Sayonara~

Fairy Tail + Hiro's-sensei Property

Warning: Fluffy, OOC, Hurt, Hope, Miss Typo


*Normal POV*

"Igneel..Doko ni?" bisik Natsu dengan suara menekan. "Aku…tak akan memberitahu mu!" jawab anak perempuan itu singkat. Natsu mengatupkan giginya. "Kenapa kau tak memberi tahu ku?" anak perempuan itu menatap Natsu dingin dengan mata onyxnya "karena kau tak pantas bertemu dengannya!" tiba-tiba anak itu mulai berlari dan menyerang Natsu, untungnya Natsu bisa menghindari serangan anak itu.

Anak itu terus mengerahkan pukulan kearah Natsu, tetapi pukulannya tertangkis oleh Natsu. "KENAPA KAU MELUKAINYA?" tanya anak itu sambil menendang Natsu dengan api di kakinya. Natsu mundur beberapa langkah kebelakang dan langsung mengatur keseimbangannya. "Siapa yang kau maksud?Lucy, kah? Cih!" kata Natsu dingin.

"Bukan kah kau yang menghilangkan ingatannya dan membuatnya menderita?" katanya sambil memukul perempuan itu dengan kayru no tekken-nya. Pukulan itu mengenai perut perempuan berambut salmon itu. "T-tapi..kau lah yang membuatnya ingin kehilangan semua ingatannya…" jawab anak itu sambil meringis kesakitan karena pukulan Natsu. Natsu terdiam dia teringat kata-kata Erza.


'Kenapa dia ingin melupakan mu, Natsu?'

'Painful Memories, sihir untuk memusnahkan semua kenangan yang menyakitkan.'

'J-jika tidak dihancurkan..dia akan mati'


Natsu diam mematung, perempuan ini menggunakan kesempatan itu untuk menyerangnya "kayru no hoko!" teriak perempuan itu dan api mulai keluar dari mulutnya seperti naga yang mengaum, Natsu terlambat menyadarinya dan terpental karena serangan itu, "S-sial! Dia pintar juga!" kata Natsu sambil berusaha berdiri.

"Hey, kau..ingin dia selamatkan? Kenapa kau ingin dia selamat?" tanya perempuan itu pada Natsu yang masih berdiri sempoyongan. "Ya! I-itu karena..aku telah berjanji padanya!Dan aku..takan mengecewakknya..tidak kali ini!" jawab Natsu sambil mengangkat badannya yang mulai terasa berat, 'Sial..apa ini efek obat mabuk itu?' pikir Natsu dalam hatinya. Memang sebelum datang ke hutan itu, Wendy membeikan tablet berwarna putih yang bisa menghilangkan mabuk kendaraan.

"Baiklah..aku akan melepaskan mantranya..tetapi…" perempuan itu berhenti berbicara sambil menaruh tangannya dipinggangnya yang ramping itu. "Apa yang kau ingin kan?" tanya Natsu penuh curiga, perempuan itu tertawa kecil "biarkan aku memukuli mu, dan kau tak boleh melawan..Aku akan melepaskan mantranya." Natsu terdiam mendengarnya, dia menundukan kepalanya. "Apa..Kau bisa pegang janji mu?" perempuan itu tersenyum, "Akan ku tepati dengan nyawa ku."

Natsu melihat kearah perempuan itu, "baiklah! Tetapi kau harus melepaskan Lucy." Tawa perempuan itu menghilang dalam sekejap, matanya mulai memancarkan kesedihan lalu dia menajamkan matanya. "Aku datang!" perempuan itu mulai menyerang Natsu.

"Kayru no tekken!"

"Kayru kagitsume!"

"Kayru no hoko!"

Dari semua serangan yang diberikan Natsu tak melawannya sama sekali. Natsu terbanting ketanah begitu keras tetapi tak sedikitpun dia berteriak. Natsu bangun lagi dan lagi dan menerima pukulan yang sama.

"Nande?" tanya perempuan itu sambil memukul Natsu yang sudah terlihat lemas dan terluka, "Nande? A-apa mak-ikh! Maksud mu?" tanya Natsu sambil menahan sakit dari pukulan perempuan itu. "K-kau tak melawan sama sekali…K-kenapa?" tanya perempuan itu, lalu Natsu menunjukan grinsnya dengan bibir yang berdarah. "Aku menepati janji ku! Kau yang minta kan?" perempuan itu tercengang melihat Natsu yang roboh ketanah, "G-gomene…" bisik perempuan itu pelan sambil menahan air matanya jatuh.

"Dragneel-saaan!"

Teriak seseorang dari dalam hutan, ternyata dia adalah Lucy. Dia berlari dengan air mata diwajahnya, dia langsung duduk didekat Natsu dan mengangkat Natsu kepangkuannya. Natsu membuka matanya perlahan dan melihat Lucy, "L-Lucy?" panggil Natsu dengan suara yang lirih, Lucy menggengam tangan Natsu dam menaruhnya di pipinya yang bahas karena air mata, "y-ya..i-ini aku,.." jawabnya.

Natsu tersenyum "syukurlah kau tak apa-apa.." Natsu mulai terbatuk dan mengeluarkan darah, "b-bertahanlah!" kata Lucy yang hampir bangun dari duduknya tetapi Natsu menahannya dan tiba-tiba Natsu mengangkat kepalanya.

Bibir hangatnya mengecup bibir Lucy yang lembut. Lalu dia menatap Lucy dan tersenyum..

"Lucy ga..Daisuki desu…" bisik Natsu, sebelum Lucy menjawabnya dia terlanjur tumbang kedalam pelukan Lucy. Lucy hanya terdiam mematung, bibirnya masih terasa hangat.."N-Nat..su?" bisik Lucy pelan.

'Igneel? Are..kau bukan dia?'

'Kau bilang kau ingin bergabung dengan Fairy Tail kan? Ikutlah dengan ku..'

'Let's make a team, Luce!'

Semua kenangan, cerita tentang Natsu dan dia kembali seketika bagai film yang diputar ulang tanpa henti. "N-Natsu! Ikh! Natsu!" teriak Lucy sambil memeluk Natsu. Perempuan berambut salmon itu langsung berlari mendekati Lucy dan merebahkan Natsu ditanah, "luka dalam..Aku tak tahu keadaanya sedang lemah" kata perempuan itu sambil membuka baju Natsu dan terlihat tubuhnya penuh luka dan memar.

Lucy duduk bersimpuh sambil menundukan kepalanya "kumohon bantulah dia!" terlihat air mata jatuh ketanah dari wajahnya. "Hope..Itu namaku.." kata perempuan berambut salmon sambil menarik nafas panjang dia meletakan tangannya diatas dada Natsu dan cahaya biru langit mulai muncul ditangannya.

Luka ditubuh Natsu mulai menghilang, "Ma-...A-angkatlah kepala mu!kau tak perlu seperti itu.." kata Hope sambil berdiri. Lalu tak lama setelah itu Natsu mulai membuka matanya dan mulai mengangkat tubuhnya duduk. "N-Natsu..ikh..NATSU!" Lucy langsung memeluk Natsu dengan erat. "Lu-Luce?" Natsu terlihat bingung lalu melirik kearah Hope. "Aku sudah bilang..aku akan menepati janji ku..iya kan?" Hope menunjukan grinsnya pada Natsu. Natsu terkejut karena seperti melihat bayangan dirinya sendiri.

Lalu pandangannya teralihkan kearah Lucy yang duduk disebelahnya. "Luce? Kau kembali? Ingatan mu kembali?" tanya Natsu terdengar penasaran.

Lucy mengangguk. "Ya, ini semua karena kau…dan jangan korban kan hidup mu untuk ku BAKA!" Lucy memukul Natsu dengan tangannya yang lemas, "K-kau kira..Aku akan senang saat sdar dan melihat kau m-mati? Dasar bodoh..P-pernakah kau berfikir sebelum melakukan sesuatu?" Natsu tersenyum lalu memeluk Lucy dengan erat, "Gomene..Luce…aku tak akan melakukannya lagi.." Lucy mengembalikan pelukan Natsu, "sebaiknya begitu…Baka Natsu.."

Erza dan Gray berlari kearah mereka dari dalam hutan, "Kalian baik-baik saja?" teriak Erza dari kejauhan. "Erza? Oy, apa yang kau lakukan tadi?" tanya Natsu agak kesal, "tenanglah Flame Head, itu semua rencana anak berambut salmon itu..Tunggu..Dimana dia?" kata Gray sambil melihat sekeliling mencari Hope. "B-bukannya tadi dia disini?" tanya Erza dengan wajah bingung. Natsu mulai mencium udara tetapi tak mendapatkan scent Vanilla selalin Lucy, 'kurasa dia sudah pergi? Padahal aku belum berterima kasih.' Pikir Natsu.

'Dia..tidak memberitahu siapa dirinya, hanya nama saja..bahkan saat dia meminta bantuan ku.' Pikir Erza teringat pembicaraanya dengan Hope


Flash Back

'Erza-san,aku akan membantu mu..Melepaskan kutukan itu." Kata Hope dengan wajah yang tak melepas pandangannya sedikit pun dari anak itu.

'Katakan pada ku dan apa yang bisa kulakukan untuk membantunya?' tanya Erza agak berharap namun terdengar tersenyum Erza senyuman itu taka sing dimatanya.

'L-Lucy?' Hope tertawa kecil saat dia mendengar itu.'Kau pintar Erza-san, caranya hanya satu..Mereka harus menyadari perasaan mereka..satu sama lain'


"Oy, Erza..ayo kita pulang. Matahari hampir tenggelam" kata Gray sambil membantu Lucy menopang Natsu. "Owh, I-iya!" Erza mengikuti mereka dari belakang.'Apa mungkin dia….hm..Kita lihat saja nanti..' Erza tersenyum sendiri lalu berlari mengikuti Nakamanya. Mereka tak menyadari Hope berada dibelakang mereka tersenyum lega.

Tubuhnya mulai diselimuti cahaya yang terang, "Oy, Aoi..Sudah waktunya aku pulang ya?" kata Hope terdengar malas, lalu terdengar suara seorang perempuan dengan suara yang tegas. 'Yeaap! Natsu-san dan Lucy-san menunggu mu untuk makan malam bodoh! Cepatlah' jawab Aoi. Hope hanya menunjukan grinsnya."Kurasa tak perlu terlalu lama berpisah? Ahahaha". Lalu tubuh Hope menghilang bersamaan dengan tenggelamnya matahari.

"Sayonara..Okaasan, Outosan…"


THE END~~~~~~
Gantung kah? Hehehhe…gomene atas kesalahannya selama ini Minna, dan terimakasih atas pemasukannya yaaa*Bows*

Aku mau ujian jadi aku percepat, tapi gak aneh kan? Iyakan? Iya ya *maksa*#plaak

Special thanks to :Hafiza-saan, bjtatihowo-san, Lucia-san, Neyta-san..Arigato Minna *bows*

Pleas Minna-saaaaaan!

Setelah ujian kita berjuang lagi yaa :D

~Arigato Minna-san~