yang terus berbicara sendiri dengan botol-botol minuman yang sudah kosong.
"Donghae-ah! Kau baik-baik saja?" tanya Eunhyuk. Donghae mengangkat kepalanya kemudia berdiri dan memeluk Eunhyuk.
"Kau lihat aku baik! Kau sungguh manis," ujar Donghae.
"Kau mabuk!"
"Aku? Lihat aku tidak mabuk manis," ujar Donghae dengan berdiri sempoyongan.
Eunhyuk hanya menatap Donghae prihatin. Biasanya bila sudah menyentuh minuman, menandakan bahwa Donghae memiliki masalah yang sangat besar.
Eunhyuk menahan Donghae dengan susuah payah yang hampir terjatuh. Kemudian dengan sekuat tenaga dia merangkul Donghae keluar dari club tersebut.
.
.
.
Donghae mendorong Eunhyuk menjauh dari dirinya ketika mereka di trotoan.
Eunhyuk hanya menatap donghae bingung.
"Apa yang kau lakukan? Menjauh dariku!" ujar Donghae yang sepertinya mulai sedikit tersadar.
"Aku? Aku hanya menolongmu!"
"Jangan bertingkha seolah kau menghawatirkanku bitch," ujar Donghae.
Air mata Eunhyuk hampir keluar namun dia tahan, "aku memang menghawatirkanmu!" ujarnya lembut.
Donghae tertawa keras. Tertawa meremehkan, "kau menghawatirkanku? Sialan, aku sudah membentakmu, mencacimu dan berlaku kasar terhadapmu kau masih menghawatirkanku?"
"Kau membawa pengaruh buruk untuk-ku! Kau membuatku kacau! Semakin aku menjauhimu semakin muncul perasaan ini! Shitt," ujar Donghae tanpa sadar. Matanya memerah menahan tangis.
Eunhyuk tersenyum mendengar penuturan Donghae. Dia tidak salah dengar bukan? Donghae memiliki perasaan yang sama dengannya. Oke, Eunhyuk masih tersenyum. Kalian boleh katakana dia jahat. Tapi sungguh Eunhyuk sangat bahagia.
Eunhyuk berjalan kemudia memeluk Donghae erat. Air mata Donghae tidak bisa ditahan dia menangis. Eunhyuk-pun ikut menangis.
"Maaf!" ujar Eunhyuk
Seolah tersadar dengan apa yang dilakukan Eunhyuk, Donghae mendorong Eunhyuk membuat Eunhyuk hampir jatuh.
"Menjauh dariku! Cepat atau lambat kau juga akan meninggalkanku! Appamu bahkan akan membawamu ke Paris!" teriak Donghae frustasi. Eunhyuk kembali memeluk Donghae.
Donghae berontak dan dengan kasar mendorong Eunhyuk. Eunhyuk terdorong kerah jalanan dan sebuah mobil melaju dengan kencang.
Yang terdengar hanya sebuah benturan benda keras memecah keheningan malam.
Malam gelap semakin gelap pertanda mendung. Rintik hujan perlahan turun. Langit seolah bersedih ketika mengetahui seorang manusia begai malaikat yang terbaring dijalan dengan kepala yang terus menegluarkan darah itu.
:::HaeHyuk:::
Donghae terlihat gemetar. Bajunya sudah basah semua dan kemeja putihnya terlihat noda darah yang sangat kentara. Matanya memerah sedari tadi.
Dia menatap tangannya yang bergetar kemudian mengepalkan tangannya yang berlumur darah. Bagaikan de javu. Semua kejadian ini sangat mirip dengan Eunhyuk saat menabrak Jessica.
"Bodoh kau Lee Donghae! Kau melukainya? Kau pantas mendapat neraka!" gumam Donghae pada dirinya sendiri.
Terlihat epmat orang berlari menuju Donghae dengan wajah panik dan takut. Takut akan kehilangan.
Kangin yang pertama sampai segera menarik kemeja Donghae dan menghajar Donghae. Donghae yang lemas dengan kencang menghantam kurisi besi ruang tunggu tersebut. donghae hanya tersenyum getir. Bahkan ini tidak sepadan dengan semua dosa yang dia lakukan.
"Brengsek! Sudah kukatakan jangan pernah menyakiti anak-ku lagi sialan!" ujar Kangin emosi. Leeteuk berusaha menenangkan Kangin yang emosi.
Kyuhyun berjalan menghampiri Donghae dan menjulurkan tangannya. Donghae dengan ragu menerima uluran tersebut. Kyuhyun tersenyum ketika Donghae sudah berdiri. Namun detik berikutnya Donghae kembali menghantam kursi tersebut karna Kyuhyun menendang perut Donghae dengan kencang.
"Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan?" teriak namja mungil bersuara tenor.
"Apa? Aku hanya melakukan sedikit permainan agar orang bodoh ini kembali dengan akal sehatnya!" jawabnya santai kemudian meninggalkan Donghae.
Donghae hanya terdiam dan berusaha bangkit. Tidak diperdulikannya badannya yang remuk akibat hantaman beberapa kali dengan besi. Dia memang pantas mendapatkan hukuman. Bahkan hukuman itu belum seberapa dengan yang dialami dengan malaikatnya itu.
Donghae berjalan dengan tergopoh dan mengintip kaca yang beada di pintu tersebut. Perlahan air matanya turun ketika melihat Eunhyuk yang dikelilingi oleh para dokter ataupun suster.
"Kau menyesal?" tanya Kyuhyun dingin. Donghae tetap diam tanpa memperdulikan Kyuhyun.
Terdengar tawa meremehkan dari Kyuhyun, "kau pikir ini drama? Kau menyesal dan tokoh utama akan memaafkanmu dengan mudah! Berimpi saja Tn. Lee!" ujar Kyuhyun dengan mata memerah.
"Maaf!"
"Maaf? Hahaha, terlambat brengsek!" ujar Kyuhyun dan berjalan mendekat Donghae. Namun niat ingin menghajar Donghae dia urungkan ketika merasakan Ryeowook menahan pergelangan tanggannya.
"Kyuhyun-ah kau tidak ingin ditendang keluar karena membuat kegaduhan bukan?" ujar Ryeowook dan Kyuhyun hanya diam.
Semua mata tertuju ketika mendengar suara pintu ruangan tersebut terbuka. Terlihat dokter muda dengan kacamata minusnya keluar dengan keringat yang terlihat didahinya.
Donghae segera menghampiri dokter tersebut dan menabrak Kangin dan Leeteuk yang ingin menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaanya dokter?" tanya Donghae terlihat nada khawatir.
"Dia memerlukan tindakan cepat. Siapa suaminya?" tanya dokter tersebut.
"Saya suaminya dok!" ujar Donghae cepat.
"Kau baru mengakuinya setelah dia sekarat? Hahaha rendah sekali dirimu," ejek Kyuhyun dan sukses mendapat pukulan kecil diperutnya dari Ryeowook.
"Ikut saya keruangan!" ucap dokter tersebut dan hanya dibalas dengan anggukan dari Donghae.
[TBC/DELETE]
Udah mulai deh abang ikan itu kesiksa :D #anakDurhaka Kha gak bisa bikin daddy kesiksa, pasti nyerempet mommy deh yang kena siksa -_-
Maaf kalo nyikanya kurang. Karna Kha itu suka ngeliat Hyuk mom disiksa di FF ataupun diranjang :D
[NOTE: Jujur Kha udah gak ada feel buat ngelanjutin FF ini #plak
Tapi Kha berusaha ngelanjutin FF ini. Mohon reviewnya sebagai enyemangat^^ semakin banyak review semakin Kha gak tege ngedisc[?] nih FF^^
Maaf bukannya sombong, tapi keadaan selalu gak memungkinkan untuk bels review #mianhae .. Tapi Kha selalu baca review kalian #lewatHP]
BUAT YANG INGIN BERTEMAN/NANYA SILAHKAN ..
FOLLOW Kartika2412
FB .
Silent Reader = END STORY^^
HaeHyuk Aegya 이카희
