The Secret of Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Romance
Warning : This is Yaoi (BL) , Author newbie, maaf kalau Typo berserakan
= Selamat Membaca =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…
Jongin terlihat gugup disodorkan pertanyaan yang sensitif untuknya. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu memandang bergantian antara minah dan kyungsoo,
"kyungsoo itu teman oppa, kamu tahu sendirikan jika oppa itu baru pindah di sekolahmu dan kyungsoolah yang pertama oppa kenal" ucap jongin masih gugup
"jadi oppa tahu dimana kyungsoo oppa tinggal selama ini?" Tanya minah kembali, yang masih memandang kakaknya dengan tatapan kurang percaya, minah tidak berani memandang kyungsoo
"itu..oppa. oppa baru saja tahu"
"kyungsoo oppa selama ini tinggal dimana?"
"untuk apa kamu bertanya begitu minah?"
"ya aku mau tahu saja, beberapa minggu ini, kami sebagai siswa dan siswi sekolah anyang high school sangat mengkhawatirkan keadaan kyungsoo oppa, dia tidak memberitahu kami semua alamat barunya" jawab minah dengan mata berkaca-kaca
"kyungsoo tinggal.. dia tinggal bersama keluarga barunya, keluarga dari pihak appa angkatnya, ya begitulah" jongin terpaksa berbohong. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa kyongsoo tinggal berdua di apartemennya. Sedangkan kyungsoo membelalakkan mata belonya mendengar penuturan jongin yang tanpa konfirmasi padanya. Tapi kyungsoo berusaha menenangkan dirinya, mungkin jongin mengatakan ini untuk menyelamatkan dan membuat kyungsoo hidup dengan tenang bersamanya.
Minah yang diberikan penjelasan oleh kakaknya hanya mengangguk saja, dia sebenarnya masih mempunyai pertanyaan lain seputar kyungsoo, tapi niat bertanya itu dia urungkan karena sepertinya sang empunya pesta, taeyeon telah menuju halaman kebun tempat diadakannya pesta itu. Pesta itu dimulai dengan sedikit kata sambutan yang membosankan, setelah itu acara makan dan bersulang bisa dimulai. Suara riuh oleh pasangan namja-yeoja kembali membahana.
Minah masih belum menyangka bahwa dia akan bertemu dengan kyungsoo dipesta ini. Tuhan telah mengabulkan permohonannya. dia mencari celah untuk bisa berbicara berdua dengan kyungsoo. Ya kali ini minah mencoba untuk berusaha sendiri. Dengan semua peristiwa yang terjadi selama ini, minah menjadi kurang yakin untuk meminta tolong ke baekhyun. Karena baekhyun sendiri sepertinya kesulitan mendapatkan pasangan, itu pikiran minah saat ini.
Kyungsoo yang beberapa menit lalu berpisah tempat dengan jongin, membuat minah mempunyai peluang. Minah melihat jongin sedang berbicara panjang lebar dengan chanyeol, baekhyun dan beberapa orang yang minah tidak tahu namanya, sedangkan sehun saat ini tidak terlihat batang hidungnya. Minah mendekati kyungsoo yang sedang mengganti gelas jusnya. Minah dengan gaya yang gugup berhasil sampai ketempat kyungsoo,
"dio..eh, kyung..kyungsoo oppa, bisa berbicara sebentar?" Tanya minah yang serasa ingin pingsan dengan pertanyaannya sendiri,
"ya, apa yang ingin kamu bicarakan?" kyungsoo berbalik dan tersenyum kepada minah, bibir khas bentuk hatinya menghipnotis minah, namun minah cepat tersadar dengan tujuannya
"kyungsoo oppa, ini.. itu..aduh aku lupa, eh, ini surat untuk oppa, dan jangan dibuka disini, buka saja di rumah nanti"
"surat? Surat untukku, dari siapa?"
"nanti juga oppa akan tahu"
"oh, terima kasih, nanti dirumah aku buka dan maaf, kamu apanya jongin, kamu adiknya atau pacarnya?"
"oppa, aku adiknya jongin. lucu sekali oppa sebut aku pacar kakakku sendiri"
"oh.. maaf"
"baiklah kyungsoo oppa, aku permisi dulu"
Tutup minah sembari berlalu menuju kerumunan anak tahun ketiga, seniornya. Minah sangat senang, akhirnya surat yang telah lama terpendam di tangan baekhyun itu bisa sampai juga ke kyungsoo. minah tidak sabar dengan reaksi kyungsoo nanti
Kyungsoo masih terus memandang minah yang menghilang dibalik kerumunan yeoja yang memang jumlahnya paling banyak di halaman pesta. Kyungsoo ingin memasukkan surat minah kedalam kantong celananya, namun surat itu diambil secara mendadak oleh seseorang, surat itu diambil oleh jongin,
"kyungsoo ya, jangan terima surat ini, kumohon" kata jongin dengan sedikit berbisik
"jongin, memangnya kenapa? Ini mungkin surat pertemanan. Jaman sekarang memakai surat itu masih wajar"
"bukan begitu, sepertinya adikku itu menyukaimu" ucap jongin menghela nafasnya dengan berat,
"dimana kamu tahu?" Tanya kyungsoo heran,
"ya aku tahu, dulu minah pernah bilang bahwa dia suka dengan seseorang disekolahnya, dan orang itu bernama Dio. Dan itu kamu kyungsoo ya. Aku juga akhir-akhir ini baru tahu bahwa namamu dulu itu dio. Nickhun memanggilmu dio. Minah juga dan temanku chanyeol pernah memanggimu dengan nama dio"
"benar jongin, dulu sebelum aku tahu siapa namaku yang sebenarnya, dio adalah namaku. Dan setelah aku tahu nama dan margaku, do kyungsoo. Aku jadi mengganti nama dan menggunakan nama yang sekarang, dan oleh sebab nama ini juga aku mengalami banyak hal yang tidak kuharapkan terjadi dalam hidupku"
"apa itu soo?"
"aku tidak bisa menceritakan hal ini dulu, tapi sesuai janjiku aku akan menceritakannya nanti kepadamu"
"jangan terlalu sering menyimpan 'rahasia', kamu perlu membaginya dan aku menjamin aku adalah orang yang tepat untuk itu" ucap jongin yakin
"terima kasih jongin, aku percaya padamu. Tapi ini bukan saatnya, aku harap kamu bisa mengerti itu" tutup kyungsoo,
Jongin menganggukkan kepalanya mengerti. Dia memandang surat pink adiknya minah untuk kyungsoo, dan tanpa berfikir panjang jongin merobek surat itu menjadi 16 bagian dan serpihan robekannya itu dia jejalkan dan dibuang dipanggangan daging yang membara
"aku sangat menyesal kenapa harus adikku sendiri yang menyukaimu, kyungsoo ya. Aku bersaing dengan adikku sendiri" desis jongin dengan nada galau
"bukan salahmu" kyungsoo menenangkan jongin, mata kyungsoo terus memperhatikan robekan surat minah yang telah menghitam,
Jongin melakukan ini karena dia berstatus pacar resmi kyungsoo. Dan kyungsoo sebenarnya mau tahu isi surat minah itu, tapi jongin telah membakarnya. Dan tanpa jongin dan kyungsoo ketahui, sehun melihat surat minah yang telah menjadi abu. Sehun tidak tinggal diam, dia merekam adegan pengrobekan dan pembakaran surat minah. Entah mengapa sehun merasa perlu melakukan ini, sebagai bukti nanti bila kata-katanya tidak dipercayai oleh baekhyun. Sehun kembali tersenyum karena dia sudah mempunyai 2 file rekaman, satu file pengrobekan surat dan satunya lagi file adegan taeyeon yang memasukkan obat tidur diminuman baekhyun. Dan sehun tidak memberitahukan baekhyun atas hal ini dan sebentar lagi sehun akan mendapatkan file ketiganya, yang kemungkinan berisi file adegan apa yang dilakukan taeyeon kepada baekhyun dikamarnya. Ide ini sehun dapatkan dari baekhyun sendiri yang sering menyimpan kamera tersembunyi dikamarnya. Usaha nekat sehun ini adalah upayanya untuk menukar file video mesumnya yang saat ini aman bersama baekhyun dengan file video baekhyun vs taeyeon. Sehun tertawa senang, dia merasa sangat cerdas
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…
Di apartemen jongin,
Kyungsoo pagi ini akan mencari pekerjaan, dia bertekad tidak akan pulang bila belum dapat pekerjaan juga, sudah 3 minggu dia berdiam diri dikamar atas rekomendasi jongin. jongin yang sudah memakai seragam sekolahnya dan bersiap-siap pergi kesekolahnya menghampiri kyungsoo,
"kyungsoo ya, yakin hari ini mau mencari pekerjaan baru?"
"yakin jongin, aku sudah sehat, kamu lihatkan aku bisa pergi ke pesta teman-temanmu"
"baiklah, tapi jenis pekerjaan apa yang kamu inginkan, aku bisa membantumu masuk keperusahaan appaku"
"tolonglah jongin, jangan bahas itu lagi, aku akan berusaha sendiri. Mungkin aku akan bekerja di café atau restoran, yah semacam itulah"
"baiklah, kau tidak akan memaksamu, asal kamu senang dan bahagia, aku pasti akan mengizinkan"
"mengizinkan? Apa kita sudah menjadi suami-suami.. eh, maksudnya pasangan resmi dalam ikatan per…nikah…an" kyungsoo menjeda kata terakhirnya
"ya mengizinkan, aku sekarang adalah pasanganmu dan yah begitulah, kamu pasti tahu maksudku"
"…"
"dan satu lagi, tolong jangan melakukan pekerjaan lamamu.."
"maksudnya menjadi penjaga sekolah?"
"bukan.. eh, menjadi pemuas atau apalah namanya, please"
"jongin, tenang saja. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak jatuh kedalam lubang yang sama, percayalah"
"aku percaya.. sangat percaya"
"…"
"baiklah kyungsoo ya, aku pergi dulu, aku sarapan disekolah saja, sebentar lagi pesanan makanan datang, kamu sarapan, makan yang banyak"
Jongin lalu mengecup singkat kening kyungsoo. Kyungsoo memejamkan matanya dan dia berharap jongin akan memberikan ciuman pertamanya di bibirnya, namun kyungsoo tidak berharap terlalu banyak, ada orang yang menyayanginya seperti jongin saja kyungsoo sangat bersyukur dan tidak ingin berfikiran macam-macam. Dan beberapa menit kemudian jongin telah berada di jalan raya bersama mobilnya untuk menuju kesekolah
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…
Kyungsoo turun dari bus. Dia menelusuri jalan yang pernah dia lewati. Kyungsoo hari ini akan segera melamar pekerjaan disebuah café. Bukan café tempat dia bertemu jongin bersama teman-temannya, kyungsoo memilih café yang lain untuk mengajukan lamaran pekerjaan. Kyungsoo melamar pekerjaan dengan tangan kosong, tanpa berkas dan dia berdoa semoga saja pimpinan cafe itu bisa menerimanya bekerja.
Kyungsoo memasuki café yang lumayan besar, kyungsoo sengaja memilih café itu karena bentuk bangunannya yang bagus dan berselera tinggi. Kyungsoo akan mencoba melamar dicafe itu. Dia menemui pelayan yang sedang bekerja dan pelayan itu mohon sejenak untuk memanggil penanggung jawab café itu,
"maaf, ada yang bisa dibantu?" Tanya si pengurus café
"maaf tuan, aku ingin melamar pekerjaan di café tuan, apakah aku bisa diterima?"
"maaf, kami saat ini tidak sedang membutuhkan pegawai baru, cari tempat lain saja"
"tapi tuan, sepertinya café ini butuh tambahan karyawan tuan, kafe ini ramai dan nampaknya pelayan disini kewalahan"
"maaf, tapi pegawai disini porsinya sudah proporsional dan tidak perlu tambahan lagi, tapi kamu terlihat sangat yakin diterima disini, kamu lulusan SMA mana?"
"maaf, tuan. Aku hanya lulus sekolah lanjutan tingkat pertama dan tidak melanjutkan lagi"
"begitu ya, sayang sekali semua pegawai disini harus pandai dan berpendidikan"
"tapi tuan, aku…"
"sudahlah anak muda, kami tidak menerima pegawai lagi" tutup si pengurus café lalu membalikkan badannya menuju ruangan khusus pegawai,
Kyungsoo menunduk sedih, ternyata dia tidak diterima. Kyungsoo membalikkan badannya dan melangkah keluar café itu, dia akan terus berusaha, café kedua mungkin akan menerimanya
Di dalam café, terlihat seorang yeoja yang memperhatikan kyungsoo sedari tadi, dia memanggil si pengurus café yang tadi menolak kyungsoo bekerja.
"woo, kenapa kamu menolak pemuda itu bekerja disini?"
"maaf nona besar, tapi café ini betul-betul sudah tidak butuh pegawai, appa noona nanti akan marah bila tahu saya menambah pegawai seenaknya"
"diam, sekarang juga kamu panggil pemuda itu, terima dia bekerja disini. Hari ini juga dia bekerja. Kalau tidak, aku akan menyuruh appaku untuk memecatmu, sekarang"
"ba..baik, saya akan memanggil pemuda itu"
Setelah itu, woo yang sudah hampir tua itu cepat-cepat berlari dan mengejar kyungsoo yang sudah menjauh dari café, untung saja dia bisa cepat dan dapat mengejar kyungsoo. Kyungsoo kaget karena dia dipanggil kembali, dan panggilan itu adalah panggilan untuk bekerja. Kyungsoo langsung hari ini bekerja, dia diberikan seragam pegawai yang baru dan café itu mau tidak mau terpaksa menambah satu karyawannya,
Yeoja yang menyuruh agar kyungsoo diterima itu, tertawa senang dan penuh kemenangan. Dia berencana hari ini juga menjalankan aksinya. Aksi yang dilakukan untuk memiliki kyungsoo selamanya, ya selamanya.
.
.
Kyungsoo bekerja dengan baik, dia sangat mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Dia mudah belajar untuk melayani pelanggan dan dengan cepat dia juga bisa menghafal jenis-jenis kopi yang biasa dipesan oleh tamu café yang datang. Dia dengan cekatan melayani pelanggan dengan sabar. Banyak pelanggan, terutama pelanggan yeoja centil yang menggodanya, memegang tangannya, bahkan ada yang menepuk pantat seksi (?) nya, kyungsoo berusaha sabar, dia masih bisa menerima jika pelanggan itu tidak berbuat lebih kepadanya. Dan kyungsoo tahu rata-rata pelanggan di café tempat dia bekerja adalah orang-orang kaya yang menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk menikmati secangkir kopi atau mocca,
Kyungsoo masuk kedapur, dia tersenyum pada salah satu pegawai disana, pegawai itu balik tersenyum dan bergegas keluar untuk mengantarkan pesanan selanjutnya. Kyungsoo membawa ponsel jongin, yang jongin berikan, dia heran karena sudah beberapa minggu ponsel itu tidak terisi daya (carger). Tapi ponsel itu tetap saja On. Kyungsoo memandang layar ponselnya, sudah ada 7 panggilan tidak terjawab, bertuliskan 'appa'. Dan saat kyungsoo ingin menyimpan ponsel itu disakunya, ponsel itu kembali menampilkan panggilan dari nama 'appa' itu, dan lagi-lagi tidak ada suara panggilan, rupanya ponsel itu masih mode silent (senyap). Kyungsoo tidak tahu pengaturan ponsel itu dan cepat-cepat dia menekan tombol terima,
"halo jongin, kenapa baru angkat telefon hah? Appa ingin saat pulang sekolah kamu segera kerumah, anak gadis Mr. jung akan datang dan dia menunggumu dirumah. Pendekatanlah dengan dia dan kalau bisa cari hari baik tanggal pernikahan kalian. Sudah dulu, appa sibuk, jangan lupa itu jongin" tutup appa alias tuan kim diseberang telefon,
Kyungsoo terdiam, ingin rasanya dia menangis dan menumpahkan kesedihannya. Jonginnya memang akan ditunangkan dan ayahnya menginginkan dia secepatnya menikah. Kyungsoo masih memandang layar ponsel yang sudah tidak menyala itu, dia tadi sebenarnya ingin berkata kalau dia bukan jongin, tapi setelah mendengar kalimat ayah jongin itu, kyungsoo kehabisan kata-kata dan hanya bisa terdiam membisu, lagi pula sepertinya kyungsoo kenal dengan suara itu, suara tegas yang membuat bulu kuduk berdiri, tapi kyungsoo lupa dimana dia pernah mendengar suara itu
Hari sudah sangat malam. Kyungsoo berencana untuk pulang, namun pengelola café tidak ingin kyungsoo cepat pulang, orang itu mengatakan bahwa kyungsoo harus menunggu pimpinan café sebelum pulang. Pimpinan akan memberikan beberapa wejangan kepadanya sebagai karyawan baru, Kyungsoo menurut saja, dia menunggu didapur. Saat semua pegawai telah pulang dan café itu sudah tutup, kyungsoo masih terus menunggu. Dan pada saat itu kyungsoo dikagetkan oleh suara langkah kaki yang sepertinya mengendap-endap kearahnya, kyungsoo berpaling, dan langsung melihat dua orang lelaki yang menyergapnya. Dua orang itu mengikat kyungsoo dengan sangat keras. Kyungsoo meronta-ronta dan berteriak, namun usahanya sia-sia saja, dia kalah tenaga oleh kedua orang itu. Kyungsoo diseret kesudut gudang yang terletak tidak jauh dari dapur, dia lalu di dorong oleh kedua orang itu. Dalam sudut ruangan itu tidak kosong, ada seorang yeoja yang sedari tadi menunggu kedatangan kyungsoo,
"ikat dengan kuat dan posisikan tubuhnya menghadapku" ucap yeoja itu sadis,
"baik" kata perwakilan orang yang menyeret kyungsoo,
Kyungsoo diposisikan menghadap yeoja itu, tangannya tetap terikat dan kakinya diperlebar dan juga terikat kuat. Kyungsoo saat ini sangat takut, mau diapakan dia.
Kyungsoo membelalak saat melihat wajah yeoja yang mengurungnya di gudang, kyungsoo sangat kenal dengan yeoja gila itu,
"pergi kalian, tugas kalian telah selesai, tinggalkan aku bersamanya" teriak yeoja itu lagi sambil mengarahkan tangannya kearah pintu keluar, dan kedua orang suruhannya langsung melesat pergi tanpa berkata-kata lagi. Yeoja itu lalu menghadapkan wajahnya ke kyungsoo,
"halo oppa sayang, akhirnya kita bertemu lagi. Sudah sangat lama" desis yeoja gila itu,
"ji…jiyoon, kamu mau apa?" gagap kyungsoo takut
" aku mau apa? Mau apa? Aku mau tubuh oppa, aku mau oppa menjadi pasanganku, selamanya, dengan cara apapun" terang jiyoon penuh kemenangan
Kyungsoo menggeleng-geleng keras mendengar pernyataan jiyoon. Entah apa yang akan dilakukan oleh yeoja itu kepadanya nanti.
"dio oppa, kamu tahu sendiri, aku sudah 2 kali meminta oppa menjadi pacarku dan 2 kali juga oppa menolaknya dan aku tidak ada pilihan lain selain menggunakan cara ini..ha..ha…" tawa jiyoon membahana,
"…"
"oppa, tahu tidak… aku sudah mengandung dan menggururkan kandunganku. Karena aku kira benih dalam rahimku itu adalah benih oppa. Ternyata tidak, sepupuku menipuku, dengan menyerahkan sperma palsu, sperma yang bukan milik oppa. Sperma itu milik mantan pacarku yang gila harta, dengan imbalan uang tentunya. Aku tidak sudi mempunyai anak dari dia. Aku hanya mau mempunyai anak dari oppa dan malam ini kita akan melakukannya, untuk mengisi rahimku lagi, dengan sperma oppa tentunya"
Kyungsoo bergidik ngeri. Dia tidak menyangka jika jiyoon akan melakukan hal ini demi obsesi mendapatkannya. Perempuan itu sudah benar-benar gila. Dan kyungsoo jadi tahu bahwa orang yang dulu melakukan pencabulan dan akan mengambil spermanya adalah sepupu jiyoon. Kyungsoo tidak habis pikir. Kenapa harus dirinya, kenapa harus kyungsoo?
"tunggu..tunggu jiyoon, kenapa harus aku? kenapa bukan orang lain saja?" Tanya kyungsoo asal, dia ingin menunda waktu, hingga mungkin ada pertolongan yang datang padanya,
"karena oppa sangat tampan dan menggairahkan, aku suka oppa, aku mencintai oppa"
"tapi aku tidak mencintaimu jiyoon"
"terserah apa kata oppa"
Jiyoon lalu maju mendekati kyungsoo, dia membuka kancing baju kyungsoo yang dimulai dari atas hingga 3 kancing terbuka, maka tereksposelah tubuh putih kyungsoo dengan ada bercak merah disana-sini. Bercak itu adalah bercak yang dibuat oleh orang-orang yang pernah menjadi partner oral kyungsoo. Jiyoon tertegun, namun dia tidak peduli, kyungsoo akan menjadi miliknya malam ini,
"jiyoon, tunggu dulu. Kamu berkata sudah menggugurkan kandunganmu. Jadi sepertinya kamu akan kesulitan mengandung lagi. Itu butuh pemulihan dulu" tukas kyungsoo kembali asal
"aku tidak peduli"
"…"
"malam ini aku akan bermain-main dengan oppa…"
Jiyoon meraba dada kyungsoo. Kyungsoo tidak terangsang sama sekali. Jiyoon masih mencoba merangsang kyungsoo dengan erostis. Jiyoon membuka baju bagian depannya dan itu langsung menampilkan dadanya yang juga putih. Buah dada jiyoon yang ranum tercetak jelas dimata kyungsoo. Jiyoon juga menekan-nekan tangannya dikejantanan kyungsoo yang masih tertutupi celana. Tapi tidak terjadi perubahan pada selangkangan kyungsoo,
"oppa, aku heran, daging sudah ada didepan mata oppa, kenapa oppa tidak menyantapnya" ucap jiyoon jengkel, karena usahanya merangsang kyungsoo yang gagal
"jiyoon, tolong lepaskan aku.. tolonglah.."
"tidak, sebelum kita melakukan 'itu' dulu"
"tapi jiyoon, kita tidak mungkin melakukan itu"
"kenapa 'punya' oppa belum tegang juga, sial" rutuk jiyoon,
Kyungsoo menggeleng takut, jelas saja dia tidak akan 'tegang' karena kyungsoo tidak merasakan aliran birahi ketika jiyoon merangsangnya. Lain cerita bila orang lain yang merangsangnya, misalnya jongin. kyungsoo sebisa mungkin melupakan jongin, karena bila kyungsoo terus mengingat jongin, maka akan dipastikan 'kejantanan'nya akan menegang dengan hebat. Kyungsoo tidak ingin itu terjadi,
"baiklah, kalau begitu aku akan menelanjangi oppa saja" teriak jiyoon senang,
"tolong jiyoon, jangan…jangan" rintih kyungsoo
Kyungoo tidak ingin kehilangan keperjakaannya. Kyungsoo tidak rela. Bertahun-tahun lamanya kyungsoo menjaga 'itu'nya agar tidak tersentuh langsung. Dan hanya sehari keperjakaannya akan hilang oleh perempuan yang dia tidak sukai. Tidak, kyungsoo harus mencari cara agar dia bisa lolos dari jerat nafsu jiyoon
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…
Jongin menunggu kyungsoo pulang, dia terus mondar mandir dengan gelisah. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan kyungsoonya belum juga pulang. Jongin khawatir terjadi sesuatu yang buruk terhadap kyungsoo. Dia menekan tombol ponselnya dan menghubungi nomor kyungsoo, namun tidak ada jawaban. Apa kyungsoo tidak mendengar panggilan telefonku? Batin jongin was-was.
Jongin memutuskan untuk keluar mencari kyungsoo, dia akan menelusuri jalan-jalan di kota seoul demi mencari tahu dimana kyungsoo saat ini. Jongin memperlambat laju mobilnya untuk memperhatikan setiap tempat-tempat seperti restaurant, café dan rumah makan yang masih buka. Jongin masih memperhatikan setiap keadaan diluar mobilnya saat dia mendapati seseorang yang dia kenal. Orang itu berdiri sendiri dengan memegang ponsel yang terus di utak atik, jongin memberhentikan mobilnya dan menyapa orang itu lewat jendela mobil yang kacanya dia turunkan,
"sulli noona? Benarkan?" Tanya jongin antusias,
"tu..tuan muda jongin" orang itu sepertinya mengenali jongin juga,
"iya, aku jongin. jangan panggil dengan sebutan tuan, panggil saja jongin. sulli noona kan sudah tidak bekerja lagi dirumahku"
"iya, baiklah" kata sulli singkat
Jongin turun dari mobilnya dan berencana mengobrol singkat dengan sulli. Memang ada hal penting yang jongin ingin bicarakan dengan sulli, menyangkut kalimat dibuku harian mendiang ibunya. Karena sulli ada disamping mendiang ibunya saat ibunya itu meninggal.
"sulli noona, saat ini tinggal dimana?"
"aku tinggal dengan suamiku. Maaf aku tidak mengundang tuan.. eh maksudku jongin"
"tidak mengapa, syukurlah akhirnya sulli noona menikah juga"
"iya, di usiaku yang sudah tidak muda ini, aku bersyukur mendapatkan suami"
"kenapa sulli noona disini? Malam-malam begini dan sendiri?" Tanya jongin heran
"aku mencari sepupuku, dia masih sangat muda. Kira-kira seumuran denganmu. Dia perempuan"
"memangnya dia kenapa? Kabur dari rumah?"
"tidak, dia baru saja keguguran dan aku takut karena dia itu tingkahnya nekat dan dia sedang menyukai seseorang" sulli menjelaskan dengan nada suara rendah
"aku masih belum mengerti sulli noona" ucap jongin bingung
"baiklah aku akan menceritakan ini. Aku percaya pada tuan muda.. maksudku kepadamu. Sepupuku itu menggugurkan kandungannya, dengan bantuanku. Karena aku suster jadi dia datang untuk meminta bantuanku. Dengan berbagai pertimbangan aku setuju. Tapi setelah aku membaca pesannya yang salah kirim. Aku jadi takut dia akan berbuat nekat. Dia berencana akan menculik pemuda yang dia sukai dan berhubungan intim dengannya, dengan harapan dia hamil untuk kedua kalinya"
Sulli tertunduk, dia sebenarnya malu menceritakan aib ini. Namun sulli merasa perlu menceritakannya. Dan dia tidak ragu menceritakan hal ini kepada jongin. karena sulli sudah tahu bahwa jongin tidak akan membocorkan hal ini. Sulli sudah tahu sifat jongin selama sulli mengabdi 18 tahun dikeluarga kim.
Jongin mencerna kalimat demi kalimat yang sulli utarakan. Jongin berencana membantu sulli untuk mencari sepupunya, namun jongin juga saat ini mencari kyungsoo yang entah kemana
"sulli noona, orang tua sepupu noona itu kenapa tidak ikut mencari?"
"ah, ajuhshi sudah melepaskan anaknya. ajuhshi sudah bosan dengan tingkah anaknya itu yang membuat orang tuanya susah. Jadi aku sendiri yang turun tangan dengan masalah ini. Dan bila dia melakukan kesalahan lagi, fatal, maka kemungkinan besar dia akan dipindahkan ke jepang oleh appanya"
"kalau boleh tahu nama dia siapa?"
"namanya jiyoon"
Jongin merasa pernah mendengar nama itu, tapi entah dimana. Jongin lupa.
"kamu sendiri kenapa masih diluar malam-malam begini?" Tanya sulli balik,
"aku.. aku juga mencari seseorang. Dia tidak pulang dari sore. Dan aku khawatir dengannya"
"memangnya dia begitu sangat penting ya?" Tanya sulli lagi,
"sangat… sangat penting" jawab jongin semangat,
Sulli hanya tersenyum melihat jawaban jongin yang spontan. Dia masih terus memencet ponselnya dan menghubungi sepupunya yang ternyata adalah jiyoon, namun usahanya itu sia-sia, karena jiyoon tidak mengangkat telefonnya.
Jongin memberikan aba-aba kepada sulli untuk naik ke mobilnya. Sulli setuju dan mereka berencana akan bersama-sama mencari kedua orang yang mereka cari. Jongin belum mempunyai petunjuk dimana kira-kira kyungsoo berada. Dan jongin teringat sesuatu, yaitu ponsel kyungsoo, ponsel itu adalah ponsel keluaran terkini yang canggih, dilengkapi dengan GPS untuk mengetahui lokasi. Dan jongin segera merogoh kembali sakunya dan mengeluarkan ponsel barunya. Dia menutak-atik menu pengaturan diponsel itu dan akhirnya jongin dapat mendeteksi keberadaan ponsel kyungsoo dengan GPS, yang otomatis kyungsoo pasti bersama ponsel itu.
"sulli noona, aku sepertinya menemukan tempat dimana orang yang aku cari, kita pergi kesana dulu ya? Setelah itu kita akan mencari sepupu sulli noona itu, bagaimana?" kata jongin memberikan argumennya
"baiklah" jawab sulli singkat,
Jongin lalu mengarahkan mobilnya ke arah dimana petunjuk diponsel jongin. dia dan sulli terus membelah malam yang memang masih ramai dengan orang-orang yang menikmati dunia malam di pinggir jalan kota seoul. Jongin tersenyum senang, sebentar lagi dia akan bertemu lagi dengan kyungsoo, baru 15 jam jongin tidak melihat kyungsoo, namun itu terasa 15 tahun bagi jongin. ini mungkin berlebihan
Jongin menghentikan mobilnya di depan sebuah café yang sangat besar. Café itu sudah tutup. Hanya papan namanya saja yang diterangi dengan lampu-lampu warna-warni. Jongin memandang sulli yang heran dengan tempat parkir jongin ini,
"jongin, orang yang kamu cari itu disini? Café ini?" Tanya sulli masih heran
"ya, itu yang ditunjukkan oleh ponselku ini. Ponsel ini terhubung dengan GPS ponsel orang yang aku cari itu dan tempatnya disini, sepertinya tepat di café ini" jawab jongin sangat yakin,
"ini café ayah sepupuku itu. Apa dia berteman dengan sepupuku? Atau dia bekerja disini?"
"oh, jadi café ini sulli noona kenal? Mungkin saja dia bekerja disini, aku juga belum yakin dengan hal itu"
"tapi café ini sepertinya sudah tutup jongin, tidak ada orang" tukas sulli
"sepertinya masih ada orang didalam. Aku akan mencoba lewat belakang. Sulli noona mau ikut atau menunggu dimobil saja?"
"aku ikut"
Jongin dan sulli bersama-sama menyusuri jalan sempit disamping bangunan café itu untuk menuju kearah belakang. Jongin menajamkan pendengarannya. Dia terus menghubungi nomor kyungsoo, namun tetap tidak ada jawaban. Semakin mendekati bagian belakang bangunan café, perasaan jongin semakin was-was. Entah mengapa dia merasa sesuatu terjadi kepada kyungsoo-nya.
Jongin masih melangkahkan kakinya diikuti oleh sulli dibelakangnya. Jongin sepertinya mendengar sesuatu. Setuatu yang seperti memohon, dan merintih. Suara itu semakin dekat ditelinga jongin. jongin mendekatkan pendengarannya di dinding bangunan café bagian belakang itu dan suara memohon itu sudah semakin jelas, dan jongin tahu dengan suara itu, sangat tahu, itu suara kyungsoo, yang memohon-mohon kepada seseorang. Jongin panik dan memandang berkeliling, mencari dimana pintu masuk. Sulli hanya hanya bisa memandang jongin yang sangat panik itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Jongin masih terus berusaha untuk masuk. Jongin telah menemukan pintunya. Dan dengan tenaga yang entah dari mana, dengan sekali dobrak, pintu itu langsung terbuka dan mengagetkan kedua orang didalam ruangan itu.
"kyungsoo… kyungsoo" panggil jongin saat pintu itu telah rusak dan terbuka,
"jo..jongin, tolong aku" rintih kyungsoo senang. dimana kini keadaannya telah kacau. Bajunya telah robek disana-sini, menampilkan tubuh putihnya yang penuh dengan isapan dan jilatan jiyoon. Dan untung saja celananya masih dia kenakan dan tangan jiyoon masih terus meremas 'kejantanan' kyungsoo dari luar.
Jiyoon yang juga sadar ada seseorang yang mendobrak pintu gudang cafenya, menjadi panik dan menghentikan aktifitas tidak senonohnya terhadap kyungsoo. Dia menatap jongin dengan pandangan tidak suka. Dan pandangan matanya seketika berubah saat melihat sulli yang ada dibelakang jongin. jiyoon terkaget. dilain pihak sulli juga kaget melihat jiyoon, dia kaget menyaksikan posisi jiyoon yang menindih kyungsoo dengan tidak wajar.
"ji..jiyoon.. kamu.. kamu melakukan apa terhadap pemuda i…" kalimat sulli terhenti saat melihat pemuda yang terbaring tak berdaya di depan jiyoon, sulli kembali terkaget dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat,
"a…a…anak tuan Kim.."
Sulli membekap mulutnya sendiri…
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…
Uneg-ineg sedikit nih, FF ku ini di bajak oleh akun yang mempunyai pen-name Soo Kyung, dia copas semua isi FFku tidak tersisa (semua kata-katanya sama), dan dia kasi nama FFnya itu "Secrets". Yang aku lihat dia udah sampai chap 4 kalau tidak salah. Yang jelas aku tidak mempunyai akun lain. Akunku Cuma ini, Silent Kaisoo, yang dulu bernama DO Bitches. Aku sudah kirim PM ke pen-name itu untuk menghapus FF bajakannya, tapi tidak ada tanggapan. Sekarang jadi malas lanjut dan publish lagi. Ini aja udah dipaksain untuk publish chap 10… *mendesah panjang*
overall, kotak Review siap menampung komentar kalian semua dan Terima kasih sudah Membaca dan Komentar…
